"KRIS HYUNG!"

Terdengar pekikan dari jauh. Kris menengokkan kepalanya dengan lemas. Ia mendapati seseorang, tengah berlari ke arahnya. Sebuah pedang panjang ada di tangannya. Seingat Kris, tak ada anggotanya yang membawa pedang, selain dirinya.

"KRIS HYUNG!"

"Se..hun..."gumam Kris, dengan lirih.

Dan pandangan itu pun hitam sepenuhnya.

.

-The Golden Chrysoberyl-

.

.

Chapter 15

Pegunungan Himalaya, 10 April 2015, 22:12

"Eungh."

Terdengar lenguhan. Seorang namja berambut pirang terbangun, dengan wajah yang dibalut plester pada pelipis kanannya. Namja itu membuka matanya, kemudian membiaskan cahaya pada retinanya.

Kris menatap sekeliling, kemudian menatap heran. Dia bangkit dari tidurnya. Pusing melanda, tetapi hanya sesaat. Kris menatap tubuhnya, kemudian menyingkirkan selimut dari atas tubuhnya.

Ia hanya mengenakan celana pendek. Tubuhnya sudah dibaluri oleh obat-obatan herbal yang ditumbuk.

CKLEK

"Kris!"

Kris mendongak, kemudian mendapati seorang namja manis yang membawa semangkuk makanan. Namja itu segera menghampiri Kris, kemudian menaruh makanannya di samping tempat tidur Kris.

"Lu-Luhan?"kaget Kris.

GREP!

"Oh, Tuhan! Betapa kami khawatir sekali denganmu dan Tao! Kau sudah siuman!"pekiknya dengan bahagia seraya mendekap tubuh Kris.

"Aku dan Tao? Oh, god! Dimana Tao?"tanya Kris, ketika menyadari ucapan Luhan.

"Di ruangan khusus. Sebaiknya kau lihat sendiri."ucap Luhan.

Luhan menyerahkan kemeja dan celana Kris. Kris memakainya, kemudian memakai sepatunya. Ia pun menapakkan kakinya ke tanah. Tak terasa lagi rasa sakit.

"Jangan melamun! Ayo!"ajakan Luhan menginterupsinya.

Kris menatap Luhan, kemudian melangkah ke arahnya. Luhan berjalan keluar, kemudian menyusuri lorong-lorong di sana. Kris merasa sangat asing. Lorong apa ini?; batinnya.

"Kris hyung!"terdengar pekikan bersamaan dari dua suara berbeda.

Kris menengok, dan mendapati dirinya sudah ada di ruangan besar–semacam ruang perkumpulan. Dua orang namja menghampirinya, lantas langsung mendekapnya erat.

"Kai? Sehun?"kaget Kris, ketika menyadari 2 kawan akrabnya.

"Akhirnya hyung siuman! Syukurlah!"ucap Kai, dengan nada riang.

"Sehun!?"kaget Kris, ketika menyadari wajah Sehun di hadapannya.

Kris langsung mendekap Sehun erat, merasa bersyukur karena Sehun baik-baik saja dan tak kekurangan sesuatu pun. Sehun membalas dekapan Kris sama eratnya, merasakan kekhawatiran Kris yang berubah menjadi kelegaan.

"Dimana Tao?"tanya Kris.

"Dia ada di ruangan khusus. Erphy tadi merasa janggal padanya, akhirnya meminta kami membawanya. Ayo."ucap Sehun.

"Erphy?"tanya Kris, diangguki Kai.

"Teman Felle, dryad hutan yang kita temui waktu itu."

Mereka pun berjalan, menyusuri sebuah lorong. Sehun dan Luhan berhenti di depan sebuah pintu cokelat, kemudian membuka pintu itu. Ruangan gelap pun ada di depan mereka.

Sehun meraba celananya, kemudian mengeluarkan sesuatu. Sebuah kantung kecil. Ia membuka ikatannya, kemudian mengambil sepucuk bubuk di dalamnya.

DASH!

WOSH!

Sesaat setelah Sehun melepaskan bubuk-bubuk itu, obor-obor di situ menyala. Kris terpana ketika melihatnya, membuat Luhan terkekeh karena ekspresi lucu Kris.

"Itu adalah white powder. Sering dipakai dryad witch untuk melakukan ritual atau hal magis."jelas Luhan, membuat Kris heran.

