Cedera

Elsoul59's Present

Diamond no Ace diciptakan oleh Yuji Terajima, saya tidak mengambil keuntungan materiil dari fanfiksi ini

Main Pair

Miyuki Kazuya Sawamura Eijun

Rate

T

Setting Canon Universe yang dibuat Alternate Reality

Warn(!) bxb, slash, typo(s), etc.

.

.

.

.


Klub baseball SMA Seido gempar seketika kala mendapat sebuah kabar bahwasanya, pilar yang menyokong tim mereka dalam setiap pertandingan mengalami sebuah cedera ringan pada tangannya.

Tapi tetap saja, ini adalah cedera yang menimpa tangan di mana dalam kondisi ini sosok Kapten tim baseball Seido tidak bisa memakai mitt, menangkap pitching, serta mengayunkan batt.

Walau resah karena penjagaan tim akan melemah, Seido memiliki jajaran pemain yang handal mulai dari barisan pelempar hingga pemukul.

Lantas, alih-alih khawatir pada tim, pelatih Kataoka menekankan bahwa sosok berkacamata dengan kepribadian yang kacau itu harus beristirahat dari kegiatan apapun bahkan walau itu sekedar kegiatan ringan seperti menulis.

Naasnya, jika hanya tangan kiri yang terkena cedera, tak akan ada kegemparan yang menimpa Seido.

Namun sayang seribu sayang, pemuda yang begitu dicintai oleh Tuhan karena diberkati dengan kemampuan serta paras bak dewa, kini tak diberkahi oleh dewi keberuntungan.

Cederanya menimpa tangan kanan.

Bagi orang yang terbiasa beraktivitas dengan tangan kanan, ya, bagi sosok bernama lengkap Miyuki Kazuya itu jelas bencana.

Yah, walau sejujurnya ada untungnya juga Kazuya mengalami cedera pada tangan kanannya.

Contohnya?

Mungkin seperti, Sawamura Eijun yang lebih perhatian padanya.

Sosok yang resmi menjadi kekasihnya beberapa bulan yang lalu itu menjadi jauh lebih perhatian dari yang biasanya.

Bohong jika Kazuya bilang bahwa Eijun bukan orang yang perhatian. Dengan inisiatifnya sendiri, bocah yang gila melempar itu mencari cara untuk meringankan bebannya sebagai catcher dengan dalih bahwa itu hanya sebuah cara agar Kazuya mengakuinya.

Eijun hanya belum tahu bahwa sosok catcher jenius kepemilikan tanah matahari terbit ini telah mengakuinya, jauh sebelum Eijun memilih untuk membuat keputusan agar Kazuya harus mengakuinya.

Tunggal keluarga Sawamura itu bahkan perhatian pada adik-adik kelasnya. Beri saja contoh pada Asada atau Okumura bahkan Yui yang sering terkena kerusuhan karena Eijun sibuk memperhatian makan mereka.

Dan karenanya, beberapa bocah kelas satu itu justru sering mengikuti apa yang Eijun lakukan.

Itu lucu begitu membayangkan Asada dan Okumura bahkan sudah mengabdikan diri pada ban mobil keramat yang sempat Kazuya jadikan objek kecemburuan karena ban mobil itu sering menghabiskan waktu Eijun daripada dirinya.

Oke kembali ke topik.

Sekali lagi, walau bagi orang cederanya ini petaka namun bagi Kazuya cederanya ini juga membawa banyak untung baginya.

Karena pelatih benar-benar mamaksakan kondisi agar Kazuya tidak menggunakan tangan kanan hingga jangka waktu penyembuhan selesai seperti yang dikatakan dokter, putra dari keluarga Miyuki ini mengambil banyak kesempatan dalam kesempitan.

Eijun itu sangat lugu, dirinya bahkan tidak sadar bahwa sedang dimanipulasi oleh Kazuya dengan dalih bahwa Kazuya sedang sakit dan dilarang menggunakan tangannya.

