Read My Music By GoodMornaing
.
.
.
Happy Reading
Chapter 32 A : Chairman Byun Baekhyun
.
.
.
(Perhatian : Bila ada kesamaan nama produk dan merek benda dibawah ini, diberitahukan bahwa Author tidak memiliki niat untuk menyinggung siapapun didalamnya. Murni untuk hiburan semata.)
.
.
Musim Panas, 2011
Seakan tak ada yang pernah terjadi pada mereka berdua. Suasana kamar Chanyeol dan Baekhyun terasa damai sekali. Kelewat damai sebenarnya, dengan Baekhyun yang sekarang sedang mandi sambil bersenandung di dalam sana, dan Chanyeol yang sedang duduk di kursi baca sambil memainkan gitarnya, mengiringi diam- diam senandung merdu milik Baekhyun.
Chanyeol tersenyum kecil, Baekhyun menyenandungkan salah satu lagu yang Chanyeol ciptakan. Dan seingat Chanyeol, dirinya tak pernah menyanyikan lagu itu langsung pada Baekhyun, yang berarti Baekhyun telah mendengarkan rekorder yang Chanyeol berikan kepada si mungil beberapa hari yang lalu.
Senandung Baekhyun telah berhenti. Suara rintik air shower juga telah berhenti, yang artinya pemuda mungil itu telah menyelesaikan ritual mandinya. Menyadari hal itu dengan tergesa Chanyeol bangkit, lalu meletakkan gitarnya pada kursi yang tadi di dudukinya. Chanyeol pergi dengan tergesa menuju dapur, kemudian membuka kulkas di sana dengan tak kalah tergesanya, mengambil beberapa snack dan satu kaleng soda.
Lalu kembali ke dalam kamar mereka, mengambil posisi duduk ternyaman di atas ranjang yang ada disitu. Melemparkan semua cemilan yang telah di bawanya di atas ranjang yang didudukinya. Sambil bersandar pada headbed Chanyeol membuka keripik kentangnya. Lalu menunggu pertunjukkan yang akan di saksikannya sebentar lagi dari arah pintu kamar mandi yang tepat berada di depan ranjang tersebut.
Ceklek
Terlihat Baekhyun keluar dari kamar mandi, dengan hanya memakai baju handuk berwarna putih yang menyaingi kepucatan kulit milik sang pemakainya. Chanyeol berdecak melihat itu, memuji kecantikan alami Baekhyun didalam hatinya, lalu memasukkan satu lagi keripik kentang ke dalam mulutnya.
Baekhyun tampak sungguh cantik dan fresh, melangkah menuju walk in closet sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil yang ada di tangannya. Chanyeol mengikuti semua pergerakan Baekhyun sambil memakan kentang gorengnya, menghasilkan suara kunyahan yang berisik.
Slruup
Chanyeol menyedot sodanya dari sedotan dengan suara dramatis, lalu kembali memakan keripik kentangnya dengan mata tetap fokus pada Baekhyun yang sekarang sedang memilih piama. Ekhmm.. Tuan Park Chanyeol, apakah anda mengira, anda tengah berada di bioskop dan menonton film sekarang?
"Ini jutaan kali lebih baik daripada menonton film di bioskop." Pikir Chanyeol.
Kunyahan mulut Chanyeol semakin bersemangat saat melihat Baekhyun mulai melepaskan ikatan tali pinggang dari baju handuknya.
"Waaa.." Bisik Chanyeol pelan.
Dan Chanyeolpun semakin antusias menonton acara di depannya saat Baekhyun mulai melepaskan baju handuknya itu. Tiba- tiba saja Chanyeol jadi merasa haus, namun dirinya berusaha untuk tak minum dulu sekarang, takut tersedak.
Dan...
Tiba- tiba, Baekhyun berbalik kearahnya. Dengan. Telah. Melepaskan. Baju. Handuknya.
UHUK.
Chanyeol tetap saja tersedak walau tak sedang minum apapun.
"Uhuk uhuk uhuk uhuk..."
Lalu diikuti dengan suara batuk yang sungguh heboh. Dengan tergesa dirinya meminum soda miliknya yang tadi di taruh pada nakas samping tempat tidur.
"HEY BAEK! BERI AKU TANDA! JANGAN LANGSUNG BERBALIK SEPERTI ITU. KAU AKAN MEMBUNUHKU, JANTUNGKU INI LEMAH, ASTAGA... Mengejutkan sekali." Teriakan protes Chanyeol setelah dirinya selamat dari batuk dramatisnya.
Baekhyun melingkarkan kedua tangannya di dada, bersedekap lalu menggelengkan kepala tak percaya. Pusing akan kelakuan pacar sendiri. Baekhyun bahkan tak memperdulikan dirinya sendiri yang tak memakai sehelai benangpun.
Melihat pemandangan didepannya lama- lama membuat Chanyeol memalu. Musisi 20 tahun itu dengan canggung berdehem dan mengalihkan pandangannya ke segala arah. Namun akhirnya tetap berakhir melihat ke arah Baekhyun lagi, dan sukses membuat pemuda itu salah tingkah lagi. Lalu Chanyeol kembali menghindar untuk menatap Baekhyun dengan menyibukkan dirinya memakan keripik kentang di tangannya, kali ini dengan kunyahan canggung dan pipi memanas.