"Dryad witch?"tanya Kris, diangguki Sehun.

"Erphy adalah dryad yang bisa melakukan sihir. Itulah kenapa Felle menyuruh kita untuk menemuinya dan bertanya padanya, karena Erphy bisa menjawab berdasar kemampuannya meramal."jelas Sehun.

Mereka berjalan memasuki lorong itu. Kris melihat banyak benda-benda aneh di dinding, di antara obor-obor itu. Kai–yang berjalan di sampingnya pun–ikut terpukau.

"Mana kawan-kawan yang lain?"tanya Kris.

"Ada di kamar masing-masing. Sehun dan Luhan hyung tiba-tiba muncul saat kita semua sedang membutuhkan bantuan. Akar-akar misterius langsung melilit kami dan membawa kami ke bawah tanah. Sehun dan Luhan hyung naik ke permukaan dan membantu mereka yang sudah terlanjur terlilit sulur The Tangled Man. Yang lain sedang beristirahat dan menikmati hidangan penyembuh Erphy."jelas Kai.

KRIET

Sehun membuka sebuah pintu, kemudian masuk ke dalamnya. Kris mengendarkan pandangannya, kemudian kembali dibuat takjub oleh banyaknya benda-benda aneh di ruangan itu.

"Jadi ini pemimpin kalian?"

Kris menoleh, ketika mendengar suara seorang yeoja. Yeoja itu bertubuh aneh–sama seperti Felle–dengan bunga mekar di kepalanya. Bedanya, yeoja ini mengenakan toga, beda dengan Felle yang bertubuh polos.

"Kau.. Erphy?"tanya Kris, diangguki yeoja itu.

"Untungnya aku tidak terlambat saat menolong kalian. Kami langsung menolong kalian saat kalian kesulitan melawan The Tangled Man."ucap Erphy.

"Kau mengenakan toga."ucap Kai, yang menyadari keanehan Erphy.

"Hanya dryad witch yang memakai toga pada tubuhnya. Itu menandakan jabatan mereka dalam kehidupan dryad."jelas Erphy.

"Mana Tao?"tanya Kris.

Erphy mengalihkan pandangannya pada sebuah tirai. Kris mengikuti pandangan Erphy, kemudian kembali menatap Erphy. Kris menghampiri tirai itu dengan langkah perlahan. Rasa cemas langsung menghantuinya.

SREK

Kris menyibak tirai itu. Ia terdiam, menyadari apa yang ada di balik tirai itu.

Tubuh Tao yang hanya mengenakan celana pendek, dengan akar-akar yang menusuk tubuhnya secara teratur–seperti selang pertolongan. Erphy berjalan ke dekat Kris, kemudian berdiri di sampingnya.

"Ia mengalami luka fisik dan batin yang berat. Aku heran, tetapi aku merasa bahwa dia kehilangan setengah jiwanya."ucap Erphy, membuat Kris menengok kaget.

"Setengah jiwa!?"kaget Kris.

"Entahlah. Jika setengah jiwa manusia hilang, maka dia takkan bisa hidup normal sampai setengah jiwanya itu kembali. Aku harus mencari setengah jiwa itu, barulah Tao bisa sembuh."ucap Erphy.

"Apa tak bisa diganti dengan sesuatu? Tao adalah anggota yang penting bagi kelompok kami."ucap Kris, dengan nada memelas.

"Aku belum tahu. Aku akan mencaritahu soal kejiwaan itu dalam kitab kehidupanku. Selama aku mengobati Tao, kalian bisa beristirahat di sini. Tenangkan diri kalian."ucap Erphy, membuat Kris menggeleng frustasi.

"Aku takkan bisa istirahat kalau Tao belum sembuh!"pekik Kris, dengan nada frustasi.

DASH!

Erphy melemparkan sepucuk white powder-nya ke arah Kris. Kris–yang awalnya merasa frustasi–pun kembali menjadi tenang. Powder itu menjadi semacam obat penenang baginya.

"Tenangkan dirimu. Aku akan mencaritahu. Dan juga, aku menemukan sesuatu yang menarik dalam diri Tao. Sesuatu yang kuat, yang bisa menyelamatkan kalian."ucap Erphy, membuat Kris terdiam.

