friends-to-lovers!au, fluff (2,038 w.)


satu bulan lalu, jongin menerima sebuah undangan pernikahan.

sahabatnya sejak masa kecil duluㅡ park chanyeol akhirnya menikahi byun baekhyun, kekasih hatinya dari zaman sekolah menengah atas. saat ia menerima undangan tersebut, jongin segera menghubungi kawan lamanya dan mengucapkan selamat secara langsung atas kabar baik tersebut.

"maafkan aku, sebetulnya aku ingin menawarkan posisi best man kepadamu. namun sehun terlanjur menawarkan diri terlebih dahulu." meskipun jongin tidak dapat melihat muka chanyeol secara langsung, tapi ia bisa membayangkan perasaan bersalah lelaki satunya lewat suara telepon.

jongin hanya tertawa saat itu; ia sudah tahu bahwa di antara mereka bertiga, chanyeol dan sehun memang lebih dekat dikarenakan mereka berdua juga membuka studio musik bersama sedangkan jongin sibuk dengan pekerjaannya menjadi dokter hewan di rumah sakit.

"tenang saja, yeol. aku bisa jadi best man saat sehun menikah nanti." jongin berucap menenangkan. "omong-omong, siapa yang menjadi best man untuk baekhyun?"

"do kyungsooㅡ," lamunan jongin dibuyarkan oleh suara lelaki di sampingnya. Jongin menengok ke arah sumber suara dan menemukan seorang kim junmyeon dengan jas tiga setel ermenegildo zegna tengah memegang segelas champagne.

kini jongin berada di pesta pernikahan chanyeol dan baekhyun. resepsi ini dilaksanakan di ballroom hotel bintang lima di pusat kota seoul. hiasan megah nan mewah menghiasi penjuru ruangan tampak cocok dengan wajah cerah chanyeol dan baekhyun yang tersenyum bahagia di kursi pelaminan. namun jongin bukan sibuk memperhatikan pasangan yang menjadi bintang utama dari acara ini, melainkan pada lelaki yang masih memberikan ucapan selamat di atas panggung.

do kyungsoo.

pria tertinggi di takhta hati jongin sejak mereka berusia tujuh belas tahun.

si anak laki-laki berkacamata yang hobi bernyanyi kini sudah menjelma menjadi seorang aktor terkenal dengan belasan penghargaan terikat manis di pinggang.

"sudah lebih dari sepuluh tahun berlalu tapi kulihat tatapan matamu masih sama seperti sma dulu." junmyeon berbicara lagi; nadanya ringan namun matanya menelisik tajam, mengamati pergerakan jongin secara detailㅡ sebuah kebiasaan yang junmyeon dapat dari pekerjaannya sebagai kepala detektif kepolisian seoul.

jongin tertawa pendek. ia tidak membenarkan, namun juga tidak menyalahkan opini temannya. membiarkan ucapan junmyeon tetaplah tinggal sebagai opini saja.

"kau tidak lelah mengejarnya terus-terusan seperti ini?" junmyeon berbicara lagi.

mengejar?

jongin tidak ingat ia pernah mengejar kyungsoo. selama ini yang ia lakukan hanya memendam perasaannya dalam diam saja.

menjadi sahabat dari teman yang berpacaran, berarti harus mengenal teman dari pacar temannya. sehingga menjadi sahabat dari chanyeol membuat jongin harus berkenalan dengan teman-teman baekhyun. karena itu, jongin akhirnya dipertemukan dengan kyungsoo. tak jarang pula chanyeol memaksa ia dan sehun untuk pergi bersama baekhyun dan kyungsoo.

berawal dari satu pertemuan menjadi dua, tiga, empat, hingga akhirnya tak terhitung berapa kali jongin bertemu dengan kyungsoo. hingga tiba-tiba, mereka berdua nyaman dengan keberadaan satu sama lain sampai sering menghabiskan waktu bersama tanpa chanyeol, baekhyun, atau sehun. lalu tanpa mereka sadari, jongin dan kyungsoo sudah sampai tahap di mana mereka saling bertukar cerita tentang mimpi dan ketakutan terbesar masing-masing.

