Naruto saat ini sedang mengerjakan beberapa berkas yang ada di kantor Hokage, dia agak meringis saat merasakan sesuatu. "Naruto-kun?"
"Ah Hinata, ada apa?"
"Tidak, hanya mengantar bento untukmu." Hinata menutup pintu Hokage, sekaligus menguncinya. "Makan siang bersama?"
"U-um, tentu."
Hinata pun mengambil sebuah kursi kayu yang ada disekitarnya, kemudian duduk tepat di hadapan meja Hokage. Wanita cantik itu kemudian membuka bento yang dia bawa dari rumah, dan memberikan kotak bekal itu pada Naruto, sementara dirinya memakan kotak bekal yang lain.
Naruto melihat Hinata yang tak curiga sama sekali dengan tingkahnya saat ini, namun dia tak sadar jika Hinata menggunakan Byakugan miliknya dan menerawang ke bawah meja.
Hinata bisa melihat sosok wanita yang sedang memberikan blowjob pada Naruto, Hinata cemberut saat melihat sosok wanita itu, tapi jika mengingat kembali kejadian beberapa bulan atau tahun lalu.
Hinata tak sanggup melawan Naruto dalam urusan ranjang. Nafsu seks Hinata memang besar, tapi jika dibandingkan dengan Naruto, maka dia akan kalah.
Naruto seolah memiliki kekuatan monster di dalam tubuhnya saat mereka berhubungan seks, katakan saja saat mereka kemarin malam melakukan aktifitas tersebut, dan Hinata kuwalahan menghadapi Naruto yang kuat hingga pagi.
Dan Hinata juga pernah memergoki Naruto bermain dengan istri temannya dan Tsuchikage keempat, Hinata memaklumi hal tersebut karena dia juga tak akan sanggup jika dia menghadapi pria yang menjadi suaminya itu.
"Jadi Hanabi, bagaimana jika kita makan siang bersama?"
Tubuh Naruto membeku seketika, Hinata menyadarinya. Ia berkeringat dingin saat Hinata menatapnya dengan sebuah senyuman manis.
"Kakak tak akan masalah jika kau makan siang bersama kami."
Dari bawah meja keluarlah sosok Hanabi dengan pakaian bagian atasnya yang terbuka dan menampilkan payudara besarnya. Wanita itu tersenyum kikuk sembari membenahi pakaiannya yang lumayan berantakan.
"Jadi neesan, ada apa?"
Hinata meletakkan sumpitnya, dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Hanabi, istri dari Naruto itu kemudian mencium bibir Hanabi dengan mesra, tubuh mereka menempel satu sama lain.
Sontak hal tersebut mengejutkan Naruto, dia meletakkan sumpitnya lalu memijit pangkal hidungnya. "Ini ada apaan sih sebenarnya?"
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto.
Warning: OOC, AR, Typo, Lemon, Inseki, Smut, PwP, bisex, little bit Yuri.
Pairing: Naruto x Hanabi x Hinata.
...
..
.
Makan siang bersama.
Enjoy it.
Seumur-umur, Naruto tak pernah melihat seseorang dengan kelamin yang sama berciuman, bahkan berciuman di depannya langsung. Apalagi ini adalah istri dan adik iparnya, apakah mereka punya hubungan spesial di belakangnya atau ada hal lain?
"Aku penasaran, tapi kalian punya hubungan apa?"
Hinata menarik ciumannya dari Hanabi, dan menenggelamkannya ke payudaranya. "Maafkan aku Naruto-kun, tapi aku sering berhubungan badan dengan Hanabi di sela-sela kau bekerja."
Naruto menghela napas sembari memijit pangkal hidungnya. "Dan sekarang, Hanabi malah ingin penisku." Hanabi melepaskan pelukan Hinata, dia kemudian memutar kursi yang di duduki oleh Naruto ke arahnya. Penis yang tadi dia mainkan itu masih berdiri tegak.
"Ditinggal sebentar, dan benda ini masih berdiri."
"Jangan remehkan penis Naruto-kun." Hinata berjongkok di depan Naruto, begitu juga dengan Hanabi yang berjongkok tepat di depan pria itu, tangan putih Hinata dengan lembut menggenggam batang penis Naruto, dia menggerakkannya naik turun dengan gerakan lambat.
Naruto memenjamkan kedua matanya merasakan betapa lembutnya telapak tangan istrinya itu. Sementara Hanabi membuka bibirnya dan melahap kepala penis milik Hokage ketujuh itu, tangan kanannya memainkan buah zakar Naruto.
Pria itu menikmati kuluman yang diberikan oleh Hanabi, sama seperti saat sebelum Hinata datang. Wanita itu melirik ke arah kakaknya, dia memberikan isyarat untuk melepas genggamannya.
