LOVE LIVE LONDON

...

..

.

CHANBAEK STORY

..

CAST

Byun Baekhyun / Brian

Park Chanyeol / Richard

.

'Cantik'

'Kau terlihat lebih cantik saat tersenyum'

Sungguh ini bukan pertama kali seseorang memujinya cantik. Biasanya ia hanya akan marah dan kemudian melupakannya begitu saja. Tapi sekarang kenapa ia jadi kepikiran sampai tidak bisa tidur begini? Ini sudah 5 jam sejak chanyeol pergi dari apartmennya tapi di otaknya masih terngiang-ngiang kalimat yang diucapkan pria itu.

Baekhyun sedikit tergesa. Ia bangun terlambat hari ini, ia baru bisa tidur jam 2 dini hari tadi. Ia berjalan cepat sambil sesekali berlari, 5 menit lagi kelasnya dimulai.

Menghela nafas, baekhyun bersyukur sesampainya dikelas dosennya belum datang.

"Brian! Kemari" temannya memanggilnya, menunjuk kursi kosong disebelahnya.

"Tidak biasanya kau terlambat" ungkap wendy, gadis cantik sekaligus teman baiknya sejak sekolah menengah atas.

"aku kesiangan" jawab baekhyun sambil meletakkan tasnya diatas meja.

"dimana vernon dan krystal? " sebentar lagi kelas dimulai kenapa dua temannya yang biasa berisik itu belum nampak juga batang hidungnya.

"krystal bilang ada acara keluarga. Dan vernon, yah kau tahu dia pasti masih tidur atau sedang maraton kemari" wendy menjelaskan.

10 menit kemudian terdengar suara langkah gaduh dengan nafas yang terengah-engah. Benar sekali, seseorang yang barusan mereka bicarakan baru saja tiba. Pria itu berjalan kearah baekhyun dan wendy sambil mengatur nafasnya.

"Mr. Matthew belum tiba?" dengan serempak baekhyun dan wendy menggelengkan kepalanya.

"sepertinya dia terlambat" kata wendy

"Tahu begitu aku berjalan saja dengan santai, tidak perlu membuang-buang tenaga untuk lari" gerutunya sambil mendudukkan diri dibangku kosong belakang baekhyun. Baekhyun dan wendy hanya bisa menggelengkan kepalanya samar sudah biasa dengan kebiasaan temannya yang satu ini.

Baekhyun adalah mahasiswa jurusan seni tingkat akhir di University College London atau orang-orang lebih sering menyebutnya UCL. Dia sengaja melanjutkan S2 nya disana setelah sebelumnya mengambil S1 di Oxford University. Alasannya selain karena letaknya yang lebih dekat dengan apartmennya, jurusan Seni disini juga merupakan yang terbaik di Inggris. Disusul dengan Oxford University diperingkat dua.

"Kau sudah memikirkan untuk tugas minggu depan?" vernon membuka pembicaraan. Kini mereka bertiga sedang berada di kantin kampus. Tengah bersantai sembari berbincang sambil menunggu kelas berikutnya.

"aku belum punya ide, padahal deadlinenya sebentar lagi" wendy menimpali, sambil mengacak rambutnya. Dia terlihat sangat frustasi.

"bagaimana denganmu brian? Aku yakin kau pasti sudah hampir menyelesaikannya kan? " vernon menatap baekhyun dengan wajah irinya.

"aku juga belum, masih berusaha menemukan seseorang yang tepat" ucap baekhyun. Mereka bertiga tengah membicarakan tugas yang diberikan dosennya minggu lalu. Melukis potret.

Seni lukis potret merupakan hasil seni yang paling humanistik, potret perseorangan, potret kelompok, orang-orang (pria atau wanita) dilukiskan bukan saja menggambarkan kenyataan visual mereka, tetapi juga lengkap dengan jiwa orang yang dilukiskan itu. Secara historis potret adalah pernyataan dari kemanusiaan manusia. Oleh karena itu lukisan potret yang baik dapat dijabarkan sebagai penggambaran rupa yang tepat atas karakter seseorang. Artinya seorang pelukis potret harus bisa menangkap pribadi tokoh dan melukiskan keunikannya. Dengan demikian akan jelas bahwa "ketakjuban" yang diperoleh tidak semata-mata bersifat estetik, tetapi sekaligus juga apresiatif terhadap nilai-nilai seni dan kemanusiaan dalam segala manifestinya.

"Hai guys, maaf aku baru datang" Krystal Jung, datang menginterupsi. Tiba dengan tas branded ditangan dan kacamata hitam yang bertengger apik dihidung mancungnya.

Ketiga orang disana serentak mengalihkan pandangan pada sosoknya.

"bukankah kau ada acara keluarga?" tanya wendy sambil menatap krystal yang barusan duduk sambil melepas kacamata hitamnya untuk kemudian diletakkan diatas meja.

"oh itu, kau tahu kan aku hanya malas masuk di kelas Mr. Matthew" ucap krystal sembari memunculkan cengiran manis andalannya. Wendy yang mendengarnya hanya bisa merotasikan bola matanya malas.

"jadi apa yang tengah kalian bicarakan?" tanya krystal.

