Tittle : Read My Music
Author : GoodMornaing
Cast : Park Chanyeol EXO and Byun Baekhyun EXO
Other Cast : Kim Minseok EXO, Kim Jongdae EXO, Do Kyungsoo EXO, Oh Sehun EXO, Kim Jongin EXO, Shin Jimin AOA, Do kyungsoon OC, Lee Sunmi, etc
Genre : Romance , Drama , and BxB
Rated : T - M
Summary :
Baekhyun berkata, "Segalanya gelap bagiku." Mendengar hal itu hanya membuat Chanyeol tertawa, "Itu karena kau terlalu bersinar Baek." Baekhyun pun tersenyum mendengarnya, lalu berkata, "Aku suka mendengar tawa mu, namun aku lebih menginginkan untuk dapat melihatnya."
.
.
Happy Reading
Chapter 29 : Bye Babe
.
.
.
Musim Panas, 2011
"Hah?. Apa kau bilang?. Kenapa seperti itu?!" Seru Chanyeol tak terima sambil memandang wajah kekasihnya dengan ekspresi tak percaya.
Baekhyun tersenyum tipis.
"Hanya beberapa hari dan malam saja. Aku akan mengurus segalanya, dan setelah itu semuanya akan kembali seperti semula. Dan saat itulah kita akan bertemu lagi." Ujar Baekhyun menenangkan.
Chanyeol menampilkan wajah merengut tak terima.
"Tetap saja!. Aku ingin kembali ke Seoul bersamamu. Kenapa aku harus tinggal di Jeju sementara kalian semua kembali ke Seoul?. Bukankah kau yang selalu bilang aku tak boleh pergi darimu, aku tak boleh jauh- jauh darimu. Kau akan marah bila aku pergi dan segalanya. Kenapa sekarang justru kau yang meninggalkan aku sendiri disini?!" Chanyeol tetap tak terima dengan keputusan Baekhyun.
Oh.. tentu saja pria Park ini tak terima. Kekasihnya mengatakan, dirinya harus tinggal di BB Jeju Resort and Hotel selama beberapa hari, baru setelah itu menyusul ke Seoul sendirian. Menghindari paparazi dan menjaga Chanyeol dari sasaeng katanya.
Walau kita semua -kecuali Chanyeol- tahu, Baekhyun melakukan ini karena berusaha menyembunyikan Chanyeol dari orang yang Kyungsoon rencanakan akan mengungkapkan rahasianya setelah Baekhyun mengambil tindakan atas skandal yang menyeret nama Chanyeol ini.
Wahh.. Harus kita semua akui, Kyungsoon benar- benar luar biasa licik.
Gadis itu membuat Baekhyun harus membersihkan nama Chanyeol di mata dunia. Namun dengan resiko harus menghancurkan nama Baekhyun sendiri di hadapan kekasihnya. Dan lihatlah sekarang, meski dirinya telah bertekad untuk memberitahukan Chanyeol kebenarannya sebelum ada orang lain yang mendahuluinya. Tapi tentu saja lihat dulu situasinya ladies and gentleman, mana bisa Baekhyun memberitahukan fakta gila itu pada Chanyeol, padahal pria kelahiran 27 November itu sedang tertimpa sebuah skandal.
Katakan, manusia mana yang tega memberitahukannya pada si polos dan si lugu Chanyeol sekarang?. Siapapun itu, pastinya bukanlah Byun Baekhyun.
Baekhyun bertekad akan memberitahukan pada Chanyeol dengan mulutnya sendiri setelah dirinya menyelesaikan skandal sampah yang menyebalkan dan keadaan perusahaan yang merosot terkena dampaknya. Jadi, tidak sekarang.
Sebentar lagi, Baekhyun memohon tempo sebentar saja lagi.
Dan pertama- tama, sebelum waktu itu tiba. Baekhyun harus menyembunyikan Chanyeol, dari semua orang, terutama para pekerjanya yang sungguh dekat dengan Kyungsoon.
"Chan.. hanya beberapa hari. Tak apa ya?" Bujuk Baekhyun dengan suara lembutnya.
Chanyeol menghela napas. Bagaimanapun dirinya menolak dan tak terima dengan keputusan ini, dirinya tetap akan kalah. Baekhyun adalah lawan yang sulit untuk di bantah.
"Katakan padaku apa alasannya?" Tanya Chanyeol pada Baekhyun dengan suara menyerah.
Baekhyun tersenyum pada Chanyeol, seperti biasanya. Dan seperti biasa, senyum itu sukses menenangkan hati Chanyeol.
"Aku sedang melindungimu." Dan seperti biasanya juga, Baekhyun tak berbohong namun juga tak sepenuhnya jujur pada kekasihnya sendiri.
Chanyeol terdiam sebentar.
"Kapan giliran aku yang melindungimu. Aku juga ingin melindungimu." Ujarnya dengan suara sedih yang sungguh terdengar lugu.
Baekhyun tak dapat menahannya, Tuan Muda ini tertawa dengan cerah mendengarnya, "Apa kau berharap aku tertimpa masalah atau bahaya sehingga kau jadi bisa melindungiku?" Dan Baekhyun pun mulai menggoda kekasihnya.
Chanyeol terbelalak mendengarnya.
"Tidak!. Oh tentu saja tidak. Bukan itu maksudku!." Serunya serabutan.
Baekhyun tertawa makin keras dan hal itu membuat Chanyeol menyadari bahwa Baekhyun hanya tengah bercanda. Menciptakan helaan napas dari pria tinggi bermarga Park itu.
