Tittle : Read My Music
Author : GoodMornaing
Cast : Park Chanyeol EXO and Byun Baekhyun EXO
Other Cast : Kim Minseok EXO, Kim Jongdae EXO, Do Kyungsoo EXO, Oh Sehun EXO, Kim Jongin EXO, Shin Jimin AOA, Do kyungsoon OC, Lee Sunmi, etc
Genre : Romance , Drama , and BxB
Rated : T - M
Summary :
Baekhyun berkata, "Segalanya gelap bagiku." Mendengar hal itu hanya membuat Chanyeol tertawa, "Itu karena kau terlalu bersinar Baek." Baekhyun pun tersenyum mendengarnya, lalu berkata, "Aku suka mendengar tawa mu, namun aku lebih menginginkan untuk dapat melihatnya."
.
.
.
Happy Reading
Chapter 15: Just A Good Morning
.
.
Musim Panas, 2011
Chanyeol menatap wajah pulas Baekhyun dengan sebuah senyuman tipis disertai tatapan sarat akan kasih sayang.
Baekhyun tampak indah saat tubuh seputih porselin yang hanya memakai baju kaus super besar milik Chanyeol itu tergulung manis dalam selimut hangat berwarna putih gading. Baekhyun terlihat bagai lukisan malaikat yang tengah tertidur diatas awan- awan.
Tampak seakan tak nyata.
Ditambah lagi, sinar hangat mentari pagi musim panas menyinari kamar ini dengan sungguh bersahabat, sebab Chanyeol membuka seluruh gorden dari kamar Baekhyun beberapa menit lalu. Untuk memberikan vitamin D kepada kesayangannya yang menurut Chanyeol terlalu putih pucat, sekaligus ingin membangunkan si kesayangan yang tampaknya terlalu betah berpetualang dalam mimpi.
Usaha membangunkan itupun gagal. Sebab Chanyeol justru tergoda untuk menidurkan diri disamping sang malaikat. Tidur miring dengan menumpukan kepala pada lengannya. Lalu memandangi malaikat didepannya sampai mata Chanyeol terasa perih sebab jarang berkedip.
Sampai hari ini... Sampai detik ini...
Chanyeol masih bertanya- tanya, apa yang sudah dirinya lakukan hingga pantas memiliki Baekhyun dihidupnya. Hingga pantas menjadi kekasih dari seorang Baekhyun yang sungguh sempurna.
Dari awal pertemuannya bersama Baekhyun. Chanyeol terus merasa hidup sebagai penebang kayu yang akhirnya hidup bersama dengan seorang peri dari langit. Hari- harinya berlalu dengan menyenangkan. Terus jatuh dan jatuh cinta lagi. Dan terus memuja dan mendamba belahan hatinya ini. Namun disaat yang sama juga ketakutan, sebab memikirkan adanya kemungkinan sang peri terbang kembali ke langit saat sudah menemukan selendangnya.
Chanyeol terdiam sebentar...
Tiba- tiba terlintas sebuah melodi dikepalanya.
"Nanana.. na na na nana.. nanana nana na... hum hum hum humm.. umm.. humm.. Hello Angel, kau seperti lukisan. Saat aku melihat ke langit, aku dapat melihatmu..."
Chanyeol terdiam, sebuah lirik lain muncul dikepalanya.
"Langit yang memberimu segalanya... dan dunia yang memberikanmu padaku... aku akan menahanmu disisiku, agar kau tak bisa lari pergi ke langit... aku akan menangkapmu, aku akan mengurungmu, aku akan menggenggammu..."
Chanyeol mengeringai kepada dirinya sendiri. Memikirkan bagaimana dirinya ternyata sungguh posesif, hingga tercipta lirik seperti itu.
Chanyeol membentuk lirik demi lirik yang masih kacau itu dengan suara yang sungguh rendah nyaris berbisik. Sambil memandang Baekhyun yang tertidur dengan mulut sedikit terbuka, menampilkan dua gigi seri miliknya yang sungguh mungil dan lucu.
Menciptakan tawa dari Chanyeol yang menatapnya. Baekhyun memang tampak selalu cantik, tampan, dan menggemaskan. Dan menurut Chanyeol, saat sedang tertidur adalah saat- saat paling menggemaskan dari Baekhyun. Saat terbangun Baekhyun sangat jarang bersikap menggemaskan. Memang pada dasarnya bukan sifat Baekhyun saja, dan Chanyeol sedikit banyak mensyukuri itu, sebab... Chanyeol akan mati bila Baekhyun melakukan aegyo padanya, itu bisa dipastikan.
