Tittle : Read My Music
Author : GoodMornaing
Cast : Park Chanyeol EXO and Byun Baekhyun EXO
Other Cast : Kim Minseok EXO, Kim Jongdae EXO, Do Kyungsoo EXO, Oh Sehun EXO, Kim Jongin EXO, Shin Jimin AOA, Do kyungsoon OC, Lee Sunmi, etc
Genre : Romance , Drama , and BxB
Rated : T - M
Summary :
Baekhyun berkata, "Segalanya gelap bagiku." Mendengar hal itu hanya membuat Chanyeol tertawa, "Itu karena kau terlalu bersinar Baek." Baekhyun pun tersenyum mendengarnya, lalu berkata, "Aku suka mendengar tawa mu, namun aku lebih menginginkan untuk dapat melihatnya."
.
.
Happy Reading
Chapter 28 : Discussion
.
.
.
Musim Panas, 2011
Jika di tanya apakah penyesalan Baekhyun sekarang, maka jawabannya adalah... segala toleransinya kepada Kyungsoon.
Baekhyun menyesali dirinya yang selalu diam saja selama ini. Bahkan saat sudah tahu semua hal yang Kyungsoon lakukan padanya, dan amat sangat jelas segala hal yang gadis itu lakukan menunjukkan sebuah obsesi yang tak bisa dibilang normal.
Namun Baekhyun tetap diam.
Karena... gadis itu adalah pekerja miliknya. Bekerja di bawah naungan dan lindungannya. Berada dalam lingkaran tanggung jawab dirinya sebagai atasan.
Meski telah di khianati sekali oleh seorang maid, Baekhyun tetap mencintai dan percaya dengan seluruh pekerjanya. Bahkan memperlakukan para pegawainya dengan lebih baik lagi. Hingga terlalu baik.
Tolong jangan terlalu disalahkan, memang begitulah sifat dari Tuan Muda Byun kesayangan kita semua ini. Teramat baik untuk dunia yang kejam ini.
Namun bila sifat Baekhyun tak sebaik ini, dirinya dari awal mungkin akan membunuh keluarga Park sampai ke akar- akarnya sebagai pembalasan kecelakaan orangtuanya 19 tahun lalu, bukan malah memaafkan mereka dan bahkan memacari putra tunggal dari keluarga Park tersebut. Dan lebih parahnya lagi Baekhyun membantu Park Chanyeol putra dari Park Sungjin untuk mewujudkan mimpinya, membiayai hidupnya, dan memberikannya segala cinta dan kasih sayang yang tak pernah pria muda Park itu dapatkan sejak kecil. Benar- benar kebaikan yang mengerikan.
Memang begitulah sifat Baekhyun, mau bagaimana lagi.
Dan sekarang, disaat nasi telah menjadi bubur, disaat sekali lagi Maid yang di percayai olehnya berkhianat. Baekhyun sama sekali tak menyalahkan Kyungsoon didalam hatinya, namun justru menyalahkan dirinya sendiri.
Harusnya aku mengirim Kyungsoon jauh ke luar negeri saja sebelum Chanyeol datang.
Harusnya aku langsung memecatnya saja saat tahu dia terobsesi denganku.
Harusnya aku memperingatinya dengan lebih tegas saat kami sarapan bersama saat itu.
Gadis itu terlalu mengenalku hingga selama ini bisa mengecohku. Harusnya selama ini aku sadar, bahwa targetnya dalam segala rencananya adalah menyakiti Chanyeol, bukan aku.
Dan banyak lagi kata harusnya yang berputar di kepala Baekhyun. Membuat pria muda Byun ini terus terdiam dengan banyak pikiran lainnya lagi selama berjam- jam sejak dirinya tahu bahwa Korea Selatan sedang heboh memberitakan kekasih Baekhyun yang sekarang telah menjadi kekasih dari sahabatnya Baekhyun.
Sungguh miris sekali.
"Do Kyungsoon... aku tak mengira kau bisa tumbuh menjadi gadis yang seperti ini. Sungguh pilihan yang salah." Baekhyun bergumam sendiri.
Chief Executive Officer of BB Groub ini tengah melamun di ambang pintu balkon kamar hotel mewah miliknya. Menghadap lurus ke depan dengan tangan berlipat di dada. Baekhyun tak lagi memakai pakaian santai sekarang, dirinya kembali memakai setelan tuxedo mahalnya, lengkap dengan seluruh makeup dan gaya rambut memukau yang selama ini selalu terlihat di hari- hari biasa Baekhyun.
Liburan mereka telah resmi berakhir.
