Aliansi Konoha dan Iwa berlangsung setelah perang dunia keempat selesai, begitupula dengan aliansi Konoha dengan desa ninja yang lain. Naruto sebagai Hokage ketujuh pun menerima beberapa tamu dari Desa lain hanya untuk mencari referensi bagi desa mereka.

Termasuk Tsuchikage keempat, Kurotsuchi.

Saat ini keduanya sedang berdiskusi sesuatu di kantor Hokage. "Akhirnya diskusi kita selesai," ujar Kurotsuchi sembari mengangkat kedua tangannya untuk merenggangkan tubuhnya. Walaupun umurnya sudah kepala tiga, tapi sifat tomboy wanita itu masih ada.

Naruto meletakkan pena yang tadi dibuatnya untuk menulis. "Aku tak menyangka jika hal ini bisa membuat Diskusi kita makin panjang."

"Hum, aku sendiri tak percaya hal ini." Kurotsuchi tertawa kecil.

Diskusi keduanya berjalan sangat lancar walaupun banyak yang harus di diskusikan. Terutama bagian militer, karena bisa saja ada pemberontakan dari beberapa orang yang tak suka akan kedamaian di dunia Shinobi.

Untuk saat ini keduanya telah menyelesaikan diskusi mereka, dan Naruto tak tahu bagaimana cara berbasa-basi dengan lawan jenis selain istrinya di rumah.

"Jadi Hokage-sama, bagaimana hubungan seksualmu dengan istrimu?"

Naruto menaikkan kedua alisnya saat mendengar pertanyaan Vulgar dari Kurotsuchi, ada rona merah yang hinggap di pipinya saat dia mendengar pertanyaan tersebut. "Bagaimana apanya?"

"Maafkan aku jika ini terlalu vulgar, tapi aku selalu tak mendapatkan apa yang aku mau saat bersama suamiku."

Kurotsuchi menghela napas setelah mengatakan hal tersebut, dia benar-benar frustasi karena tak bisa mencapai klimaks bersama suaminya sendiri.

"Err, seharusnya kau bertanya hal ini pada dokter seksual atau pakar yang mengerti dalam hal ini, sementara aku hanya pemimpin desa disini."

Kurotsuchi tertawa kecil mendengar jawaban dari Naruto. "Anggap saja ini diskusi Hokage-sama," ujar Kurotsuchi sembari menutup bibirnya, wajahnya merona saat dia menatap Naruto. "Apakah ruangan ini kedap suara?"

"Hmm, entahlah..." Naruto terlihat berpikir, dia mencubit dagunya seolah sedang memikirkan sesuatu, namun wajahnya menatap Kurotsuchi dengan rona merah di kedua pipinya. "Bagaimana jika ruangan ini kedap suara dan sudah terkunci?"

"Bagaimana ya? Bisakah kita praktekkan apa yang biasa kau lakukan pada istrimu?"

Naruto tersenyum misterius mendengar ajakan dari Kurotsuchi, wanita itu tersenyum sembari tangannya menyentuh resleting bagian atasnya.

"Tentu dengan senang hati."

...

..

Naruto by Masashi Kishimoto.

Warning: OOC, Typo, AR, Lemon, Smut, Cheating, and many more.

Pairing: Naruto x Kurotsuchi

Catatan: Seri awal dari Naruto Lemon dengan wanita di dunia Shinobi.

...

..

Diskusi.

...

Enjoy it!

Naruto melepas jubah Hokage miliknya, dia melihat Kurotsuchi yang mulai membuka resleting pakaiannya hingga buah dadanya terlihat, kemudian Naruto melepas celana panjangnya dan menyisakan sebuah celana boxer saja.

Kurotsuchi melihat gundukan besar yang tercetak di boxer Naruto, wajahnya merona melihat benda besar itu, dia kemudian menatap Naruto yang saat ini tengah menatap buah dadanya.

"Sepertinya kau menyukai kedua benda ini?" Kurotsuchi meremas payudaranya sendiri. "Bandingkan dengan milik istrimu."

"Jujur saja, lebih besar milik istriku." Naruto berjalan mendekati wanita itu. "Tapi sepertinya ini terlihat lezat." Naruto mengangkat kedua tangannya, dan mulai meremas payudara Kurotsuchi, memang benar terlihat kecil, namun Naruto masih menyukainya.