"Bagaimana? Filmnya bagus Chanyeol? Sudah puas menonton?" Sindir Baekhyun pada kekasihnya yang sekarang sudah tak dapat bersuara.
Chanyeol mengangguk, lalu tersadar Baekhyun tak akan dapat melihatnya, sebagai gantinya Chanyeol menggumankan kata iya.
Baekhyun menyeringai.
"Tapi..." Gumam Chanyeol lagi.
"Tapi?" Dan Baekhyun membeo.
Chanyeol menyingkirkan segala snack yang telah dibawanya. Lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya sampai kepala.
"Ratingnya terlalu tinggi! Aku tak sanggup lagi! Cepat pakai bajumuuuu!!!" Teriaknya dari dalam selimut.
Baekhyunpun tertawa dibuatnya. Astagaa... dirinya bahkan lupa, kapan terakhir kali tertawa seringan ini. Chanyeol dengan segala kelakuan tak terduganya memang selalu menjadi hiburan tersendiri untuk Baekhyun.
Dengan masih terkekeh geli, Baekhyun mengambil satu buah boxer dan salah satu kaus besar milik Chanyeol dari lemari mereka. Dan memakainya dengan cepat. Bila kalian penasaran bagaimana Baekhyun mengetahui apa saja pakaian didalam lemari itu, lalu dimana saja letaknya. Jawabannya adalah, Baekhyun telah menghapalnya. Satu persatu. Bukan masalah besar bagi Baekhyun untuk menghapal isi dari lemari kecil itu. Kapasitas otaknya lebih dari cukup untuk menghapal 10 kali lipat lemari pakaian lagi.
"Chanyeora, pemeran utama di film yang kau tonton ini harus menelpon Sekretarisnya sekarang, kau lanjutkan saja acara cemilan malammu itu. Aku ke ruang tengah dulu sebentar. Ah ya.. jangan lupa sikat gigimu nanti, kau terlalu banyak makan snack." Ujar Baekhyun, sembari berlalu pergi. Bahkan telah keluar dari kamar mereka sebelum Chanyeol dapat membalas ucapannya.
Sruk.
Kepala Chanyeol menyembul dari balik selimut. "Oh.. dia sudah pergi." Gumam Chanyeol, pandangannya mengitari seluruh sudut kamar mereka yang didapati telah kosong, hanya tinggal dirinya sendiri didalam sini.
Lalu setelah itu dengan dramatis Chanyeol mengendus- ngendus udara disekitarnya. "Wahhh segarnya... aroma Baekhyun ada dimana- mana." Gumamnya lagi, lalu memposisikan tubuhnya menjadi telentang di atas ranjang besar itu.
Sebuah senyum lebar tanpa dapat di tahan telah Chanyeol tampilkan, "Bagaimana bisa kamar yang sama ini suasananya bisa jadi berbeda, hanya karena ada Baekhyun didalamnya. Hummm... Aku tak suka kamar ini saat tak ada Baekhyun disini." Gumamnya lagi sambil merengut diakhir kalimatnya.
Tak berapa lama Chanyeol bangkit dari posisinya, kembali duduk diatas ranjang empuk itu, dan mengambil kembali keripik kentangnya. Namun sekarang sambil mendengarkan percakapan Baekhyun yang sedang menelpon diluar.
"Nah.. sekarang, ini namanya siaran Radio Live." Ujar Chanyeol seraya terkekeh, setelah itu menyeruput minuman sodanya dengan santai.
Baiklah, silahkan nikmati saluran Radio kesukaanmu Park Chanyeol.
.
.
.
"Sekretaris BB Grub, Kim Minseok disini, ada yang bisa saya bantu?" Suara Xiumin terdengar sungguh profesional diujung sana.
"Ini aku." Ujar Baekhyun tanpa harus mengatakan siapa dirinya, Xiumin pastinya sudah mengenal suara milik sang bos besar berbadan mungil itu diluar kepala.
"Sekretaris BB Grub, Kim Minseok tidak ada disini, dan tak akan ada yang membantumu." Ujar Xiumin lagi, kali ini dengan versi kalimat negatif dari kalimat sebelumnya.
Baekhyun tertawa kecil setelah mendengarnya.
"Semarah itukah kau padaku?" Tanya Baekhyun disela kekehannya.
"Sepertinya anda sedang bahagia sekali Tuan Lover Boy. Jadi saya tebak, si Park itu tidak menceburkan diri ke laut Jeju setelah mendengar bahwa dirinya adalah anak dari pembunuh Ayah dan Ibu saya. Turut bahagia untuk anda." Sungguh kesarkasan yang tiada tanding.
"Xiao Min.." Baekhyun memanggil nama mandarin Xiumin itu dengan nada memperingatkan.
"Ugh! Ya ya ya.. terserah. Ada apa kau menghubungiku? Setelah meninggalkan aku bersama seluruh pekerjaan mengerikan ini, apalagi yang kau inginkan dariku? Aku sibuk." Tanya Xiumin dengan suara kesal yang tak ditutup- tutupi sama sekali.
