Tittle : Read My Music

Author : GoodMornaing

Cast : Park Chanyeol EXO and Byun Baekhyun EXO

Other Cast : Kim Minseok EXO, Kim Jongdae EXO, Do Kyungsoo EXO, Oh Sehun EXO, Kim Jongin EXO, Shin Jimin AOA, Do kyungsoon OC, Lee Sunmi, etc

Genre : Romance , Drama , and BxB

Rated : T - M

Summary :

Baekhyun berkata, "Segalanya gelap bagiku." Mendengar hal itu hanya membuat Chanyeol tertawa, "Itu karena kau terlalu bersinar Baek." Baekhyun pun tersenyum mendengarnya, lalu berkata, "Aku suka mendengar tawa mu, namun aku lebih menginginkan untuk dapat melihatnya."

.

.

Happy Reading

Chapter 25 : Yellow Chrysanthemum

.

.

.

Musim Panas, 2011

"K-Kau bilang apa?" Tanya Kyungsoo dengan suara rendah berbisik tak percaya.

Suasana ballroom hotel ini amat sangat dingin dengan lantai marmer mengkilap dan cat biru laut di seluruh dindingnya. Kedua orang yang sedari tadi sedang melakukan sesi percakapan rahasia ini terus mengeluarkan gema suara yang memenuhi hingga sudut ruangan.

Kyungsoo dan Kyungsoon saling menatap dan berbicara dalam jarak dekat di tengah ruangan kosong tersebut. Kyungsoon yang membawa mereka berdua untuk berbicara disini, ternyata gadis itu tak terlalu setuju dengan ide bersantai dan mengobrol bersama saudara kembarnya. Lebih memilih langsung bicara ke intinya saja.

"Kau mendengarnya dengan jelas Do Kyungsoo. Alasan aku tak menyukai si Park itu karena, Ayah Park Chanyeol lah tersangka dari tabrakan keluarga Byun 19 tahun lalu." Kyungsoon berujar dengan suara dingin dan terdengar jijik.

Kyungsoo menatap wajah kembarannya dengan tatapan nanar. Rasanya seluruh pandangan mata Kyungsoo berubah menjadi gelap dan buram. Terlalu banyak darah berkumpul dikepalanya sekarang. Kyungsoo merasa pening.

Dirinya tak menyangka.

Memulai pembicaraan dengan Kyungsoon akan berakhir seperti ini. Berakhir dengan dirinya mengetahui segala hal yang sudah Kyungsoon lakukan dan segala hal yang Kyungsoon ketahui.

Dirinya sungguh tak menyangka, bahwa Adik Kembarnya telah melakukan banyak hal tak terpuji. Dan dengan gilanya sama sekali tak merasa bersalah.

Dan itulah alasannya.

Masa lalu tersembunyi Park Chanyeol.

Kyungsoon tersenyum miring melihat wajah shock Kyungsoo.

"Jadi, kau diam saja dan nikmati saja ketenaranmu itu, puas- puas saja dengan cinta penggemar dan orang- orangmu itu, atau ciumi saja kekasih gemulaimu itu sana. Berhenti mengurusiku. Aku hanya sedang menjauhkan pria yang aku sukai dari orang yang tak pantas darinya. Dan bila kau terus cerewet seperti ini, jangan salahkan aku bila kau juga ikut aku hancurkan." Kyungsoo merasa merinding mendengarnya, menatap wajah Kyungsoon yang tampak sedingin es. Dia merasa seperti tak mengenal siapa gadis didepannya, sungguh asing. Benarkah gadis didepannya ini kembarannya?.

"Kau.. Kau berubah Soon." Gumam Kyungsoo pelan sekali. Kyungsoo yang kasar dan pemarah seolah- olah telah kehilangan jiwanya sekarang. Saat ini Kyungsoo merasa seperti berhadapan dengan iblis berbentuk manusia. Apa yang sudah terjadi hingga saudari kembarnya menjadi seperti ini?.

"Aku tak pernah berubah, aku selalu seperti ini. Kalian saja yang tak pernah peduli ataupun memperhatikan aku." Kyungsoon berujar dengan helaan napas jengah, merasa sungguh muak berhadapan dengan Kyungsoo.

Kyungsoo tercenung mendengar itu. Oh.. masalah ini.

