Urutan 9 Seer, jika seseorang menjadi beyonder dari Seer Pathway, dia bisa mendapatkan kekuatan untuk meramal menggunakan banyak metode, memiliki penglihatan spiritual, dan juga mendeteksi bahaya.
Urutan 8 nya adalah Clown, 7 adalah Magician.
Sementara Urutan 9 Bard bisa memberikan keberanian, kekuatan atau kelincahan kepada diri sendiri atau orang yang dia inginkan, melalui nyanyian mereka.
Dan Urutan 9 Spectator memiliki kemampuan pengamatan yang sangat luar biasa. itu benar-benar seperti penonton sungguhan, yang bisa melihat emosi terdalam para karakter di dalam sebuah pertunjukan.
Dari ketiga ramuan Urutan 9 ini, yang paling menarik bagi Obito adalah Seer, mereka memiliki kemampuan ramalan, yang dimana Obito tidak memiliki kemampuan seperti itu.
Sementara itu dia tidak tertarik pada Spectator, dia tidak ingin melihat seluk-beluk emosi terdalam manusia. Dan untuk Bard, dia juga sudah memiliki kemampuan yang lebih dari itu.
Menutup mata sejenak, Obito mengambil karakteristik beyonder yang tadinya merupakan milik Fabian, mayatnya sudah tidak ada, karena Obito sudah membakarnya.
Karakteristik itu sangat kenyal juga transparan, namun memiliki ilusi cahaya seperti pelangi yang bisa mengikat tatapan seseorang.
Benda ini bisa dijadikan ramuan jika seseorang sudah berada di Urutan 8 Clown, yang perlu ditambahkan hanyalah bahan tambahannya.
Melempar benda itu ke sembarang tempat lagi, Obito mengambil koran yang tadi dia beli dari Dean, dia ingin menyewa rumah sekarang, akan sangat aneh dan menyesakkan untuk tidur di Dimensi Kamui terus-menerus.
Dia melihat iklan di halaman tengah, ada banyak rumah yang terbuka untuk disewakan disana.
Tetapi Obito memilih yang berada di North Borough. Rumah itu memiliki dua lantai, di lantai satu adalah ruang utama yang cukup besar, kamar tamu, dapur, gudang, dan juga kamar mandi.
Dan di lantai kedua terdapat, 2 kamar, dan 1 kamar mandi. Furnitur juga sudah disediakan, dan biaya untuk setengah tahun adalah 30 pound, sementara satu tahun penuh adalah 50 pound.
Obito melihat sekelilingnya, tempat ini sangat gelap, dan hanya ada batu-batu kotak sejauh mata memandang, Obito sudah mencoba setiap hari untuk melihat apakah dia akan berhasil membuka gerbang dimensi ke dunianya sendiri, namun sampai sekarang hasilnya adalah kegagalan.
Menghela napas, Obito keluar dari Dimensi Kamui, dia lalu berjalan sebentar, kemudian menaiki kereta kuda umum menuju North Borough, Jourdan Street, dan membayar 5 pence.
Turun dari kereta, dia lalu mencari alamat yang ada di koran, kemudian dia melihat sebuah rumah yang bergaya klasik di depannya, itu memiliki nomor 11 di pintu.
Menepuk jas dan juga rompinya agar tidak berdebu, Obito berjalan kesana dan mengetuknya, dia menunggu untuk sementara waktu sambil menghirup udara dalam-dalam.
Lalu suara langkah kaki terdengar, dan seorang pria tua berusia 60an terlihat. Wajahnya memiliki banyak kerutan, kepalanya botak dengan sedikit rambut, dan dia memiliki perut yang buncit.
"Hei, siapa yang anda cari?" Pria tua itu bertanya sambil mengamati Obito dari atas ke bawah dengan penasaran.
"Selamat siang, tuan, apakah ini kediaman Eugene Hood? Namaku adalah Obito Uchiha, aku melihat iklan di sebuah koran dan tertarik untuk menyewa rumah untuk ditempati."
Obito tersenyum sopan kepada pria itu, pria itu sepertinya mengingat sesuatu, lalu tiba-tiba tertawa.
"Itu benar! Aku ingat sekarang, tiga hari yang lalu, aku pergi untuk menaruh iklan di sebuah koran, untuk mencari seseorang apakah ada yang tertarik untuk menyewa rumah itu!
