Apa yang lebih luas dari bumi? Jawabannya bukankah langit? Lalu apa yang lebih luas dari langit? Jawabannya bukankah galaxy? Lalu bagaimana hubungannya antara bumi, langit dan galaxy? Tentu saja mereka saling terhubung, setiap hari bahkan setiap detik. Tidak pernah terputus seperti sebuah rantai tak berujung, yang hanya akan terus menemukan titik temu satu sama lain. Atau kita bisa menyebutnya sebagaiinfinity.
Seorang anak remaja denganhoodiejingga dengan topi berwarna yang sama sibuk menyibukkan diri dengan memikirkan hal tadi. Dia sudah cukup lama mengelilingi galaksi tetapi dia merasa masih tersimpan sesuatu yang belum bisa dirinya dan teman-temannya ketahui. Anak itu, Boboiboy terus terlarut dalam pikirannya. Bahkan secara ekstrem, Boboiboy pernah berpikir bahwa ada sesuatu kekuatan yang lebih berbahaya dibandingkan parapower spherayang selalu mereka cari.
Gopal mengerutkan dahinya bingung melihat Boboiboy yang hanya terus termenung. Dia menyenggol lengan sahabatnya itu cukup keras. Bermaksud untuk membuat kesadaran Boboiboy kembali. Bukan hanya Gopal, Yaya, Ying dan Fang pun kebingungan melihat tingkah laku Boboiboy.
"Apa yang sedang kau pikirkan Boboiboy?" Yaya menjadi orang pertama yang bertanya, setelah Boboiboy kembali ke alam sadarnya.
Ying ikut menambahkan. "Iya, misi kita kan sudah selesai. Apa yang membuatmu merasa terganggu?"
"Tidak. Hanya saja, aku mulai berpikir mungkinkah ada kekuatan yang lebih berbahaya lagi dibanding denganpower sphera? Adakah alien yang lebih parah dan kejam dibandingkan Retak'ka?" Akhirnya Boboiboy memberitahukan semua isi pikirannya.
Gopal ketakutan dengan pikiran Boboiboy itu. "Apa maksudmu? Jangan berbicara seperti itu! Sudah cukup dengan Borara dan Retak'ka saja!"
Gerutuan Gopal tidak dirinya dengar, Boboiboy malah mulai melirik Fang. Seakan tahu, Fang segera bicara. "Ya aku alien, jadi apa pertanyaanmu?"
"Maksudmu Fang? Apa yang ditanyakan Boboiboy tadi itu benar ada?" Ying menyimpulkan.
Fang menghela nafasnya sebelum bicara. "Bukan ada, tetapi pernah ada."
"Apa?! Pernah ada?!" Tanya Gopal semakin ketakutan.
Fang membenarkan letak kacamatanya sebelum bicara. "Yang jahat bukanlah alien, tapi manusia. Kalian tahu kenapa alien begitu membenci manusia? Alasannya adalah karena kekejaman mereka kepada para alien. Tapi mereka bukan sekedar manusia, mereka adalah 'Half'. Terdapat dua ras manusia 'Half'."
"Dua ras manusia Half?" Tanya Yaya yang mulai sedikit demi sedikit masuk ke dalam cerita Fang.
Fang mengangguk. "Half DemondanHalf Angel.HalfDemon memiliki aura identik dengan warna merah dan hitam, sementaraHalfAngelaura mereka identik dengan Putih dan Hitam. Kedua rashalfadalah yang paling berkuasa di seluruh galaksi, tidak ada siapapun yang berani menentang mereka. Sayangnya karena kekuatan mereka semakin lama semakin hebat, mereka berebut kekuasaan. Mereka tidak segan untuk membunuh dengan kejam, merekrut para alien untuk menjadi pasukan perang. Apabila bangsa alien seperti kami menentang, pedang akan tertancap di tubuh kami dengan kilat. Hingga untuk 'membekukan' peperangan tersebut seorangdefinitelyharus menyegel dirinya sendiri diAthenasius, sebuah planet kosong tanpa ada penghuninya."
