Disclaimer: Boboiboy milik Monsta

Genre: Friendship

Karakter: Boboiboy, Fang dan OC

Warning: Ooc, Typo, Dll

note: saya tidak mengambil keuntungan apapun dari cerita ini.

Summary: "Cemburu bukan hanya untuk sepasang kekasih saja kok."


Hari itu adalah hari yang tenang. Tidak ada musuh atapun misi yang datang kepada para anggota penyelamat bola kekuatan serta para pelindung Galaxy.

Walau begitu, entah kenapa suasana di hati seorang pemuda yang setia memakai topi dinonya kini terasa panas dan kesal terhadap kegiatan dari dua alien humanoid yang duduk tak cukup jauh dari dirinya.

Sang pemuda sendiri tidak mengerti dengan apa yang tengah ia rasakan saat ini. Kenapa ia sesekali memperhatikan kedua alien humanoid itu selama 43 menit penuh- ia akan melirik keduanya setiap 1 sampai 2 menit sekali.

Salah satu dari dua alien Humanoid itu adalah sahabat baiknya. Walau sebenarnya ia memiliki 4 sahabat - jika di hitung dengan si alien itu - Ia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini.

Kesal, jengkel, marah, tidak rela.

Ia tidak yakin. Lebih tepatnya, ia menolak mengambil kesimpulan bahwa ia tengah cemburu pada salah satu humanoid itu.

Sang pemuda- atau yang lebih baik kita kenal dengan nama Boboiboy itu tau kalau ia seharusnya tidak merasakan perasaan seperti sekarang ini.

Boboiboy tau bahwa kedua alien berwujud manusia itu adalah teman masa kecil.

Tapi tetap saja...

Selama ini, bila di hitung, Boboiboy lah yang paling banyak menghabiskan waktu bersama dia. Ia bahkan berani mengambil taruhan jika ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan si pemuda berkacamata tersebut dari pada pemuda itu dengan abangnya sendiri yang merangkap jadi seorang kapten bagi dia dan teman-temannya.

Sedangkan orang yang tengah mengobrol asik dengan sahabatnya itu. Jika di hitung bahkan hitungan itu tidak sampai memerlukan sepuluh jari.

Karena kedua Humanoid hanya bertemu sebanyak tiga kali dan jika dihitung dengan pertemuan sekarang maka akan menjadi genap 4 kali.

Tapi kenapa?

Sang pemuda tidak pernah merasa senyaman dan sebahagia itu saat bersama dirinya ataupun kawan-kawannya yang lain.

Dia tidak pernah tersenyum selebar ataupun tertawa sebahagia itu saat bersama dengan dirinya. lalu, apa yang membuat sang pemuda lebih nyaman bersama dia dari pada bersama ia (Boboiboy).

Kenapa?

Apa ada sesuatu yang ia lewatkan?

Apa mungkin sang pemuda kesal dengannya karena kalah populer?

Tidak mungkin.

Jika hal itu benar. Sudah pasti sang pemuda tidak ingin satu tim dengannya.

Lalu apa?

"Kau tau? dari pada kau melirik mereka. Kenapa tidak kau hampiri saja mereka?"

Boboiboy tersentak dari lamunannya. Ia menoleh ke samping kanan dan menemukan seorang pemuda seusia dengannya yang kinj sudah mengambil posisi nyaman di sebelahnya.

"Kiryu Masahiro?"

"Kenapa kau memanggilku dengan nama lengkap seperti itu?" tanya Masahiro setelah mendengus geli terhadap panggilan dari orang di sampingnya itu.

"Emm, kalau begitu ... aku harus memanggil mu apa?"

Masahiro melihatnya beberapa saat sebelum menjawab, "Dalam tulisan Jepang. Kami akan selalu menulis nama dengan urutan marga di belakang. Tapi, jika di ucapkan maka akan dimulai dengan marga kami terlebih dahulu. Dan karena kita baru kenal ... Kau bisa memanggilku dengan Kiryu-kun atay Kiryu-san."

