"Kau berbicara padaku, wahai pohon."ucap Tao, kemudian mendekat ke arah pohon itu.
"Pergi dari tanah lapang itu. Mereka akan menemukanmu dan memangsamu. Mereka akan membawa kalian ke Neraka."
"Siapa?"tanya Tao.
"The Cursed Ghoul, dan pasukannya."
"KYAAAAAAAAA!"
.
-The Golden Chrysoberyl-
.
.
Chapter 6
Pegunungan Himalaya, 8 April 2015, 20:10
Tao menoleh dengan cepat. Kawan-kawannya! Kris dan Tao saling bertatapan, kemudian segera berlari ke arah tanah lapang tadi. Teriakan Sulli masih terdengar. Mereka mempersiapkan senjata mereka.
"KYAAAAAAAA!"
Tibalah mereka di tanah lapang itu. Tampak kawan-kawannya, sedang menembaki langit. Banyak monster beterbangan di udara, ada juga yang berada di tanah. Tao dan Kris bersiap dengan senjata mereka.
SRING!
GROAH!
WUSH!
GROAH!
SRING!
"Kris hyung!"pekik Tao.
BRAK!
Tao segera mendorong Kris, membuat mereka tersungkur ke tanah. Entah kenapa, tadi Tao mendapat penglihatan. Penglihatan itu terjadi sepersekian detik sebelum benar-benar terjadi.
Penglihatan akan sesuatu yang akan menerjang mereka dari belakang.
GROAH!
WUSH!
GROAH!
BUGH!
Tao dan Kris mendongak. Seseorang berdiri di hadapan mereka, beberapa meter. Sosok itu berdiri dengan tegap. Tentakel-tentakel berwarna merah api terbentang luas dari punggungnya. Wajahnya tertutup topeng hitam, menampakkan hidung dan mulutnya, serta berkas matanya. Kegelapan mengitarinya.
Tao dan Kris bangun, kemudian saling waspada. Kris menatap tak percaya pada apa yang ada di hadapannya. Tao menyadari keterkagetan Kris, lantas memakluminya.
"Si-siapa kau?"gumam Kris.
Sosok yang misterius itu pun hanya menatap mereka dalam diam. Kris dan Tao berjalan mundur, hendak menghindari darinya.
"Ghoul."gumam Tao, membuat Kris menoleh padanya.
"Ghoul? Ma-makhluk pemakan manusia?"kaget Kris.
WUSH!
Sosok itu meluncur ke arah mereka. Tentakelnya dihentak ke tanah dengan penuh tenaga, membuatnya dapat meluncur cepat.
BUGH!
"KRIS!"
Tiba-tiba, tubuh Kris terhantam olehnya. Kris tersungkur ke tanah. Saking kerasnya, tanah itu mencekung karena dihantam Kris. Tao segera menghampiri Kris, yang mulai merasakan nyeri.
WUSH!
Ghoul itu meluncur lagi ke arah mereka. Tao dan Kris menatapnya dengan ketakutan. Tao meraih dagger-nya, kemudian berdiri.
SRET!
CRASH!
Dagger itu ia bidik dan lemparkan, kemudian menancap di pundak ghoul itu. Ia memelankan luncurannya, kemudian menatap dagger yang ada di pundaknya. Darah mengalir dari situ.
Ghoul itu menatap Kris dan Tao dengan pancaran mata yang penuh kemarahan. Ia melepas dagger itu menggunakan salah satu tentakel merahnya, kemudian melemparnya ke sembarang arah. Makhluk itu berjalan ke arah mereka, membuat Tao dan Kris hanya bisa menatapnya takut.
"Terkutuklah kalian di Neraka."
Suara ghoul itu menggema di situ. Kris dan Tao menatapnya dengan takut. Kemudian, ghoul itu memunculkan tentakelnya yang berjumlah 6 pasang. Ia melebarkan tentakelnya.
CRING!
Tentakel-tentakel itu menajam di ujungnya, seakan menjadi pisau yang setajam pedang. Kris dan Tao dibuat gemetar.
CRASH!
Tiba-tiba, tubuh ghoul itu terserang dari belakang. Tubuh itu jatuh berlutut, dengan tentakelnya yang layu. Kris dan Tao segera bangun, kemudian berlari ke arah rombongan.