Benarkan?
Baekhyun bahkan sudah imut walau tanpa melakukan usaha apapun. Apalagi bila Baekhyun memang berusaha untuk terlihat imut.
Tolong jangan dibayangkan, nanti diabetes.
Dengan lembut Chanyeol menyingkap beberapa helai rambut merah muda yang menutupi wajah Baekhyun. Dan Baekhyun yang sensitif pun sedikit terusik karenanya.
Chanyeol dengan sabar menunggu mata indah milik sang kekasih membuka, meski seluruh dunia tahu... Bahwa kekasihnya tetap tak akan dapat melihat wajah rupawan Chanyeol meski mata itu terbuka maupun tertutup. Dan Chanyeol adalah manusia yang paling tidak peduli akan kenyataan itu.
Chanyeol tersenyum lebar saat Baekhyun bangun.
"Guten Morgen, Schatzi." Salam pagi dari Chanyeol yang terlalu manis itu membuat Baekhyun mengerjap.
Kemudian Baekhyun bergumam pelan dengan suara serak khas bangun tidurnya, "Tidak sia- sia aku memberikan les bahasa Jerman padamu Chan." Membuat Chanyeol tersenyum bangga.
Baekhyun melenguh pelan dengan serak. Seraya memberikan renggangan pada tangan dan kakinya. Mempersembahkan pemandangan menggemaskan lainnya untuk Chanyeol. Chanyeol mengigit bibirnya melihat itu. Gawat, Chanyeol akan meleleh jika terus seperti ini.
"Aku bermimpi ada seseorang yang menyanyikan aku sebuah lullaby yang sungguh cheesy saat aku tidur."
Aw
Manis sekali.
Baekhyun menceritakan mimpinya tepat setelah dirinya bangun.
Chanyeol terkekeh pelan. Kemudian menepuk bahu Baekhyun dengan tepukan- tepukan pelan yang sungguh lembut. Membuat Baekhyun kembali merasakan kantuk.
"Itu bukan mimpi, aku yang bersenandung sendiri saat kau sedang tidur." Ungkap Chanyeol dengan jujur.
Baekhyun menggumankan kata Ohhhh yang sedikit panjang. Sebelum kembali terlarut dalam tidurnya. Sepertinya insomnia Baekhyun dapat menghilang dengan ajaib bila sudah berada didekat Chanyeol.
Chanyeol mendekat kearah Baekhyun, mengecup bibir ceri Baekhyun dengan sebuah ciuman yang lambat lagi lembut. Kemudian berbisik tepat didepan bibir kecil itu, "Hey.. jangan tidur lagi, kita harus bersiap berangkat ke Jeju." Ujar Chanyeol dengan wajah hanya beberapa inchi dari Baekhyun.
Baekhyun mengeluarkan rengekan malas, "10 menit lagi, kumohon, pantatku masih sakit." Gumam Baekhyun dengan polosnya. Bahkan masih dengan mata tertutup.
Chanyeol tertawa mendengar itu. Semua ucapan yang keluar dari mulut Baekhyun tak pernah dapat ditebak. Kadang dia lembut, kadang dia lucu, kadang dia kejam, kadang perhitungan, kadang dia juga amat sangat menyebalkan, namun satu yang pasti, tak ada kata kadang- kadang untuk ketulusannya.
Si tulus Baekhyun mungkin akan menjadi julukan pria mungil ini mulai sekarang.
"Baiklah bila memang begitu Baek. Aku sungguh minta maaf telah membuatmu sakit." Chanyeol membenamkan tubuh Baekhyun kedalam pelukan hangatnya. Seraya memijat lembut pinggang Baekhyun yang Chanyeol tebak pasti sungguh pegal.
Secara naluriah Baekhyun mulai menyamankan dirinya didalam pelukan itu.
"Kau belum membayar permainan pianoku, nyanyikan aku sebuah lagu. Lagu tentang diriku." Ujar Baekhyun pelan setengah mengantuk.
Chanyeol mengangguk.
Memikirkan satu buah lagu yang pas untuk dinyanyikan sekarang.
"Ekhm.. baiklah.." Chanyeol pun berdehem memulai nyanyiannya.
