Disclaimer: Cuma minjam.
Warning:Bahasan kurang jelas. Typo. ImmortalNaru. DoujutsuNaru. KekkaiGenkaiNaru. Dll.
Chapter 3.
Kelas 11-B.
Terdengar suara hingar dari kelas 11-B. Karena mereka mendapatkan kabar, bahwa kelas mereka akan kedatangan murid pindahan.
Bahkan ada yang mengatakan dia adalah pemuda tampan berkulit putih, dengan tanda kumis kucing di pipi nya.
"Hei, apa benar murid pindahan itu tampan?" Tanya gadis surai pirang diikat ekor kuda.
"Yah, aku dengar seperti itu. Bahkan ada yang bertemu tadi saat dia dibawa ke ruang latihan" Balas gadis surai hitam digerai.
"Wah aku tidak sabar" Ujar gadis surai pirang tadi girang.
Sementara itu para murid laki laki, terlihat hanya diam ditempat duduk mereka. Begitu juga dua gadis yang duduk paling belakang.
Mereka adalah Hinata dan Shion. Sebenernya mereka tidak menyangka akan satu kelas dengan Naruto yang notabenenya sangat kuat.
Sreett..
Mereka langsung mengalihkan pandangan, saat mendengar suara pintu dibuka. Beberapa gadis langsung memerah saat melihat guru mereka masuk bersama pemuda tampan memiliki surai silver jabrik.
"Kalian semua cepat duduk ditempat masing-masing!"
Murid yang tadinya menggosip, langsung kembali ketempat duduk mereka saat wanita surai pirang beroppai jumbo itu memerintah mereka.
"Seperti yang kalian ketahui, kali ini kita kedatangan murid pindahan dikelas ini!"
"Ayo perkenalkan dirimu!"
"Naruto!"
"...??"
Mereka terlihat tercengang saat perkenalan singkat dari Naruto.
"Hahh~ Dia adalah Naruto, murid pindahan, dan dia juga adalah pengguna chakra"
Deg!
Hinata dan Shion langsung tersentak saat Tsunade mengetahui Naruto pengguna chakra, bahkan itu dikatakan didepan kelas mereka.
Beberapa murid yang tadinya menatap Naruto tertarik berubah menjadi sinis, terlihat ada seorang pemuda bangkit dari duduknya.
"Sampah pengguna chakra lagi! Cih, apa manusia seperti kalian tidak bisa hilang dari muka bumi ini!" Ujar pria surai silver.
Naruto yang mendengar perkataan pemuda itu tersenyum menyeringai. Lalu dia menunjuk pemuda itu sembari menyeringai.
"Kalianlah sebenarnya sampah itu! Jika bukan karena kami, kalian tidak akan bisa hidup tenang sekarang!"
Deg!
Mereka semua langsung tersentak, saat merasakan sensasi yang membuat jantung mereka berdebar, saat Naruto melepaskan sedikit niat membunuh nya.
"NARUTO! CUKUP!"
Naruto yang mendengar perintah Tsunade langsung menghilangkan niat membunuhnya.
Tsunade menatap pemuda disamping nya ini sulit di artikan, bagiamana tidak dia tadi saat ingin menguji pemuda itu, suatu hal mengejutkan terjadi.
[Flashback ]
Disebuah arena yang cukup luas, terlihat Tsunade dan Naruto kini saling berhadapan cukup jauh.
Tsunade membawa Naruto kemari karena ingin mengetes kekuatan pemuda itu.
"Um.. Pertama perkenalkan namaku Tsunade Senju.. Salah satu guru disini."
"Aku akan mentes kekuatan mu dengan.."
"Ini!" Ucapnya muncul di atas Naruto.
Bugh.. Brakh..
Wanita itu membulatkan matanya kaget, saat pukulan nya ditahan dengan lengan pemuda itu. Padahal dibawah nya sudah terjadi retakan yang hebat.
"Kau tidak sabaran ya?"