Boboiboy entah mengapa ingin sekali bertanya, dia semakin penasaran dengan cerita Fang. "Apakah seorangdefintelyitu?"
"Dia adalah percampuran manusia, demon dan angel. Dia memiliki kekuatan yang sangat besar, bisa dibilang dialah pimpinan kedua ras half. Tapi karena besarnya kekuatan yang dimilikinya itu kadang dia tidak bisa menguasai dirinya sendiri sebagai manusia. Tetapidefinitelydulu mampu mengatasinya, demi melindungi para penduduk galaksi dia mengorbankan dirinya sendiri untuk disegel dengan silang oleh dua pedang berwarna merah dan putih di Athenasius. Maka hingga saat ini, galaksi masih bisa seimbang." Fang mengakhiri ceritanya.
Gopal menghembuskan nafas lega. "Ah syukurlah itu hanya cerita dahulu kala. Saat ini mereka tidak ada kan?"
"Kakak ku beberapa hari lalu mengatakan bahwa dua pedang di Athenasius sudah menghilang. Ini sudah masa 100 tahun, seorang definitely baru akan muncul. Siap tidak siap kita harus menghadapi ras half." Sayangnya jawaban Fang bukanlah jawaban yang mereka inginkan. Kemudian dia menatap Boboiboy. "Kau kalau bisa jangan terlalu banyak menggunakan kekuatanmu."
Ochobot yang dari tadi menyimak bertanya. "Kenapa tidak boleh Fang? Tidak mungkin kan kekuatan elementalnya Boboiboy berhubungan dengan kedua ras half?"
"Ochobot jika kau mengira bahwa kekuatan elemental memang dibuat darimu itu salah besar. Programmu itu disalin dari kekuatan para ras half, kekuatan elemental pertama bukanlah daripower spheratetapi ras half. Mereka tidak perlu menggunakan jam kuasa untuk menguasainya, karena sudah secara alami mereka menguasainya. Cahaya, Air, Daun, Tanah adalah kekuatan elemental yang dimiliki ras half angel, sementara Halilintar, Api, Angin, Darksword adalah kekuatan yang dimikiki ras half demon. Kesimpulannya Boboiboy memikili hampir seluruh kekuatan elemental itu, dan kalian tahu artinya? Boboiboy bisa dibilang adalah definitely baru yang terlahir setelah 100 tahun, maka dari itu keberadaannya akan terancam. Taruhan dari 100 tahun yang lalu oleh kedua ras adalah, siapapun uang membuat definitely baru mati terlebih dahulu dialah pemenangnya. Hal konyol tapi penuh harga diri." Kapten Kaizo datang untuk menjawab pertanyaan Ochobot. Dia memang datang untuk menjemput pasukan Boboiboy.
Entah kenapa setelah mendengar penuturan Kapten Kaizo, tubuh Boboiboy mulai bergetar. Fang segera menepuk pundak sahabatnya itu. "Tenang saja, mana mungkin kau kan. Pasti orang yang lebih kuat darimu yang terpilih jadi definitely."
"Kau mengejekku?" Tanya Boboiboy datar.
Yaya segera melerai mereka. "Hey sudahlah! Tapi benar kata Fang kau tidak perlu memikirkannya. Kita tahu pasti bukan kau orangnya Boboiboy, benarkan Kapten Kaizo?"
Kapten Kaizo hanya berlalu dan menyuruh mereka segera menaiki kapal angkasa tanpa menjawab pertanyaan Yaya. Hal itu sedikit membuat Fang dan Boboiboy merasa curiga.
Setelah mereka pergi, seseoranh dengan jubah hitam menghilang juga dengan begitu cepat. Ada sebuah senyum sinis dibalik jubahnya terpatri. Dia mengirimkan sesuatu seperti sebuah pesan entah kepada siapa.
