11. Lucas si Aktor Papan Atas
Satu bulan telah berlalu setelah kejadian rapat bersama tim R&D. Ten nampak gelisah menatap layar komputer di hadapannya, jemari lentiknya sibuk memegang pulpen yang sesekali mencoret buku catatannya. Wanita cantik itu menghembuskan nafas untuk kesekian kalinya, ia mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Semua anggota tim nya nampak frustasi, Irene dan Dokyeom juga terlihat sedang bersandar di kursi mereka, sepertinya mereka pusing karena rapat dengan tim desain tak pernah memberikan titik temu yang berarti. Ten kembali menatap layar komputernya yang menampilkan daftar aktor dan aktris ternama di Korea, mata kecilnya nampak membola saat melihat sosok pria tampan dengan badan yang tegap tengah berpose untuk merek kosmetik terkenal. Jujur saja Ten terpesona, sungguh pria itu begitu tampan dan seolah mampu menghipnotis orang yang melihatnya.
"Eonni kau tahu dia siapa?" Tanya Ten seraya menunjukan layar komputernya pada Irene.
"Lucas." Balas Irene yang tengah mengelap kacamatanya yang mulai berembun.
"Dia aktor yang sedang naik daun, kudengar dia aktor dengan bayaran termahal saat ini." Ucap Irene lagi. Ten nampak mengangguk dan kembali melanjutkan risetnya tentang Lucas, sepertinya ia sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi bintang iklan produk mereka. Ten mulai melakukan risetnya tentang Lucas ia juga telah berkonsultasi pada Mingyu dan pria itu nampak setuju dengan ide Ten.
Keesokan harinya setelah pulang kerja Ten menyempatkan untuk mampir ke tempat Jungwoo, rasanya sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan temannya itu. Ten mengendarai mobilnya menyusuri jalanan Kota Seoul yang nampak lengang, ngomong-ngomong Ten telah bisa mengendarai mobilnya sejak beberapa minggu yang lalu. Rasanya tak sia-sia ia menghabiskan waktunya setiap akhir pekan untuk pergi ke tempat kursus mengemudi. Ten tersenyum cerah saat sampai di rumah mode tempat Jungwoo bekerja. Terlihat sangat besar, jelas saja itu adalah rumah mode terbesar di Seoul atau mungkin di Korea. Ten tersenyum saat orang-orang menyapanya, maklum saja wanita cantik itu memang sering mampir hanya sekedar untuk mengunjungi Jungwoo sahabatnya.
"Jungwoo…." Ujar Ten saat melihat sahabatnya tengah sibuk dengan sketsa pakaian yang ia buat.
"Lagi-lagi kau datang. Rasanya aku sudah bosan melihatmu kesini setiap hari Ten." Ujar Jungwoo dengan nada bercanda.
"Jahatnya…." Balas Ten seraya mencebikkan bibirnya.
Mereka berdua nampak berbicara tentang banyak hal, tiba-tiba saja seorang wanita yang nampak lebih muda dari mereka terlihat masuk ke ruangan Jungwoo seraya sedikit membungkukkan tubuh rampingnya.
"Maaf eonni tuan Lucas sudah menunggu di bawah." Ucap wanita itu. Jungwoo terlihat tersenyum kemudian bangkit berdiri untuk pergi menemui tamunya yang sudah menunggu. Telinga Ten otomatis berdiri saat mendengar nama itu, apa itu Lucas yang sedang ia cari, pikir Ten. Dengan mengendap-endap wanita mungil itu mulai mengikuti Jungwoo secara diam-diam, ia mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka, Ten membulatkan matanya saat melihat Jungwoo sahabatnya sedang berbincang akrab dengan Lucas. Diam-diam Ten tersenyum cerah, rasanya ia tidak salah memilih untuk mengunjungi Jungwoo beberapa menit yang lalu. Ten bergegas menyudahi kegiatan mengintipnya saat tiba-tiba saja Jungwoo bangkit dari duduknya dan nampak menjabat tangan Lucas, dengan secepat kilat ia pergi karena tak ingin ketahuan oleh Jungwoo jika sedang mengintip sejak tadi.
