Tittle : Read My Music

Author : GoodMornaing

Cast : Park Chanyeol EXO and Byun Baekhyun EXO

Other Cast : Kim Minseok EXO, Kim Jongdae EXO, Do Kyungsoo EXO, Shin Jimin AOA, etc

Genre : Romance , Drama , and BxB

Rated : T - M

Summary :

Baekhyun berkata, "Segalanya gelap bagiku." Mendengar hal itu hanya membuat Chanyeol tertawa, "Itu karena kau terlalu bersinar Baek." Baekhyun pun tersenyum mendengarnya, lalu berkata, "Aku suka mendengar tawa mu, namun ku lebih menginginkan untuk dapat melihatnya."

.

.

Happy Reading

Chapter 5 : Spend 2 Hours With You

.

.

.

Musim Semi, 2011

Xiumin melangkahkan kakinya dengan tergesa menuju Mansion Byun didepannya. Merutuki jadwal yang memang sudah ibaratkannya lebih padat daripada member boyband terkenal. Jadi, walaupun sudah mewanti- wanti dari awal untuk semua jadwal hari ini berakhir jam 3, tetappp.. saja ada halangannya. Entah itu rapat mendadak, mengurus demo pegawai yang minta naik gaji, ataupun dirinya yang terjebak di dalam lift, ada- ada saja.

Tapi tetap saja Xiumin merasa bersalah dengan amat sangat karena terlambat.

Ucapan Tuan Muda Byun nya pagi tadi sungguh jelas, yaitu "Agar seluruh jadwal Tuan Byun di akhiri pada jam 4 sore." Namun dirinya tak dapat menyanggupi itu. Sebab terjebak didalam lift yang bagaimana bisa mogok tepat disaat dirinya tengah berada didalam.

Lihat, tibalah Xiumin di Mansion Byun pada jam 18.00 KST. Jam 6 Sore, Xiumin rasanya ingin membenturkan kepala sebab terus membayangkan betapa kecewanya Tuan Byun harus menunggu Xiumin di kantornya, dan melewati waktu janji temu lewat dari 3 jam.

Jika ada yang belum mengerti juga.

Beginilah jadwal sehari- hari Xiumin. Dirinya akan ke Mansion Byun setiap pagi buta untuk melaporkan apa saja jadwal- jadwal yang sebenarnya harus dihadiri Baekhyun namun digantikan olehnya. Sekaligus mengambil beberapa dokumen yang telah Baekhyun tanda tangani dan setujui.

Lalu, biasanya Xiumin akan kembali ke Mansion Byun pada jam 6 sore, untuk melaporkan kembali apa saja yang terjadi pada hari itu, menyerahkan dokumen- dokumen baru yang harus Baekhyun tanda tangani lagi, lalu memberikan rekorder baru untuk Baekhyun yang isinya persis sesuai dengan isi laporan dari dokumen tadi.

Nah, biasanya laporan harian dan penyerahan dokumen berlangsung selama satu jam. Jadi, jika Xiumin datang pada jam 6 sore, maka jadwal keduanya, baik Baekhyun maupun Xiumin, akan berakhir pada pukul 7 malam, satu jam setelah itu.

Sehingga, bila kita flashback ucapan Tuan Muda Byun pagi tadi kepada Xiumin, yang mengatakan,

"Bisakah anda atur seluruh jadwal saya hari ini berakhir pada jam 4 sore."

Hal yang sudah disanggupinya itu membuat Xiumin harusnya berada di Mansion pukul 3 Sore tadi, sehingga jadwal keduanya berakhir pada jam 4 Sore. Andaikan Xiumin tepat waktu, dirinya akan memberikan laporan harian, lalu mereka berdua akan mengaudisi Si Park Chanyeol, teman dari adik sepupu Xiumin sendiri, Shin Jimin.

Janganlah kalian salahkan Baekhyun sebagai atasan, yang seolah- olah tak mengerti kesibukan dari pegawainya sendiri.

Korea Selatan sudah mengatur bahwa batas jam kerja kantor adalah 18 Jam sehari (Sudah termasuk lembur). Tak boleh melebihi itu.