"Baiklah, semuanya salahku, salah ayah, dan salah ibu yang tak pernah memperhatikanmu. Tapi Do Kyungsoon, itu tak memberikan alasan untukmu menjadi gadis gila seperti ini. Kau bahkan mengikuti seorang pria setiap saat dan memotretnya, itu tindakan kriminal!!" Si pemarah Kyungsoo mulai mengembalikan kesadarannya.

Kyungsoon memutar bola matanya.

"Tuan Muda sudah tahu sejak lama, bahwa aku memiliki hobi memotret. Dan dia bilang itu adalah hobi yang hebat. Lagipula, apa bedanya aku dengan ratusan fansite masternim milikmu itu Penyanyi dan Aktor Terkenal Do Kyungsoo-ssi?." Kyungsoo menggeleng tak percaya mendengarnya.

"Tetap saja kau bersalah Maid Do Kyungsoon-ssi." Kyungsoo ikut menggunakan panggilan formal.

Kyungsoon berdelik sebal ke arah saudara kembarnya. "Apa yang salah dari hobiku?. Aku tak menyakiti Tuan Muda sama sekali, aku hanya memotretnya. Dan Tuan Muda Byun sama sekali tak menolaknya. Dia masih, tak pernah menyinggung masalah foto- fotonya yang aku ambil, artinya dia tak keberatan dengan hal itu." Kyungsoon menampilkan wajah tak bersalah sama sekali.

Kyungsoo terkekeh meremehkan. Dirinya sadar, ternyata saudari kembarnya ini percuma saja di ajak bicara baik- baik. Sudah rusak sampai sel terdalam, tak tertolong lagi.

Sedangkan Kyungsoon menatap kesal melihat Kyungsoo tertawa seperti itu padanya. Kyungsoon sungguh benci saat Kyungsoo mulai bersikap seolah dirinya lebih baik daripada Kyungsoon.

"Tidak adikku tersayang, kau tetap bersalah. Perilakumu tetap salah." Suara merdu khas penyanyi milik Kyungsoo terdengar sungguh indah dan mengancam disaat yang sama.

Kyungsoon diam, menunggu Kyungsoo melanjutkan perkataannya, meski hatinya penuh dengan kekesalan. Kyungsoon tak merasa dirinya salah dalam hal apapun.

"Meski kau tak menyakiti Tuan Muda sedikitpun. Meski Tuan Muda tak merasa terganggu. Meski apapun itu alasannya kau lontarkan, tapi.. bila kau tak pernah meminta izin untuk memotretnya. Maka itu adalah tindakan kriminal. Pernahkah kau meminta izin kepada Tuan Muda?. Tidak bukan?. Jadi, kau tetaplah seorang penguntit gila."

"JANGAN MEMANGGILKU BEGITU!" Teriak Kyungsoon kesal suaranya menggema di ruangan luas ini, dan Kyungsoo menyeringai melihat wajah memerah kesal milik Kyungsoon.

Sesungguhnya sifat mereka berdua sama. Pemarah, kasar, dan egois. Namun bedanya, Kyungsoo tahu dirinya memang menyebalkan sehingga tahu batasnya. Sedangkan Kyungsoon, gadis itu bahkan tak tahu apa itu salah dan apa itu benar. Gadis itu tak menyadari kesalahan miliknya sendiri, andaikan Kyungsoon tahu, bahwa hal itulah yang membuatnya tak disukai oleh orang lain. Gadis itu tak tahu bagaimana cara meminta maaf dan memahami hati orang lain.

"Kau mulai sadar betapa menjijikannya dirimu?. Untung saja kau adikku, kalau tidak, aku sudah menamparmu sekarang. Aku bukanlah pria gentleman seperti Tuan Byun yang tak akan memukul wanita meski tahu wanita itu sudah mengikutinya seperti psycho sakit jiwa selama bertahun- tahun. Kau gadis mengerikan."

PLAK!

Justru Kyungsoo yang mendapat tamparan keras dari gadis cantik namun berotak licik didepannya. Cukup keras hingga Kyungsoo merasakan pipi kirinya panas dan perih.

Kyungsoo kembali menatap ke depan, berhadapan dan melihat bagaimana tatapan tajam Kyungsoon menghujam padanya. Sungguh tajam seakan ingin membunuh Kyungsoo saat itu juga. Napas gadis itu terlihat memburu, naik dan turun dengan cepat akibat gejolak emosi.