Kemudian ruangan sunyi senyap itu mulai di isi dengan suara serak basah Chanyeol yang sungguh unik dan nyaman didengar.
What would I do without your smart mouth
(Apa yang kan kulakukan tanpa mulut cerdikmu)
Drawing me in, and you kicking me out
(Membawaku masuk, dan menolakku keluar)
Got my head spinning, no kidding
(Kau buat aku pening, bukan candaan)
I can't pin you down
(Aku tak kuasa mengalahkanmu)
Baekhyun tersenyum geli saat mendengar bait pertama itu. Pasti Chanyeol tengah menceritakan tentang perdebatan konyol mereka yang selalu di menangkan oleh Baekhyun, dengan semua ucapannya yang sungguh pintar mengecoh Chanyeol.
What's going on in that beautiful mind
(Apa yang terjadi di dalam pikiran yang indah itu)
I'm on your magical mystery ride
(Aku berada dalam kendali misterimu yang ajaib)
And I'm so dizzy
(Aku sungguh pusing )
Don't know what hit me
(Tak tahu yang menimpaku)
But I'll be alright
(Tapi aku kan baik-baik saja)
Chanyeol menyanyikan bait keduanya sambil memainkan rambut Baekhyun yang sudah tampak seperti permen kapas. Sungguh lembut dan sungguh merah muda. Rasanya Chanyeol juga sungguh ingin mengigitnya.
My head's underwater
(Kepalaku di dalam air)
But I'm breathing fine
(Tapi aku bisa bernafas tanpa kesulitan)
You're crazy and I'm out of my mind
(Kau gila dan aku tak waras)
Chanyeol mencuri sebuah kecupan dari bibir Baekhyun dengan cepat, kemudian memasuki bagian Chorus dari lagunya.
Cause all... of me
(Karena sepenuh diriku)
Loves all... of you
(Mencintai sepenuh dirimu)
Tangan Chanyeol berganti menjadi menyusuri pinggang ramping Baekhyun. Dan menyusuri setiap sisi wajah Baekhyun dengan hidung mancungnya. Masih sambil bernyanyi pelan.
Love your curves and all your edges
(Kucinta lengkungan dan semua tepimu)
All your perfect imperfections
(Semua ketaksempurnaanmu yang sempurna)
Bait itu ditutup dengan Chanyeol yang mencium kedua kelopak mata Baekhyun.
Rasanya seperti ada hantaman kuat yang memukul dengan keras ke dada Baekhyun.
Baekhyun tertegun merasakan arti tersirat dari lirik yang tadi. Perasaan sesak mulai merambati hatinya. Sesak yang menyenangkan. Rasa sesak yang diberikan oleh rasa haru.
Give your all... to me
(Berikanlah sepenuh dirimu padaku)
I'll give my all... to you
(Kan kuberikan sepenuh diriku padamu)
You're my end and my beginning
(Kaulah akhir dan awalku)
Even when I lose I'm winning
(Meski saat kalah pun aku menang)
Dalam hati Baekhyun menyetujui itu. Dirinya memenangkan hati Chanyeol, namun disaat yang sama Baekhyun justru bertekuk lutut pada pria itu. Begitu pula Chanyeol kepada Baekhyun. Mereka kalah dalam kemenangan, dan menang dalam kekalahan. Sebuah permainan cinta yang tak ada akhir setelah kau berani memulainya.
Chanyeol mengeratkan pelukannya kepada Baekhyun. Kemudian mengulirkan tubuh keduanya hingga membuat Baekhyun menjadi berbaring telungkup diatas tubuh besar Chanyeol.
Cause I give you all... of me
(Karena kuberikan sepenuh diriku padamu)
And you give me all... of you, oh wo..
(Dan kau berikan sepenuh dirimu padaku. Oh wo..)
Chanyeol mengakhiri lagunya dengan amat sangat baik, meski pria itu bernyanyi dengan posisi yang sungguh sulit.
Tepat diakhir lagu itu, Baekhyun bangkit. Kemudian dengan sedikit dorongan keras memeluk leher Chanyeol dengan kuat. Membenamkan wajah cantiknya kedalam ceruk leher Chanyeol.
Chanyeol terkekeh kecil.
Kekasih mungilnya pasti tengah sangat malu dan terharu disaat yang sama.