Xiumin biasanya berangkat ke kantor untuk bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore. Dengan istirahat makan siang selama 2 jam. Yang bila kita kalkulasikan, waktu bersih Xiumin bekerja adalah 8 jam sehari.

Lihatlah, kurang dari setengah waktu maksimal seorang pegawai bekerja. Tuan Byun adalah atasan yang baik, dirinya tak ingin para pekerjanya terlalu banyak lembur. Bagi Tuan Muda Byun, masalah pekerjaan bisa menunggu nanti. Tapi masalah kebersamaan keluarga dan hak tubuh untuk istirahat lebih penting daripada segalanya.

Tuan Muda Byun pernah mengatakan pada Xiumin, jika tak ingin pekerjaan mereka jadi tertunda, maka selesaikanlah secepat mungkin. Membuat mereka semua menjadi disiplin waktu dan dapat mengatur pekerjaan mereka sehingga selesai tepat pada waktunya. Tanpa kata lembur atau apapun itu.

Sekali lagi kita sebutkan, betapa beruntungnya para pekerja, maid, dan pegawai yang berada dibawah naungan pemimpin yang arif lagi bijaksana.

Sesungguhnya Xiumin sanggup saja untuk memenuhi waktu tersebut andaikan dirinya tak terjebak selama satu jam lebih di dalam lift. Sungguh hari yang melelahkan.

.

.

.

Xiumin memasuki pintu utama Mansion yang dibukakan oleh kedua Maid yang bertugas menjaga pintu saat itu. Xiumin bahkan tak menyapa mereka seperti biasanya, hanya menundukkan kepala singkat. Pria manis berwajah kucing ini sedang terlalu terburu- buru.

Xiumin melewati bagian lobi dari mansion ini masih dengan langkah tergesanya. Sama sekali tak memperhatikan sekitar, dirinya hanya ingin cepat menuju ke kantor Tuan Muda Byun dan meminta maaf sebesar- besarnya karena telah membuat junjungannya itu menunggu.

"Minseok Oppa!!" Dengan refleks langkah kaku Xiumin berhenti mendengar panggilan akrab dari suara kekanakan yang amat sangat dikenalnya itu.

Xiumin pun menoleh ke sumber suara.

Dahinya mengerut saat melihat sang adik sepupu duduk dengan kedua telapak tangan saling menggenggam erat diatas pangkuan. Wajah Jimin juga lebih pucat daripada biasanya, dilengkapi dengan rambut yang biasanya indah sekarang justru terlihat berantakan. Hingga akhirnya Xiumin dapat melihat dengan jelas akan mata sang adik sepupu yang berkaca- kaca.

Alarm peringatan langsung berbunyi dibagian belakang kepala Xiumin.

Tak perduli ini adalah hari yang melelahkan, tak perduli mungkin Tuan Byun akan sangat kecewa, dan bahkan dirinya tak perduli bila harus dipecat.

Segala hal lain menjadi tak penting bila sudah menyangkut Jimin.

Adik Sepupunya yang sudah seperti Adik Kandung sendiri.

Adik yang Xiumin jaga setelah Ayah dari gadis kecil itu meninggal dunia bersama kedua orangtua Xiumin.

Anak dari adik ibunya Xiumin yang mana bibi Shin itu sudah seperti Ibu kandung Xiumin sendiri.

Adik beda 4 tahun yang selalu Xiumin jaga sejak kecil.

Seorang adik, sepupu, sahabat, dan bahkan anak baginya.

Xiumin selalu memanjakan gadis ini. Menjaga dan mendidiknya dengan sangat baik. Jadi, hal sialan apa didunia ini yang membuat adiknya sungguh putus asa sekarang, sampai berdoa kepada Tuhan dengan amat bersungguh- sungguh hingga terlihat ketakutan dan frustasi.

Dalam sekejap dirinya lupa akan tujuan awal, Xiumin justru melangkah menuju sang adik sepupu. Tak perlu disuruh untuk langsung duduk pada sofa panjang yang sama dengan yang diduduki Jimin. Duduk disebelah gadis itu.

Xiumin pun mendaratkan tangannya diatas kepala Jimin. Mengusaknya pelan dengan sayang. Membuat Jimin tanpa sadar berekspresi seperti kucing di elus oleh tuannya. Imut sekali.