"Apa itu?"tanya Kris.

"Tao. Dia bukan sembarang indigo."

-XOXO-

Kini, semua rombongan–minus Tao–sudah berkumpul di ruang perkumpulan. Erphy duduk di antara Kris dan Luhan. Ia menatap mereka semua dengan serius.

"Aku menemukan hal yang unik dalam diri Tao. Lebih tepatnya, dalam psikis Tao."ucap Erphy.

"Apa itu?"tanya Lay, penasaran.

"Dia bukan sembarang indigo."ucap Erphy, membuat mereka semua heran.

"Bukan sembarang indigo?"tanya Minseok, diangguki Erphy.

"Jiwa indigo dalam diri Tao sudah tercampur dengan suatu hal yang sangat sakral, sangat magis, dan sangat kuat. Tao bukanlah anak indigo asli. Sebenarnya, dia normal seperti kalian. Dia mendapat sifat indigo, karena dia menyadari bahwa ada satu hal yang ia miliki, yang mampu memancing kemampuan indigonya. Kemampuan itu sangatlah kuat, hingga Tao menjadi orang yang kuat saat ini."

"Tapi mungkin, sesuatu itu sudah hilang sekarang. Terbukti dengan setengah jiwanya yang juga ikut pergi bersama benda itu. Entah itu apa, tapi yang jelas sesuatu itu sudah terikat dengan Tao. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan Tao adalah dengan mengambil kembali benda itu."

"Tao memiliki kemampuan yang jauh lebih hebat dari dirinya yang sekarang. Jika kita bisa mempengaruhi Tao dan membantunya mengembangkan kemampuannya, maka kemampuan itu bisa membantu kalian untuk melawan para ghoul. Permasalahannya, kita harus menyatukan kembali kedua belah jiwa Tao, baru bisa melatihnya."

"Aku ingin bertanya pada kalian. Menurut kalian, benda apa yang paling mungkin menjadi suatu hal keramat yang selama ini selalu bersama Tao dan tak pernah ia lepas?"

Mereka semua terdiam. Zhoumi dan Henry angkat tangan–karena mereka bukan termasuk rombongan Tao dari awal pendakian. Baekhyun dan Chanyeol saling berpandangan. Kai mulai berpikir, dan Kyungsoo menghela nafas karena tak menemukan jawabannya.

Tetapi tidak dengan wajah tegang Kris dan Suho.

"Dagger-nya."

Kris dan Suho bertatapan, ketika mereka berbicara secara bersamaan. Erphy memandang keduanya secara bergantian, kemudian memejamkan mata dan mengangguk singkat.

"Apa sejarah dari dagger ini?"tanya Erphy.

"Dagger itu adalah satu-satunya benda yang kutemukan bersama Tao, saat ia terlunta-lunta di jalan pada umur 7 tahun. Aku adalah kakak angkatnya, dan benda itulah yang selama ini Tao jaga dengan baik."jelas Suho.

"Dia pasti punya sejarah hebat dengan benda itu, hingga ia sangat menyayanginya."ucap Erphy.

"Tao pernah bilang kalau dagger-nya ini adalah satu-satunya benda yang melindunginya selama ia terbuang di jalan. Dia melihat sejarah dagger itu, dan mendapati bahwa dagger itu memiliki masa lalu kelam dan sering dijadikan senjata pembunuhan oleh pemilik-pemilik sebelumnya. Dia sendiri tak tahu bagaimana caranya dagger itu bisa ada di tangannya."jelas Kris.

"Apa kau pernah melihat Tao merasa sedih ketika ia kehilangan dagger-nya?"tanya Erphy, diangguki Kris.

"Dia sangat sedih, hingga aku memberinya pisau untuk menggantikan dagger-nya, kalau-kalau dia harus menyerang. Semenjak dagger-nya tak ada, kemampuan indigo Tao perlahan-lahan melemah."jawab Kris.

Erphy bangkit dari duduknya, kemudian berdiri dan menatap mereka semua. Dia memejamkan mata, kemudian menghirup nafas panjang.

SREK

Tampak bahwa bunga di kepalanya menjadi semakin mekar, menimbulkan semerbak harum khas bunga yang menenangkan. Erphy membuka mata cokelatnya, kemudian menatap mereka semua dengan pandangan serius.