Membuat Chanyeol gemas memeluk pinggang ramping Baekhyun dengan kedua tangannya yang kekar. Tubuh Baekhyun memang sungguh kecil dan rapuh, Chanyeol sering takut bila dirinya membuat kesalahan dan akhirnya mematahkan tulang Baekhyun. Namun didalam, Baekhyun adalah pribadi yang lebih kuat dari siapapun.
Seorang pemimpin hebat dari kerajaan bisnis BB Grub. Dapat menjalankan seluruh tanggung jawabnya dengan amat sempurna tanpa cela, meski dirinya hidup dalam ketidaksempurnaan.
Bagi Chanyeol, Baekhyun itu.. selain sosok kekasih yang hebat. Diri Baekhyun sendiri jugalah sosok pria yang mengagumkan.
Chanyeol bangga dan kagum padanya.
Chanyeol memberikan kecupan kupu- kupu beberapa kali pada pipi kenyal Baekhyun yang sudah memerah.
"Bagaimana? Kau menyukainya? Sebenarnya lagu itu belum sempurna dibuat. Masih banyak lirik yang ingin aku tambahkan lagi." Tanya Chanyeol.
Baekhyun mengangguk pelan.
"Aku beri nilai 11 dari 10." Jawab Baekhyun pelan.
Chanyeol tertawa.
"Jika perbandingannya hanya sampai sepuluh. Tapi kau memberikan aku nilai sebelas. Lalu satunya kau pinjam darimana?" Tanya Chanyeol jenaka.
"Aku ambil dari brankas milikku, aku kan kaya." Jawab Baekhyun asal.
"Oho... apakah pria pendek ini sedang menyombongkan penghasilannya yang tinggi?" Chanyeol pura- pura tersinggung.
Baekhyun mengambil umpan candaan itu.
"Lalu apakah pria tak mampu ini sedang menyombongkan postur tubuhnya yang tinggi?" Balas tanya Baekhyun dengan jenaka.
Diakhiri dengan tawa renyah dari keduanya.
"Aku tak sehebat dirimu dalam membentuk kata- kata Chan. Tapi aku dapat pastikan bahwa, bahkan seluruh hartaku tak sebanding berharganya dengan dirimu."
Chanyeol tertegun akan ungkapan Baekhyun.
Waw, itu artinya.. Chanyeol sungguh berarti banyak sekali.
Membuat Chanyeol tersenyum cerah bagai idiot.
"Tuan muda ini mulai memamerkan hartanya lagi." Ujarnya jenaka.
Menciptakan pukulan pelan dari Baekhyun ke dadanya. Chanyeol mengaduh karena itu. Namun pria tinggi itu tertawa setelah dipukul Baekhyun.
"Dasar perusak suasana, aku berucap begitu karena hanya hartaku lah kekuatanku. Salah satu faktor kuat yang membuat kita semua bahagia sekarang." Jelas Baekhyun dengan sebuah realitas yang tak terbantahkan.
Namun pria dengan banyak imajinasi seperti Chanyeol pastinya akan menggeleng.
"Tidak, tidak, tidak. Selain hartamu. Kau memiliki banyak kekuatan lain." Chanyeol berucap dengan amat sangat yakin.
Dan Baekhyun?
Tentu dirinya perlu pembuktian.
"Apa contohnya?" Tanyanya menuntut.
Chanyeol berdehem siap menjawab.
"Pertama, kau memiliki senyum yang mematikan. Benar- benar mematikan."
Baekhyun mengangguk pelan, tak merona sama sekali. Sebab dirinya sendiri bahkan tak pernah melihat senyum yang katanya mematikan itu, masih ragu. Semua pujian fisik tak akan mempan padanya. Argumen tadi kurang memuaskan.
"Lalu?"
"Kedua, kau punya daya tampung memori yang sungguh mengerikan dikepalamu. Kau sungguh pintar dan berbakat. Dengan itu kau tetap akan jadi kaya lagi walau misalnya BB Grub sudah bangkrut. Kau pasti bisa membuat usaha yang lain lagi."
Baekhyun kembali mengangguk. Setidaknya argumen yang ini lebih baik daripada yang sebelumnya.
"Nah lalu yang ketiga, yang terakhir, dan merupakan kekuatan milik seorang Byun Baekhyun yang paling hebat."
Karena intro nya sungguh bombastis. Mau tak mau Baekhyun yang mendengar pun tak bisa untuk tak penasaran.