Hati Xiumin menghangat melihatnya.

dan hati Jimin menjadi tenang karena perlakuan Oppa kesayangannya.

Keduanya berpandangan sebentar, lalu seakan sudah klop satu sama lain, keduanya tersenyum dengan bentuk senyum yang sungguh mirip.

"Terima Kasih Oppa." Ujar Jimin.

Xiumin menggeleng, "Kau tak perlu mengucapkan itu, lebih baik kau menceritakan apa hal yang kau risaukan sekarang hingga sampai seperti ini. Ada apa Jimin?"

Dan jika saja tadi kita mengisi adegan dengan backsound yang lembut dan manis. Sekarang justru langsung banting stir menjadi backsound film action. Bertolak belakang sama sekali, sebab..

"OPPA!! COBA KAU BAYANGKAN, AKU SUDAH MENUNGGU DISINI SELAMA DUA JAM LEBIH. BAYANGKAN ITU! DUA JAM!. TAPI AUDISI CHANYEOL OPPA BELUM SELESAI JUGA. ASTAGAAAA.. AKU SUNGGUH TAK BISA BERHENTI KHAWATIR TENTANG BAGAIMANA HASIL DARI AUDISINYA. SETEBAL APA SEBENARNYA BUKU YANG HARUS CHANYEOL OPPA BACAKAN SAMPAI MEMAKAN WAKTU SELAMA INI. OPPA , DIRIKU RASANYA SEKARAT, SETIAP MENITNYA HATIKU TERASA MENGKERUT DI CEKIK KEKHAWATIRAN."

Xiumin mengedip sekali.

Lalu dua kali

Lalu tiga

Lalu mengedip banyak sekali untuk memulihkan kesadarannya setelah menerima serangan tak terduga.

Bahu Xiumin yang awalnya tegang karena khawatir, menjadi lemas putus asa. Ya Tuhan, sesungguhnya dibalik kasih sayangnya yang berlimpah pada Jimin, ada bagian yang sungguh lelah dengan sifat gadis ini yang kelewat berisik dan selalu mengurusi hal tak penting dan tak berguna.

Apakah ini semua salah Xiumin yang telah salah mendidik adik?

Xiumin pun tak tahu juga, yang pastinya sifat Jimin sungguh bukan faktor keturunan, Ibunya Jimin dan Xiumin justru lebih pantas disebut orang yang lembut dan pendiam. Tak tahu juga bagaimana bisa produk seperti Jimin terbentuk dikeluarga mereka.

"Jimin, kau seperti orang putus asa tadi hanya karena menunggu hasil audisi si musisi jalanan Park Chanyeol, dan kau khawatir dia akan gagal?" Bukan maksud untuk marah, Xiumin hanya memastikan. Ya, memastikan bahwa adiknya tak sebodoh ini. Memastikan bahwa adiknya tak mungkin bersikap seperti fangirl kelewat fanatik, memastikan bahwa adiknya masih waras untuk tidak membolos sekolah hari ini hanya karena seorang pria, memastikan bahwa adiknya -Kau sedang marah Xiumin, akui saja.

NAH! Kenapa sekarang kata hati Xiumin justru ikut berkhianat.

"Iya Oppa." Jimin menjawab dengan suara tanpa dosanya.

Hancur sudah harapan Xiumin. Oh Good Lord, ini semua salah Xiumin yang tak mendidik adiknya dengan baik. Ampunilah dirinya yang telah menjadi kakak yang gagal.

Xiumin pun menghela napas, bersiap memberikan petuah kepada sang adik yang sepertinya mulai lepas dari jalan yang baik. Perlu arahan untuk kembali ke jalan yang benar.

"Jimin, apakah kau sadar bahwa sudah berperilaku berlebihan. Itu sungguh terpuji saat kau membantu orang lain mewujudkan mimpinya. Namun kau tak harus bolos sekolah, dan aku tebak kau bahkan belum makan malam, meski orang itu penting bagimu, itu tak menjadi alasan untuk membuat dirimu sendiri menjadi korban tanpa sadar. Kau tak perlu menghancurkan diri sendiri demi kesuksesan orang lain, kita adalah manusia, bukanlah lilin yang harus hancur hanya untuk menerangi sebuah ruangan. Kau sendiri punya mimpi dan audisi yang sedang kau persiapkan."