Jungwoo kembali masuk ke ruangannya dan sesekali mendengus sebal, Ten yang sedang menikmati kopinya nampak kebingungan melihat tingkah Jungwoo. Bagaimana bisa beberapa detik yang lalu wanita tinggi itu memasang senyum terbaiknya di hadapan Lucas dan sekarang ia nampak seperti singa yang siap menyantap mangsanya.
"Kau kenapa Woo?" Tanya Ten keheranan.
"Hua…. Ten aku sebal sekali, si Lucas itu benar-benar menyebalkan ternyata." Ucap Jungwoo seraya mencebik kecal.
"Tunggu…. Maksudmu Lucas yang aktor terkenal itu kan, yang bahkan bayaran per episode nya bisa digunakan membeli satu unit apartemen?" Tanya Ten nampak pura-pura bodoh.
"Jangan berlebihan." Balas Jungwoo yang mulai duduk di hadapan Ten.
"Astaga tak kusangka pria itu rewel sekali, ini sudah kali ketiga ia merevisi desain tuksedo yang akan digunakan ke Baeksang Awards nanti. Bunuh aku Ten, aku tak akan sanggup menghadapi pria berisik itu lagi. Hua…." Ucap Jungwoo yang mulai mengeluh.
"Woo, aku tahu ini tak akan membantumu sama sekali, tapi bisakah kau kenalkan aku dengan Lucas." Ucap Ten memelas, bahkan mulai memasang jurus mata kucing andalannya.
"Kau sudah bersuami bodoh, apa Johnny si jerapah itu tak cukup untukmu?" Tanya Jungwoo seraya memukul pucuk kepala sahabatnya itu.
"Aish…. Sakit tahu. Bukan begitu maksudku, aku ingin menjadikannya model iklan salah satu produk perusahaan kami." Ucap Ten seraya mengelus kepalanya yang terasa berdenyut.
"Lebih baik kau cari aktor lain saja yang lebih baik daripada si Lucas bodoh itu." Ucap Jungwoo.
"Kau tak mengerti Woo, Lucas itu sedang digandrungi oleh anak muda di luar sana. Kupikir hanya Lucas yang pantas mendapatkan proyek iklan ini." Balas Ten berusaha meyakinkan Jungwoo. Wanita cantik dengan tinggi bak model papan atas itu hanya mendengus sebal mendengar penuturan Ten.
"Jujur aku tak mengerti bagaimana caranya agar kau bisa dekat dengan Lucas, tapi ada satu orang yang sepertinya bisa membantu." Ucap Jungwoo pasrah.
"Benarkah? Siapa?" Tanya Ten semakin penasaran.
"Kau tahu Lee sajangnim pemilik rumah mode ini? Anak perempuannya merupakan salah satu petinggi di SM Entertainment tempat Lucas bernaung." Ucap Jungwoo kembali mengingat-ingat pekerjaan Taeyong yang sudah ia anggap sebagai eonni nya sendiri.
"Wow keren sekali." Ucap Ten sedikit ternganga.
"Dan kau beruntung karena Taeyong eonni orang yang kumaksud tadi ada di sini sekarang, sedang berbincang di ruang sajangnim." Ucap Jungwoo. Ten senang bukan main, sungguh rasanya dewi fortuna memang sedang berpihak pada Ten.
"Aku mau bertemu dengannya apa boleh?" Tanya Ten hati-hati.
"Hum…. Nanti akan kutanyakan, kau habiskan dulu kopimu itu, lambat sekali minum kopi saja tak selesai-selesai sejak tadi." Ucap Jungwoo, ia mulai berdiri meninggalkan Ten dan memainkan ponsel miliknya, wanita cantik itu berniat menanyakan keberadaan Taeyong. Ten nampak mencebikkan bibirnya mendengar perkataan Jungwoo barusan, benar-benar wanita itu senang sekali meledeknya.
"Ayo ikut aku Ten." Ucap Jungwoo seraya bangkit dari duduknya dan menyambar tas nya yang berada di atas meja.
"Mau kemana?" Tanya Ten keheranan.