Kapal angksa milik Kapten Kaizo berangkat menuju stasiun Tapops. Di dalam perjalanan mata Kaizo memicing, dia melihat sesuatu bukan melainkan seseorang tengah tersenyum remeh seolah menertawakan dirinya. Kaizo tersentak kemudian, dia baru sadar bahwa semua ini sudah dimulai. Dengan tegas dia memerintahkan Fang untuk memberikan tembakan. Fang bertanya tapi langsung dimarahi oleh Kaizo.
Yaya, Ying, Gopal, Ochobot dan Boboiboy mendekat untuk melihat kenapa Kaizo memberikan Fang perintah untuk menyerang. Ternyata ada seseorang berjubah hitam memang tepat di depan kapal angkasa mereka. Seseorang itu bisa dipastikan adalah manusia. Orang itu menangkis bahkan membelah semua rudal yang dikeluarkan Fang hanya dengan menggunakan pedang.
Sesaat kemudian orang itu tersenyum. Dia akan serius kali ini. Orang tersebut mengacungkan pedangnya dengan lurus ke atas. Pedang itu berwarna semerah darah, sebuah elemen petir muncul. Pola besar tergambar jelas. Orang tersebut sama sekali tidak menggunakan peralatan pembuat kuasa. Mereka semua menyadarinya, dia adalah ras half dengan elemen halilintar.
Entah kenapa kepala Boboiboy terasa pening. Nafasnya tersengal tidak karuan. Yaya dan Ying langsung kaget karena Boboiboy jatuh terduduk dengan nafas tersengal-sengal. Boboiboy sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya. Yang dia tahu bahwa ada sekelebat memori muncul mengenai sebuah peperangan. Dia melihat darah yang bercucuran dimana-mana. Satu lagi bayangan muncul, dan itu adalah dirinya yang membunuh seseorang dengan mata semerah darah seperti dirinya ketika berubah menjadi Boboiboy Halilintar. Jantungnya semakin berdegup kencang hingga terasa sakit.
"Thunderstorm Slashing"
"Dinding Tenaga!"
Sayang sekali dinding tenaga Kaizo dengan mudah nya ditembus serangan halilintar itu. Serangan itu menembus kapal dan memberikan efek yang sangat dahsyat. Mereka mungkin sudah terlempar ke angkasa jika Kaizo tidak melindunginya. Orang itu dengan tenang memasuki kapal angkasa Kaizo. Dentuman terdengar jelas ketika orang itu mendaratkan pedangnya disana. Dia melangkah perlahan demi perlahan. Membuka jubah yang menutupi kepalanya. Jika saja orang itu baik mungkin Ying dan Yaya akan berteriak kegirangan karena ketampanannya. Tubuh Gopal bergetar hebat, melebihi ketakutannya pada Retak'ka.
Tanpa perlu menggunakan kekuatan dia dengan mudah memasuki dinding tenaga Kaizo. Hanya satu orang yang perlu ditemuinya. Orang tersebut berlutut di hadapan Boboiboy yang masih terduduk dengan nafasnya yang tersengal. Dia berdecih tidak suka setelah menemukan mangsanya.
"Jadi kau, penguasa 7 elemen? Sampah. Aku seorang Akira, half demon penguasa penuh elemen halilintar harus mengalahkan sampah sepertimu? Cih yang benar saja."
Boboiboy berhasil menguasai tubuhnya kembali. Matanya berubah merah dan seketika nampak dua pedang halilintar di depan wajah Akira. "Apa yang kau katakan?!"
"Tetakan pedang halilintar"
"Red Sword Thunderstorm Shield"
Serangan dari Boboiboy tidak mampu menembus dinding pertahanan itu. Dengan gerakan cepat Akira menarik Boboiboy dan mencengkeram tangan kanan Boboiboy Kuat. Dia melihat jam kuasa yang melingkar disana.