Entahlah, tapi sepertinya ada yang mengutuk acara MT yang telah Baekhyun rencanakan ini. Bagaimana bisa tak ada satu haripun di Jeju yang berjalan sesuai dengan rencana. Dan sekarang, karena skandal yang terjadi ini, tak dapat di hindari, sungguh sangat di sayangkan, seluruh keluarga Mansion Byun harus kembali ke Seoul hari ini juga.
Seluruh keluarga Mansion Byun tengah sibuk bersiap untuk kembali ke Seoul sekarang.
Sebentar lagi,
dengan penerbangan tercepat.
Ah ralat, maksudnya dengan penerbangan menggunakan pesawat milik Tuan Muda Byun Baekhyun kita yang kaya raya.
"Baekhyun, kita bisa membungkam seluruh media dalam sekejap. Kita juga bisa menuntut orang yang telah membuat artikel itu. Bukanlah sekali dua kali Idol agensi kita terkena skandal seperti ini, kenapa kau tampak stress sekali. Ini sama sekali bukan apa- apa jika dibandingkan, dengan aku mengumumkan pernikahanku bersama Xiumin misalnya. Dan bila kau memikirkan saham perusahaan yang jatuh sekarang, oh ayolah.. kau adalah Byun, kau dapat mengembalikan itu semua dengan cepat."
Baekhyun menoleh ke belakang.
Menghadap langsung pada orang yang bersuara tadi, dan aroma cologne kuat menguar dari arah orang tersebut, serta suaranya yang lembut dan indah membuat Baekhyun langsung tahu begitu saja siapakah orang yang bicara tadi, Kim Jongdae, yang hari ini dengan beraninya memanggil nama belakang Baekhyun.
Yang artinya...
Dia berbicara sebagai keluarga, bukan sebagai bawahan dari pemegang posisi tertinggi BB Groub itu.
"Ahjussi.." Baekhyun bergumam memanggil Chen, membuat pria 40 tahun itu memberikan fokusnya penuh pada Tuan Muda itu.
"Bagi kita ini memang sepele. Namun bagi Chanyeol ini sungguh berat dan mengerikan. Bisa kau bayangkan itu?. Dia anak yang bahkan hanya memiliki sedikit teman sejak kecil, dan sekarang seluruh Korea Selatan, ah.. tidak, tapi seluruh dunia mengetahui namanya. Lebih buruknya lagi namanya diketahui dengan cara yang seperti ini. Nama Kyungsoo yang menyeret nama miliknya, namun nama Chanyeol lah yang lebih banyak mendapat hujatan. Rasanya aku ingin menuntut jutaan orang yang telah mengetik komentar- komentar sampah itu kepada kekasihku."
Dengan suara renyahnya yang hari ini terdengar lelah dan berat Baekhyun pun mulai mengeluarkan isi curahan hatinya. Chen mendengarkan dengan lapang dada.
"Namun aku tak bisa melakukan apapun. Meski aku ingin membunuh, memutilasi, dan bahkan membakar mereka semua yang sudah membuat hal ini terjadi. Namun.. bagaimana ini, mereka bahkan telah membuatku lumpuh sejak awal. Aku tak bisa mengambil keputusan apapun karena mereka telah mengancamku dengan kelemahanku." Chen menatapnya dengan kedipan beberapa kali, sedikit tak percaya dirinya mendengar Baekhyun sedang curhat kepadanya. Hal yang tak pernah dilakukan oleh Tuan Muda Byun itu kepada siapapun selama ini, kecuali kepada Chanyeol.
Baekhyun sedang marah besar sekarang.
Itulah yang Chen simpulkan. Membuat pria 40 tahun itu mengambil satu langkah mundur ke belakang menjauhi Baekhyun. Percayalah, siapapun tak ingin dekat- dekat dengan pria manis Byun itu saat dia marah. Maaf saja, Chen tak ingin di hancurkan tujuh turunan oleh Pejabat Eksekutif Tertinggi Kerajaan Bisnis BB Grub didepannya ini.
"Apa yang sudah mereka lakukan padamu?. Hebat sekali, mereka melumpuhkan dirimu terlebih dahulu, baru setelah itu menyakiti kekasihmu." Tanya Chen pada pria muda didepannya, sepertinya hanya Chen yang akan langsung paham ucapan Baekhyun tanpa harus merasa bingung terlebih dahulu.
Baekhyun menampilkan wajah datar, "Maafkan aku karena memerintahmu, tapi bisakah kau melihat benda yang baru saja aku buang kemarin sore di kotak sampah di dekat pantry dapur?. Dengan melihatnya kau akan langsung paham." Chen menampilkan wajah penasaran akan permintaan aneh Baekhyun, lalu dengan segera beranjak menuju tempat yang Baekhyun maksudkan.
