Read My Music

Present by GoodMornaing

...

..

.

Happy Reading

Chapter 39 : Acquisition

.

..

...


Musim Semi, 2014.

Mansion Byun, Seoul, Korea Selatan


Ini adalah tahun gelap. 2014.

Banyak kabar tak baik berlalu lalang bahkan baru diawal tahun seperti ini. Meski begitu, ada tempat yang sama sekali tak berpengaruh dengan kegelapan tahun ini, tepatnya diujung kota Seoul. Di sebuah daerah luas yang sengaja dibeli oleh sebuah keluarga konglomerat terkenal. Dibangun sebuah Mansion megah dengan pilar- pilar besar berwarna putih gading. Di kelilingi taman yang indah dan sebuah sungai buatan sangat memukau, seakan si pemilik mansion berpikir bahwa kolam renang atau kolam air mancur saja tak cukup untuk menghiasi keindahan rumah yang akan menjadi tempat berteduh dirinya, keturunannya, serta keturunan dari keturunannya nanti ini.

Inilah, Mansion Byun.

Silahkan masuk melewati gerbang tingginya, melewati jalan masuknya yang dijaga ketat dan memiliki puluhan CCTV disetiap sudut.

Melewati berbagai macam jenis bunga yang dikirim dari berbagai negara.

Sampai pada pintu utama, akan ada 2 maid cantik nan ramah yang selalu siap sedia membukakan pintu, menyambut Tuannya yang datang, atau mendoakan keselamatan Tuannya disaat sang majikan bertolak pergi.

Memasuki Mansion Byun tak ada bedanya dengan memasuki sebuah istana. Tak ada bedanya dengan memasuki sebuah negeri dongeng yang ada didunia nyata. Tak ada bedanya dengan rumah- rumah mewah yang biasanya hanya dapat kita lihat pada tontonan drama tv kabel.

Lalu kemanakah tujuan kita?

Mari kita menelusuri tempat ini lebih dalam.

Menuju salah satu ruangan terpenting di mansion ini. Terletak di sayap kiri lantai 1. Bersebelahan dengan perpustakaan.

Ruang Kantor Mr. Baekhyun, Byun.

Dibalik pintu dua belah yang sungguh besar dan tinggi berwarna coklat tua itu. Kita memasuki sebuah ruangan dengan luas 10x10 meter.

Dengan ketinggian langit- langit mencapai 5 meter.

Berlantai marmer dingin berwarna putih mengkilat, yang berlawanan dengan langit- langit berwarna coklat tua, penuh ukiran rumit yang konon memiliki arti yang hanya dapat dibaca oleh seseorang Byun, huruf BB yang diajarkan secara turun-temurun.

Ruangan luas yang sejujurnya tak ada bedanya dengan kantor-kantor biasanya. Di dindingnya bergantung beberapa medali, beberapa piagam penghargaan dari Blue House, lalu majalah dengan cover wajah pemimpin- pemimpin Byun sebelumnya, frame- frame besar yang berisikan foto Pasangan Byun pertama, Pasangan Byun kedua, lalu terlihat foto besar dari putra tunggal Byun yang sekarang tengah menjabat sebagai pemilik, serta memimpin sendiri perusahaan BB Group.

Ditengah ruangan terdapat satu set sofa tamu serta mejanya. Dibelakang dari Sofa tersebut, itulah pemeran utama dari ruangan ini.

Jantung dari ruangan kantor Baekhyun.

Meja kayu besar yang menjadi tempat sang Tuan Muda Byun bekerja. Lengkap dengan kursi kerja besar yang umum kita lihat di-duduki oleh seorang pemimpin perusahaan besar.

Dan di kursi kebesaran itu, terdapat sang bintang utama dari cerita ini.

Tuan Muda Byun Baekhyun, Presiden Direktur Utama BB Group.

Baekhyun terlihat memukau seperti biasanya. Duduk dengan tenang dan fokus pada pekerjaannya yang menumpuk penuh dimeja kerja yang beberapa kali lebih besar dari si bos besar kita yang mungil tersebut. Duduk di kursi besar yang tampak dapat menelan tubuhnya.

