Naruto menatap Shikamaru yang sangat sibuk sekali dengan tugasnya sebagai Penasehat Hokage, berkas-berkas bertumpukan di kanan kiri Shikamaru. Sementara Naruto sendiri sudah menyelesaikan pekerjaannya sendiri.
"Naruto, aku butuh sesuatu di rumahku. Ada berkas yang ketinggalan di sana. Bisa tolong ambilkan?" Naruto menaikkan sebelah alisnya saat Shikamaru meminta. "Maafkan aku, tapi aku sedang sibuk saat ini."
"Bisa-bisanya kau lupa Shika."
"Maafkan aku." Shikamaru terus memperhatikan dokumen yang ada di mejanya. "Kau bisa bertanya pada Temari, Naruto."
"Baik-baik, aku juga akan istirahat makan siang."
"Ya," ujar Shikamaru pendek. Naruto hanya mengangkat kedua bahunya, kemudian pergi dari hadapan Shikamaru. Pria pirang itu berencana untuk langsung pergi ke rumah Shikamaru dan mengambil dokumen tersebut, lalu makan siang.
Yah, begitulah rencana awalnya.
...
..
...
Naruto by Masashi Kishimoto
Warning: Cheating, OOC, AR, Typo, Lemon, Smut, PwP, and yang lainnya.
Pairing: Naruto x Temari.
...
..
Dokumen
Enjoy it!
Naruto tak menemukan siapapun di dalam kediaman Nara, dia memang langsung masuk ke dalam rumah tersebut setelah sebelumnya dia mengetuk pintu masuk rumah itu.
Tak ada jawaban awalnya, dan dia dengan seenak jidatnya masuk ke dalam rumah Penasihat Hokage-nya.
"Permisi."
Dia masuk ke dalam rumah, lebih tepatnya ke area ruang tamu, dan duduk di sana. Naruto seolah menganggap rumah Shikamaru adalah rumahnya, tapi Naruto sendiri agak lelah karena mengerjakan banyak dokumen seperti Shikamaru, walaupun telah menyelesaikan semuanya.
Sementara itu, Temari yang baru saja menyelesaikan mandinya pun keluar dari kamar mandi, dia merasakan ada seseorang yang masuk ke dalam rumah. Wanita itu hanya mengangkat kedua bahunya, karena dia mengira jika itu adalah suaminya.
Temari berjalan ke ruang tamu kediaman Nara, dan melihat sosok Naruto yang sedang duduk sembari menghela napas panjang. Wanita itu terkejut saat melihat Hokage yang ada di dalam rumahnya.
"Apa yang kau lakukan Naruto?"
Naruto yang mendengar pertanyaan itu pun mengangkat kepalanya, dia melihat Temari yang sedang berdiri berkacak pinggang serta hanya memakai handuk putih yang menutupi sebagian tubuhnya.
Naruto sontak terkejut saat melihat Temari yang hanya dibaluti oleh Handuk saja, terlebih dia baru saja selesai mandi. "Anu, aku hanya mampir untuk mengambil Dokumen, kukira tak ada orang di rumah ini," ujar Naruto dengan nada yang terbata-bata. Temari menghela napasnya.
"Kukira ada apa." Wanita itu kemudian berjalan ke sebuah lemari yang ada di ruang tamu itu, dia tahu jika Shikamaru akan lupa dengan dokumen tersebut, jadi dia meletakkannya di lemari tersebut. "Belum tua, sudah lupa."
Temari masih tak sadar jika dia hanya memakai handuk saja, dan Naruto malah menoleh ke arah lain saat Temari merangkak di bawah untuk mencari dokumen tersebut, dia bisa melihat vagina Temari yang terlihat masih berwarna merah jambu, kedua pantat sintal yang terlihat lezat.
Dan libido Naruto mulai naik setelah dia bersenggama dengan Kurotsuchi beberapa waktu lalu.
Naruto meneguk ludahnya dengan susah payah, dia tak mau langsung bergerak untuk menusuk vagina Temari yang terlihat menggugah selera itu, karena ini masih di rumah temannya dan...
...persetan dengan hal tersebut.
Naruto berdiri dari duduknya, dia melepas celana panjang yang dia kenakan, dan mengeluarkan penisnya yang sudah berdiri tegak, tanpa aba-aba darinya, Naruto mengarahkan penis itu untuk masuk ke liang senggama Temari.