Sepertinya gadis Do itu akan meledak.

"Aku membencimu Do Kyungsoo!. Aku benar benar benar membencimu bahkan sejak hari kita dilahirkan. Karena kaulah aku jadi membenci diriku sendiri!!. Aku benci saat semua orang mengenaliku sebagai saudara kembarmu bukan sebagai diriku sendiri. Aku benci saat Ayah selalu membanggakanmu dan melupakanku. Aku benci saat Ibu selalu menyempatkan untuk memberikan perhatian padamu padahal dia sudah sangat sibuk, dan justru tak acuh padaku. Kau selalu menjadi yang utama. SELALU KAU, KAU DAN KAU!!!. KENAPA KAU SELALU MENGAMBIL SEMUA HAL YANG AKU INGINKAN?. KAU SUDAH DI TOLAK TUAN BYUN, JADI PERGI SAJA JAUH- JAUH SANA. JANGAN URUSI AKU. AKU BENCI KAU IKUT LAHIR DI DUNIA INI!!."

Kyungsoo terperangah.

Itu... adalah kalimat terpanjang yang diucapkan oleh adik kembarnya, selama seumur hidup yang telah mereka lewati.

Dan ternyata,

sungguh menyakitkan sekali.

"Pernahkah.. kau.. menganggapku... sebagai Oppamu?" Kyungsoo bertanya pelan sekali, dia bahkan sulit untuk merangkai katanya sekarang.

Kyungsoon tertawa geli. Seakan Kyungsoo telah memberikan lelucon paling lucu didunia.

"Tak pernah."

Napas Kyungsoo tertahan dengan sungguh menyesakkan.

"Kita saudara kembar Soon. Kau ikut menangis bila aku menangis. Aku ikut merasa bahagia bila kau bahagia. Kita bahkan selalu jatuh sakit dihari yang sama, telepati yang selalu kita rasakan sejak kita lahir. Tidakkah kau masih merasakannya juga?" Tanya Kyungsoo dengan suara berat, napasnya sungguh sulit ditarik.

Situasi dimana kau tak diakui sebagai saudara oleh saudara kembarmu sendiri. Ayo taruhan dengan Kyungsoo, bukan manusia bila kau mengatakan itu tak sakit.

Kyungsoon menatap saudara kembarnya dengan wajah menyerngit tak suka yang kentara sekali. Sama sekali tak ada simpati. Kemudian mengangguk dengan acuh tak acuh.

"Aku merasakannya, saat kau senang aku merasakannya juga. Saat aku sedih justru kau yang menangis. Dan kita selalu jatuh sakit di hari yang sama. Dan itu menyebalkan, membuatku harus menyukai segala hal yang juga kau sukai, aku suka bernyanyi dan memasak sepertimu, tapi aku bukanlah Do Kyungsoo yang berbakat pada hal seperti itu. Telepati menyebalkan ini membuatku menyukai hal yang tak seharusnya aku sukai. Membuatku muak saat aku mencoba melakukannya ternyata itu hanyalah telepati dari si berbakat Do Kyungsoo, sedangkan aku sendiri payah saat melakukannya. Segala hal yang membuatmu bahagia, justru membuatku tersiksa. Kau menghancurkanku setiap harinya, bahkan dari hari kelahiran kita. Aku sungguh muak menjadi saudara kembarmu."

Kyungsoo tertawa pahit, "Aku tak menyangka kau sebenci itu denganku."

Dan tiba- tiba sebuah pemikiran merasuki Kyungsoo. "Jadi, selama ini, aku yang sungguh menyukai Baekhyun dan terobsesi padanya, itu bukan perasaan milikku?. Tapi perasaanmu?. Aku ikut merasakan perasaanmu?. Perasaan seakan Baekhyun adalah orang paling mengerti diriku dan membuatku nyaman. Perasaan sungguh membenci Park Chanyeol dan ingin merebut Baekhyun dari Chanyeol. Itu... perasaan milikmu?"

Kyungsoon masih menatap Kyungsoo dengan pandangan tak suka, mengabaikan semua pertanyaan retoris Kyungsoo, gadis ini justru lebih fokus pada hal lain, "Berani sekali kau memanggil nama Tuan Muda Byun tanpa rasa hormat seperti itu. Mana sopan santunmu?" Kyungsoon berucap sinis dengan nada sedikit meninggi.