jongin bercerita bahwa dulu ia ingin menjadi penari balet, namun mimpi tersebut sirna karena luka pada ankle kakinya ketika berusia 12 tahun. oleh karena itu ia berganti cita-cita menjadi dokter hewan. sementara kyungsoo bercerita bahwa ia ingin menjadi penyanyi, atau seorang koki jika karir menyanyinya tidak berhasil.

malam itu, jongin meminta kyungsoo untuk menyanyi untuknya. meski awalnya kyungsoo tidak mau, tapi setelah dua atau tiga bujukan dari jongin akhirnya lelaki itu luluh juga.

di saat kyungsoo membuka bibirnya, di saat itu pula jongin jatuh cinta.

bias sinar rembulan pada wajah kyungsoo yang tengah menyanyi tenang, membuat jongin berpikir bahwa tidak ada pemandangan lebih indah daripada lelaki ini.

walaupun jongin sudah menyadari dan menerima perasaannya kepada kyungsoo, lelaki itu tidak melakukan apa-apa untuk membuat lelaki satunya tahu tentang perasaannya. mereka tetap menjadi teman biasa yang sering bertemu di atap sekolah pada jam makan siang, atau taman kota pada jam delapan malam.

jongin yakin bahwa perasaannya tidak akan terbalas, jadi ia menyimpannya dalam-dalam. toh, jongin pikir ia akan melupakan kyungsoo ketika ia berkuliah nanti.

maka ketika mereka kelulusan dan kyungsoo dengan wajah bersinar mengatakan bahwa ia diterima menjadi trainee di salah satu agensi aktor-aktris terkenal, jongin menepuk pundak kyungsoo dan mengucapkan selamat kepada lelaki itu.

itu merupakan pertemuan terakhir antara jongin dan kyungsoo. karena setelahnya, keluarga jongin pindah ke luar kota.

sayangnya, jarak dan waktu tetap saja tidak membuat perasaan jongin hilang.

suara tepuk tangan meriah di seluruh penjuru ruangan kali ini menariknya kembali ke realita. kedua tangannya refleks ikut berbunyi, sementara subjek pengamatannya kini sedang menuruni tangga panggung.

junmyeon tidak ikut bertepuk tangan. "are you not going to let those feelings go? we're almost 30, jongin." tangannya berhenti bergerak.

"at least tell him so you can move on. do it for yourself." pundaknya ditepuk dua kali oleh junmyeon sebelum lelaki itu hilang entah ke mana.

jongin membalikkan badan. ia hendak pergi ke arah mini bar dan mengambil segelas champagne atau wine. melihat kyungsoo dari jauh sudah cukup; yang penting ia tahu bahwa kyungsoo terlihat sehat dan bahagia.

"jongin?"

pergerakannya terhenti.

suara di kepalanya berkali-kali memerintah tubuhnya untuk tidak menengok ke belakang. tetapi tubuhnya terlanjur berkhianat duluan.

di hadapannya kini berdiri seorang do kyungsoo dengan jas biru dan wajah yang tak banyak berubah dari sepuluh tahun lalu.

tenggorokannya tercekat namun jongin paksa bersuara, "kyungsoo."

kyungsoo bergerak satu langkah, dua langkah, tiga, empat, sampai ia berdiri tepat di depan jongin sementara kaki jongin masih membeku tidak mau bergerak.

"apa kabar?" sang aktor bertanya. belum sempat ia menjawab, kyungsoo kembali melanjutkan. "do you wanna talk outside? di sini suaranya agak terlalu kencang."

bagaikan robot, jongin hanya bisa mengangguk.

kemudian keduanya berjalan ke luar ballroom hotel. dari ujung matanya, jongin melihat bahwa junmyeon masih memperhatikannya dengan satu alis terangkat naik.

it's been a decade, tell him. you got nothing to lose.

jongin tidak tahu ke mana kyungsoo akan membawanya pergi. tapi dari dekat, jongin dapat melihat jelas punggung kyungsoo yang dibalut jas biru. bahkan setelah sepuluh tahun berlalu, punggungnya masih tetap kecil; masih tetap membuat jongin ingin melindunginya dari belakang. lelaki di depannya berjalan dengan pasti, langkahnya tegap dan penuh percaya diri. menjadi seorang aktor membawa pengaruh baik terhadap pembawaan dan cara bicara kyungsoo.