Ternyata Sooyoung, yang telah menyelamatkan mereka dengan cambuknya.
"Terimakasih, noona."ucap Tao, diangguki Sooyoung.
"GROAAAHHHH!"
Terdengar suara auman yang keras. Mereka semua menengok. Sosok ghoul itu, tampak bangun dari duduknya. Ia membalikkan badannya. Terlihat punggungnya yang berdarah-darah karena sabetan cambuk Sooyoung.
Tao terdiam. Dari balik punggung Sooyoung, ia melihat.. berkas cahaya kuning yang muncul mendadak.
WUSH!
Tiba-tiba, makhluk itu meluncur ke arah mereka secepat kilat. Gerakan itu benar-benar mengagetkan.
BUGH!
"SOOYOUNG NOONA!"
Terdengar pekikan Kris. Kawan-kawan yang lain–yang sedang melawan monster-monster pasukan ghoul itu–menoleh dengan cepat.
"Tolong! Tolong!"
Sooyoung memekik. Sooyoung menggoyang-goyangkan kakinya dan tubuhnya, berusaha lepas dari cengkraman makhluk tak bernama itu.
Ya, ghoul itu membawa Sooyoung. Dan ia sedang meluncur di udara langit kelam.
Tiba-tiba, pasukan makhluk itu segera membubarkan diri. Mereka terbang ke langit dan masuk kembali ke dalam hutan, seiring dengan tuannya yang juga pergi.
"Eonnie!"pekikan Sulli terdengar.
Tak ada yang bisa berbuat. Sooyoung telah dibawa.
-XOXO-
"Hiks hiks."
"Sudahlah, Sulli. Kita akan menemukan Sooyoung noona."
Sulli sedari tadi menangis. Kyungsoo berusaha menenangkannya. Seluruh rombongan tampak sedang mengitari api unggun, dengan wajah yang kelelahan dan iba pada Sulli. Suho menengok pada Tao, yang kini sedang duduk membelakangi mereka–ia menghadap ke hutan.
"Tao."
Panggilan Suho, membuat Tao menengok. Suho menegakkan duduknya. Pisau ada di tangannya, dan wajah itu sudah memar karena luka melawan pasukan ghoul tadi.
"Tadi itu apa?"tanya Suho.
Tao membalikkan tubuhnya, menatap mereka semua. Ia menatap Suho, membuat Suho juga membalas tatapannya.
"Ghoul."
Tampaknya, Kris sudah menjawab pertanyaan itu. Kini, semua mata tertuju padanya. Kris tampak sedang mengelap pedangnya yang terkena tanah, kemudian menatap mereka semua. Untunglah, luka akibat hantaman ghoul tidaklah terlalu parah, dan Kris masih bisa berjalan.
"Dan pasukannya."lanjut Kris.
"Mereka tiba-tiba muncul, padahal kita tak melakukan kesalahan apapun. Ada apa?"tanya Kai.
"Kita mengusik mereka."
Kini, Tao yang buka suara. Ia menatap api unggun dengan kosong. Pandanganya menerawang jauh.
"Kita mengusik mereka. Aku yakin, ia dan pasukannya adalah satu dari pasukan lain yang ada di hutan ini. Aku mendapat pesan kalau mereka akan memangsa kita, dan membawa kita ke Neraka. Aku tak tahu dengan jelas jumlah mereka, tapi kurasa akan ada lebih banyak lagi."jelas Tao.
"Apa kita bisa pulang? Atau setidaknya, turun gunung menemui desa-desa di bawah?"tanya Jongdae.
"Tidak bisa."
Jawaban itu, membuat nafas mereka semua tercekat.
"Aku pernah berkomunikasi dengan makhluk di sini. Mereka memperingatkan kita. Kita tak bisa turun. Kalau kita turun, kita akan langsung mati dimangsa pasukan The Cursed Ghoul. Kalau kita naik, ada resiko kita akan mati. Setidaknya, resiko bisa kita hindari, kan? Jika kita sampai di puncak Kangchenjunga, kita akan selamat."jelas Tao.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"tanya Luhan–wajahnya sudah sembab karena air mata ketakutan.
"Kita akan terus naik. Kita akan mencapai puncak Kangchenjunga, bagaimanapun caranya."