"Aku akan meminta bantuan Felle untuk mencari dagger itu. Selama dagger itu belum ditemukan, maka kalian akan tinggal sementara di sini."

.

.

"Pergi keluar tanpa Tao, sama saja dengan bunuh diri."

-XOXO-

Setelah berunding, akhirnya mereka sepakat untuk menunggu Tao sembuh dari sakitnya. Mereka semua bergantian dalam menjaga Tao, dan Kris mendapat jatah menjaga paling banyak dari anggota yang lain.

"Makan malam telah siap."

Terdengar suara Erphy, seraya membawa banyak sekali mangkuk menggunakan sulur-sulur tanaman. Mangkuk-mangkuk itu di taruh di depan kawan-kawan yang lain.

"Aku akan mengajak Kris kemari. Tunggu sebentar."ucap Erphy, dengan satu mangkuk lagi di tangannya.

Teman-teman menatap Erphy yang kini telah memasuki ruangan sihirnya. Sehun dan Luhan menatap ke dalam mangkuk itu. Ada beberapa bulatan-bulatan berwarna emas sebesar telur di sana, dengan cairan berwarna merah kecokelatan yang melumurinya.

"Ini apa?"tanya Luhan.

"Entahlah."sahut Sehun.

Sehun menatap ke dalam mangkuk teman-teman yang lain. Semua menunya sama, tapi tak ada satupun yang merasa familiar dengan makanan Erphy.

TAP TAP TAP

Terdengar langkah kaki, dan muncul Erphy bersama Kris yang membawa mangkuknya. Kris duduk di sebelah Luhan. Ia juga menatap heran pada menu makan malam mereka.

"Ini apa?"tanyanya, to the point.

"Buah sirus yang direbus dengan sari ginseng dan dilumuri minyak nira. Menu lezat kesukaan para dryad. Cobalah."ucap Erphy, kemudian mengambil bangku di antara Kai dan Chanyeol.

Tidak ada yang berani mencoba, kemudian mereka semua menatap ke arah Kris. Kris menatap mereka dengan heran, kemudian mengangguk pasrah ketika ia menyadari bahwa ia akan menjadi alat testing di antara kawan-kawannya.

Kris menatap mangkuk di hadapannya, kemudian meraih sebuah sendok. Ia membelah dua sebuah bulatan dengan sendoknya. Hmm, kenyal dan isinya juga berwarna ungu; batinnya. Kris menatap Erphy, yang kini sedang menatapnya balik.

Kris mengambil separuh potongan bulatan tadi, kemudian langsung memasukkannya ke dalam mulut. Seluruh kawan-kawannya menatap penasaran ke arah Kris.

Tiba-tiba, mata Kris tampak berbinar. Ia menatap mangkuk di tangannya, kemudian mengacungkan ibu jarinya ke arah kawan-kawannya.

"Ini sangat enak!"ucapnya, dengan mulut penuh makanan.

Mereka semua mulai mengambil sendok yang ada di tengah meja, kemudian mulai ikut makan. Erphy tersenyum, ketika menyadari bahwa makanan para dryad sangat cocok dengan lidah manusia.

"Aku senang karena masakanku disukai oleh kalian."ucap Erphy, membuat mereka menatapnya.

"Terimakasih, Erphy!"

Erphy tak hentinya menyunggingkan senyum.

-XOXO-

Lay dan Baekhyun tengah merapikan meja makan, sedang kawan-kawan lain sudah masuk ke kamar mereka. Erphy tengah meramu sesuatu di dalam dapurnya.

"Ini mangkuk terakhir, Erphy."ucap Lay kemudian menaruh mangkuk itu di samping Erphy.

"Terimakasih."ucap Erphy, kemudian kembali pada ramuannya.

"Apa itu?"tanya Baekhyun, penasaran.

"Ini ramuan agar Tao bisa bertahan hidup selama tidak makan. Ramuan ini akan diserap melalui kulit Tao, dan akan membantu penyembuhan Tao."ucap Erphy, kemudian memasukkan beberapa lembar daun pandan ke tumbukan itu.

"Kau tahu banyak soal obat-obatan. Apa para dryad yang sakit mendatangimu?"tanya Lay, disenyumi Erphy.