"Melihatmu sudah kembali menjadi menjengkelkan seperti ini. Sepertinya mood mu sudah tak buruk lagi." Ujar Chanyeol sambil mengelus rambut pink Baekhyun dengan sayang, dan kemudian sedikit terenyuh saat melihat ekspresi Baekhyun yang menampilkan wajah seperti anak anjing tengah dielus kepalanya. Manis sekali.
"Yap. Aku baik- baik saja, dan aku harap kau juga akan baik- baik saja disini. Nikmatilah waktumu liburan khusus untukmu. Kita akan bertemu kurang dari seminggu lagi. Dan.. Oh, ini, terimalah." Chanyeol menatap benda yang Baekhyun sodorkan padanya itu dengan wajah datar.
"Kau kekasihku, bukan orangtuaku. Tidak, terima kasih. Aku tak bisa menerimanya." Baekhyun kembali tersenyum, merasakan tangan hangat Chanyeol mendorong tangan berjari lentiknya yang sedang memegang dompet penuh dengan uang dan black card itu menjauh.
Baekhyun tampak menggeleng tak percaya sambil terkekeh, seraya memasukkan kembali dompet miliknya itu ke dalam saku celana kainnya.
"Kapankah saat dimana kau akhirnya menerima uangku Baby Boy?" Tanya Baekhyun jenaka.
Chanyeol menaikkan sebelah alisnya mendengar panggilan itu. "Uh menggelikan. Hentikan panggilan itu, kau bukan Sugar Daddyku. Kau kekasihku." Ujar Chanyeol dengan sedikit kesal.
Hufh... punya kekasih super kaya itu beginilah deritanya, pikir Chanyeol kesal.
Dan akhirnya Baekhyun kembali terkekeh dengan ringan. Menerima dengan lapang dada keputusan Chanyeol yang tak mau menerima uangnya.
"Baiklah. Setidaknya aku tahu kau akan tidur di tempat yang nyaman dan makan dengan baik di hotel ini. Ingat ini, kau harus hati- hati setiap keluar dari hotel ini dan bertemu dengan orang asing." Baekhyun berucap persis seperti seorang ibu yang memperingati anaknya di hari pertama sekolah, dan Chanyeol angguki dengan begitu lugunya. Pria tinggi dengan tingkat kebucinan yang sudah tak terhitung lagi skalanya itu akan terus mengikuti apapun yang Baekhyun inginkan.
"Oh iya, Sehun dan Jimin tak bisa menemanimu disini karena Jimin ada audisi besok sore. Dan Sehun katanya dia tak mau tinggal disini tanpa sahabatnya itu. Xiumin harus terus disampingku karena dia Sekretarisku. Dan tak mungkin kita menahan Tuan Kim Jongdae disini saat BB Entertainment sedang ada masalah bukan?. Tapi aku tak mau kau kesepian disini tanpa teman bicara sedangkan seluruh pekerja Mansion Byun harus kembali ke Seoul bersamaku. Jadi, kau tak apa bila hanya ditemani Kai dan Kyungsoo?. Mereka tak terlalu asing untukmu, jadi kau tak terlalu canggung bersama mereka bukan?." Baekhyun bertanya dengan penuh perhatian. Si mungil bersurai pink ini sangat paham sifat kekasihnya yang sungguh benci sebuah kecanggungan.
Chanyeol memandang wajah kekasihnya dengan tatapan dalam.
"Kau sungguh meninggalkan aku?" Tanya Chanyeol yang rupanya masih tak percaya Baekhyun sanggup berjauhan darinya.
Baekhyun tersenyum lebar, "Percayalah aku tak pernah mau meninggalkanmu. Aku sekarang hanya sedang menitipkan dirimu pada sahabatku. Harusnya kau senang, bukankah Kyungsoo adalah idola mu?. Kau sangat menyukai Kyungsoo." Ujarnya, Chanyeol merengut mendengar itu.
"Kau tahu.. sepertinya aku akan sedikit canggung bertemu dengan Kyungsoo setelah skandal yang menyeret kami berdua. Haishh.. lebih nyaman bila bersama Jimin atau Sehun." Gerutu Chanyeol.
Baekhyun menampilkan wajah menyesal.
"Maafkan aku Chan. Tapi kali ini perjalanan kembali ke Seoul menggunakan jalur udara. Kami sengaja memasukkan nama Kyungsoo sebagai penumpang, dan setelah itu, berapa kalipun jadwal penerbangan sudah di tunda, tetap saja fans Kyungsoo terus menunggu di bandara. Sepertinya mereka mendapat bocoran bahwa Kyungsoo sedang berada di Jeju dan akan kembali hari ini. Inilah salah satu alasan Kyungsoo dan Kai yang juga tinggal disini selama beberapa hari bersamamu. Kalian harus berada disini sampai berita dating kalian mereda dan sudah terselesaikan." Kemudian Baekhyun sedikit meraba ke depan, hingga akhirnya mendapatkan tangan Chanyeol, menggengam tangan hangat itu dengan kedua tangan lentiknya. Tampak sepasang tangan yang sungguh kontras baik dari ukuran maupun dari warna itu terlihat saling melengkapi dan serasi. Kulit pucat Baekhyun tampak berwarna jika di gabungkan dengan kulit Chanyeol yang terlihat kuning kecoklatan.