"Apa?" tanyanya tak sabar.
Chanyeol tersenyum miring, ide jahil terlintas dikepalanya.
"Seorang Baekhyun itu paling hebat yang namanya menyiksa orang lain. Woahh.. Dia itu pemukul dan pencakar yang hebat, sungguh tak tetandingi. Tak akan ada orang yang berani mencari masalah dengannya."
Jika ini anime, sebuah perempatan siku- siku pastinya akan muncul didahi Baekhyun. Wajah cantiknya menampilkan raut kesal yang khas. Kesal karena sempat percaya bualan Chanyeol yang mengatakan bahwa didunia ini dirinya punya hal lain yang dapat dibanggakan selain harta miliknya.
"HEISHH!!" Dengan kasar Baekhyun bangkit, dan duduk diatas perut Chanyeol.
"Kalau begitu, ayo kita buktikan apakah aku juga hebat dalam menjambak orang lain Tuan Park." Chanyeol terkesiap mendengar suara Baekhyun yang terdengar sungguh dingin bagai es.
Siapapun akan merinding bila mendengarnya.
Termasuk Chanyeol.
Oh No
Chanyeol kan hanya bercanda.
Pria tinggi itu memucat saat melihat Baekhyun sudah melemaskan 10 jari lentiknya.
"B-Baek.. a-akukan hanya bercanda. Intinya aku ingin mengatakan bahwa dirimu sendirilah kekuatan yang tak dapat ditandingi oleh apapun. Dirimu sendirilah yang membuat kami semua bahagia." Chanyeol berusaha membela diri didetik terakhir.
"Dan korban pertamanya tentunya dirimu..." Sedangkan Baekhyun sudah tak peduli lagi dengan ucapan gombal pria itu.
"ARRRRRGGGGGGGGG HUAAAAAAAA AMPUNI AKU BAEKKKKKK"
Siapapun tolong kirim bunga tanda berduka cita untuk rambut Chanyeol setelah ini. Tuan Muda Byun Baekhyun akan membuat kekasihnya gundul dengan sebuah jambakan tanpa perikemanusiaan.
Satu fakta yang tak boleh terlewat oleh kita.
Fakta bahwa Chanyeol yang tentunya lebih kuat dan lebih kekar dari Baekhyun. Namun tak pernah sekalipun membalas perlakuan kasar Baekhyun padanya.
.
.
.
Diluar kamar sang Tuan muda, beberapa Maid dan Tamu- tamu lain mendengarkan jeritan Chanyeol dengan tampang meringis. Mereka berkumpul didepan kamar Baekhyun setelah mendengar teriakan itu, semuanya mengira hal buruk telah terjadi. Namun setelah mengerti situasinya. Tak lain dan tak bukan, hanyalah pertengkaran konyol pasangan yang sedang saling menggoda.
"Apa kita tak jadi liburan, dan justru berakhir dengan membuat acara pemakaman?" Tanya Jimin dengan wajah meringis.
Semua yang ada disitu tertawa geli mendengar pertanyaan polos Jimin.
Sehun menatap wajah teman sekelasnya itu dengan datar.
"Jimin, kita kenal Chanyeol Hyung dengan baik. Dia selalu berekspresi berlebihan. Aku yakin Tuan Byun tidak menyiksanya sekejam itu." Sehun mengucapkan itu sambil menguap, dirinya benci bangun pagi.
"Kapan kita berangkat Xiu?" Tanya Chen pada Xiumin yang berdiri diam disebelahnya. Sedari tadi.
"Dua jam lagi, jam 10 pagi nanti kita akan berangkat dengan kapal milik kita, menuju Pulau Jeju. Tuan muda tak ingin kita naik pesawat, terlalu membosankan katanya." Xiumin menjawab pertanyaan Chen dengan patuh, sedikit banyak membuat Chen bingung. Kenapa Xiumin tampak sungguh jinak padanya hari ini. Ada apa dengannya, pikir Chen.
Pekerja Mansion Byun yang mendengar itupun menatap Xiumin dengan antusias.
"Kita berangkat pakai kapal? Apa itu kapal pesiar yang besar dan mewah?" Tanya salah satu asisten koki dari Mansion Byun ini, Jaemin.
Xiumin mengangguk.
Dibalas dengan senyuman bahagia oleh semua orang disana.
Woah..
Adakah yang lebih menakjubkan daripada itu?
