Disclaimer: Cuma minjam.
Warning: Banyak typo. Bahasan kurang jelas. ImmortalNaru. DoujutsuNaru. KekkaiGenkaiNaru. Dll.
Chapter 1.
Konoha City.
Terlihat kota yang sangat maju. Dimana bangunan yang sangat tinggi berjejer disana.
Banyak orang yang berlalu lalang menggunakan kendaraan seperti sepeda motor, namun dengan desain yang sangat keren. Yang membuat sepeda motor itu terlihat lebih keren adalah benda itu terbang.
Sebenernya bukan hanya sepeda Motor. Mobil juga terlihat terbang, baik taksi ataupun kendaraan pribadi.
Walaupun Konoha City adalah kota modern, tapi kota tersebut adalah dulunya hanya sebuah desa yang dikelilingi oleh hutan.
Dan ada yang perlu kalian tau, Konoha City adalah salah satu kota dengan kekuatan sihir modern. Masih ada kota-kota lain yang hampir sama dengan Konoha.
Namun ada satu hal yang membuat beberapa orang merasa terancam hidup didunia ini. Karena ada satu peraturan tidak tertulis bagi pemilik chakra akan dihukum.
Dipinggir kota Konoha, terlihat ada sebuah kuil bagi Miko. Jika diperhatikan ada dua perempuan yang kini tengah melakukan do'a pada sebuah patung berbentuk manusia yang melakukan meditasi.
"Hiks.. Apa benar anda akan bangkit kembali Pahlawan dunia" Ucap gadis surai pirang pucat, dia memiliki iris lavender mengenakan pakaian miko.
"Tentang saja jika kita percaya, aku yakin Pahlawan dunia akan bangkit kembali" Balas gadis surai indigo beiris sama dengan gadis tadi, dia juga mengenakan pakaian Miko.
"Tapi Hinata-nee.. Hiks! Aku sudah tidak kuat hidup dalam tekanan seperti ini.. Hiks! Aku selalu takut, apa bila kekuatan kita keluar" Ujar gadis itu menangis sesenggukan.
Hinata menatap adiknya itu sedih, dia tau karena dia juga merasakan hal yang sama. Dibully saat disekolah karena kekuatan chakra mereka, dan lagi jika mereka melawan menggunakan cahkra sama saja akan melawan pemerintah.
Karena pemerintah telah menetapkan pengguna chakra akan dihukum, jika ketahuan melukai orang-orang. Sangat berbeda dengan pengguna sihir modern, mereka disanjung dengan baik.
Itulah yang membuat pemilik chakra, ada yang memutuskan untuk menyegel chakra mereka secara permanen dan mulai menggunakan sihir modern.
Termasuk keluarga dua gadis ini, padahal mereka adalah keturunan pengguna chakra, tapi mereka memutuskan untuk menggunakan sihir modern.
Hanya mereka berdua lah yang bertahan, karena mereka telah mengetahui. Dahulu kala ada seorang Shinobi yang memperjuangkan perdamaian dunia mati-matian.
Jika kalian penasaran kenapa pengguna chakra di asingkan? Itu karena dahulu kala, pengguna chakra dicap selalu menggunakan perang untuk mengakhiri konplik.
Bahkan ada rumor mengatakan pengguna chakra adalah manusia yang tidak mementingkan nyawa manusia. Selalu membunuh dan membunuh, itulah salah satu rumor tentang pengguna chakra, atau sering disebut Shinobi.
Crakh..Crakh..
Kedua gadis itu membulatkan mata, saat mendengar suara retakan dari patung itu. Lama kelamaan terlihat retakan dipatung itu mulai banyak.
Krakh.. Crakh.. Brukhh..
Iris mereka semakin lebar, saat patung itu telah hancur. Kini digantikan disana ada seorang pemuda surai silver jabrik berkulit sedikit pucat melakukan meditasi, sama seperti posisi patung tadi.