Dirinya telah mengenal Baekhyun sejak pria muda itu baru lahir. Jadi, dirinya tahu... seaneh apapun permintaan Baekhyun, pasti ada maksud yang penting di dalamnya. Dan hal itu terbukti dengan apa yang Chen lihat di kotak sampah yang Baekhyun maksud tadi.
Sebuket krisan kuning telah teronggok didalamnya.
Hal itu membuat Chen dengan cepat kembali menuju Baekhyun. Pria 40 tahun itu berdiri langsung di hadapan Tuan Muda cantik itu dengan mata terbelalak dan wajah shock.
"Kau tak apa Baekhyun?" Adalah pertanyaan pertama yang pria setengah baya ini lontarkan. Wah... baik sekali.
Baekhyun tersenyum tipis mendengar pertanyaan bernada perhatian itu.
"Aku baik- baik saja. Chanyeol telah menghiburku pagi ini." Jawab Baekhyun apa adanya.
Dan Chen menyaksikan wajah penuh cinta Baekhyun dengan ikut senyuman. Hingga kemudian wajahnya kembali menjadi serius. Mereka telah memiliki topik baru untuk di diskusikan sekarang. Tak heran kenapa Tuan Muda Byun ini menyuruh Chen berbicara dengannya ke kamar ini berdua saja, ternyata Baekhyun memerlukan teman bicara. Dan Chen memanglah yang paling tepat sekarang.
Xiumin akan menggila bila membahas ini.
Lalu Chanyeol, wahh.. jangan di bayangkan. Bukankah konyol bila kita membicarakan topik rahasia langsung di depan si nomor 1 dalam daftar orang yang harus tak diberitahu.
Chen lah yang paling tepat Baekhyun ajak bicara sekarang.
"Mereka mengancammu dengan ingin mengungkapkan rahasia kelahiran Chanyeol rupanya. Wahh.. pantas saja Tuan Muda Byun yang terkenal hebat ini menjadi tak berkutik sekarang." Komentar Chen, membuat Baekhyun kembali berekspresi datar setelah mendengarnya. Chen ikut memandangnya datar juga.
"Kyungsoon adiknya Kyungsoo yang mengirimkannya padamu bukan?. Dan yang memulai skandal Kyungsoo dan Chanyeol jugalah dia." Ujar Chen memastikan situasi.
Baekhyun mengangguk sebagai jawaban.
"Gadis yang sungguh pintar sekali." Gumam Chen memuji kecerdasan gadis yang baru berusia 19 tahun itu yang telah bisa membuat masalah seperti ini. Tak tanggung- tanggung dia telah mengecoh seorang CEO Byun.
"dan juga licik sekali." Dan Baekhyun menambahkan, Chen menyeringai mendengarnya.
"Sayang sekali, padahal dia sungguh teramat cantik." Chen bergumam menyayangkan.
Baekhyun menganggukkan kepalanya setuju, "Dia memiliki suara yang nyaman untuk didengar. Hampir sebagus suara kembarannya." Balasnya.
Chen menatap Baekhyun dengan senyuman, jika berbicara bersama Xiumin membuat hati Chen tenang, maka berbicara bersama Baekhyun membuat kepala Chen terasa tenang. Hal inilah yang membuat Chen sering melakukan diskusi bersama Baekhyun bila ada masalah, terutama masalah pekerjaan, lebih nyaman daripada bersama orang lainnya.
Baekhyun selalu bisa mengimbangi obrolan Chen, apapun itu. Atau bisa dibilang... umur mental kedua orang ini sama. Baekhyun memanglah 12 tahun di wajah dan 20 tahun diumur. Namun jangan salah, pria mungil nan rupawan itu ibaratkannya telah berumur 42 tahun di dalam dirinya. Chen selalu merasa mereka berdua seumuran bila sudah berdua seperti ini. Seperti dua sahabat.
"Dan sekarang apa yang akan kita lakukan Baekhyun?. Aku yakin, kau memanggilku ke sini pasti ada alasannya. Ada hal yang kau ingin aku lakukan?" Tanya Chen.
Baekhyun terdiam sebentar. Lalu tak berapa lama mulai membuka mulutnya, bersiap membuka pembicaraan yang panjang lebar.
