Tittle : Read My Music

Author : GoodMornaing

Cast : Park Chanyeol EXO and Byun Baekhyun EXO

Other Cast : Kim Minseok EXO, Kim Jongdae EXO, Do Kyungsoo EXO, Oh Sehun EXO, Kim Jongin EXO, Huang Zitao EXO, Shin Jimin AOA, Do kyungsoon OC, Lee Sunmi, etc

Genre : Romance , Drama , and BxB

Rated : T - M

Summary :

Baekhyun berkata, "Segalanya gelap bagiku." Mendengar hal itu hanya membuat Chanyeol tertawa, "Itu karena kau terlalu bersinar Baek." Baekhyun pun tersenyum mendengarnya, lalu berkata, "Aku suka mendengar tawa mu, namun ku lebih menginginkan untuk dapat melihatnya."

.

.

.

Happy Reading

Chapter 14 : What Is Love?

.

.

(Warning : Chapter yang sangat panjang dan katanya memiliki banyak hal yang tidak penting)

.

.

Musim Panas 2011

Ini adalah musim panas. Musim dimana banyak pasangan sedang mengatur tanggal untuk pergi piknik atau liburan dalam rangka mengeratkan hubungan yang biasanya baru terbentuk di musim semi.

Siklusnya memang selalu seperti itu.

Pernyataan cinta di Musim Semi.

Semakin dekat di Musim Panas.

Antara 2; Lanjut atau putus di Musim Gugur.

Dan bila kalian bisa mencapai salju pertama di Musim Dingin, mitosnya cinta kalian akan abadi selamanya.

Bisa dapat kesimpulannya?

Benar.

Kesimpulannya adalah...

Kencan itu melelahkan.

Tak pasti.

Membingungkan.

Dan membuat kita was- was apakah hubungan ini akan menjadi selamanya atau hancur dalam sekejap mata.

Karena itulah banyak yang bilang masa manis itu ya masa- masa pendekatan saja. Setelah kalian resmi menjalin hubungan, manisnya justru hilang.

Begitu pula bagi Baekhyun yang sudah mondar mandir dengan gelisah di lobi Mansion miliknya ini. Iya! Tuan Muda kita yang tersayang sedari tadi berjalan berputar- putar tak tentu arah mengelilingi ruang tamu luasnya sendiri.

Sungguh tak biasa sekali. Siang- siang begini, biasanya orang nomor satu di Mansion Byun itu akan berada di dalam kantornya, bersama berkas- berkas penunjang kehidupan belasan ribu kepala keluarga yang bergantung pada tanggung jawabnya.

Ini adalah tengah hari di musim panas, matahari sungguh berniat sekali menampilkan terik dan cahayanya yang terang di luar. Sebentar lagi mungkin sudah memasuki waktu makan siang Mansion Byun.

Banyak Maid Mansion Byun yang memilih untuk menanggalkan seragamnya dan memilih baju yang lebih tipis namun sopan agar tak terlalu kepanasan dalam bekerja.

Tidak.. Tidak.. Tidak.. Bukan berarti Mansion Byun tak punya pendingin ruangan. Astaga, jangan konyol. Tuan Muda Byun bahkan dapat membeli pendingin ruangan sekaligus perusahaan dan pabrik- pabriknya. Hal itu ibaratkannya semudah lepasnya tinta dari pena mahal Baekhyun di atas kertas. Cukup tanda tangan saja.

Jangan meremehkan Mansion Keluarga Byun ini.

Mansion ini di desain dengan amat sangat rumit. Di bangun dengan menyesuaikan segala Musim, yang mana dinding ajaib Mansion ini akan menyerap panas di musim panas namun tetap membuat penghuni di dalamnya merasa sejuk. Dan menahan suhu dingin tetap diluar dan penghuni di dalamnya tetap merasa hangat pada musim dingin.

Lalu yang kedua, Mansion ini di sesuaikan untuk Baekhyun.

Baik lantai 1, 2 ataupun 3, setiap ruangan memiliki pola wallpaper dinding yang berbeda walau mempunyai warna yang sama. Putih gading. Sehingga sang Tuan Muda hanya perlu meraba dinding saat dia tersesat. Di saat benar- benar tak ada satupun orang yang menolongnya.

Tak ada barang- barang yang di susun di dinding sebelah kanan ruangan dan koridor, karena Baekhyun sering berjalan sambil menyusuri dinding sebelah kanan. Tentu mereka tak mau sang Tuan Muda menabrak benda- benda lalu terluka. Kalau bendanya rusak ya tak apa, tapi kalau Tuan Muda mereka yang lecet bagaimana?, Auhh.. jangan dibayangkan.

Lalu yang terakhir pastinya membiarkan setiap ruangan tidak kedap suara. Membuat ungkapan Setiap Dinding Disini Mempunyai Telinga itu benar adanya. Mengerikan ya, tak ada privasi di Mansion ini. Tapi mereka harus melakukan ini, demi kenyamanan sang Tuan Muda.

Tunggu sebentar..

Kenapa kita malah membahas ini?

Bukannya tadi kita membahas tentang keterkaitan antara siklusnya hubungan pasangan dengan 4 musim dalam setahun?

Demi kostum buaya Kim Jongdae... Back to topic!!

Nah menurut siklus yang telah kita buat diatas, maksudnya diatasnya lagi. Bila kita tak salah perhitungan, sekarang adalah Musim Panas.

Sesuai namanya PANAS.

Seharusnya hubungan mereka juga berada dalam suasana panas- panasnya.

Tapi apa ini?

Apa ini??

INI. APA??

Si Pria Rambut Merah yang sekarang sudah mengganti warna rambutnya menjadi hitam pekat itu menghilang.

Benar! Dia pergi!

Namun sialannya Baekhyun tak bisa protes. Siapa yang bisa protes pada seseorang yang tengah mempersiapkan mimpinya?. Mana tega.

Tapi juga, mana tahan.

Siapa yang bisa tahan ditinggal 2 minggu tanpa kabar?. Sama sekali.

Membuat tidur tak nyenyak dan makan pun tak enak.

Mood swing yang mengerikan layaknya wanita di awal datang bulan.

Jangan lupakan siksaan rindu yang sudah sama kronisnya dengan penyakit mematikan.

Ya ampun, berlebihan sekali. Tapi karena Baekhyun sedang terkena penyakit cinta, jadi ayo kita maklumi saja.

Situasi ini benar- benar menyebalkan bagi Baekhyun. Dirinya berhasil tidur di malam- malam sepinya selama 2 minggu ini dengan mendengarkan rekaman suara Chanyeol di rekorder miliknya. Pria tinggi itu ternyata cukup pintar untuk merekam suaranya membacakan empat seri buku Dongeng Kelinci di Taman Wortel.

Lihatlah betapa konyolnya buku pilihan Chanyeol, apa dia kira Baekhyun balita yang masih suka mendengarkan kisah tentang kelinci- kelinci berbulu lembut, paman si kelinci, dan sepupu baru kelinci yang datang dan ternyata memiliki telinga terkulai panjang lucu yang berbeda dari kelinci yang lain.

Baik, Baekhyun akui seluruh seri buku itu menggemaskan. Oke sekali lagi, baik! Buku itu memang sangat menggemaskan. Dan membuat Baekhyun ketagihan mendengarkannya terus- menerus. Tapi.. Tapi... TAPI.

"Baekhyun... kau hanya gelisah karena dia tak ada disampingmu dan membacakannya langsung padamu." Kata hati Baekhyun dengan bijaknya meredakan semua emosi.

"IYA! AKU GELISAH KARENA MERINDUKANNYA!" atau justru semakin membakar emosi.

Lalu hening.

Seluruh Pekerja di Mansion Byun yang sedari tadi duduk di tangga untuk menonton sang Tuan Muda dengan tatapan khawatir, semuanya menjadi terkesiap. Terkejut hingga tak berani bersuara sedikitpun.

Para hadirin, mereka bahkan tak yakin di depan mereka sekarang masihlah Tuan Muda kesayangan mereka atau bukan.

Apakah malam tadi ada raja iblis yang menukar Tuan Malaikat mereka dengan salah satu Lucifer jahat dengan wajah memikat?, pikir mereka. Yeah, faktanya sang Tuan Muda tetap tampak indah dan bersinar dalam kondisi emosi memuncak sekalipun.

Tak mengurangi rasa hormat mereka, tapi Demi Tuhan, seorang Tuan Muda Byun Baekhyun tak pernah sekalipun berteriak marah selama ini. Sekalipun.

Mereka dulu bahkan yakin, Baekhyun tak mempunyai emosi marah pada dirinya. Pria cantik rupawan itu selalu tenang dalam situasi apapun.

Setidaknya sebelum Chanyeol datang.

"Hufh..." Terlihat Baekhyun yang berdiri di tengah ruang tamu, tepat di depan tangga yang berisikan pekerja- pekerjanya. Terdiam sambil sesekali menghela napas.

Baekhyun berusaha menetralkan lagi emosinya. Ya, dirinya sadar tengah di tonton sekarang. Dia adalah Byun Baekhyun, sang Tuan Muda Mansion ini. Junjungan dan teladan dari para pekerjanya. Dirinya harus memberikan contoh yang baik.