Terlihat wajah pemuda itu memiliki tanda tiga garis dimasing-masing pipinya. Dia mengenakan pakaian yang cukup aneh untuk dua gadis itu, dia mengenakan jubah abu-abu, dengan beberapa Tomoe mengelilingi lehernya.
Tidak beberapa lama, terlihat pemuda itu mulai menunjukan tanda-tanda akan sadar.
Deg!
Kedua gadis itu merasa jantungnya langsung berdetak kencang, saat melihat dua iris berbeda yang kini menatap mereka.
Sebelah kiri berpola seperti riak air berwarna ungu, dengan enam tomoe didalamnya.
Sebelah kanan berwana merah dengan pupil Vertikal. Entah kenapa, mereka merasakan tatapan mata itu sangat mengerikan.
Naruto POV.
Saat pertama kali membuka mata, aku mendapati dua wanita didepan ku. Mereka kini menatap ku bingung dan juga ketakutan.
"Hinata? Shion? Kenapa kalian mengenakan pakaian Miko?"
Aku menjadi bingung, saat melihat kedua wanita kenalan ku itu terlihat tersentak kaget, karena aku mengatakan hal itu.
"B-bagaimana Pahlawan tau? N-nama kami?"
"Eh?"
Kini aku yang menjadi bingung, apa maksud nya dengan mengetahui nama? Dan apa-apa panggilan Pahlawan itu?
"Hinata jangan bercanda?"
Aku tersentak, saat melihat mereka berusaha menjauh saat melihat aku bangkit. Bahkan wajah mereka kini terlihat mulai pucat dengan keringat bercucuran.
"Bodoh! Doujutsu mu aktif! Mungkin itu yang membuat mereka ketakutan?! Dan lagi, kelihatannya mereka benar-benar tidak mengenali mu.. Naruto"
Aku sedikit kaget mendengar apa yang dikatakan oleh salah satu partner ku. Dia adalah partner yang sejak lahir telah menemani ku.
"Itu benar Naruto.. Bukannya kita semua tertidur untuk menetralkan chakra lara Otoutsuki yang kau serap? Dan lagi, kita tidak tau sudah berada tahun setelah kejadian itu"
Aku mengangguk mengerti saat mendengar suara lebih berat dari yang tadi. Mungkin ada benarnya juga apa yang mereka katakan.
Aku langsung menonaktifkan Doujutsu ku. Dan benar saja, kini mereka sudah tidak setakut tadi, malah kini mereka seperti memandangi ku cukup aneh.
Aku tidak tau kenapa mereka memandang ku seperti itu. Tapi sudahlah itu tidak penting.
Naruto Pov End.
Hinata dan Shion akhirnya dapat bernafas lega, saat mereka tidak melihat dua mata aneh yang tadi. Malah kini mereka terkesan saat melihat mata menyeramkan tadi, kini telah digantikan dengan iris biru cerah.
"Apa kalian benar-benar tidak mengenali ku?"
Hinata dan Shion sedikit tersentak, saat pemuda didepan mereka kembali mengeluarkan suara.
"Y-yang kami tau, a-anda adalah p-pahlawan Shinobi.. U-untuk nama anda.. Kami tidak tau, karena sejak kuil ini didirikan nama anda tidak pernah disebutkan" Jawab Hinata.
"Umm.. Nona? Sekarang tahun berapa?" Tanya Naruto takut-takut.
"4120" Jawab Shion takut-takut.
"APAAAAA!!!!!"
Shion dan Hinata dipaksa menutup telinga, saat Naruto tiba-tiba saja berteriak kencang.
"Tidak mungkin.. Tidak mungkin.."
Hinata dan Shion dibuat kebingungan saat melihat pemuda didepan mereka berjalan mondar-mandir. Sesekali dia terlihat meremas surainya sendiri.
"A-ano.. Pahlawan? Apa anda tidak apa-apa?" Tanya Hinata hati-hati.