"Astaga, apakah dari dulu kau memang pendendam seperti ini?" Baekhyun ikut melontarkan pertanyaan retoris.
"Bila aku tak pendendam seperti ini, maka aku tak akan menempelimu seumur hidupku karena kesal orangtuamu membawa orangtuaku mati." Sungguh tajam sekali.
Baekhyun menyerngitkan dahinya.
"Sejak kapan kita jadi terus menyinggung kematian orangtua kita disetiap percakapan seperti ini?" Tanya Baekhyun yang merasa cukup tak nyaman, yang sebenarnya justru lebih khawatir pada Xiumin, dirinya yakin Xiumin sendirilah yang paling tak nyaman membahas hal ini.
Bagaimanapun, topik orangtua mereka sungguhlah sensitif. Terutama bagi Xiumin sendiri.
"Sejak Park Chanyeol adalah kekasihmu. Aku terus mengingat orangtuaku setiap kali aku melihatnya, dan aku tebak kau juga begitu. Karena sepertinya hubungan kalian tak akan pernah berakhir, aku ingin terbiasa membahas ini. Aku tak ingin terus melihat dia sebagai anak Park Sungjin. Well.. walau tetap saja fakta tidak akan pernah berubah, dia sembilan puluh sembilan koma sembilan sembilan sembilan persen memiliki DNA Park Sungjin." Jawaban dengan keterusterangan seratus persen.
Terkadang fakta lebih menyakitkan daripada kebohongan.
Baekhyun menghela napas. "Tolong ingatkan sekali lagi kenapa aku belum saja memecatmu setelah sekian lama ini, padahal kau adalah orang yang paling tak sopan padaku?" Tanya Baekhyun yang sekarang sudah ikut kesal.
Di ujung sana Xiumin menyeringai.
"Kau lupa? Di BB Grub, Kerajaan Bisnismu yang amat sangat besar ini, akulah pemilik otak dengan kecerdasan tertinggi setelah dirimu. Karena itulah aku mendapatkan posisi ini di usia 17 tahun tepat disaat kau resmi diangkat menjadi CEO dan aku langsung menjadi sekretarismu, Chairman Byun Baekhyun. Tak ada lagi orang lain yang bisa mengerti cara kerjamu menjalankan perusahaan selain diriku. Dan jangan lupakan, aku mengetahui semua seluk beluk perusahaanmu, meski julukanmu adalah manusia berhati malaikat, namun fakta bahwa kau adalah pembisnis taklah bisa di ubah, dan di dunia ini... tak ada yang namanya pembisnis 100% bersih. Aku tahu semua sisi kotormu dan bisnismu. BB Grub akan hancur jika saja aku adalah orang dengan jiwa penghianat." Xiumin menjelaskannya dengan sebuah senyuman lebar.
Baekhyun menggelengkan kepalanya tak habis pikir. "Baiklah, sudahi aksi kekesalanmu ini. Aku ingin menerima laporanmu sekarang. Tolong dipercepat. Laporkan yang penting saja, tak usah yang banyak angka-angka, aku sudah muak mengerjakannya di Seoul kemarin." Ujar Baekhyun dengan nada memerintah yang entah sejak kapan Baekhyun berubah menjadi bos yang menyebalkan seperti ini. Padahal dulu Xiumin selalu membangga- banggakan atasannya itu.
Well, Xiumin sama saja, dirinya akan menjadi sekretaris menyebalkan hari ini.
"Huhuhu manis sekali, tak sabar untuk memulai sesi cuddling malam sebelum tidur bersama kekasih tercintamu Tuan Byun?" Ujar Xiumin memanasi.
Tanpa mau mengakui wajahnya yang terasa memanas, Baekhyun dengan sok tegas mengulangi perintahnya, "Laporanmu Sekretaris Kim."
Di ujung sana Xiumin memutar bola matanya.
"Semuanya baik, laporan selesai." Jawaban yang amat sangat singkat dan padat. Namun sayangnya tak jelas.
"Hah?" Seru Baekhyun terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Bagaimana bisa, kau tak sehebat diriku yang bisa menyelesaikan semua itu dalam waktu beberapa jam saja." Di saluran seberang Xiumin tersedak kopi pahit milik Chen setelah mendengar nada meremehkan dari Baekhyun.
"Uhuuk.. Maafkan aku bila ternyata diriku lebih hebat daripada dirimu Mister Chief Executive Officer of BB Groub Baekhyun Byun." Jawab Xiumin dengan kesarkasannya yang masih tersisa, suasana hati pemuda pemilik dua marga ini belum saja membaik ternyata.
"Ughhh.. baiklah, maafkan aku karena membuatmu harus mengurus segalanya sendiri Xiu. Aku sungguh panik tadi saat mendengar Chanyeol menghilang, aku takut dia di culik oleh fans Kyungsoo atau semacamnya." Akhirnya Baekhyun mengucapkan permintaan maafnya.
Di ujung sana terdengar suara Chen yang terkekeh, ternyata pria paruh baya itu sedari tadi mendengarkan percakapan Xiumin dan Baekhyun. Hal itupun membuat Baekhyun mengerutkan dahinya.
"Kau sedang dimana?" Tanyanya pada Xiumin.