"Adakah seseorang yang mempunyai nomor ponsel pribadi Tuan Kim Jongdae disini?"

Semuanya hening.

Lalu,

"Ekhm.. saya Tuan Muda." Itu suara Xiumin, Baekhyun tentunya hapal sekali.

Baekhyun sama sekali tak terkejut Xiumin memiliki nomor ponsel pribadi Chen. Namun Baekhyun terkejut mengapa Xiumin berada disini, pada jam segini.

"Mengapa anda berada disini pada jam segini Sekretaris Kim?" Dahi Xiumin sedikit mengernyit mendengar panggilan Baekhyun kepadanya. Sampai kapanpun tampaknya Xiumin tak akan terbiasa memakai marga milik Paman kesayangannya itu.

"Saya..." Xiumin ragu untuk menjawab pertanyaan itu dengan jujur atau tidak.

"Sepertinya Tuan Kim Jongdae diam- diam memasukkan obat tidur herbal ke dalam minuman milik Sekretaris Kim, Tuan Muda. Sehingga Sekretaris Kim baru saja bangun tidur setengah jam yang lalu, dan sangat terlambat untuk ke kantor pastinya." Dan itu adalah suara manis Kyungsoon.

Xiumin berdelik kepada Maid cantik itu, disertai wajahnya yang memerah malu. Sedangkan Kyungsoon hanya menjulurkan lidahnya jenaka kearah Xiumin, sama sekali tak merasa bersalah.

Lalu Pekerja dan Maid yang lain terkekeh dan tertawa geli akan fakta yang baru saja mereka dengar. Kemudian menghujani Xiumin dengan tatapan penuh arti. Membuat sang korban hujanan tatapan semakin memerah saja. Oh.. Xiumin yang malang.

Dan juga,

Dasar Kim Jongdae, ada- ada saja kelakuannya.

Baekhyun ikut tersenyum cerah mendengar fakta tadi, namun raut wajahnya berubah menjadi khawatir dalam sekejap.

"Anda pasti sudah berminggu- minggu selalu bekerja sampai larut malam dan tidur tak cukup Sekretaris Kim. Jangan membuat saya mengirim anda kembali kerumah, dan memaksa anda untuk beristirahat seumur hidup." Ucapan lembut namun tegas Baekhyun membuat semuanya menjadi terdiam kembali.

Waw, itu artinya PEN-SI-UN.

Tak tanggung- tanggung, Baekhyun mengancam akan memecat Sekretaris kesayangan sendiri. Meski diucapkan dengan nada yang ramah, semuanya tahu itu adalah peringatan yang serius. Jangan anggap enteng Tuan Byun dengan segala perkataan penuh perhitungan miliknya.

Mengertilah, Baekhyun hanya terlalu mengkhawatirkan Xiumin. Bila Xiumin terus bekerja seperti itu, pria manis berwajah kucing itu akan mati kelelahan.

Segila kerja apa Xiumin hingga membuat Chen putus asa lalu diam- diam memasukkan obat tidur ke dalam minuman putra kesayangannya sendiri. Sepertinya Xiumin benar- benar sudah ketagihan bekerja.

Dan Baekhyun jadi ikut kepikiran sekarang.

Setelah dipikir- pikir,

Seluruh pekerja di Mansion nya ini sepertinya juga ketagihan bekerja. Mereka bahkan sering tak mengambil jatah liburan, dan ada beberapa yang suka mengambil shift yang bukan miliknya, Kyungsoon contohnya. Karena sering terbangun ditengah malam, membuat Baekhyun menyadari gadis itu selalu berjaga didepan pintu kamarnya beberapa malam ini, tanpa perlu bertanya, Baekhyun tahu bahwa gadis itu pastinya mengambil shift malam dari Maid yang lain. Dan Baekhyun pikir itu karena Kyungsoon terlalu menyukai bekerja.

Bekerja memang menyenangkan. Saat kita sibuk mengatur segalanya dan disaat kita terfokus akan sebuah tujuan itu sungguh membuat lupa waktu. Serta saat tujuan itu akhirnya berhasil dan hasil kerja kita tercapai sesuai keinginan. Kebahagiaan yang didapat dari keberhasilan itu memang sering membuat kita ketagihan. Namun juga membuat kita menjadi setengah sinting saat tujuan itu tak tercapai.

Republik Korea Selatan yang tercinta ini bahkan sudah masuk dalam salah satu negara tersibuk dengan tingkat stress penduduk tertinggi didunia.

Baekhyun pun menghela napas. Ini tak dapat dibiarkan, pikirnya.

Baiklah,

Sudah diputuskan.

Pekerjanya perlu liburan.

"Kau hanya kesal karena Chanyeol terlalu sibuk kan?" Ujar kata hati Baekhyun dengan nada mengejek.

Baekhyun sekuat tenaga mengabaikan itu, biar saja dirinya akan dibilang semena- mena dalam menggunakan kedudukannya. Toh tak ada yang dirugikan juga dengan keputusan yang akan dirinya ambil ini. Baekhyun sudah memikirkannya dari berbagai macam sudut pandang, jadi inilah yang terbaik untuk dilakukan sekarang.

Baiklah,

"Sekretaris Kim, tolong hubungi Tuan Kim Jongdae sekarang." Ujar Baekhyun.

Dengan sigap Xiumin meminjam ponsel kepada maid dan pekerja disebelahnya, karena ponsel miliknya tertinggal di kamar lantai 2. Dirinya bahkan masih memakai piama sekarang.

Salah satu Maid dengan baik hatinya meminjamkan ponsel miliknya pada Xiumin. Xiumin pun menerima itu dengan membisikkan kata terima kasih.

Kemudian menekan seluruh digit angka pada nomor ponsel Chen dengan amat sangat cepat dan tanpa kesalahan sedikitpun. Membuat seluruh orang yang berada disitu menatap Xiumin dengan penuh arti, sepertinya Xiumin sudah terlalu sering menelpon Chen selama hidupnya hingga nomor Chen sudah terlampau dihapal oleh otak dan tubuh Sekretaris kesayangan Tuan Muda mereka ini.

Xiumin meletakkan ponsel itu ditelinganya saat nada sambung terdengar.

"Hallo.. siapa ini?"

Nah sialan memang, Xiumin justru berdebar mendengar suara itu.

"Selamat siang Tuan Kim Jongdae, Ini saya Sekretaris... Kim." Xiumin menutup matanya kesal membayangkan senyuman miring Chen yang puas mendengar Xiumin menyebutkan marga itu ke dirinya sendiri.

"Oh.. ternyata anda Sekrataris Kim, ada apa menghubungi saya siang- siang begini?" Tak perlu menekan kata Kim itu jugaaaaa, pikir Xiumin kesal.

"Tuan Muda Byun ingin berbicara kepada anda." Ujar Xiumin datar.

Andaikan Xiumin tahu, Chen diseberang sana tengah kecewa berat. Menerima fakta bahwa ternyata si kucing kesayangan tak menelpon dengan inisiatif sendiri. Well, sudah lama mereka tidak menelpon satu sama lain. Bukan salah Chen yang terlanjur bahagia saat mendapati Xiumin lah yang menelponnya.

"Baiklah." Jawab Chen dari seberang.

Xiumin pun menghampiri Baekhyun, kemudian memberikan ponsel itu pada tangan Baekhyun yang sudah menengadah.

"Selamat siang Tuan Kim." Salam Baekhyun.

"Selamat siang Tuan Byun." Jawab Chen diseberang sana.

"Saya memiliki permintaan kepada anda sekarang." Baekhyun sepertinya tak ingin berbasa- basi.

"Katakan saja CEO Byun." Jawab Chen, yang sadar Baekhyun tengah berbicara sebagai atasannya sekarang.

Baekhyun menghela napas. Sebelum berucap.

"Liburkan semua Artis dan Staff di Agensi kita. Hentikan semua aktivitas promosi album D.O sekarang, hentikan persiapan debut Chanyeol dan Sehun sekarang, hentikan semua pekerjaan anda. Dan datang ke sini sekarang juga." SEMUA, semua orang yang berada diruangan itu membelalakkan mata mereka.

"T-Tapi kenapa CEO Byun?" Chen bahkan sampai tergagap.

"Karena aku bisa." Jawab Baekhyun enteng.

Chen di ujung sana tak habis pikir. Baekhyun tak pernah segegabah ini sepanjang sejarah karir CEO muda BB Grub itu. Lagipula, kenapa pilih kasih sekali, kenapa perusahaan miliknya yang lain tak libur sedangkan BB Ent libur.

"Aw.. Tentu saja, karena kekasihnya ada disini." Pikir Chen.

"Tak mengurangi rasa hormat saya kepada anda CEO Byun, tapi menurut saya, keputusan ini sungguh tak tepat dan terlalu terburu- buru. Anda sendiri pastinya dapat menghitung berapa banyak kesempatan yang kita lepaskan, dan kerugian yang kita dapatkan bila meliburkan seluruh pekerja BB Ent di waktu sekarang." Baekhyun menahan geraman kesalnya dengan setengah mati saat mendengar itu.