Kedua puting wanita itu mengeras saat Naruto meremasnya lembut. Pria itu kemudian mencium Kurotsuchi sembari meremas payudaranya, desahan tertahan dikeluarkan oleh Kurotsuchi saat tubuhnya merasakan sentuhan dari Naruto.

Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, Naruto malah membuat tubuhnya bergetar dan terasa panas. Libidonya dibuat naik, darahnya berdesir saat bibir itu meraup bibirnya. Kurotsuchi seolah tak kuat menahan tubuhnya. Naruto menarik dirinya, dia mengambil sebuah kursi untuk duduk, kemudian memberikan isyarat pada wanita itu untuk duduk di atas pahanya.

Kurotsuchi mengangguk kecil, dia melangkah mendekati Naruto dan duduk di atas pahanya. Kedua tangannya bergerak mengalung di leher Naruto. Mereka berdua kembali berciuman, dengan Naruto yang memasukkan lidahnya ke dalam mulut Kurotsuchi, mereka menikmati ciuman tersebut.

Ciuman Naruto pun berpindah ke pipi Kurotsuchi, dia menggigit kecil pipi merah itu. "Ahhh..." Kurotsuchi mendesah saat pipinya di gigit kecil oleh Naruto, dia juga merasakan jika kedua payudaranya masih di remas oleh pria itu.

Ciuman itu pun kembali turun kebawah, lebih tepatnya pada leher Kurotsuchi. Naruto memberikan beberapa bercak merah di sekitar sana, seolah menandai bahwa Kurotsuchi adalah miliknya hari ini.

Ciuman itu semakin kebawah hingga sampai pada payudara Kurotsuchi. Naruto menjilati puting susu Kurotsuchi yang sudah ereksi berat, desahan nikmat terus dikeluarkan oleh wanita itu saat payudaranya di jilati oleh Naruto.

"Sialan kau Hokage-sama!"

Kurotsuchi mengumpat saat Naruto tengah menikmati tubuhnya. Wanita itu mendorong tubuh Naruto untuk menjauhinya, dia kemudian beranjak dari duduknya.

"Sialan, kau benar-benar membuatku naik Hokage-sama."

"Ah, itu hal yang biasa Tsuchikage-sama." Naruto menyeringai saat melihat Kurotsuchi yang terengah-engah akibat perlakuannya.

Pria itu melihat bahwa Kurotsuchi mulai membuka seluruh pakaiannya hingga telanjang bulat, Naruto melihat vagina yang di tumbuhi bulu-bulu halus itu basah akan cairannya sendiri.

"Kau basah."

"Diam kau!"

Kurotsuchi berjongkok di depan Naruto, dia kemudian menarik boxer dari pria itu untuk mengambil sebuah benda yang membuatnya sangat penasaran.

Kurotsuchi terkejut saat melihat benda besar nan keras itu berdiri tegak di hadapannya, wajahnya sudah sangat merona saat dia melihat benda itu. Cairan pre-cum Naruto pun membuatnya ingin sekali menjilati benda itu.

"Inilah yang dibutuhkan pemimpin Desa Ninja."

Kurotsuchi pun menggenggam penis Naruto, dia juga memberikan salivanya sebagai pelumas untuk tangannya, sehingga dia bisa mengocok benda besar itu.

Wanita itu mulai menggerakkan kedua tangannya naik turun dengan gerakan yang pelan, Kurotsuchi membuka mulutnya dan mengarahkannya ke penis Naruto, dia mencoba untuk melahap benda besar itu, namun benda itu tak terlalu muat di mulutnya.

Kurotsuchi hanya bisa menjilati permukaan kulit penis Naruto, mulai dari atas hingga turun kebawah.

"Uhhh, enak sekali. Hinata sendiri hanya sebentar melakukan ini, karena dia sudah bernafsu untuk di setubuhi... Uhh..."

Kurotsuchi tersenyum karena bisa memberikan sebuah kenikmatan pada Hokage ketujuh itu, dia kembali mencoba untuk memasukkan penis Naruto ke dalam mulutnya. Awalnya agak susah, namun Kurotsuchi mulai terbiasa akan hal ini. Blowjob dia berikan pada Naruto, membuat tubuh pria itu bergetar nikmat.

"Ohhh, Kurotsuchi..."