Bahkan jika itu untuk makan sekaligus.

Yoichi yang duduk tak jauh dari Kazuya hanya menatap penuh murka saat Kazuya memasang senyum aneh dengan pandangan yang tak lepas dari Eijun.

"Sawamura!" Panggil Kazuya.

Yang dipanggil menoleh sebentar, lalu menghampiri Kazuya secepat kilat. Iris sewarna emasnya menatap penuh tanya, "ada apa?"

Kazuya tersenyum miring, "bisa bantu aku?"

Eijun hanya mengangguk tanpa berpikir panjang. "Bantu apa?" Tanyanya lagi.

Kapten tim baseball Seido itu mengangkat tangan kanannya yang masih diperban. Ia memasang senyum lugu dan menatap Eijun dari balik lensa kacamatanya penuh humor.

"Kau tahu kan? Aku tidak bisa menggunakan tangan kananku."

Ace baru tim baseball Seido mengangguk tahu. Tentu saja, ia bahkan sangat khawatir saat tahu bahwa Kazuya mengalami cedera pada tangan kanannya.

Sampai-sampai Eijun selalu mengikuti Kazuya kemana-mana karena takut pemuda bermarga Miyuki ini butuh bantuan untuk mengerjakan sesuatu tapi tidak bisa meminta tolong pada siapapun.

Kecuali toilet dan kelas, Eijun pasti selalu mengekor pada Kazuya layaknya anak ayam yang mengekor pada induknya selama Kazuya mengalami cedera.

Apa Kazuya risih?

Tentu saja tidak! Miyuki yang satu ini justru kegirangan saat mendapati Eijun memohon pada Yoichi agar bisa menginap di kamar Kazuya untuk merawat si catcher jenius.

Sayangnya, nyaris seluruh anggota tim baseball Seido tahu maksud dan tujuannya. Jadi alih-alih mengizinkan Eijun, sosok bernama lengkap Kuramochi Yoichi yang mendeklarasikan diri sebagai kakak dari pemuda lugu bermarga Sawamura itu memarahi Eijun dan tidak memberi izin pada Eijun untuk menginap.

Bahkan anak kelas satu seperti Okumura mengangguk setuju. Katanya tidak ingin melihat aksi tidak senonoh Kazuya pada Eijun.

Kurang ajar tapi ini fakta karena setelah resmi menjadi sepasang kekasih, semua anggota klub baseball Seido mengalami stress sebagai dampak dari tingkah Kazuya yang tidak tahu tempat dan kondisi saat menarik Eijun memasuki dekapannya serta memberinya ciuman panas yang panjang.

Meresahkan.

Haruichi sampai gemas ingin memukul kepala Kazuya menggunakan batt kayu kesayangannya.

"Tahu, jadi senpai ingin minta tolong apa?" Eijun mengerjab sebentar dan memiringkan kepalanya tidak mengerti.

Menggemaskan.

Kazuya hampir membanting meja kalau tidak ingat bahwa ia sedang cedera saking gemasnya pada Eijun.

Tawa kecil Kazuya mengudara, ia memberi gestur agar Eijun duduk disebelahnya dan berkata, "bisa suapi aku? Kau tahu sendiri aku tidak bisa makan dengan tangan kiri."

'Omong kosong!' Jeritan batin seisi kantin saat mendengar perkataan Kazuya. Namun tidak diungkapkan secara terang-terangan karena tahu tidak akan ada pengaruhnya sama sekali.

Namun, baru saja Furuya akan mengatakan kebenaran bahwa Kazuya masih bisa memakai sendok walau itu menggunakan tangan kiri, Eijun sudah mengangguk duluan mengiyakan permintaan Kazuya.

Hanya menyuapi pikirnya, kenapa harus dibawa ribut? Toh yang ia suapi kekasihnya sendiri. Ia juga tidak keberan menyuapi Kazuya.