"Tugas melukis potret. Kau sudah dapat ide?" jawab vernon sembari menimpali pertanyaan lain.

"Ah tentang itu, aku sudah menyerahkannya pada Mark." jawab Krystal santai, sembari membolak balik buku menu diatas meja.

"Mark?" baekhyun bertanya, siapa lagi itu?

"Pacar barumu?" tanya vernon

"bukan, dia mahasiswa kelas sebelah. Aku meminta tolong padanya de-"

"Dengan bayaran kencan diakhir pekan? " Vernon menginterupsi memotong kalimat temannya, sudah paham diluar kepala kebiasaan yang wanita cantik itu lakukan.

Krystal itu cantik tentu saja. Siapa yang tidak tertarik dengannya? Tapi sayangnya dia selalu menggunakan kecantikannya untuk memanfaatkan orang-orang polos yang mudah diperdaya demi kepentingan pribadinya.

"Ya tuhan! Kapan kebiasaan burukmu itu berakhir?" wendy mengeluh. Dia khawatir dengan temannya yang satu itu. Bukannya apa-apa bagaimana jika seseorang tersinggung dengan perlakuannya? Bagaimana jika diantara mereka ada yang tidak terima dan sadar krystal hanya mempermainkannya, hanya memanfaatkannya dan setelah itu pergi begitu saja.

"Aku tidak melakukan hal yang buruk. Aku hanya menerima ajakan kencan mereka. Hanya menghabiskan waktu untuk sekedar makan atau berbelanja. Aku tidak pernah memberikan harapan palsu atau berpura-pura menyukai apalagi menerima perasaan mereka. Bukankah itu bayaran yang setimpal bisa pergi berkencan denganku? Tidak. itu adalah sebuah anugerah, berkencan dengan salah satu model, ah maksudku yang secepatnya akan menjadi model Internasional"

Krystal memberikan penjelasannya panjang lebar.

Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan teman-temannya yang sangat unik. Mereka bertiga telah bersama-sama sejak di Oxford pengecualian untuk wendy karna dia sudah mengenalnya sejak senior high school. Jadi tidak heran jika keempatnya sudah sangat akrab.

Baekhyun kini tengah berjalan menuju halte bus, hari sudah gelap. Ia baru pulang dari toko buku setelah seharian menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Tapi sebelum dia benar-benar pulang baekhyun akan mampir dulu ke cafe untuk membeli Americano dan strawberry shortcake kesukaanya. Ia berencana pergi ke cafe tempat chanyeol bekerja, pria itu bilang Americano di cafenya adalah yang terbaik, jadi Baekhyun penasaran ingin mencoba.

Cafenya cukup besar dan suasananya sangat hangat. Tempat yang bagus untuk sekedar me time atau mengobrol bersama teman. Setelah memesan baekhyun memilih tempat duduk diujung, didekat jendela. Sengaja agar ia bisa mengamati orang yang sedang berlalu lalang diluar sana. Tak berapa lama seorang pelayan datang bersama pesanannya.

Ia menyesap ice americanonya, dan reaksi selanjutnya kedua alisnya terangkat. Enak. Tidak terlalu pait, rasanya benar-benar sesuai dengan lidahnya. Baekhyun menyukainya, mulai sekarang mungkin ia akan sering berkunjung kemari.

"ekhm, Selamat Malam semuanya." baekhyun yang sedang melihat kearah jendela seketika mengalihkan perhatiannya. Dimana seorang pria tengah berdiri sembari memegang gitar ditangan dan standing mic didepannya.

"Hari ini adalah hari yang spesial. Aku akan membawakan sebuah lagu untuk kalian. Khususnya untuk seorang gadis cantik disana" ucap chanyeol, pria itu memberikan senyum terbaiknya sambil menunjuk seorang gadis dengan dress hitam. Tengah duduk sendirian 3 meja didepan Baekhyun. Gadis itu terlihat terkejut dan sedikit malu, pipinya merona samar. Melihat itu entah mengapa membuat baekhyun jadi sedikit- kecewa? Ntahlah pria manis itu hanya tidak suka melihat chanyeol tersenyum seperti itu.

Chanyeol mulai memainkan gitarnya

My life is brilliant

My life is brilliant

My love is pure

I saw an angel

Of that I'm sure

She smiled at me on the subway

She was with another man

But I won't lose no sleep on that

'Cause I've got a plan"

Baekhyun melihatnya ia mengamati bagaimana ekspresi pria itu menjadi sangat serius. Wajah idiot yang biasa ia perlihatkan berubah, chanyeol memejamkan matanya seakan membawa jiwanya masuk kedalam melodi yang tengah ia mainkan.

You're beautiful

You're beautiful

You're beautiful, it's true

Chanyeol membuka mata, menatap gadis itu. Kemudian mengedarkan pandangannya kearah pengunjung lain.

Chanyeol membelalakan matanya terkejut saat menangkap keberadaan Baekhyun disana. Pria manis itu tengah menatapnya, tapi mengapa wajahnya sedikit sendu begitu?