Meski mereka semua tahu bahwa berangkat memakai kapal akan memakan waktu perjalanan lebih lama. Namun itu puluhan kali lebih baik daripada hanya bisa terduduk bosan dikursi pesawat. Setidaknya diatas kapal mereka semua tetap bisa berjalan kesana kemari, sambil menikmati suasana lautan. Dan tentunya menikmati fasilitas mewah kapal tersebut. Pilihan Tuan Muda Byun memang yang terbaik.
"Selamat pagi..."
Semuanya sontak menoleh kearah suara itu. Terlihat Kyungsoo yang sedang berjalan dengan langkah ringan dan ceria. Sambil menggandeng tangan Kai yang mengikuti langkah cepat kekasih mungilnya.
"Aku bawa Kai Hyung, tak apa?" Tanya Kyungsoo pada Chen dengan singkat, dibalas dengan anggukan dan senyuman ringan Chen yang sama sekali tak keberatan akan itu.
Ada sesuatu yang janggal disini, pikir Kyungsoo.
"Kenapa kalian semua berkumpul didepan kamar Tuan Muda Byun?" Tanya Kyungsoo penasaran.
"Ahh.. itu..." Nah, sekarang mereka semua justru bingung sendiri harus menjawab apa, kepada Kyungsoo.
"Tidak apa, kami semua cuma ingin mengajak Tuan Muda untuk sarapan." Alasan dari Xiumin yang walau tak meyakinkan, setidaknya tidak terlalu mencurigakan.
Kyungsoo tersenyum cerah, bibirnya membuat bentuk hati yang sungguh manis.
Kai sang kekasih pun bingung kenapa Kyungsoo bisa menjadi secerah itu. Seumur- umur mereka berkencan, Kyungsoo hampir selalu berwajah datar dan judes.
"Tuan Muda belum bangun?. Baiklah, aku saja yang bangunkan." Kyungsoo sungguh bersemangat ingin membuka kamar Baekhyun.
Semua yang ada disitu menjerit dalam hati.
OH TIDAK!!
"Kyungsoo Oppa!! Kau belum sarapankan? Ayo kita ke ruang makan. Ayoooo..."
Sebelum Kyungsoo sempat membuka kamar Baekhyun. Jimin sudah lebih dulu menariknya menjauh. Menciptakan napas lega dari para penonton adegan ini.
Mereka memberikan tatapan terima kasih pada Jimin, karena waktu penyelamatannya pas sekali. Kemudian semuanya mengikuti Kyungsoo dan Jimin menuju ke bagian kanan Mansion, bagian Dapur dan Ruang Makan.
Semuanya menciptakan wajah antusias palsu agar Kyungsoo sejenak lupa bahwa dirinya ingin mendatangi Baekhyun tadi.
Semuanya tahu,
kecuali Kai dan Sehun yang merupakan orang baru di Mansion ini. Semua orang disini mengetahui sebuah fakta dengan sungguh baik.
Fakta bahwa...
Persahabatan Baekhyun dan Kyungsoo, merupakan bentuk persahabatan yang sungguh dalam dan unik. Lebih tepatnya, Kyungsoo tampak amat sangat menyayangi Baekhyun.
Dari mereka masih kecil, Kyungsoo selalu memperlakukan Baekhyun dengan amat sangat berbeda. Dia akan memberikan mainan kesukaannya untuk Baekhyun, memberikan makanan kesukaannya untuk Baekhyun, dan benar- benar memanjakan Baekhyun.
Baekhyun adalah titik lemah dari si judes Kyungsoo.
Baekhyun adalah titik lembut dari seorang Do Kyungsoo yang terkenal kasar.
Dan Baekhyun adalah satu- satunya orang yang Kyungsoo jaga dengan sungguh protektif.
Kyungsoo memperlakukan Baekhyun bahkan lebih baik daripada memperlakukan Kyungsoon yang merupakan adik kembarnya sendiri.
Dan apa jadinya bila Kyungsoo justru melihat Baekhyun bersama Chanyeol di dalam kamar si Tuan Muda. Dan juga kedua orang itu tengah melakukan entah apa didalam sana.
Semuanya masih menginginkan kedamaian di Mansion ini.
Tak ingin melihat piguin mengamuk sebab melihat orang kesayangannya sudah menjadi kesayangan orang lain.