-XOXO-
Mereka tertidur saking lelahnya. Api unggun sudah mengecil. Langit berkabut menyapa mereka.
Tetapi tak mampu membuat yang satu ini mengantuk.
Tao kini sedang duduk di pinggir bukit. Tatapan matanya sangat kosong. Ia menatap hamparan hutan yang ada di hadapannya. Keberadaan Sooyoung memenuhi pikirannya.
SREK SREK
Terdengar suara. Tao menoleh ke segala arah dengan cepat. Ia tak menemukan siapapun. Ia merasa salah dengar, kemudian kembali menerawang jauh. Kemampuan indigonya tampak menurun di sini–mungkin dikarenakan kekuatan gaib yang kuat di daerah itu.
SREK SREK
Suara itu mendekat. Suara itu nyata, bukan suara gaib. Suara sesuatu dikepak. Tao mempersiapkan dagger-nya. Akankah Cursed Ghoul yang lain? Tao melihat ke arah hutan, berharap tak ada Cursed Ghoul yang mengusik mereka di saat lengah begini.
WUSH
Terdengar suara angin di hadapannya. Tao menatap ke depannya, sejurus kemudian terdiam.
Sesosok makhluk terbang di hadapannya. Makhluk yang ia temui saat Kris sedang menyalakan senter! Tao terdiam. Tubuhnya membeku sempurna. Jantungnya berdetak cepat.
Makhluk itu terbang di hadapannya. Matanya sangat hitam, dan kepalanya tak berambut. Tubuhnya seperti manusia, namun dengan sayap ngengat di punggungnya. Tubuh itu berpendar, dan bersinar layaknya sinar rembulan. Dia tak memiliki mulut maupun hidung, hanya mata.
"Mothman."gumam Tao, ketika menyadari siapa makhluk di hadapannya.
Makhluk bernama Mothman itu hanya diam. Ya, Mothman berarti manusia ngengat. Mothman itu hanya terbang, tetapi tak mengucapkan sepatah kata pun.
SREK SREK
Mothman melanjutkan terbangnya, kemudian masuk ke dalam hutan. Tao mengikuti pergerakannya. Tubuhnya berkeringat dingin. Oh, tidak.
Kenapa ia jadi cemas begitu?
Sebab penampakan Mothman.. berarti bencana.
-XOXO-
Pegunungan Himalaya, 9 April 2015, 00:00
Langit sudah sangat gelap. Angin berembus, menggelitik saraf peraba. Seorang namja terbangun dari tidurnya. Ia merasa gelisah. Ia mendapat panggilan alam.
Tanpa ragu, Chanyeol segera bangun dari tidurnya dan berjalan ke balik pepohonan. Ia memuaskan panggilan alam-nya dengan sangat tenang.
"Ahh, enaknya."gumamnya.
Setelah menyelesaikan urusan-nya, Chanyeol segera membenarkan pakaiannya yang kotor. Chanyeol memeriksa, apakah pisaunya masih ada di celana atau bukan.
"Ah, masih ada."gumamnya, lega.
Ia pun segera berjalan dari pepohonan. Ia berjalan ke arah kawan-kawannya yang masih tertidur. Tetapi, rasa kantuk tak menyerangnya, membuatnya sulit tidur.
Chanyeol menatap kawan-kawannya. Ia menghitung seluruhnya, bermaksud iseng dan untuk berjaga-jaga. Setelah hitungannya selesai, wajahnya memucat.
Jumlah seluruh dari mereka ada 13, termasuk dirinya.
Tetapi, di hitungannya hanya ada 12.
"Guys! Bangun!"spontan, ia memekik.
-XOXO-
Seluruh rombongan itu mulai berjalan. Mereka semua memasuki hutan, dengan ketakutan menjalar. Salah satu kawan mereka yang berperan penting dalam misi ini tidak mereka temukan.
Ya, Tao.
"Tao! Tao!"pekik Kris, ke segala arah.
"Tao! Jangan buat hyung khawatir!"di sisi lain, terdengar pekikan Suho.
"Tao-yah!"
Mereka semua melirik ke segala arah, dengan senjata selalu siaga di tangan mereka. Kris membuka jalan bagi mereka dengan pedangnya, memotong rumput liar yang menghalang.
SREK SREK
"Semua, diam."
