Tittle : Read My Music

Author : GoodMornaing

Cast : Park Chanyeol EXO and Byun Baekhyun EXO

Other Cast : Kim Minseok EXO, Kim Jongdae EXO, Do Kyungsoo EXO, Shin Jimin AOA, Do Kyungsoon OC, etc

Genre : Romance and Drama

Rated : Teen to Mature

Summary :

Baekhyun berkata, "Segalanya gelap bagiku.", mendengar hal itu hanya membuat Chanyeol tertawa, "Itu karena kau terlalu bersinar Baek." , Baekhyun pun tersenyum mendengarnya, lalu berkata, "Aku suka mendengar tawa mu, namun ku lebih menginginkan untuk dapat melihatnya."

.

.

Happy Reading

Chapter 2 : The Day We Will Meet

.

.

Musim Semi, 2011

Ruangan ini sungguh megah. Di dominasi warna cream dan coklat yang menenangkan. Ruangan kamar yang terbagi menjadi kamar mandi super luas, walk in closet yang dipenuhi ratusan deretan baju, dan ruang tidur bersama ranjang king size yang diatasnya sedang ditiduri sang empunya kamar sekarang. Baekhyun tengah terlentang. Jam canggih di nakas samping ranjangnya telah mengatakan bahwa sekarang berada pada pukul 01:06 AM. Sudah dini hari.

Baekhyun membuka matanya lalu menutupnya kembali, lalu membuka matanya lagi, kemudian menutupnya lagi. Begitu terus berulang- ulang sebanyak yang tak akan mampu Baekhyun hitung lagi sepanjang hidupnya.

Buka

Tutup

Buka

Tutup

Buka kembali lalu tutup lagi.

Sang Tuan Muda keturunan terakhir keluarga Byun tersebut menatap datar dan selalu datar, pada langit- langit kamarnya yang tinggi. Baekhyun telah menanyakan pada Xiumin bagaimana rupa langit- langit kamarnya, dan Xiumin menjawab bahwa itu terbuat dari kayu berkualitas sungguh baik, memiliki ukiran- ukiran yang sungguh indah, kemudian dipoles dengan flitur hingga tampak berkilau. Well, itu sungguh jelas dan detail.

Buka lagi

Lalu tutup lagi.

Baekhyun tersenyum sedih.

Gelap

Gelap

Dan hanyalah gelap

Kegelapan adalah sahabat Baekhyun semenjak dirinya berusia 6 bulan. Seharusnya Baekhyun terbiasa dengan gelap ini, toh anggap saja dia memang terlahir buta. Karena Baekhyun sudah tak dapat melihat semenjak dirinya belum mampu mengingat. Korneanya rusak dan tak terselamatkan lagi setelah mengalami kecelakaan mobil yang parah, yang juga menewaskan kedua orang tuanya.

Byun Baekboom dan Choi Sulli adalah kedua orang tua Baekhyun.

Suami-istri konglomerat yang terkenal dengan kebaikan hatinya. Baekhyun banyak mendengar cerita dari para pelayan senior dimansion ini, bahwa kedua orang tuanya merupakan majikan yang sungguh baik dan manusia berhati mulia. Keduanya tak pernah absen ikut dalam acara sosial dan kemanusiaan, meski kesibukan mencekik mereka.

Baekhyun tersenyum mengingat itu, bagi Baekhyun menjadi putra dari keduanya adalah hal yang sungguh membanggakan, meski Baekhyun sendiri tak tahu bagaimana rupa mereka.

Ayah Baekhyun adalah putra satu- satunya dalam keluarga.

Lalu dia memiliki Baekhyun sebagai putra satu- satunya.

Keluarga Byun sudah tak memiliki sanak saudara ataupun sepupu. Sehingga, setelah Tuan Byun senior meninggal bersama sang istri. Tuan Muda Byun Baekhyun kita adalah satu- satunya penerus keluarga Byun.

Secara otomatis Baekhyun mewarisi dan berstatus pewaris tunggal dari mansion mewah ini, beberapa vila di beberapa daerah Korea Selatan dan juga di Luar negeri, yayasan panti asuhan BB Grub, Hotel- hotel, Restoran, Pusat Perbelanjaan, dan Perusahaan Hiburan BB Entertaiment, lalu beberapa blok gedung- gedung di Gangnam yang sekarang walau harga sewa yang di tetapkan Baekhyun sungguh tinggi tetap saja banyak peminat yang menyewa nya.

Itu terlalu banyak uang yang tak dapat kita jumlahkan hanya dengan satu atau dua malam.

Membuat Tuan Muda Byun kita mendapat gelar anak kecil terkaya di Korea Selatan bahkan diumurnya yang belum genap satu tahun, di hari pengacara keluarganya menyampaikan warisan itu kepada bayi Baekhyun dulu sekali. Sebulan setelah pemakaman kedua orangtuanya. Dulu.

.

.

Apakah kalian semakin tertarik untuk melanjutkan kisah hidup dari Tuan Muda Byun Baekhyun kita yang cantik?.

Ayo kita mulai lagi, dari awal.

Dia adalah Byun Baekhyun, keturunan ke 4 dari Keluarga Chaebol Byun. Anak dari Byun Baekboom dari pernikahannya bersama Choi Sulli.