"Suatu kebodohan besar kau menggunakan ini!"
'TRAK'
Jam kuasa Boboiboy hancur seketika oleh serangan Akira.
"Jam itu hanya membatasi kekuatanmu!"
Melihat boboiboy yang meringis kesakitan Yaya, Ying, Fang dan Kaizo berusaha untuk menolong tetapi dengan sekali serangan pedang halilintar, mereka semua langsung terpental.
"Apa maksudmu?!" Boboiboy bertanya keras.
Akira kembali mendecih. "Tidak kusangka definitely yang baru, seseorang yang harus kami bunuh adalah kau Boboiboy. Kau bahkan tidak tau tentang kekuatanmu sendiri, atau karenapower spherainikah kau kehilangan semua memorimu?"
"Ti...tidak mungkin." Ochobot tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Boboiboy hanya manusia biasa bukan termasuk ras kalian! Aku... aku sendiri yang memberikannya kuasa."
Akira menatap tidak suka pada Ochobot. "Amato? Pria itu masih saja penuh dengan kebohongan. Kau adalahpower spherayang dibuat dengan campur tangannya, dasar robot bodoh. Sayangnya seterpencil apapun ayahmu itu menyembunyikanmu Boboiboy, aku akan tetap bisa menemukanmu."
"Aku.. aku sama sekali tidak mengerti maksud perkataanmu. Tapi aku tidak akan memaafkanmu karena sudah melukai teman-temanku!"
Boboiboy berhasil melepaskan diri dari cengkeraman Akira. Sebuah cahaya berwarna merah mengelilingi tubuh Boboiboy. Semua orang terkecuali Akira kaget melihat Boboiboy bisa menggunakan kuasa halilintarnya tanpa menggunakan jam kuasa.
Akira tersenyum setelah melihat perubahan Boboiboy. Dia segera mengambil pedangnya dan membuat posisi siaga. Karena kali ini kekuatan Boboiboy bisa dikatakan hampir setara dengannya. Mereka saling menyerang satu sama lain. Cahaya merah melintas dimana-mana. Suara aduan pedang juga terdengar sangat sering.
Mata Boboiboy nampak berbeda, meski pernah berwarna semerah itu, tetapi kali ini Boboiboy seolah dikuasai sesuatu. Yaya menyadari hal itu pertama kali. Dia bukan lagi Boboiboy yang mereka kenal. Yaya sudah tidak tahan, dia harus menyelematkan Boboiboy tetapi pedang Kaizo menghalanginya. Dia mengatakan bila mereka ikut campur bukan tidak mungkin lagi mereka untuk terbunuh.
Akira memegangi perutnya yang terkena sayatan pedang Boboiboy. Tenaganya sudah semakin habis, tetapi lawannya masih memberikan serangan. Boboiboy melihat celah dari Akira, dia dengan segera menghunuskan pedangnya tetapi Boboiboy kalah cepat dengan Akira yang sudah menghilang. Kesal dengan hal tersebut dia mengamuk dengan megerahkan seuruh kekuatannya. Yaya tidak bisa membiarkan ini, Boboiboy harus dihentikan. Tidak mempedulikan dia akan terluka, gadis itu menghambur memeluk Boboiboy dari belakang.
"Hentikan Boboiboy, kumohon..." Tangis gadis itu pecah saat memintanya.
Mata merah Boboiboy memadam. Kesadarannya mulai kembali. Dia melihat sekelilingnya. Kapal angksa Kaizo sudah rusak parah. Dia tahu bahwa itu adalah akibat dari kekuatannya. Tubuh Boboiboy bergetar, dia memegang kuat tangan Yaya yang masih nemeluknya. Gadis penyuka warna pink itu tau bahwa orang yang tengah dipeluknya ini sedang merasa sangat ketakutan. Tidak lama kemudian tubuh pemuda itu lemas dalam pelukan Yaya.