Terdengar Chanyeol menghela napas dengan keras, lalu akhirnya menarik tangan Baekhyun itu menuju ke arahnya. Membuat Baekhyun tertarik ke depan dengan kuat, hingga akhirnya pria bersurai pink itu merasakan seluruh tubuhnya di selimuti sebuah pelukan hangat yang sungguh nyaman.
Chanyeol melingkarkan lengannya dengan sungguh kuat disekeliling pinggang dan bahu Baekhyun.
"Aku menyesal karena membuatmu repot Baek. Harusnya aku tahu jika Kyungsoo pasti punya banyak sasaeng, jadi aku tak terus- menerus berusaha mendekati Kyungsoo. Kau percaya aku kan?. Aku tak mungkin berselingkuh darimu. Aku mendekati Kyungsoo, itu karena terlalu mengidolakannya saja." Ujar Chanyeol dengan suara yang terdengar sungguh dalam dan serius.
Baekhyun menutup matanya merasakan elusan tangan Chanyeol di rambut bagian belakangnya. Kemudian mengangguk menjawab ucapan Chanyeol, menandakan dirinya percaya sepenuhnya pada segala hal yang Chanyeol katakan.
Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya, "Haishh.. aku benci berpisah darimu." Dan pria ini kembali menggerutu, membuat Baekhyun kembali jatuh dalam tawa bahagia.
"Aku juga sangat membencinya." Jawab Baekhyun seraya memberikan elusan pada punggung Chanyeol yang baru saja Baekhyun ingat bila punggung lebar itu lebih sering menerima pukulan dari tangannya daripada elusan penuh rasa sayang seperti ini.
"Kau belum pergi, tapi kenapa aku sudah merindukanmu." Dan kalimat cheesy Chanyeol kembali terlontar saudara- saudara.
Baekhyun mengangguk dengan wajah cerah, "Aku juga." Jawabnya.
Dengan perlahan dan enggan Chanyeol melepaskan pelukannya dari sang kesayangan. Kemudian pria tinggi itu memandang wajah cantik Baekhyun dengan sedikit lebih lama.
"Kalau begitu aku berikan sekarang saja. Aku punya hadiah untukmu. Awalnya aku merekam banyak buku dan lagu disini untuk persiapan saat- saat aku tak bisa pulang karena persiapan debut nanti. Ini, terimalah Baek." Kedua alis Baekhyun terangkat ke atas merasakan sebuah benda persegi yang terhubung dengan tali tipis panjang telah berada dalam genggamannya.
Itu adalah Rekorder.
Dengan senyum cerah Baekhyun langsung ingin menghidupkan rekorder itu untuk mendengar cerita dari buku mana dan lagu seperti apakah yang telah Chanyeol rekam didalamnya. Namun sayang sekali, tangan hangat Chanyeol menahannya.
"Dengarkan saat kau beranjak ingin tidur saja Baek. Aku ingin kau terus tidur nyenyak." Hei... ini hanya perasaan Baekhyun atau dirinya sungguh merasakan matanya memanas. Chanyeol mengkhawatirkan insomnia Baekhyun dan terus merekam suaranya dalam banyak rekorder.
Sungguh hadiah yang menyentuh hati seorang Byun Baekhyun.
Dan dirinya tetaplah Tuan Muda Byun Baekhyun dengan segala sifat ajaibnya. Jika dirinya ingin sesuatu maka dirinya akan membayarnya, jika dirinya memberikan sesuatu maka dirinya akan mendapatkan balasannya. Hukum Give and Take yang tanpa sadar terus Baekhyun lakukan dalam hidupnya.
"Kalau begitu, ini untukmu." Giliran Baekhyun yang memberikan sebuah MP3 Player kepada Chanyeol. Chanyeol menerimanya dengan senyum simpul. Sudah menduga Baekhyun pasti akan membalas pemberiannya dengan pemberian yang lain. Sedikit banyak Chanyeol telah mengenal sifat kekasihnya ini.
"Aku tebak isinya adalah playlist lagu- lagu Taeyeon Noona." Tebak Chanyeol tepat sasaran, menciptakan kekehan malu dari Baekhyun.
"Benar dan salah. Benar itu adalah lagu Taeyeon Noona, namun... hanya ada satu lagu di dalamnya. Aku tak pernah bosan mendengarkannya." Ujar Baekhyun dengan suara renyahnya yang terdengar seperti menyimpan makna lain.
Membuat Chanyeol semakin penasaran lagu Taeyeon yang manakah di dalam MP3 Player ditangannya ini.
Nah, acara bertukar Rekorder dan MP3 Player itu telah selesai. Dan dengan tepat waktunya Sekretaris kesayangan sang Tuan Muda datang bersama 2 bodyguard, menghampiri Chanyeol dan Baekhyun yang sedang melakukan acara perpisahan didepan pintu kamar mereka ini. Dengan gesit Sekretaris Kim telah berdiri di belakang Baekhyun, serta 2 bodyguard lainnya mengangkat dan membawakan koper- koper Baekhyun.
"Sudah saatnya kita berangkat Tuan Muda." Ujar Xiumin dengan suara formal dan profesional khas dirinya saat sedang dalam mode bekerja.
Baekhyun mengangguk mengerti.
Kemudian terlihat Tuan Muda Byun itu terdiam beberapa saat, lalu bergumam, "Tunggu sebentar." Pada Xiumin yang telah mengambil posisi berdiri dibelakangnya.