Mereka semua berhenti berjalan. Kris mendengar sesuatu. Ia menatap ke segala arah, begitupun kawan-kawannya. Senjata mereka angkat, bersiap untuk menyerang ke sasaran.
SREK SREK
Suara itu semakin dekat. Kris terfokus pada pepohonan yang berada tak jauh dari mereka. Asal suaranya dari sana. Kris berjalan perlahan, menghampiri pepohonan itu. Kai–yang memegang pistol pun–membidik arah pohon itu, bersiap jika ternyata monster akan keluar dari situ.
"Hiks hiks."
Terdengar tangisan anak kecil. Kris menatap kawan-kawannya. Kawan-kawannya pun mendekatinya. Kris menyorotkan senternya ke balik pepohonan itu.
"Hiks hiks."
Tampak seorang anak kecil, sedang menangis. Kris merasa iba. Anak itu sekitar 5 tahunan, dengan sebuah tongkat kayu di tangannya dan sebuah kantung-entah-apa-isinya di tangan kirinya. Kris menyuruh kawan-kawannya mendekat, kemudian mereka bisa melihat anak kecil itu.
"Hai, dik. Ada apa?"tanya Kris, berusaha menghiburnya.
"Hiks, a-aku tertinggal teman-temanku."jawab anak kecil itu, masih dengan tangis.
"Sudahlah. Ada kami di sini."
Kris bersiap untuk menggendong anak kecil itu. Anak kecil itu membalikkan badannya, siap untuk digendong Kris. Kris sudah menyentuh anak kecil itu.
"Jangan gendong dia!"
Semua kawan-kawan–termasuk Kris dan anak kecil itu–menoleh. Tampak seorang namja, berjalan ke arah mereka dengan tubuh berbalut peluh dan sedikit tanah. Ia baik-baik saja.
"Tao!"pekik mereka semua.
"Jangan gendong dia!"pekik Tao.
Kris menatap anak kecil itu. Anak kecil itu masih menangis. Sesuai kata-kata Tao, ia menjauhi anak kecil itu. Tao berjalan ke arah mereka, kemudian berjongkok di hadapannya.
"Kalau kau ingin membuat kami celaka, carilah target lain. Wahai Konak Jiji, sosokmu sudah terlihat dalam penglihatan-ku, dan jangan pernah melukai salah satu dari kawanku."ucap Tao dengan tajam.
"Hiks, a-aku hanya tersesat, kak."ucap anak kecil itu.
"Tao, sebaiknya kita membawanya–"
"Tidak!"
Ucapan Baekhyun tadi terpotong. Tao menatap anak kecil di hadapannya, kali ini dengan lebih tajam.
"Aku akan menusukkan dagger-ku jika kau tidak pergi dari sini. Menjauh dari kawan-kawanku!"ucap Tao.
"Tao, sebenarnya ada apa? Dia hanya anak kecil yang tersesat."ucap Sulli, dengan nada iba.
"Dia bukan anak kecil, dan dia tidak tersesat."
WOSH!
Setelah Tao mengucapkan itu, anak kecil itu tiba-tiba saja terbakar. Kris dan yang lainnya terkaget, tetapi tidak dengan Tao. Anak kecil itu mendongak, dengan wajah yang mulai terbakar api.
"Kalian lolos dari jebakanku. Semoga keselamatan menyertai kalian."
WOSH!
Anak kecil itu menghilang dalam abu! Mereka semua saling berpandangan. Tao membalikkan badan, menatap mereka dengan tatapan lega.
"Untung kalian tidak mengangkatnya."gumam Tao.
"Darimana saja, kau?"tanya Minseok.
"Aku hanya berkeliling di sekitar sini, dan mencari hal-hal yang mungkin kita perlukan. Aku menemukan sesuatu yang menarik."ucap Tao, dengan nada serius.
"Ta-tadi itu apa?"tanya Lay.
.
.
"Konak Jiji, iblis bayi yang jika kita angkat, beratnya bisa mencapai 350 kg dan bisa menghancurkan lengan kita."
-XOXO-
Pegunungan Himalaya, 9 April 2015, 02:45
Kini, mereka sedang duduk di akar-akar pohon di tengah hutan. Langit mencerah, tetapi mentari belum juga terbit. Cahaya senter menemani mereka.