"Boboiboy!"
Beberapa jam sudah berlalu sejak kejadian tadi. Tim penyelemat Tapops langsung datang setelah dimintai bantuan oleh Kaizo. Kini mereka semua sudah berada di markas utama Tapops. Boboiboy sendiri masih tertidur di ruangan medis. Remaja itu masih membutuhkan waktu untuk memulihkan keadaanya.
Kelihatannya memang tidak cukup parah, tetapi mesin pendeteksi detak jantung dan sebuah selang infusan tampak terpasang pada tubuhnya untuk berjaga-jaga bila nanti keadaannya menurun. Boboiboy kehilangan banyak tenaganya dan sangat kelelahan karena kekuatannya tadi.
Di samping remaja lelaki yang suka memakai topi aneh terlihat seorang gadis remaja duduk dan terus menatap Boboiboy dengan raut khawatir. Tangannya menggenggam erat tangan Boboiboy yang terlepas dari jarum infusan. Rasanya Yaya ingin menangis melihat keadaan Boboiboy yang seperti ini.
"Selalu saja, selalu saja dia memaksakan dirinya tanpa tahu akibatnya."
Jatuh sudah air mata gadis penyuka warna pink itu. Sekelebat memori-memori buruk kembali melintasi pikirannya. Yaya teringat lagi bagaimana Boboiboy harus dalam keadaan 'short' koma selama 5 hari setelah memaksakan dirinya mengalahkam Captain Vargoba. Saat pemuda kesayangannya itu harus terancam nyawanya karena Retak'ka, kembali setelah berhasil Boboiboy tidak sadarkan diri hingga dia sadar dan malah menanyakan keadaan orang lain tanpa mempedulikannya tubuhnya terluka parah. Entah sudah berapa kali Yaya menyaksikan teman pindahan pertamanya itu harus terbaring tidak sadarkan diri. Namun kali ini Yaya takut bahwa Boboiboy tidak akan pernah lagi membuka matanya.
Ying, gadis dengan pakaian khasnya berwarna kuning mendekati sang sahabat. Dia mengelus pundak Yaya lembut seolah memberikan kekuatan bahwa Boboiboy pasti akan sadar. Ying sudah sangat tahu bahwa meski Yaya sering menyembunyikannya, dia tahu bahwa Yaya menyukai superhero bumi penyuka warna jingga ini.
"Ochobot apa kau tahu ini dari awal?" Tanya Ying.
Robot kuning itu memasang pose tidak mengertinya. "Sejak awal aku ini hanya program, aku bahkan tidak tahu siapa saja yang membuatku dan power sphera yang lain."
"Satu-satunya cara untuk mengetahui kebenaran ini semua adalah dengan pergi menemui Amato, ayah Boboiboy." Kaizo bersama dengan Fang masuk ke dalam ruangan.
Gopal memberikan opininya. "Dey! Kalau kita kesana, itu malah seperti masuk ke dalam perangkap. Resikonya terlalu tinggi untuk Boboiboy."
"Untuk itu, kali ini kita akan pergi tanpa Boboiboy. Lagipula keadaannya masih lemah." Fang memberikan jawabannya.
Ying mengangguk. "Kalau begitu kita setuju, untuk berjaga-jaga kita akan membagi dua tim. Aku, Yaya, Fang dan Kapten Kaizo akan pergi kesana. Gopal dan Ochobot kalian akan berjaga disini ditemani oleh Sai dan Shielda."
"Siapa yang akan kalian jaga? Tidak ada orang yang akan kalian jaga!" Rupanya Boboiboy sudah sadar beberapa menit lalu di tengah pembicaraan itu. Dia bahkan sudah turun dari tempat tidurnya.
Yaya langsung kaget. "Boboiboy! Apa yang kau lakukan?! Kembali ke tempat tidurmu! Kau masih harus beristirahat!"