Kemudian,
Xiumin hampir saja melunturkan wajah datar dan profesionalnya melihat bagaimana Baekhyun berjinjit kemudian menarik kepala Chanyeol, hingga akhirnya kedua orang itu tampak meraup bibir satu sama lain tanpa canggung ataupun malu di depan Xiumin dan 2 orang lainnya yang menatap mereka secara live ini.
Andaikan saja tak dalam mode bekerja. Mungkin Xiumin sudah mengumpat akan kelakuan tak tahu malu Baekhyun. Sadar dirilah dengan status, pangkat, dan berderet panjang title di belakang namamu Byun Baekhyun, kenapa tak ada rasa malu sama sekali. Mungkin adalah hal yang akan Xiumin katakan dengan suara sarat akan cemoohan.
Namun biarlah,
biarkan Baekhyun bersikap semaunya untuk saat ini. Kita semua tahu, Baekhyun mengorbankan kesempatan untuk melihat lagi sebagai permintaan maaf kepada Xiumin, Chen, orangtuanya serta orangtua Xiumin, hanya agar mendapatkan seorang Park Chanyeol.
Baekhyun merasa tak adil bila dirinya menjadi sempurna dan bahagia diatas kuburan orangtuanya.
"Ekhmm.." Xiumin berdehem cukup keras untuk menghentikan aksi tanpa norma yang pasangan ini lakukan didepannya.
"Tak ada waktu lagi Tuan Muda." Peringat Xiumin, jangan lupakan betapa tepat waktu dan efisiennya pekerjaan Sekretaris Kim yang terkenal ini.
Chanyeol merengut mendengar itu. Dan Baekhyun terkekeh karena menebak Chanyeol pasti sungguh kesal sekarang.
"Bye Baekhyun.." Ujar Chanyeol pelan, rasanya jantung Baekhyun terjatuh ke dasar perutnya mendengar suara perpisahan Chanyeol.
Sungguh janggal rasanya meninggalkan Chanyeol seperti ini. Apalagi mengucapkan kata- kata perpisahan, Baekhyun sungguh tak menyukainya.
"Hu um, tunggu aku. Tolong tunggu aku, dan... saat kita bertemu lagi nanti, ada yang ingin aku beritahukan padamu." Mata kucing Xiumin melebar mendengarnya, dirinya sangat tahu apa yang akan Baekhyun beritahukan.
Tak jauh berbeda, mata Chanyeol juga melebar dan beberapa kali berkedip sambil menatap wajah Baekhyun.
Melihat bagaimana serius dan... gelisahnya Baekhyun sekarang. Chanyeol langsung mengerti. Apapun yang Baekhyun ingin beritahukan padanya nanti, satu hal yang pasti,
pasti bukanlah hal yang main- main,
dan juga... bukanlah hal yang baik.
.
.
.
Hanya selang dua jam lebih setelah keberangkatan rombongan Mansion Byun, seluruh media di Korea Selatan kembali menjadi heboh. Seluruhnya menyiarkan hal yang sama. Bantahan dari BB Ent akan skandal yang menyangkut nama Idola dan Trainee mereka. Serta bagaimana seluruh orang yang terlibat dalam membuat dan menyerbarkan skandal itu telah diberikan tuntutan dan bersiap untuk BB Entertainment seret ke meja hijau.
Chanyeol, Kai, dan Kyungsoo memandang televisi di depan mereka tanpa bersuara sama sekali. Ketiganya tampak sangat fokus pada segala hal yang sedang Baekhyun lakukan di ibukota sana.
"Ini pertama kalinya aku melihat Baekhyun semarah ini. Bahkan saat seluruh pekerja di BB Departement Store beberapa tahun lalu berdemo besar- besaran dan mogok kerja hingga menyebabkan kerugian besar serta saham BB Grub menjadi berada di ambang kejatuhan, yeah.. tentu saja, demo itu merusak citra BB Grub di mata dunia. Tapi saat itu, Baekhyun tetap tenang saja dan menyelesaikannya dengan sangat cepat, dan tak ada satupun dari pekerja yang berdemo itu mendapatkan hukuman dari Baekhyun. Tapi sekarang, dia bahkan menuntut orang yang menghina namamu di kolom komentar. Kau hilangkan kemana Byun Baekhyun kami yang pemaaf itu Park Chanyeol." Kyungsoo bergumam sambil menoleh pada Chanyeol yang masih menatap ke televisi di depan mereka. Dan Chanyeol diam saja tak menjawab. Karena Chanyeol juga tak tahu bahwa Baekhyun akan semarah ini dengan skandal yang melibatkan nama dirinya.
"Menurutmu apakah semuanya memang kembali seperti semula setelah Tuan Byun melakukan ini?" Tanya Kai pada kedua orang yang berada di kamar Hotel bersamanya ini.
Chanyeol dan Kyungsoo terdiam tak dapat menjawab. Keduanyapun merasa bingung.
"Kalian pun tak tahu rupanya, sesuatu yang telah berubah meski Tuan Byun sudah memperbaiki keadaan seperti ini." Kai bergumam dan hanya terdengar oleh dirinya sendiri.
Chanyeol dan Kyungsoo tetap diam sambil memandang televisi. Tak mendengar apapun yang Kai gumamkan.
Chanyeol menoleh kearah Kai kemudian memandangnya dengan sedikit lebih lama, "Kai Hyung, kau tak sakit hati dengan berita aku dan Kyungsoo kan?. Kau hampir tak berbicara padaku beberapa jam ini." Tanya Chanyeol pada pria 5 tahun lebih tua darinya itu.
