32. How to Say Mama
Di akhir pekan yang cerah Ten nampak duduk di karpet bulu sambil menyuapi Hendery makanan. Mulanya Ten ingin mengenalkan tekstur buah-buahan pada Hendery, awalnya semuanya berjalan sesuai rencana namun lama-kelamaan Hendery malah mengoleskan semua buah-buahan ke wajahnya sambil tertawa ceria. Alhasil wajah putihnya sempat berwarna merah karena penuh dengan olesan buah naga dari tangan kecilnya. Dengan sigap Ten merapikan semua kekacauan, mengganti pakaian Hendery, dan menyuapi bayi kecil itu makanan sebelum ia tertidur karena lelah.
Johnny yang baru saja keluar dari kamar nampak duduk di sebelah Ten dan bersandar di bahu sempit istrinya itu. Ten nampak kasihan pada Johnny, pasalnya ia sangat mengerti semalaman suaminya itu mengerjakan pekerjaan kantornya karena ada sedikit masalah disana. Hendery yang melihat Johnny bersandar pada Ten nampak tak terima dan mengangkat tangannya tinggi tingga.
"Bwababababa…." Bayi kecil itu bahkan mulai memasang ekspresi marah yang membuat Ten dan Johnny gemas.
"Mama punya daddy, hayo Dery sendirian…." Ucap Johnny ia malah semakin melancarkan aksinya dan memeluk Ten erat-erat. Hendery terus mengoceh dan berusaha menggapai Johnny dan Ten namun pergerakan bayi kecil itu terbatas karena sejak tadi Ten mendudukannya di baby chair miliknya.
"Huwaaa…. Bwababababa…." Baiklah Hendery mulai menangis karena kesal dengan daddy nya yang malah semakin memonopoli mama kesayangannya.
"John, kau usil sekali. Sudah ya Dery…. Sini sama mama." Ten mengangkat bayi kecilnya dan membawanya dalam dekapannya. Hendery menangis sesegukan dan menyembunyikan wajahnya di dada Ten. Bahkan ia masih sempat memukul lengan Johnny dan melarang daddy nya itu menyentuh mama nya.
"Anak siapa sih? Kenapa suka sekali drama…." Ucap Johnny, ia mengambil alih Hendery dari dekapan Ten dan membawanya dalam pelukannya.
"Bwabababababa…." Lagi-lagi hanya celotehan tak jelas yang keluar dari mulut Hendery.
"Tiba-tiba aku merindukan Mark, pasti dia sudah besar." Ucap Ten.
"Hum…. Aku juga merindukan Jaehyun." Balas Johnny.
"Dery jangan begitu sama daddy…." Ten nampak menghentikan kegiatan bayi kecilnya yang menarik hidung Johnny sejak tadi, menggerakannya kesana kemari seolah Johnny adalah mainannya. Johnny pura pura menangis seraya menutupi matanya dengan sebelah tangannya. Ten terkekeh melihat tingkah suaminya itu, benar-benar tak dewasa, pikirnya.
"Begini ya, disayang daddy nya jangan ditarik seperti tadi." Ucap Ten ia mulai menggerakkan tangan kecil Hendery untuk mengusap wajah Johnny. Bayi kecil itu menurut saja dengan semua perintah Ten meskipun ia tak paham maksudnya. Beberapa detik kemudian Johnny membuka matanya dan mengagetkan Hendery, bayi kecil itu sama sekali tak terkejut ia malah tertawa keras saat bermain dengan daddy nya. Johnny menghujani Hendery dengan ciuman dan tak lupa mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara. Bukannya menangis Hendery malah semakin tertawa keras atas perlakuan daddy nya itu.