Jimin ingin menyela dan membantah, bagaimanapun dirinya adalah remaja yang masih dikuasai oleh hormon. Darah muda sungguh panas mengalir di nadinya. Petuah setebal buku Undang- undangpun tetap tak akan berguna untuknya. Memang sudah pada dasarnya begitu, sedang dalam masa- masa pemberontakan.

"Jangan membantah dulu. Dengarkan dulu Oppamu ini, sebelum aku mendengarkan mu." Namun Xiumin menghentikannya, membuat Jimin kembali menutup mulutnya yang sudah terbuka.

"Oppa tak melarangmu, sungguh!. Kau bebas untuk menjadi fangirl dan mengagumi siapapun. Namun dengan syarat, kau juga jangan lupa dengan kehidupanmu sendiri. Kau masih pelajar, janganlah bolos sekolah, betapa ruginya kau tak mendapat pendidikan hari ini dan tak dapat mengumpulkan tugas hari ini. Kau juga belum makan dan mandi, bagaimana bisa kau bahkan melupakan untuk mengurus dirimu sendiri?. Apakah kau ingin mengatakan itu hal yang terpuji? Lupa akan segalanya hanya untuk idola? heh?"

Ow.. itu sedikit menyakitkan.

Membuat telinga dan hati Jimin menjadi panas mendengarnya.

Jimin menundukkan kepala mendengar ceramah dari Xiumin yang sungguh menohok dihatinya.

Mata coklat nya berkaca- kaca. Airmata bahkan sudah berkumpul disudut di matanya, siap untuk jatuh. Xiumin yang melihat itupun menjadi dilanda serba salah, antara tak tega melanjutkan namun harus tetap tegas sampai akhir.

Xiumin pun menghela napas pasrah. Dasar wanita, selalu menggunakan air mata sebagai senjata terakhir mereka, dan faktanya selalu ampuh membuat pria yang murka menjadi lupa segalanya.

Sudah menjadi kebiasaan, Xiumin pun meletakkan tangan diatas kepala Jimin. Mengusaknya pelan dengan sayang.

"Sstt.. sstt.. sstt.. sudah jangan menangis. Aku sudah berhenti memarahimu, yang aku inginkan sekarang adalah kau ke dapur dan makan. Lalu ke kamar tamu dilantai 2 untuk mandi, aku akan meminjamkan baju yang pas pada salah satu maid untukmu." Memang dasar hatinya lemah, lihatlah Xiumin sekarang, terlihat seperti seorang ibu yang mengurus putrinya dengan telaten.

Jimin menyeka air mata yang membasahi pipinya. Gadis ini tak akan berhenti berjuang karena merasa bahwa yang dirinya lakukan tak ada salahnya.

"Oppa, ingatkah kau bagaimana penampilanku saat kau ujian masuk universitas dulu? Bukankah sama seperti sekarang?. Aku seharian lupa makan, mandi, dan tidur. Aku hanya terus memikirkanmu dan terus berdoa sampai rasanya tanganku kaku terlalu lama di genggam. Oppa, aku menyayangi Chanyeol oppa seperti aku menyayangimu. Kalian berarti bagiku dengan cara yang berbeda." Jimin menarik hingusnya dengan cara yang lucu seperti anak kecil sedang mengadu sambil menangis.

Kemudian gadis itu melanjutkan sambil menatap Xiumin dengan pandangan lebih serius dibalik mata coklatnya yang berkilau sembab oleh air mata.

"Chanyeol oppa ada disisiku saat diriku putus asa karena kegagalan. Dia orang asing yang bahkan mau repot- repot menghibur gadis SMA cengeng yang gagal audisi. Aku tak ingin orang sebaik itu disia- siakan dunia. Di dunia ini, dunia tempat kita berpijak sekarang, sungguh kekurangan orang baik yang tulus hatinya Oppa. Jadi, saat aku menemukan seseorang dengan hati baik yang sungguh langka itu, aku tak bisa berdiam diri, aku ingin menampilkannya pada dunia, aku ingin dunia tahu bahwa masih ada orang baik yang tak mengejar ambisi dengan kecurangan sampai sekarang. Orang baik yang terus bekerja keras dengan cara yang adil meski sering mendapat ketidakadilan. Dia berharga oppa, dia berharga setidaknya untukku."