Kai terdiam sebentar.
"Awalnya sempat kesal. Namun sudah tak lagi, berkat Tuan Byun." Sontak saja Chanyeol dan Kyungsoo langsung menatap Kai dengan wajah terkejut.
"Apa maksudnya dengan berkat Tuan Byun?" Tanya Kyungsoo yang sedetik lebih cepat daripada Chanyeol yang juga ingin menanyakan hal yang sama.
Kai tersenyum tipis, "Kalian tak tahu?. Sebelum berangkat tadi, Tuan Byun menghampiriku. Kemudian tanpa diduga dia justru meminta maaf. Aku tak menyangka dia justru merasa bersalah padaku karena skandal yang terjadi pada kalian berdua, dia bilang, 'harusnya aku dapat menghentikan skandal itu bahkan sebelum terjadi. Aku telah salah dan terlambat.' Itulah yang dia bilang. Dia juga mengatakan menyesal padaku karena, disebabkan skandal kalian berdua... aku dan Kyungsoo menjadi lebih sulit untuk mengumumkan hubungan kami." Kai tersenyum kecil.
"Hebat sekali, bagaimana bisa dia menyadari itu, disaat tak ada satupun orang yang menyadari kekesalan hatiku. Aku kira, diriku telah menutupinya dengan sangat baik. Aku percaya saja bila Kyungsoo tak akan berselingkuh dariku, apalagi bersama kau Park Chanyeol, namun masalahnya disini, karena skandal kalian... aku dan Kyungsoo menjadi harus menunggu lebih lama lagi dalam mengumumkan hubungan kami pada dunia. Aku harus berada dalam hubungan rahasia ini lebih lama lagi. Akan merusak image Kyungsoo bila dia bergonta- ganti pasangan sungguh cepat. Dan aku ingin Kyungsoo terus terkenal karena karyanya bukan karena sensasi dan skandal dating yang silih berganti." Chanyeol tertegun dan Kyungsoo telah menunduk merasa bersalah pada kekasihnya.
Suasana hening tercipta diantara mereka bertiga. Hingga akhirnya hening itu dipecah oleh suara nada dering telepon genggam milik Chanyeol.
Sontak dua orang lainnya ikut memperhatikan Chanyeol yang memilih opsi hijau di ponselnya.
"Hallo?. Maaf ini siapa?" Ujar Chanyeol dengan suara ragu.
"Matikan Park!" Kyungsoo berteriak.
Sontak saja Kai dan Kyungsoo langsung merebut ponsel itu dari tangan Chanyeol dan langsung menutup panggilan entah dari siapa itu.
Chanyeol menampilkan wajah terkejut yang amat sangat.
"Hei.. ada apa?. Kenapa kalian seperti ini?" Tanya Chanyeol tak mengerti.
Kai dan Kyungsoo berpandangan dalam waktu seperkian detik dan keduanya sudah langsung terkoneksi satu sama lain. Tentu keduanya paham, mereka berdua di tempatkan oleh Tuan Byun disini pastinya tak lain dan tak bukan, adalah untuk ditugaskan menjaga Chanyeol dari hal yang seperti ini.
Dari antara mereka bertiga, hanya Kyungsoo yang tahu tentang rahasia kelahiran Chanyeol. Hal yang selama ini Baekhyun sembunyikan. Dan berusaha untuk jangan sampai ada yang memberitahu pria tinggi itu selain Baekhyun sendiri. Jadi, Kyungsoo lah yang paling tahu alasan kenapa dirinya ada disini. Menjaga Chanyeol dari seluruh rencana Kyungsoon, adik Kyungsoo sendiri.
Dan sekarang, segalanya sudah dimulai.
Dengan Baekhyun yang memilih untuk membersihkan skandal dating Kyungsoo dan Chanyeol. Itu berarti... mengumumkan perang dan tak takut akan ancaman Kyungsoon.
Sepertinya gadis itu mulai bergerak untuk memberitahu Chanyeol. Dengan seluruh media yang awalnya bekerja sama dengan Kyungsoon sekarang telah Baekhyun bungkam, tak ada yang bisa gadis Do itu lakukan lagi selain memberitahukan kepada Chanyeol secara langsung atau mungkin menggunakan orang lain sebagai perantara. Namun setidaknya, Kyungsoon tak akan bisa membuat cerita kelahiran Chanyeol itu menjadi berita baru untuk disebarkan ke media.
"Jawab aku Tuan- Tuan, kenapa kalian merebut ponselku." Ujar Chanyeol lagi, kali ini dengan suara kesal.
Detik selanjutnya Kyungsoo menampilkan wajah marah (pura-pura), yang tampak sungguh meyakinkan, benar- benar aktor berbakat. "Salahmu sendiri, kau tak mematikan ponselmu?!" Kyungsoo berseru dengan sedikit keras pada Chanyeol.
Chanyeol mengerutkan dahinya, "Memangnya kenapa?" Tanyanya lugu.
Membuat Kyungsoo dan Kai menghela napas dengan kompak.
"Tak tahukah kau bahwa hal pertama yang dilakukan saat ada skandal seperti ini adalah mematikan ponselmu?. Menurutmu kenapa aku dan Kai Hyung justru melihat berita di TV bukannya dari ponsel, kami sudah mematikan ponsel kami sejak skandal itu keluar. Kau tak tahu bagaimana mengerikannya sasaeng- sasaeng itu." Kyungsoo menjelaskan dengan suara kesal dan sebenarnya ketakutan, dirinya dan Kai akan mati di tangan Tuan Byun jika tak berhasil menjaga Chanyeol sampai waktu kepulangan mereka.