Hinata yang tahu akan hal itu pun melepas genggamannya pada penis Naruto, dia beranjak dari tempatnya mendekati Naruto yang duduk menikmati blowjob yang diberikan Hanabi. Hinata melepas kemeja yang dikenakan Naruto saat ini, wanita itu masih tak percaya jika suaminya itu mempunyai tubuh yang seksi.
Wajah cantik Hinata merona saat melihat tubuh kekar Naruto yang baru saja dia buka, dia pun mencium bibir Naruto dengan mesra, tangan kanan Naruto terangkat dan meremas payudara kiri Hinata. Sudah dua Minggu dia tak meremas payudara istrinya itu, dan dia hanya meremas payudara istri orang lain.
Ciuman Hinata semakin agresif dengan lidahnya yang mulai bersilat dengan lidah Naruto. Tubuhnya bergetar, wajahnya semakin merona hebat, dan puting ereksinya tercetak di balik jaket yang dia kenakan.
Hinata sudah benar-benar ingin melakukan seks dengan Naruto saat ini. Sementara itu, Hanabi masih menikmati blowjob yang dia berikan pada Naruto, kali ini dia menggunakan kedua payudara yang ukurannya sama dengan milik Hinata.
Hinata melepas ciumannya, namun tangan Naruto masih meremas payudaranya, wanita itu kemudian melepas celana yang dia kenakan, membuatnya telanjang hanya bagian bawah saja.
"Hanabi, tolong menyingkirlah!"
Hanabi mengangguk, dia kemudian melepaskan payudaranya dan mundur satu langkah, Hinata sendiri melepas tangan Naruto, dia memposisikan dirinya untuk duduk di atas paha Naruto, lebih tepatnya memasukkan penis Naruto ke dalam vagina basahnya.
Hinata bersiap memasukkan penis itu ke dalam liang senggamanya, dia menghadap ke arah Hanabi yang berdiri di depannya.
"Hinata?"
"U-um, aku masukkan."
Hinata menurun pinggulnya dengan pelan, dia membuka vaginanya dengan jari telunjuk dan tengah, tentu saja hal tersebut dilihat oleh adiknya. Vagina Hinata semakin mendekati penis Naruto, benda besar itu mulai masuk ke dalam liang senggama Hinata.
Wanita itu meringis merasakan nikmat yang tiada tara saat penis itu masuk, kedua tangan Naruto mengangkat kedua kaki Hinata, pinggulnya pun bergerak naik turun dengan gerakan pelan.
"Ahhh, Naruto-kun!" Cairan vaginanya keluar membasahi penis Naruto, membuat benda besar itu menjadi licin di dalam vagina Hinata.
Hanabi yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan kedua pipinya yang merona, dia tak tahu harus berbuat apa saat dia melihat kakak serta kakak iparnya sedang bersetubuh.
"Hanabi, cium kakak..."
Hanabi mengangguk kecil, dia berjalan mendekati Hinata dan meremas kedua payudara kakaknya, serta mencium bibir plum Hinata. Naruto masih dibuat heran dengan kelakuan kakak beradik ini. Hanabi sendiri mulai melepas satu persatu pakaiannya hingga dia telanjang bulat, dia pun melepas pakaian Hinata yang masih menempel di tubuhnya.
Kedua Hyuuga itu pun telanjang bulat di depan Naruto, membuat pria itu meneguk ludahnya secara kasar saat melihat tubuh putih nan seksi itu berada di depannya.
"Sial, apa kau kuat meladeniku Hinata?"
"Akuhh... Akuhh usahakan Naruto-kun..." ujar Hinata yang kemudian di cium oleh Hanabi, kedua puting susu mereka saling bersentuhan satu sama lain membuat keduanya seolah tersengat sesuatu.
Naruto memegang pinggul ramping Hinata dan menggerakkan pinggul itu naik turun, Hanabi terus mencium Hinata sembari meremas payudaranya. Keduanya benar-benar melakukannya dengan panas saat Naruto melihatnya, penisnya sendiri semakin keras di dalam vagina Hinata.
Ciuman Hanabi sendiri mulai turun ke kedua payudara Hinata, lidahnya dia julurkan dan mulai menjilati puting susu ereksi milik kakaknya. Kedua tangan Hinata memegang bagian kiri kanan kursi yang diduduki Naruto, sementara tubuhnya bergerak naik turun.
Hanabi menarik dirinya, dia duduk di atas meja kerja Naruto dengan kedua kakinya yang dia buka serta jemari lentiknya yang mulai menggosok vagina basahnya. Kedua matanya menatap Naruto dan Hinata yang sedang melakukan bersetubuh, jemarinya yang lain pun meremas payudaranya sendiri sembari memainkan puting susunya.