Xiumin tertegun. Hatinya terasa mengembang dan penuh. Oh astaga, kapan Xiumin benar- benar menyadari ini. Adiknya telah dewasa. Rasanya baru kemarin adiknya ini selalu merengek ingin mandi dan tidur bersama dengannya, berjalan dan berlarian bersama popok yang lucu. Rasanya hari- hari itu sudah berlalu jauh sekali.

Xiumin tersenyum, "Dan kau berharga untukku Jimin. Aku juga ingin membuktikan pada dunia bahwa adikku memiliki hati baik dan tulus yang selalu dapat membuat hati orang lain merasakan kenyamanan. Adikku adalah calon bintang besar."

Jimin tersenyum mendengarnya.

Namun dengan kecepatan cahaya, senyum Xiumin langsung berubah menjadi rengut wajah yang tegas lagi.

"Ya ya ya... aku bangga padamu. Tapi aku lebih bangga bila kau ke dapur sekarang untuk makan. Lalu setelah itu kekamar lantai dua untuk mandi."

Jimin merengek mendengarnya.

"Oppa~ kau menghancurkan atmosfer yang sedang bagus- bagusnya tadi. Tadi adalah moment yang sungguh keren. Benar- benar menampilkan Brother-Sister Goals yang sesungguhnya!!" Meski merengek, sesungguhnya Jimin senang, masih ada orang yang mengkhawatirkan dirinya untuk sekedar makan malam dan mandi.

Jimin senang, karena masih ada orang yang mengomel untuknya.

Jimin sungguh menyayangi Oppa nya ini, namun tentunya gadis itu tak akan sudi mengatakannya dengan lantang. Nanti Xiumin besar kepala. Sstt.. itu cukup menjadi rahasia kecil Jimin saja.

.

.

.

Xiumin dan Jimin berjalan beriringan menuju bagian sayap kanan Mansion Byun. Keduanya menuju dapur Mansion ini.

"Oh iya, Oppa ke sini untuk laporan harian?." Jimin bertanya basa- basi.

Namun hal itu sukses membuat wajah Xiumin menjadi pucat pasi.

"Oh No!!" Apakah Jimin tak salah mendengar tadi?, Xiumin yang kalem sungguh berteriak seperti wanita pertama kali mendapati dirinya menstruasi.

"Ada apa Oppa?!" Jimin kan jadi ikut panik.

"Aku sepertinya melewatkan fakta yang sungguh penting karena terlalu khawatir padamu. Jimin, tolong kau ulangi alasan dirimu menjadi ketakutan di sofa ruang tamu di lobi tadi?" Xiumin mengucapkan semua itu dengan ekspresi kosong, terlalu ketakutan untuk bereskpresi apapun lagi.

"Ohhhh.. itu karena setelah Chanyeol oppa mendatangi Tuan Byun untuk audisi diperpustakaan lebih dari dua jam yang lalu, audisinya belum juga selesai, dan mereka berdua,

Suara Jimin menjadi lebih rendah.

- belum juga... kembali... OH ASTAGA" Jimin menutup mulut dengan kedua tangan saking shock akan hal yang baru saja dirinya sendiri ucapkan.

"OPPA!! MEREKA BELUM JUGA KEMBALI BAHKAN SUDAH TERHITUNG HAMPIR TIGA JAM. BAHKAN AUDISIKU HANYA BERLANGSUNG SELAMA TIGA PULUH MENIT. APA YANG TERJADI?! ASTAGAAA.. TUAN BYUN.. CHANYEOL OPPA.." Dan Jimin pun mulai histeris lagi.

Seakan ada yang menggerakkan sistem motoriknya dengan otomatis. Xiumin langsung berbalik, lalu berlari menuju ke sayap kiri Mansion.Dan tentunya diikuti Jimin yang terus bergumam nama Tuan Muda Byun dan Chanyeol bergiliran sambil berlari.

Para Maid yang bertemu mereka menjadi menoleh. Bertanya- tanya pasal apa lagi yang membuat kedua saudara sepupu dengan wajah imut seperti kucing itu berlari- lari dikoridor.