Lahir pada tanggal 6 Mei 1992, dan pada tahun 2011 ini berusia 20 tahun dalam hitungan umur Korea Selatan.

Memiliki kecerdasan yang sungguh berada jauh di atas rata- rata, di tambah lagi telah mengikuti home schooling dan di ajari langsung oleh professor- professor ternama sejak usia dini. Baekhyun bahkan mendapatkan gelar sarjananya diusia 14 tahun, Magister pada usia 16 tahun, dan Doktor di usia 18 tahun.

Memiliki harta warisan tak terbayangkan.

Telah mengambil tanggung jawab penuh kursi CEO BB Grub sejak usia 15 tahun.

Memiliki segudang bakat yang terlalu panjang untuk dituliskan.

Dicintai, di banggakan, dan dipatuhi oleh puluhan pelayan mansion nya dan 17.000 kepala keluarga yang berada dipundaknya, mengabdi dan bekerja dibawah naungan nama besar BB Grub.

Dia adalah milyarder muda jenius yang hanya akan membuat mu ternganga akan segala kesempurnaan duniawi nya.

Oh, tampaknya satu fakta spesial telah terlewatkan dari daftar diatas, mohon dimaafkan.

Tuan Muda Byun Baekhyun kita, adalah penyandang Tuna Netra.

.

.

Baekhyun terlihat masih memandang pada langit- langit kamarnya. Sejujurnya, Baekhyun bahkan tak tahu dia sedang memandangi apa. Dirinya hanya merasa gelisah. Sudah bertahun- tahun hal ini terjadi.

Baekhyun sepertinya mulai merasakan sebuah ketakutan berlebihan, sehingga Tuan Muda kita mulai mencurigai ini adalah phobia.

Dirinya takut gelap.

Sungguh lucu mengatakan itu meskipun hanya didalam hati, bila kenyataannya yang dapat Baekhyun lihat hanyalah gelap.

Mungkin itu adalah interprestasi dari kebenciannya akan kecacatan dirinya. Terlalu muak untuk melihat gelap pada saat matanya terbuka maupun tertutup, sepanjang dia bisa mengingat dalam hidupnya ini. Sehingga lama- lama hal itu menjadi sebuah kegelisahan yang beralasan dan tak beralasan di saat yang sama.

Parahnya kegelisahan ini menimbulkan penyakit lain yang tak kalah menyebalkannya. Tuan Muda Byun kita menderita Insomnia, yang cukup parah.

Baekhyun mengigit bibirnya kesal. Baekhyun tak ingin menghancurkan otak jeniusnya dengan mulai mengonsumsi obat tidur.

Terlalu berbahaya.

Bila kau adalah milyarder dengan uang tak terhitung, kau memiliki dua musuh didunia ini. Orang yang ingin harta mu dengan menjilat dirimu, dan... Orang yang ingin harta mu dengan menggorok leher mu.

Kemungkinan seseorang dapat menukar obat Baekhyun dengan racun adalah skenario termasuk akal yang siapapun pasti dapat memikirkannya. Sehingga Baekhyun, seumur hidupnya berusaha untuk tak sakit dan tak meminum obat apapun.

Jadi Baekhyun, dengan tragisnya harus merasakan malam- malam panjang hampir tak tidur ditemani gelap, dan detik jam, dan selimut, dan juga gelap.

Oh maaf, apakah kata gelap terucap dua kali tadi?. Maklumi saja, Baekhyun hanya terlalu kesal dengan kata itu.

.

.

Baekhyun berbalik ke kanan. Tidur miring lalu memeluk salah satu bantal untuk menjadi gulingnya. Dirinya tak menangis dan tak akan menangis. Haruslah kuat bila kau adalah seorang Byun, karena begitulah caranya Baekhyun hidup, dengan berdiri pada kakinya sendiri meski gelap menyelimuti.

Hidup tetaplah Hidup.

Dengan kecelakaan 19 tahun lalu bukan berarti jam dinding di rumah akan berhenti berdetak ataupun setidaknya melambat. Waktu tak akan perduli seberapapun beratnya penderitaan kita, Jam dinding berfungsi tetap dan terus berputar ke arah kanan dengan kekejaman setajam ujung jarum nya.

Namun dirinya yang jenius tak akan kalah hanya karena ini.

Dia hanyalah buta, bukan idiot.

Baekhyun bergumam pada dirinya sendiri dengan suara yang amat rendah, "Ayolah... gunakan otakmu sekarang untuk mencari solusi, bukan berkabung dalam ilusi."

Tik

Tok

Tik

Tok

Tik

Tok

Sungguh suara yang menyiksa. Ingatkan Baekhyun untuk menyuruh salah satu pelayan melepaskan jam dinding analog sialan itu dari dindingnya nanti.

Sesungguhnya Baekhyun telah memiliki sebuah ide yang harap nya akan berhasil. Namun ternyata merealisasikan ide tersebut tak sesederhana kedengarannya. Sulit untuk menemukan seseorang yang pas.

Sebuah Dongeng.

Baekhyun memerlukannya.