"Bukankah tadi kau bilang mau bertemu dengan Taeyong eonni?" Ujar Jungwoo memastikan. Ten nampak bersemangat dan menganggukan kepalanya, setelah itu ia mulai menerjang tubuh ramping Jungwoo yang berada di hadapannya. Jungwoo sendiri berusaha melepaskan pelukan Ten yang begitu erat, ayolah izinkan aku bernafas, pikirnya.
Ten dan Jungwoo nampak duduk di sudut café, mereka berdua menunggu kedatangan Taeyong yang sepertinya masih bertemu dengan kedua orang tuanya di dalam butik. Tak beberapa lama kemudian tampak seorang wanita cantik dengan mata yang begitu indah dan jangan lupakan rambut coklatnya ia biarkan tergerai indah sehingga menambah derajat kecantikannya berkali-kali lipat. Ten tampak ternganga saat wanita itu duduk di hadapannya dan Jungwoo, Jungwoo nampak menatap heran ke arah sahabatnya yang seolah-olah orientasi seksualnya berubah begitu melihat Taeyong yang notabene seorang wanita sama sepertinya.
"Maaf membuat kalian menunggu lama." Ucap Taeyong seraya mendudukan dirinya di hadapan Ten.
"Ah tak apa eonni kami juga baru sampai." Ucap Jungwoo.
"Kenalkan ini Ten Lee, dia anggota tim marketing di Seo Corp." Ucap Jungwoo memperkenalkan Ten pada wanita yang telah ia anggap sebagai kakaknya sendiri itu.
"Senang berkenalan denganmu Ten, aku Taeyong." Balas Taeyong seraya mengulurkan tangannya ke arah Ten, dengan sedikit grogi Ten menerima uluran tangan itu, benar-benar halus, pikir Ten.
"Ah iya apa ada yang ingin kalian bicarakan? Tumben sekali kau mengajakku kesini Woo." Ujar Taeyong membuka pembicaraan setelah pesanan mereka datang.
"Ten tertarik menjadikan salah satu aktor SM Entertainment sebagai model CF produk perusahaannya, jadi ia memintaku untuk mengenalkannya pada eonni." Ucap Jungwoo setelah menyesap latte miliknya.
"Ah begitu, kau cukup siapkan proposal dan kontrak kerjanya Ten, nanti akan kami sesuaikan dengan jadwal salah satu talent kami." Ucap Taeyong seraya menatap Ten yang ada di hadapannya. Ten mengangguk mengerti mendengar penjelasan Taeyong.
"Kudengar dari eomma kau berselisih lagi dengan Lucas, Woo." Ucap Taeyong. Jungwoo memutar bola matanya malas, kenapa semua orang disekitarnya selalu membahas soal Lucas memang apa bagusnya pria cerewet itu, pikirnya.
"Kau tahu eonni ini sudah kesekian kalinya ia merevisi desain tuksedo yang sedang aku persiapkan, rasanya aku hampir gila." Ucap Jungwoo terdengar frustasi.
"Bukankah itu wajar. Dia public figure pasti ingin yang sempurna." Balas Taeyong seraya memakan potongan kue miliknya.
"Aku paham eonni, tapi tidak bisakah dia menggunakan kata-kata yang sopan saat berbicara padaku. Rasanya kesal sekali, memangnya di bos ku apa?" Ucap Jungwoo tidak terima.
"Woo, kau jangan terlalu membencinya. Nanti kalau berubah jadi cinta bagaimana?" Tanya Ten berusaha menenangkan sahabatnya itu.
"Benar apa yang dikatakan Ten, kau seolah menaruh dendam padanya Woo." Balas Taeyong. Ayolah Jungwoo malah semakin tak mengerti dengan jalan pemikiran dua teman cantiknya itu, sangat tidak mungkin dia menyukai Lucas.
"Tapi tak apa sih jika suatu saat kau menyukainya, Lucas kan sangat tampan setidaknya bisa memperbaiki keturunanmu." Ucap Ten dengan wajah tanpa dosa.
"Yak…. Kau pikir aku sejelek itu." ucap Jungwoo tidak terima. Taeyong hanya terkekeh melihat pertikaian dua sahabat itu, sungguh lucu sekali pertemanan mereka, pikirnya.