Namun bukannya mendapat jawaban, maid- maid justru ikut panik saat mendengar apa yang Jimin gumamkan.

"Tuan Byun dan Chanyeol, mereka... Tuan Byun dan Chanyeol,mereka... Tuan Byun dan Chanyeol, mereka..." Jimin tak sanggup melanjutkan kalimatnya karena takut hal- hal buruk yang dia ucapkan akan terjadi. Namun kalimat setengah- setengah itu justru malah membuat Maid lain menjadi panik.

Yang awalnya berdua, menjadi berlima, lalu menjadi bersepuluh, lalu menjadi berbelas- belas. Semuanya kompak berlari mengikuti kedua Min Bersaudara menuju sayap kiri Mansion.

Xiumin beserta belasan Maid disitu sudah terlanjur khawatir dengan Tuan Muda Byun mereka, sedangkan Jimin justru menjadi orang dengan ke khawatiran yang paling parah sebab dia mengkhawatirkan Tuan Muda Byun dan Park Chanyeol sekaligus.

Apakah kedua orang itu terkunci didalam?

Apakah keduanya pergi keluar tanpa sepengetahuan orang lain?

Apakah kedua orang itu berkelahi atau beradu argumen?

Apakah kedua orang itu justru tak pernah bertemu dan Chanyeol sekarang sedang tersesat di Mansion ini sedangkan Tuan Muda Byun sendirian didalam perpustakaan? atau mungkin sudah tak berada didalam perpustakaan?

Terlalu banyak skenario yang mereka semua pikirkan tentang mengapa Tuan Byun bersama Park Chanyeol tidak keluar- keluar dari ruangan tersebut selama kurun waktu yang cukup lama ini.

Semua pekerja disini memiliki satu ketakutan dan trauma yang sama.

Kehilangan Tuan Muda Byun mereka.

Sebagian besar para pekerja dan maid disini akan terus mengkhawatirkan Tuan Muda mereka, sebab belasan tahun lalu, terakhir kali Baekhyun tak terlihat atau terdengar oleh mereka pada siang hari selama lebih dari tiga jam, yang terjadi ternyata adalah skenario terburuk yang dapat mereka bayangkan. Pada hari itu, mereka hampir kehilangan Tuan Muda yang sungguh mereka sayangi. Hingga sekarang tak ada satupun yang ingin kejadian buruk itu terulang kembali.

Hal itu menjadi trauma dan ketakutan seumur hidup para pekerja dan maid disini.

Jadi jangan salahkan mereka bila khawatir dan bersikap berlebihan.

.

.

.

CEKLEK

Tanpa basa- basi lagi, bahkan melupakan tata krama untuk mengetuk pintu sebelum masuk. Xiumin telah memutar knop pintu tersebut. Lalu mendorong pintu kayu yang sungguh besar itu dengan ketergesaan yang sama sekali tidak ditutup- tutupi.

Pintu pun terbuka lebar.

Membuat seluruh orang yang ada disana berebut untuk masuk. Hingga akhirnya semua orang telah berhasil memposisikan diri diambang pintu itu untuk dapat melihat apa yang ada didalam.

Namun setelah semua sadar akan apa yang sedang terjadi didalam ruang baca perpustakaan tersebut.

Yang awalnya semua bersikap heboh, ceroboh, panik, khawatir, dan bahkan tergesa- gesa.

Menjadi sunyi. Semuanya diam bagai patung. Tak ada satupun orang yang berani bersuara. Pemandangan didepan mereka lebih dari cukup untuk membungkam mereka semua.

Jutaan, mereka semua memiliki jutaan skenario buruk yang sudah mereka bayangkan dan khawatirkan terjadi pada Tuan Muda mereka.

Tak ada satupun yang akan membayangkan hal ini terjadi, bahkan dalam imajinasi terliar mereka. Bahwa ada saat dimana mereka melihat,

Tuan Muda Byun yang mereka sayangi,

tertidur di dalam sebuah dekapan,

di atas tubuh seorang pria,

yang mereka ketahui bernama,

Park Chanyeol.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

AN :

OH TIDAKKK... KENAPA JARI KU BERHENTI NGETIK DISITU. JANGAN SIKSA AKU UNTUK MEMBAYANGKAN DAN BERSPEKULASI SENDIRI APA YANG SUDAH CHANBAEK LAKUKAN DIDALAM PERPUSTAKAAN DENGAN 4 SISI DINDING, ATAP, LANTAI, DAN BANYAK SOFA YANG EMPUK HINGGA MEREKA BISA ADA DIPOSISI SEPERTI ITU~~. Ku penasarannnnnnn.

