disclaimer: Naruto Masashi Kishimoto's
derai-derai ilalang
Menepis lembar-lembar memento tercabik ribuan petang yang tersimpan di antara serat-serat otak adalah khas Hyūga Neji.
Ia adalah lelaki yang karam, yang hilang, yang enyah, dengan segala rupa bakat Hyūga yang tak tertandingi.
Ia pergi dengan hormat. Menyisa celah pada Rookie 12 Konoha yang akan selalu seperti itu; mengingatnya, diserta selembar potretnya yang berbingkai eboni tak pernah pergi dari altar doa.
Mungkin adalah repetisi baginya untuk kembali menjadi udara dan melesat kesana-kemari, mengintip kolase-kolase yang ditarikan oleh kehidupan.
Kami-sama, jagalah mereka-mereka.
Neji hanyalah spirit yang dapat terbang sesukanya. Sedikit terikat, dan menyedihkan. Tapi ia bahagia. Melihat yang hidup masih sarat tawa-tangis sebagaimana yang hidup diatur seimbang.
Bola mata Hyūga akan terus seperti itu; diwariskan, digunakan, atau ditelisik lagi bagaimana caranya bekerja. Seperti, energi sebesar apa dibaliknya, yang tak pernah ditahu para Hyūga sebelum ini. Dan menyerta kesemua itu, kerusakan sedahsyat apa kala byakugan kebanggaan klan diperas melulu.
Kadang, Neji berpikir, bagaimana rupa-rupa kilas masa lalu yang pernah ia lewatkan tanpa pernah ia sadari. Ia masihlah spirit yang akan merindu kehidupan yang dilepasnya dengan menyengaja.
Atau, bagaimana Naruto, simbol heroisme Konoha, ketika tahu bagaimana kecutnya dunia setelah mati dan menyesali segala kisah yang pernah ia dera, dan menjadi pengisi kekosongan pada helai-helai derai ilalang.
Atau bagaimana Hinata, yang welas asih dan berkabung untuknya beberapa purnama, ketika tahu abangnya masih berderai-derai lalu-lalang diantara ilalang-ilalang.
Atau bagaimana Hanabi, yang kini telah menjadi wanita, ketika tahu derai-derai ilalang yang tersapu lembut dibuai angin itu selalu memancang atensi dan melihat semuanya.
Melapisi sentuhan akhir campur aduk benak yang sudah tidak lagi didetaki kehidupan, Neji akan tetap seperti itu, menjadi bayangan, menjadi angin, melupakan-terikat pada memori, dan berbahagia.
Menepis lembar-lembar memento tercabik ribuan petang yang tersimpan di antara serat-serat otak adalah khas Hyūga Neji.
Namun,
Neji akan terus seperti itu; hidup dan melihat segalanya...
.
.
.
a dedication words to get along with memory of sadness after Neji's death in Naruto Shippuden. if it's suits you as a poem, then it is. but if it isn't, then let it be.
- 04.24.22 -