"Dengar ini Tuan Kim..." Baekhyun memulai peringatannya.

Oh No

Diujung sana Chen bahkan sampai menegakkan posisi duduk di kursi kebesaran miliknya. Bersiap mendengarkan.

"Saya hanya akan mengatakannya sekali lagi. Liburkan semua staff dan Idol lain. Lalu bawa Kyungsoo, Chanyeol, dan Sehun, serta dirimu sendiri ke sini sekarang juga. Dan setelah itu, kalian semua, aku, Xiumin, dan seluruh pekerja Mansion Byun, akan berangkat ke Jeju -"

Semuanya menahan napas.

- karena kita akan melaksanakan MT disana." Lanjut Baekhyun.

"MT!!!!!" Semua yang berada ditempat itu berteriak kompak. Membuat gema suara mereka memenuhi ruangan.

Semuanya menahan napas karena terkejut. Sedangkan Baekhyun justru menyeringai. Pikirnya, pasti tak ada lagi yang akan menolak keputusannya ini.

Siapa yang akan menolak MT. Membership Training. Kegiatan penuh hal menyenangkan yang hampir mirip seperti liburan gratis itu. Ditambah lagi gaji tetap akan masuk kedalam kantong mereka karena hal tersebut bisa dibilang jugalah kegiatan perusahaan, jadi semua orang yang ikut juga akan dibayar. Sudah liburan.. digaji pula.

Siapa yang akan menolak itu.

Chen bahkan menjadi senyap di ujung sana, sebelum akhirnya berucap, "Dengan senang hati. Saya siap melaksanakan perintah anda CEO Byun." Dengan suara yang teramat riang.

Hilang sudah pikiran penuh kalkulasi kerugian dan pendapatan BB Ent. Jangan konyol, BB Grub tak akan bangkrut hanya karena meliburkan salah satu perusahaannya dalam beberapa hari. BB Grub justru akan bangkrut bila seluruh pegawainya mati bunuh diri karena stress bekerja. Sepertinya setelah ini Baekhyun akan mengadakan tradisi MT setidaknya sekali dalam setahun untuk seluruh cabang perusahaan miliknya.

Pip.

Sambungan telepon pun terputus.

Semuanya masih menatap Baekhyun dengan pandangan percaya dan tak percaya. Baekhyun pun hanya tersenyum tipis karena dirinya tahu, semua orang pasti tengah menatapnya sekarang.

"Hey.. kenapa kalian diam saja? Cepat persiapkan pakaian kalian. Kita liburan 3 hari 2 malam nanti. Oh ya, siapkan banyak baju untuk berenang, karena kegiatan kita dilaksanakan di BB Hotel and Resort dipesisir pantai pulau Jeju. Aku akan membooking semua kamar disana untuk kita. Tak usah ambil pusing, toh Hotel dan Resort itu milikku." Ucapnya santai, kemudian berlalu pergi begitu saja menuju bagian kiri Mansion.

Semuanya menatap kepergian sang Tuan Muda dengan tatapan kagum dan memuja.

Bagaimana bisa mereka memiliki majikan sekeren Byun Baekhyun.

"Aku tak salah dengarkan? Bukan cuma aku yang dengar kan? Tuan Muda bilang MT?"

"Iya, kita akan pergi MT."

"Tuhan yang baik!! MT yang itu, MT!! Membership Training. Yang penuh dengan game, makan enak, dan suka ria."

"HEY SEMUANYA!! TAHU APA ARTINYA INI?? KITA AKAN KEMANA??" Teriak salah satu Pekerja dengan semangat, dibalasi dengan anggukan semua orang, sebelum semuanya berucap bersamaan.

"PANTAI!!!!!!" Kemudian suasana menjadi pecah akan teriakan dan saling berpelukan penuh suka ria. Semuanya heboh dalam obrolan seru tentang apa yang akan mereka lakukan di MT nanti, dan apa saja yang harus mereka persiapkan.

Xiumin menatap itu semuanya dengan ekspresi kosong.

Kemudian bergegas pergi menyusul Baekhyun. Dan setelah berhasil menyusul Baekhyun yang tengah berjalan menuju arah kantor miliknya, ingin menyelesaikan dulu pekerjaan yang sempat tertunda dan sudah hampir selesai.

"Apa maksudnya ini Tuan Byun?" Tanyanya tak mengerti dengan jalan pikiran Baekhyun.

"Apakah ini untuk ku? Kau kasihan melihat aku terus bekerja?" Tak bisa dipungkiri, kurang istirahat membuat Xiumin sedikit sensitif pada segala hal.

Baekhyun menghentikan langkahnya, di ikuti Xiumin setelahnya.

"Bukan, ini bukan untukmu. Tapi ini untuk diriku sendiri." Xiumin tetap diam menunggu Baekhyun melanjutkan.

Baekhyun tersenyum manis, "Aku hanya ingin membahagiakan kalian."

Xiumin melongo mendengar kalimat terlampau manis seperti itu keluar dari mulut Baekhyun.

Menyadari keterdiaman Xiumin, membuat Baekhyun tertawa bahagia. Sungguh suara tawa yang hangat dan nyaman didengar.

"Ohh astaga.. itu hanyalah alasan yang penuh omong kosong. Baiklah, sejujurnya aku hanya terlalu kesal pada kesibukan Chanyeol, Chen, dan dirimu. Aku yang CEO nya saja bisa menyelesaikan semua pekerjaanku tanpa stress dan lembur. Kenapa kalian justru terlihat seperti robot yang sibuk sekali. Sudahlah, ayo kita bersantai sedikit. Aku merindukan kebersamaan kita. Aku juga merasa bersalah sebab seluruh pekerja Mansion ini menjadi semakin kaku saja setiap harinya. Kita semua terlalu lelah akan kegiatan yang selalu itu- itu saja. Kita perlu liburan, Xiumin Hyung" Baekhyun mendekat ke arah Xiumin.

Lalu membisikkan kata- kata yang membuat Xiumin merona.

"Dan rayulah Chen saat si Ahjussi tua itu mabuk di pesta malam terakhir MT kita nanti."

Kemudian meninggalkan Xiumin yang masih mematung menerima semua hal mengejutkan ini.

Humm.. Sejujurnya Byun Baekhyun tak pernah berubah. Dia tetap CEO penuh akal yang sulit ditebak jalan pikirannya. Hanya sedikit lebih ceria saja daripada beberapa bulan yang lalu. Dia tetaplah Tuan Muda Byun Baekhyun yang sangat mencintai dan menyayangi seluruh pekerjanya. Bahkan setelah pria pendek namun berkedudukan tinggi itu telah mendapat seseorang paling spesial di hidupnya.

Dan satu kesimpulan yang dapat kita ambil dari semua kejadian ini adalah, inilah bentuk pembuktian Cinta Baekhyun kepada mereka.

Meski sampai sekarang masih menjadi misteri apa arti Cinta bagi Baekhyun.

Mungkin Tuan Muda Byun kita akan menjawab, Cinta adalah Cinta itu sendiri.

.

.

.

Sementara itu di BB Ent, Chanyeol dan Sehun tengah terkapar di tengah ruang latihan tari. Baru menyelesaikan latihan koreografi beberapa lagu mereka nanti. Ternyata memiliki konsep album yang mempunyai koreografi disetiap tittle lagu adalah hal yang sungguh melelahkan.

Amat sangat melelahkan sampai gila rasanya. Terkutuklah Chen yang membuat konsep Perfect Duo untuk grub mereka. Mereka dituntut menjadi super sempurna.

"Aku menyesal bermimpi sebagai Idol." Chanyeol terkekeh mendengar ucapan Sehun.

"Jangan menyerah di langkah terakhir sebelum menuju gerbang impian." Balas Chanyeol dengan kalimat khas penulis lagu sekali.

Sehun mendengus, "Kau benar Hyung, terlalu banyak yang sudah aku korbankan untuk mimpi ini. Masa remajaku, waktu sekolahku, teman- temanku, keluargaku, tenaga, waktu, uang, pikiran, dan bahkan... Dia." Chanyeol mengernyitkan dahi mendengar kata yang terakhir.

"Siapa?" Tanyanya penasaran.

Sehun terdiam sebentar, dirinya bukanlah pria yang penuh rahasia. Dirinya suka menjalani hidup dengan simple dan terbuka.

Membuat pria berwajah dingin layaknya ice prince charming itu menghela napas, sebelum menceritakan segalanya kepada Chanyeol, seseorang yang akan menjadi Hyung dan Leader baginya saat mereka debut nanti.

.

.

Ini adalah cafe Bubble Tea, tempat pertemuan pertama mereka, di karenakan fakta itu juga lah yang membuat Sehun memutuskan untuk mengajak Tao bertemu disini, karena sebentar lagi, ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka. Mungkin.

Sehun menatap pria bermata panda didepannya dengan tatapan sayang. Dan Sayangnya mereka tak bisa lagi bersama, karena..