Keduanya menjadi hening selama beberapa menit, memberikan jeda pada pembicaraan tak mengenakkan ini.

"Kita sudahi saja pembicaraan ini, percuma saja, aku tak ingin dan tak bisa akrab denganmu. Sudah terlambat, harusnya dari dulu kau lakukan." Kyungsoon mulai melangkah, ingin pergi meninggalkan Kyungsoo sendirian di salah satu ballroom BB Hotel and Resort ini.

Namun langkah Kyungsoon terhenti, Kyungsoo menahan lengannya. Membuat gadis cantik bersurai hitam panjang itu kembali berbalik, menatap wajah Kyungsoo lagi, kali ini wajah Idol dengan lima juta penggemar itu tampak pucat.

"Apa.. Apa yang sudah kau lakukan pada Tuan Muda Byun selama ini?. Dan.. Dan.. Apa yang akan kau lakukan setelah ini?."

Kyungsoon diam tak menjawabnya.

"Kyungsoon, bisakah kau hentikan?. Kali ini aku memohon Kyungsoon, biarkanlah Baekhyun merasakan kebahagiaannya. Baiklah, aku juga marah karena ternyata yang membuat Baekhyun menjadi buta adalah ayah Chanyeol, tapi Kyungsoon, Baekhyun tak hanya buta matanya bila kau pisahkan dia dengan Chanyeol sekarang, dia akan hancur."

Kyungsoon tetap diam.

"Tidakkah kau melihat Tuan Muda kita sungguh mencintai Park Chanyeol?. Xiumin Hyung dan Chen Ahjussi pasti juga mengetahui tentang Ayah Chanyeol, dua orang itu selalu tahu segalanya, dan merekalah yang paling pantas membenci Chanyeol bukan kita, tapi lihatlah.. mereka berdua tetap diam dan menerima Chanyeol. Tidakkah kau sadar alasannya apa?. Semua itu pasti demi Baekhyun. Chanyeol begitu penting untuk Baekhyun. Berhentilah Soon." Kyungsoo sedang mengeluarkan segala usahanya.

Kata- kata itu sama sekali tak mengetuk hati Kyungsoon. Membuat Kyungsoo menggerang frustasi.

"Aku.. Aku minta maaf atas semua yang sudah terjadi padamu selama ini. Maaf karena diriku, kau selalu disisihkan oleh orangtua kita. Aku akan menebusnya, aku akan lebih baik padamu mulai sekarang. Akan aku lakukan apa saja yang kau inginkan. Dan sebagai gantinya, lepaskanlah Tuan Muda Byun. Tuan Muda tak mencintaimu Soon. Dia hanya menganggap kita berdua sahabatnya, sejak dulu memang seperti itu." Kyungsoo berujar lagi.

Hening.

Kedua mata burung hantu identik itu berpandangan beberapa saat. Kemudian di pecah oleh suara manis milik Kyungsoon.

"Bukankah aku sudah bilang?. Sudah terlambat bagi kita berdua untuk berbaikkan?. Chanyeol menghancurkan dan merebut mimpiku yang ingin menjadi seorang pemeran utama dihidup Tuan Muda Byun. Maka.. sekarang giliran aku yang menghancurkan mimpinya. Tuan Muda Byun tak mencintaiku juga tak masalah lagi sekarang, dia bahkan menyuruhku untuk mencari pria lain tadi. Tak apa, aku akan membuat pria yang dicintai oleh Tuan Muda Byun menjadi muak pada Tuan Muda seperti dia yang sepertinya juga sudah muak padaku. Dan kau... aku minta maaf sebelumnya, tapi.. aku akan memakai namamu sebagai kembaranku sekali lagi. Aku memerlukannya. Jangan terlalu merasa bersalah atas apa yang aku lakukan nanti, kau merasakan apa yang aku rasakan sekarang bukan?. Tak ada yang salah dari satupun tindakanku. Bagiku, bila aku tak bisa memiliki Tuan Muda, maka orang lainpun tidak. Baik itu Park Chanyeol, kau, atau siapapun didunia ini."

Mata Kyungsoo terbelalak menatap Kyungsoon yang berjalan pergi dengan cepat dan membuka pintu ballroom serta keluar begitu saja.

"DO KYUNGSOON!!. APA MAKSUDMU DENGAN KAU AKAN MEMANFAATKAN NAMAKU LAGI?!!"