Dari para pelayan senior, telah diketahui, pada saat dirinya masih bayi. Choi Sulli, sang Ibu, selalu membacakannya dongeng sebelum tidur. Tak perduli saat itu Baekhyun terlalu muda untuk mengerti apa yang diceritakan, Sulli tetap melakukan itu. Ada yang mengatakan karena Sulli adalah seorang kutu buku yang selalu membaca buku diwaktu kapanpun dia bisa. Sebenarnya hal itu diperkuat dengan perpustakaan pribadi yang terdapat dalam mansion ini. Sungguh luas dan di isi dengan koleksi buku yang jumlahnya setara dengan perpustakaan kota.

Baekhyun menyukai itu. Menyukai fakta bahwa ibunya terlalu tak sabar untuk dapat membaca bersama Baekhyun hingga membuat wanita itu mendongeng kepada seorang bayi yang bahkan tak mengerti satu patah katapun.

Membuat Baekhyun merasa pasti ada ruang di otaknya yang pernah di isi dengan suara lembut ibunya yang tengah membacakan cerita- cerita yang menarik.

Lagipula, mungkin dengan sambil mendengarkan dongeng, malam demi malam Baekhyun tak lagi menakutkan. Dia tak akan lagi terjaga karena kegelisahan tentang berada di tengah gelap yang berselimut gelap.

Dan Baekhyun melakukannya!

Dia mulai mengaudisi para pelayan- palayan nya sendiri di mansion megah ini. Satu persatu dan tak terlewat satupun.

Dan nihil

Tak ada satupun orang yang berhasil membuatnya jatuh tertidur. Bahkan Xiumin sang tangan kanan terpercayanya pun gagal. Lalu sore kemarin Sepupu perempuan dari Xiumin juga gagal. Hanya membuat Baekhyun menguap karena otaknya merasa kelelahan, namun masih gelisah untuk dapat jatuh tertidur.

Suara mereka, gagal untuk menenangkan jiwa Byun Baekhyun.

Padahal Baekhyun menjanjikan APAPUN. Dirinya akan mengabulkan apapun permintaan sang pemenang dari audisi dongeng untuk Tuan Muda Byun Baekhyun ini. Baekhyun tak akan segan untuk membelikan pesawat sekalipun, karena apalah artinya uang bila kau bahkan tak dapat membeli tidur yang berkualitas untuk dirimu sendiri.

.

.

Baekhyun berbalik tidur menghadap ke kiri.

"Aku harus mendapatkannya... aku yakin, inilah satu- satunya cara yang akan berhasil membuatku tidur tanpa memulai sesi terapi ke psikiater." Seperti kebiasaan orang jenius lainnya, Tuan Muda Byun kita sering berbicara sendiri, jadi harap dimaklumi saja.

"Ada orang di luar?" Baekhyun berseru cukup keras.

Dalam waktu tepat setelah Baekhyun bertanya, suara lembut menyahut, "Saya disini Tuan Muda." , oh... malam ini yang berjaga didepan kamarnya adalah wanita.

"Masuklah.." Pintanya.

Dengan patuh pelayan berseragam maid yang manis itu masuk. Mendengar pintu tertutup Baekhyun pun bangkit duduk diatas ranjangnya. Didepan pintu, si pelayan berusaha untuk tetap awas dan melihat dengan baik di tengah ruangan bercahaya minim dengan hanya diterangi cahaya bulan yang mengintip disela- sela gorden.

"Siapa nama anda?" Baekhyun bertanya, itu adalah hal wajib yang harus dilakukan para pelayan, menyebutkan nama mereka, karena tak mungkin Tuan Muda Byun langsung mengenali mereka dengan kenyataan sang Tuan Muda tak dapat melihat.

"Marga Do dengan nama Kyungsoon, Tuan Muda. Tuan, bisakah anda tidak terlalu formal kepada saya." Jawab suara itu menyahut.

Baekhyun mengingatnya, jangan lupakan bahwa Baekhyun memiliki otak jenius. Tentu menghapal setiap nama pelayan adalah hal yang mudah baginya.

Dia adalah Do Kyungsoon, adik dari Idol termuda di Agensinya si Do Kyungsoo, dan Anak dari Tuan Do si kepala koki di mansion ini. Seringnya memang begitu, para pelayan di Mansion Byun akan mengabdi selama beberapa keturunan dan terhubung- hubung dalam ikatan darah, yang tentunya Baekhyun sendiri tak memaksakan mereka. Itu keinginan mereka sendiri untuk mengabdikan diri di Mansion ini.

"Baiklah. Malam Kyungsoonie, keberatan bila kau menemaniku jalan- jalan di taman belakang?" Tanya Baekhyun dengan suara yang sungguh ramah. Betapa baiknya Tuan Muda Byun kita, dia bahkan menanyakan hal yang sudah pasti jawabannya itu dengan pertanyaan yang sungguh sopan.

"Sebuah kehormatan untuk dapat menemani anda Tuan Muda." Jawab Kyungsoon dengan wajah merona. Jangan salahkan dia, semua gadis akan merona bila di ajak pria serupawan Baekhyun berjalan- jalan di tengah malam begini.