"Ya, aku Eugene Hood."
Terkekeh terus-menerus, pria itu lalu mengundang Obito masuk.
"Silahkan duduk, apa yang anda ingin minum, Tn. Uchiha?"
Obito duduk dan menjawab tanpa berpikir.
"Teh manis, akan sangat menyegarkan"
Eugene mengangguk, memanggil pelayan pria dan menyuruhnya membawa teh, lalu pelayan itu kembali dengan teko teh dan juga cangkir-cangkir indah.
Dia menuangkan teh kedalam cangkir, lalu menyerahkannya kepada Obito, Obito segera menerimanya dengan ucapan terimakasih, setelah menuangkan cangkir untuk Eugene, pelayan itu segera menunduk dan pergi dari ruang tamu.
"Ayo diminum terlebih dahulu, ini adalah teh dari Feynapotter, rasanya sangat berbeda dari teh yang bisa ditemukan di Backlund."
Obito menurut, dan meminum tehnya, itu memang terasa sangat lembut dan menenangkan. Dia bukan pecinta teh, jadi ini mungkin teh yang paling enak yang pernah dia minum.
Setelah beberapa detik, Eugene kembali berbicara.
"Rumah yang ku ingin sewakan berada di sebelah kanan rumah ini, seharusnya kamu sudah tahu, itu nomor dua belas, apakah kamu ingin tinggal sendiri disana?"
Eugene bertanya dengan tenang, dia ingin memastikan apakah orang di depannya ingin tinggal sendiri atau tidak, itu adalah pertanyaan umum juga normal yang akan di ajukan oleh beberapa pemilik rumah.
"Ya, aku hanya akan tinggal sendirian, aku juga tidak memiliki keluarga, yang akan membuat tempat tinggalku begitu tenang."
Obito menaruh cangkir, dan menjawab dengan nada bercanda.
Mengangguk, Eugene tersenyum.
"Rumah itu adalah milik putraku, dia sudah pindah dan membeli rumah baru di Intis, bersama istrinya dua bulan yang lalu
"Itu terkait dengan pekerjaannya karena dia adalah pencinta mesin. Sejak dia pergi, Istriku selalu membersihkan rumah itu, jadi kau tidak perlu khawatir tempatnya akan kotor.
"Putraku juga mengatakan untuk tidak menjual rumahnya, tempat itu memiliki banyak kenangan katanya, haha!"
Mendengar Eugen terus berbicara dan membicarakan putranya, membuat Obito berpikir bahwa dia adalah pria yang enerjik, itu mengingatkan Obito kepada dirinya sendiri di masa lalu, yang juga seperti itu.
Dan itu membuatnya berpikir, jika sifat Eugene dari kecil sudah seperti itu, Obito bertanya-tanya, bagaimana dia bisa mempertahankannya.
"Jadi dia memutuskan untuk menyewakannya saja, itu lebih baik, selain mendapatkan uang, rumah itu juga tidak akan diserang oleh jamur.
"Tiga puluh pound untuk setengah tahun, dan lima puluh pound untuk setahun, kamu ingin menyewa untuk berapa lama?"
Obito meminum tehnya lagi.
"Aku akan menyewa setengah tahun terlebih dahulu, Tn. Hood."
"Baiklah! Kalau begitu aku akan menyiapkan kontraknya terlebih dahulu untuk ditandatangani. Dan kemudian membawamu melihat rumah itu!"
Eugene Hood segera berdiri, dan menuju ke kamarnya di lantai atas, setelah beberapa puluh detik, dia kembali lagi dengan selembar kertas dan juga sebuah pulpen di tangan.
Mereka lalu bercakap-cakap sebentar, dan kemudian Eugene membawa Obito ke rumah bernomor 12, rumah ini cukup besar dan rapih, ini juga memiliki banyak furnitur, di gudangnya ada banyak mesin-mesin aneh dan sedikit alat kimia.
Obito sangat puas dengan rumah ini, jadi dia menandatangani kertasnya dan menyerahkan 30 pound.
"Kuharap kamu akan betah tinggal disini, ini kunci untuk rumahnya, selamat siang Tn. Uchiha." Eugene tertawa, dan kemudian keluar dari rumah, meninggalkan Obito sendirian.
Obito menutup pintu sambil tersenyum, kemudian dia menuju kamar di lantai atas.