Percuma.. Kyungsoon tak akan bisa mendengarnya. Menyisakan Kyungsoo sendiri yang berjalan gontai sambil menunduk kembali ke kamarnya.

"Kai Hyung." Bisik Kyungsoo dalam hatinya.

Kyungsoo butuh Kai sekarang. Hatinya sungguh tak tenang.

Kyungsoo sungguh membenci ikatan batin anak kembar yang dirinya rasakan bersama Kyungsoon. Dirinya merasakan dengan jelas, bagaimana perasaan ingin balas dendam yang terasa sungguh pekat dihati kembarannya.

Apa yang harus Kyungsoo lakukan sekarang?

.

.

.

Setelah menghancurkan ketahanan mental saudara kembarnya sendiri. Kyungsoon langsung menuju kamarnya sendiri. Mengirimkan pesan kepada seseorang dengan sungguh terburu, sambil mengepak seluruh barang- barangnya.

Tak bisa di tunda lagi.

Kyungsoon akan melakukan rencana yang telah di rencanakannya ini sejak lama.

Inilah saatnya.

Gadis itu dengan tergesa pergi keluar kamar hotelnya. Dan sedikit lega saat tahu Jimin yang beberapa hari ini terus mengikutinya sedang tak ada. Gadis Do itu berjalan melewati koridor dengan langkah bak model di catwalk.

Sesungguhnya tak dapat di pungkiri, Kyungsoon tampak sungguh cantik walau hanya memakai kemeja merah tua bermotif garis biru abstrak yang dimasukkan dalam rok tennis putih itu. Sayang sekali, wajah cantik layaknya versi wanita dari Idol terkenal Do Kyungsoo ini tak dapat lebih di apresiasi karena perilaku buruknya.

Sambil menggeret koper merah besarnya, Kyungsoon melewati lobi BB Hotel, kemudian memasuki taksi yang selalu disediakan oleh hotel ini.

"Toko bunga yang paling dekat dari sini. Cepatlah." Pinta Kyungsoon dengan tergesa setelah masuk ke dalam taksi yang ditumpanginya, kemudian taksi itu mulai meninggalkan pintu masuk BB Hotel.

Tepat disaat Chanyeol dan Baekhyun tengah asik menikmati air laut dan ombak yang sungguh menyenangkan di pantai pribadi mereka, tanpa menyadari, ada seorang gadis yang pergi dengan sebuah rencana besar.

.

.

Taksi yang Kyungsoon tumpangi telah berhenti di depan salah satu toko bunga yang paling sesuai dengan permintaan si gadis Do tersebut. Namun Kyungsoon sama sekali tak berniat turun dari taksi tersebut. Gadis itu terlihat melamun dengan wajah kosong.

Menangis, pikirnya

Kyungsoon merasakan Kyungsoo tengah menangis sekarang. Sebenci- bencinya Kyungsoon mengakuinya, tapi hatinya memang ikut terasa sakit. Begitulah mereka, jika yang satu sakit, maka satunya ikut merasakannya. Hal inilah yang membuat Kyungsoo dan Kyungsoon selalu memilih untuk menghindar daripada menyakiti satu sama lain, seberapapun mereka membenci kembaran mereka, mereka berdua tak pernah bertengkar. Yang tadi, adalah perkelahian pertama saudara kembar Do ini.

"Kita sudah sampai Nona." Kyungsoon tersentak mendengar itu.

Kyungsoon memberikan senyuman teramat manis pada supir taksi tersebut. Kemudian menjawab, "Aku hanya bertemu dengan temanku sebentar, kemudian membeli bunga untuk orang yang kami kenal, setelah itu aku ingin ke Bandara. Bisakah Paman menungguku?, tetap nyalakan saja argometernya tak apa." Siapa yang akan dapat menolak permintaan dengan kalimat sopan seperti itu?, hal yang bertahun-tahun telah Kyungsoon pelajari dari sang Tuan Muda tersayang.

Lihatlah, supir taksi itu mengangguk menyetujui pada Kyungsoon begitu saja.

Tuk! Tuk! Tuk!

Kaca mobil di sebelah Kyungsoon di ketuk oleh seseorang. Kyungsoon menoleh kearah suara ketukan, kemudian tersenyum pada pria diluar sana, pria yang sedari tadi dihubunginya.

