i.
kalau-kalau aku bisa memilih, aku tidak akan pernah ingin tahu apa itu cinta.
kecemasan akan datang pada tiap-tiap malam menjelang pejamnya mata yang ditingkahi kerikan jangkrik. aku tidak pernah menyukai sensasi--yang kata orang banyak adalah menenangkan dan membuat rileks--berisik yang ada di kepalaku, jiwaku, ujung jemariku, otot-ototku, semuanya.
untuk cemas yang larut dalam pusaran yang bernama
'terbalaskah atau tak,
sesuai atau tak,
seekspektasi atau tak,
benarkah atau tak,
dosakah atau tak,
menyakitkan atau tak'
detik-detik berharga kemudian lolos begitu saja dengan penyesalan. tidak berguna.
sebertidakgunanya konsep cinta-cinta dan remah-remahnya.
membayangkan bahwa cinta itu fana dan sakit, rasanya lebih menyeramkan daripada betul-betul menyandu opium.
aku benci menunggu. cinta selalu butuh untuk 'menunggu'. piranti yang kata orang-orang naif adalah 'penantian'. kata yang indah, kata yang romantik, kata yang penuh kehati-hatian. aku benci.
aku benci.
aku benci.
tapi lalu terus kurenungi.
kembali pada sesuatu yang tidak berguna itu.
cinta.
omong kosong.
ii.
Sasuke Uchiha menulis surat ini ketika ia sedang berada di medan perang Pasifik Selatan. Surat itu sudah compang-camping, namun terbungkus rapi dalam himpitan dua lembar mika foto. Tersimpan dengan tenang di dalam album besar usang di salah satu rak buku paling atas kediaman Sakura, kekasihnya.
Surat itu pulang ke Jepang, menggantikan jasad dengan wajah rupawannya yang tidak pernah diketemukan. Sasuke tak pernah mendapat penghormatan yang layak untuk itu. Ia lelaki sebatang kara yang tidak memiliki keluarga. Tidak ada yang menanti kepulangannya. Yang ia miliki hanya Sakura. Oleh sebab itu yang akan berkabung untuknya hanya Sakura. Dalam diam.
Sakura betul-betul ingat bagaimana cinta Sasuke telah menyelamatkan hidupnya. Dan Sasuke menuliskan sarkasme untuk itu. Sasuke mencintainya sedemikian besar, dan begitu membenci dirinya yang harus pergi berperang.
Adalah hal yang menyakitkan ketika yang terwariskan berupa bait-bait sarkasme keterlaluan penuh berontak untuk menggambarkan apa itu cinta.
Tapi bagi gadis bersurai seindah musim semi itu, penyangkalan tidak akan pernah ia pilih sebagai pegangan dan jawaban.
Karena cinta memang menyakitkan.
the vanishing sun
disclaimer: Naruto, Kishimoto Masashi