"Yang dikatakan Yaya benar Boboiboy." Ochobot terbang dan menghampiri Boboiboy untuk membuat pemuda itu kembali berbaring.
Peringatan Yaya dan Ochobot tidak dia dengarkan. Boboiboy malah mencabut selang infus dan alat yang menempel di dadanya. Membuat Yaya membelalakan matanya. "Kau lihat tanpa alat ini aku sudah bisa berjalan bebas dan bergerak. Biarkan aku ikut! Karena semua masalah ini berkaitan langsung denganku. Aku sendiri ingin tahu jawabannya, aku ingin tahu siapa diriku. Terlebih aku juga tidak ingin kalian terlibat bahaya karena aku!"
Yaya mengepalkan tangannya, gadis itu berusaha menahan air matanya yang akan terjatuh. "Kau egois Boboiboy! Apa kau pernah memikirkan perasaan kami yang juga mengkhawatirkanmu?!"
"Yaya! Lebih baik aku sendiri yang terluka bukan kalian! Dan kau tidak berhak untuk melarangku!" Pemuda itu berbalik marah pada Yaya.
'DEG' Yaya langsung terdiam mendengar kata-kata Boboiboy.
Kaizo yang melihat keadaan semakin rumit, akhirnya bicara. "Aku tekankan tidak akan ada yang terluka. Boboiboy aku membiarkanmu bergabung dengan catatan jangan memaksakan dirimu, gunakan jam kuasa untuk mengontrol kekuatanmu. Kita bagi dua tim, aku, Fang, Yaya, Ying dan kau akan kesana. Gopal, Ochobot, Sai dan Shielda berjaga-jaga disini untuk saling berkomunikasi. Ada yang keberatan?"
"Tidak kapten. Kita setuju dengan arahan." Fang menjawab mewakili yang lainnya.
Kaizo mengangguk. "Kalau begitu kita berangkat besok."
"Baik."
Satu per satu mulai meninggalkan ruangan medis. Yaya menatap sedikit pada Boboiboy. Ada ekspresi sedih begitu terlihat darinya tetapi gadis itu memutuskan untuk tetap pergi. Kini hanya menyiksakan Ochobot dan Boboiboy di dalam ruangan.
"Kau tahu Boboiboy, kau harus bicara dengan Yaya nanti."
Boboiboy menghembuskan nafasnya. "Ya, aku tahu Ochobot."
.
.
.
.
.
Keesekoan harinya mereka sudah mulai siap-siap untuk keberangkatan menuju planet Alther, dimana Amato ayah Boboiboy berada. Yaya dan Ying sedang menyiapkan keperluan apa saja yang akan mereka semua bawa.
Ying tersenyum lega melihat ekspresi Yaya sudah seperti biasanya lagi. Sahabatnya itu termenung semalaman dan itu membuat Ying khawatir. Tapi syukurlah dia sudah tidak sesedih kemarin. Ying tersemyum sendu melihat Yaya menyiapkan sesuatu, seperti first aid kid serta beberapa pain killer. Ying sangat tahu bahwa Yaya menyiapkan itu semua untuk Boboiboy yang memang selalu menempatkan dirinya di dalam situasi berbahaya.
Yaya dan Ying akhirnya berkumpul bersama dengan Kaizo, Fang, dan Boboiboy. Kini dihadapan mereka berdiri Laksamana Tarung dan Commander Kokoci. Mereka memberikan salam hormat Tapops untuk menandakan kepergian mereka. Ochobot sudah siap dengan kuasa teleportasinya. Mereka akhirnya lepas landas dan memulai perjalanan.
Di dalam kapal Kaizo keadaan kondusif dengan dirinya yang memimpin ditemani oleh Fang. Yaya dan Ying sedang membereskan barang-barang mereka untuk diletakkan. Boboiboy sendiri karena masih dalam masa pemulihan dia tidak banyak melakukan apapun. Terlebih ini juga salah satu syarat dari Kaizo. Jika tidak, sekarang juga Boboiboy bisa dikembalikan ke markas Tapops.