dengan tidak perlu melihat wajah kyungsoo secara langsung seperti ini, jongin memiliki waktu untuk berpikir tentang apa yang ingin ia katakan kepada lelaki satunya. apa ia harus mulai bertanya mengenai kabar, atau membahas karir kyungsoo, atau langsung menyatakan perasaannya tanpa perlu berpikir panjang, atau bertingkah seakan tidak ada apa-apa saja.

keduanya sampai pada kolam renang lantai teratas hotel. dari kaca transparan, jongin bisa melihat hiruk pikuk kota metropolitan yang masih belum redup meski waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam. kyungsoo menyandar pada dinding kaca dan jongin mengikuti pergerakan lelaki itu.

"kudengar kau berhasil jadi dokter hewan." kata kyungsoo setelah beberapa menit mereka dilanda keheningan. kalimat itu terdengar lebih seperti pernyataan, daripada pertanyaan. seakan-akan pria satunya tahu dengan jelas apa yang jongin lakukan selama sepuluh tahun terakhir sejak mereka berpisah.

"bekerja dengan hewan menyenangkan. jika mereka tidak menyukai sesuatu, perilakunya akan langsung terlihat. tidak seperti manusia di mana kita harus selalu menerka-nerka intensi dari setiap perilaku orang."

"terdengar seperti seseorang yang kukenal." kyungsoo menimpa lancar. jongin tidak memikirkannya terlalu dalam kemudian bertanya balik, "kau sendiri bagaimana, bekerja di antara banyaknya manusia? katanya dunia industri hiburan kejam."

"it's not always sunshine and rainbow, true. tapi aku suka dengan pekerjaan ini."

"oh ya?" nada jongin bersirat ketertarikan. "apakah ada artis yang berbanding terbalik dengan imej mereka di televisi?"

kyungsoo mulai bercerita tentang orang-orang yang pernah bekerja dengannya dulu, baik artis maupun kru di balik layar. ia juga bercerita mengenai pengalamannya ketika syuting film atau drama, tempat-tempat yang ia kunjungi, kesulitan yang ia hadapi. ketika menceritakan ini semua, mata kyungsoo sibuk memperhatikan suasana di sekitar mereka, sehingga jongin memiliki keleluasaan untuk mengagumi sisi wajah pria satunya dari samping.

pipi kyungsoo terlihat lebih tirus, tapi masih ada baby fat yang tinggal. hidungnya mancung dan bibirnya berwarna merah ceri. di bagian bibir bawahnya ada beberapa robekan kecilㅡ tanda lelaki itu masih belum berhenti dari kebiasaan buruknya untuk menggigit bibir bawah setiap sedang berpikir. tanpa kacamata seperti ini, jongin dapat melihat kantung matanya yang tidak tertutupi oleh polesan make up. serta binar matanya yang disinari oleh lampu malam dan bulan. meski ada tanda kelelahan akibat jadwal padat, tapi pada keseluruhannya, kyungsoo terlihat bersinar.

"pretty." jongin berucap tanpa sadar.

kyungsoo berhenti berbicara.

"did you say something?" kyungsoo bertanya, tapi suaranya kecil sekali. seakan tidak yakin dengan apa yang baru didengarnya.

"nothing." jongin menyela cepat.

"nothing? benar-benar tidak ada hal apapun yang ingin kau sampaikan kepadaku?" raut wajah kyungsoo tiba-tiba berubah.

sedih? putus asa? jongin pasti halusinasi. ini akibat suhu udara semakin dingin membuatnya berpikir aneh-aneh.

tanpa mengindahkan pertanyaan kyungsoo barusan, jongin berujar, "omong-omong, kita sudah terlalu lama di sini. ayo kembali, mereka pasti sudah mencari kita."

itu alasan buruk. tapi jongin tidak bisa berpikir alasan lain yang dapat membuatnya keluar dari situasi ini. setelah jongin bergegas duluan, ia tidak mendengar ada suara langkah kaki mengikutinya dari belakang. saat ia menengok ke belakang, kyungsoo masih berdiri di tempatnya dan menunduk ke bawah.