Pria pirang itu memegang pantat sintal tersebut, membuat Temari terkejut merasakannya. "O-oi! Apa yang kau lakukan?!" Temari sontak menoleh kebelakang untuk melihat Naruto yang tiba-tiba memegang pantatnya, dia melihat pria pirang yang sedang berdiri dengan penis ukuran yang mungkin bisa dibilang lebih besar daripada milik suaminya. 'A-apa-apaan itu?!' batin Temari terkejut.
Tanpa persetujuan dari Temari, Naruto mendorong pinggulnya dan memasukkan penisnya ke dalam liang senggama Temari. Wanita itu sontak terkejut saat merasakan sebuah benda yang masuk ke dalam tubuhnya, wajahnya merona hebat saat benda tersebut masuk.
"A-apa yang ohhh!!" Desahan nikmat Temari keluar dari bibirnya saat Naruto menarik penisnya dan kembali mendorongnya masuk. 'U-ukurannya melebihi Shikamaru!'
Naruto meremas pantat Temari dengan lembut, kedua tangannya itu kemudian merambat ke tubuh Temari yang lain, lebih tepatnya ke bagian depan tubuh wanita itu. Pinggulnya masih bergerak maju-mundur dengan gerakan lambat, penis Naruto membuat vagina Temari menjadi basah.
"He-hentikan! Naruto! Hentikan!" Handuk yang dikenakan oleh Temari pun lepas dan menampilkan tubuh telanjangnya. Kedua tangan Naruto merambat ke depan hingga sampai ke payudara besar Temari, jemari Naruto memainkan puting susu Temari yang mulai ereksi.
"Vaginamu sempit Temari."
"Jangan mengatakan hal yang vulgar, sialan!"
Naruto tertawa sembari terus menggerakkan pinggulnya. "Kau sendiri meminta untuk menghentikan ini, tapi kenapa vaginamu sudah sangat becek?" Temari tak bisa menjawab sama sekali, dia menggigit bibir bawahnya saat penis Naruto menusuk vaginanya.
Gerakan dari pria itu mulai dipercepat, Temari memenjamkan kedua matanya. Jujur saja, dia kurang puas dengan apa yang diberikan oleh suaminya, dan saat ini dia puas akan apa yang diberikan Naruto.
"Sialan Naruto!" Vagina Temari semakin dibuat basah. "Aku keluar!" Tubuh Temari menegang, dia klimaks untuk yang pertama kalinya.
Naruto sendiri menghentikan gerakan pinggulnya, dia menarik penisnya dari dalam vagina Temari, membuat tubuh wanita itu langsung lemas seketika. Tubuh Temari terbaring lemas di atas lantai dengan napasnya yang terengah-engah.
Tubuhnya yang tadi terkena air saat mandi pun berganti dengan keringat setelah Naruto menyetubuhinya. Naruto duduk di atas lantai dengan penisnya yang masih berdiri.
Beberapa saat kemudian Temari bangkit, dia merangkak ke arah Naruto dan mendorong tubuh pria itu hingga rebahan di atas lantai kayu. Temari menyeringai sesaat, jari telunjuk dan tengahnya membuka vaginanya yang masih basah akan cairannya.
"Kau sialan memang!"
Wanita itu kemudian menurunkan pinggulnya serta mengarahkan penis ereksi itu ke dalam vaginanya. Benda besar itu mulai masuk ke dalam vaginanya, pinggulnya terus turun dengan pelan, Temari meneguk ludahnya kasar dan terus menurunkan pinggulnya hingga vaginanya menelan semua penis Naruto.
Temari menatap Naruto yang saat ini tengah menatapnya khawatir.
"Ini semua gara-gara kau, Naruto!"
Temari menggerakkan pinggulnya naik turun dengan gerakan pelan, lalu meneruskannya dengan gerakan sedang. Dia mendesis nikmat saat penis Naruto bergesekan dengan dinding vaginanya.
Kedua payudaranya memantul seiring gerakan pinggulnya, disertai dengan desisan nikmat yang keluar dari bibirnya. Gerakan pinggul Temari pun semakin dipercepat, dia terus menggerakkan pinggulnya naik turun dengan kedua tangannya yang bertumpu di dada bidang Naruto.
"Fuck! Penismu enak sekali!"
