36. A Gift from Hendery

Hari ini Xiaojun berulang tahun yang ke empat. Keluarga yuta dan Winwin tidak mengundang banyak orang, mereka hanya mengundang keluarga Johnny, Jaehyun, dan Lucas untuk menikmati pesta tiup lilin si kecil bersama-sama. Hendery baru saja selesai mandi, ia tengah berganti pakaian bersama dengan Johnny sementara Ten membersihkan tubuhnya.

"Daddy daddy kemalin deyi dan mama belikan Ojun hadiah." Ucap anak kecil itu polos.

"Xiaojun Dery, bukan Ojun." Ucap Johnny, ia gemas sendiri karena Hendery yang belum bisa memanggil teman kecilnya itu dengan benar.

"Tidak mau, sulit. Lebih mudah Ojun." Balas anaknya itu. Johnny hanya menggelengkan kepalanya, ia juga ingat jika Hendery memanggil Mark dengan sebutan "mageu" Hendery bilang nama anaknya Jaehyun samchon terlalu sulit karena ada huruf "r" nya, lalu apa kabar dengan namanya yang cukup panjang.

"Mama hebat lho dad. Mama beli hadiahnya tidak pakai uang. Mama gesek kaltu walna hitam lalu kita pelgi. Mama sepelti supelhelo ya dad bisa apa saja." Ucap Hendery polos.

"Hum… mama memang hebat." Balas Johnny, sebenarnya ia sedikit terkekeh dengan perkataan polos anaknya hari itu.

Setelah selesai bersiap, keluarga kecil itu memasuki mobil mereka dan bergegas melaju ke kediaman Yuta yang berjarak tak terlalu jauh dari rumah mereka. Sesampainya disana Hendery berlari dan mulai berbaur dengan Xiaojun, Mark, dan Renjun yang terlihat tengah memandangi kue ulang tahun bergambar dinosaurus. Setelah semuanya berkumpul mereka mulai bernyanyi dan membiarkan Xiaojun meniup lilin ulang tahun. Tepuk tangan meriah menghiasi acara hari itu, Winwin dan Yuta juga terlihat begitu terharu melihat putri kecil mereka yang sebentar lagi masuk TK. Mark berjalan ke arah Xiaojun dan mendorong kotak hadiah yang hampir seukuran tubuhnya. Taeyong terlihat cukup gemas, ia khawatir kado itu malah akan menimpa tubuh kecil anaknya.

"Wah Malk besal sekali hadiahnya, Dejun suka." Ucap anak perempuan itu seraya tersenyum cerah. Mark hanya mengangguk bangga karena baru saja mendapat pujian dari Dejun.

Hendery yang berdiri disamping Mark terlihat kebingungan, tiba-tiba saja ia menghampiri Xiaojun yang berada di dekatnya.

"Ojun, Deyi tak punya hadiah." Ucap anak itu tiba-tiba.

"Tapi tadi Ten imo sudah belikan hadiah kok, katanya itu dari Dely." Balas Xiaojun.

"Bukan. Itu dali mama, mama yang beli." Ucap Hendery polos, Ten yang dari kejauhan mendengar ucapan anaknya hanya terkekeh pelan.

"Tapi sekalang Deyi tahu halus kasih apa." Ucap Hendery semangat. Xiaojun yang berada di hadapannya nampak memasang wajah yang bertanya-tanya.

"Daddy Deyi sayang Ojun, boleh cium?" Ujar anak itu polos. Detik itu juga Johnny menyemburkan minumannya dan jangan lupakan pandangan gemas dari orang-orang kepada anaknya.

"Jangan cium ya. Peluk saja peluk." Itu bukan Johnny, itu suara Yuta yang mulai mendekat ke arah anak-anak dan mencegah terjadi hal buruk setelahnya. Dengan pasrah akhirnya Hendery memeluk Xiaojun malam itu dan jangan lupakan Xiaojun yang ikut tersenyum cerah setelah menerima pelukan dari Hendery.

Momen indah itu berhasil diabadikan Winwin di kamera miliknya, ia terlihat begitu gemas melihat Xiaojun dan Hendery berpelukan. Ia bahkan sempat kecewa setelah Yuta melarang Hendery mencium anaknya. Baiklah sepertinya akan ada kuliah tentang rasa sayang di rumah keluarga kecil Johnny malam nanti.