Tsunade lalu mengambil jarak dari Naruto. Dia tidak menyangka pukulannya ditahan seperti itu.
Tap!
Tsunade menatap pemuda jabrik yang kini berdiri santai didepannya.
"Dia orang pertama yang bisa menahan pukulan ku dengan tangan kosong." Batinnya menatap Naruto tajam.
Puk..
"Kau melihat apa?"
"..?"
Whus..
Tsunade dengan refleks memberikan pukulan sapuan ke belakang, saat ada sosok yang menepuk nya.
Bugh.. Blarrr...
Tsunade benar-benar tidak bisa berpikir tenang, saat lagi-lagi pukulan nya dapat ditahan pemuda yang kini mengakat tangannya disamping kepalanya.
Padahal dinding arena telah hancur lebur, karena Tsunade menambahkan energi dalam pukulannya.
"Sungguh kekuatan yang... Mengerikan!" Ujar Naruto mengakat kakinya sebelah.
Duagh.. Whuss.. Duarrr...
Tubuh wanita itu menabrak dinding arena dengan keras, saat Naruto memberikan tendangan pada perut wanita itu.
"Chouk.. Ghukk.."
Terlihat wanita itu bertumpuk menggunakan lutut dan tangannya. Dia membantuk kan darah saat merasakan organ dalam tubuhnya rusak parah.
"A-apa-apan itu?" Batinnya berusaha melihat pemuda yang masih berdiri santai dengan tangan dimasukkan ke saku celana.
"Healing."
Naruto menaikkan alisnya penasaran, saat melihat kalung yang digunakan Tsunade mengeluarkan cahaya hijau, lalu menyebar keseluruh tubuhnya.
"Hum.. Jadi seperti itu."
Naruto bergumam pada dirinya sendiri, saat melihat tubuh Tsunade mulai bugar lagi.
"Jujur.. Aku terkesan dengan kekuatan fisik mu.. Bahkan aku yang terkenal dengan kekuatan fisik nya dapat kau buat seperti ini. Tapi..."
"Magic Body: Stronger Cell."
Terlihat kalung hijau yang dipakai Tsunade, mengeluarkan tato aneh yang mulai menjalar di tubuhnya.
[Mirip mode yang di pakai Tsunade, tapi ini bersumber dari kalung nya]
"Dengan sihir ini.. Sel tubuh ku akan diperbaiki dengan cepat Dan..."
".. Kecepatan dan kekuatan ku berlipat ganda dari biasanya!"
Naruto melirik Tsunade yang kini sudah ada disampingnya siap memberikan pukulan padanya.
Buagh.. Whuss.. DUAAARRRRRR...
Wanita itu tersenyum senang, saat melihat pemuda itu menghantam dinding dengan keras. Bahkan sampai menghancurkan dinding tersebut.
"B-baka... Apa yang ku lakukan? Aku telah membun-"
Tap.. Tap..
Dia tidak melanjutkan kata-katanya, saat melihat dari reruntuhan Naruto berjalan dengan santainya.
Tentu saja Tsunade kaget bukan main. Tadi itu adalah kekuatan full nya saat memukul.
Bagaimana bisa pemuda itu baik-baik saja. Bahkan lecet sedikitpun tidak ada.
"Apa hanya itu?"
Gigi guru itu menggelatup geram. Walaupun sederhana, tapi kata-kata itu seakan membuat dia sangat lemah.
"Jangan ka- Ghokk.."
Tsunade tidak bisa melanjutkan kata-katanya, saat Naruto mencul didepannya dalam kedipan mata.
Pemuda itu memberikan pukulan ke perut wanita itu. Membuat Tsunade membatukkan darah.
Melihat tangannya masih diperut wanita itu, Naruto lalu melemparnya ke atas seakan dia hanyalah kertas dengan mudahnya di lemparkan.
Naruto juga ikut melompat menyusul wanita itu. Saat di udara Naruto memberikan beberapa pukulan pada wajah wanita itu.