Hari ini tepat tiga bulan setelah Ten dan Johnny menikah, kehidupan mereka masih sama seperti sebelumnya, masih tidur di kamar masing-masing dan berusaha tidak peduli satu sama lain. Setelah bernegosiasi dengan Taeyong beberapa bulan lalu, hari ini Ten menyempatkan diri datang langsung ke SM Entertainment untuk menyelesaikan kontrak kerja antara perusahaannya dan Lucas. Ten baru saja tiba di lobby perusahaan terkenal tersebut dah bergegas menghubungi Taeyong, tak lama kemudian Taeyong nampak muncul dari lift dan menghampiri Ten. Mereka berdua berjalan beriringan ke sebuah ruangan yang cukup besar, seperti semacam ruang rapat. Ten mendudukan dirinya di salah satu kursi sembari menunggu Taeyong yang sedang mengambil sesuatu dari ruangannya.
"Lucas setuju bekerja sama dengan perusahaan kalian." Ucap Taeyong seraya menyodorkan kontrak kerja yang ternyata sudah ditandatangani oleh Lucas beberapa hari yang lalu. Ten nampak tersenyum cerah ketika melihat tanda tangan pria tampan in terbubuh di kontrak kerja yang ia buat dengan seluruh kerja kerasnya.
"Tapi kau tahu kan beberapa artis memerlukan persyaratan tertentu sebelum memulai kerja sama. Begitu pula Lucas…." Ucap Taeyong, wanita cantik itu nampak duduk di sebelah Ten yang masih membaca kontrak kerja antara perusahaannya dan Lucas.
"Ah iya aku paham eonni, pokoknya kau tenang saja, aku jamin kalian tidak akan menyesal telah bekerja sama dengan perusahaan kami." Ucap Ten mantap, Taeyong terlihat tersenyum cerah seraya menatap wajah Ten yang terlihat penuh keyakinan.
"Sepertinya syuting CF akan dilakukan dalam waktu dekat ini eonni, jadi nanti aku cukup menghubungi managernya saja kan?" Tanya Ten berusaha meyakinkan. Taeyong nampak mengangguk sebagai jawaban.
"Ten kau tahu semalam Lucas dan Jungwoo makan malam bersama." Ucap Taeyong tiba-tiba, Ten nampak terkejut dan membelalakkan matanya.
"Bagaimana bisa? Apa mereka berkencan?" Tanya Ten penuh rasa ingin tahu. Taeyong nampak menggeleng seraya terkekeh.
"Bukan. Kau tahu kan tuksedo yang Jungwoo rancang untuk acara Baeksang Awards beberapa minggu yang lalu sukses besar. Image Lucas juga makin meroket naik karena banyak pemberitaan positif tentang dirinya, sepertinya dia ingin berterima kasih pada Jungwoo melalui makan malam itu." Jelas Taeyong. Ten nampak menganggukan kepalanya dan ber oh ria.
"Eonni menurutmu apa mereka berdua punya peluang untuk berkencan?" Tanya Ten, jujur saja wanita mungil itu kurang paham bagaimana sistem di dunia entertainment bekerja.
"Sebenarnya bisa saja, tapi harus sembunyi-sembunyi. Kau tahu sendiri para penggemar saat ini seperti apa saat tahu idolanya berkencan. Belum lagi paparazzi yang berkeliaran dimana-mana. Semalam juga aku telah peringati Lucas supaya lebih berhati-hati." Jelas Taeyong.
"Ah tidak sabar menunggu kabar baik dari mereka berdua, pasti anaknya akan sangat lucu jika Jungwoo dan Lucas menikah." Pekik Ten gemas.
"Seharusnya kau dulu yang memberikan keponakan untukku dan Jungwoo, jangan terpikir kemana-mana Ten. Aku mau tahu versi minimu seperti apa." Ucap Taeyong seraya terkekeh.
"Ah eonni bisa saja." Balas Ten disertai senyuman canggung.