Chanyeol terdiam, kemudian mengangguk paham, "Ohh.. begitu rupanya, jadi yang tadi itu sasaeng?" Tanya Chanyeol pada kedua orang disampingnya, dan dibalas dengan anggukan kompak oleh Kai dan Kyungsoo.
"Untuk saat ini ponselmu kami sita." Ujar Kai seraya mematikan ponsel milik Chanyeol, kemudian memasukkan ke dalam kantong celana miliknya.
Chanyeol mengangguk setuju saja, sama sekali tak keberatan, toh Baekhyun tak pernah menelponnya meski mereka berjauhan, Chanyeol bahkan ragu jika Baekhyun punya ponsel, pria Byun itu sepertinya tak suka teknologi sejenis ponsel. "Baiklah, simpan saja." Ujar Chanyeol akhirnya.
"Aku lapar, mau makan siang bersamaku?. Meski sekarang sudah terlambat untuk dikatakan siang." Ajak Chanyeol pada keduanya, dan pastinya... disetujui oleh Kyungsoo dan Kai begitu saja. Keduanya harus terus berada disisi Chanyeol.
.
.
.
Sementara itu di belahan Korea Selatan yang entah bagian mana, seorang gadis dengan surai hitamnya yang telah di potong pendek sebahu itu menutup sambungan telepon yang telah di matikan begitu saja oleh pihak di seberang.
"Mereka menjaga pangeran itu dengan ketat rupanya." Gumamnya pelan.
"Aku sempat mendengar suara kakakku tercinta. Hummm.. seperti yang sudah aku duga." Kembali gadis ini bergumam.
"Kau salah lagi Tuan Muda Byun, harusnya jangan biarkan Kyungsoo yang menjaga pangeranmu. Karena dialah yang paling berbahaya, saudara kembar tempramentalku itu selalu menjadi ceroboh setiap marah. Kalau begini terus, segalanya akan berjalan persis seperti yang aku inginkan." Gadis ini sedikit tertawa di akhir kalimatnya.
"Kenapa kau yakin sekali?. Lihatlah sekarang, rencanamu berantakan, Tuan Byun telah membungkam seluruh media. Tak ada lagi yang berani membahas nama Park Chanyeol." Mendengar pertanyaan itu membuat gadis bersurai sehitam arang sepanjang bahu ini menoleh ke belakang, kemudian bertemu pandang dengan pria tampan yang tadi bertanya padanya.
"Tentu saja aku yakin. Karena semua ini juga bagian dari rencanaku, aku tahu Tuan Muda akhirnya akan memilih untuk menyelamatkan nama baik Chanyeol. Tuan Muda sangat menghargai mimpi orang lain, dia tak akan membiarkan mimpi Chanyeol hancur karena sebuah skandal." Jawab Kyungsoon dengan tegas, masih tetap saja memuji sifat Baekhyun.
Pria tampan berlesung pipi itu menatap gadis didepannya dengan tatapan penasaran. "Lalu selanjutnya kau akan bagaimana?." Tanyanya lagi.
Kyungsoon menatap pria itu dengan sedikit kesal.
"Apa kau tak mengerti juga Zhang Yixing?. Aku dan Kyungsoo adalah anak kembar yang memiliki ikatan batin yang sungguh kuat. Aku merasakan apa yang dia rasakan begitu juga sebaliknya. Kami berdua juga sering kebingungan akan perasaan kami, entah itu milik kami sendiri, atau justru milik kembaran kami." Kyungsoon menjelaskannya dengan suara dingin tanpa nada yang ternyata adalah nada suara alami tanpa dibuat- buat yang seperti biasanya gadis itu tampilkan.
Pria yang biasa dipanggil Lay itu menaikkan sebelah alisnya.
"Lalu?" Tanyanya lagi.
Kyungsoon tersenyum setengah bibir.
"Tinggal menunggu waktu hingga mulut ceroboh Kyungsoo menghancurkan segalanya. Karena itulah aku memberitahu Kakakku tercinta itu sebelum aku pergi dari sana. Dialah Krisan Kuning yang aku titipkan kepada mereka. Sahabat Tuan Muda Byun Baekhyun sendiri. Aku berharap dialah yang akan mengungkapkan segalanya." Lay mengangguk paham mendengarnya.
"Baiklah, aku tak peduli bagaimana rencanamu, asalkan Park Chanyeol itu hancur saja. Aku tinggal bersantai dan bersikap seolah tak tahu apa- apa sekarang bukan?. Tugasku telah selesai." Ujar pria tampan berlesung pipi itu seraya beranjak dari tempatnya tadi duduk, kemudian mengambil salah satu jaketnya di gantungan, kemudian memakainya.
"Jaga rumahku, aku mau latihan sekarang. BB Ent sudah tidak libur lagi karena skandal yang kita buat." Ujarnya acuh tak acuh, kemudian pergi, dan Kyungsoon menatap kepergian pria itu dalam diam.
Satu lagi titik buta yang selama ini kita abaikan.
Zhang Yixing
Salah satu Trainee dari BB Entertainment, telah 5 tahun berada dalam status Trainee, dan belum juga di debutkan. Hingga akhirnya kesempatan itu akan datang di saat Kim Jongdae kabarnya akan membentuk Duo Pria, dan Lay sudah yakin dirinyalah yang akan terpilih bersama Sehun. Karena mereka berdua tampak sangat memenuhi kriteria yang Chen inginkan.