Lalu pada dinding dibelakangnya, sebuah lukisan sebesar 1 meter persegi bergantung di dinding. Menampilkan lukisan yang cukup mengerikan bagi beberapa orang.

Dilukisan tersebut, terlihat berbagai macam jenis jam tua yang menumpuk, lalu membentuk sebuah tengkorak yang sungguh besar hampir memenuhi seluruh kanvas.

Benar sekali, itu adalah lukisan bertemakan Momento Mori, sebuah hal yang mengingatkan pada waktu yang terus menipis dan kematian yang akan datang menjemput. Lukisan yang membuat takut banyak orang, namun justru sangat disukai oleh Tuan Muda kita Byun Baekhyun.

Baekhyun sendiri yang memberikan request langsung pada sang pelukis untuk membuatkan lukisan dengan tema itu dihari ulang tahunnya beberapa hari lalu.

Siapakah pelukisnya?

Lihat saja dibagian bawah lukisan itu, kecil sekali, terdapat tanda tangan dari sang pelukis, yang bertuliskan.

Happiest Birthday For My Beloved Little Prince Byun Baekhyun,

Your person,

Do Soo Hyun, Seoul, 2014, 6 Mei.


Ruangan ini sunyi, hanya diisi dengan suara gesekan pena mahal Baekhyun yang mencoret beberapa bagian dari laporan yang ada didepannya, lalu dengan tulisan tangan secantik cetakan sebuah newspaper terkemuka Baekhyun memberikan beberapa note dibawah laporan tersebut.

Baekhyun mulai merasakan ketegangan pada leher dan punggungnya, yang membuatnya merasa bahwa ini adalah waktunya untuk rehat sebentar.

Dua netra berwarna gray yang selama hampir dua dekade tak pernah dimasuki oleh cahaya itu, kini dapat menatap pada jam kayu kecil disudut meja kerjanya.

Jam menunjuk pada pukul 5 sore tepat, yang artinya Baekhyun telah bekerja hampir 7 jam nonstop. Dan besar kemungkinan akan berlanjut untuk 7 jam kedepan. Baekhyun sengaja, dirinya berencana untuk menyelesaikan sebagian besar pekerjaannya untuk beberapa bulan ke depan. Dirinya punya hal penting yang ingin dilakukan selain mengurusi anak- anak perusahaannya ini.

"Hahhh.." Pria pemegang kekuasaan tertinggi BB Group itu menghela napas, menjadi suara pertama yang menghiasi kantor ini selain suara gesekan pena Baekhyun dengan kertas.

Baekhyun memutar kursi kebesaran miliknya itu dengan sekali hentakan kaki. Lalu memandang lukisan dibelakangnya. Baekhyun tertegun sebentar, mengingat bagaimana wajah Kepala Koki Mansion Byun, Tuan Do yang terkejut saat menerima request Baekhyun yang menginginkan lukisan dengan tema Momento Mori sebagai hadiah ulang tahunnya beberapa hari yang lalu.

Bermenit- menit selanjutnya Baekhyun habiskan dengan memandangi lukisan didepannya dengan cukup lama, sambil sesekali memutar- mutar pena diantara jari- jari lentiknya.

"Hampir tiba waktunya.." Gumam Baekhyun. Entah apakah maksudnya. Hanya Baekhyun yang tahu.

Setelah menggumamkan itu, Baekhyun menutup matanya sambil bersandar santai. Mencoba lagi kebiasaan yang dulu sering dirinya lakukan, mempertajam indranya, melihat apa yang tak dilihat oleh orang lain, atau bisa dibilang.. melihat namun tak menggunakan mata.

Dan kontan saja, hanya dengan sekali tarikan napas. Baekhyun dapat membaui hampir segalanya.

Aroma seluruh bunga yang bersatu pada taman Mansion Byun diluar sana, membentuk aroma musim semi yang khas.