"Pertama- tama... hal yang pastinya harus kita lakukan, cari Do Kyungsoon di seluruh pelosok negeri ini. Aku yakin dia belum pergi keluar negeri, gadis pintar itu pasti tahu bahwa namanya akan terdaftar sebagai nama penumpang jika dia keluar negeri sekarang, hal itu akan membuat kita semua lebih mudah menemukannya. Dia pasti sedang bersembunyi di sudut- sudut kota yang tak terlihat. Oh.. atau mungkin dia tengah bersembunyi di tempat paling terlihat, namun dapat mengecoh kita semua. Intinya, cari dia, aku tak peduli seberapa banyak dan mahalnya detektif yang akan kau pakai nanti, tapi gadis itu harus ditemukan. Dan setelah itu, biar aku sendiri yang mengurus gadis itu."
"Baiklah. Lalu?" Jawab Chen patuh, kemudian menunggu perintah Baekhyun selanjutnya.
Baekhyun menghela napas. Berusaha mengendurkan sedikit pikiran dan tubuhnya yang terasa tegang sekali.
"Berapa orang yang mengetahui fakta tentang kelahiran Chanyeol selain kau, aku, dan Xiumin?" Tanya Baekhyun pada Chen.
Chen berpikir sebentar, "Menurutku tak ada. Yah.. kita tahu, sekarang termasuk Kyungsoon, yahh.. entah bagaimana gadis itu bisa mengetahuinya." Jawabnya.
Baekhyun menggeleng tak setuju.
"Pasti ada orang lain yang telah Kyungsoon beritahu. Dan orang itu menjadi krisan kuning bentuk manusia yang telah Kyungsoon tinggalkan untukku. Orang itulah ancaman sebenarnya dari Kyungsoon untukku. Gadis licik itu, tak ingin membongkarnya kepada Chanyeol dengan mulutnya sendiri, namun dengan mulut orang lain. Istilahnya, dirinya ingin tetap bersih. Sama halnya dengan gadis itu yang justru menyerahkan kepada orang lain untuk menyebarkan gosip ini, bukannya menyebarkannya sendiri padahal dia bisa saja melakukan itu." Baekhyun menjabarkan semua analisisnya.
Chen ikut memikirkannya.
"Karena dia Maid, menurutmu apakah orang itu adalah salah satu dari pekerja Mansion Byun?" Tanya Chen meminta pendapat.
Baekhyun menggeleng tak yakin.
"Bisa siapa saja, bisa pekerja dari Mansion Byun, bisa juga pekerja dari Hotel BB ini, bahkan bisa juga dari BB Entertainment. Gadis itu membuatku was- was dengan mencurigai semua orang yang berada dekat denganku. Benar- benar membuat frustasi. Chanyeol yang sungguh tak peka bahkan menyadari aku sedang gelisah." Terlihat sekali wajah Baekhyun yang sedang berpikir keras dan kesal karena tak menemukan jalan keluar.
Dia adalah si Jenius Byun, yang selalu menemukan solusi dari masalah. Selalu memikirkan banyak kemungkinan dan analisa bahkan sebelum suatu hal terjadi. Dan, saat dirinya telah terkecoh, analisanya hancur, dan dirinya terjebak dalam suatu hal tanpa jawaban dan jalan keluar. Maka Baekhyun bahkan lebih stress daripada kebanyakan orang lain yang misalnya mendapatkan masalah yang sama. Derita seorang pemikir ulung adalah... masalah yang belum terpecahkan.
Chen menatapnya prihatin.
"Baekhyun, tidakkah sebaiknya kita ungkapkan saja kepada Chanyeol?. Tentang ayahnya. Maka, dengan begitu lebih mudah bagi kita menyelamatkan Chanyeol dari skandal dating ini tanpa harus takut akan ancaman ada orang lain yang mengungkapkan hal itu lebih dulu kepada Chanyeol. Bagaimanapun kita harus memikirkan image Chanyeol di masa depan, kita berdua tak mungkin lupa, dia akan debut April tahun depan, dia harus bebas skandal. Baekhyun, pikirkan juga mimpi Chanyeol." Baekhyun menampilkan ekspresi datar tak terbaca.
"Maaf karena aku sungguh egois Chen Ahjussi, tapi.. lebih baik aku memotong lidahku daripada memberitahu Chanyeol." Jawab Baekhyun dengan suara dingin dan datar.
Chen tertegun.
"Kau setakut itu Chanyeol mengetahui semuanya?" Tanyanya retoris.
Baekhyun diam tak menjawab, toh jawabannya sudah jelas bukan?.
IYA
Baekhyun ketakutan.