"Tentu. Dryad witch biasanya merupakan seorang penyembuh, karena sihir mereka juga bisa menyembuhkan. Tapi, aku jarang menggunakan sihir untuk menyembuhkan dryad yang sakit. Sihir adalah elemen yang sangat kuat, yang mampu mempengaruhi suatu objek dalam jangka panjang. Aku tak mau ada dryad yang terpengaruh sihirku, makanya aku mempelajari seni obat herbal."jelas Erphy.

"Apa Tao akan bangun kembali?"tanya Baekhyun, membuat Erphy menengok.

"Jika Felle bisa menemukan dagger itu, tentu saja. Dagger itu memiliki ikatan jiwa yang kuat dengan Tao, dan kemampuan indigo Tao takkan ada tanpa dagger itu. Aku menyimpulkan bahwa dagger itu memiliki kemampuan sihir yang kuat, yang mungkin bisa menolong kalian."ucap Erphy.

"Tapi, saat kami melawan The Fire Axe, tidak ada efek apapun dari dagger Tao. Hanya senjata biasa."ucap Lay.

"Tao tidak pernah tahu soal kekuatan itu. Sebenarnya, jika ia mau, ia bisa mencaritahu. Tetapi, dia memang tak mau tahu lebih banyak. Kurasa, dagger itulah yang menemukan Tao, makanya Tao heran bagaimana bisa ia memiliki dagger itu."jelas Erphy seraya menuangkan lima sendok air ke dalam ramuannya.

"Jadi, kau bermaksud untuk mempelajari dagger itu?"tanya Baekhyun, diangguki Erphy.

"Tak ada salahnya mencaritahu. Dagger itu pasti punya sesuatu, yang bisa kita manfaatkan dan menjadi kekuatan dalam menghadapi The Tangled Man."ucap Erphy, kemudian mencicipi ramuannya itu dengan ujung telunjuknya.

"Apa orang sehat boleh mencicipi ramuan itu?"tanya Lay seraya menatap ramuan di tangan Erphy.

"Tentu saja."ucap Erphy, kemudian menyodorkannya.

Lay dan Baekhyun mengambil sedikit ramuan tadi dengan ujung telunjuk mereka, kemudian langsung mencobanya. Seketika, wajah mereka berubah menjadi masam, dan rasa mual menyerang.

"Hoeek!"pekik keduanya, bersamaan.

Erphy tertawa ketika melihatnya. Lay dan Baekhyun langsung meminum segelas air putih, kemudian menatap Erphy dengan tatapan sebal.

"Ramuan ini boleh dicoba orang sehat, tetapi sebenarnya ramuan ini hanya untuk pemakaian di luar sistem pencernaan, karena rasanya yang sangat kuat."ucap Erphy.

"Yah, lain kali kami akan berhati-hati jika mencoba ramuanmu."ucap Baekhyun.

Lay dan Baekhyun pun pamit ke kamar mereka, sedangkan Erphy berjalan ke ruangan dimana Tao sedang dirawat.

-XOXO-

CKLEK

Kris tersentak, ketika seseorang membuka pintu ruangan itu. Tampak Erphy, datang dengan mangkuk kecil di tangannya. Ia berjalan ke arah Kris, dan berhenti di sampingnya.

"Bagaimana keadaannya?"tanya Erphy, membuat Kris menghela nafas berat.

"Stabil, tetapi belum bangun juga."ucap Kris, membuat Erphy menepuk pundaknya–memberi semangat.

"Dia takkan bangun sebelum dagger itu kembali ke genggamannya."ucap Erphy.

Erphy meminta izin agar Kris menyingkir, kemudian berdiri menatap tubuh Tao. Ia mengeluarkan kantung white powder-nya, kemudian mengambil sepucuk dari bubuk itu.

DASH!

Erphy melemparkannya ke tubuh Tao, setelah membaca beberapa mantera. Setelah itu, ia menjumput sedikit dari ramuannya, dan mulai mengoleskannya pada tubuh Tao–terutama bagian leher dan dadanya.

"Kau mahir mengobati orang, Erphy."ucap Kris, disenyum Erphy.

"Sudah turun temurun. Seluruh keluargaku adalah dryad witch. Kami belajar ilmu kesehatan dan anatomi seluruh makhluk hidup di dunia ini. Aku spesialis tumbuhan dan mamalia."sahut Erphy, masih sibuk melumuri tubuh Tao dengan ramuan itu.