Sementara itu, Hinata masih berkutat dengan penis Naruto. Dia terus menggerakkan pinggulnya naik turun dengan gerakan yang lambat, Hinata menggigit bibir bawahnya merasakan vaginanya yang kembali di masuki penis Naruto, dia masih tak menyangka jika suaminya ini mempunyai barang yang ukurannya besar sehingga wanita lain ingin merasakannya.
Hinata kemudian menambah kecepatan pinggulnya, napasnya begitu memburu dengan kedua payudaranya bergerak naik turun mengikuti gerakan tubuhnya. Naruto sendiri membiarkan Hinata menggerakkan pinggulnya. Hinata terus menggerakkan pinggulnya, kali ini dengan gerakan yang dia percepat, desahan nikmatnya memenuhi ruangan kantor Hokage tersebut.
Hanabi yang ada di sebelahnya semakin mempercepat masturbasinya, dia menggigit bibir bawahnya dengan tubuhnya yang menegang. Wanita itu menyemburkan cairan cintanya, dan tak sengaja mengenai Naruto serta Hinata.
Sang Kakak semakin mempercepat gerakan pinggulnya, hingga tubuhnya menegang sama seperti Hanabi tadi. Dia klimaks dengan menyerukan nama suaminya, tatapannya mengarah ke atas dengan bibir bawahnya yang dia gigit.
Keduanya langsung lemas, dan Naruto masih belum keluar.
-o0o-
Naruto menciptakan beberapa bunshin, ada sekitar empat bunshin yang siap menggagahi dua wanita Hyuuga di depannya itu.
Naruto menyingkirkan kertas-kertas serta berkas lainnya dari meja Hokage, dia mengangkat tubuh Hinata dan membawanya ke sofa yang ada di ruangan tersebut di ikuti oleh salah satu Bunshin miliknya, sementara disebelah Hanabi ada dua bunshin Naruto yang bersiap dengan penis ereksinya.
Bunshin Naruto itu kemudian mengangkat tubuh Hanabi, dia menatap wajah Hanabi setelah masturbasi yang dilakukannya tadi. Wajahnya seolah menandakan dia menikmati apa yang telah dilakukannya.
Bunshin tersebut mengangguk kecil menatap bunshin yang lain. Bunshin D tersebut berdiri dibelakang Hanabi, dia kemudian mengangkat tubuh Hanabi dengan kedua tangannya yang melewati bagian ketiak Hanabi, Naruto C pun mengangkat kedua kaki Hanabi, dia juga menyiapkan penis ereksinya. Hanabi membuka kedua matanya, dia melihat Naruto yang tengah berdiri di depannya dengan penis yang sudah siap menerjang vagina basahnya.
"Naruto-san?"
"Ya Hanabi?" Bunshin yang ada dibelakang Hanabi yang menjawab, wanita itu langsung memasang wajah panik setelah tahu Naruto menggunakan dua bunshin.
"Ka-kau bercanda kan?" Wajah cantiknya sudah membiru melihat penis ereksi yang ukurannya besar itu, dia juga merasakan penis Naruto yang lain sedang mencolek pantatnya. "Ka-kau bercanda ka-kaaahhh!" Naruto D memasukkan penis ke liang anal Hanabi, membuat wanita itu mendongak ke atas saat merasakan benda besar itu masuk ke dalam tubuhnya.
Naruto C pun tak ketinggalan, dia mengarahkan penisnya ke vagina Hanabi, dan mendorong pinggulnya untuk memasukkan penisnya ke dalam tubuh wanita itu.
Tubuh Hanabi menegang seketika saat dua liangnya dimasuki oleh benda besar seperti itu, Hanabi seolah tersedak akan sesuatu saat kedua penis Naruto bergerak keluar masuk di dalam tubuhnya.
Kedua kaki Hanabi bergetar hebat merasakan penis Naruto. 'Berbeda saat aku memakai Dildo atau berhubungan badan dengan Konohamaru-kun. Ini lebih nikmat ahhh...' kedua Naruto itu bergerak tak beraturan, membuat Hanabi gelagapan merasakannya.
Kedua tangan Hanabi memeluk leher Naruto yang ada di depannya, dia menoleh ke sebelah, lebih tepatnya ke sofa yang ada tak jauh dari mereka bersetubuh.
Dia melihat sang kakak yang tengah menikmati kedua lubangnya yang disetubuhi oleh Naruto dan bunshin-nya, serta mulutnya yang juga disumpal oleh penis Naruto yang lain. Dia tak menyangka jika istri Hokage itu suka dengan bunshin yang diciptakan oleh suaminya.
"Kakakmu itu sudah terbiasa dengan bunshin kami," ujar Naruto C yang ada di depan Hanabi. "Pernah sekali dia di ajak oleh orang, katakanlah berselingkuh, tapi dia menolak keras ajakan tersebut," lanjut Naruto C, penisnya terus bergerak di dalam vagina Hanabi. "Hinata mengatakan jika dia dipuaskan dengan bunshin seperti kami."