Buagh.. Bugh.. Duagh..
Lalu dengan akhirnya Naruto memberikan tendangan pada pinggang wanita itu kearah bawah.
Whuss... DUARRRR...
Tubuh itu meluncur kebawah dengan cepat, lalu menghantam lantai sampai hancur.
Tap..
Naruto mendarat tepat di atas kepala wanita yang kini dalam kondisi terkapar itu.
"Apa hanya segini?" Tanyanya.
"Guh.. Jangan remehkan aku.. Magic body akan memperbaiki seluruh sel yang hancur." Balasnya walaupun kesusahan.
"..?"
Namun ada yang membuat nya heran, selnya sama sekali tidak beregenerasi.
"Apa yang terjadi?"
"Heh. Tentu saja, karena aku telah memutuskan semua saluran energi mu" Ujar Naruto mengambil posisi jongkok di atas kepalanya.
"A-apa maksud mu?"
"Hah~ Itu artinya kau telah...Cacat!" Jelaskan Naruto menatap wanita itu dingin.
Tsunade yang mendengar nya kaget. Yang benar saja, apa semudah itu memutuskan saluran energi nya.
"JANGAN BERCANDA! AK-"
"Coba gerakan tubuh mu jika bisa" Ledek Naruto.
"Guh.. Ugh.."
Dan benar saja, wanita itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Bahkan jarinya tidak bisa.
"SIALAN! BERANI NYA KAU MEMPERLAKUKAN AK-"
"Ini masih ringan untuk menghukum mu.. Rasanya aku ingin membunuh mu karena telah melakukan hal keji pada pengguna Chakra!"
"Rasanya aku ingin membunuh mu saat ini karena merendahkan apa yang selama ini kami perjuangkan!"
Deg!
Dalam seumur hidup, ini pertama kalinya Tsunade takut setengah mati pada seseorang. Apa lagi ini pada pemuda yang baru saja ingin dia uji kekuatan nya.
Tapi nyatanya di malah di perlakukan seperti mainan oleh pemuda itu. Apa lagi kini iris biru dingin yang tadinya menatap dirinya.
Kini telah berubah menjadi merah dengan pupil vertikal hitam. Dia dapat melihat aura yang sangat mencekam disana.
"H-hiks.. Hiks.."
Karena tidak kuat akan tekanan tersebut, tangisan wanita itu keluar secara sendirinya.
"G-hiks.. Gomen.. Aku hiks.. Maafkan aku"
Karena terlalu takut, hanya itulah yang bisa di ucapkan oleh wanita itu.
"P-Phahaha..."
"..?"
Tsunade yang tadinya menangis menjadi diam, saat mendengarkan tawa dari pemuda itu. Bukan tawa jahat, melainkan tawa yang puas mengerjai seseorang.
"Hahaha.. Maafkan aku Tsunade Sensei.. Aku tidak mengira kau sampai menangis"
"..??"
Tsunade kaget bukan main. Kini dia tidak tergeletak, melainkan masih berdiri berhadapan dengan Naruto.
Sama seperti pertama kali mereka sampai.
"A-apa yang?"
"Tehehe.. Maaf, tadi itu hanyalah ilusi yang ku buat.. Tidak aku sangka anda sampai menangis" Jelaskan Naruto tertawa kecil.
Tsunade yang mendengar nya tentu kaget, jadi yang dia alami dari tadi hanyalah sebuah Ilusi, bahkan itu tanpa dia sadari sama sekali.
"Sejak kapan?"
"Um? Ah, sejak kita sampai disini" Jawab nya tersenyum lebar dengan tangan dilipat dibelakang kepalanya.
Tsunade berkedip untuk mencernanya. Dia lalu tersenyum kecil, dia tidak menyangka sosok didepannya sungguh hebat.
"Apa kau pengguna Chakra? Naruto-kun"
"Ha'i." Balasnya tersenyum.
Senyum Tsunade bertambah lebar, akhirnya sosok yang hebat dari pengguna chakra muncul juga.