Dia ingin membuka jendela, namun mengingat cuaca Backlund yang buruk, dia melupakannya, dan kemudian berbaring di atas kasur yang empuk.
Sinar matahari hangat yang datang dari kaca jendela mengenai wajahnya, Obito lalu menutup mata, sambil mendengarkan suara burung-burung yang berkicauan entah dari mana.
Obito terbangun di sore hari, dia kemudian menuju kamar mandi dan membasuh dirinya sendiri dengan air di pancuran.
Air itu sangat dingin, namun Obito menyukai rasanya karena bisa membuatnya merasa lebih hidup. Dia menggosok juga membersihkan setiap celah dari tubuhnya.
Setelah selesai, dia lalu keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya, Obito mengeluarkan semua pakaian di Dimensi Kamui dan menaruhnya di lemari pakaian.
Memakai kemeja dan celana panjang, Obito menyadari bahwa dia merasa lapar. Dia berpikir karena dia sudah tinggal di sebuah rumah, dan memiliki dapur juga kompor, apakah dia harus membeli bahan-bahan makanan dan memasaknya sendiri saja?
Dia juga sudah lama tidak memakan makanan seperti: Sushi, yakiniku, sup miso, dan apalagi hal yang manis seperti dango, dia sangat menyukai dango.
Namun setelah beberapa detik dia membuang gagasan itu, dia begitu malas untuk mencari bahan-bahan dari semua makanan itu, apalagi saat ini sudah sore. Lebih baik segera menuju kedai makanan atau restoran terdekat saja…
Obito mengangkat bahu, dia lalu keluar dari rumahnya dan mengunci pintu.
Dia berjalan sebentar dan menemukan sebuah kedai makanan yang agak ramai, mungkin karena kebanyakan orang sudah pulang dari pekerjaannya. Beberapa dari mereka di sana memiliki wajah lelah, tapi beberapa dari mereka juga memiliki senyum di wajah dan mengeluarkan banyak tawa.
Melihat adegan itu membuat Obito mengingat kembali pada masa kecilnya di Konoha, ketika dia memakan ramen bersama Minato-sensei, Kakashi, Rin, dan bahkan Kushina.
Obito duduk di sebuah bangku yang kosong dan melihat menu yang terpampang di dinding, dia lalu memesan daging sapi panggang juga kentang goreng, untuk minumannya dia memesan es lemon, kemudian membayar 1 soli 4 pence
Memotong daging menggunakan pisau dengan terampil, Obito memasukan makanan kedalam mulutnya, daging itu sedikit empuk, dan rasa gurih juga jus dari daging memenuhi mulutnya.
Ketika semuanya habis, dia memesan puding yang dilumuri dengan karamel, sebagai hidangan penutup.
Kenyang dan sangat puas dengan makanan, Obito memesan makanan manis seperti puding dan kue-kue lainnya untuk dibawa, yang menghabiskan 2 soli.
Seperti biasa, dia ingin mengunjungi Dean, dan melihat informasi apa yang mereka temukan.
Naik kereta kuda, setelah beberapa menit, Obito sampai di tempat Dean. Anak-anak terlihat sedang memasak sesuatu disana, dengan penggorengan di atas api.
Bau itu memasuki indra penciuman Obito, dan Obito menyadari bahwa itu adalah aroma daging sapi.
Mendengar langkah kaki, Layla mendongkak berdiri, dan tersenyum gembira "Tn. Obito!"
Dean sedang membolak-balik daging menggunakan spatula sekarang, dia sangat serius dan sedikit gemetar.
Ben yang sedang duduk sambil memegang kertas juga pulpen, tersenyum malu-malu kepadanya. Sementara Edward sedang mengunyah permen manis sambil memperhatikan Dean memasak.
"Kenapa kau terlihat serius sekali, Dean?" Obito bertanya sambil tersenyum dan mengacak-acak rambut Layla, lalu menyerahkan kertas coklat kepadanya "Aku kebetulan lewat di sebuah toko kue, lalu membeli ini untuk kalian, kau menyukai puding 'kan? Itu juga ada."
Menerima dan melihat isi kertas coklat, itu membuat Layla senang karena aromanya yang sangat harum dan manis.
Setelah mereka bekerja menjadi informan untuk Obito, Obito selalu menepati janjinya dan mengunjungi mereka setiap hari, dan dia bahkan selalu membawa makanan setiap kali berkunjung.