"Aku akan debut Taozi." Ucap Sehun pelan, membuat Tao menatapnya dengan berekspresi datar. Terlalu paham akan arah pembicaraan ini. Kalimat tadi adalah bahasa Korea yang sungguh umum dan sungguh mudah untuk dipahami. Dirinya tak sebodoh itu untuk tak dapat mengerti artinya meski dirinya bukan berasal dari negeri ginseng ini.

Tao pun mengangguk.

"Jadi kita harus putus." Nah.. apalagi kalimat yang ini, sangat paham sekali. Sudah ratusan kali kita dengar di banyak drama- drama populer Korea Selatan.

Sekali lagi Tao mengangguk.

"Aku tak bisa mengatakan bahwa aku masih sangat mencintaimu. Aku juga tak bisa mengatakan bahwa aku tak mencintaimu lagi. Tapi satu yang pasti, aku berharap kau bahagia." Kalimat yang sedikit panjang, namun lebih dari setengahnya masih dapat dimengerti oleh Tao.

Membuat pria bermata panda itu kembali mengangguk.

Napas Sehun semakin memberat. Suatu kutukan bagi calon Idol adalah... larangan berkencan. Dan Sehun mengutuk seluruh dunia akan betapa beruntungnya Park Chanyeol yang menjalin kasih dengan si pemilik agensi itu sendiri, sehingga bebas memadu kasih tanpa aturan kencan.

Berbanding terbalik dengan Sehun yang harus mengakhiri hubungannya bersama pria Chinese didepannya ini. Mengakhiri hubungan yang sudah lebih dari setahun. Semenjak beberapa bulan sebelum Sehun menjadi trainee. Kejadian ini membuat Sehun bersumpah akan mengencani anak CEO perusahaan besar saja nanti, saat dirinya sudah diperbolehkan berkencan.

Kembali ke Sehun dan Tao sekarang.

"A-Aku harus kembali ke agensi sekarang, jadwal persiapan debut sungguh padat." Sehun terbata diawal katanya, gugup dalam memilih perkataannya sendiri. Benar- benar bukan tipikal Sehun sekali.

Menghela napas, kemudian untuk sekian kalinya, Tao hanya mengangguk. Membuat Sehun mengigit bibir bawahnya, dirinya ingin mendengar suara Tao.

"Kau akan kembali ke Qingdao setelah liburan musim panas inikan?. Waktu pertukaran pelajarmu telah selesai. Semoga sukses Taozi." Kembali Sehun berucap.

Dan Tao?

Pria itu hanya mengangguk.

Sehun pun menghela napasnya. Menatap wajah tenang Tao dengan cukup lama. Sebelum beranjak berdiri.

"Aku pergi.." Pamitnya, lalu memulai langkah pergi.

Namun sebuah tangan menahan hoddie coklat miliknya. Membuat Sehun berbalik, kemudian matanya berpapasan langsung dengan mata Tao yang ternyata juga ikut berdiri.

Terlihat Tao menarik napas, lalu mulai bicara.

"Sehunnie, selamat atas debut kamu. Aku senang dengarnya. Aku tak apa kita harus pisah seperti ini, karena aku juga akan tinggal kamu pergi ke Qingdao. Aku tak bisa janji disana aku tak jatuh cinta pada orang lain. Karena itu, Sehun nanti saat BB sudah izinkan Sehun punya pacar. Carilah orang yang baik untuk kamu. Semoga kebahagiaan akan selalu menyertai Sehun juga. Terimakasih sudah bersedia menjadi pacarku selama ini, aku senang bersama Sehun selama di Korea. Kamu yang buat aku betah tinggal disini."

Paragraf panjang yang dikemas dalam bahasa Korea yang kaku lagi kurang sempurna namun terdengar menggemaskan itu terucap dari bibir Tao.

Membuat Sehun terdiam sebentar memahami segalanya.

Lihatkan?

Selama ini Sehun tak salah pilih kekasih. Inilah mudahnya bila kau menjalin hubungan bersama sesama pria. Pria adalah manusia penuh logika dan terbiasa mengesampingkan perasaan. Dan bila memikirkan perasaan, lucunya, perasaan sang lawan bicaralah yang mereka pikirkan, bukan perasaan diri mereka sendiri.

Jadi, kalau putus ya putus saja.

Sehun adalah manusia penganut No Drama In My Life. Mungkin karena itulah dirinya jatuh terpesona pada pria bermata panda didepannya ini. Tao yang baik, polos, simple, dan pastinya sabar untuk terus menjalin hubungan bersama trainee super sibuk seperti Sehun. Sudah tak rahasia lagi bahwa menjalin hubungan bersama Trainee ataupun Idol hanya akan membawa luka disepanjang hubungan hingga ke akhirnya. Berat dan melelahkan. Karena berkirim pesan singkat pun sulit, apalagi bertemu dan berkencan.

Sehun tersenyum manis kepada Tao. Dan dibalas dengan senyum tak kalah manis oleh pria Chinese itu.

"Jadi kau sedari tadi diam dan hanya mengangguk disetiap ucapanku, karena kau sedang memikirkan kalimat perpisahan dengan bahasa Korea yang benar?" Tanya Sehun dengan jenaka.

Tao tersenyum lebar kemudian mengangguk. Menciptakan kekehan dari Sehun. Menggeleng tak percaya akan kekhawatirannya tadi yang takut Tao akan menangis lalu marah kepadanya. Intinya.. Sehun hanya takut menyakiti hati pria didepannya. Namun sepertinya justru Tao lah yang berusaha menjaga agar hati Sehun yang tak terluka.

Sudah dibilang, pria adalah makhluk yang suka berpatokan pada logika, lalu mengesampingkan perasaannya, dan justru memikirkan perasaan lawan bicaranya dibandingkan perasaannya sendiri. Sungguh gender dengan sifat yang unik.

Terkekang akan stereotip, bahwa pria harus kuat dan tak boleh menangis. Padahal tak ada hukum yang melarang pria untuk jangan menangis.

Tapi dalam kasus Sehun dan Tao, keduanya berpendapat, meski sungguh tak mengenakkan dihati, namun ini bukanlah perpisahan yang harus diiringi dengan air mata. Istilah klasiknya, mereka putus dengan cara baik- baik.

"Jangan sedih Sehun. Kita bisa terus jadi teman." Sehun kembali tersenyum, dirinya selalu menjadi gemas saat Tao berbicara menggunakan bahasa Korea. Pengucapan Tao sungguh unik dan lucu.

"Iya, aku akan berusaha menghubungimu saat aku punya waktu. Dan aku akan belajar bahasa Mandarin dengan lebih baik lagi, dan mengunjungi keluargamu saat aku punya waktu libur, dan pastinya saat aku sudah punya uang banyak dan bisa kesana." Sehun mengucapkan itu dengan bahasa Mandarin yang sungguh fasih.

Dalam hati, Tao mengagumi kecepatan Sehun mempelajari segala hal.

"Aku juga akan terus kasih kabar kamu. Bahasa Mandarin Sehun sudah bagus, lebih bagus daripada bahasa Korea aku." Sehun mengangguk setuju. Simple sekali.

Sehun menatap wajah Tao sedikit lama dengan tatapan dalam yang tak biasa. Sungguh kentara sekali, pria kelahiran Korea Selatan ini sesungguhnya masih memiliki perasaan pada pria Chinese dihadapannya.

"Aku ingin memelukmu." Tao sedikit melebarkan matanya, lalu tersenyum manis dan mengangguk cepat kepada Sehun.

Lalu keduanya mendekat, disusul dengan dekapan hangat yang memberikan efek detakan menenangkan bagi jantung keduanya.

"Tao akan rindu Sehun." Tao mengucapkannya dalam bahasa Korea.

"Sehun juga akan merindukan Tao." Sehun mengucapkannya dalam bahasa Mandarin.

Sungguh imut namun disaat bersamaan juga terkesan romantis, bila kita melihat bagaimana keduanya berusaha berbicara dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicaranya. Meski itu menyulitkan diri mereka sendiri.

Tapi itulah yang membuat segala kalimat dari keduanya menjadi penting. Karena semua perkataan itu di pikirkan selama beberapa kali sebelum mengucapkannya. Tidak sembarangan, seperti sekali pikir lalu terucap begitu saja.

Saat seseorang berbicara menggunakan bahasa asing. Orang tersebut akan memikirkan beberapa kali di otaknya, sebelum mengucapkan itu secara lisan. Lebih lama daripada menggunakan bahasa ibu mereka. Lebih banyak usaha juga.

Benar- benar cara unik untuk menyiratkan bahwa keduanya sungguh menganggap satu sama lain adalah orang yang penting dan spesial bagi diri mereka. Meski sudah dipikirkan berapa kalipun.

Pelukan perpisahan itupun terlepas, keduanya berpandangan dengan tatapan perelaan dan tanpa penyesalan.

"Aku pergi duluan.." Kali ini Sehun berpamitan dengan hati yang lebih ringan. Dan Tao melepas kepergian Sehun dengan lambaian tangan singkat dan senyuman menawan dibibirnya.

Itulah akhir dari kisah cinta singkat tanpa rahasia dan tanpa drama dari Sehun. Membuat kita mengetahui, salah satu arti cinta adalah...

Kesabaran

Perpisahan

Dan Merelakan

.