Pria tinggi itu dengan sopan dan gentle membukakan pintu untuk Kyungsoon. Kyungsoon menggumamkan terima kasih sebagai respon, seraya keluar mendatangi pria tersebut. Keduanya berjalan beriringan menuju toko bunga yang berjarak 10 meter didepan taksi tadi.

"Bagaimana kabar anda Mr. Wu." Tanya Kyungsoon dengan sopan. Langkah Kyungsoon berhenti, begitu juga pria tinggi yang sedang bersamanya.

Terdengar kekehan jenaka dari pria tinggi didepan Kyungsoon.

"Panggil saja aku Kris, dan tak usah seformal itu. Bukankah sudah aku bilang berkali- kali?. Kau sungguh gadis yang terlalu sopan." Kyungsoon menampil raut malu karena telah di puji lawan bicaranya.

"Bagaimana liburan anda di Jeju Tuan Kris?" Tanya Kyungsoon lagi.

Kris tersenyum sumbringah, "Sungguh menyenangkan. Terima kasih sudah merekomendasikan tempat ini sebagai destinasi liburanku." Kyungsoon mengangguk.

"Kau bagaimana Soon?. Kau dan Oppamu sungguh menikmati waktu libur kalian?. Kebetulan sekali ternyata kau dan Oppa mu juga sedang liburan disini. Sungguh mengejutkan ya, BB Ent meliburkan seluruh staffnya, apakah Oppamu tahu alasan kenapa seluruh pekerja di BB Ent diliburkan?" Tanya Kris dengan nada ramah, namun menyembunyikan seringaian liciknya.

Ow.. Haruskah kita berkenalan dulu dengan pria berdarah Chinese - Canada ini?.

Dia adalah Kris Wu, seorang wartawan yang terkenal selalu membuntuti Idol- Idol dan haus akan skandal selebriti. Kali ini Pewarta Kris terus merasakan bahwa Idol yang tengah naik daun setelah comeback sukses musim panasnya, Do Kyungsoo a.k.a D.O, memiliki suatu hal yang disembunyikan. Insting wartawannya yang mengatakan itu.

Lalu Tuhan yang baik mempertemukan dirinya dengan Do Kyungsoon. Adik kembar dari Idol yang sedang menjadi incaran artikel gosipnya. Kyungsoo sungguh terkenal, namun sangat bersih dari skandal, itu sungguh menyebalkan bagi scandal maker seperti Kris Wu. Dirinya gatal ingin menulis artikel yang berisi skandal besar dari penyanyi Do yang tampak tanpa cela itu.

Kris selalu menawarkan kerja sama kepada Kyungsoon. Kris pikir, Kyungsoon pasti setidaknya sedikit kesal akan kesuksesan Oppanya. Sedangkan dirinya hanya menjadi seorang Maid di suatu Mansion yang Kris dengar milik keluarga kaya raya.

Namun Kyungsoon selalu menolak Kris memberi tahu Kris informasi apapun selama ini. Dan meski Kris tahu bahwa Kyungsoon menyembunyikan suatu hal padanya, pria itu menerima keputusan Kyungsoo. Lucunya, kedua orang yang sering bertemu didepan gedung BB Entertainment ini akhirnya menjadi teman dan sering ke kafe bersama di siang hari.

Keduanya menjadi akrab dan tak akrab disaat yang sama. Bisa dibilang, keduanya ingin memanfaatkan satu sama lain, tanpa tahu bahwa mereka berdua adalah dua orang yang sama saja liciknya.

Dan sekarang, dengan sendirinya Kyungsoon yang terlebih dahulu menghubunginya. Mengatakan bahwa dia memiliki hadiah untuknya.

"Liburanku tak terlalu menyenangkan. Oppaku lebih fokus kepada kekasihnya." Ujar Kyungsoon dengan nada santai.

Mata Kris terbelalak.

"G-Girlfriend?" Tanyanya shock.

Dan Kyungsoon membalas itu dengan sebuah senyuman manis seraya menggeleng. "He has a Boyfriend." Mulut Kris telah terbuka lebar sekarang.

"Ini. Segala yang kau butuhkan ada didalamnya." Kyungsoon memberikan sebuah stomap besar berwarna coklat pada Kris yang ternyata sedari tadi dibawa oleh Kyungsoon ditangan kirinya.