Edward mencium aroma manis itu dan kemudian mendekati Layla untuk melihat-lihat kue, lalu Dean melirik Obito dan berkata sambil berpikir.
"Tadi aku melewati toko daging dan melihat bahwa mereka sedang mendiskon beberapa yang mereka miliki, ini cukup murah, satu pon hanya delapan pence! Jadi aku membeli tiga pon"
Obito mengangguk sambil duduk di salah satu tembok kecil yang kosong, dan kemudian Dean mengingat sesuatu.
"Tn. Obito, tidak ada yang spesial yang terjadi hari ini di East Borough, jadi kami tidak mendapatkan banyak informasi apapun.
"Tetapi ada sebuah geng yang rusuh dan terlibat dalam perkelahian dengan beberapa orang hari ini, kemudian satu orang meninggal, dan polisi harus turun tangan.
"Kami juga sudah mencatat apa saja misi yang ada di bar-bar."
Ben kemudian mendekati Obito, dan menyerahkan kertas-kertas yang berisi informasi, tulisan Ben bagus, jadi Obito tidak kesusahan untuk membacanya.
Tidak ada yang berharga di catatan ini, selain beberapa misi yang hadiahnya sangat murah. Ketika Obito melihat itu, dia bahkan tidak repot-repot untuk memikirkan apakah dia akan mengambil misinya.
Itu terlalu buang-buang waktu.
Dia lalu melirik dari Layla juga Edward yang sedang makan, lalu ke arah Ben, kemudian Dean yang selesai memasak. Lalu Obito tersenyum kecil.
"Aku sangat puas dengan informasi ini. Dan ada sesuatu yang ingin kuberitahu kepada kalian, aku baru saja menyewa sebuah rumah di North Borough, Jourdan Street No. 12
"Jika kalian menemukan sesuatu yang mendesak untuk dilaporkan atau untuk meminta bantuanku, datang saja kesana."
Dean mengangguk sambil menaruh daging di piring lalu menyerahkannya kepada Obito, kemudian berkata dengan gembira.
"Ini untukmu tuan! Cobalah, aku sangat pandai memasak, aku percaya rasanya sangat enak!"
"Ya, Dean memang pintar memasak, kentang tumbuknya adalah yang paling enak" Edward menambahkan dengan tanpa ekspresi, dia tidak segan-segan untuk memuji keterampilan memasak Dean.
Menerima piring dan garpu, Obito aroma daging sapi yang harum tercium melalui hidungnya, Obito menusuk daging yang sudah dipotong dadu menggunakan garpu dan lalu memakannya.
Mengunyah dan menelan, Obito lalu tertawa ringan. Kemudian dia menatap mata Dean, yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh harap.
"Kau seharusnya menjadi seorang koki."
East Borough, di dalam salah satu rumah yang begitu kecil dan sepi.
Obito mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, sambil memperhatikan sekeliling. Dia berada di pertemuan para beyonder sekarang, jadi orang lain juga mengenakan jubah untuk menyembunyikan identitas mereka.
Ini adalah tempat yang dia temukan di dalam ingatan Fabian, dia sering kesini untuk membeli atau menjual barang beyondernya, biasanya pertemuan disini diadakan setiap hari, jika akan libur, penyelenggara akan memberitahu seusai pertemuan berakhir.
Penyelenggara merupakan seorang pria muda jika didengar dari suaranya, dia dipanggil dengan sebutan Tn. Penyelenggara, tidak ada yang istimewa dari panggilannya.
Namun dia sepertinya cukup kuat, karena dia bisa mengidentifikasi keaslian resep ramuan. Ketika dia melakukan itu, sedikit cahaya kuning menenangkan akan muncul dari kedua tangannya.
Karena itu, disini tidak ada yang bisa menipu apa yang mereka ingin jual.
Kemampuan itu menarik bagi Obito, dia tidak tahu bagaimana caranya, namun jika dilihat dari seberkas cahaya, itu sepertinya adalah kemampuan dari Bard Pathway yang berfokus pada domain matahari.
Dia bertanya-tanya urutan mana yang bisa melakukan itu, dan kemampuan apa saja yang dimilikinya.
Keluar dari pikirannya, Obito kemudian mulai mendengar suara seorang wanita yang begitu serak, jelas dia menyamarkan suaranya agar tidak membiarkan identitasnya diketahui orang lain.