Aroma asam dan pahit dari secangkir kopi yang sudah dingin diujung meja, Baekhyun sudah terlampau malas untuk meminumnya.

Aroma tinta dari ujung pena mahal ditangan Baekhyun.

Aroma buku- buku lawas yang sudah lama tak tersentuh sebab Baekhyun sudah menghapal mati isi semua buku itu didalam otaknya.

Aroma pengharum ruangan yang masih saja bersisa meski sudah hampir 12 jam sejak terakhir kali salah satu maid Mansion Byun menyemprotkannya.

Aroma beberapa tangkai lavender pada meja tamu ditengah ruangan kantor ini.

Aroma kayu dari perabotan kantor Baekhyun yang semakin waktu berlalu semakin kental dan khas saja aromanya.

Aroma softener dan parfum Baekhyun sendiri yang berasal dari pakaian yang dikenakannya sekarang.

Aroma samar sebab agak jauh dari dirinya, Baekhyun dapat mencium beberapa aroma masakan di ujung dapur sana yang telah dipersiapkan untuk makan malam hari ini.

Lalu aroma...

Baekhyun membuka matanya, mengenali dengan sangat aroma itu. Dan tepat setelah dirinya menyadari dua aroma khas itu semakin dekat pada kantornya.

Tok tok tok.

Ketukan terdengar.

Baekhyun tersenyum kecil, seraya membalik kembali kursi kerjanya pada posisi semula.

"Masuk.." Intruksi Baekhyun pada orang yang menunggu respon di depan pintu sana.

Tak berapa lama, masuklah dua orang yang sangat dikenali oleh Baekhyun. Walau sampai sekarang Baekhyun masih sering merasa pangling untuk melihat wajah keduanya, sebab hampir seumur hidupnya Baekhyun mengenali dua orang ini dengan cara yang lain, bukan dari visual wajahnya.

Dua orang itu adalah, Tuan Direktur BB Ent. Kim Jongdae, dan Tuan Sekretaris Presiden Direktur BB Group, Kim-Xiao Minseok.


Sudah 10 menit berlalu. Baekhyun duduk pada sofa panjang berwarna hitam yang berhadapan dengan dua sofa yang sekarang masing- masing diduduki oleh Chen dan Xiumin.

"Jadi, apakah gerangan yang ingin kalian bicarakan denganku hingga datang secara bersamaan ini? Aku tebak ini bukan tentang pekerjaan." Baekhyun mengatakannya seraya mengambil cangkir teh yang baru saja disiapkan oleh seorang Maid untuk Baekhyun dan dua orang tamu istimewanya hari ini.

Netra Baekhyun memandang keduanya dengan intens. Dirinya sendiri sebenarnya masih tak menyangka,bahwa beginilah cara orang normal membaca ekspresi orang lain. Baekhyun cukup merinding akan bagaimana wajah sungguh ekspresif, terutama mata. Baekhyun menjadi lebih mudah membaca orang lain sekarang. Tak hanya dengan menebak detakan jantung lawan bicaranya lagi.

"Kalian akan menikah?" Tanya Baekhyun dengan santai seraya menghirup teh chamomile miliknya dengan santai.

Berbanding terbalik dengan Chen dan Xiumin yang seketika menjadi tegang setelah dilontarkan pertanyaan tersebut.

Setelahnya Chen terkekeh, "Kau sungguh mengerikan. Darimana kau mengetahuinya?"

Tak langsung menjawab, Baekhyun meletakkan kembali cangkir tehnya ke meja yang berhiaskan beberapa batang bunga lavender didalam vas kaca didepannya.

"Aku mencium aroma kertas mahal beraroma musk dari kalian berdua, apakah itu kartu undangan?" Tanya Baekhyun dengan suara datar.

Chen dan Xiumin seketika berpandangan, lalu melontarkan senyum ke satu sama lain.

"Sungguh sulit untuk menipumu, baiklah, ini undangan untukmu, kami sudah menentukan tanggalnya dan hanya mencetak sekitar 15 undangan, ini punyamu, kau yang pertama, 14 undangan lainnya belum kami kirim kemanapun. Karena kami berpikir, bahwa kau berhak menjadi yang pertama untuk mengetahui ini."