Tap.. Tap..
Brukh.
"Eh?"
Naruto dibuat kebingungan saat wanita itu tiba-tiba berlari dan langsung memeluk dirinya.
"Akhirnya.. Legenda itu terwujud" Gumamnya dalam dada Naruto.
"Legenda?" Bingung Naruto.
Tsunade yang mendengar nya melepaskan pelukannya, dia menatap Naruto tersenyum lebar.
Dia lalu mengetik sesuatu di hologram, yang muncul dari gelang nya. Setelah itu muncul sebuah buku cukup tebal yang usang.
"Sang Legenda?" Baca Naruto.
"Ha'i.. Ini adalah buku tentang sang Legenda.. Buku ini aku temukan di tempat kerja kakek ku dulu"
"Buku ini menceritakan tentang dunia yang sekarang.. Dimana pengguna Chakra di pandang rendah."
"Lalu setelah sekian lama.. Akhirnya ada sosok yang muncul.. Di buku ini dikatakan, dia bisa memperangkap seseorang menggunakan Ilusi tanpa di sadari korban"
"Dan sosok itu akan mengakat kembali derajat pengguna Chakra.. Karena sosok itu adalah sang Legenda dari masa lalu.. Uzumaki Naruto"
Deg!
Naruto membulatkan matanya kaget. Yang benar saja, siapa yang menulis buku itu sampai-sampai tau nama miliknya.
"Sayang nya ada beberapa yang rusak. Jadi tidak bisa di baca semua"
"Co-coba buka di bagian terakhir.. Siapa yang menulis buku itu?"
Tsunade yang mendengar nya bingung? Tapi dia tetap melakukan hal tersebut.
"Umm.. Uzumaki.. Boruto?"
Deg..
Jantung Naruto berdetak kencang, tanpa dia sadari terlihat dia menetas kan air matanya.
"Hiks.. Putra bodoh itu.." Gumamnya.
Tsunade yaitu melihat dan mendengar apa yang Naruto katakan tersentak. Dia lalu membuka nama sang legenda itu.
"J-jangan katakan kau.. Uzumaki Naruto?" Tanyanya kaget.
"Thehe.. Tentu saja, dan yang menulis itu putra ku." Jawab Naruto jujur.
Bruk..
"Eh? Apa yang kau lakukan?" Kaget nya saat melihat wanita itu tiba-tiba saja bersujud.
"Naruto-sama.. Maafkan aku, sebenarnya aku adalah keturunan pengguna chakra.. Tapi aku telah menyegel Chakra ku untuk keamanan kehidupan ku."
"Aku hiks.. Telah mengetahui perjuangan Shinobi terdahulu, tapi keadaan yang membuat ku seperti ini."
"Aku hiks.. Pantas mati karena telah mengkhianati perjuangan kalian dahulu."
Ya, Tsunade adalah salah satu keturunan pengguna Chakra. Dia terpaksa menyegel chakra nya, karena dulu dia memiliki pacar pengguna Chakra.
Pacarnya tidak sengaja melukai pengguna Sihir modern, lalu pacar nya di hukum mati.
Karena itu, Tsunade memutuskan untuk menyegel chakra nya.
Puk..
"Kau tentang saja.. Aku tidak menyalahkan mu.. Aku tentu mengerti hidup dalam tekanan seperti itu, membuat mu tidak ada pilihan lain." Ujar Naruto membantu Tsunade berdiri.
"Dan itu memang pilihan tepat.. Takutnya kau bisa dihukum jika tanpa sengaja melukai seseorang menggunakan Chakra." Lanjut nya tersenyum kecil.
"N-Naruto-sama.."
Puk.
"Dan berhentilah memanggil ku seperti itu" Ucapnya mengucek surai wanita itu.
Tentu saja itu tak luput membuat wajah nya memerah. Kini seorang legenda dari masa lalu memperlakukan nya seperti ini, sungguh membuat nya senang.