"Hiks.. Apa yang tidak apa-apa.. Bagiamana mungkin aku tertidur selama dua ribu tahun" Ujarnya menatap mereka dengan berlinang air mata.
"Pffrrff.."
Hinata langsung mengalihkan pandangannya ke segala arah. Saat melihat wajah pemuda didepannya, begitu juga Shion.
Padahal tadi mereka sangat ketakutan, tapi saat melihat wajah konyol pemuda itu mereka tidak bisa untuk tidak untuk tertawa.
"Oi.. Apa yang kalian tertawakan? Kalian kira aku berbohong?" Ucap Naruto menatap mereka kesal, namun wajah kesal Naruto malah menunjukan kelucuan tersendiri.
"Ppfff.. Buahah..." Shion akhirnya tidak dapat menahan tawanya.
Walaupun didepannya ini adalah sosok Pahlawan, tapi mau bagaimanapun wajah kesal pemuda didepannya ini sangat lucu.
"Ppff.. S-sudah Sffpp- Shion.. Tidak bff Boleh seperti itu" Walaupun terlihat menasehati, tapi Hinata juga tidak dapat untuk menahan tawanya.
Naruto menatap kedua gadis itu jengkel. Sungguh dia merasa tidak ada perkataan yang dia katakan mengandung lawakan.
"Hahaha.. Padahal tadi mereka terlihat sangat takut padamu, tapi sekarang kau sudah jadi badut didepan mereka.. Hahah"
"""Hahahaha"""
Kesal Naruto langsung bertambah, saat Kurama meledek nya. Belum lagi dia mendengar teman-temannya yang lain ikut mentertawakan nya.
"Sudah puas tertawanya?"
"Eh? Ah? Maafkan kami Hiro-Sama.. Kami tidak bermaksud seperti itu"
"Itu benar? Maafkan kami.. Kami bersedia menerima hukuman dari anda"
"Eh?"
Kini Naruto langsung dibuat salah tingkah, saat kedua gadis itu bersujud padanya. Dia langsung berjongkok dan menepuk pundak kedua gadis itu.
"Hei! Jangan lakukan itu. Kau membuat ku tidak enak" Ucap nya. Kedua gadis itu menoleh nya.
"Tap-"
"Sudah aku katakan jangan lakukan itu. Ini perintah"
Kedua gadis itu mengangguk paham, lalu mereka mengganti posisi duduk Size didepan Naruto.
Naruto yang melihatnya, langsung mengambil posisi duduk bersila didepan kedua gadis itu.
"Pertama-tama.. Aku ingin mengenalkan diri, namaku Naruto.. Jadi siapa nama kalian?" Ujar Naruto.
"Ano.. Bukannya tadi anda sudah menyebutkan nama kami?" Tanya Shion.
"Hum ya, itu benar.. Dan lagi, bagaimana anda tau nama kami Hir-" Naruto mengakat tangannya supaya Hinata tidak melanjutkan kata-katanya.
"Yang pertama berhentilah memanggil ku seperti itu... Dan kenapa aku tau nama kalian, karena dahulu aku memiliki istri bernama Hinata dan wajahnya mirip dengan mu" Hinata tersentak mendengar hal tersebut, tanpa sadar wajah memerah mendengar hal tersebut.
"Dan dahulu juga, aku pernah bertemu dengan seorang Miko saat melakukan misi.. Dia bernama Shion, wajah nya sangat mirip dengan mu"
"Dan tidak aku sangka, nama kalian juga sama" Jelaskan Naruto.
Shion dan Hinata mengangguk mengerti. Jika memang telah 2000 tahun berlalu, itu mungkin saja terjadi.
"Jadi Hinata.. Shion.. Maukah kalian menceritakan padaku.. Dimana ini? Dan kondisi desa sekarang?"
T.B.C
Yo.. Gua hadir lagi dengan fic baru. Smoga saja kalian suka untuk fic baru ini, jika masih banyak typo tolong di maklumi.
Saya NaruHina Pamit Undur diri.