Namun gerakan Temari harus terhenti karena klimaksnya yang kedua, tubuhnya bergetar hebat saat dia mengeluarkan cairan cintanya. Tubuhnya langsung tergeletak di atas tubuh Naruto karena dia tak kuat menyangga tubuhnya sendiri. Napasnya kembali memburu setelah klimaksnya yang kedua ini.
Naruto menatap Temari yang sedang terbaring di atas tubuhnya, penisnya sendiri masih berada di dalam tubuh Temari.
"Penismu... Enak sekali... Ahhh..."
Naruto bangun dari rebahannya, kedua tangannya menggenggam pantat Temari, kemudian dia menggerakkan pinggulnya seksi itu naik turun.
"Berhenti! A-aku masih sensi--hyah!"
Naruto tak memperdulikannya protesan Temari, dia juga ikut menggerakkan pinggulnya naik turun bersamaan dengan pinggul Temari yang dia gerakkan.
Naruto mengangkat tubuh Temari, dia berdiri sembari menggendong tubuh Temari yang lemas itu. Dia kembali menggerakkan pinggulnya, dan membiarkan Temari menempelkan dagunya pada bahu Naruto, wanita itu sudah sangat lemas sekarang.
"Sialan Naruto... Kau sialan!" Umpat Temari, dia kemudian mencium bibir Naruto dengan agresif sembari pinggul pria itu terus bergerak. Kecapan demi kecapan dia berikan pada Naruto, dia ingin dipuaskan oleh pria itu setelah sekian lama dia tubuhnya tak di jamah oleh Shikamaru. "Uhhh... Ohh..."
-o0o-
Temari meminum kaleng bir yang dia genggam saat ini, dia masih telanjang bulat bersama dengan Naruto yang duduk bersila di depan meja.
"Apa Hinata tak membuatku puas Naruto?"
Naruto melirik Temari yang kembali meminum bir kalengnya. "Err, Hinata malah kuwalahan menghadapi ku."
Temari mengerutkan dahinya mendengar jawaban dari Hokage Konoha itu. "Hah?! Bagaimana bisa?!"
"Aku menggunakan Kagebunshin saat melakukan seks."
Temari menepuk dahinya. "Pantas saja, terlebih staminamu sebagai seorang Uzumaki yang banyak itu, pantas aku melihat Tsuchikage kemarin yang terlihat berantakan saat akan ke penginapan." Temari melirik Naruto, sebuah senyuman menggoda dia berikan pada pria pirang itu, membuatnya menunduk malu.
"Jadi apa kau mau memakai Kagebunshinku?"
"Ap--?! Ti-tidak, bukan itu yang aku maksud!"
"Tapi Temari, aku sudah membuat dua Kagebunshin loh sebenarnya." Temari langsung menoleh ke arah kirinya, dia melihat penis ereksi Naruto yang mengacung tepat dibagian kirinya, dia menoleh ke arah lain dan melihat ada Naruto lain yang juga sudah bersiap dengan penisnya.
"Kau bercanda kan? Ka-kau binatang!"
"Kan aku rubah." Naruto yang asli berdiri dan berjalan mendekati Temari. "Kau itu wanita tomboy dengan nafsu seks yang tinggi Temari."
Temari di dalam hatinya mengakui hal tersebut, dia terkadang kecewa saat Shikamaru mengakhiri pergumulan mereka. Tapi lihatlah Naruto, dia bahkan membuat Hinata tak berdaya di atas kasur, dan mungkin Tsuchikage itu tak mampu meladeni permainan Naruto.
"Berdirilah! Aku akan menghilangkan salah satu Bunshin, jadi mari kita bermain dengan dua orang."
"Naruto, kau sialan!" Umpat Temari, tapi dia menuruti perkataan Naruto, wanita itu berdiri di hadapan Naruto, kaleng bir yang sudah dihabiskannya pun dia letakkan di atas meja. "Lalu apa?"
Bunshin Naruto berdiri dibelakang Temari, kedua tangannya merayap ke depan hingga sampai pada kedua payudara Temari, ia meremasnya lembut sembari memainkan puting susu Temari. Wanita itu terkejut, wajahnya langsung merona hebat saat bunshin Naruto meremas payudaranya.