"Oh iya, tolong tempatkan aku satu ruangan dengan Hinata dan Shion."
"Um? Ah mereka pengguna chakra di sekolah ini. Baiklah Naruto-kun, aku akan menepati mu dengan mereka." Setuju nya.
"Oh iya, satu lagi tolong katakan pada murid di kelas nanti aku adalah pengguna chakra."
"Apa! Tapi Naruto-kun itu sangat berbahaya, kau akan dipandang remeh, bahkan ada kemungkinan kau ak-"
"Sssst.. Tolong turuti saja kemauan ku ini." Pinta Naruto.
"B-baiklah."
Melihat keyakinan Naruto. Tsunade mengangguk menyetujui hal tersebut.
[ Flashback end ]
Tsunade sungguh tidak habis pikir, dia akan bertemu dengan Uzumaki Naruto. Sosok yang menjadi pahlawan 2000 tahun lalu.
"Baiklah Naruto-kun, kau boleh duduk disamping Akeno."
"Akeno tolong angkat tangan mu." Terlihat seorang gadis surai hitam panjang mengakat tangannya.
Naruto berjalan dengan santai ke arah meja gadis itu, dia sama sekali tidak memperdulikan tatapan mata para murid pada nya.
"Tolong bimbingan nya." Ucap Naruto setelah duduk disamping gadis itu.
"..!"
Namun tidak ada balasan dari gadis itu, dia hanya menatap Naruto seakan seonggok sampah.
Hinata dan Shion yang berada di meja belakang Naruto menatap pemuda itu khawatir.
Himejima Akeno adalah salah satu princess di Academy ini. Mereka takut dia akan diganggu murid lainnya.
Mereka bukan takut Naruto terluka oleh murid, tapi mereka takut dia melukai mereka. Mengingat kekuatan nya mungkin tidak akan ada yang bisa menandingi nya di Academy ini.
"Baiklah anak-anak, kita mulai pelajaran hari ini..."
.
.
"Oi.. Sampah! Aku dengan kau sepupu dari dua manusia tidak berguna itu!"
"..."
Baru saja pelajaran selesai, kini di meja Naruto sudah dikelilingi para murid lainnya.
Dan yang kini menanyakan hal itu adalah pemuda surai silver berwajah tampan tadi.
Mereka menatap Naruto, Shion dan Hinata seakan mereka adalah sampah yang harus dibersihkan.
"Kau tuli ya! Apa telinga mu ini tidak berpungsi!"
Terlihat kelakuan pemuda itu mulai melunjak, dia mulai menarik telinga Naruto.
"V-vali aku mohon jangan ganggu Na-"
Plak!
Belum sempat Hinata bicara, pemuda itu langsung menampar nya dengan keras. Bahkan terlihat bibir gadis itu berdarah.
"Ti-"
Duagh! Brakh!
Mereka semua membulatkan mata, saat pemuda itu meluncur dan menabrak dinding dengan keras.
"Ghakk!"
Mereka menatap Naruto yang kini telah berdiri dari bangkunya. Dia menatap Vali tajam, bahkan beberapa dari mereka memutuskan mundur mejaga jarak.
"Berani nya kau menampar Hinata! Kau akan menyesali ini!"
Grab!
Naruto yang ingin menghampiri Vali, langsung terhenti saat ada yang memeluknya dari belakang.
"A-aku tidak apa-apa Naruto-kun. Tolong jangan buat kericuhan lagi, jika Osis tau, kau akan dalam m-"
Brakh..
"Ada keributan apa ini!"
Shion dan Hinata membulatkan mata, saat melihat salah satu anggota Osis kini telah ada di depan pintu kelas mereka.
Dia masuk dan memperhatikan Vali yang mulai berdiri, dia lalu mengalihkan pandangan pada Naruto.
"Kalian ikut aku!" Perintah gadis surai hitam itu datar.