"besok aku akan terbang ke jepang untuk syuting drama terbaru." jika saja suasana di kolam renang tak sunyi, jongin pasti tidak akan menangkap ucapan lelaki satunya barusan.

jongin tidak tahu apa yang harus ia katakan untuk menjawab kyungsoo. samar-samar ia dapat mendengar suara junmyeon bergema di kepalanya.

tell him. tell your feelings.

we're almost 30. when are you going to let go?

tell him so you can move on. do it for yourself.

"i like you."

ia akhirnya mengungkapkannya; hal yang telah ia simpan selama sepuluh tahun terakhir.

"aku telah menyukaimu sejak kita berumur tujuh belas tahun. aku masih menyukaimu sampai sekarang. kupikir perasaan ini akan hilang seiring waktu, tapi ternyata mereka masih ada di sini. kau tidak perlu merespons apa-apa. aku mengatakan ini agar aku bisa lega dan melupakannya."

jongin tidak tahu apa yang ia harapkan; tapi ia sama sekali tidak menyangka kyungsoo akan berjalan cepat ke arahnya kemudian menarik lehernya kasar.

kemudian menciumnya.

belum sempat jongin merespons balik atau menjauh dari kyungsoo, lelaki satunya sudah melepaskan pagutan sepihak tapi kedua tangan pria itu masih melingkar di leher jongin.

"kukira kau tidak pernah tertarik padaku." jongin tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"i'm always interested in you." kata jongin secara refleks.

seakan tidak mendengar ucapan jongin barusan, kyungsoo melanjutkan. "tadinya aku berniat menyatakan perasaanku saat kelulusan, tapi tidak jadi karena aku takut. but when i went to your house the next day, you were gone."

mata kyungsoo menatapnya lekat dan jongin tercekat. "you always looked at me with those eyes, but i never knew what it meant. kau selalu melihatku seakan aku sesuatu yang indah, tapi perilakumu selalu sama. kupikir kau melihat semua temanmu dengan seperti itu, tapi aku lihat caramu melihat sehun dan chanyeol. it was different, jongin. it was different."

kyungsoo menelan ludahnya lalu jongin tanpa sadar ikut menelan ludahnya kasar.

"when you looked at me with those eyes, i can't not fall in love with you, jongin."

segelintir pikiran memenuhi otak jongin; terlalu banyak sampai ia tidak bisa memproses semuanya satu-satu. tapi satu hal pasti yang sudah menetap di otaknya secara permanen adalahㅡ

perasaannya sudah terbalas sejak sepuluh tahun lalu.

"why hadn't you said anything back then?"

kyungsoo melepaskan salah satu tangan dari kaitan leher jongin lalu menekan dada jongin dengan keras. "why hadn't YOU said anything back then?"

pusing dengan banyaknya emosi membuncah di hatinya, kini giliran jongin yang menekan leher kyungsoo sementara tangan lainnya berada di pinggang kyungsoo. lantas kali ini menjadi pihak yang mempersatukan kedua bibir itu kembali.

jongin tidak bisa berhenti tersenyum selama berciuman, dan ia tahu kyungsoo pun juga. bahkan beberapa kali gigi mereka tidak sengaja bertabrakan akibat lebarnya senyum mereka berdua. selang berapa menit pagutan bibir mereka terpisah karena tawa pelan dari kedua lelaki tersebut. namun baik jongin maupun kyungsoo tetap berusaha untuk mencuri kecupan kecil di antara tawa tersebut.

"so, what now?" lelaki yang lebih kecil bertanya ketika tawa keduanya telah mereda.

kyungsoo harus pergi ke jepang untuk syuting. hal ini berarti mereka tidak memiliki waktu banyak untuk berkomunikasi tentang hubungan mereka lebih jauh. meskipun orang bilang masa-masa awal hubungan adalah masa paling rentan, namun entah mengapa jongin tidak takut sama sekali.

"we'll figure out later. together."

mereka sudah menghabiskan waktu sepuluh tahun memendam perasaan dalam diam. menghabiskan waktu beberapa bulan untuk menunggu lagi rasanya bukan masalah besar untuk mereka berdua.

end.


crossposted from my twitter goldenskinboy. talk to me there if you want :)