Boboiboy berjalan menuju Yaya yang sepertinya sulit menyimpan barang karena terlalu tinggi. Pemuda itu membantunya. "Sudah disimpan."
"Terima kasih Boboiboy." Balas gadis itu dengan tersenyum.
Boboiboy terheran, Yaya malah bersikap seperti biasa padanya. "Yaya..."
"Em. Apa Boboiboy? Kalau kau membutuhkan sesuatu bilang saja." Kembali senyuman menghiasi wajah Yaya.
Boboiboy memberanikan dirinya. "Mengenai kejadian malam kemarin, aku... aku minta maaf. Aku sungguh tidak bermaksud."
"Kau tidak perlu meminta maaf Boboiboy. Aku saja yang terlalu berlebihan. Lagipula kau benar aku tidak berhak untuk melarangmu. Aku bukan siapa-siapa kan. Haha." Yaya tersenyum kembali.
Boboiboy bisa dengan jelas mengetahui bahwa tawa Yaya tadi adalah tawa palsu. Dengan cepat dia memeluk gadis itu membuat Yaya cukup terkejut. "Salah, kau berharga Yaya. Kau orang yang berharga bagiku. Maka dari itu aku tidak mau kalian terluka, terlebih kau Yaya."
"Kalau begitu sama denganku. Aku juga sudah menganggapmu sangat berharga. Jadi aku mohon jangan terluka lagi Boboiboy, jangan tertidur terlalu lama lagi. Aku takut, aku takut." Boboiboy bisa merasakan pundaknya basah oleh air mata Yaya.
Boboiboy mengelus punggung Yaya dengan lembut. "Aku akan berusaha."
Ying yang tiba-tiba datang langsung berteriak. "Haya! Pantas saja tugasku lambat, Yaya kau sedang bermesraan dengan Boboiboy! Hati-hati kalau Kapten Kaizo sampai tahu."
Yaya melepas paksa pelukan Boboiboy dengan cukup kuat karena terlalu malu. Boboiboy bersumpah mulai saat ini tidak akan membuat Yaya marah, tenaga gadis itu bisa dikatakan lebih dari tenaga ke-7 kuasa elementalnya. Melihat Boboiboy yang terdorong cukup keras membuat Yaya menghampirinya dan menatap khawatir Boboiboy.
"Aku tidak apa-apa Yaya." Boboiboy langsung menjawab sebelum Yaya bertanya.
Yaya menghembuskan nafasnya lega. "Syukurlah."
Melihat ekspresi Yaya, Boboiboy tanpa sadar mengatakan sesuatu. "Cantik."
Mendengar itu membuat pipi Yaya memerah sangat. Karena salah tingkah Yaya tanpa sadar megambil biscuit buatannya dan langsung menyuapi Boboiboy biscuitnya paksa.
"Yaya apa yang...?" Tanya Boboiboy heran
Yaya menyuapi paksa biscuitnya pada Boboiboy dan kemudian berlari. "Kau lapar kan? Kau harus makan untuk percepat pemulihan, Bye Boboiboy aku bantu Ying dulu."
"Terbalik..." Boboiboy mengacungkan jempolnya dan jatuh seketika.
Sementara itu Fang yang ditugaskan memanggil Boboiboy bergidik ngeri melihat keadaan rivalnya. Ada sebuah biscuit di dekat wajah rivalnya itu.
"Turut berduka."
.
.
.
.
.
Tanpa mereka sadari ternyata pergerakan mereka sudah diketahui oleh Akira. Hanya saja pemuda itu tidak mengikuti kepergian kapal Kaizo. Setidaknya ini sudah berjalan sesuai dengan apa yang direncanakannya. Dia hanya tinggal menunggu timing yang pasti.