Meski Kyungsoon telah mensugestikan dirinya sendiri untuk tak memikirkan apapun. Tetap saja dirinya adalah seorang wanita yang mudah tersentuh.

"Bisakah kau ambilkan aku cardigan?" Baekhyun sepertinya memang terbiasa memberikan perintah dengan pertanyaan yang sopan.

Setelah menjawab Iya dengan cepat. Kyungsoon pun setengah berlari menuju walking closet dikamar sang Tuan muda, dan mengambil salah satu cardigan yang nyaman dan hangat. Lalu kembali dengan secepat yang dia bisa menuju sang tuan muda.

Baekhyun telah berdiri disamping tempat tidurnya lengkap dengan memakai sandal rumahnya, mendengar langkah sang pelayan yang mendekat. Baekhyun merentangkan tangannya. Kyungsoon yang paham, langsung memakaikan cardigan tadi pada Baekhyun. Malam ini Baekhyun memakai kaos longgar putih dengan celana training abu- abu, ditambah dengan cardigan hitam yang Kyungsoon pasangkan, Baekhyun sungguh terlihat santai dan polos. Jauh dari kesan mewah dan rapi yang selalu tampak dari tuxedo yang Baekhyun pakai pada siang harinya.

Setelah segalanya selesai. Baekhyun kembali bertanya dengan sopan, "Aku tahu ini tak sopan, tapi bisakah kau merangkul tanganku, dan mulai menuntun jalan. Bila kau merasa tak nyaman karena bersentuhan denganku, kau bisa memanggilkan pelayan pria."

Kyungsoon melebarkan mata bulatnya yang memang sudah seperti burung hantu, oh yang benar saja... tak akan dia berikan kesempatan ini pada orang lain. Kapan lagi dia dapat menghabiskan waktu berdua dengan junjungannya.

"S-Saya tak keberatan Tuan Muda." Jawab Kyungsoon gugup.

Baekhyun tersenyum sedikit, sedikit tersanjung dengan kesediaan gadis itu. "Kalau begitu, ayo.." Baekhyun memberikan tangannya, yang dibalasi Kyungsoon dengan rangkulan pada siku Baekhyun.

Gadis itu tersenyum cerah.

.

.

Keduanya berjalan pelan di taman bunga yang luas, mengitari kolam renang yang berada ditengah- tengah taman. Kyungsoon tak dapat lebih bahagia lagi daripada sekarang, dia tengah berjalan bergandeng tangan bersama pujaan hatinya, Tuan Mudanya, seseorang yang dikagumi dan dicintai semua orang di Mansion ini.

"Bagaimana kabar Oppamu Kyungsoonie?" Baekhyun memulai percakapan.

"Oppa baik- baik saja Tuan Muda. Dan dia tengah sibuk untuk mempersiapkan comeback album barunya nanti." Jawab Kyungsoo.

"Oh aku ingat, ya.. ya.. benar, kemarin Tuan Kim Jongdae membicarakan album baru Kyungsoo padaku. Menyenangkan mempunyai Oppa seorang Idol, Kyungsoon?" Tanya Baekhyun lagi, suasana diantara keduanya mulai mencair dan santai.

"Lebih menyenangkan mempunyai Majikan seperti anda Tuan Muda." jawab Kyungsoon yang pastinya hanya dalam hatinya.

"Jujur saja, saya tak terlalu menyukainya Tuan Muda, karena Oppa menjadi kurang tidur ditengah jadwal padatnya, dan kurang mempunyai waktu untuk bersama saya lagi. Tapi saya dapat menerima itu, karena terakhir kali saya mengunjunginya, dia tampak sangat bahagia. Menjadi Idol adalah impiannya sejak kecil." Baekhyun mendengarkan itu dengan sabar.

"Kau sungguh menyayangi Oppamu, Humm... sungguh menyenangkan memiliki adik perempuan." Komentar Baekhyun yang dibalasi dengan kekehan oleh Kyungsoon.

"Jangan begitu Tuan Muda. Seluruh pelayan di Mansion ini menyayangi anda." Terang Kyungsoon.

"Ya, aku tahu, dan aku sudah tak tahu lagi apa yang harus kuberikan pada kalian sebagai ucapan terima kasih atas segala kerja keras kalian dan pengabdian kalian padaku." Ujar Baekhyun.

"Tuan Muda, keinginan kamilah untuk mengabdikan diri padamu. Banyak dari kami dulunya pengemis di jalanan, gelandangan yang tak punya rumah, putus sekolah, yatim piatu, sakit keras dan tak memiliki uang untuk berobat, pengangguran yang ingin bunuh diri, berada di panti asuhan BB Grub, dan masih banyak lagi Tuan Muda. Anda menyelamatkan hidup kami. Dengan menerima kami, memberikan harapan pada kami, memberikan kami tempat bernaung, makanan, dan bahkan anda memberi kami gaji. Kami telah menerima lebih banyak daripada yang kami berikan pada anda Tuan Muda. Izinkan saya terus mengabdi pada anda."

Baekhyun terdiam, jujur saja... terlalu banyak kasih sayang sekarang. Hatinya terasa penuh.