"Kami juga ingin meminta pendapat dan restu darimu dulu sebelum kami memberlangsungkan pernikahan." Ujar Xiumin seraya mengeluarkan amplop berwarna Lilac yang berdesain sungguh cantik dan manis. Dengan bertuliskan nama kedua mempelai pria ditengah undangan tersebut.

Baekhyun memandang dengan datar pada secarik kertas berlipat bernama undangan itu.

"Kau bilang tak ada yang tahu bahwa kalian sudah merencanakan tanggal pernikahan bukan?" Tanya Baekhyun sambil memandang wajah kedua sahabatnya.

Baekhyun sekali lagi merasa takjub melihat rupa dari wajah keduanya. Xiumin yang ternyata memang persis seperti deskripsi orang- orang disekitarnya, tampak seperti kucing kecil yang menggemaskan. Sungguh kontras dengan sifat tempramentalnya.

Disisi lain, Baekhyun sekarang mengakui bagaimana mempesonanya seorang Kim Jongdae. Baekhyun menjadi ingat lagi, dirinya sendiri bahkan hampir merona setelah pertama kali melihat langsung tatapan hangat dan senyum memabukkan milik sang cassanova.

Keduanya sungguh tampan, menurut standar Baekhyun.

Dan kedua wajah tampan yang tadi menatapnya dengan wajah sumbringah sebab ingin memberikan kabar bahagia itu. Kini berubah menjadi ekspresi serius. Keduanya langsung paham situasi yang ada didepan mereka, sungguh kepekaan yang menakjubkan. Atau bisa dibilang, ikatan persahabatan mereka bertigalah yang sungguh menakjubkan, ketiganya dengan mudah membaca satu sama lain seperti membaca buku terbuka.

Kali ini, keduanya sudah tahu, Baekhyun tak menyetujui pernikahan ini, dilihat dari respon dingin yang Baekhyun berikan sedari awal keduanya datang.

Baekhyun memberikan senyum miring melihat perubahan ekspresi dari kedua sahabatnya.

"Syukurlah, kalian belum mengabari siapapun. Sebab aku tak menyetujui dan menentang pernikahan ini." Ucapan Baekhyun dengan suara dalam dan tegas.

Terdengar sangat absolut dan tak terbantahkan.

Chen dan Xiumin melebarkan mata dengan shock, lalu dengan kompak berdiri tak terima.

"BAEKHYUN!" / "BAEKHYUN!!" Keduanya berteriak tak terima dengan memanggil nama depan bos besar didepan mereka tanpa menggunakan embel- embel apapun.


Baekhyun merebahkan tubuhnya disofa besar dikantornya, sambil memandang jam kayu berbentuk bulat dengan dihiasi ukiran- ukiran dibingkainya.

Chen dan Xiumin sudah pulang. Setelah perdebatan sengit, penjelasan hingga jauh hingga ke akar, dan perencanaan panjang lagi terperinci, mereka bertiga akhirnya mendapatkan kesepakatan.

Keduanya telah pulang dengan menerima hasil keputusan bahwa Pernikahan Mereka Ditunda.

Jam menunjukkan pukul 7 malam. Waktunya Baekhyun makan malam, namun dirinya masih terlalu betah dikantor ini. Selain karena nafsu makan yang berada pada titik terendah, Baekhyun juga sedang menenangkan pikiran dan nalarnya yang terus berputar sedari tadi. Tak pernah istirahat, memikirkan ratusan langkah ke depan, jutaan strategi dan puluhan pekerjaan disana- sini.

Tik

Tok

Tik

Tok

Tik

Tok. Suara detik jam yang terus berdentang secara konstan tanpa pernah berhenti.

Tak pernah berubah.

Tak pernah malas hingga melambat.

Tak pernah terburu sehingga menjadi lebih cepat.

Sangat monoton, terus konstan, bersifat tetap, terlampau absolut, dan super akurat.