"Kantor Utama BB. Memangnya kau kira aku akan ada dimana lagi saat sibuk seperti ini?" Jawab Xiumin, yang di akhiri dengan pertanyaan retoris.
"Tuan Kim Jongdae ada disitu?" Tanya Baekhyun lagi.
"Yap. Dialah yang membantuku mengatasi semua masalah perusahaan disaat kau kabur begitu saja. Jangan lupa bilang terimakasih padanya nanti. Dia bahkan tak marah sama sekali akan kau yang mengacaukan seluruh rencana makan malam kami yang sudah dia persiapkan dari berhari- hari yang lalu. Demi Tuhan, harusnya kami makan malam romantis malam ini, bukannya berkutat dengan seluruh dokumen sialan ini. Sebenarnya yang CEO itu aku atau kau?" Baekhyun mendengarkan itu dalam diam, kemudian berdecak tanpa sadar.
"Wahhh.. beruntungnya kalian. Tetap bisa merencanakan makan malam romantis disaat aku tengah berjuang membersihkan nama baik kekasihku dan Idol yang bernaung di Agensi si Tuan Kim Jongdae itu. Jangan lupakan aku juga hampir tak tidur memperbaiki harga saham yang merosot dari perusahaan tempat kau bekerja itu Sekretaris Kim Minseok, sampai- sampai meninggalkan kekasihku jauh di Jeju, dan kau tetap bisa merencanakan makan malam.. wah wah Waaaaa..." Giliran Baekhyun yang sekarang dalam mode tak terima akan kenyataan.
Ya ampun, sebenarnya Baekhyun dan Xiumin itu berteman atau bermusuhan. Kenapa saling mendukung dan saling menjatuhkan disaat yang sama.
Terdengar deheman palsu dari saluran telepon seberang. Xiumin sedang salah tingkah.
"Jangan campuri urusan asmaraku." Jawab Xiumin dengan suara yang sengaja dibuat tegas.
Tawa Baekhyun pecah begitu saja. "Oh astagaaaaa.. Kau dengar apa yang baru saja kau bilang? Urusan asmara katamu? Asmara? Bersama Chen Ahjussi? Oh sahabatku Kim Minseok, betapa beruntungnya dirimu, cinta pertama sekaligus cinta sepihakmu selama ini akhirnya telah berbalas. Dan sekarang pria yang kau cintai itu tengah membantumu bekerja, lalu sekarang kalian berdua berkencan di gedung kantor milikku. Mengubah kantor yang harusnya menjadi tempat bekerja itu menjadi tempat romantis penuh cinta. Sungguh hebat Kim Minseok." Jangan salah paham, ini bukan hinaan ataupun bullyan, Baekhyun hanya tengah menggoda sekretarisnya. Emm.. atau mungkin sama saja.
"Hentikan Baek." Peringat Xiumin yang sudah tak tahan, karena bersamaan dengan Baekhyun mengucapkan seluruh kalimat itu, Chen disampingnya terus memandanginya dengan tatapan dalam. Ikut menggoda Xiumin.
Baekhyun mengangkat bahunya acuh, "Toh kau duluan yang mulai, sedari tadi terus menyangkut pautkan tentang kekasihku." Ujarnya.
Xiumin menghela napas menyerah, percuma saja melawan Baekhyun, "Baiklah aku tak akan menyinggung masalah kau dan Chanyeol lagi. Puas? Ck, kau memang selalu sensitif bila sudah ada nama Chanyeol dalam percakapan kita." Ujar Xiumin menyerah namun tetap diakhiri dengan gerutuan.
Baekhyun mengangguk puas.
"Baiklah, bagaimana kabar perusahaan disana? Apakah aku akhirnya menjadi miskin sekarang? Bila begitu, setidaknya salah satu cita- citaku terkabul." Ujar Baekhyun yang kembali menanyakan pertanyaan awal, karena memang itulah tujuan awalnya menelpon Xiumin.
"CITA- CITAMU ITU MENJADI MISKIN?! YANG BENAR SAJA?!" Baekhyun dengan refleks menjauhkan ganggang telepon dari telinganya.
"Laporan anda Sekretaris Kim Minseok-ssi." Peringat Baekhyun lagi, tiba- tiba menjadi formal.
"Ekhm.. maaf saya salah fokus tadi Pak Byun. Baiklah saya mulai dari keadaan BB Entertainment terlebih dahulu karena sumber masalah kita berasal dari sana. Setelah saya melakukan negosiasi dan memberikan penawaran seperti yang anda sarankan, investor yang kemarin ingin mencabut investasi mereka telah membatalkan rencana mereka, sehingga saham BB Ent berhasil kita selamatkan. Dan setelah meeting bersama banyak brand yang mensponsori Idol D.O, sebagian besar tetap mempertahankan D.O sebagai model brand ambassador mereka, hanya satu yang membatalkan kerja sama." Xiumin mulai berbicara dengan bahasa sopan dan panjang. Kalimat- kalimat honofirik yang selama ini selalu Xiumin keluhkan.
Baekhyun mengangguk, lalu bertanya, "Perusahaan yang mana?"
"Susu BBebelaq."
