BnHA hanya milik Hori-sensei. Gw minjem buat menggila doang.

Ati2 taipo.

Selamat menikmati.


"Apa yang Shouto-kun suka dari pagi hari?" Izuku bertanya dari atas kursi roda yang pelan-pelan didorong Shouto menuju taman rumah sakit. Menghirup udara pagi yang segar.

Dua netra dwiwarna mengutus pandang kepada langit yang masih lembayung. "Udaranya. Sejuknya. Lalu, ada matahari terbit. Cantik."

Izuku ber-oh pendek, mengangguk antusias.

"Izuku tahu tidak, kenapa aku suka melihat matahari terbit?" Shouto balik bersoal, mendorong kursi roda lebih dekat ke taman rumah sakit.

Manik zamrud berbinar penasaran. "Eh, kenapa memangnya?"

"Coba tebak."

Shouto berhenti mendorong, lalu duduk di kursi panjang.

"Ih, tadi Shouto-kun tanya aku tahu apa tidak, sekarang malah suruh tebak!" Gadis 23 tahun mengudarakan protes ditambah pipi gembung yang persis balon mau meletus. Bersorak tidak terima.

Shouto tersenyum menahan tawa. "Oke, kuberi tahu."

"Apa, apa?" Izuku menunggu antusias. Sudah lupa bahwa dia tadi cemberut. Mengejar tatap Shouto dengan giat.

"Soalnya," tatap Shouto pergi ke ufuk timur yang cantik, "matahari terbit itu menandakan hari baru. Harapan baru. Mengingatkanku, bahwa sudah banyak yang terjadi, hingga saat ini, aku bisa melihatnya bersama Izuku lagi."

Mata Izuku berlari-lari, kemana saja asal bukan ke dua netra Shouto yang saat ini cuma membuatnya salah tingkah. Mendorong lengan Shouto tanpa bisa menahan sipu dan senyum.

Tapi rupanya Shouto belum selesai. "Artinya pula aku boleh berharap, besok atau besoknya lagi, Izuku bisa sembuh dan melihat matahari terbit ini dari teras rumah, bersamaku. Tanpa infus ataupun kursi roda." Ia tersenyum di akhir. Izuku bisa tahu soalnya dia mencuri pandang, tetapi segera beralih lagi sambil tertawa-tawa.

"Shouto-kun, cara melamarmu melo-drama plus romantis overmanis, ya. Kebanyakan lihat dramanya Fuyumi-neesan." Izuku protes lagi yang sesungguhnya cuma tidak tahu, harus merespon seperti apa agar tidak kelihatan salah tingkah. Padahal kelakuannya cuma memperjelas.

Shouto menahan tawa. "Jadi, Izuku mau tidak? Atau lamarannya ditunda sampai kau sembuh, lalu nanti kulamar di taman pakai balo-"

"SUDAH, IH. IYA AKU TERIMA, INI." Merah mekar sempurna di wajah putih.

Tawa.

Shouto menyukai pagi. Cahaya matahari begitu cantik, menyentuh wajah Izuku yang memerah. Izuku yang salah tingkah. Dan Shouto akan lebih senang bila, infus dan kursi roda itu tidak menyertai mereka.

Tetapi, untuk sekarang, semuanya sudah lebih dari cukup.


YOOO AKHIRNYA GUE BIKIN FEM!IZUKU UGHA HUHUHU. Maap ini jelek wkwkw. Btw Fem!zuku manis bgt ya :( gemesh.

Silakan tinggalkan jejak biar gw makin semangat menggila /g

Jangan lupa bahagia!

Azazelkanzu