Dengan menyeringai Kris membuka map tersebut. Menarik salah satu lembaran dari dalamnya.

Sebuah Foto

Dan melihat objek yang berada didalamnya membuat senyuman Kris kian mengembang. "Tak apa bila ini aku publikasikan?" Tanya Kris lagi, dirinya tak ingin dituntut dengan pasal berlapis- lapis dari BB Entertainment bila mempublish ini tanpa izin. Merepotkan bila harus berurusan dengan Agensi besar itu di meja hijau.

Kyungsoon tersenyum menenangkan.

"Tenang saja, mereka tak akan menuntutmu. Bahkan bila kau sebarkan foto itu ke seluruh dunia dengan besar- besaran. Aku akan membantumu. Aku tahu bagaimana cara memberikan ancaman langsung kepada CEO of BB Groub, Mr. Baekhyun, Byun. Mereka tak akan bisa berkutik."

Kris mengerutkan keningnya.

"Ancaman apa yang bisa membuatnya tak bertindak sama sekali. Aku dengar CEO BB sungguh mengerikan. Tak ada media manapun yang ingin berurusan dengannya." Kris sedikit bergidik, mengingat bagaimana dulu pernah terjadi, satu stasiun televisi langsung di boikot dan benar- benar di tutup saat diketahui salah satu acaranya membahas tentang CEO BB yang misterius itu. Yap, CEO dari BB itu menutup satu buah Channel TV nyasekalian, tak hanya satu buah acaranya saja.

"Semuanya tahu dia baru masuk kepala dua tahun ini. Itupun karena berita kelahirannya tersebar setelah kecelakaan orangtuanya. Tapi tak ada yang tahu wajahnya bagaimana, dan tak ada yang berani mencari tahu. Yang sudah tahupun tak akan berani menyebarkan. Bukankah itu mengerikan?" Lanjut Kris.

Kyungsoon mengangkat bahu.

"Dia tak mengerikan, dia terlalu indah untuk dikatakan seperti itu. Dan karena dia sangat cantik sekali, ayo kita belikan dia bunga." Kyungsoon mengatakan itu sambil melangkah kembali dan masuk ke dalam toko bunga di depan mereka, diikuti oleh Kris.

Kris tampak bingung, "Untuk apa membelikannya bunga?"

Dengan suara pelan, Kyungsoon menjawab, "Bukankah aku tadi sudah bilang, aku tahu cara yang paling tepat untuk membuat CEO yang kau bilang mengerikan itu menjadi tutup mulut. Dan itu adalah sebuket bunga."

"Selamat datang.." Seru florist cantik berapron motif bunga itu dengan ramah kepada mereka berdua.

Kyungsoon mengucapkannya dengan sekali tarikan napas, hampir seperti refleks, sama sekali tak berpikir. "Saya ingin bunga Krisan Kuning." Ujarnya.

Florist itu menatapnya dengan pandangan dalam, "Waw, pilihan yang tak biasa di musim panas seperti ini. Bolehkah saya tahu, anda memberikannya untuk siapa Nona?" Tanyanya dengan suara lembut menenangkan.

Kyungsoon tersenyum manis, "Untuk pria yang sudah menolakku. Dia akan mendapatkan beberapa cobaan setelah ini, aku ingin memberikan Krisan Kuning sebagai penyemangatnya." Florist itu mengangguk paham seraya menggumamkan kata Oh yang panjang.

Kris menoleh kearah wajah Kyungsoon yang tampak tenang, kemudian tersenyum kecil menatap wajah cantik itu, berpikir bahwa Kyungsoon sungguh pandai berbohong, tanpa tahu... bahwa gadis itu mengatakan yang sebenarnya.

"Berapa tangkai Nona?" Pertanyaan dari Florist itu mengalihkan perhatian Kris.

"Em.. berapa ya.. 13 tangkai saja, tolong satukan mereka dalam buket yang cantik. Bolehkah saya membuat kartu ucapannya juga?" Florist itu mengangguk ramah, seraya memberikan kartu ucapan dan pena kepada Kyungsoon, sedangkan dirinya mulai mengerjakan 13 tangkai bunga Krisan Kuning itu menjadi sebuket bunga yang sangat cantik.

"Anda sepertinya sangat mengerti tentang bunga dan artinya. Apakah anda pernah menjadi florist?" Tanya Florist itu dengan basa- basi pada Kyungsoon.