Baekhyun amat sangat ketakutan memikirkan bahwa Chanyeol akan mengetahui bahwa mereka adalah anak dari korban kecelakaan, dan anak dari tersangka kecelakaan, lalu keduanya jatuh cinta. Benar- benar takdir yang mengerikan dan konyol.
Dan buah dari takdir konyol itu adalah, Chanyeol akan pergi darinya!!. Baekhyun tak akan sanggup menerima itu.
"Pikirkanlah Baekhyun, dengarkan akal sehatmu jangan hanya hatimu, bukankah lebih baik kita ungkapkan semuanya pada anak itu. Lebih baik sekarang daripada terlambat. Setidaknya Chanyeol mendengarnya langsung darimu, bukan dari orang lain. Aku... Aku tahu bahwa resikonya sungguh besar, tapi, bukankah kita tak tahu bagaimana reaksi Chanyeol akan hal itu sebelum benar- benar kita memberi tahunya. Siapa tahu dia dapat menerimanya begitu saja." Saran Chen pada Baekhyun yang masih bertahan dengan kata hatinya.
Terlihat Baekhyun menghela napas lelah. Dirinya tak yakin bahwa Chanyeol sanggup menerima kenyataan yang mereka sembunyikan ini.
"Kau ingat kejadian kemarin?. Saat di kapal?. Saat Kyungsoon menggunakan nama Kyungsoo dengan mengatakan aku harusnya adalah kekasih Kyungsoo andai saja Chanyeol tak ada, tepat didepan si lugu Chanyeol itu?. Dan kita semua tahu bagaimana Chanyeol bereaksi pada hal sepele seperti itu?. Dia mengurung dirinya di dalam kamar dan langsung menghindari semua orang. Dia tak marah, dia tak kesal, dan dia tak kecewa padaku. Dia justru... merendahkan dirinya sendiri. Kau dengar itu?. Dia menyalahkan dirinya sendiri. Apakah itu terdengar normal untukmu?." Baekhyun bertanya, dan Chen menggeleng lalu bergumam tidak.
"Kekasihku memiliki sifat minder dan rendah diri yang lebih mudah untuk dipicu daripada kita semua Ahjussi. Dia tak tahan suasana canggung, dia tak nyaman saat ada yang mendiamkannya, dan dia... akan pergi menjauh saat orang lain membuatnya merasa tak diperlukan. Si Park Sungjin itu telah merusak mental putra berharganya yang telah dilahirkan susah payah setelah kecelakaan yang disebabkan oleh dirinya sendiri dengan begitu bodohnya." Baekhyun mengatakan itu semua dengan suara yang terdengar berat, menahan emosi yang sepertinya telah di tahan dengan cukup lama.
"Chanyeol bahkan pernah benar- benar berniat bunuh diri, yang berarti dia pernah mengalami defresi berat. Dia akhirnya jatuh mencintaiku juga karena merasa nyaman denganku, karena merasa senang saat aku selalu mengutamakan dirinya, karena aku selalu menunggunya, karena aku... adalah satu- satunya yang menerima dia apapun yang terjadi. Jadi, menurutmu, bagaimana reaksi seorang Park- Minder - Chanyeol bila mengetahui bahwa pada 27 November 1992, Park Sungjin berkendara dengan kecepatan mengerikan disebabkan mengantarkan istrinya yang ingin melahirkan menuju rumah sakit?. Dan naasnya justru menabrak mobil orangtuaku, dan menewaskan 2 pasangan suami istri, menyebabkan seorang bayi 6 bulan dalam keadaan sekarat, membuat istrinya sendiri benar- benar bertaruh dengan keajaiban untuk berusaha tetap hidup sampai anak mereka lahir, dan bahkan membuat dirinya sendiri hampir mati. Membuat Kim Jongdae yang saat itu baru saja berumur 20 tahunan dengan gelagapan mengurus segalanya, dan Chen Ahjussi... kita berdua tahu apa kata terakhir dari Nyonya Park kepadamu sebelum menghembuskan napas terakhirnya adalah..."
"Park Chanyeol, itulah nama putraku." Chen menimpali ucapan Baekhyun.
Baekhyun mengangguk.
"Dia masih merasa bersalah Ahjussi. Chanyeol masih merasa bahwa dirinya adalah pembunuh ibunya. Menurutmu, bagaimana reaksinya saat tahu bahwa ayahnya telah membunuh banyak orang saat ke rumah sakit untuk kelahiran seorang Park Chanyeol?" Chen bungkam seribu bahasa, dirinya baru mengetahui beberapa fakta ini, karena... memang hanya Baekhyunlah yang paling kenal karakter Chanyeol daripada seluruh orang di Mansion Byun.