Hari ini dilakukan syuting CF yang menggaet Lucas sebagai modelnya, Ten terlihat memantau syuting yang dilakukan di salah satu coffee shop dekat kantor mereka. Sesekali Ten nampak berdecak kagum saat melihat Lucas, sungguh pria itu terlalu tampan untuk dilewatkan begitu saja. Tanpa sadar Johnny telah berdiri di sebelah Ten bersamaan dengan Doyeon yang terlihat menatap Ten dari ujung kepala hingga ujung kaki. Wanita itu sesekali berdecak sebal saat melihat Ten terlalu dekat dengan Johnny. Saat ini Ten nampak tengah berbincang dengan Johnny dan Mingyu, mereka bercerita banyak hal tentang bagaimana caranya menggaet Lucas, atau bagaimana mereka bisa terpikir untuk menjadikan Lucas sebagai model CF salah satu produk mereka. Setelah selesai, Lucas nampak berjalan ke arah mereka bertiga dan menjabat tangan Johnny, karena ini merupakan kali pertama baginya bertemu dengan Johnny sang CEO Seo Corp yang begitu terkenal. Jadwal Lucas yang begitu padat membuatnya tak mampu berlama-lama dengan Ten, Johnny ataupun Mingyu. Pria tampan itu berpamitan dan bergegas menuju lokasi yang harus ia datangi Selanjutnya.
Ten dan Mingyu pun berpamitan pada Johnny dan Doyeon untuk segera kembali ke kantor yang dihadiahi anggukan kepala dari Johnny. Ten dan Mingyu nampak berjalan riang menuju ke kantor dengan segelas kopi di tangan mereka, sesekali Ten terlihat tertawa mendengar perkataan Mingyu, jujur saja ia tak pernah berpikir jika Mingyu akan sehumoris ini. Dari kejauhan Johnny nampak menatap dua muda-mudi itu dengan tatapan yang sulit diartikan, entah kenapa tiba-tiba saja tangan besarnya ikut mengepal dan membuat buku-buku jarinya memutih.
"Sajangnim tidak apa-apa?" Tanya Doyeon memastikan kondisi bos yang sudah ia anggap sebagai kekasihnya itu.
"Ah…. Tidak, kurasa kita juga harus kembali ke kantor." Ucap Johnny seraya berjalan menjauhi Doyeon dan bergegas masuk ke mobilnya. Doyeon nampak mendengus sebal karena Johnny tak menatap wajahnya, ayolah sampai kapan bosnya ini akan menyadari perasaannya, pikirnya.
Hari ini tepat tiga bulan setelah Lucas berpartisipasi sebagai model CF produk baru Seo Corp, Mingyu bersama tiga anak buahnya nampak tengah berkumpul di ruangannya. Keempat orang itu nampak tersenyum cerah, akhirnya kerja keras mereka selama ini terbayarkan sudah. Produk kopi keluaran Seo Corp laku keras di pasaran, berterima kasihlah pada Lucas yang dengan apik memberikan pengaruhnya sebagai aktor ternama. Juga pada tim R&D yang berkali-kali merevisi produk mereka, dan jangan lupakan tim desain yang begitu kenyang memakan ocehan Doyoung tiap harinya. Demi merayakan kesuksesan mereka, malam ini Mingyu mengajak Ten, Dokyeom, dan Irene untuk makan malam bersama di salah satu kedai makanan yang cukup terkenal. Dokyeom membelalakkan matanya saat tahu Mingyu akan membawa mereka menyantap hanwoo.
"Bujangnim memang yang terbaik." Ucap Dokyeom, tanpa sadar ia memeluk Mingyu yang berada di dekatnya.
"Dokyeom-ssi bisa lepaskan aku." Balas Mingyu risih. Ten dan Irene menutup mulut mereka untuk menahan tawa, sungguh tingkah Dokyeom memang selalu menghibur.
"Ah maaf bujangnim." Kekeh Dokyeom seraya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Ten nampak tersenyum cerah, rasanya tak sia-sia ia mengemis pada Jungwoo agar mengenalkannya pada Lucas. Ternyata Lucas's effect memang sehebat ini, benar-benar Lucas adalah orang yang pantas di idolakan. Jadi sekarang Ten mengerti mengapa semua poster tentang aktor tampan itu tertempel dimana-mana seolah-olah semesta pun tak mengizinkan kau berpaling dari Lucas.