"Aku ingin menjual sebuah mantra disini, mantra itu bisa membuat seseorang disekitar kalian tertidur dengan mengeluarkan sedikit ilusi asap merah saat digunakan.
"Namun perlu diingat, itu juga akan mempengaruhimu, jadi harus digunakan dengan cermat, jarak mantra adalah 15 meter, dan mantra itu juga tidak bisa membedakan musuh atau teman.
"Satu mantra 5 pound, dan aku memiliki lebih dari itu, apakah ada yang tertarik?"
Wanita dengan wajah dibalik topeng itu melihat sekeliling, setelah beberapa detik, ada tiga orang yang membeli 2 sampai 5 mantra. Memang jika itu menurut Obito, mantra itu bisa sangat berguna jika digunakan dengan sangat cermat.
Namun dia tidak membutuhkannya, lagi pula tujuan dia kemari adalah untuk mendapatkan lebih banyak uang, jadi dia membuka mulutnya dan menawarkan barang yang dimilikinya.
Dia menawarkan Belati Petir, dan memberitahu mereka informasi kekuatan dan efek negatifnya, dan tidak lama, belati itu berhasil terjual dengan harga 100 pound.
Obito juga menawarkan, resep ramuan Bard juga Spectator dia akan menjual dua resep urutan 9 yang dimilikinya saat ini, lagipula semakin banyak uang yang dia miliki semakin baik.
Dia menawarkan harga di 250 pound, dia ingin melihat dahulu, seberapa berharganya resep ramuan urutan 9 ini dengan matanya sendiri.
Dalam ingatan Fabian dan Steven, harga resep ramuan urutan 9, yang terendah dan umum adalah 200 pound, dan jika tidak ada yang membelinya di 250 pound, Obito akan menurunkan harganya lagi.
Namun yang sedikit mengejutkan Obito, ada yang membelinya tanpa tawar-menawar tidak lama setelah itu.
Merasa senang, tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk segera menulis resep ramuan, lalu membiarkan Tn. Penyelenggara melihat keaslian mereka.
Setelah selesai, Obito juga mulai mencoba menjual gelang milik Fabian, namun tidak ada seorangpun yang menginginkannya.
Obito hanya sedikit menghela napas saat itu, dan menunggu dengan tenang juga memperhatikan setiap pembelian yang terjadi.
Setelah beberapa menit, dia lalu memberitahu mereka semua, bahwa dia ingin membeli 10 mililiter darah Cumi-cumi Lavos, Obito benar-benar sudah memutuskan ingin menjadi seorang Beyonder sekarang, dia sudah membeli bahan-bahannya di pasar bawah tanah sebelum datang kemari.
Cukup mudah untuk mendapatkan semuanya, dan dia menghabiskan 165 pound untuk mereka, itu cukup mahal, jadi saat ini semua uang yang dia miliki adalah 583 pound.
Dan sekarang, dia hanya kekurangan 10 mililiter darah Cumi-cumi Lavos sebagai bahan utama ramuannya.
Bekerja sebagai pemburu hadiah di dunia ini sangat merepotkan, jika Obito masih di dunia asalnya, melacak seseorang akan sedikit lebih mudah, karena chakra setiap orang memiliki kekhasannya sendiri.
Namun di dunia ini, mereka semua hampir tidak memiliki chakra. Jadi jika dia menjadi beyonder dari Seer Pathway, dia akan memiliki kemampuan meramal, yang akan sangat membantu jika dia tidak memiliki petunjuk apapun tentang targetnya.
"Aku memilikinya disini, 140 pound dan itu akan menjadi milikmu"
Suara itu datang dari wanita pertama yang menawarkan mantra tidur, Obito segera setuju dan kemudian membayar.
Begitu saja, pertemuan berjalan selama beberapa puluh menit lagi dan kemudian berakhir.
Setiap orang keluar sendiri-sendiri dengan jeda sekitar 5 menit, sebelum seseorang dibiarkan keluar lagi, Obito adalah yang kelima yang keluar.
Tn. Penyelenggara berkata bahwa, ini adalah untuk menjaga ketertiban…
12 Jourdan Street, North Borough, di sebuah gudang.
Obito menatap kuali dan bahan-bahan mistisme di meja yang ada di depannya, dia pernah membuat obat atau ramuan sebelumnya, itu semua mudah, jadi dia tidak perlu terlalu khawatir.