"Terima Kasih akan semua ucapanmu yang enak didengar Kyungsoonie." Ucap Baekhyun, dan dijawab Sama- sama oleh Kyungsoon.

"Lalu, kau adalah anak Tuan Do, adik dari Kyungsoo, aku telah membiayai sekolahmu. Aku tebak, kau baru lulus tahun ajaran kemarin. Apa yang membuatmu memutuskan untuk bekerja di Mansion ini?. Padahal aku bisa membiayai kuliahmu kalau kau mau." Baekhyun bertanya.

Sontak wajah Kyungsoon memerah.

"Itu... em..." seorang gadis tengah salah tingkah sekarang.

"Bila terlalu berat, tak apa, tak usah dijawab." Kata Baekhyun santai.

"Tidak Tuan Muda, saya akan menjawabnya. Ini tak berat hanya saja saya sedikit malu mengungkapkan nya."

Kyungsoon menarik napas, bersiap memulai ceritanya.

"Saat itu saya baru berusia 5 tahun. Seperti gadis kecil lainnya saya masih menyukai cerita Princess Disney dan segala dongengnya pada saat itu. Hari itu adalah pertama kalinya saya ikut ke tempat Appa bekerja. Mansion ini sungguh mempesona saya. Bagaimana luasnya, megahnya, para pelayannya, dan banyaknya ruangannya. Mulai saat itu, saya langsung berpikir pasti sungguh menakjubkan untuk tinggal di Mansion ini, mengabdikan diri, melayani pemilik Mansion ini dengan sepenuh hati telah menjadi impian hidup saya sejak saat itu. Oh tidak.. lebih tepatnya ini adalah HIDUP saya. Rasanya seperti berada di dongeng, berada dalam mimpi, saya merasa... spesial."

Untuk pertama kalinya di kebersamaan mereka malam itu. Baekhyun tersenyum cerah. Dengan mata menyipit lucu dan gigi kecil- kecilnya yang terlihat.

Kata- kata tadi sungguh indah.

Gadis ini adalah salah satu pemilik hati paling polos yang Baekhyun kenal.

Sayangnya, suaranya tetap tak membuat Baekhyun mengantuk saat membacakan cerita. Yap.. tentunya Kyungsoon pun telah Baekhyun audisi bersama para pelayan lainnya. Andai saja gadis ini lolos, Baekhyun akan menghadiahkan apapun keinginannya.

Oho, Baekhyun melupakan sesuatu, tadi gadis ini mengatakan bahwa keinginan terbesarnya adalah mengabdi dan tinggal di mansion ini. Jadi Baekhyun tak memiliki hal lain yang dapat dijanjikan pada gadis ini. Sebab impian gadis ini telah terwujud.

Hati Baekhyun menjadi hangat.

"Maafkan Tuan mu ini ya Kyungsoonie. Karena terlalu sibuk menjadi kaya serta menimbun banyak uangnya. Aku menjadi lupa pada kalian. Seharusnya aku lebih sering menghabiskan waktu bersama kalian. Saling bertukar pikiran dan mendengarkan keluhan dan masalah kalian. Aku Tuan Rumah yang masih banyak kekurangan." Ujar Baekhyun.

Mata Kyungsoon menjadi berkaca- kaca.

Dengan puji- pujian tersuci yang Kyungsoon berikan pada Tuhan. Bagaimana bisa semua pelayan di Mansion Byun mendapat keberuntungan untuk memiliki majikan sebaik ini. Mereka semua hidup bergantung pada pundak kecil Byun Baekhyun. Mereka tak mengharapkan apapun lagi selain dapat terus hidup bahagia disini.

Dan junjungan nya ini masih saja memikirkan kesejahteraan hati mereka. Mengatakan bahwa dirinya sendiri hanyalah majikan yang selalu mengumpulkan uang untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan para pekerjanya.

"Maafkan saya, tapi... ITU SALAH TUAN MUDA!." Baekhyun tersentak saat Kyungsoon menaikan nada bicaranya.

"Anda bekerja untuk kami semua. Kami tak masalah dengan bagaimana anda menjadi sibuk dan tak mengacuhkan kami, juga kurang menghabiskan waktu bersama kami. Kami semua tahu, hal itu terjadi karena anda memikirkan kami. Memikirkan seluruh pekerja anda. Memikirkan seluruh anak dan istri dari pekerja anda. Kami semua menggantungkan hidup kami pada anda. Dan bila saya diperbolehkan untuk lebih lancang lagi, saya akan mengatakan justru dengan tumpukan uang anda lah kita semua menjadi hidup sejahtera disini. Apa yang anda lakukan untuk kami semua sudah lebih dari cukup Tuan Muda. Saya mohon jangan merendahkan diri anda." Nada bicara Kyungsoon sungguh berapi- api dan tegas.

Baekhyun berhenti berjalan, diikuti oleh Kyungsoon.

Baekhyun pun menghadap kepada Kyungsoon meski dirinya tak dapat melihat gadis itu. Setidaknya siluet gadis itu terlihat sedikit oleh matanya yang payah. Baekhyun pun meraba bahu Kyungsoon, tak berselang sedetik tangan Baekhyun telah mendarat di atas kepala gadis itu. Mengacak rambut gadis itu dengan gemas.