Ketika akan hendak pergi lagi, sebuah panah es melesat tepat di sebelah wajahnya. Satu detik saja Akira telat menghindar, dia bisa menjamin bahwa kepalanya sudah hancur. Pedang halilintar miliknya langsung Akira keluarkan. Akira menangkis serangan panah-panas es tersebut.
Sebuah tawa mengejek bisa terdengar oleh Akira. "Seperti yang diduga kekuatan luar biasa. Tidak heran kau adalah adik dari Akane."
"Orthais! Ras angel sudah mulai bergerak rupanya." Akira langsung menebak.
Orthais tersenyum remeh. "Tentu saja, kami tidak akan membiarkan ras demon memegang kuasa tertinggi, ya meskipun aku tidak peduli."
"Apa maksudmu? Mungkinkah kau menjadi pembelot dari rasmu sendiri?" Tanya Akira dengan sinis.
Orthais langsung muncul dihadapan Akira tanpa sepengetahuannya. Sebuah anak panah es tepat berada di atas dada Akira. "Pembelot? Hendaknya kau sendiri yang mendapat julukan itu Akira. Aku hanya tertarik untuk mengambil kuasa dari bocah Boboiboy itu. Apa kau tidak tahu? kekuatan itu bisa dirampas tanpa harus membunuhnya."
"Urus saja urusanmu sendiri Orthais." Akira memegang panah itu dan menghancurkannya dengan satu tangan.
Orthais tertawa terbahak-bahak. "Urusanku sendiri? Jelas kau akan menjadi urusanku! Meskipun aku pembelot tapi tidak serendah dirimu yang bagaikan bunglon Akira! Karena aku tidak akan membiarkan rasku dihancurkan olehmu dan bocah itu."
"Diam, atau aku akan membunuhmu." Kali ini kata-kata Akira serius. Sebuah pola tergambar mengumpul mengelilinganya. Pedang merah halilintarnya sudah siap untuk menyerang.
Orthais tersenyum remeh. "Apa kau pikir aku takut Akira? Sayangnya aku lebih memilih untuk tidak melayanimu saat ini, karena rekanmu sepertinya akan datang. 3 lawan 1 bukankah itu tidak adil? Apa respon mereka bila tahu mengenai pengkhianatanmu yang sangat langka ini Akira?"
"Thunderstorm Max Slas..."
Serangan Akira langsung terhenti karena Orthains sudah teleport terlebih dahulu. "Sial."
Ada dua orang yang datang menghampirinya. Dengan cepat Akira meletakkan kembali pedangnya. Dua orang itu, adalah salah satu dari penjaga Lucifer di ras demon. Alfheim dan Luciel.
Setelah kepergian ketiga orang ras demon itu muncul seseorang lagi. Dia menekan sebuah alat yang menempel di telinganya, seperti semacam alat komunikasi jarak jauh.
"District 9-A, mereka sudah disana. Target: Boboiboy."
Setelah memberitahukan hal itu, orang tersebut kemudian menghilang.
Ini sudah tengah malam tapi entah kenapa Boboiboy tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ada sedikit perasaan tidak tenang yang melandanya. Mencoba untuk menenangkan diri, Boboiboy memilih untuk mengambil air minum.
Tetapi ketika dia hendak membuka pintunya, Boboiboy terkejut dengan seseorang yang berdiri di hadapannya.
"Senang bertemu denganmu lagi Akane. Kau masih mengingatku bukan? Aku Silver."
Boboiboy langsung mencengkeram kepalanya yang tiba-tiba merasa sakit. Remaja itu jatuh terduduk di lantai.
"ARGHH!"
Fang yang mendengar teriakan kesakitan Boboiboy pertama kali, langsung berlari menemui Boboiboy. Disana dia tidak melihat apapun selain Boboiboy yang jatuh pingsan.
.
.
.
.
.
TBC