.

.

SRAK! SRAK! SRAK!

Xiumin menjejalkan baju- baju dan benda- benda lain yang diperlukan untuk acara MT ini. Seperti orang- orang didunia ini yang memiliki beberapa kebiasaan ajaib, Xiumin juga memilikinya.

Xiumin tak suka membawa tas besar.

Sebanyak apapun bawaan miliknya. Xiumin akan berusaha menjejalkan itu kedalam tas kecil. Apapun yang terjadi harus muat. Alasannya?, hummm... tidak ada alasan.

Baiklah..

Baiklah...

Alasannya,

Xiumin akan menjawab, dirinya adalah pria sibuk yang tak ingin bebannya semakin banyak dengan menggeret koper besar. Tipikal Xiumin sekali.

"Eoh? Oppa pulang?. Mengapa Oppa mengepak banyak baju?. Apa Oppa akan dinas keluar kota? Lama?" Xiumin menoleh ke pintu, dan mendapati Jimin yang sudah bersandar pada kusen pintu kamar Xiumin dikediaman keluarga Shin ini.

Nah.. kalau tipikal Jimin itu, tanya semuanya sampai jelas. Bicarakan semuanya sampai tuntas. Dan ungkapkan semuanya tanpa bekas.

Walau gadis mungil ini justru membuat mulutnya sungguh menjadi bablas dan amblas. Setidaknya itu lebih baik daripada menyimpan sakit hati yang membuat emosi terkuras, bukan?. Seperti Xiumin.

"Tanya itu satu- satu Jimin ah." Jawab Xiumin dengan suara lembut miliknya.

Jimin hanya menampilkan senyum kekanakannya.

"Oppa mau kemana?" Tanya Jimin.

"MT." Jawab Xiumin singkat.

Dalam hitungan nano detik mata Jimin menjadi berbinar. Mata coklatnya tampak sungguh cerah dan berkilau.

"MT?! MEMBERSHIP TRAINING? Yang biasanya bertempat di pegunungan atau pantai, pokoknya tempat yang indah. Dipenuhi game- game yang melatih kekompakkan, hadiah- hadiah menarik, lalu acara performance dari peserta MT, dan jangan lupakan pesta minuman di malam penutupan!!. OPPA, AKU BOLEH IKUT???" Jimin mengucapkannya dengan sungguh cepat dan antusias.

Xiumin mengerjap beberapa kali mendengar itu.

"Jimin ah, sepertinya kau memiliki bakat menjadi seorang rapper." Xiumin mengucapkan itu dengan kalimat khas komentator acara pencarian bakat.

Jimin mengerjap beberapa kali.

"Eh? OOH!" Responnya terkejut, sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan.

"Oppa benar! Sepertinya aku lebih baik menjadi rapper daripada vocalist. Woahhhhh.." Xiumin tersenyum mendengar itu, menyenangkan memang saat melihat sang adik tumbuh dan berkembang dengan baik, dan terus mencari lagi menggali bakatnya sendiri.

Sedetik selanjutnya Jimin menepuk dahinya, "Astaga Oppa mengalihkan pembicaraan. Aku boleh ikut ke MT atau tidak?" Tanya Jimin lagi setelah mengingat topik awal.

Raut wajah Xiumin berubah menjadi dingin.

"Tidak." Jawabnya singkat.

Disusul dengan erangan protes dari Jimin, "AAAaaa kenapaaAaAA.."

Xiumin menatap Jimin dengan serius.

"Kau sendiri yang bilang tadi, bahwa malam terakhir selalu di isi dengan pesta minuman. Kau masih dibawah umur, dan aku tak mau adik perempuanku berkumpul ditempat orang- orang mabuk yang sedang berpesta. Berbahaya. Pekerja Mansion Byun bukan hanya wanita." Ujar Xiumin menjelaskan alasan dari keputusannya.

Jimin berdecih tak terima.

"HAISH.. OPPA!. Aku juga perlu liburan. Ini adalah musim panas. Kau ingin aku mati karena stress dan terlalu banyak belajar?. Percaya saja, aku tak akan minum alkohol, dan aku hanya akan berkumpul dengan para Maid, dan mereka adalah wanita. Lalu bila yang ikut adalah seluruh pekerja Mansion Tuan Muda Byun, maka! Bahkan ada yang lebih muda dariku, si asisten koki dan pelayan paruh waktu bernama Jaemin dan Jeno itu saja baru masuk SMA tahun ini. Bahkan pasangan cinta monyet itu pastinya akan ikut!. Kenapa aku tidak!?" Xiumin terdiam memikirkan itu, memilih mengabaikan akan perkataan Jimin yang membawa- bawa pasangan termuda dari Mansion Byun dalam pembicaraan mereka, sudah seperti peraturan tak tertulis untuk tak membicarakan hal- hal didalam Mansion Byun saat berada diluar area Mansion.

Setelah Xiumin memikirkannya berulang- ulang, sepertinya tak ada salahnya membawa Jimin ikut juga, toh ada dirinya sendiri yang akan mengawasi adik sepupunya itu.

Xiumin pun mengangguk, "Baiklah.. kau boleh ikut." Keputusan final Xiumin yang membuat Jimin berteriak dan melompat kegirangan.

"Kya!!! Terima kasih Oppa!. Kim Minseok Oppa yang terbaik!. Aku harus mengemasi barangku sekarang. BYE!" Lalu secepat kilat gadis itu pergi.

Meninggalkan Xiumin yang tertegun akan panggilan Jimin kepadanya. Membuatnya ingat akan bagaimana perkataan Chen saat menolak pernyataan cintanya.

"Kau putraku Xiumin. Kita punya marga yang sama dan berada di kartu keluarga yang sama. Bahkan adik sepupumu sendiri terus memanggil mu dengan marga Kim. Aku mengatakan kepada seluruh dunia bahwa kau adalah putraku sejak dulu. Lalu sekarang kau adalah anakku sekaligus atasanku di BB Grub ini karena sekarang posisimu lebih tinggi daripada aku. Semua orang tahu nama kita. Bahkan sudah tak terhitung para Investor, Idol, Musisi, Produser yang menanyakan kontak nomormu padaku, karena mereka tertarik akan wajah imutmu itu, dan memintaku untuk memberikan mereka restu mendekati dirimu. Karena apa? ya karena aku adalah ayahmu. Xiu, mustahil bagiku untuk mencintaimu dengan cinta yang seperti itu. Kau tetaplah putraku. Jangan memimpikan hal romantis akan terjadi diantara kita"

Yeah, sungguh kejam. Lebih kejamnya lagi karena Chen mengatakan semua itu dengan nada santai dan ringan khas dirinya.

Xiumin menutup matanya kesal mengingat itu, lalu mata kucingnya kembali membuka dengan tatapan lebih tajam.

"Kalau suka ya bilang suka. Kalau cinta ya bilang cinta. Aku tak peduli apa hubungan kita berdua, entah itu ayah-anak, paman-keponakan, ataupun kakak-adik, yang aku inginkan hanyalah kau bilang, 'aku juga mencintaimu Xiumin', apa susahnya." Xiumin bergumam kesal.

"Dasar tua bangka, playboy, pedofil, PHP, kepala batu, mesum, buaya darat. Awas saja kau, aku akan menjebakmu dalam kubangan dosa bersamaku di MT nanti. Aku akan membuatmu terikat dengan rantai iblis bersamaku. Se-La-Ma-Nya"

Xiumin mengucapkan semua kalimat sumpah serapahnya sambil memasukkan beberapa suplemen, obat penghilang hangover, koyo penghilang rasa sakit, sikat gigi double karena Chen selalu lupa itu, dan yang pasti beberapa kaus kaki tambahan karena Chen punya kebiasaan sering mengganti banyak kaus kaki dalam sehari, serta selalu memakai kaus kaki meski sekarang musim panas. Kebiasaan ajaib seorang Kim Jongdae.

Sungguh lucu melihat bagaimana pria yang selalu mengaku sibuk ini, namun terus memikirkan seorang Kim Jongdae selama 24 jam sehari dalam seminggu, dan bahkan memasukkan benda- benda penting untuk sang pria pujaannya ke dalam tas kecil yang sungguh penuh miliknya. Tsundere sekali.

Jika kita bertanya apa itu cinta kepada Xiumin, maka jawabannya adalah Keluarga dan Keterbukaan.

Bagi Xiumin keluarga lah yang nomor 1.

Terutama, dirinya selalu memikirkan seorang Kim Jongdae saat mendeskripsikan sebuah keluarga.

Selama ini di seumur hidupnya. Chen sudah seperti sahabat, hyung, paman, dan ayah untuknya. Nama Jongdae adalah kata lain dari keluarga bagi Xiumin.

Dan bila saja Chen berani untuk terbuka pada Xiumin. Maka Chen akan menambah daftar posisinya dalam keluarga kecil milik Xiumin itu.

Chen akan menjadi pendamping hidupnya.

.

.

.

Di kafetaria BB Ent. Terlihat Kyungsoo yang sedang menggulirkan layar ponselnya dengan kesal. Inilah kenapa Kyungsoo tak mau membuat akun sosial media apapun. Dirinya adalah tipe orang yang sulit menahan diri untuk tak menegur perilaku orang lain yang dirinya anggap salah.