"Kyungsoonie, kau ini ternyata, adalah orangnya Mansion Byun luar dalam ya." Baekhyun sedikit terkekeh saat mengucapkan itu.

Dalam hati Kyungsoon bersyukur Baekhyun tak dapat melihatnya. Karena wajah gadis itu telah merona parah. Wajahnya terlihat merah padam di bawah sinar bulan dan lampu temaram taman belakang ini.

"Ayo, kita kembali ke dalam. Maafkan aku, kau pasti kedinginan. Dan jam berapa waktu shift mu habis?" Baekhyun meraih tangan Kyungsoon dengan sedikit rabaan canggung mencari letak tangan gadis itu berada.

"Tak perlu minta maaf Tuan Muda. Waktu shift saya akan berakhir pada jam dua malam Tuan Muda." Kyungsoon menjawab.

"Ayo, sebentar lagi shift mu berakhir dan kau bisa beristirahat." Ujar Baekhyun. Kyungsoon pun menuntun arah berjalan keduanya, untuk kembali kedalam mansion.

Keduanya melewati bunga- bunga koleksi taman ini sambil bergandengan tangan.

.

.

Keesokan paginya.

Mansion ini terlihat cerah dan megah. Semuanya tampak sibuk melakukan pekerjaan dan tugas masing- masing. Ditengah suasana pagi yang sibuk namun damai, terlihat Xiumin berjalan dengan langkah cepat- cepat. Menghindari seseorang yang terus mengikutinya sedari tadi.

"Oppa!! Berhenti disitu!."

Oh No

Xiumin mengucapkan sumpah serapah dalam hati kemudian mulai berlari. Sementara dibelakangnya, gadis mungil berambut coklat yang tadi berseru kepada Xiumin membulatkan matanya, kemudian ikut berlari mengejar Xiumin.

"Ayolah Oppa... kabulkan keinginanku untuk kali ini saja!!" Teriaknya seraya berlari.

Keduanya terus melakukan aksi kejar- kejaran melewati koridor, ruang- ruang , dan lantai- lantai, yang ada di mansion ini. Menjadi tontonan pagi hari yang menarik untuk para pekerja lainnya.

"Hahh... hahh... hahhh..." Xiumin membungkuk sambil bertumpu pada lututnya. Napasnya memburu karena terlalu banyak berlari. Terkutuklah tubuhnya yang mempunyai stamina yang payah sebab jarang berolahraga ini.

"DAPAT KAU!!!"

Sialan.

Percuma saja dia terus melarikan diri sedari tadi, bila akhirnya tertangkap juga.

"Haishh.. jangan kabur dariku. Aku hanya ingin kau mengabulkan keinginanku tadi pagi!" Itu adalah teriakan melengking dari suara khas kekanakan milik Shin Jimin, adik sepupu Xiumin.

Xiumin menghela nafas, "Jimin, aku tak yakin Tuan Muda akan mau menerima ini, dan Tuan Muda terlalu sibuk akhir- akhir ini." Xiumin menjawab dengan jengkel.

"Itukan menurutmu!, jangan bertingkah seakan- akan kaulah yang paling mengerti tentang Tuan Muda. Jika dia bertemu dengan Chanyeol Oppa, aku berani bertaruh seluruh rambutku, bahwa Chanyeol oppa akan lolos audisi dari Tuan Muda Byun!." Teriak Jimin dengan kasar.

Xiumin sesungguhnya sangat terkejut akan perilaku Jimin sekarang. Seumur- umur gadis Shin ini adalah gadis yang manis dan penurut. Selalu berbicara dengan nada yang menyenangkan walau cerewet. Namun semenjak pulang kerumah malam kemarin, sikap Jimin menjadi berbeda. Dia terlihat sungguh tegas, kaku, dan mempunyai sebuah rencana yang sangat diinginkannya untuk terwujud.

Hingga sarapan tadi akhirnya gadis ini menceritakan tentang pertemuan tak sengajanya bersama musisi jalanan bernama Park Chanyeol. Sedikit menyentuh hati, namun Xiumin curiga akan pria entah darimana itu hanyalah penipu yang memanfaatkan kepolosan adiknya.

"Pokoknya tidak." Ujar Xiumin tegas.

"Sadar dirilah, kau hanya ketakutan bila ada orang lain yang lolos dalam audisi itu karena dirimu merasa kalah. Sebab kau pun gagal melakukannya!." Xiumin kembali membelalakan matanya, lancang sekali adiknya ini berkata seperti itu kepadanya. Kakaknya, Xiumin yang telah menjadi pengganti Ayah bagi Jimin dan menanggung hidup gadis itu dan Ibunya. Selama bertahun- tahun ini. Menjadi tulang punggung keluarga mereka.

"Apa yang kau bilang tadi?!" Suara Xiumin meninggi.

"Ekhm.." Sebuah deheman mengintrupsi kemurkaan Xiumin.

Keduanya sontak menoleh ke asal suara.

Tampaklah Tuan Muda Byun Baekhyun. Dengan setelan tuxedo hitamnya yang rapi, berdasi kupu- kupu yang manis. Serta rambutnya ditata dengan sedemikian sempurna. Tak ketinggalan makeup mata yang selalu diaplikasikan pada Baekhyun atas request Baekhyun sendiri kepada stylistnya. Baekhyun terlihat sungguh rupawan.

