Jatuh cinta pada sahabat sendiri adalah hal yang lucu dan juga menyakitkan. Setiap interaksi yang kau lakukan dengan orang yang dicintai itu bagaikan tangan menggenggam tangkai bunga mawar, durinya menusuk dalam menimbulkan rasa sakit yang tak bisa di jelaskan. Terutama rasa takut ketika ingin menyatakan perasaan kepada orang yang kita sukai.

Ini berawal saat SMA Neo melakukan tour ke daerah Jeju. Jaemin dan Jeno selalu berdua kemana pun mereka pergi. Ah atau bisa disebut Jeno yang mengikuti Jaemin kemana pun kakinya melangkah. Saat hendak kembali ke hotel, Haechan menariknya untuk berbelanja di sebuah minimarket terdekat. Dan saat itulah Haechan berulah dengan tingkah jahilnya. Haechan berkata jika Jeno menyukai Jaemin karena selalu berada dekat dengannya dan selalu bertingkah manja padanya. Wajah Jaemin yang memerah membuat Haechan tertawa puas karena berhasil mengerjai sahabatnya.

Seiring berjalannya waktu tanpa Jaemin sadari setiap perlakuan Jeno kepadanya membuat rasa suka tumbuh dengan sendirinya. Wajahnya sering merona mengingat betapa baik Jeno padanya.

Namun pada suatu hari Jaemin terbatuk dengan rasa sesak yang sangat luar biasa menyakitkan. Matanya terbelalak saat netranya menatap pada kelopak bunga mawar biru di tangannya. Ia tahu apa maksudnya, dan ia pun tahu betul bahwa ini merupakan awal dari semuanya.

NOMIN

Menyembunyikan fakta bahwa hampir setiap hari Jaemin terbatuk dengan mengeluarkan kelopak bunga bukanlah hal yang mudah. Untung saja musim dingin bulan ini sedang mendukungnya untuk berbuat kebohongan. Walaupun terkadang orang tuanya masih tidak percaya dan menyuruhnya ke rumah sakit.

Namun rasanya Jaemin ingin melarikan diri. Saat berada di sekolah ia akan bertemu dengan Jeno dan teman-temannya. Rasa gugup dan panik selalu dirasakannya saat berada dekat dengan teman-temannya. Takut jika apa yang selalu ia sembunyikan selama ini terbongkar sia-sia. Tapi untungnya kelas mereka berbeda-beda jadi Jaemin kembali merasa lega karena bisa jauh dari Jeno untuk sementara.

Sudah hampir seminggu Jaemin terus menerus batuk mengeluarkan kelopak bunga dan ibunya mulai curiga. Saat Jaemin sedang belajar ibunya dengan tidak biasanya masuk tanpa mengetuk pintu. Bisa Jaemin lihat raut wajah khawatir terpampang jelas di ibunya.

"Nana sayang, siapa yang membuatmu seperti ini?"

Jaemin menggeleng lemah lalu tersenyum. Tangannya ia gunakan untuk mengelus pipi sang ibu tercinta. Menatap netra penuh ke khawatiran itu dengan kasih sayang. "Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja, aku berjanji"

"Tidak sayang, jangan seperti ini"

"Kumohon, percayalah, Nana akan baik-baik saja dan menyelesaikannya dengan cepat"

Dan tepat setelah ibunya mengetahuinya, Haechan sang sahabat juga mengetahuinya. Dia tidak bertanya siapa melainkan pertanyaan seperti berapa lama dia batuk kelopak bunga, bagaimana perasaannya, apakah dia kesakitan, apakah dia perlu istirahat, dan lainnya.

Namun Jaemin hanya menjawab, "Aku baik, jangan terlalu khawatir padaku"

Disaat Jaemin berkata demikian, Haechan mendengus kesal dan memukul pelan kepala Jaemin lalu kembali membuka suara. "Jangan terlalu hanyut dalam perasaan yang mungkin saja tidak akan berkembang. Lakukanlah operasi secepatnya karena aku tidak ingin melihat sahabatku mati dengan percuma"

Operasi. Sesuatu yang sedang Jaemin pikirkan saat ini. Dia ingin sembuh namun tidak ingin melupakan orang yang ia sayangi. Jika begitu, Jeno ataupun yang lain akan tahu jika selama ini Jaemin menyembunyikan perasaannya kepada sang sahabat. Tidak. Jaemin tidak mau itu, karena itu sama saja.

"Aku tidak bisa memilikimu tapi aku juga tidak bisa berhenti memikirkanmu" - Na Jaemin

TBC

Ini cerita pertama ku tentang nomin/k-pop jadi kalo ada salah kata, nama, tempat, dsb maap ya. Aku new:v

Usahkan jangan jadi sider. Klik pojok kiri bawahnya.