Seperti...

"Kyungsoo tampan sekali."

"Suara Kyungsoo adalah anugerah dari Surga."

"Lagu- lagu Kyungsoo di comeback kali ini sungguh unik dan keren pastinya. My pinguin!!."

"Aku suka tahun ini dia mengeluarkan album dengan 2 tittle track, yang satunya Ballad dan yang satunya sungguh Hype disertai dance yang keren. Uri D.O Oppa Jjang!"

Kyungsoo menatap datar pada seluruh komentar yang berada dibawah video penampilan dirinya disalah satu acara musik.

"Aku tebak kau sedang kesal sekarang." Kyungsoo mendongak dan mendapati Kai sudah duduk disebelahnya.

"Memang." Jawabnya singkat.

Kai menggeleng maklum. "Kali ini apa lagi?. Kau tak lelah terus menerus marah?. Aku bahkan bingung kenapa aku sungguh tahan menjalin hubungan dengan pria yang sungguh suka marah- marah dan memukul orang." Kyungsoo berdelik tak suka pada Kai.

"Kalau begitu cari saja orang lain yang tak suka marah- marah seperti aku." jawab Kyungsoo dengan kesal.

Menciptakan kekehan dari Kai.

"Aku tak mau, orang lain membosankan, tidak seperti dirimu." Jawab Kai dengan mengangkat bahunya ringan.

Kyungsoo tersenyum tipis. "Jujur saja, kau masokis kan? Yang suka bila aku marahi dan aku pukuli?." tanya Kyungsoo tanpa perasaan.

Oh.. Kai sudah terlanjur kebal. Hubungan mereka bukanlah baru sebulan atau dua bulan. Sudah cukup lama untuk mengetahui bahwa Kyungsoo sedang bercanda walau nada suaranya tak seperti itu.

"Lalu kau si sadis nya?. Humm aku meragukan itu Soo. Mungkin kau juga seorang masokis, karena kau selalu suka dan memintaku memukul pantatmu lebih keras dan lebih keras lagi, saat kita sed -

Kalimat itu tak akan berlanjut, Kyungsoo sudah terlanjur menutup mulut Kai dengan telapak tangannya.

"Kau gila!! Jaga ucapanmu!! Aku punya sasaeng yang mengikutiku dua minggu ini." Kyungsoo berteriak namun mengucapkan kalimat terakhirnya dengan bisikan. Dirinya akan terus berpura- pura tak sadar sedang di ikuti.

Kai terkejut mendengar itu. Astaga, sasaeng gila mana yang bahkan berhasil masuk ke dalam gedung agensi mereka. Mengerikan. Untung saja kekasih Kai ini adalah pria yang tangguh lagi kejam menghadapi orang yang jahat padanya. Sungguh berkebalikan dengan konsep polosnya sebagai Idol.

"Ekhm.. memangnya kau kesal karena apa tadi?" tanya Kai setelah bekapan mulutnya dilepaskan oleh Kyungsoo, memilih untuk ikut bersikap seakan tak ada yang mengawasi mereka.

Wajah Kyungsoo tampak mengerut kesal.

"Ratusan ribu komentar dan jutaan penonton serta penyuka di seluruh video yang ada aku didalamnya. TAK ADA SATUPUN YANG MEMUJI DIRIMU SEBAGAI PENCIPTA KOREOGRAFI YANG KEREN ITU. Menyebalkan!"

Kai tertegun.

Ini sudah berlangsung cukup lama. Kyungsoo selalu kesal bila tak ada yang mengapresiasi kerja keras Kai.

Bagi Kai tentunya hal itu bukanlah masalah besar, asalkan..

"Bagiku yang penting adalah apresiasi darimu Soo. Aku menciptakan seluruh gerakan tari itu untukmu, jadi pendapatmu lah yang paling penting." Kai berucap dengan tenang.

Membuat Kyungsoo terdiam sebentar.

"Aku suka semua gerakannya, aku merasa seperti sedang menari bersamamu." Ujar Kyungsoo yang sudah ikut tenang.

Kai tersenyum sungguh tampan, "Nah.. itu sudah lebih dari cukup bagiku. Aku juga belum mengucapkan ini, selamat atas suksesnya comeback mu Soo, aku suka mendengar semua lagu di album itu. Semuanya kau ciptakan sendirikan?."

Kyungsoo tersenyum lalu mengangguk.

"Dan aku merasa seperti kau sedang menulis surat cinta padaku disetiap lagunya." Komentar Kai.

Dibalas dengan tawa cerah Kyungsoo, hatinya telah menjadi tenang dan bahagia kembali. Kai adalah sosok pendingin untuk Kyungsoo yang selalu mudah panas.

Mungkin itulah yang membuat keduanya saling mencintai.

Atau mungkin karena kedua orang pencinta seni ini menganggap Cinta adalah Muse mereka. Sebuah objek yang memberikan inspirasi. Mereka selalu mendapatkan inspirasi dari seseorang yang mereka cintai. Jadi karena itulah, apresiasi yang diberikan oleh sang Muse kepada karya yang mereka ciptakan adalah yang terpenting.

"Terima kasih sudah selalu menginspirasiku Soo." Ujar Kai.

"Terima kasih juga sudah selalu menginspirasiku Kai Hyung."Ujar Kyungsoo menjawab kekasih sekaligus pelatih tarinya sejak masa trainee itu.

Cinta adalah kata lain dari inspirasi - KaiSoo

.

.

.

Di gedung yang sama, namun ditempat yang berbeda. Chen sedang mengetik pesan pengumuman libur dengan sungguh lambat. Dasar Ahjussi, mengetik di ponsel saja lama sekali. Ckckck.. ayo kita maklumi saja, karena dia adalah Kim Jongdae.

Telepon kantor itu pun berdering nyaring dimeja kerjanya.

"Humm ada apa?" tanyanya tak terlalu fokus pada telepon tersebut.

"Saya sudah melakukan yang anda minta Tuan Kim." Jawab suara diseberang.

Chen mengangguk.

"Bagus.. bagus.. Jam berapa dia bangun hari ini?" tanyanya santai.

"Hanya beberapa puluh menit sebelum dia menelpon anda tadi Tuan Kim." Chen kembali mengangguk puas.

"Dia sedang berada dimana sekarang?" tanyanya lagi.

"Setelah makan siang bersama kami, Tuan Kim Minseok langsung pergi ke kediaman bibinya, Tuan Kim." Nah.. sekarang hati Chen sedikit lebih ringan mendengar sang kesayangan sudah makan dan pulang kerumah. Ternyata menenangkan hati seorang Kim Jongdae sungguh mudah sekali.

"Baiklah, terima kasih Kyungsoonie." Ucapnya pada gadis diseberang sana.

"Sama- sama Tuan Kim, anda sudah memberikan akses bebas keluar masuk gedung agensi untuk saya. Itu berharga sekali. Saya sangat merindukan Kyungsoo Oppa." Terdengar jawaban Kyungsoon dengan suara yang sungguh manisnya.

Chen menganguk singkat, lalu keduanya sama- sama mematikan sambungan telepon tersebut.

Chen kembali fokus pada ketikannya. Liburan ini sungguh amat mendadak, sehingga cara paling singkat adalah mengumumkan lewat halaman situs agensi mereka.

Dengan hati tenang dan santai pria ini mencoba menyelesaikan pekerjaannya. Sebelum pulang lalu menyiapkan barang- barangnya untuk besok.

Sesungguhnya Chen adalah seorang yang kolot dibalik sikapnya yang sungguh flamboyan. Walau tak terlihat dari wajah dan sifatnya, apalagi perawakannya yang siapapun akan mengatakan he is so hot as hell. Namun tak dapat dipungkiri bahwa dirinya adalah pria berumur 40 tahun. Sudah melewati banyak hal dalam hidup ini. Berpengalaman. Dan bila kita tanya apa arti Cinta kepada pria kepala empat ini, maka... Cinta itu sudah tak ada.

Bagi Chen, kalimat aku cinta kamu itu sudah setara dengan omong kosong.

Sebuah Cinta bagi pria umur 40 tahun sudah musnah kemudian berubah menjadi tanggung jawab dan komitmen.

Dan bila kita lihat, siapakah gerangan seseorang yang terus menjadi tanggung jawab dan membuat Chen teguh berkomitmen kepada orang tersebut?

Tanpa diragukan lagi, Xiumin lah jawabannya.

Namun sayangnya, Xiumin sendiri tak pernah tahu. Dan hanya terus menuntut Chen mengatakan kalimat kosong tanpa makna bagi Chen. Seharusnya Xiumin sadar dan mengerti akan bagaimana Chen terus menunjukkan cintanya dengan tanggung jawab dan komitmennya pada Xiumin selama 20 tahun ini.

.

.

.

Kyungsoon menutup teleponnya. Masih menyisakan senyum ramah di wajahnya. Sebab gadis ini terbiasa tersenyum dan berwajah ramah saat berbicara.