Dia lalu berbalik dan meninggalkan kelas. Terlihat Vali mulai berjalan mengikuti gadis tadi, tapi dia tidak lupa memberikan tatapan kematian pada Naruto.
"N-N-"
"Kau tenang saja, semua akan baik-baik saja." Ucap Naruto melepaskan pelukan Hinata dengan lembut.
Dia menghapus air mata gadis itu dengan ibu jarinya. Lalu dia mengucek rambut Hinata sembari tersenyum lebar.
"Aku pergi dulu."
Dia lalu mengikuti Vali yang telah keluar lebih dulu. Setelah kepergian mereka terlihat kelas itu terjadi keheningan.
"Fufufu... Dia kuat." Batin Akeno tertarik.
.
.
Brakh!
"Apa kalian diperbolehkan berkelahi di kelas!"
Disini lah Naruto berada, tepatnya didalam ruangan Osis, bersama dengan Vali.
Didepan nya ada seorang pria surai merah panjang. Dia adalah wakil Osis, sedangkan ketua osis sekarang tidak ada di ruangan.
"Tapi Sirzechs-san. Naruto yang menyerang ku terlebih dahulu! Dan lagi dia adalah pengguna Chakra!" Jelaskan Vali.
Ekspresi pemuda itu yang tadinya marah terlihat berubah menyeringai. Dia menatap Naruto seakan dia adalah mainannya.
"Jadi kau pengguna chakra ya... Apa tadi kau menggunakan Chakra! JAWAB!" Bentak nya.
Naruto menatap pemuda itu datar. Dia terlihat menyeringai kecil.
"Untuk mengalahkan bocah ini! Aku tidak perlu menggunakan Chakra!" Ujarnya remeh.
"Kurang a-"
"Berhenti! Dilarang ada perkelahian disini!"
Vali yang ingin menyerang Naruto terhenti, saat gadis yang tadi datang ke kelas mereka bersuara.
"Cih!" Kesalnya.
"Hoo.. Apa itu benar? Kau mampu mengalahkan nya tanpa Chakra?" Tanya Sirzechs menyeringai.
"Tanpa aku katakan dua kali, kau pasti sudah tau!" Balasnya santai.
Vali yang mendengar hal tersebut terlihat menjadi kesal. Dia terlihat mengetik beberapa hologram yang muncul didepannya.
"...?"
Naruto terlihat kebingungan saat melihat ada hologram yang muncul didepannya. Disitu tertulis tantangan bertarung dari Vali.
Jika setuju hanya perlu menekan Yes, dan jika tidak setuju hanya perlu menekan No.
"Itu adalah hologram tantangan. Semua murid yang terdaftar di Academy ini otomatis memiliki nya." Jelaskan Sirzechs menyadari kebingungan Naruto.
"Um? Jadi seperti itu."
Tanpa keraguan dia langsung menekan Yes. Artinya dia telah menerima tantangan dari Vali.
"Vali Lucifer Vs Naruto.. Pertarungan akan diadakan besok."
"..?"
Lagi-lagi Naruto dibuat kebingungan saat melihat ruangan itu ada muncul gambar mereka. Dan jadwal pertarungan mereka.
"Ini adalah hologram yang otomatis ada disetiap ruangan di sekolah ini. Jadi bagi yang tertarik mereka akan datang menonton, ataupun bertaruh siapa yang menang." Jelaskan gadis tadi membenarkan kacamata nya.
Naruto mengangguk mengerti, sungguh dia tidak habis pikir teknologi zaman ini sangat luar biasa.
"Baiklah, karena kalian telah bersedia melakukan pertarungan. Tapi sebelum itu, Naruto kau hari memakai ini." Ujar Sirzechs memberikan kalung dengan baja dengan satu permata merah.
"Ini untuk apa?"
"Buhaha.. Karena kau adalah pengguna chakra sampah. Kau harus menggunakan itu, supaya jika kau menggunakan chakra saat menyerang ku, kau akan tamat!"