Namun dia juga masih berpikir apakah kemampuan ini akan sebanding dengan harga yang akan dia bayar di masa depan. Obito tidak bodoh, setiap kekuatan pasti memiliki harganya, dan dia sudah paham dengan konsep itu sejak dia masih kecil, terutama sejak dia mengaktifkan Mangekyo nya.
Tentu saja salah satu harga yang dia sudah ketahui untuk menjadi seorang beyonder adalah bahaya melawan kegilaan. Namun apa yang terjadi ketika dia meminum ramuan urutan lanjutan lainnya dimasa depan? Apakah harga yang harus dia bayar akan bertambah?
Menutup mata sejenak, Obito lalu menggelengkan kepalanya dan mengejek dirinya sendiri.
Aku hanya berusaha mendapatkan kekuatan untuk meramal… jangan terlalu banyak berpikir.
Menghela napas, Obito lalu mengambil bahan seperti 100 mililiter air murni dan menuangkannya ke dalam kuali, dia lalu menambahkan cairan vanilla malam beberapa tetes, satu, dua, tiga, Obito meneteskannya sampai tiga belas kali.
Melemparkan 7 daun mint emas, Obito terus menambahkan beberapa bahan tambahan lainnya ke dalam kuali, setelah itu dia mengeluarkan botol buram yang berisi 100 mililiter darah Cumi-cumi Lavos yang dia beli sebelumnya, kemudian Kristal Stellar Aqua.
Segera setelah itu, kabut ilusi langsung keluar dari kuali dan memenuhi seluruh ruangan, kabut itu tidak berbau dan memberikan perasaan samar seperti ada keberadaan yang tidak terlihat, yang sedang mengamati sekitar.
Disana juga terlihat ada banyak bintang-bintang samar yang berkelap-kelip seperti di langit malam, setelah beberapa menit kabut menghilang.
Kemudian Obito mulai mengambil ramuan di dalam kuali yang sudah berbentuk seperti jeli lengket, menggunakan sendok kayu dengan santai, dan memasukkannya ke dalam cangkir.
Obito mengamati cairan lengket biru tua itu selama beberapa detik, dia tidak menunggu lama. karena menurut ingatan Fabian, jika ramuan dibiarkan terlalu lama, dia akan menyatu dengan benda disekitarnya, dan kemudian menjadi barang mistis.
Lalu dia segera meneguk ramuan tanpa ragu, segera cairan lengket dan kenyal yang seperti tentakel cumi-cumi memasuki mulutnya, itu memberikan perasaan dingin pada seluruh rongga mulut Obito, dan kemudian mengalir ke tenggorokan dan perut.
Sekarang seluruh tubuh Obito terasa disusupi dengan DNA aneh yang dingin, dan itu merembes ke setiap selnya.
Pada saat itu, di penglihatan Obito, dia mulai melihat warna-warna yang terlihat lebih terang, merah lebih merah, dan biru lebih biru, saat itu selesai, Obito segera mendengar suara aneh kencang yang memasuki kepalanya, namun segera Obito berhasil memblokirnya.
Menutup matanya, Obito segera memijat dahinya yang sedikit sakit ketika gejolak singkat itu berakhir, dia lalu perlahan membuka matanya kembali.
Di penglihatan, dia melihat banyak energi aneh yang belum pernah dia lihat sebelumnya, itu memiliki banyak warna yang membentuk seperti asap di setiap celah yang ada…
Pada saat itu Obito menyadari, bahwa dia telah menjadi seorang Seer.
AN : Fakta menarik, 1 Pound di kerajaan Loen, jika dalam rupiah adalah sekitar 2.200.000.
Untuk menjadi seorang Beyonder, orang biasa memerlukan resep Beyonder urutan 9, yang rata-rata akan dijual seharga 200 Pound, dan belum lagi membeli semua bahan-bahannya yang seharga 300 Pound.
Jadi jika di jumlah dalam kalkulator, itu berarti hanya untuk menjadi seorang beyonder urutan 9, kamu harus menghabiskan uang total 1 miliar 100 juta rupiah. :D
Oh ya, aku juga berencana untuk mengupdate chapter-chapter selanjutnya dengan sekitar 7-10rb kata, jadi mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama.