"Apa tidak ada gender jantan dalam kehidupan dryad? Yang kulihat, semua dryad adalah betina."ucap Kris, membuat Erphy mengangguk.

"Dryad lahir dari dalam kelopak bunga yang mekar. Dryad dewasa akan mengasuh bayi dryad pilihannya hingga dewasa. Dryad yang sudah siap berkembang biak, akan menumbuhkan sebuah bunga di antara bunga-bunga yang lain. Begitupun seterusnya."jelas Erphy.

"Seperti dalam legenda Tumbelina."ucap Kris, diangguki Erphy.

"Tumbelina adalah kisah nyata. Dia adalah dryad tulip, dan dia datang dari negeri yang sangat jauh."ucap Erphy, membuat Kris terpana.

"Kisah nyata? Wow, tak terduga sekali."ucap Kris.

Kris menatap tangan cekatan Erphy yang membaluri seluruh tubuh Tao dengan ramuan itu. Ia menatap wajah Tao dengan sangat cemas. Ia sangat berharap Felle bisa secepatnya menemukan dagger itu.

"Kau pernah jatuh cinta?"

Erphy menengok, ketika Kris menanyakannya hal lain. Gerakan tangannya terhenti sejenak, kemudian kembali berlanjut. Seketika, rona merah menghiasi wajah Erphy, dan bunga pada kepalanya pun mengeluarkan semerbak harum yang menenangkan.

"Pernah."jawab Erphy.

"Pada siapa?"tanya Kris, semakin penasaran dengan dryad di hadapannya.

"Pada sesosok werewolf bernama Pyre."

Kris ternganga mendengarnya. Werewolf katanya?; batinnya, merasa tidak bisa menerimanya dengan akal sehat. Erphy menatapnya, kemudian tersenyum.

"Terkadang, legenda dalam manusia adalah kenyataan, Kris. Pyre adalah sosok werewolf liar yang waktu itu dikirim oleh dryad hewan bernama Qure padaku. Aku merawatnya karena ia turun ke pemukiman manusia secara tak sengaja dan terkena tembakan orang-orang. Itu terjadi saat abad ke-15, sudah sangat lama. Aku merawatnya selama 1 tahun, dan pada suatu siang aku datang dengan makan siang saat aku mendapati bahwa kamarnya kosong, dengan sebuah lubang di dinding. Dia kabur, entah karena apa. Aku tak pernah melihatnya lagi."

Erphy menggosok kedua tangannya, kemudian menaruhnya di kening Tao. Ia memejamkan mata, kemudian membaca beberapa mantera. Kris terdiam saat melihatnya.

"Sudah."gumam Erphy seraya merapikan peralatannya.

"Itu cinta pertama dan terakhirmu?"tanya Kris, diangguki Erphy.

"Dryad adalah makhluk yang memiliki hati sangat lembut. Ketika kami sudah mencintai sesuatu, maka akan sulit untuk melupakannya. Aku sering mendengar lolongan Pyre saat bulan purnama, tapi tidak melihat sosoknya."ucap Erphy.

"Dryad memiliki hidup yang panjang, ya?"tanya Kris.

"Para dryad hanya mati ketika tumbuhan tempatnya menjelma dipangkas. Kami bisa hidup hingga ribuan tahun jika kami mau."

Erphy menatap wajah Tao yang terlelap dengan penuh pengharapan. Dalam hatinya, Felle, kuharap kau bisa cepat kembali dengan dagger itu.

To be continued!

.

Yeay, update lagi! HAW sangat berterimakasih untuk readers sekalian yang sudah menyampaikan supportnya kepada kami! We will try our best to satisfy readers while making our fantasy comes true! Dan kami ingin merayakan kebahagiaan bersama karena Chanyeol udah update soal kondisinya T_T Terharu banget baca messagenya sumpah deh

Another note, jangan lupa baca FF kami yang lain berjudul Underworld Awakening (ChanBaek HunHan), Beating Heart (KaiSoo, oneshot), (Not Your) General Love Story (all EXO OTP, wattpad)! And yes, good news again, we'll continue writing If You Could See Me Now dalam waktu dekat! So, anticipate yaaaa! There's a lot to come!

Mind to REVIEW and FAVOURITE our FF, please?

HUANG AND WU