Kyungsoo pastinya tahu bahwa Baekhyun sudah memiliki kekasih sekarang. Tapi itu tak akan menjadi penghalang bagi dirinya untuk tetap memanjakan Baekhyun.
Bagi Kyungsoo. Tidak akan ada yang berubah dari itu, toh Kyungsoo juga punya kekasih sendiri bukan?. Pacar ya pacar, dan sahabat ya sahabat. Mereka berbeda dan punya tempat khusus yang beda pula.
Namun mengetahui si sahabat kesayangan sudah punya kekasih. Itu jauh berbeda dengan melihat si sahabat kesayangan sedang tidur dengan kekasihnya. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana respon Kyungsoo setelah melihat hal semacam itu.
Semua orang terlalu takut mengambil resiko itu. Dan tak ada satupun orang di Mansion ini yang berani mencari gara- gara dengan Kyungsoo (kecuali Baekhyun).
Berbeda dengan si adik kembarnya yang selalu lembut dan ramah. Kyungsoo adalah pribadi pemarah dan menyebalkan, dan tentunya kecuali kepada Baekhyun.
Lalu saat ini, setidaknya mereka semua sukses menyelamatkan Chanyeol dari serangan mendadak seekor pinguin yang ingin mengambil seekor puppy.
Yeah.. setidaknya untuk saat ini.
Tak ada yang berpikir panjang,
tentang kenyataan bahwa,
Chanyeol jugalah orang baru di Mansion ini,
dan pastinya tak mengetahui fakta itu.
Sebuah fakta bahwa Byun Baekhyun, adalah cinta pertama dari seorang Do Kyungsoo. Idolanya Park Chanyeol sendiri.
.
.
.
.
TBC
.
.
Song :
Heaven by EXO (just a little bit)
All Of Me by John Legend ( Cover By Chanyeol EXO)
Guten Morgen : Selamat Pagi dalam Bahasa Jerman.
Schatzi : Merupakan kata slang Bahasa Jerman yang berarti Sayangku. Diambil dari kata Schatz, yang berarti Harta. Sehingga dapat juga diartikan secara harfiah sebagai; Hartaku atau Milikku yang berharga.
.
.
AN :
Hello Sugar~
Aku memilih Chanyeol menggunakan Bahasa Jerman karena di Chapter 12: Pillow Talk With Baekhyun, Baekhyun mengatakan dirinya tinggal 2 tahun di Jerman. Sehingga akhirnya Baekhyun mengajari bahasa Jerman kepada Chanyeol. Meski sebagian besar itu adalah kalimat- kalimat yang sering pasangan ucapkan satu sama lain saja. kekeke.
Dan kita menjadi ingat kembali pada ucapan Baekhyun di Chapter 9: Between, Baekhyun mengatakan bahwa Kyungsoo adalah seseorang yang Lembut, Penyayang, dan Baik, namun Chanyeol justru membantah keras. Ya karena... Kyungsoo kan emang lembutnya sama Baekhyun doang 0-0 .
My Special Thanks to :
bellasalb, CHANBAEQ, danactebh, Chanbeepark, ChanBaek09, asterfujo, ameliya13, SehunSapiens, fifakna, elroseline, BaekFlo, bbaekhyunfans, CucunyaLeeSooMan614, Bubbleclay, Cheonsa528, chanbaekinmyheart, mitochondria456, xoxonad, and lightforce614
Atas saran kalian semua, FF Read My Music telah saya perbaiki dari Chapter awal hingga Chapter yang terbaru. Silahkan di Download ulang bagi kalian yang sudah mendownload cerita ini memakai aplikasi, bila ingin mendapatkan pengalaman membaca yang lebih baik daripada sebelumnya, dan juga pastinya.. bila kalian berkenan :)
Terima kasih bagi yang sudah Read, Favorite, dan Follow cerita ini.
Saya akan berusaha menulis dengan lebih baik lagi dan mempublish chapter selanjutnya, secepat yang saya bisa. Karena si authornya ini juga gak sabar nunggu endingnya kekeke.
Walau ini musim panas, tapi jangan sering minum es ya Sugar. Dan jangan lupa minum banyak vitamin. Ayo semangat Streaming UN Village. Papa Baekhyun udah bekerja keras, jadi kita juga. Fighting!!.
I love all of you guys.
Selalu berdoa untuk kebahagiaan dan kesehatan kalian. See you soon at the next chapter~ . Lets Love Eri!! /Bow