Uhuk... Baekhyun pun tersedak ludah sendiri.
"SEJAK KAPAN KYUNGSOO MENGIKLANKAN SUSU BAYI?!" Tanyanya panik sekaligus tak percaya.
Xiumin di ujung sanapun sama saja, "SAYAPUN TAK TAHU. Saya sendiri bahkan terkejut saat ingat bahwa Kyungsoo sudah mengiklankan produk mereka kurang lebih selama satu tahun. Ingat saat ada fancam Kyungsoo yang sedang menggendong bayi menjadi viral? Nah.. saat itulah banyak produk bayi yang ingin bekerja sama dengan kita. Sepertinya mereka memilih Kyungsoo karena image pure, innocent, cute, dan segala kesan bersihnya. Jadi, dengan diketahui bahwa Kyungsoo adalah seorang homoseksual dan mempunyai skandal kencan yang menghebohkan bersama Trainee BBEnt bernama Park Chanyeol yang sekarang juga sudah memiliki rumor sebagai simpanan seorang pengusaha kaya, tentunya Kyungsoo sudah tak cocok lagi untuk produk mereka. Dan besok kita akan membahas tentang kontraknya. Kita berusaha agar hal sekecil ini jangan sampai dibawa ke pengadilan juga. Menjengkelkan sekali Pak Byun, saya harus meeting panjang hanya karena produk susu bayi." Jelas Xiumin dan diakhiri dengan gerutuan setelahnya.
Baekhyun mengangguk paham mengabaikan gerutuan Xiumin, "Saya telah mengingatnya Sekretaris Kim, bukankah kerja sama kita bersama mereka memang akan berakhir hanya dalam waktu dua bulan saja lagi? Seharusnya diakhiri sekarangpun tak akan ada bedanya, toh mereka sudah merasakan untung banyak selama setahun ini. Ck, mereka hanya sedang berusaha mengambil keuntungan dari kondisi kita sekarang dengan mengharapkan kita akan membayar uang finalti untuk kerugian yang katanya mereka dapatkan, dan mengancam akan membawa ke pengadilan. Ck, tak bisa dipercaya, hanya karena saham kita sempat runtuh, mereka kira uang milik kita akan berjatuhan pada mereka. Huh.. TOLONG BESOK, MAKAN MEREKA bulat- bulat Sekretaris Kim. Jangan beri ampun." Ujar Baekhyun sambil memijat- mijat lehernya yang terasa kaku, jujur saja hari ini melelahkan sekali.
"Dengan senang hati Pak Byun, kebetulan saya memang tengah mencari pelampiasan emosi." Baekhyun tersenyum kecil mendengar jawaban Xiumin.
"Bagaimana dengan semua investor yang akan mendukung debutnya SeChan?" Tanya Baekhyun dengan suara pelan, karena tak berharap banyak akan hal ini.
Xiumin menghela napas pelan, "Kita tak berhasil mempertahankan satupun Pak." Baekhyun terdiam sebentar setelah mendengar itu. Memikirkannya sebentar.
"Tak perlu khawatir, mereka yang rugi bukan kita. Tolong informasikan kepada Tuan Kim Jongdae, untuk memposting video evaluasi mingguan Sehun dan Chanyeol yang terakhir kemarin, di Fanpage resmi BBEnt, dan kita lihat bagaimana respon semua orang akan bakat Rookies kita. Bakat tak akan pernah berbohong, aku berani bertaruh 5 menit setelah video itu diposting, para investor yang awalnya pergi, akan kembali datang dan menciumi kaki kita memohon kerjasama kembali. Dan dengan bagaimana perhatian seluruh media sepenuhnya sedang fokus kepada BBEnt sekarang, benar- benar timing sempurna untuk mempromosikan Rookies kita. Meski ini terkesan terlalu cepat dari rencana awal kita, saya rasa inilah tindakan paling baik untuk dilakukan sekarang." Ujar Baekhyun dengan suara santai.
"Kau sebenarnya hanya ingin image Chanyeol segera bersih dengan menampilkan bakatnya pada dunia. Double Win untukmu." Pikir Xiumin mengejek sekaligus terkesan pada Baekhyun dalam mencari keuntungan bahkan disaat terburuk sekalipun.
"Lalu setelah para investor itu kembali, kita akan menolak mereka atau menerima mereka Pak?" Tanya Xiumin dengan suara profesionalnya.
Baekhyun mengerutkan keningnya, "Kenapa kau tak paham juga? Tentu saja kita akan menerima mereka lagi, namun tak semudah itu, biarkan mereka sedikit mengemis, lalu saat mereka mulai menyerah, saat itulah baru kita menerima mereka, namun... dengan perjanjian yang lebih menguntungkan kita daripada kemarin." Jawab Baekhyun dengan suara yang terdengar sejernih lonceng.
"Yang lain?" Tanya Baekhyun, menanyakan kabar cabang perusahaannya yang lain.
Xiumin menghela napas terlebih dahulu. Ini akan menjadi obrolan yang panjang.