Sungguh tajam sekali, tak ada toleransi atau pertimbangan apapun.

Seakan menyiratkan bahwa setajam itulah waktu. Sekuat itulah dia. Waktu mengendalikan segala hal. Waktu memberikan kesempatan untuk hidup. Waktu memberikan kesempatan untuk merasakan serta menciptakan kenangan.

Namun waktu juga yang akan berkhianat dengan pergi dan merampas sebuah kehidupan. Waktu juga yang dengan liciknya membuat kita melupakan memori terindah sekalipun. Segalanya diberikan oleh waktu, lalu direnggut oleh waktu.

Waktu pula yang membuat pria dengan setelan lengkap yang sedang merebahkan dirinya disofa kantor yang mahal ini menjadi sungguh berubah daripada beberapa tahun yang lalu.

Tak ada lagi Tuan Muda Byun yang ramah pada semua orang. Tak ada lagi Tuan Muda Byun yang baik. Waktu memberikan Baekhyun kesempatan untuk menyadari, bahwa kebaikan tak cukup untuk membuat perubahan.

Dirinya memiliki sebuah alasan untuk berjuang sekarang.

Dirinya memiliki sesuatu yang harus dilindungi. Sebab itu Baekhyun ingin membuat pondasi dari awal kembali. Memperkuat dirinya hingga tak ada siapapun yang berani untuk menyakitinya serta orang disekitarnya.

Dirinya akan menjadi Byun dengan cara Baekhyun sendiri. Bukan hanya karena terlahir sebagai Byun.

Segalanya terasa intens sekali. Baekhyun merasa dirinya terlampau serius sekarang. Baekhyun sekarang terlalu sulit untuk berekspresi. Terlampau sulit untuk melonggarkan bahu dan relax walau hanya sebentar.

Hal itu wajar, Baekhyun yang sekarang punya banyak rencana besar, dirinya akan membuat perubahan itu terwujud. Dan dirinya tak ingin semua itu hancur karena kesalahan sekecil apapun.

Sebab itulah dirinya menjadi seperti sekarang, menjadi orang yang setajam jam di dinding yang sedari tadi kita perhatikan.

Perlahan namun pasti.

Perdetiknya.

Permenitnya.

Baekhyun akan mengambil kesempatan ini.

Baekhyun akan melakukannya.

Baekhyun akan berhasil.

"Aku harus berhasil melakukannya." Ujar Baekhyun pada dirinya sendiri.

Setelah itu, Baekhyun bangkit dari posisi tidurnya, serta beranjak dari sofa tamu tersebut. Mendekati jantung dari ruangan ini, meja kerja miliknya.

Jari- jari lentik Baekhyun terulur ke depan, meraba papan nama yang terbuat dari kristal dengan ukiran emas bertuliskan Mr. Baekhyun, Byun, CEO of BB Group.

Dengan gerakan sehalus penari namun rematan sekuat pembunuh berdarah dingin, Baekhyun mengangkat papan nama itu.

"Selamat tinggal." Gumamnya, sebelum akhirnya membuang papan namanya sendiri kedalam kotak sampah didekatnya.

.

.

.

Kedua Maid yang menjaga pintu Mansion Byun dengan kompak membukakan pintu untuk Baekhyun yang sepertinya beranjak keluar.

"Selamat jalan Tuan Muda, apakah kami harus memanggilkan supir atau anda akan menyetir sendiri?" Tanya salah satu Maid seraya menunduk 45 derajat.

"Lihat aku." Mengabaikan pertanyaan Maidnya, Baekhyun justru berdiri didepan si Maid dan menyuruh Maid itu untuk berdiri tegak dan menatapnya.

Betapa terkejutnya Seulgi, si Maid, saat melihat bagaimana penampilan sang Tuan Muda yang sangat..., santai?

"Tuan mau kemana dengan hanya memakai T-Shirt dan Jeans ini, woahh... Tuan tampak sungguh fresh dan muda." Luntur sudah sikap formal tadi, Baekhyun sedikit terkekeh mendengar ocehan salah satu Maidnya itu.