"Hm? Ada apa?"

Naruto tak menjawabnya, dia menarik tubuh Kurotsuchi untuk duduk kembali di atas pahanya.

"Ohhh, mau ke pertunjukan utama ya? Baik, mari kita lakukan."

Kurotsuchi mengangkat pinggulnya, dan mengarahkan penis Naruto ke dalam liang senggamanya. Dia menurunkan pinggulnya dengan pelan, membuat ujung penis Naruto mulai masuk ke dalam tubuhnya.

Desisan nikmat dikeluarkan oleh Kurotsuchi saat benda itu masuk ke dalam tubuhnya. "Hokage-sama... Penismu... Ahhh..." Kurotsuchi terus mendorong pinggulnya turun ke bawah. Tubuh Kurotsuchi semakin berkeringat saat dia menggerakkan pinggulnya ke bawah, kedua tangan wanita itu mencengkram bahu Naruto.

"Sialan... Lebih sempit daripada milik Hinata."

Kurotsuchi tersenyum kecil mendengarnya, dia pun kembali mencium bibir Naruto dengan mesra. Pinggulnya bergerak naik turun dengan gerakan pelan, gesekan antara dinding vaginanya dengan penis Naruto membuat tubuh Kurotsuchi semakin tak karuan.

Wanita itu mendorong tubuh Naruto untuk yang kesekian kalinya, dia melepas ciuman tersebut untuk menghirup udara yang seolah semakin menipis. Gerakan pinggulnya dia percepat.

"Sial!"

"Ohhh, Naruto!" Desah Kurotsuchi memanggil nama Naruto.

Naruto sendiri mengangkat tubuh mungil itu dan meletakkannya di atas meja, dia membuka kedua kaki Kurotsuchi sehingga dia bisa menggerakkan pinggulnya.

Napas Naruto begitu memburu saat dia terus memberikan serangan pada Kurotsuchi, wanita itu mendesah nikmat dengan kedua tangannya yang menahan dada bidang Naruto. Penis besar itu keluar masuk di dalam liang senggama Kurotsuchi, cairan cinta menetes dari dalam vagina Kurotsuchi saat Naruto terus mengerakkan pinggulnya.

Kedua tangan Naruto bergerak, dan mencubit puting susu Kurotsuchi. "Ahhh..." Wanita itu mendesah nikmat saat kedua putingnya yang ereksi di cubit oleh Naruto. "Sialan Naruto!" Kedua tangan wanita itu mencengkram erat bahu Naruto, tubuhnya bergetar hebat dengan cairan klimaksnya yang keluar membasahi perut Naruto.

"Wah, sudah keluar."

Naruto menghentikan gerakannya pinggulnya, pria itu menatap sosok Kurotsuchi yang sudah terbaring lemas di atas meja, wajahnya merona hebat dengan vaginanya yang sudah banjir akan cairan cintanya.

Entah sudah berapa lama Kurotsuchi tak merasakan klimaksnya yang nikmat seperti tadi, dan dia mungkin akan ketagihan dengan penis Naruto yang menusuk vaginanya.

Wanita itu melirik Naruto yang tengah berdiri dengan penisnya yang masuk berdiri tegap, napasnya begitu memburu saat melihat penis yang baru saja keluar dari tubuhnya.

"Menungginglah!"

"Hah?!"

"Cepatlah!"

"Iya iya!"

Kurotsuchi pun mengikuti instruksi Naruto yang selanjutnya, dia membalikkan tubuhnya dengan pantan sintalnya yang menghadap ke Naruto.

"Lalu apa?"

Naruto mengangkat kedua tangannya, lalu menyentuh pantat sintal Kurotsuchi, dia meremasnya pelan merasakan betapa lembutnya pantat Tsuchikage itu, walaupun tak sebesar milik Hinata, tapi kedua benda itu bisa membuat lelaki ketagihan untuk meremasnya.

Kurotsuchi merasakan jika kedua pantatnya di remas oleh Naruto, dia menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya yang ada di atas meja, dia merasakan jika libidonya naik kembali, darahnya berdesir kencang saat Naruto terus meremas pantatnya.

"Fueh!"

Kurotsuchi langsung menoleh kebelakang, dia melihat penis besar Naruto yang mulai menusuk-nusuk liang analnya, kedua matanya membola sempurna.

"Ja-jangan!"