"Buka mulutmu senpai" pinta Eijun yang mulai meraih sumpit dan menyuapkan nasi pada Kazuya.

Kazuya terkekeh geli kemudian membuka mulutnya saat Eijun menyuapkan nasi dan lauk kemudian mengunyahnya pelan. Setelah menelan makanannya, ia kembali membuka mulutnya dan memberi kode agar Eijun menyuapkan makanan lagi.

"Kau juga harus makan" ujar Kazuya sesaat setelah ia selesai menelan makanannya lagi.

Eijun membalas, "nanti saja, setelah menyuapimu aku akan makan."

Kazuya menggeleng, "kita bisa makan berdua" ujarnya lagi.

"Tapi porsinya tidak cukup."

"Ambil jatah makananmu dan gabung dengan punyaku" tandas Kazuya.

Pemuda bermarga Sawamura terdiam sebentar dan menimbang apakah ia harus mengikuti saran Kazuya atau menunggu hingga ia selesai menyuapi Kazuya. Namun akhirnya Eijun mengangguk setuju karena menilai saran Kazuya jauh lebih efisien bagi dirinya.

Sama sekali tidak sadar bahwa dirinya sedang dimanipulasi Kazuya.

Saat Eijun menuju pantry dan mengambil jatah makan malamnya, Kazuya tertawa saat merasakan aura penuh tuduhan yang dikecam padanya dari segala sudut.

Tapi Kazuya tidak peduli. Netra sewarna amber hanya memperhatikan Eijun yang membawa nampan berisi makanan untuk dirinya sendiri dan membawa nampan tersebut menuju Kazuya.

Pemuda dengan surai sewarna tanah tersenyum lebar pada Kazuya, netra sewarna emasnya bersinar lugu menyorot pada Kazuya.

Kazuya balas tersenyum lembut, dalam hati memuji betapa indahnya sosok Sawamura Eijun.

"Eijun, kau harus lebih perhatikan langkahmu" bisik Kazuya saat Eijun sudah menempati kursi di sebelah Kazuya. Ia menggeser kursinya hingga ia kini duduk menghadap pada Eijun.

Eijun yang mendengar bisikan Kazuya balas berbisik, "Aku memperhatikan langkahku, Kazuya senpai."

Rona kemerahan menghias pipinya saat sadar Kazuya memanggil nama kecilnya. Jika sedang berdua saja, mereka sepakat untuk saling memanggil menggunakan nama kecil. Berbeda jika di depan publik, mereka tetap memanggil satu sama lain menggunakan marga.

Sadar bahwa pipi Eijun tengah bersemu layaknya warna musim semi, Miyuki berbisik lagi, "kalau mau jujur, aku tidak mau orang lain menikmati ekspresimu sekarang."

Eijun menggelengkan kepalanya sebentar, rona merah masih membekas pada pipinya yang masih memiliki sedikit lemak bayi hingga terlihat lebih berisi. "Kenapa kau jadi posesif?" Tanya Eijun geli, ia mulai menyuapkan makanan lagi pada Kazuya.

"Pipimu memerah, senyummu merekah, matamu memandang dengan binar yang cerah. Itu indah dan karena aku adalah orang yang serakah, pemandangan indah seperti itu tidak ingin aku bagikan kepada orang" balas Miyuki cepat sebelum mengunyah nasi yang baru aja disuapkan Eijun.

Amber Kazuya menangkap Eijun yang mendengus malu, lantas ia tertawa dan berkata, "aku jujur, sungguh." saat ia selesai menelan makanannya.

"Kau pikir aku ini properti pribadimu?" Tanya Eijun tidak habis pikir. Walau jantungnya berdetak tidak normal karena ucapan Kazuya, ia tetap berusaha menetralkan caranya berbicara.

Kazuya mengernyitkan dahi, "oh, jadi kau ingin menjadi properti pribadiku?" Tanya Kazuya penuh humor.