I saw your face in a crowded place

And I don't know what to do

'Cause I'll never be with you

Mereka berdua masih bertatapan. Chanyeol melemparkan senyum padanya, tapi pria manis itu terlebih dulu mengalihkan pandangannya.

Yes, she caught my eye

As we walked on by

Chanyeol masih memandangi pria itu. Menunggu si manis kembali mengangkat wajahnya.

She could see from my face that I was

Fucking high

And I don't think that I'll see her again

But we shared a moment that will last 'til the end

Baekhyun masih menundukkan wajah. Ia bingung kenapa dia jadi merasa kesal. Baekhyun menghembuskan nafasnya kasar. Kemudian mulai mengangkat kepalanya lagi, mencoba memusatkan perhatiannya kearah pria yang masih bernyanyi didepan sana.

You're beautiful

Sedetik setelahnya baekhyun menyesal, pria jangkung itu kini tengah menatapnya juga.

You're beautiful

You're beautiful, it's true

Entah mengapa kini jantungnya jadi berdebar. Rasanya ia ingin sekali memutuskan kontak mata dengan chanyeol. Tapi seakan lumpuh kepalanya malah terpaku disana, mata sabit itu masih menyelami kedua manik bulat yang juga tengah menatapnya.

I saw your face in a crowded place

And I don't know what to do

'Cause I'll never be with you...

Tepukan penonton menyadarkan keduanya. Kontak mata mereka terputus. Chanyeol kembali mengedarkan pandangannya pada seluruh pengunjung sambil membungkukkan tubuhnya. Dan sekali lagi memberikan senyumnya untuk sang gadis berdress hitam.

Lampu Cafe tiba-tiba mati

Sebuah lampu kini tengah menyorot seorang pria dengan balutan jas mewahnya. Pria itu muncul sambil membawa sebucket bunga mawar ditangan. Berjalan kearah wanita yang tadi chanyeol tunjuk. Pria itu menghampirinya, kemudian bersimpuh didepannya. Mengeluarkan sebuah kotak bludru dari saku jas mahal yang ia kenakan. Didalamnya tersemat sebuah cincin, pria itu tengah melamar kekasihnya.

Gadis dengan dress hitam itu nampak sangat terkejut. Ia bahkan tengah menangis saat ini, saat si pria memasangkan cincin di jari manisnya. Setelah sebelumnya bertanya pada sang gadis apakah ia bersedia menikah dengannya. Semua pengunjung bersorak, bertepuk tangan untuk sepasang kekasih yang kini tengah berbahagia.

"Aku ucapkan selamat untuk kalian berdua!" chanyeol menginterupsi, dia juga turut merasakan atmosfer bahagia dari kedua pasangan disana.

"Aku akan membawakan sebuah lagu khusus, semoga kalian bisa bersama selamanya" Baekhyun tersenyum ikut mencecap kehangatan dan kebahagiaan yang tengah terjadi didepan matanya.

Chanyeol berjalan menuju meja dimana baekhyun duduk setelah menyelesaikan urusannya. Sebenarnya jam kerjanya telah usai sejak pukul 6 sore tadi. Tapi karena seseorang menyewa jasanya untuk bernyanyi jadilah dia masih disini sampai sekarang.

"Brian" chanyeol memanggilnya.

Baekhyun mengangkat wajahnya kemudian tersenyum. Chanyeol sedikit heran, tapi dia senang. Melihat senyuman itu lagi membuat hatinya menghangat, ia benar-benar sangat menyukai senyuman itu.

"sepertinya mood mu sedang bagus" ucap chanyeol sambil turut bergabung bersamanya.

"apakah terlihat jelas?"

"Sangat" jawab chanyeol melebih-lebihkan. Baekhyun menggembungkan pipinya, berusaha menahan senyum yang sedari tadi menghiasi wajahnya.

Ini tidak baik, sungguh chanyeol jadi gemas kalau begini. Ia menahan mati-matian hasrat ingin mencubit pipi tembam itu.

"ngomong-ngomong aku terkejut kau datang kemari" chanyeol mengalihkan perhatian dengan membuka sebuah percakapan.

"aku penasaran dengan Americano yang kau bilang, jadi aku datang kemari" baekhyun menjelaskan.

"bagaimana kau suka?" tanya chanyeol

"Hmm, sangat enak sesuai dengan lidahku" jawab baekhyun sambil memunculkan senyum manis itu lagi. Kenapa? Kenapa baekhyun banyak tersenyum hari ini?

"Sepertinya hari ini mood mu benar-benar bagus" ucap chanyeol lagi sambil memandangi wajah manis itu. Chanyeol sangat beruntung karena bisa melihat senyum itu untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu kurang dari 48 jam.

"Sepertinya begitu" Sebenarnya baekhyun juga tidak tahu kenapa moodnya jadi bagus begini.

.

.

TBC

.

.

Hamdalah chapter 3 selesai. Maaf ya kalau jelek. Dan maklumin juga kalau ada typo, kalo ada kritik dan saran dari silahkan disampaikan, supaya aku bisa memperbaiki tulisanku juga.

Buat scene pas chanyeol nyanyi kalian bisa sambil dengerin lagunya James Blunt You're Beautiful, :')