LOVE LIVE LONDON
...
..
.
CHANBAEK STORY
..
CAST
Byun Baekhyun / Brian
Park Chanyeol / Richard
..
.
.
Byun Baekhyun masih bergelung nyaman menikmati tidur lelapnya. Sang surya sudah lama menampakkan diri, namun pria mungil itu masih menyamankan tubuh dikasur empuk kesayangannya. Sebenarnya tidak masalah meskipun ia mau bangun sore nanti, mengingat ini adalah akhir pekan. Tapi sayang sekali karena ia masih memiliki tanggungan proyek lukisan potrait yang menunggunya. Dan kabar baiknya adalah tugas itu harus dikumpulkan 3 hari lagi. Pria Byun itu sontak membuka matanya, ia tidak bisa melanjutkan acara tidurnya untuk sekarang.
Sedikit mengerang, ia bangkit dari kasur untuk segera membersihkan diri. Selesai dengan mandinya baekhyun beranjak menuju dapur untuk memakan sarapannya. Dua lembar roti yang telah ia olesi dengan selai strawberry dan juga segelas susu.
Rencananya hari ini baekhyun akan pergi ke taman kota untuk mencari model yang cocok untuk ia jadikan objek lukisannya. Ia telah siap dengan baju casual, sebuah sketchbook, dan peralatan menggambarnya.
Di taman kota suasana cukup ramai, banyak orang-orang berlalu lalang untuk sekedar jalan-jalan pagi, atau sekedar menghabiskan waktu diakhir pekan. Baekhyun mengambil duduk di bangku taman, menyiapkan alat gambarnya sembari mengamati manusia-manusia yang ada disekitar. Mereka semua tengah sibuk dengan urusannya masing-masing, para anak-anak tengah berlarian, banyak lansia sedang jalan-jalan sehat, beberapa orang tengah melakukan lari pagi, dan sebagian menggelar sebuah tikar untuk bersantai. Pria mungil itu mencoba memperhatikan dengan seksama, mencari-cari sosok yang mungkin bisa menarik perhatiannya.
Baekhyun mengedarkan pandangan sekali lagi menyapu sudut-sudut taman yang mungkin terlewat penglihatannya. Namun tetap nihil, sudah dua jam ia duduk disana. Tapi tak juga menemukan seorang pun yang cocok yang bisa ia jadikan objek lukisan. Baekhyun mulai gusar, ia takut bagaimana jika ia tak juga menemukan seseorang yang tepat hingga batas waktu pengumpulan berakhir. Ia semakin cemas karena kini taman kota sudah mulai sepi, satu persatu mulai meninggalkan tempat. Tidak heran juga, mengingat beberapa saat lagi adalah jam makan siang.
Baekhyun mencoba menenangkan diri mencoba berpikir positif, mungkin ia bisa menemukan orang yang tepat ditempat lain. Untuk saat ini ia memutuskan pergi dari sana, mengikuti orang-orang untuk mencari makan siang. Siapa tahu setelah mengisi perutnya ia bisa mendapat ide atau bertemu dengan model yang cocok. Dan kalau boleh jujur sebenarnya hari ini cuacanya sedikit panas, mendapatkan ice Americano kedengarannya bagus. Kebetulan tempat ini juga tak jauh dari letak cafe dimana chanyeol bekerja. Jadi, baekhyun memutuskan untuk pergi kesana.
Hari ini cafe tidak seramai saat terakhir kali ia berkunjung. Sedikit lenggang, tapi masih cukup pengunjung yang datang. Ia pergi ke kasir untuk memesan, kemudian berjalan menuju tempat duduk didekat jendela seperti biasanya. Sekitar 10 menit menunggu akhirnya pesanannya datang, bersama seorang pelayan bertelinga lebar yang sudah baekhyun hafal diluar kepala.
"oh, kau datang lagi?"
"hmm,"
"kau datang sendiri? "
"seperti yang kau lihat"
Chanyeol hanya mengedikan bahu, sepertinya pria manis didepannya ini telah kembali ke sifat aslinya, tidak seperti malam kemarin. Chanyeol memindahkan semua makanan yang ada di nampan ke meja.
"selamat menikmati makanan mu" setelah mengucapkan itu dan menyelipkan sebuah senyuman, chanyeol pergi dari sana.
Seperginya pria itu, baekhyun segera menyantap apa yang telah ia pesan. Pertama meminum ice Americanonya dilanjutkan menyantap seluruh hidangan diatas meja. Selesai dengan makanannya kini baekhyun malah melamun, Ia tersesat dengan segala sesuatu yang ada di otaknya. Sedari tadi ia buntu, benar-benar tak berhasil menemukan seorang pun yang tepat dijadikan model. Ini membuatnya frustrasi, apalagi deadlinenya mepet. Rasanya ia ingin menangis saja. Baekhyun tak memiliki banyak teman atau kenalan diluar sana yang mungkin bisa menginspirasinya. Bahkan dengan mengamati para orang asing selama berjam-jam juga tak membuahkan hasil.
Semua pemikirannya buyar setelah ia merasakan sebuah jari tiba-tiba menusuk pipinya.