Eijun tertawa menanggapinya. "Apa kau baru saja melamarku?" Tanya Eijun lagi, ia balas menatap Kazuya jahil.

"Kau ingin ku lamar?"

Sekuat tenaga, Eijun berusaha untuk tidak mengulum senyum gelinya. Ia menyuapkan nasi dan lauk ke mulut Kazuya dan berkata, "berhenti bercanda dan makan makananmu."

Tidakkah mereka sadar bahwa saat ini dunia terasa seperti milik mereka berdua dan manusia yang lain hanya menumpang saja?

Lelah dengan ajang bermesraan pasangan battery utama tim baseball Seido, beberapa oknum yang telah usai dengan menu makan malamnya mulai meninggalkan kantin setelah mencuci bekas perlengkapan makannya.

Butuh waktu agak lama hingga Eijun menghabiskan makanan untuknya dan Kazuya, bahkan kantin sudah terlihat kosong karena beberapa penghuni asrama akan pergi berlatih setelah makan.

"Hei Eijun?"

Suapan terakhir, Eijun menatap penuh tanya dan mengarahkan tangannya pada Kazuya yang menatapnya dengan sorot mata yang tidak bisa Eijun deskripsikan.

"Buka mulutmu, ini suapan terakhir."

Kazuya menggelengkan kepalanya jahil, "kau saja yang makan."

Eijun mengernyitkan alisnya, "kau yakin?"

Catcher utama tim baseball Seido mengedikkan bahu, lagi-lagi ia menatap Eijun aneh, saat menangkap Eijun yang memasukkan suapan nasi ke dalam mulut, Kazuya berkata, "Kau tahu, aku punya metode lain untuk menyuapkan makanan."

Pandangan penuh tanya dilemparkan Eijun pada Kazuya, karena mulutnya sibuk mengunyah, ia tidak bisa membalas perkata Kazuya yang masih belum lepas memandanginya.

"Kau ingin tahu?" Tanya Kazuya.

Eijun mengangguk.

Kazuya meraih tengkuk Eijun dengan tangan kirinya dan berujar, "daripada menggunakan tangan bukankah suap menyuap dari mulut ke mulut jauh lebih menantang?"

Sebelum mendorong tengkuk Eijun mendekat padanya dan menangkap sang pitcher pada ciuman basah. Kazuya mengecap rasa dari bibir berwarna pink alami kepemilikan sosok yang menjerat hatinya keterlaluan.

Lidahnya masuk dan meraih makanan yang masih berada dalam mulut Eijun kemudian menariknya masuk ke mulutnya.

Kazuya melepas ciumannya, ia mulai mengunyah makanan yang ia dapatkan dari mulut Eijun kemudian mengulum senyum jahil kala ambernya mendapati wajah Eijun yang sudah merona sempurna lepas ia menelan makanannya.

Tangan kiri Kazuya berpindah mengusak surai sewarna tanah milik Eijun kemudian mendaratkan kecupan manis pada pipi Eijun.

"Jadi, lain kali kau akan menyuapiku dengan tangan atau dengan mulut?"

Setelah berhasil keluar dari keterkejutannya Eijun mendengus dan menyimpan sumpit yang ia pegang di atas meja.

"Menyebalkan" maki Eijun.

Tawa Kazuya mengudara lagi, ia melepaskan tangannya dari surai Eijun. Tawa yang terdengar sangat menyebalkan.

"Aku akan sangat berterimakasih jika kau menjawab pertanyaanku Eijun" ujar Kazuya.

Eijun berdiri, ia meraih nampan berisi wadah kosong bekas makanan miliknya dan Kazuya kemudian membungkuk mendaratkan kecupan ringan pada bibir Kazuya.

"Ya jika kau berhasil membujuk orang-orang untuk membiarkanmu makan di kamar."

Kazuya tersenyum miring mendengar jawaban dari kekasihnya.

Jika Eijun telah menawari, lalu siapakah Kazuya yang menolak tawarannya?

.

.

.

End