Kemudian,

hanya diperlukan waktu sedetik hingga wajah cantik itu berubah menjadi datar dan beraura gelap. Terlihat dingin dan bengis.

Amat sangat kontras. Terlampau berbeda dari visual indah yang biasa dia tampilkan didepan orang lain.

Sepertinya kita telah melihat wajah asli Maid cantik ini.

Tetap cantik... namun mengerikan.

Maid ini memandang seluruh foto yang tertempel dikamar miliknya dengan pandangan dalam. Menatap setiap visual yang tertangkap di seluruh foto tersebut. Kemudian berdecak jengkel saat menangkap salah satu foto yang baru saja dirinya ambil beberapa minggu yang lalu.

Terlihat Baekhyun yang sedang tertawa bersama Chanyeol difoto tersebut. Terlihat sungguh bahagia, namun menyebalkan bagi Kyungsoon.

Meski kekesalan di hatinya sudah menumpuk dengan mengerikan. Namun Kyungsoon tak mengatakan apapun, dirinya terlampau hapal bahwa hampir setiap ruangan di Mansoin ini tidak kedap suara. Tak mau mengambil resiko kata- katanya didengar oleh orang lain.

Kyungsoon pun beranjak berdiri dari yang semula duduk dikursi belajar miliknya.

Kemudian hanya perlu sedetik yang lain untuk membuat raut wajah gadis cantik ini kembali menjadi ramah dan manis. Amat sangat cerah dan beraura lembut yang sungguh menyenangkan untuk dilihat oleh siapapun. Tak sedikitpun memberikan cela untuk menebak apa isi hatinya yang kelam dan dingin. Kemudian gadis itu berjalan keluar dari kamar pribadinya di Mansion Byun ini.

"Lucu sekali kau Tuan Muda Byun. Mengatakan bahwa pekerja mu adalah yang utama dihatimu. Namun kau justru berakhir dengan pria tak berguna itu. Kau kira menjadi maid rendahan ini adalah mimpiku yang sebenarnya?. Mimpiku yang sebenarnya adalah menjadi Ratu di Mansion ini. Tinggal didalam mansion megah, dan melayani satu- satunya orang yang harus aku layani. Disayangi oleh orang yang sempurna. Dirimu. Dan Park Chanyeol menghancurkan segalanya. Tidak akan kubiarkan. Tidak akan."

Ujar Kyungsoon didalam hati terdalamnya. Sebuah ucapan dengan niat yang sungguh gelap, namun tertutupi akan wajah ramah dan senyum manis yang terpampang di wajah cantik Maid Mansion Byun ini.

Di dunia ini, tak sedikit orang- orang yang terjebak dalam lingkaran ilusi yang menganggap Obsesi adalah Cinta.

.

.

.

Chanyeol menunduk ramah kepada penjaga gerbang Mansion Byun. Kemudian mulai memasuki wilayah dari kediaman kekasihnya ini.

Senyum teramat tampan terpampang diwajahnya, membayangkan sebentar lagi dapat bertemu dengan sang pujaan hati membuat Chanyeol sulit menahan wajahnya untuk tak tersenyum layaknya idiot.

Yeah benar, kenyataannya Chanyeol juga merindukan Baekhyun.

Dirinya tak habis pikir tentang apa yang ada di kepala Baekhyun hingga meliburkan seluruh staff BB Ent dan membawa seluruh pekerja mansion Byun ke dalam kegiatan MT. Membuatnya harus pulang sekarang, bahkan menunda persiapan debutnya yang sudah hampir sempurna.

"Dimana Tuan Muda Byun?" Tanya Chanyeol kepada Maid yang berjaga dipintu masuk.

Maid itu tersenyum sopan, kemudian menjawab.

"Tuan Muda Byun terakhir kali terlihat memasuki ruang musik, Tuan Park."

Chanyeol tersenyum cerah, kemudian berjalan dengan tergesa menuju ke dalam Mansion. Pria berambut hitam ini bahkan menaiki dua dan tiga tangga sekaligus saat menuju ke lantai 2 Mansion ini. Terlampau tak sabar untuk bertemu sang pujaan hati.

Jantung Chanyeol semakin berpacu saat pintu ruang musik sudah berada didepannya. Dirinya mengangkat tangan ingin mengetuk pintu tersebut, sebelum mengingat bahwa ruangan didepannya ini kedap suara.

Memutuskan untuk langsung membukanya saja.

Didetik setelah pintu itu dibuka. Pemandangan indah sekaligus melodi indah tersaji untuk Chanyeol. Sebuah surga kecil terpampang padanya.

Baekhyun sedang bermain piano dengan hikmat. Lantunan lagu Fritz Kreisler berjudul Liebesleid itu dimainkan oleh Baekhyun dengan sungguh sempurna tanpa kesalahan sedikit pun. Lagu yang seharusnya dimainkan dengan biola itu tampak memukau saat Baekhyun justru menyajikannya dalam versi piano.

Chanyeol terdiam mematung memandangnya.

Sekali lagi, seorang Park Chanyeol terpesona pada kekasihnya sendiri.

Benarkan? Baekhyun terlalu sempurna untuk disebut manusia.

Baekhyun mengakhiri permainannya dengan dentingan lembut dan manis dari nada terakhir lagu itu.

Keheningan tercipta diruangan kedap suara ini.

Baekhyun menyadari kehadiran Chanyeol sedari tadi. Aroma tubuh pria itu terlalu khas untuk mudah dilupakan.

"Senang dengan tontonan anda Tuan Park?" Chanyeol menaikkan alisnya, suasana hati Baekhyun tidaklah baik bila dilihat bagaimana formalnya kalimat tadi.

"Terima kasih untuk permainan piano yang menakjubkan tadi Tuan Byun." Chanyeol memutuskan mengikuti permainan ini.

Baekhyun bangkit dari tempat duduknya. Kemudian berbalik menghadap Chanyeol. Menampilkan wajah datar, kemudian menyilangkan tangan nya didepan dada.

"Anda kira itu gratis? Tentunya anda harus membayar untuk itu." Ujar Baekhyun dengan suara renyahnya.

Chanyeol menggeleng tak percaya. Dalam hati menertawakan sifat sang kekasih yang semakin hari semakin perhitungan saja pada dirinya. Ingat, hanya pada dirinya. Baekhyun selalu meminta banyak hal bila itu berhubungan dengan Park Chanyeol. Tapi memberi banyak hal untuk orang lain. Tidak adil sekali.

Tapi bukannya keberatan, Chanyeol justru menyukainya.

Pria setinggi 185 Cm itu berjalan beberapa langkah mendekati sang kekasih.

"Bayaran dalam bentuk apa yang anda inginkan Tuan Byun?" Tanya Chanyeol dengan lembut, sambil menundukkan wajahnya dihadapan Baekhyun. Membuat wajah keduanya menjadi sejajar.

Dalam hati Baekhyun menjerit bahagia karena dapat mendengar suara Chanyeol lagi. Mencium aromanya lagi. Dan pastinya menyentuhnya lagi. Tapi itu nanti. Dirinya tak boleh terlihat murahan, meski dirinya telah menjadi budak cinta, bukan berarti dirinya harus menjadi budak dari kekasihnya sendiri. Terkadang jual mahal itu perlu.

Baekhyun berusaha sekuat tenaga menahan diri untuk tak mencium Chanyeol sekarang.

"Bisakah anda menyanyikan sebuah lagu? Bukan lagu biasa, tapi lagu yang tercipta khusus untuk saya." Sungguh permintaan yang sederhana.

Lihatlah, bagaimana Chanyeol tidak jatuh cinta. Baekhyun memang banyak maunya. Tapi semua permintaan Baekhyun selalu berhubungan dengan hal yang sederhana. Sama sekali tak memberatkan.

"Hummm itu sulit." Chanyeol berucap dengan nada yang sengaja diseriuskan.

Baekhyun mengerutkan dahinya, kesal.

Itu saja sulit?, pikir Baekhyun.

"Itu susah Tuan Byun, karena saya harus memilih satu dari ratusan lagu yang telah saya buat untuk anda." Lanjut Chanyeol kemudian.

Waw.. apa itu gombalan?

Gombalan atau tidak, tapi sukses menciptakan tawa renyah dari milyarder muda didepannya. Runtuh sudah pertahanan Baekhyun.

"Astaga Chanyeol, benarkah?" nada formal itupun telah luntur.

Chanyeol mendesah frustasi, "Begitulah Baek, aku sudah berusaha untuk berhenti melakukannya. Tapi karena aku terus memikirkanmu saat aku sedang menulis lagu, membuat semua lagu itu selalu berakhir dengan berisi tentangmu. Aku bahkan tak bisa menulis lagu tentang hal lain lagi." Curhatnya dengan nada putus asa.

Baekhyun tahu kalau Chanyeol tak sedang menggombal untuknya. Tapi kenapa Baekhyun justru merona dan terdiam beku.

Chanyeol tersenyum tipis melihat semburat merah muda manis yang mulai tampak dipipi putih pucat bagai porselin milik Baekhyun.

"Baek, aku ingin menanyakan ini sedari tadi. Ada apa dengan rambut mu?" Tanya Chanyeol sambil mengacak rambut Baekhyun.