"BB Resort and Hotel cabang Jeju sedang anda kunjungi sekarang, jadi saya rasa tak perlu menjelaskannya bagaimana keadaan disana, anda pasti akan meninjau sendiri keadaan disitu. Beberapa cabang BB Hotel yang lain juga baik- baik saja, seperti yang anda sudah tahu sebelumnya, skandal seperti ini tak akan berpengaruh pada perhotelan kita. BB Departemen Store juga baik- baik saja."
Baekhyun memainkan ujung kaus Chanyeol yang dipakainya sambil mendengarkan laporan Xiumin. Dengan wajah serius otaknya terus berjalan seiring dengan satu persatu laporan yang Xiumin sampaikan.
"Selanjutnya tentang real estate kita, ada beberapa penyewa gedung kita di Gangnam yang telah jatuh tempo sewa dan telah diputuskan untuk tidak memperpanjang kerjasama lagi, lebih banyak yang berhenti memang karena kontraknya telah habis namun ada beberapa yang terpaksa kita keluarkan karena pembayaran sewa mereka yang terus tertunda, saya menunggu keputusan anda untuk menyetujui pembuatan iklan mencari penyewa gedung yang baru. Siang tadi perwakilan Bank SS datang dan mengajukan perpanjangan kontrak, harusnya anda berada disini untuk mengambil keputusan dan menandatanganinya. Saya ingin langsung menyetujuinya, namun saya pikir tak bijaksana untuk langsung membuat keputusan tanpa izin dari anda Pak, saya pikir anda mungkin ingin mengubah beberapa pasal dari isi kontrak kita bersama Bank SS."
"Prive, Brand Fashion kita telah baik- baik saja meski beberapa waktu lalu produk yang D.O pakai sempat turun penjualannya. Karena semua telah aman sekarang, saya rasa kita tak perlu khawatir untuk memilih design baru edisi musim gugur yang akan datang, seperti biasa anda akan menyerahkannya pada saya bukan? Saya akan langsung menyelesaikan hal ini besok setelah meeting untuk produk susu menyebalkan tadi."
"Lalu BB Tour and Travel kita yang paling terimbas skandal kemarin karena kita menjadikan Kyungsoo sebagai satu- satunya model brand ambassador kita untuk bisnis ini, untungnya sekarang sudah tak apa- apa. Namun sayangnya kita tak dapat mempertahankan D.O untuk tetap menjadi model kita lagi. Saya akan memberikan pada anda beberapa daftar nama yang dapat anda pilih untuk menjadi pengganti D.O Pak."
"Dan saya telah menjadwalkan pertemuan anda bersama Tuan Kim Jongdae saat anda kembali dari Jeju nanti, beliau ingin mendiskusikan bersama anda akan apa yang kita lakukan selanjutnya dengan karir Idol Do Kyungsoo, kita tak dapat mengelak meski skandal datingnya bersama Park Chanyeol telah berhasil kita bersihkan, lalu tak ada lagi media yang akan mengungkit tentang hal itu, namun tetap saja, publik sekarang sudah tahu bahwa Kyungsoo seorang homoseksual dan tak bisa dipungkiri bahwa pihak kontra untuk hal tersebut tak bisa kita katakan skalanya kecil. Idol D.O kehilangan setengah dari jumlah fansnya, dan kehilangan semua tawaran film yang sebelumnya telah ditawarkan untuknya. Kita beruntung Kyungsoo telah menyelesaikan Comeback musim panasnya."
Baekhyun berpikir lebih dalam untuk hal yang baru saja Xiumin laporkan. Karena ini bukan hanya menyangkut hidup dari salah satu Idol di agensi miliknya, namun bisa dibilang ini adalah tentang masa depan sahabat dari masa kecilnya.
Baekhyun tersenyum miris. Kyungsoo sesungguhnya baik, lihatlah bagaimana dia amat sangat marah pada Chanyeol yang telah memukul adiknya, walau sang adik telah menghancurkan karir yang telah di bangunnya dengan kerja keras selama ini. Bahkan sekarang Kyungsoo sedang merawat adik nakalnya yang mungkin sekarang telah siuman dari pingsannya di salah satu kamar hotel ini, tanpa mengkhawatirkan sama sekali akan nasib karirnya yang berada diujung tanduk.
Hufh... Jika sang kakak tak bisa menghukum adiknya, maka izinkanlah Baekhyun untuk menghukumnya.
Karena dirinya adalah... Atasan gadis itu. Well, ada alasan mengapa dirinya masih belum memecat gadis itu sampai sekarang bukan? Jadi sebagai atasan, Baekhyun memiliki hak untuk memperingati pegawai yang tak becus.
Baekhyun menggelengkan kepalanya sambil menyeringai, menyadarkan tubuh pada sofa untuk lebih rileks lagi. Sekarang Do Kyungsoon telah tertangkap dan Baekhyun telah memiliki hukuman paling sempurna yang telah disiapkan untuk gadis nakal itu. Setelah gadis itu didapatkan, maka hal ini bukanlah masalah besar lagi. Dirinya adalah seorang Byun, yang dapat menyelamatkan hidup orang lain dengan mudahnya. Bukan berarti dirinya tak dapat menghancurkan hidup orang lain dengan sama mudahnya.