"La-lalu?"
"Mereka langsung pergi dengan wajah murung."
Jika di ingat lagi, Hanabi juga pernah di ajak berhubungan badan oleh orang-orang dari Kumo, setelah Naruto dan Hinata menikah, tapi Hanabi menolaknya juga sama seperti saat Hinata menolak ajakan orang untuk berselingkuh dibelakang Naruto.
Namun saat ini, Hanabi malah senang saat dia berselingkuh dibelakang Konohamaru, dan kebetulan Kakaknya tak mempermasalahkan hal ini. Dia memang akan bersetubuh dengan Naruto, namun ketahuan oleh Hinata.
"Na-naruto-kun!"
Tubuh Hinata menegang, bersamaan dengan beberapa Naruto lainnya yang mengeluarkan sperma hangatnya. Wajah cantik ibu dua orang anak itu tertutupi oleh Sperma Naruto, dia tersenyum saat mendapatkan cairan putih kental itu.
Kedua mata Hinata melirik Hanabi yang tengah menatap dirinya, dia tersenyum kecil sembari menjilati sperma yang ada di wajahnya.
Dua Naruto yang ada di depan Hinata menghilang di dalam kepulan asap menyisakan seorang Naruto saja.
"Yo, bagaimana kalian?"
"Lubang depan, enak."
"Belakang sama seperti istri kita."
Wajah Hanabi langsung merona hebat saat kedua Naruto itu membicarakan liang senggamanya dan anal miliknya. Jika boleh Jujur, Hanabi sangat puas dengan penis Naruto.
"Perlu bantuan adik ipar?"
Kedua Naruto melepaskan penis mereka, Hanabi mendesah kecewa saat kedua benda besar itu keluar dari vagina serta liang analnya.
Naruto yang asli langsung mencium Hanabi setelah dia dilepas oleh kedua Naruto, Hinata dari kejauhan sedang duduk menikmati pergumulan yang dilakukan oleh suaminya serta adik kandungnya.
Kedua tangan Naruto terangkat dan meremas payudara Hanabi yang ukurannya hampir menyamai milik Hinata, Naruto juga menghilangkan satu bunshin-nya. Bunshin itu seolah tahu apa yang dipikirkan oleh bosnya, dia kemudian memeluk Hanabi dari belakang dengan penisnya yang masuk ke dalam liang anal Hanabi.
Sontak, Hanabi berkeringat dingin saat liang belakangnya kembali di masuki oleh penis Naruto. Bunshin itu juga tak lupa untuk mengangkat salah satu kaki Hanabi, membuat penis Naruto yang masih diluar itu bisa bergesekan dengan vagina basah adik iparnya.
Hanabi langsung menatap Naruto yang ada di depannya, dia masih merasakan penis bunshin Naruto keluar masuk di liang belakangnya.
"Na-naruto-san..."
Naruto hanya diam sembari memberikan senyuman kecil pada Hanabi, dia mengarahkan penisnya dan memasukkan 'adik'nya itu ke dalam vagina Hanabi. Wanita itu mengerutkan dahinya merasakan penis Naruto kembali masuk ke dalam tubuhnya.
Dia meneguk ludahnya kasar saat penis itu mulai bergerak keluar masuk mengikuti irama gerakan bunshin Naruto, Hanabi menggigit bibir bawahnya menahan desahan nikmat yang ingin keluar dari sana. Tubuhnya benar-benar menikmati bagaimana penis itu keluar masuk di dalam sana.
"Naruto-kun, jangan kasih kendor."
Naruto yang mendengar hal tersebut pun mengangguk kecil dan tersenyum. Hanabi sendiri menatapnya tak percaya, istri macam apa yang memberikan suaminya pada adik kandungnya.
Duo Naruto terus mempercepat gerakan pinggulnya, Hanabi tak bisa membendung desahan yang ingin dia keluarkan. Dia mendongak menatap ke langit-langit ruangan itu disertai dengan sebuah senyuman puasnya.
"Naruto-san! Aahhhh... Le-lebih cepat!!"
Naruto yang asli pun menjilati puting susu Hanabi, keduanya terus memberikan rangsangan pada wanita itu.
"Hnnnggghh!!"
Hanabi klimaks untuk kedua kalinya, bersamaan dengan Naruto yang mengeluarkan spermanya di kedua lubang tersebut hingga meluber keluar.
-o0o-
Semua kembali normal dengan Hinata yang duduk di hadapan Naruto, keduanya menikmati makan siang yang dibawakan oleh istrinya itu.
Disertai dengan Hanabi yang tengah memberikan blowjob serta titjob pada Naruto.
"Hanabi, jika kau tak keluar dari sana, maka aku akan menyeretmu."
"Baiklah~"
Naruto hanya tersenyum kikuk mendengarnya.
...
..
.
End