"Secara kejamnya kita dapat mengatakan... ayah Chanyeol tak sengaja membunuh orangtuaku, orangtua Xiumin, dan istrinya sendiri untuk... hidup putranya." Baekhyun mengucapkannya dengan suara yang rendah sekali.
Chen tetap diam, membiarkan Baekhyun mengeluarkan segala kata- katanya.
"Dan... menurutmu, bagaimana reaksinya bila tahu bahwa orang yang paling membuat dia nyaman ini, orang yang selalu mengutamakan dirinya ini, orang yang selalu menjadikan dirinya satu- satunya ini, ternyata telah menyembunyikan hal ini darinya. Aku memang tak pernah berbohong pada Chanyeol, namun... aku juga tak sepenuhnya jujur padanya." Ujar Baekhyun menyelesaikan seluruh hal yang ingin diucapkannya, dan jika Chen tak salah lihat, wajah Baekhyun sungguh pucat sekali. Persis seperti boneka porselin yang tertutup dengan makeup.
Tiba- tiba saja Chen terkekeh, membuat Baekhyun menatapnya dengan kebingungan. Kenapakah pria Kim itu tertawa di situasi seperti ini.
"Maafkan aku yang tertawa, tapi... aku hanya merasa kita sungguh mirip. Itulah yang membuatku merasa ini sungguh lucu." Pria Kim itu berbicara di sela tawanya.
"Mirip yang bagaimana maksudmu?" Tanya Baekhyun begitu saja.
Chen tersenyum sedih. "Kita mirip karena kita sama- sama pengecut Tuan Muda Byun." Baekhyun tertegun mendengarnya.
"Kita mengucapkan banyak alasan, kita menjelaskan banyak kemungkinan, kita menyesalkan banyak masa lalu yang harusnya terlupakan, padahal kenyataannya... kita hanya takut di tinggalkan. Sehingga, kita tak pernah berani mengambil sebuah keputusan." Chen mengucapkannya sembari mengeluarkan helaan napas berat.
"Aku juga sama sepertimu, awalnya. Aku memikirkan banyak masa lalu kita, aku mencoba mengerti dan menganalisa sifat Xiumin, memikirkan ketahanan mentalnya, dan aku selalu mengira dia adalah pria lemah yang harus aku jaga serta lindungi. Aku selalu takut ada orang yang menyakitinya. Aku takut dia ketakutan dan tersakiti. Padahal, pada kenyataannya, akulah yang ketakutan. Aku takut kehilangan dirinya."
"Aku hanya memikirkan diriku sendiri yang tak bisa hidup normal tanpanya. Aku takut dunia menyakiti Xiuminku dan membuatnya tak tahan lagi untuk hidup bersamaku. Aku takut... dia akhirnya menyesal telah memilih untuk bersama bajingan sepertiku. Begitu juga dirimu..." Chen tersenyum teduh pada Baekhyun.
"Kau bingung dan ketakutan sekarang karena tak ingin kehilangan Chanyeol. Karena.. pilihan apapun yang kau ambil, akhirnya sama, beresiko besar membuat Chanyeol pergi darimu."
"Kau kesal karena sekarang dunia mengklaim Chanyeol adalah kekasih Kyungsoo, sedangkan kenyataannya pria itu adalah milikmu. Namun kau tak bisa mengungkapkan kebenarannya sebab gadis sialan itu mengancam akan mengungkapkan rahasia kelahiran Chanyeol yang selama ini kau sembunyikan, kau takut Chanyeol tahu itu lalu pergi darimu."
"Itulah yang membuatmu kebingungan, bila kau tetap diam akan skandal ini, sama saja kau menyerahkan kekasihmu sebagai kekasih orang lain, jadi kau juga kehilangan kekasihmu. Dan sebaliknya, bila kau bertindak membersihkan skandal ini, Chanyeol juga akan pergi karena akan ada orang yang memberitahukannya rahasiamu. Pilihan manapun akhirnya sama, kau akan kehilangan dia." Chen menjabarkan situasi Baekhyun dengan sungguh akurat.
Baekhyun mengangguk membenarkan segalanya. Menyetujui bahwa dirinya sedang menjadi pengecut tanpa arah sekarang.
Kemudian kedua orang ini kompak menghela napas.
"Kau harus melepaskan Chanyeol, Baekhyun." Tampak Baekhyun menampilkan ekspresi meremehkan.