"Hal menarik apa yang kau ingin bicarakan, Tao?"tanya Sehun.
Tao meraba bagian dalam jaketnya, kemudian mengeluarkan sesuatu. Ia menaruhnya di tanah, sehingga kawan-kawannya yang lain dapat melihatnya.
"Sebuah jurnal. Tadi, aku berjalan-jalan, kemudian menemukan tanah yang rusak. Aku mengikuti tanah itu, dan sampailah aku di sebuah pohon. Ada tengkorak terbaring di sana, lengkap dengan pakaiannya. Kurasa dia adalah penjelajah sebelum kita. Aku melihat ini di tangannya, sejurus kemudian aku mengambilnya."jelas Tao.
"Apa kau sudah membacanya?"tanya Kris, digelengi Tao.
"Aku ingin kalian yang membacanya."ucap Tao.
Suho meraih buku itu, kemudian meraba dan memperhatikannya. Buku cokelat yang sudah sangat usang. Ia membuka kunci buku itu, kemudian membuka bukunya.
"Bahasa Inggris."gumam Suho.
"Sini, biar kulihat."ucap Jongdae.
Jongdae–yang duduk di sebelah Suho–pun merebut buku itu, kemudian membacanya.
.
May 13th, 1905
I arrived here! Welcome to Nepal! I feel happy, and now I'm on my way to Kangchenjunga's Mountain. I'm going with my bestfriends. They are Lisa Strouts, Kate Welhimson, William McCane, and Josh von Vader. And I, Bruce Lockefrut, want you to know that I'm really excited.
There is legend, saying that there are lots of treasures on the top of Kangchenjunga's Mountain. They are really endangered treasures! Well, its legend, but somehow I believe it. So, I invited my friends to join this mission, and they agreed! We stay at a hotel for a night, then we will start to hike the mountain after the dawn.
.
Jongdae terus membacanya. Seluruh kawan-kawan di situ memperhatikan. Selagi mendengarkan, Kyungsoo memutuskan untuk membuat api unggun yang dapat menghangatkan mereka.
.
May 14th, 1905
It is officially started! We got some helps from Kate's friend here. She offered us her jeep! We had fun on the way. Now, we are having a nap.
Actually, I want to say that I heard a lot of terrible things about Kangchenjunga's Mountain. But, who cares? Our only purpose to hike this mountain is only to get the treasures! We are going to be rich!
.
May 15th, 1905
A lot of terrible things happened. Kate is missing, and Josh is dead. Something with wings–or whatever it was–had attacked us, and it took Kate. I had no idea for what was going on. There are only three of us now.
We have no hope. So Lisa decides to go down the mountain, to request some helps. William and I decide to wait for help.
.
May 16th, 1905
Lisa doesn't come back. Does she leave us? Oh, no. It is terrible. William decided to go down, to catch up Lisa. But then, I told him that it was dangerous. Why don't we just continue the journey, I said. He agreed. We continue our walk.
Lisa, if you listen to me from somewhere, please call some helps.
.
May 17th, 1905
Something attacked us! It took William! I fought with all my strengths! The things that took Kate, it came back and took William! I pulled William hardly, but this thing was so powerful. I couldn't catch up William.
I'm left, alone. Now, I hope I will die soon.
.
"Jurnal ini berakhir di tanggal ini."gumam Jongdae, setelah membacanya.
Mereka semua menghela nafas. Siapapun yang menulis jurnal ini, mengalami nasib yang sama dengan mereka. Tetapi, Kris menangkap sesuatu dari jurnal itu. Sesuatu yang baru.
"Biar kulihat."ucap Kris, kemudian meraih jurnal itu dari tangan Jongdae.
Kris membuka-buka halamannya, kemudian mendapati sebuah halaman tertanggal May 13th, 1905.
"Treasures? Harta karun?"gumam Kris.
"Ada harta karun di puncak gunung ini?"kaget Sehun, dideliki Kris.
"Entahlah. Well, its legend, but somehow I believe it. Hanya rumor, katanya."ucap Kris.
"Harta karun apa?"gumam Lay.
Mereka semua bergelut dalam pikiran masing-masing. Tao menundukkan kepala. Lahir dan batinnya lelah, tetapi ada dorongan untuk terus mendaki gunung ini.