Bukannya Sirzechs yang menjawab, tapi Vali lah yang kini tertawa penuh akan kemenangan.
"Aku akan menghabisi mu diarena!" Lanjut, dia lalu keluar dari ruangan itu.
"...?" Mar terlihat memperhatikan kalung itu.
"Jika kau tidak menggunakan nya juga tidak apa. Tapi walaupun kau menang, kau akan di anggap menggunakan chakra. Jadi sama saja tamat!" Ujar Sirzechs.
Naruto yang mendengar nya mengakat bahu tidak peduli, dia langsung menggunakan kalung itu tanpa keraguan.
Tentu saja itu menambah seringai Sirzechs melebar.
"Baiklah, jika sudah tidak ada urusan lagi. Aku ingin undur diri dulu." Naruto lalu melangkah dengan santai keluar.
"Apa ini tidak apa-apa?"
"Hahah.. Kau tenang saja Sona. Kita akan membuat dia mengeluarkan chakra nya." Balasnya menyeringai.
[ Kelas 12-A ]
"Oi~ Oi~ Si Lucifer itu selalu menantang murid lain bertarung." Ujar Pemuda surai hitam diikat seperti ekor kuda.
"Kau benar, tapi Naruto ini siapa? Aku sama sekali belum pernah melihatnya di Academy ini?" Tanya pemuda surai Raven.
"Um.. Entahlah, dia kelihatan murid baru." Ucap gadis surai Emas.
"Itu benar, dia adalah murid baru, aku barusan melihat datanya di daftar murid kelas 11-B." Ujar gadis surai putih panjang digerai.
Dia memperlihatkan gambar Naruto di hologram miliknya. Disitu tertulis data miliknya nya.
"Hoo.. Pengguna Chakra lagi ya." Ujar pemuda hitam panjang.
"Aku sedikit penasaran dengan pemuda ini, aku akan melihat besok." Ujar gadis surai pink.
"Kau benar, aku juga akan menonton. Sekalian aku akan membuat taruhan untuk Vali, kan lumayan dapat poin gratis." Ujar pemuda surai pirang jabrik.
.
.
"Naruto-kun.. Apa benar kau akan bertarung dengan Vali?" Tanya Shion.
Saat ini kelas telah bubar, Naruto Hinata dan Shion kini berada di bawah pohon dengan kursi panjang.
Mereka tadi benar-benar kaget saat mendapat informasi bahwa Naruto dan Vali akan bertarung besok.
"I-ini.. Bukannya ini kalung mendeteksi Chakra!" Kaget Hinata saat menyadari kalung yang dikenakan Naruto.
"Ya? Kurasa memang itu." Balas nya santai.
"Tamat sudah. Harusnya kau menolak pertarungan itu Naruto-kun... Tidak ada gunanya kau bertarung, kau juga akan di tahan karena menggunakan chakra." Ujar Hinata lirih.
Dia menyesal mendaftarkan Naruto disekolah ini. Dia hanya ingin membawa Naruto bersama nya, tidak dia sangka akan jadi separah ini.
"Itu jika aku menggunakan chakra didalam tubuh bukan?" Tanyanya.
"Ha'i" Balasnya lemah.
"Hehe.. Kalian tenang saja, aku pasti mengalahkan nya dalam duel ini tanpa chakra." Ujarnya tersenyum.
"Apa itu benar? Bagaimana anda mengalahkan Vali tanpa chakra?" Tanya Shion penasaran.
"Tehehe.. Besok kalian juga akan tahu." Balasnya tertawa kecil.
T.B.C
Yop.. Maaf lama gak nongol, hehe.. gua ada kesibukan tersendiri.
Ok ini adalah Chapter 3 dari FUTURE. Smoga Klian suka, ya walaupun word nya masih pendek.
Dan yang nanya mana char DXD tu dah gua nongolin. Baru juga Chap 2 kan gk mungkin di tonglin smua char nya:)
Dahla, jangan lupa tinggalkan jejak di kolom review:)