HELLO MY SUGAR~

Karena saya cerewet pas lagi seneng jadinya cuap- cuap kali ini akan sedikit lebih panjang. Pertama- tama, ku seneng banget sebab Kucing aku udah sehat. Sekarang tinggal masa pemulihan dan 5 hari lagi bakalan terakhir kalinya ke dokter. Okey.. itu mungkin udah To Much Information bagi semua orang kekekeke..

Yang kedua, ku minta maaf sama dua chapter yang lalu, yang setelah saya baca ratusan kali ternyata TYPO NYA BEJIBUN. ASTAGA SAYA MALU~~ Ku ceroboh banget, bahkan ada percakapan yang gak pas, semoga kalian gak sadar ehehe.

Yang ketiga,

OH MA GOOD LORD, KU TERHARU BANGET SAMA KALIAN SEMUA YANG UDAH BERSEDIA BACA FF KU INI, UDAH REVIEW, UDAH FAV AND FOLLOW. SUMPAH, KU GAK TAU SEBELUMNYA TERNYATA MENJADI PENULIS FFN BISA SEBAHAGIA INI, HARUSNYA DARI DULU AJA AKU BIKIN FF DISINI Huhuhu T-T.

Kalian terlalu berharga untuk gak disebutkan namanya, jadi ku jawab satu- satu aja komentar dari Chapter kemarin. Maaf urutannya rada acak.

ChanBaek09 : Thank you for loving this story T-T . Gak ada sugar, FF ini satu- satunya ada di sini aja, gak ada di wattpad.

Guest (deer) : komentar kamu juga indah banget dear T-T . Samaaa.. Hati aku juga rasanya plong banget saat Baekhyun akhirnya bisa tidur.

xoxonad : ehehe, makasih udah baca dan komentar

jungkkhope : Sugar~ , Seperti biasa, komentar kamu tuh bikin semangat membakar kekeke. Percaya gak sih kalau aku dari chapter awal selalu nunggu komentar kamu terus disetiap chapternya ehe. Kucing aku udah pulih kok. Makasih udah setia baca FF abal aku T-T . Kamu juga fighting!!

Bubbleclay : babe, itu salah satu kata yg kusuka, "kebetulan" dan "jatuh cinta", kamu gabungin gitu aja. Sweet~. Dan pastinya silahkan aja kalau pengen promote FF penuh kekurangan ini. Saat baca komentar kamu aku terharu, hueee.. kamu jatuh dari surga bagian mana sih? kok baik banget . Dan juga, boleh tahu nama twitternya? aku boleh follow?

chanyeoru : makasih banget dear, dan sekarang udah ku lanjutkan, semoga chap ini gak bikin kamu kecewa ehe

byuncyxx : huhuhu... komentarnya bener- bener bikin merona. Syukurlah kalau cerita ini sesuai sama selera kamu dan dapat menghibur kamu. Sekarang udah lanjutkan sugar?, semoga chap ini juga bikin kamu terpesona ehehe. makasih banyak.

baejunyi: Makasih banyak udah baca, kamu juga semangat, fighting!!

sexybaekby : aku juga jadi penasaran menurut kamu tulisan aku bagus atau engga, chanbaek base yang mana ya dear? boleh tau?

pyeoli61 : ini udah lanjut nih, gak penasaran lagi kan xixixi. makasih udah ngasih jejak dikomentar ya. Fighting!!

alyshava : duh, singkat tapi ngena banget komennya. iyaa... chanbaek is so fluffy I'm gonna die~

Terima Kasih juga untuk para pembaca lain yang udah Favorite dan Follow cerita ini.

Semoga kalian terus sehat dan bahagia. Semoga hari- hari terakhir puasanya lancar bagi yang menjalankan. Love sign untuk kalian semua. Sampai jumpa di chapter selanjutnya. LETS LOVE ERI!! /Bow