Hufh.. tapi tidak, Baekhyun tak akan sekejam itu pada adik dari sahabatnya dan anak perempuan dari kepala koki Mansionnya. Lihat saja nanti, Baekhyun akan memberikan hukuman kejam namun manis pada gadis itu.
"Lalu perusahaan yang lain?" Tanya Baekhyun lagi pada Sekretarisnya yang dengan pengertian sekali, sedari tadi berdiam diri membiarkan Baekhyun berpikir dengan tenang. Xiumin sangat tahu, Baekhyun tak dapat diganggu bila dia sudah melamun dan sesekali bergumam pada dirinya sendiri untuk memikirkan tentang hal yang menyangkut masalah pribadinya. Kebiasaan sang Tuan Muda yang tak pernah berubah.
Namun Xiumin telah lelah untuk melanjutkan laporan ini sekarang.
"Astaga.. bisa kita sudahi laporan ini Baek? Tak akan ada habisnya, Paman Dae sudah tak sabar untuk pulang sekarang, intinya semuanya telah baik- baik saja. Masa kritis itu telah kita lewati. Kau sudah mengatasi inti masalahnya kemarin. Seperti katamu bakat tak akan pernah berbohong. Seiring berjalannya waktu, Kyungsoo pasti akan kembali naik kesinggasananya. Seiring dengan nama Kyungsoo yang membaik, BB Ent jadi membaik, perusahaan yang lain ikut baik, BB Grub pun menjadi baik. Kau baik, aku baik, semuanya baik- baik saja. Sudah sudah... tidur sana Tuan Byun Baekhyun, kekasihmu telah menunggu." Ujar Xiumin, mengakhiri penjelasan singkatnya malam ini, entahlah versi panjangnya bisa sepanjang apa.
"Tunggu sebentar, ada laporan yang kau lewatkan.." Ujar Baekhyun mengingatkan.
Xiumin pun memutar bola matanya, karena sudah sangat paham apa maksud Baekhyun.
"Tenang saja Perusahaan makanan ringan kita, sekaligus pabrik susu stroberi kesukaanmu itu baik- baik saja. Astaga, sampai sekarang aku merasa sangat konyol bagaimana kau sungguh mengistimewakan Strawbaekkie." Ujar Xiumin menyebutkan nama brand susu kemasan milik Baekhyun.
Baekhyun terkekeh pelan.
"Bukankah menakjubkan memiliki nama dirimu sendiri sebagai brand minuman kesukaanmu. Begitulah perasaanku." Baekhyun memberikan alasan. Xiumin hanya menggelengkan kepala tak mengerti, terkadang Baekhyun memiliki sisi kekanakan juga.
"Ah ya.. dia memang dipaksa keadaan untuk tak pernah merasakan masa kanak- kanak seumur hidupnya." Pikir Xiumin kemudian. Merasakan simpati pada sang Tuan Muda.
Xiumin berdehem menjernihkan tenggorokannya, mengusir perasaan pilu memikirkan kehidupan malang Baekhyun yang selama ini tak kentara sebab tertutup apik akan kemewahan harta Baekhyun yang melimpah.
"Entahlah, bila itu aku, aku lebih senang bila ada brand wine yang memakai namaku. Lebih keren. Ngomong- ngomong, bukankah akhir tahun ini kita harus ke Paris dan London untuk memeriksa apakah pabrik Anggur dan Parfum kita baik- baik saja. Menerima laporan dari perwakilan yang ada disana selalu kurang memuaskan, kita harus memeriksanya langsung ke lapangan. Dan jangan lupa, setiap awal tahun kau harus ke Jepang, kita perlu meninjau perusahaan otomotifmu." Baekhyun menelengkan kepalanya ke kanan, baru ingat tradisi tahunan itu.
"Oh.. kau benar. Atur saja jadwalnya dari sekarang." Jawab Baekhyun menyetujui.
"Baiklah. Emm.. bagaimana, kau dan Chanyeol?" Tanya Xiumin akhirnya menanyakan pertanyaan yang sebenarnya dari awal sangat membuat Xiumin penasaran.
Baekhyun menghela napas pelan.
"Sepertinya setelah menerima laporanmu ini. Giliran aku yang memberikan laporan padanya. Aku belum menjelaskan semuanya pada Chanyeol, hufh.. semua sikap baiknya padaku itu membuatku selalu merasa tak enak hati. Dia harusnya marah. Sudah sewajarnya dia marah. Namun dia malah bersikap seakan kami tak memiliki masalah apapun. Sebenarnya terbuat dari apa hatinya itu, reaksinya sungguh tak terduga." Ujar Baekhyun yang sepertinya mulai curhat.
"Benar- benar anti klimaks. Aku kira kisah cinta kalian akan menjadi BOOM!! Saat akhirnya rahasiamu ketahuan. Bila aku jadi dia, aku bahkan tak akan sanggup lagi memandang wajahmu. Antara marah, kecewa, dan malu menjadi satu." Komentar Xiumin apa adanya.