Siang ini Hendery nampak tengah menikmati susu dari botol miliknya seraya memainkan firetruck pemberian Woojin beberapa hari yang lalu. Ten yang berada di sebelahnya terlihat tengah memainkan ponselnya, ia sedang berkirim pesan dengan Jungwoo. Wanita cantik yang baru saja menikah itu tengah mengalami mual-mual parah karena kehamilannya yang masih berada di trimester pertama. Jungwoo nampak menanyakan beberapa tips pada Ten untuk mengatasi masalahnya dan Ten dengan senang hati membantu sahabatnya itu. Johnny tengah terduduk di sofa dengan kacamata yang bertengger manis di hidung bangirnya dan jangan lupakan laptop yang bersamanya sejak tadi.
Ten yang baru saja mengakhiri obrolannya dengan Jungwoo mulai mendekat ke arah anaknya. Hendery nampak fokus dengan firetruck nya, sesekali ia mengeluarkan suara seolah bunyi dari mobil-mobilan yang ada di tangannya.
"Bum…. brmm…." Celoteh Hendery sejak tadi.
"Dery…. Lihat mama…." Ten memanggil anaknya dan berusaha mengalihkan perhatiannya. Hendery menoleh sekilas dan memandang wajah cantik mamanya kemudian kembali fokus dengan firetruck miliknya.
"Dery coba bilang mama, ma…. ma…." Ucap Ten, ia mulai menunduk dan menunjukkan gerakan bibirnya pada Hendery.
"Brmmm…. brmmm…." Ucap Hendery.
"Bukan itu. Mama simpan dulu ya mainannya. Ayo bilang mama…. ma…. ma…." Ucap Ten, wanita itu masih berusaha keras. Ia bahkan menyembunyikan fire truck Hendery dibalik tubuhnya.
"Bwabababababa…." Lagi-lagi bukan jawaban yang Ten inginkan.
"Ma…. ma…." Baiklah sepertinya ibu muda itu masih berusaha mengerahkan seluruh tenaganya.
"Sudahlah Ten, nanti juga Dery bisa memanggilmu mama." Ucap Johnny, sepertinya pria itu mulai kasihan dengan anaknya yang dipaksa oknum bernama Ten untuk memanggilnya mama.
"Tidak bisa John, aku bahkan kalah dengan mobil mainan milik Hendery." Ucap Ten.
"Brmmmm…. brmmmm…." Seolah mengerti akan perkataan Ten, Hendery kembali mengulang bunyi mobil mainannya.
"Hua…. Aku kalah telak." Ucap Ten frustasi, ia kembali berbaring dan mulai mendramatisir keadaan.
"Di…. di…." Ucap Hendery. Johnny yang mendengar dengan jelas perkataan anaknya mulai ikut bergabung di karpet dan meninggalkan laptopnya.
"Coba bilang daddy dad…. dy…." Ucap Johnny.
"Da…. di…. da…. di…." Ucap Hendery.
"Apa?" Ten nampak tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Wanita cantik itu kembali duduk dan menatap anaknya yang mengerjapkan matanya polos.
"Da…. di…." Ucap Hendery.
Awalnya Johnny tidak mengerti kenapa Ten bersikeras mengajarkan Hendery untuk memanggilnya mama. Tapi sekarang Johnny sepenuhnya paham, seolah ada pancaran kebahagiaan saat mendengar Hendery mengucapkan kata pertamanya. Rasanya Johnny ingin terbang sekarang juga.
"Mama Dery, ayo bilang mama ma… ma…." Ten masih berusaha keras karena tak terima kalah dari Johnny.
"Ma… ma… ma…ma…." Ucap Hendery seraya mengangkat tangannya dan meminta Ten menggendongnya.
"Good job…. Pintarnya anak mama." Ten membawa Hendery dalam dekapannya dan menekan pipi bulat anaknya dengan ciuman.
"Siapa dulu daddy nya." Ucap Johnny bangga.
"Di… di…." Balas Hendery.
Akhir pekan itu ditutup oleh keluarga Seo dengan bahagia. Baik Ten dan Johnny merasakan hati mereka menghangat saat Hendery mengucap kata "mama" dan "daddy" secara bersamaan. Akhirnya persaingan antara sepasang suami istri itu berakhir dengan Hendery sebagai pemenangnya dan selalu ada di hati mereka berdua.