Like a little Prince.

"Hebatnya kalian, membuat saya meraba dinding untuk sampai disini, padahal kalian tahu kepala saya pusing sekali. Namun tetap mengikuti suara langkah dan teriakan kalian."

"Jika kalian berdua tak keberatan, ceritakanlah pada saya apa masalahnya, sehingga sister- brother goals dari Mansion Byun ini menjadi bersitegang?" Ucapan Baekhyun membuat kedua saudara sepupu itu malu.

Keduanya dengan kompak menggandeng tangan Baekhyun, lalu berjalan bersamaan menuju ruang santai yang berada dilantai tiga ini. Lantai paling atas dari mansion. Oh.. mengingat itu membuat kedua saudara sepupu ini memikirkan hal yang sama.

"Apakah kami sudah membuat Tuan Muda Byun melewati tangga demi tangga sendirian hingga sampai ke sini. Tuan Muda bahkan meraba dinding sampai kesini untuk kami berdua. Padahal Tuan Muda Byun sedang tak enak badan sekarang." Pikir keduanya, diikuti rasa sesal dan malu yang datang bagai siraman air bah ke dada keduanya.

"Maafkan kami Tuan Muda." Ujar keduanya bersamaan.

Setelah sampai di ruang santai, keduanya mengantar Baekhyun sampai duduk di sofa tunggal di tengah ruangan. Lalu keduanya duduk disofa lain dihadapan Baekhyun.

"Ada yang bersedia bercerita?" Baekhyun membuka percakapan.

Sebelum Xiumin dapat menyela. Jimin dengan cepat langsung menceritakan segalanya. Tentang pertemuannya bersama pemuda berbakat bernama Park Chanyeol. Bagaimana tampannya pemuda itu, bagaimana mempesonanya, bagaimana kerasnya hidup yang dijalani selama dua tahun ini, bagaimana kesulitan ekonomi yang sekarang Chanyeol tanggung dan telah diceritakannya kepada Jimin, dan bagaimana mimpi dan bakat pemuda itu.

Jimin bercerita dengan semangat yang membara. Entah ini hanya imajinasinya atau Xiumin memang melihat api yang menyala- nyala disekeliling tubuh adik sepupunya itu. Xiumin pun menggelengkan kepala cukup kuat beberapa kali, seharusnya dia mulai berhenti menonton anime.

Disisi lain, Baekhyun mendengarkan semua patah kata yang Jimin ucapkan dengan seksama. Tak menyela sedikitpun dan berusaha memahami segalanya. Memikirkannya, mempertimbangkannya, dan mulai memilih keputusan yang mana yang dianggapnya paling tepat.

"Nona Jimin, anda tahu kenapa audisi membaca ini saya buat?" Tanya Baekhyun kepada Jimin dengan tenang.

Sontak Jimin menggeleng, lalu berkata, "Tidak Tuan Muda."

"Jadi karena anda tidak tahu, otomatis pria tersebut juga tak tahu. Apa saja hadiah yang akan diterimanya bila dia lolos audisi?. Dia juga tak tahu apa saja tanggung jawab yang harus dilakukannya bila dia lolos. Hummm..." Baekhyun mulai berpikir.

"Saya tarik garis besarnya, pria itu mengira, siapapun yang lolos audisi membaca ini maka akan debut dibawah naungan BB Ent. Sebab dengan kebetulannya itulah impian milik Nona Jimin saat mengikuti audisi kemarin." Xiumin dan Jimin yang paham pun hanya terdiam, keduanya tahu, Tuan Muda Byun hanya sedang berbicara kepada dirinya sendiri. Itu adalah kebiasaannya saat sedang memikirkan dan memilih keputusan.

"Baiklah, saya setuju untuk memberinya kesempatan." Keputusan final Baekhyun.

"Benarkah?!! / Benarkah!" Seru Jimin dan Xiumin bersamaan. Bila seruan Jimin adalah seruan semangat, maka sebaliknya Xiumin justru berseru dengan kecewa.

"Sekretaris Kim, bisakah anda buat jadwal saya hari ini menjadi berakhir di jam 4 sore?" Tanya Baekhyun pada pria satunya, Baekhyun lebih memilih untuk mengabaikan seruan kecewa Xiumin. Karena dirinya percaya saat pria itu sudah tenang, Xiumin akan setuju bahwa keputusannya ini adalah tepat.

Sejujurnya Xiumin hanya mengkhawatirkan Tuan Byun nya ini. Dirinya adalah salah satu orang yang tahu apa tujuan dari Baekhyun membuka sebuah audisi ini. Jadi, dirinya juga tahu apa yang akan terjadi kepada peserta yang lolos. Selain pastinya Tuan Byun akan memberikan hadiah penghargaan yang besar. Orang yang lolos audisi itu juga akan menjadi pembaca cerita yang akan terus berada disamping Baekhyun setiap malam. Terlalu beresiko mempercayakan tanggung jawab itu pada orang yang baru saja dikenal.