"Apakah kau akan mengiyakan jika aku menyarankan hal yang sama?. Kau juga harus melepaskan Xiumin, Kim Jongdae-ssi." Balas Baekhyun begitu saja, dan Chen pun menampilkan senyum simpul, Baekhyun telah mengskak dirinya tepat langsung ke ulu hati.
"Aku memilih Xiumin." Baekhyun terperangah mendengarnya.
"Iya Tuan Muda Byun, aku akan menyerahkan BB Entertainment pada siapapun yang kau tunjuk nanti. Aku akan pensiun, dan memilih untuk bersama dengan Xiumin. Sepertinya selama ini aku terlalu serakah, sekaranglah saatnya aku mengorbankan salah satu hal yang aku cintai. Tuan Muda Byun, tolong kau jaga Agensi kebanggaanku itu. Aku telah merintisnya dari awal jadi, aku akan dendam padamu jika kau membuatnya jadi bangkrut." Ujar Chen pada Baekhyun, sungguh kalimat pengunduran diri yang tak biasa.
"Kau tahu bukan?. Paparazi tetap akan memakanmu dan Xiumin dengan mengerikannya meski kau telah melepaskan BB Ent." Tanya Baekhyun dan Chen mengangguk sebagai jawaban.
"Iya, aku tahu. Tapi setidaknya, hanya aku dan Xiumin yang akan hancur. Kami berdua tak akan menyeret seluruh orang yang ada di BB Entertainment lagi karena kami telah melepaskan itu semua." Baekhyun tersenyum dengan mata yang tampak berkaca- kaca.
"Aku tak menyangka akan ada hari dimana akhirnya kau menerima Xiumin. Oh astaga, Xiumin pastinya juga akan mengundurkan diri dari BB. Sayang sekali, padahal dia adalah sekretaris paling pintar dan hanya dialah yang setidaknya benar- benar bisa mengimbangi kecepatan kerjaku." Baekhyun mengucapkannya dengan suara haru, bahagia, dan sedih di saat yang sama.
Chen tersenyum mendengar itu. Lihatlah, Tuan Muda Byun mereka tetap berusaha memberikan perhatian pada orang terdekatnya padahal dirinya sendiri juga memiliki masalah yang belum terselesaikan sekarang.
"Baekhyun..." Chen memanggil dengan suara lirih.
Baekhyun diam menunggunya bicara.
"Sekarang giliran dirimu. Beranilah Baekhyun. Ungkapkan saja semuanya pada Chanyeol. Dia tak akan pergi darimu, percayalah. Jangan seperti aku terlalu lama menyadari, bahwa Xiumin lebih kuat daripada yang selama ini aku pikirkan. Begitu juga dengan Chanyeol, berhentilah untuk terus menjaganya, dia pastinya lebih kuat daripada yang kau kira." Saran Chen dengan tulus.
Baekhyun diam lama sekali. Dan Chen dengan sabar menunggu Tuan Muda Byun itu memikirkan keputusan.
Hingga akhirnya Baekhyun mengangguk.
"Baiklah, aku sendiri yang akan mengungkapkan semuanya pada Chanyeol." Chen tersenyum cerah melihat bagaimana wajah cantik Baekhyun bersinar penuh tekad.
Baekhyun sekali lagi mengangguk.
"Dan sekarang kita akan melakukan konferensi pers, menjelaskan bahwa berita di artikel itu hanyalah sampah. Lalu kita akan menuntut pembuat artikel itu, membuat namanya di blacklist oleh perusahaan manapun sehingga bahkan setelah dia keluar dari penjara dia tak akan dapat pekerjaan. Dan jangan lupakan untuk langsung memboikot perusahaan majalah tempatnya bernaung. Laporkan dan tuntut semua komentar jahat yang menurutmu sudah keterlaluan. Dan satu lagi... aku ingin kau mendapatkan siapa yang mengambil foto Chanyeol dan Kyungsoo, tak mungkin Kyungsoon mengambilnya langsung, gadis itu tak ingin tangannya kotor sendiri."
"Siap Boss." Jawab Chen dengan jenaka dan penuh senyuman.
Kemudian senyuman Chen menjadi sedikit luntur.
"Emmm.. lalu bagaimana dengan Kyungsoon?. Apa yang akan kau lakukan bila sudah menemukannya?." Tanya Chen dengan suara penasaran.
Baekhyun menampilkan senyum dingin.
"Kalau itu... cukup aku saja yang tahu."
Chen terkekeh mendengarnya. Senang membayangkan hukuman seperti apakah yang akan Baekhyun berikan pada Kyungsoon nanti.
"Kapan kau akan memberitahu Chanyeol?" Tanya Chen kemudian.