Sebelum akhirnya,
Trainee baru datang,
tak lain dan tak bukan ialah Park Chanyeol.
Si Trainee yang masuk melewati jalur dalam karena koneksinya yang tak main- main, penuh talenta dan tampan, dan paling menyebalkannya lagi adalah... hanya mengikuti pelatihan beberapa bulan, langsung terpilih begitu saja untuk debut. Sungguh tak adil untuk seorang Lay yang sudah berlatih dan menunggu bertahun- tahun.
Park Chanyeol mengambil tempat yang selama ini Lay dambakan.
Lay datang dari negeri seberang, berusaha keras dan mati- matian ingin menjadi idola di negeri penuh Idol ini. Dan Chanyeol datang entah darimana, dan dengan mudahnya mengancurkan kesempatan yang sudah Lay perjuangkan selama ini begitu saja.
Sehingga, saat Kyungsoon datang padanya, lalu menawarkan kerja sama dalam menghancurkan Park Chanyeol. Saat itulah Lay setuju, untuk menjadi sasaeng dari Kyungsoo dan memotret kapanpun Kyungsoo berdekatan dengan Chanyeol. Dan hal itu menjadi lebih mudah dengan kerja sama Kyungsoon yang sering menitipkan bekal makan siang Kyungsoo kepada Chanyeol.
Kembali pada Kyungsoon yang telah ditinggalkan Lay sendirian di flat kecil murah khas kemampuan kantung Trainee itu.
"Sepertinya aku harus mulai bergerak. Aku tak bisa hanya diam dan bertaruh pada nasib. Semoga kembaran bodohku itu tak merusak rencanaku. Sungguh menyebalkan, mengapa mereka menjaganya bak seorang pangeran. Dia hanyalah musisi miskin dan anak dari pembunuh." Bisik Kyungsoon tajam sekaligus jijik sambil beranjak dari tempat duduknya, bersiap menyiapkan lanjutan dari seluruh rencananya.
.
.
- Malamnya -
Ternyata, menyatukan Chanyeol dan Kyungsoo berdekatan tidaklah sepenuhnya dapat dikatakan sebagai kabar baik karena,
"Mau kemana kau?" Tanya Kyungsoo dengan suara dingin dan galak saat melihat Chanyeol bersiap pergi dengan mengikat tali sepatunya.
Chanyeol pun menoleh kebelakang, bertemu pandang dengan mata bulat penuh ketegasan itu.
"Aku merasa sesak disini, ingin makan malam diluar saja." Ujar Chanyeol memberi alasan.
Mendengar itu membuat Kyungsoo berdecak seraya menyilangkan tangan di depan dada.
"Tak boleh." Ujarnya tegas.
Chanyeol merengut mendengarnya, "Tapi aku.."
"Tidak ada tapi- tapian." Potong Kyungsoo begitu saja.
"Aku ingin keluar!" Seru Chanyeol kesal.
"Tahukah kau bagaimana bahayanya diluar itu bagimu sekarang?" Tanya Kyungsoo retoris.
"Aku tahu, tapi aku hanya ingin keluar dari seluruh bagian hotel ini sebentar saja. Aku... merasa sesak." Ujar Chanyeol putus asa.
Namun tak meruntuhkan pertahanan Kyungsoo sama sekali, "Aku akan melapor pada Baekhyun bila kau berani keluar satu langkah saja dari kamar ini." Ancam Kyungsoo yang sebenarnya hanya menggertak saja.
Dan ternyata berhasil.
Malam ini, Chanyeol menolak makan karena merajuk. Dan sukses membuat dirinya sendiri kelaparan semalaman serta tak bisa tidur.
Pahamkah Kyungsoo,
bahwa Chanyeol hanya sedang merindukan kekasihnya. Dan seluruh bagian BB Jeju Resort dan Hotel hanya membuat rindu itu bertambah.
.
.
- Keesokan Paginya -
"Mau kemana kau?" Tanya Kyungsoo dengan suara tegas sambil merentangkan tangannya, berdiri menghalangi pintu agar Chanyeol tak bisa lewat.
Chanyeol mengerutkan keningnya.
"Aku ingin lari pagi." Jawabnya singkat dan jelas.
Kyungsoo menampilkan wajah berpikir sebentar, kemudian menjawab dengan sangat tegas pula.
"Tak boleh!" Adalah jawabannya.
Chanyeol menganga, "Kenapa tak boleh?. Tak ada makhluk hidup diluar sana subuh- subuh begini." Tanyanya tak terima.
Kyungsoo tampak menggeleng mantap, "Pokoknya tak boleh, siapa tahu ternyata ada sasaeng yang mengikutimu lalu menculikmu." Ujarnya.
"Kau berlebihan!!" Teriak Chanyeol persis seperti seorang anak laki- laki yang sedang kesal pada ayahnya.
"Ini demi kebaikanmu!" Dan perkataan yang persis seperti orangtua kepada anaknya itu terlontar dari bibir Kyungsoo.
"Aku bahkan tak tahu apa yang baik dan tidak untukku sekarang. Aku sudah sulit bernapas didalam sini." Ujar Chanyeol kesal.
Kyungsoo tetap menggeleng, "Tahanlah sampai kita kembali ke Seoul. Baekhyun juga mengatakan padamu untuk jangan keluar bukan?" Tanya Kyungsoo yang selalu menggunakan nama Baekhyun sebagai senjata andalan dalam mengatur Chanyeol.