"Aku ada kencan malam ini. Beri intruksi pada para bodyguard untuk berhenti mengikutiku. Silahkan lacak keberadaanku dari ponselku saja. Mengerti?" Baekhyun bertanya.

"Mengerti Tuan Muda." Seulgi mengangguk paham.

"Oh ya, aku ingin merasakan kencan yang normal, jadi aku akan menggunakan bus. Bisa aku pinjam kartu transportasi-mu, aku tak punya." Pinta Baekhyun pada si Maid cantiknya.

Sontak saja Seulgi tertawa, lalu terburu meraih kantong bajunya untuk mengambil dompet. Membukanya, lalu menyerahkan sebuah kartu kepada sang majikan.

"Tolong diganti dengan cara menambahkan nol dibelakang angka gaji saya bulan depan ya Tuan Muda." Canda Seulgi pada sang Tuan Muda.

Dan Baekhyun meresponnya dengan mengusak gemas rambut Seulgi dengan sedikit kencang hingga kepala si Maid terlempar ke belakang.

"Argg.. anda merusaknya, saya menata rambut ini selama 2 jam!!" Teriak Seulgi kesal, Baekhyun dan beberapa pegawai Mansion Byun lainnya yang melihat itu hanya tertawa.

"Anda akan makan malam diluar? Pulang jam berapa?" Tanya Seulgi dengan mulut yang masih merengut kesal.

Baekhyun membalas itu dengan menggedikkan bahunya acuh, "Tentu saja aku akan makan malam diluar, dan terserah aku pulang jam berapa. Jangan bersikap seolah aku adalah remaja dan kau adalah ibuku." Sekarang Baekhyun menjentikkan jarinya ke dahi Seulgi.

"Akh! Hey!" Teriak Seulgi seraya memegang keningnya yang berdenyut sambil menutup mata.

Malangnya Seulgi, disaat dirinya sudah kehabisan kesabaran akan kelakuan sang Tuan Muda yang terus mengerjainya, Seulgi sudah siap untuk memukul bahu Baekhyun sebagai balas dendam. Namun saat dirinya membuka mata, Baekhyun sudah berjalan menjauh menuju pintu gerbang Mansion Byun.

"Dasar.." Gumamnya pelan.

"TUAN MUDA, HATI- HATI DI JALAN! JANGAN MINUM ALKOHOL JENIS APAPUN!!" Teriak Seulgi kemudian.

Baekhyun hanya merespon itu dengan melambai dengan tangan kirinya, seraya terus berjalan dengan tangan kanan yang dimasukkan pada kantung depan jeans yang dirinya kenakan.

Seulgi menyipitkan matanya melihat itu, "Hemm.. mencurigakan." Gumamnya lagi.

Lalu mengindahkan kecurigaannya, Seulgi mulai berbicara pada walkie talkie khusus karyawan yang bertugas menjaga pintu.

"Tim Alpha kepada Beta dan Omega, Tuan Muda akan keluar dari gerbang. Bodyguard tak usah mengikuti. Monitor keberadaan ponsel Tuan Muda selama Tuan Muda berada diluar. Ganti."

Lalu tak berapa lama terdengar balasan.

"Tim Beta kepada Alpha. Roger."

"Tim Omega kepada Alpha. Roger."


Hari- hari selanjutnya


"Kami akan mengabarkan berita mengejutkan hari ini. Baru saja pagi ini kami mendapatkan kabar bahwa National Father and Son Kim Jongdae dan Kim Minseok ternyata telah resmi, tidak memiliki ikatan keluarga lagi. Hingga saat ini tak ada yang tahu mengapa Tuan Kim Minseok mengajukan pembatalan hak asuh dirinya sebagai putra Tuan Kim Jongdae setelah 20 tahun keduanya menjadi Ayah dan Anak."

.

.

