1

"Mikumo!" Tiba-tiba kudengar Kitora memanggilku dari belakang. Lengan kanannya menarik tangan kiriku dan mengajakku berjalan mengikutinya. "Bantu aku, tolong ikuti saja." Kitora berbisik sambil mengajakku berjalan ke arah sepasang suami istri paruh baya.

"Semuanya, perkenalkan ini Mikumo Osamu. Pacarku." Ucap Kitora sambil tersenyum dengan nada manisnya yang biasa dia gunakan jika berhadapan dengan media untuk tugasnya sebagai PR Border agent.

"A-" Dengan refleks aku bermaksud menolaknya, tetapi kurasakan cubitan keras di lengan kiriku yang masih dipegang oleh Kitora.

"Wah akhirnya Ai mau mengenalkanmu juga ya. Padahal sebelumnya dia selalu menolak dengan berbagai alasan." Wanita paruh baya yang ada dihadapanku terkekeh, wajahnya terlihat bahagia. "Saya ibunya Ai dan ini ayahnya." Lanjutnya sambil menepuk tangan pria di sebelahnya.

"Salam kenal, saya Mikumo Osamu." Ucapku berusaha sesopan mungkin lalu membungkukkan badan.

"Jadi kau anggota Border juga?" Tanya ayah Kitora padaku. Garis-garis wajahnya mirip sekali dengan Kitora dan kurasa sifat mereka juga mirip karena bisa kurasakan suasana hatinya yang mudah berubah naik-turun ini dapat langsung terlihat di ekspresi wajahnya.

"Ya." Aku mengangguk. "Kitora banyak memberiku bantuan selama ini."

"Tentu saja, Ai agent Border terbaik. Kau beruntung bisa belajar darinya." Ucap ayah Kitora bangga sambil mengelus kepala Kitora sementara Kitora terlihat malu dengan mukanya yang mulai memerah. "Jadi, apa kalian mau ikut makan siang bersama kami?"

"Tidak usah ayah, kami berdua ke sini karena ada urusan border. Sebaiknya kami pergi dulu sekarang."

"Baiklah, tapi lain kali ajak Mikumo ke rumah. Sesibuk apapun kalian masih punya waktu libur kan?"

"Iya ayah, nanti aku akan bawa Mikumo ke rumah. Ayo Mikumo." Kitora menarik lenganku.

"Senang bertemu anda." Ucapku sambil membungkuk kembali sebelum ditarik oleh Kitora.