Chanyeol merengut, "Dia mengatakan untuk berhati- hati bila keluar dari hotel." Ujarnya dengan kejujuran seputih kanvas.
Terlihat Kyungsoo menampilkan senyum miring yang menyebalkan, "Itu sama saja." Ujarya mantap.
"Kau ingin aku melapor pada Baekhyun sekarang?" Lanjut Kyungsoo dengan ancaman yang ajaibnya selalu berhasil kepada Chanyeol itu.
Tampak wajah merengut Chanyeol, disertai mata kelerengnya tampak menatap Kyungsoo dengan berkaca- kaca.
"Haishh.. baiklah." Ujarnya dengan suara kesal namun tetap menurut pada si mungil Do itu.
Chanyeol berbalik dengan punggung membungkuk kecewa. Berjalan pelan kembali ke dalam kamarnya. Kyungsoo memandang itu dengan perasaan serba salah.
Dan Kai yang sedari tadi hanya diam mengamati interaksi kekasihnya bersama salah satu murid tarinya itu hanya tersenyum dengan tenang dan tampannya.
"Aku rasa inilah kenapa Tuan Byun menyuruhmu untuk menjaganya Soo. Dia terlalu menyukaimu, sehingga tak dapat membantahmu." Komentar Kai sambil berjalan menuju bagian dapur dari kamar yang awalnya adalah suite room yang ditempati Baekhyun dan Chanyeol berdua ini.
Mereka bertiga sepakat menggunakan kamar yang luasnya setara dengan satu buah apartemen ini karena fasilitasnya yang memiliki beberapa kamar lagi didalamnya.
Kyungsoo menatap wajah kekasihnya dengan wajah gelisah.
"Entahlah, aku selalu merasa tak nyaman setiap melihat Chanyeol. Perasaanku campur aduk. Dan ralat, dia hanya terlalu menyukai Baekhyun, nama Baekhyun selalu ampuh untuk membungkamnya." Ujarnya dengan suara serak, kemudian berjalan menuju bagian dapur, di ikuti oleh Kai.
"Kau hanya sedang ketakutan." Tebak Kai tepat sasaran, sambil menyodorkan kopi Latte buatannya ke arah Kyungsoo yang telah duduk di bagian seberang meja makan.
Kyungsoo menghirup aroma kafein yang menguar dari cangkir itu, memberikan efek menenangkan hanya dengan menghirupnya.
"Rasanya aku seperti sedang menjaga api kecil di kayu basah. Bisa padam kapanpun aku lengah. Harus aku perhatikan sepanjang waktu dan meniupnya di waktu yang tepat. Benar- benar membuat hati tak tenang." Dan Kai, pria yang suka tersenyum itu kembali menampilkan senyum manisnya setelah mendengar perkataan Kyungsoo.
"Penuh metafora seperti lagu- lagumu." Komentar Kai pada kalimat penuh kiasan dari Kyungsoo, dan hanya Kyungsoo balasi dengan tatapan tajam. Pria mungil itu tak sedang ingin bercanda.
Kai diam sebentar sambil menatap Kyungsoo.
"Apa yang Kyungsoon katakan padamu sebelum akhirnya kau kembali ke kamar hari itu?" Akhirnya Kai berani menanyakan ini.
Mata Kyungsoo terbelalak mendengarnya. Disertai dengan lidahnya yang mendadak terasa kaku, Kyungsoo menjadi tak dapat berkata- kata. Dan Kai yang melihat bagaimana Kyungsoo bereaksi itu langsung membuat kesimpulan, "Sesuatu yang mengerikan ternyata." Ujarnya.
Kyungsoo pun hanya dapat menunduk sambil mengangguk
"Ada hubungannya dengan Chanyeol?" Tanya Kai lagi.
Kyungsoo menghela napas berat, "Begitulah." Jawabnya, kemudian mulai menghirup kopi Lattenya.
Kai hanya mengangguk mengerti, tak bertanya lebih jauh. Pria itu hanya ikut menghirup kopi latte miliknya sendiri. Dirinya tahu, hal yang Kyungsoo sembunyikan sekarang pasti jugalah disembunyikan oleh Tuan Byun. Dirinya tak ingin terlibat masalah dengan pria cantik yang dapat menghancurkan hidup orang lain hanya dengan jentikan jari lentiknya itu. Maaf saja, Kai masih memiliki banyak rencana masa depan.
Pagi ini kedua pasangan ini menikmati kopi pagi mereka dalam diam. Tanpa tahu, bahwa Chanyeol mendengarkan percakapan mereka dari balik dinding penghubung ruang tengah dan dapur.
Pria tinggi itu awalnya ingin kabur diam- diam dan keluar saat Kai dan Kyungsoo tengah lengah. Dan ternyata justru mendapat sebuah informasi tak terduga.
"Sesuatu yang mengerikan?. Tentangku?. Dari Kyungsoon?. Apa itu?"
Otak Chanyeol mulai penuh dengan tanda tanya. Hingga akhirnya pria Park ini mencoba mengabaikan segala hal yang baru saja didengarnya, dan kembali ke rencana awal. Chanyeol berhasil kabur dari penjagaan Kai dan Kyungsoo yang dari kemarin sangat kentara terus mengikutinya.
Benar- benar pilihan kecil yang berdampak besar bagi segalanya.
.
.
.
TBC
.
.
AN : Sama kok, saya juga kangen ChanBaek Moment.