"Tuan Byun Baekhyun mega milyader yang merupakan CEO termuda Kerajaan Bisnis BB Group malam ini memberikan kita semua kejutan di konferensi pers yang diadakannya. Tak hanya mengejutkan media dengan kemunculan dirinya untuk pertama kali pada khalayak. Tuan Byun Baekhyun juga mengejutkan seluruh orang dengan mengumumkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari posisi CEO. Setelah itu Tuan Byun Baekhyun memberikan sepertiga saham miliknya kepada Sekretarisnya Kim Minseok. Apakah yang sedang terjadi? Banyak yang berasumsi bahwa Tuan Kim Minseok melepaskan diri dari keluarga Kim, sebab dirinya akan menjadi pemimpin Byun selanjutnya."

.

.

"Perang pembelian saham BB Group sudah dimulai. Tuan Kim Jongdae sekarang berada di peringkat ketiga dengan pemilik 20%, diatasnya terdapat Kim Minseok 25% setelah Tuan Muda Byun Baekhyun memberikan sepertiga sahamnya miliknya, lalu diposisi teratas tetap di duduki oleh Tuan Byun Baekhyun dengan 50%."

.

.

"Kabar saham hari ini, dapat dilihat terdapat lonjakan yang sangat signifikan dan semakin menanjak setiap jamnya dari BB Group..."

.

.

"Telah ditetapkan, akan diadakan rapat Dewan Direksi BB Group pada 2 hari mendatang, yang bertempat di Ballroom pertemuan Kantor Utama BB Group, dalam rangka pemilihan Presiden Direktur Utama yang baru. Dengan dua nama calon terkuat Kim Minseok dan Kim Jongdae yang sekarang."

.

.


KNews : Halaman depan gedung kantor utama BB Group tak ubahnya menjadi Red Carpet. Seluruh media menyorot tokoh- tokoh penting yang datang. Dan Netizen heboh membicarakan Visual Memukau dari Mantan CEO BB Group, Tuan Byun Baekhyun.


.

.


Soompie: Diam- diam hobi beli saham, Idol naik daun Park Chanyeol S.C ikut menghadiri rapat Dewan Direksi BB group.


.

.


Koreabbo: Chanyeol S.C tampak bertegur sapa dengan akrab bersama Byun Baekhyun Mantan CEO BB Group. Apakah hubungan keduanya?


.

.

.

"Hasil Rapat Dewan Direksi BB Group telah diumumkan. Inilah CEO BB Group pertama tanpa marga Byun didepan namanya, dia adalah Kim..."

.

.

TBC

.

.

.

.

Author Note :

Kalian semua gak bisa membayangkan bagaimana susahnya mengembalikan kembali gaya tulisan 'khas Read My Music' ini aaaaa gue beneran frustasi berbulan- bulan karena gak bisa nulis dengan gaya tulisan begini lagi.

Akhirnya bisaaa, gue pengen nangis hueee

hiks, kehilangan ciri khas tulisan ternyata hampir sama mengerikannya dengan write block.

Maaf kalau ada banyak salah kata dan typo. Gue masih proses beradaptasi lagi sekarang.

Ini gue tes ombak ya, jadi ripiyu sebanyak- banyaknya, biar gue semangat untuk lanjutin ;)

Tolong semangatin gue biar bisa lunasin hutang bertahun- tahun gue ini T-T.

Oke!

Tak lupa, terima kasih kepada yang sudah baca, ripiyu, like, dan share cerita ini ke media sosial.

Peluk banyak- banyak pada semua orang dibawah ini :

O7O6BCLP, baekluvs, Chanbeepark, channieraa, ChanBaek09, skyofbbh, chenderellakim, Ryu Cho, langit98, reall any, amara elraish, D.Junee, imasrostika07, dbyuneen, Kenzoevaa, ffayyy, vichan04, dan semua Guest.

Lengkap aja kan? Gue takut ada yg kurang, sorry, FFN gue agak eror sekarang. Bilang aja kalau nama kalian ketinggalan ya, nanti aku edit lagi.

OKE, sampai bertemu di chapter selanjutnya.

LET'S LOVE ERI!! /bow