"Jangan mengatakan seolah Chanyeol adalah pria yang tak punya malu. Kita semua tak tahu apa yang dia rasakan sebenarnya, kita tak tahu bagaimana rasanya memakai sepatu orang lain. Kita semua tahu dia pria sensitif yang muda sakit karena hal sederhana. Aku rasa semua sifat cerianya sekarang adalah pertahanan diri dari sakitnya. Aku bahkan lebih khawatir padanya saat dia terlihat baik sekali seperti ini, aku takut dia sedang menangis didalam hati. Hummm.. aku telah terlalu banyak bicara." Ujar Baekhyun tanpa sadar mengutarakan apa yang dirasakan dan dikhawatirkannya.
"Hufhh.. aku sudah bilang Baekhyun, dari awal, jangan terlalu baik padanya. Lihatlah, kebaikanmu sekarang menyakitinya." Ujar Xiumin mengingatkan.
Baekhyun menghela napas frustasi.
"Kau tak tahu... aku tak sebaik itu padanya. Dia yang terlalu baik padaku!" Xiumin mengerutkan keningnya mendengar nada suara Baekhyun yang terdengar sedikit aneh.
"Apa maksudmu?" Tanya Xiumin tak mengerti.
"Menurutmu aku harus bagaimana sekarang?" Baekhyun bertanya balik, mengabaikan pertanyaan Xiumin sebelumnya.
Xiumin menghela napas, dalam hati menyadari Baekhyun yang menghindari pertanyaannya,"Ah benar, semua orang pasti punya kekurangan." Pikir Xiumin.
Baekhyun yang selama ini selalu dipuji akan kejeniusannya. Namun menjadi sungguh tumpul dan lamban bila membahas kisah asmaranya sendiri. Sebenarnya itu cukup bisa di mengerti, karena kisah cinta seseorang, tak memiliki rumus atau teori apapun untuk bisa mempelajarinya. Sebab ini adalah masalah hati, dan hati setiap orang, itu berbeda- beda.
"Apanya yang bagaimana, sudah jelas bukan? Datangi dia sekarang, jelaskan semuanya, alih- alih menelponku, harusnya kau tengah berbicara empat mata dengannya sekarang. Jangan terus menunda masalah, makin lama akan makin membusuk." Dan Xiumin adalah yang paling hebat tentang masalah percintaan. Maklum, faktor pengalaman cinta sepihak selama 20 tahun.
Baekhyunpun mengangguk mendengarnya.
"Kau benar. Aku akan menemuinya sekarang. Aku harus menerimanya bila setelah ini dia sungguh akan membenciku." Putus final Baekhyun.
"Semangat Baekhyun!!" Ujar Xiumin memberi kekuatan dari seberang sana. Baekhyun mengangguk mendengar itu.
"Ah ngomong- ngomong setujui saja perpanjangan kontrak bersama Bank SS tak perlu menyunting isi kontrak, tetap pakai yang sama dengan yang dulu saja, mereka telah belasan tahun menyewa gedung kita, dan sebagian uangku juga memang aku taruh di Bank itu, sama saja Bank itu seperti milikku sebenarnya.. jadi nanti kau hubungi mereka bilang bahwa aku menyetujui ajuan yang mereka berikan, namun aku belum bisa menanda-"
"BAEK HENTIKAN." Xiumin menghentikan perkataan Baekhyun begitu saja.
"Sudahi bekerjanya, sekarang masalahmu bersama kekasihmulah yang harus kau urus. Tenang saja, walau aku selalu menggerutu, kau tahukan.. aku selalu berjuang menjalankan perusahaan ini sebaik yang aku bisa. Kau tak perlu khawatir." Xiumin menjelaskannya dengan patah sepatah kata.
Baekhyun pun mengangguk.
"Hufh.. kau benar. Doakan aku." Ujarnya.
Xiumin juga mengangguk disana, "Good Luck." Ujarnya mendoakan.
Dan sambungan telepon itupun dimatikan. Baekhyun menghela napas beberapa kali, sebelum akhirnya beranjak dari sofa yang sedari tadi di dudukinya. Berjalan menuju kamar yang di tempatinya bersama Chanyeol dengan langkah berat.
Setelah ini... tak ada yang bisa menjamin bahwa hubungan Chanyeol dan Baekhyun akan tetap sama seperti sedia kala.
.
.
.
TBC
.
.
.
Author note :
Aku tahu, pasti kalian semua bakalan bilang ini adalah salah satu dari chapter yang berisi adegan gak penting dan buang- buang waktu lainnya. Maaf saja, gak ada yang gak penting dalam seluruh tulisanku hue hue hue heehehe. Emm.. mengertilah, aku hanya berusaha meringankan cerita ini agar menjadi tak terlalu berat. Dan juga untuk kepuasan pribadi Author yang pengen ngerasain gimana rasanya jadi seorang CEO :)
Suka- suka saya dong ya, kan saya yg nulis hohoho 8)
TMI : Oh iya, Xiumin itu juga jenius ya.. dia baru umur 22 tahun sekarang, dan bisa ikut menjalankan perusahaan sebesar itu. Dia emang gak kaya Baekhyun yang sekolahnya dari kecil itu khusus, Xiumin sekolah di sekolah umum biasa tapi terus loncat- loncat kelas. Dia bahkan hanya menyelesaikan SMP selama setahun, SMA enam bulanan, S1 dan S2nya dalam waktu 2 tahunan doang selesai. Sungguh super sekali ehe.