Naruto tak memperdulikannya, dia melapisi penisnya dengan sebuah kondom. "Bersiaplah!"

"Aku bilang jangan--aakkhh!" Penis itu merangsek masuk ke dalam liang anal Kurotsuchi. "Si-sialan Naruto!" Kedua tangannya meremas ujung meja itu, tubuhnya bergetar kencang saat penis itu terus masuk ke dalam liangnya, gigi-giginya bergemelatukan saat penis itu bergerak keluar masuk di dalam lubangnya.

Kurotsuchi hanya bisa pasrah saat penis itu bergerak keluar masuk di liang analnya, wanita mencoba untuk menahan dirinya saat Naruto bergerak di dalam sana.

"Kau pertama kali mencoba hal ini ya?"

"..."

"Aku anggap itu jawaban ya." Naruto semakin mempercepat gerakan pinggulnya, penisnya keluar masuk di dalam sana dengan gerakan yang semakin dipercepat. Kurotsuchi seolah tersedak sesuatu saat Naruto menggerakkan penisnya di dalam liang belakangnya.

Namun, ada perasaan nikmat saat dinding analnya bergesekan dengan penis yang dibaluti kondom itu, pertama kalinya Kurotsuchi memperagakan anal seks, dan rasanya seperti seks biasa namun dengan lubang yang sangat sempit.

"Aku keluar! Aku keluar!" Tubuh Kurotsuchi menegang, vaginanya mengeluarkan cairan cinta untuk kedua kalinya. Sementara Naruto masih terus menggerakkan pinggulnya, kali ini dia menarik penisnya dan melepas kondom yang dipakainya tadi.

Pria itu mengarahkan penisnya untuk masuk ke dalam liang senggama Kurotsuchi, wanita itu tak siap, jadi dia hanya bisa pasrah saat Naruto menusuknya kembali.

"Dua lubangmu ini sangat enak Kurotsuchi. Apa suamimu tak pernah memakai lubang belakang ini?"

"..."

Naruto menggenggam kedua pantat Kurotsuchi, penisnya bergerak keluar masuk di dalam vagina wanita itu, dia baru saja keluar, tapi harus kembali ditusuk oleh Naruto.

Kurotsuchi benar-benar puas sekarang, dia menggigit bibir bawahnya, kemudian berseru pada Naruto. "Setubuhi aku Hokage-sama! Pakai tubuhku semaumu!"

"Hooo."

"Aku tak keberatan jika harus datang ke Konoha dua kali dalam seminggu," ujar Kurotsuchi di akhiri dengan sebuah desahan nikmat.

"Oke, oke." Naruto semakin mempercepat gerakan pinggulnya, penisnya licin akibat lendir yang ada di dalam vagina Kurotsuchi. Dia mendesis nikmat saat penisnya terus bergesekan dengan dinding vagina Kurotsuchi.

"Hamili aku!"

"Waduh."

Naruto semakin mempercepat gerakannya, kemudian dia menenggelamkan penisnya dalam-dalam ke vagina Kurotsuchi, dia mengeluarkan semua spermanya di dalam vagina Kurotsuchi hingga meluber keluar.

"Sialan!" Umpat Naruto. "Nikmat sekali!" Dia menarik penisnya yang mulai lemas, kemudian mengambil sebuah kursi untuknya duduk. Dia membiarkan Kurotsuchi yang tergeletak tak berdaya di atas meja dengan sperma Naruto yang meluber keluar dari vaginanya.

-o0o-

Kurotsuchi menarik resleting pakaiannya ke atas, dia berdehem kecil serta membersihkan cairan yang menempel di wajah cantiknya.

"Baiklah Hokage-sama, saya pamit undur diri dulu." Dia membungkukkan badannya. "Terima kasih atas 'jamuan'nya dan mungkin saya akan kembali beberapa hari ke depan untuk study banding."

"Tentu, anda bisa datang kapan saja jika mau."

Kurotsuchi berjalan mendekati Naruto, dia menempelkan tubuhnya pada tubuh Naruto dan mencium bibir pria pirang itu sembari meremas penis Naruto yang sudah terbungkus dengan celana panjangnya.

"Jangan sungkan jika kau ingin vaginaku."

"Kau bisa percayakan itu padaku."

"Baik, sampai jumpa!"

...

..

.

End!