Tapi mau bagaimana lagi, keputusan Baekhyun sudah bulat.

"Tentu bisa Tuan Muda." Jawab Xiumin mantap kepada Baekhyun.

"Bawa Tuan Park Chanyeol itu kesini sore nanti ya Nona Jimin. Audisinya dimulai jam 4 sore, saya tunggu." Baekhyun beralih kepada Jimin lagi.

"Ya! Ya! Ya! Terima kasih Tuan Muda!!" Jawab Jimin semangat.

"Nah.. pertemuan kita telah selesai. Jika kalian bersedia, bisakah menolong untuk mengantarkan saya kembali ke kantor saya di lantai 1?" Pintanya, dan disanggupi kedua orang didepannya dengan sangat.

Setelah mengantarkan Tuan Byun menuju ruangan kantornya yang berada di Mansion ini. Setelah meninggalkan Tuan Muda Byun bersama Xiumin di kantor tersebut dan sudah ditebak keduanya akan membahas hal- hal berbau bisnis yang hanya akan membuat kepala Jimin pusing. Jimin pun bertolak diri dari ruangan kantor itu. Menutup pintu dengan pelan lalu berbalik pergi menuju ruangan yang lain. Agak jauh dari Kantor Tuan Muda Byun.

Detik selanjutnya gadis Shin itu melompat- lompat kegirangan. Lalu tanpa menunggu apa- apa lagi. Segera saja mengambil ponsel nya dari rok pilin sekolahnya. Tak sia- sia Jimin membolos sekolah hari ini.

Sudah ditebak siapa yang akan diteleponnya kan?

Di ujung sana, Chanyeol yang telah mengantarkan susu kotak dipagi hari menghentikan sepedanya saat ponselnya mengeluarkan suara berisik.

"Hallo.." ujarnya.

"OPPA!!" Refleks pemuda itu menjauhkan ponsel dari telinganya.

"Hey bocah!, teriakanmu membuat telingaku sakit." Protes Chanyeol.

"Ehehehehe.. Ups I'm Sorry. Aku terlalu bersemangat." Ujar Jimin. Diujung sana Chanyeol hanya dapat menggelengkan kepala maklum.

"Begini Oppa! , kau harus mengosongkan waktumu jam 4 sore nanti."

"Ada apa memangnya?" Chanyeol bertanya sambil menguap pelan, dirinya sudah mengantarkan susu dari subuh tadi. Wajar saja dirinya lelah.

"Jangan pingsan ya setelah mendengar ini. Kau akan audisi didepan Tuan Byun!"

"Oooo begitu. Eh.. HAH?!." Otak Chanyeol mendadak menjadi lambat.

"Aku tak perlu kata Hah, aku perlu kata Ho'oh. Katakan itu, saat aku bertanya bisakah Oppa nanti aku jemput jam 4?

Chanyeol terdiam sebentar, lalu menjawab.

"Ho'oh, pastinya."

.

.

TBC

AN :

Hello My Sugar~~

Semoga chap 2 ini tak mengecewakan kalian ya Sugar. Jujur saja, ku amat sangat menyukai menulis tentang Baekhyun, sampe kebablasan kekeke. Jika Chapter 1 kemarin terfokus kepada Karakter Chanyeol maka Chapter ini ku ingin fokus pada karakter Baekhyun. Ku ingin kalian kenal karakter ChanBaek versi FF aku ini ya sugar. Oh ya, hanya karena disini Baekhyun sungguh dewasa daripada umurnya dan super kaya bukan berarti posisi dia berubah jadi 'di atas' ya, sorry not sorry, but... Baekkie still bottom for Yeolie. Ehehe.. gue pervert.

Lalu masalah penampilan Chanbaek.

Kalian tau style Chanyeol era Growl dan EXO Showtime atau pakaian dia sekarang setiap dibandara ataupun jalan- jalan diluar negeri kan?. Begitulah penampilan Chanyeol. Rambut dia seperti Era MonsterLucky One. Dan fisik dia seperti Era Sekarang, berotot dan punya beberapa tato.

Lalu kalian tau gimana cantik-tampannya Baekhyun saat pake tuxedo berdasi kupu-kupu dan penampilan sejenis itu saat tampil di acara award/penghargaan kan?. Begitulah penampilan Baekhyun. Fisik Baekhyun persis seperti era debut. Saat Baekhyun asli emang baru 20-21 an juga. Dengan rambut hitam.

Maafkan aku karena moment ChanBaek masih belum ada saja di FF ini, ku berjanji di Chapter selanjutnya hal itu akan terwujud.

Ku selesai ngetik Chap ini di tanggal 7 Mei 2019. Tepat ditanggal panggilan wajib militernya Uminnie. You all have no idea gimana aku selalu berhenti ngetik untuk sekedar menghela nafas setiap ku mengetik nama dia di FF ini. We Will Wait For Him, itu MUTLAK DAN TAK TERBANTAHKAN!. Ok thanks.

Very Very Very Special Thanks To :

lisaaeri dan jungkkhope

Dan terima kasih juga kepada semua yang udah ngasih Favorite dan Follow cerita ini

Love Sign di gigit untuk kalian semua. LETS LOVE ERI!! /Bow