Senyum kotak khas Baekhyun pun tampak setelah mendengar pertanyaan itu. Chanyeol hebat sekali mencairkan suasana sekarang.

"Ehehe.. apakah cocok untukku?" tanyanya.

"Bahkan kau tetap indah saat memakai karung sampah." Pikir Chanyeol dengan ke cheesy-an yang semakin parah saja setiap harinya.

"Bagaimana kau bisa memilih warna yang sungguh pas untukmu. Kau terlihat manis sekali.." Chanyeol berucap gemas sambil mencubit kedua pipi Baekhyun.

"Haiss.. hentikan, sakit Chan." Keluh Baekhyun yang hanya dibalas tawa bahagia Chanyeol.

"Aku bertanya pada salah satu Maid, apa warna dari susu stroberi. Dan mereka menjawab, merah muda. Setelah itu aku langsung meminta stylist ku untuk mengecat warna rambutku dengan warna itu. Kau tak tahu bagaimana hebohnya seluruh pekerja disini saat aku berjalan di Mansion dengan rambut berwarna pink dihari pertama setelah rambutku di cat." Baekhyun menceritakan itu semua sambil mengabaikan tangan Chanyeol yang memainkan kedua pipinya dengan sekehendak hati.

"Aku bisa membayangkannya, Kyungsoon pasti yang paling shock." Komentar Chanyeol membawa nama salah satu maid yang paling dekat dengan Baekhyun itu.

Baekhyun mengangguk setuju.

"Dia mengira kepalaku ketumpahan cat pink dan sungguh panik. Lalu menawarkan untuk membantuku mencuci rambut, ahahaha.. dia imut." Chanyeol ikut tersenyum membayangkan itu.

"Kau benar, dia imut. Beberapa kali kami bertemu di depan agensi, dan ternyata dia tak diperbolehkan masuk ke dalam, dan tak ada Kyungsoo yang menyambutnya sebab Kyungsoo sedang ada ditempat lain. Kau tahu kan? Jadwalnya sungguh padat." Giliran Chanyeol yang bercerita.

"Sedang apa Kyungsoon disana?" tanya Baekhyun.

"Kau pasti akan iri mendengar ini. Dia membawakan vitamin, suplemen, beberapa baju yang nyaman, dan bekal makan siang yang dia buat sendiri. Katanya itu untuk Kyungsoo. Aku hampir mati karena iri, ingin punya adik juga." Jawab Chanyeol sambil menggandeng tangan Baekhyun, dan membawa mereka ke salah satu sofa yang ada disitu.

"Woah.. , tapi kasihan sekali karena dia justru tak diperbolehkan masuk. Ternyata penjagaan BB Ent ketat sekali. Yah.. itu wajar, kudengar banyak fans gila yang mengaku sebagai anggota keluarga idol agar bisa masuk kedalam gedung agensi." Ujar Baekhyun menanggapi.

"Karena itulah aku menawarkan diri, agar dia menitipkannya padaku, lalu aku menyampaikannya pada Kyungsoo." Chanyeol berucap bangga.

Baekhyun berdecih mendengar itu.

"Bilang saja, itu karena kau ingin mempunyai alasan untuk berbicara pada idola mu kan?" tembak Baekhyun tepat sasaran.

Chanyeol terkekeh malu.

"Ehehehe.. Terlalu kentara ya?" tanyanya malu.

"Iyaaa.. sangat kentara Tuan Park. Dasar Kyungsoo Fanboy!" ejek Baekhyun.

Chanyeol cemberut mendengar itu.

"Lalu kau adalah Taeyeon Fanboy!!" balasnya Chanyeol tak mau kalah.

"Lalu kenapa? Taeyeon juga mengenal aku dan kami berteman dengan baik. Setidaknya idolaku bersikap ramah kepadaku, tak seperti Kyungsoo yang justru menghindarimu dan sinis kepadamu." Jawab Baekhyun membela diri.

Chanyeol membelalakan matanya.

"Taeyeon mengenalmu?! Mengenal CEO misterius yang hanya sedikit orang yang tahu wajahnya. Kau menemuinya secara pribadikan??!. Mengakulah Byun Baekhyun!. Kita membebaskan satu sama lain untuk mempunyai idola, tapi bukan begini caranya!."

Oh No

Baekhyun menutup mulutnya rapat. Merutuki diri sendiri karena telah salah bicara.

"Ekhm.. aku harus menyiapkan barang- barangku untuk MT." Ujar Baekhyun yang dengan sungguh cepat bangkit berdiri lalu berjalan menuju arah pintu yang sudah dirinya hapal setengah mati. Dan secepatnya keluar dari ruangan itu. Bahkan meninggalkan pintu ruang musik tetap dalam keadaan terbuka.

Chanyeol melongo tak percaya melihat itu.

Apakah kekasihnya ketahuan main belakang sekarang?

Kecemburuan memuncak sampai keubun- ubunnya.

Waw, kenapa tiba- tiba terasa panas disini, pikir Chanyeol.

"HEY BYUN BAEKHYUN!! Mau pergi kemana kau?. Awas saja, kau akan mati kelelahan dibawah tubuhku malam ini!!"

Teriaknya murka sambil keluar dari ruang musik, menyusul sang kekasih yang sepertinya patut menerima hukuman malam nanti.

Mereka pasangan yang lucu ya..

Dan bila kita menanyakan arti kata cinta bagi Chanyeol. Jawabannya adalah.. Cinta itu adalah kehangatan sebuah rumah, dan canda tawa didalamnya. Serta obrolan tak penting yang kau bagi setiap harinya bersama orang yang kau sayangi.

.

.

.

Love is heavy and light, bright and dark, hot and cold, sick and healthy, asleep and awake- its everything except what it is! - Romeo

(Act 1, scene 1)

Romeo and Juliet by William Shakespeare

.

.

TBC

.

.

.

.

Author note a.k.a Bacotan dan curhatan.

Hello Sugar~

Pam param pam pam, pam parammmmmm!!

Chukaehamnida~ Chukaehamnida~ Komen sudah sampe 100 GoodMornaing Chukaehamnida~~~ WOHOOO ehehe.

Kali ini updatenya lama ya ehehe. Dan gak double kaya biasanya ya ehehe. Dan ceritanya makin boring ya ehehe. Alurnya kelambatan ya ehehe. Typonya masih ada ya ehehe. Dan yang paling penting ff ini banyak banget hal gak pentingnya ya ehehe.

Aku tahu kebebasan berpendapat itu ada di negara kita. Tapi kenapa gak langsung pendapat ke kolom komentarnya FF ini aja. Aku bakalan senang banget kalau dikasih tau bagian gak pentingnya yg mana. Sadar diri kakak, tulisan saya penuh sama kekurangan, perlu kritik dan saran. Kita sama- sama belajar dihidup ini kan?. Jadi kenapa gak langsung ajarin ke aku, bagian salah yang mana dan bagian gak pentingnya yang mana.

Tahu kok aku musti memandang itu sebagai pacuan untuk lebih baik lagi. Tapi kok tetap aja sakit baca kata- katanya ya ahahaha. Ternyata suka duka jadi penulis itu gini. Harus tahan banting dan no baper. Lucu juga. Kita nulis pake hati, tapi hatinya sering dibuat kacau sama sebuah komentar jahat doang :)

OKEY! AYO KITA HENTIKAN SEMUA GERUTUAN INI. SAYA AJA YG BAPERAN. Kepada si dia, aku minta maaf karena sakit hati sama ucapan sepele kamu ya. Kamu gak salah kok. Beneran. Aku aja yang berlebihan. Aku sayang kamu karena kita keluarga besar ChanBaek Shipper :D

Dan

TERIMA KASIH!! Beneran terima kasih banget sama semua pembaca FF ini. Yang udah baca, fav, dan follow. Bahkan ada yang rekomendasi in ff ini ke orang- orang. Rasanya pengen aku pelukkkkk gitu kalian semua ehehe. Kalian semua baik bangettttt.

Aku akan berusaha lebih baik lagi dalam menulis FF ini. Mencoba menutupi segala kekurangan yang aku punya. Dan terus berusaha menghibur kalian dan tidak memberikan kalian kekecewaan.

Spesial Thanks nya saya berikan kepada :

ChanBaek09, Cheonsa528, elroseline, jungkkhope, SehunSapiens, ameliya13, CHANBAEQ, danactebh, Bubbleclay, mizota, fifakna, byuncyxx, pcyabcd1904, bbaekhyunfans, and lightforce614.

Komentar kalian imut semua . . Ada beberapa yg nanya kenapa baekkie gak nerima donor mata? hummm 0.0 Tunggu aja ya sugar~ tunggu aja.

Dan juga ada yg gak bisa buka chap 12 dan 13?. Kok bisa gitu sih, masalah ffn nya atau apa nih?. Maafkan aku atas ketidaknyamanan kamu ya.

Itulah akhir dari bacotan saya. Saya berharap kita secepatnya bisa bertemu lagi di chapter selanjutnya. Saya disini selalu mendoakan kesehatan dan kebahagiaan kalian. Lets Love Eri! /Bow