"Setelah kita menyelesaikan skandal sampah ini... astaga, aku lupa menanyakan ini, bagaimana kondisi saham BB Entertainment sekarang, dan bagaimana pengaruh skandal ini kepada promo albumnya Kyungsoo?. Apakah ada sponsor Kyungsoo yang menarik investasinya?." Dan akhirnya Baekhyun membanting topik diskusi menjadi tentang pekerjaan.
Dan jangan tanyakan apakah yang Chen jelaskan selanjutnya. Pastinya hanyalah hal- hal berbau bisnis seperti grafik saham dan segala macamnya yang sungguh pusing untuk didengarkan kecuali bagi mereka berdua.
.
.
Sesungguhnya, selain orang tua sebagai sandaran, selain kekasih yang memberimu cinta dan perhatian, selain teman- teman yang memberikan kebahagiaan dan kekonyolan.
Selain itu semua, kita juga membutuhkan teman diskusi yang cocok dalam sebuah pembicaraan dan tahu bagaimana caranya mendengarkan dan memberi saran.
Begitulah hubungan persahabatan beda umur 20 tahun antara Baekhyun dan Chen.
Sungguh unik sekali.
.
.
.
Sementara itu, di depan pintu kamar hotel Baekhyun, terlihat dua orang dengan perbedaan tinggi yang sedikit ekstrim tengah menempelkan telinga mereka ke pintu dengan kompak.
"Kau bisa mendengar sesuatu Hyung?" Tanya Chanyeol pada Xiumin yang disebelahnya juga sedang menempelkan telinga pada pintu.
"Tidak." Jawab Xiumin singkat.
Chanyeol cemberut, menggerutu pada tingkat keamaan hotel ini.
"Haishh.. kenapa semua dinding disini kedap suara?. Kenapa tidak seperti Mansion Byun saja, jadi aku bisa tahu apa yang Baekhyunnie bicarakan dengan Chen Ahjussi." Chanyeol menggurutu kesal.
"Setuju." Xiumin menimpali.
"Bagaimana bisa mereka berdua tega sekali mengusir kita keluar seperti ini!!." Chanyeol kembali menggerutu.
"Benar." Dan kembali Xiumin timpali dengan singkat.
"Pasti mereka sedang menyembunyikan sesuatu." Xiumin yang mendengar itu langsung menoleh kearah Chanyeol, lalu memandang pria tinggi itu dengan tatapan yang tak biasa.
Lalu bergumam, "Tepat sekali." Dengan singkatnya.
Chanyeol ikut menoleh, sedikit menunduk untuk menatap wajah Xiumin yang saat ini juga sedang berdiri dengan konyol didepan pintu kamar hotel.
"Menurutmu apakah mereka akan membatalkan debutku Hyung?" Tanya Chanyeol dengan polosnya.
Xiumin tertegun.
"Kenapa kau berpikir seperti itu?" Tanya Xiumin dengan suara lembutnya.
Chanyeol terdiam sebentar, sebelum akhirnya menjawab.
"Karena katanya, seluruh korea sedang menghujatku sekarang, kasihan Kyungsoo kariernya selama ini tak boleh hancur, dan kasihan Sehun... kerja kerasnya selama ini tak boleh sia- sia karena harus debut bersamaku." Ujar Chanyeol tanpa menyadari dirinya sendirilah yang seharusnya paling dikasihani disini.
Xiumin tertegun mendengar kalimat polos penuh kerendahan diri itu.
Dan empat orang lainnya yang baru saja datang juga tertegun mendengarnya.
Sehun menatap Hyungnya itu dengan tatapan tak enak hati.
Jimin menatap Idolanya dengan menahan rasa sesak dihati.
Pelatih Kai menatap salah satu muridnya itu dengan simpati.
Dan Kyungsoo, menatap penggemarnya itu dengan perasaan penuh rasa bersalah dan tertekan.
Sedangkan Xiumin,
menatap Chanyeol dengan tatapan,
seorang anak dari korban yang menatap anak dari tersangka kecelakaan.
.
.
TBC
AN :
Aku lihat di komentar kemarin, ternyata banyak yang bingung sama konflik FF ini apa ya..
Banyak yang masih belum ngeh sama apa yang Baekhyun sembunyikan dan khawatirkan. Aku kira udah jelas di 4 chapter yang di post kemarin, ternyata masih aja ambigu. Makanya aku jelaskan dengan gamblang aja di Chapter kali ini. Udah jelaskan sekarang?. Syukurlah kalau udah.
Maafkan aku jika kalian merasa FF ini menjadi terlalu bertele- tele.