"apa yang sedang kau pikirkan?" chanyeol, si pelaku yang dengan tidak sopan telah menyentuh pipi gembil baekhyun.
Baekhyun menatapnya tidak suka, kemudian segera mengusap tepat dimana chanyeol menyentuh wajahnya. Menyadari tatapan itu chanyeol segera meminta maaf.
"Maafkan aku, jari bodohku ini tidak bisa mengendalikan diri untuk menyentuhnya. Lagipula kenapa juga kau dari tadi menggembungkan pipimu begitu? Ada yang sedang mengganggumu?" chanyeol menarik kursi untuk mengambil duduk didepan baekhyun.
Baekhyun terdiam, ia menyangga kepalanya dengan satu lengannya. Kemudian menatap chanyeol dengan wajah kusut.
" aku belum menyelesaikan tugasku, dan aku hanya memiliki sisa waktu 2 hari untuk menyelesaikannya "
"kalau begitu kau harus segera mengerjakannya, dan masalahmu selesai" jawab chanyeol enteng
"ini tidak semudah itu" baekhyun mengatakannya dengan nada putus asa, kemudian menenggelamkan wajahnya di kedua lipatan lengannya.
Baekhyun tak kunjung mengangkat kepalanya, dan itu membuat chanyeol jadi bingung sendiri. Apakah pria didepannya ini sedang tertidur atau apa.
Cukup lama terjebak suasana hening, seorang bocah tiba-tiba datang menginterupsi. Bocah itu membawa sebuah gitar yang ukurannya sama dengan tubuhnya. Meski kesulitan membawanya tapi wajahnya terlihat bersemangat dan bahagia. "Terimakasih sudah meminjamkan gitarmu" chanyeol menerima gitar yang diberikan, kemudian mengusap kepala bocah itu "tentu".
Chanyeol mencoba memainkan gitarnya, untuk sekedar mengecek nada. Dan, seperti dugaannya nadanya sumbang. Bocah tadi sudah pasti memutar-mutar pasak gitar kesayangannya. Dengan sabar pria Park itu mulai mengembalikan pasak setem seperti yang seharusnya, sampai suara yang keluar sama dengan nada yang tepat. Satu persatu ia memetik senar gitarnya hingga memainkan akord dan beberapa not untuk mengecek interval.
Baekhyun mulai mengangkat wajahnya kembali setelah mendengar suara petikan gitar yang terdengar sumbang. Didepannya ia dapat melihat chanyeol sedang menyetem gitarnya. Pria yoda itu terlihat begitu serius memutar pasak setem, memetik satu per satu senar gitarnya, dan memainkan beberapa nada. Baekhyun mengamati gerak-gerik chanyeol, ia memperhatikan wajah tampan pria itu. Terlihat serius dan begitu fokus. Padahal ia hanya sedang menyetem gitar, bukan menciptakan sebuah lagu.
"kalau dilihat-lihat proporsi wajahmu sangat sempurna" baekhyun menginterupsi, masih memusatkan tatapan pada wajah rupawan bak titisan dewa yunani itu. Chanyeol mengangkat wajahnya, kemudian menatap baekhyun yang juga menatapnya.
"wajahmu memiliki rasio 1:1:1 benar-benar perfect. Seperti rasio wajah seorang kaisar" baekhyun melanjutkan. Chanyeol bingung, mengapa tiba-tiba baekhyun membicarakan wajahnya? Tapi tak menampik jika ia juga merasa senang dipuji begitu.
Sebuah ide brilliant begitu saja muncul, baekhyun tersenyum "bagaimana jika kau membantuku menyelesaikan tugasku?" tanyanya menggebu
"aku? Membantumu? " tidak, chanyeol bukannya tidak mau membantu hanya saja ia tidak tahu apapun tentang seni. Jadi, bagaimana mungkin ia bisa membantunya.
"hmm, aku akan menjadikan mu sebagai model lukisan potrait ku" chanyeol melebarkan bola matanya
"Apa? Tidak-tidak trimakasih" bukanya apa-apa, dengan memikirkannya saja ia sudah merasa pegal-pegal. Ia sudah bisa membayangkan dirinya duduk diam dengan mempertahankan posisi dan mimik wajahnya selama berjam-jam lamanya.
"kenapa?" dengan cepat wajah baekhyun yang sebelumnya terlihat berseri kini malah berubah murung kembali.
"karena.." chanyeol tidak menemukan alasan tepat untuk menolak sebenarnya. Mana mungkin ia mengatakan badannya mungkin akan pegal-pegal jika menjadi model lukisannya
"Tolong bantu aku kali ini, aku akan benar-benar berterimakasih padamu jika kau mau melakukannya. Aku akan menraktir mu makan atau apapun yang kau inginkan" Chanyeol bergeming
"Please..." Baekhyun memohon, wajahnya terlihat seperti akan menangis.
Melihat itu chanyeol jadi tidak tega.
"B-baiklah aku akan membantumu" mendengarnya baekhyun kembali tersenyum cerah. Saking senangnya tanpa sadar ia meraih tangan chanyeol, kemudian menggenggamnya sambil berucap "Terimakasih, terimakasih banyak" Chanyeol tersenyum, sambil melihat dimana tangannya tengah digenggam dengan erat oleh pria manis dihadapannya.