Tiba-tiba, ia mendapat sebuah penglihatan.
SRING!
CRANG! CRANG! CRANG!
"GRRRRRRRRR."
CRANG! CRANG! CRANG!
"GRAAAAAAAWWWWW!"
CRASH!
SRING!
Tao terhenyak. Ada monster dalam penglihatan-nya. Tao melihat ke segala arah, memastikan bahwa monster itu belum sampai menemui mereka. Keringat dingin kembali membasahi tubuhnya.
"Guys, kita harus segera pergi."ucap Tao, kemudian meraih tas besarnya.
Seluruh kawannya terdiam, kemudian menurut pada Tao. Tao berjalan lebih dulu, disusul Kris dan yang lainnya. Tao berusaha melawan rasa takut dalam dirinya. Aku tak boleh takut. Hanya aku yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya di antara teman-temanku; batin Tao.
Apa yang baru saja Tao lihat?
Yaitu sesosok makhluk dengan tentakel berbentuk sayap api, dengan sebuah kapak besar diseret di tangannya. Di belakangnya, ada monster-monster yang berjalan mengikutinya.
Mereka berjalan menembus kabut, dari arah dalam hutan.
Mungkinkah salah satu dari 5 Cursed Ghoul?
-XOXO-
Pegunungan Himalaya, 9 April 2015, 06:56
Langit sudah terang benderang oleh cahaya mentari yang hangat. Sudah lebih dari 4 jam, mereka terus berjalan dan berjalan. Lelah? Tentu saja. Tapi, mereka lebih takut pada kematian.
"Hutan ini tidak ada habisnya."gumam Minseok.
"Nde. Itulah yang membuat Pegunungan Himalaya sangat hebat."ucap Jongdae.
"Tapi, bukankah kita seharusnya sudah melihat salju?"tanya Baekhyun, dikekehi Kris.
"Kita akan menemuinya, setelah kita melewati pos istirahat berikutnya. Hutan akan berganti dengan tundra yang sangat sejuk dan menenangkan. Setelah melewati 2 pos, barulah kita sampai di daerah yang benar-benar bersalju."jelas Kris.
"Kau tahu banyak soal Kangchenjunga rupanya."ucap Tao, membuat Kris tersenyum.
Mereka terus berjalan, melewati pepohonan yang ada. Warna hijau mengitari mereka, memberi mereka rasa menenangkan dan menghilangkan rasa tegang.
"Hutan ini indah jika siang hari."ucap Chanyeol, diangguki Kai.
Sulli berjalan di belakang Kris, kemudian menyentuh pundak Kris. Kris menoleh, dan berhenti berjalan. Otomatis, satu rombongan pun berhenti berjalan.
"A-aku ingin buang air."ucap Sulli, membuat Kris dan Tao saling berpandangan.
"Baik. Kami akan tunggu."ucap Kris.
Sulli pun menaruh tasnya, kemudian berjalan ke balik pepohonan. Kris menyuruh kawan-kawan yang lain untuk beristirahat sejenak. Mereka pun mendudukkan diri di atas tanah.
"Huh, lelah juga mendaki."gumam Luhan.
Mereka menikmati bekal mereka seadanya. Tao tampak tidak berminat makan. Dia hanya mengawasi sekitarnya dengan waspada, mengandalkan indera keenamnya.
"Tao."
Tao menoleh, ketika Kris memanggil. Kemudian, Kris menyodorkan sebuah roti kepadanya. Tao menatap roti itu dengan sedikit bingung.
"Isi perutmu. Kau belum makan dari kemarin. Kalau kau punya energi, kau bisa lebih waspada."ucap Kris.
Entah kenapa, Tao merona. Kris perhatian padanya. Senyum di wajahnya pun mengembang. Tao menerima roti itu, lantas memakannya dengan pelan. Kris menatap Tao, kemudian tersenyum kecil.
Keheningan mereka, terganti oleh sebuah ketegangan.
"KYAAAAAAAAA!"
To Be Continued!
#HappySehunDay everyone!
Wahh wahh wahhh! Chapter ini panjang juga, ya! Hehehe, author sengaja bikin panjang, soalnya banyak actionnya! Author aja merinding bacanyaa, brrrrr . Btw, reviewnya ditunggu! :D
HUANG AND WU