Sementara itu, Naruto asli mendekatkan wajahnya ke Temari, dia mencium bibir seksi itu dengan lembut sembari mengarahkan penisnya untuk masuk ke dalam liang senggama Temari.
Temari juga merasakan bahwa penis dari bunshin Naruto mencolek pantatnya. Temari melirik dengan kedua matanya, dia melihat bunshin Naruto yang masih menggerayangi payudaranya serta menggerakkan pinggulnya di belakang sana.
'Oh, tidak!'
Kedua matanya menatap ke arah Naruto asli, namun dia harus menahan sebuah rasa aneh yang saat ini tengah dia rasakan. Sebuah benda besar merangsek masuk ke liang analnya.
Dan sekarang, kedua lubang itu dimasuki oleh penis Naruto. Tubuh Temari menegang saat kedua penis itu masuk ke dalam tubuhnya, rasanya seperti saat dia di tusuk oleh sesuatu.
Bibirnya tak bisa berucap sama sekali karena Naruto menguncinya, pinggul pria itu kemudian bergerak maju mundur, penis yang ada di dalam tubuh Temari bergerak.
Temari merasakan nikmat yang tiada tara saat penis itu bergerak. Sensasi yang lebih dia rasakan saat kedua penis itu menusuk tubuh bagian bawahnya itu.
Temari kemudian mendorong bahu Naruto untuk melepaskan diri dari ciuman agresif yang diberikan olehnya.
"He-hentikan... Ahhh... Naruto... Hentikaaahhnnn..."
Namun Naruto tak memperdulikan perkataan Temari, bunshin-nya malah mencium leher Temari dan memberikan bercak-bercak merah di sekitar sana. Payudara Temari masih terus dimainkan oleh bunshin Naruto, sementara Naruto yang asli mengangkat kedua kaki Temari supaya keduanya bisa leluasa menggerakkan pinggul mereka.
Keduanya terus menggerakkan pinggul mereka dengan cepat, membuat Temari tak bisa berpikir dengan jernih sama sekali. Otaknya langsung blank saat kedua Naruto itu terus menggerakkan pinggul mereka.
'Si-sialan...' umpat Temari di dalam hati.
"Te-temari kami akan keluar?"
Temari sendiri sudah pasrah, karena dia juga akan klimaks untuk yang kesekian kalinya. Kedua Naruto itu semakin mempercepat gerakan mereka hingga keduanya menenggelamkan penis mereka secara bersamaan.
Sperma hangat keluar dan memenuhi kedua lubang itu hingga meluber keluar dari dalam sana. Temari sendiri juga klimaks bersamaan dengan orgasm mereka berdua.
-o0o-
Tubuh Temari saat ini tergeletak tak berdaya dengan kedua lubangnya mengeluarkan sperma Naruto. Dia mengambil napas sebanyak mungkin setelah pergumulan tersebut.
Dan Naruto saat ini tengah duduk dengan pakaian lengkapnya.
"Uhh, sialan." Temari mulai bangun dari rebahannya, dia mengambil handuk yang tergeletak tak jauh darinya. "Kau sialan memang Naruto!" Dia melilit handuk itu untuk menutupi tubuh telanjangnya. "Aku harus mandi untuk yang kedua kalinya."
"Ma-maafkan aku kalau begitu."
Temari merangkak mendekati pria pirang itu. "Jika kau butuh sesuatu, panggil aku!" Dia kemudian mencium bibir Naruto dengan mesra, lalu pergi dari hadapan pria itu. "Dokumennya jangan sampai lupa!" Temari pun pergi setelah membersihkan cairan sperma yang ada di lantai ruang tamu.
Naruto hanya menghela napas, dua orang wanita bersuami yang bermain dengannya, dan mereka mempunyai alasan yang sama, tak puas dengan suami mereka.
"Astaga, apa yang sudah aku lakukan?" Naruto memijit pangkal hidungnya. "Tapi enak sih, jadi ya lanjut aja dah."
Naruto beranjak dari tempatnya duduk, kemudian berjalan keluar dari ruang tamu ke kamar mandi yang ada di dekat ruangan tersebut, dia bisa mendengar suara air yang mengucur tanda bahwa Temari sedang mandi.
"Temari, main di kamar mandi mau?"
"Eh-apa?! Kau tak puas?!"
"Ayolah, Hinata saja suka main di kamar mandi."
"Terserahlah!"
...
..
.
End