Kyungsoon menggeleng ringan, "Masa kecil saya dulu dihabiskan dengan bermain di taman bunga yang luas, saya sering bertanya makna bunga dan bagaimana cara menyampaikan perasaan secara tersirat menggunakannya, pada tukang kebun yang bekerja disitu." Kyungsoon menjelaskannya, tanpa mengucapkan dimanakah taman bunga itu sebenarnya berada, dirinya tak ingin Kris disampingnya tahu bahwa Kyungsoon bekerja sebagai Maid di Mansion Byun dan menghabiskan banyak waktu masa kecilnya disana.

"Nah.. sudah selesai. Ini dia. Krisan Kuning yang berarti kegembiraan dan keceriaan. Juga cinta yang tak berbalas. Anda baik sekali, memberikan semangat kepada pria yang bahkan tak membalas cintamu." Kyungsoon mencoba menampilkan senyum sendu pada florist didepannya, dan berhasil mendapatkan simpati si florist.

"Dan anda pasti belum melupakannya, 13 tangkai Bunga Krisan berarti, 'Aku adalah pengagum rahasiamu.'"

Kyungsoon menampilkan senyum manisnya.

"Anda benar. Anda florist yang berbakat. Anda bahkan dapat merawat dan menumbuhkan bunga Krisan hingga mekar padahal ini baru memasuki akhir musim panas. Pasti sungguh sulit sekali melakukannya, anda melakukannya dengan hebat." Kyungsoon memberikan pujian, dan Florist itu tersanjung dibuatnya.

"Apakah anda akan memberikannya sendiri?" Tanya Florist itu takjub.

Kyungsoon menatap wajah Florist didepannya dengan wajah gugup dan ragu. Membuat Florist itu balas menatapnya bertanya- tanya. "Emm.. Adakah layanan pengiriman bunga di toko ini?. Saya.. saya terlalu malu untuk bertemu dengannya." Bak aktris profesional Kyungsoon menunduk seraya menampilkan wajah memalu.

Florist didepannya tertawa, "Astaga, anda gadis yang lugu dan manis. Tenang saja, kami memiliki layanan jasa pengiriman bunga. Silahkan anda isi formulirnya disini, pastikan alamat tujuannya akurat dan lengkap ya Nona."

Dengan tawa mengerikan yang Kyungsoon sembunyikan didalam hatinya. Kyungsoon mengisi formulir tersebut. Dengan riang menulis nama Byun Baekhyun sebagai penerima bunga.

Florist itu tak sepenuhnya salah dalam mengartikan 13 tangkai bunga Krisan Kuning yang Kyungsoon pesan. Hanya saja, bila itu di artikan untuk orang lain, artinya memang tepat seperti itu.

Tapi bila bunga Krisan Kuning dikirimkan kepada Byun Baekhyun. Maka artinya menjadi lain

Bunga Krisan Kuning tak lebih dan tak kurang hanyalah bentuk nyata dari sebuah ancaman untuk membuat seorang Byun Baekhyun ketakutan bila CEO BB Grub itu tahu Do Kyungsoon lah yang mengirimkannya.

Karena sepertinya bunga itu menjadi kode pesan tersendiri untuk mereka berdua, ayo kita coba artikan menjadi ;

Aku mengetahui segala yang kau sembunyikan, dan mulai dari bunga ini, semuanya akan terbongkar.

Dari penggemar rahasiamu.

.

.

.

TBC

AN :

Baru kali ini ngetiknya fokus ke pemeran antagonis. Dan saya pun merasa ingin menampar diri sendiri karena sudah menulisnya. Gedek banget sama nih cewe, sumpah.. gak waras banget. Sakit nih cewe sakit. Mbak Kyungsoon, mending kamu mulai ke psikiater deh, ada yang salah sama cara pikir kamu tuh. Mau saya kenalin psikiater yang bagus?. Wkwkwkwk.

OH IYA!

Ikatan batin anak kembar itu masih kontroversi ya, ada yang mengatakan itu mitos aja dan ada yang mengatakan itu real dan sudah diuji secara ilmiah.

Dan dalam cerita ini, Kyungsoo dan Kyungsoon memang sering merasakan perasaan satu sama lain, lalu akhirnya bingung dan mengira itu adalah perasaan milik mereka sendiri.