Menyadari kemana arah pandang pria tinggi itu baekhyun cepat-cepat melepaskan genggamanya "maaf, aku tidak sengaja. Ini reflek"
"tidak masalah" jawab chanyeol enteng. Sedangkan baekhyun malah merasa canggung sendiri.
"Jadi, kapan kau memiliki waktu luang?"
"hari ini aku selesai jam 3 sore tapi harus kembali lagi jam 8 malam karena ini adalah akhir pekan. Besok pagi sampai sore sepertinya free, karena aku mendapat shift malam."
"baiklah kalau begitu, kau bisa datang ke apartemenku setelah sarapan"
"okee"
Tidak biasanya Chanyeol bangun pagi-pagi buta begini. Bahkan matahari masih belum menampakkan diri. Tapi chanyeol sudah berada didepan lemari kaca dengan sebuah handuk melilit bagian bawah tubuhnya.
"aku harus memakai baju apa?" ia bingung, tak juga memiliki banyak baju disini. Chanyeol mengeluarkan semua baju yang ada di lemarinya, mencari setelan terbaik yang ia miliki. Setelah menghabiskan waktu hampir setengah jam akhirnya ia yakin dengan pakaiannya.
Chanyeol mengecek jam di atas nakas, pukul 05.45. Masih terlalu pagi untuk pergi, jadi ia memutuskan untuk membuat sarapan. Membongkar isi kulkasnya ia hanya menemukan beberapa potong sosis dan telur. Chanyeol akan memasak omelete, menu sarapan sederhana tapi cukup bergizi menurutnya. Selesai dengan acara memasak ia mendudukan diri di meja makan menyantap sarapan paginya ditemani dengan secangkir kopi panas kesukaannya.
Rampung dengan rutinitas paginya chanyeol beranjak menuju apartemen sebelah. Memencet bel beberapa kali, dan menunggu hingga sang pemilik membukakan pintu apartmen. Lima menit kemudian akhirnya pintu kayu itu terbuka. Menampakkan pria mungil dengan piyama biru tengah berdiri sembari mengucek mata sabitnya.
"oh, kau baru bangun?" chanyeol bertanya-tanya apakah ini masih terlalu pagi? Tapi pria mungil itu bilang bahwa ia bisa datang setelah sarapan.
Baekhyun menganggukkan kepalanya, kemudian mempersilahkan chanyeol masuk.
"kau bisa menunggu di sofa sambil menonton televisi. Aku akan bersiap sebentar"
"baiklah"
Beberapa menit berlalu akhirnya baekhyun keluar dari kamarnya. "kau sudah sarapan?" chanyeol yang sedang asik dengan tayangan didepannya mengalihkan perhatian. "Sudah. Kau sarapanlah dulu, aku bisa menunggu"
Baekhyun mengangguk, sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil sarapannya. "kau mau minum apa?"
"Apapun, tidak masalah"
Baekhyun datang dengan membawa segelas susu dan secangkir coklat panas ditangannya. Sedangkan bibirnya mengapit dua potong roti dengan selai strawberry. Ia meletakkan cangkir itu dimeja depan sofa.
"Terimakasih"
"aku tidak tau seleramu, semoga kau tidak keberatan dengan coklat panas dipagi hari"
"tentu, tenang saja aku bukan orang yang pemilih"
" Kau hanya sarapan roti dan susu? " baekhyun menganggukkan kepalanya sambil mengunyah roti dimulutnya.
"Aku tidak bisa memasak," ia menimpali
" Pantas saja tubuhmu kurus kering begini, dan karena itulah tinggimu tidak bertambah" mendengar penuturan itu baekhyun merotasikan bola matanya "aku hanya tidak bisa masak, bukannya kurang gizi!" ia menjawab dengan nada kesal. Dan chanyeol hanya bisa terkekeh pelan. Sangat menyenangkan membuat baekhyun kesal.
Mereka berdua kini telah berada di ruangan khusus yang biasa baekhyun gunakan untuk melukis. Pria byun itu telah menyiapkan segala keperluan yang ia butuhkan. Setelah siap ia beralih pada modelnya. Mengamati dengan seksama bagaimana tampilan pria itu hari ini.
"tidakkah baju mu terlalu formal?" chanyeol mengangkat kedua alisnya kemudian melihat bagaimana caranya berpakaian. Tapi ia merasa biasa saja "kurasa tidak."
"tapi menurutku ini tidak cocok dengan konsep yang telah aku buat"
"Lalu aku harus bagaimana?"
"aku ingin menyampaikan sebuah kebebasan dalam lukisanku." baekhyun terlihat berpikir sejenak, kemudian melanjutkan "bagaimana jika aku melukismu telanjang?"
Chanyeol seketika membelalakkan matanya, terkejut bukan main. "APA??"
..
.
.
TBC
.
.
Terimakasih buat user princess pink sudah berbaik hati kasih ide, ide kamu bakal aku pertimbangin buat muncul di chapter yang akan datang.