Boboiboy tampak bingung dengan penambahan kata baru itu. Masahiro yang sadar berusaha menjelaskan nya semudah mungkin.

"Penambahan kata san biasanya di gunakan untuk orang yang baru bertemu, kepada orang yang lebih tua ataupun kepada teman. Namun, kata kun digunakan untuk laki-laki yang seumuran dengan kita atau di bawah kita. Juga ada kata chan yang digunakan untuk orang yang sangat dekat dengan kita. Bisa teman, sahabat, keluarga atau pacar."

Penjelasan yang cukup panjang dari Masahiro nampaknya sampai di otak Boboiboy. Walau masih ada yang membuatnya bingung karena kenapa ketiga temannya tidak memanggilnya dengan nama kecilnya.

Apalagi oleh seseorang yang kini sedang duduk dan asik mengobrol dengan sahabat baiknya.

Mengingat itu, ia jadi teringat tentang semua pemikiran yang melintas di otaknya barusan.

"Jadi ... Kiryu-kun, apa maksudmu?" tanya Boboiboy yang mengembalikan topik awal pembicaraan mereka.

Walau tadi hanyalah sebuah saran dari orang yang berada di sampingnya saja sih.

"Sesuai kata ku. Dari pada kamu melirik mereka terus-menerus. Kenapa tidak kamu samperin saja?" Masahiro mengulang perkataan nya tanpa menatap Boboiboy. Ia fokus pada subjek di depannya yang kini tengah asik tertawa pelan.

Boboiboy ikut menatap kearah depan namun terfokus pada subjek yang berbeda.

"Aku tidak melirik mereka."

Keadaan menjadi hening untuk beberapa saat sebelum Masahiro kembali angkat suara.

"Kau melakukannya."

Dan kali ini Boboiboy merasa tidak ingin mengelak namun ia juga tidak menyetujui saran yang diberikan Masahiro beberapa menit yang lalu.

Boboiboy terlalu fokus melihat subjek didepannya.

Masahiro untuk beberapa detik masih melihat subjeknya sebelum melirik ke arah Boboiboy.

"Kau cemburu?"

Pertanyaan yang terlontar dari mulut Masahiro itu sukses membuat Boboiboy tersentak.

"Apa maksudmu? mana mungkin aku cemburu, Kami hanya berteman." Boboiboy mengatakan hal itu dengan senyum yang tampak aneh di mata Masahiro.

"Memangnya cemburu itu hanya untuk sepasang kekasih saja apa?"

Boboiboy lebih memilih mengalihkan pandangannya.

"Kau tau? Cemburu kepada teman adalah hal yang wajar. Hal itu timbul karena kau merasa posisi mu sebagai teman atau sahabatnya di gantikan oleh seseorang yang kau rasa lebih baik dari mu."

Boboiboy masih setia menatap tembok di samping lainya dari pada melihat kearah Masahiro. Ia masih tidak ingin mengakui kalau ia cemburu kepada Humanoid itu.

"Kau cemburu."

"Tidak. Aku tidak cemburu." Boboiboy mengatakan itu dengan sangat tegas.

"Ya. Kau cemburu. Tidak usah mengelak Boboiboy-kun. Karena ... Aku juga mengalami hal yang sama."

Pernyataan Masahiro itu sukses membuat Boboiboy kembali mengalihkan pandangannya kepada Masahiro.

"Kau ... juga?"

Masahiro menyeringai, "Akhirnya kau mengaku."

"A-apa! kau-"

"tenang saja Boboiboy, aku juga merasakan hal yang sama dengan mu."

Boboiboy melihat Masahiro kembali memperhatikan subjek didepannya dengan raut muka sendu, "Aku merasa tidak berguna sebagai teman jika melihat mereka bersama."

Boboiboy tanpa sadar setuju dengan perkataan Masahiro.

"Aku tidak pernah bisa membuatnya tertawa sebahagia itu ataupun semacamnya. Malah, aku hanya selalu membuat nya kesal."

"Kau benar."

Keduanya kembali melihat subjek mereka untuk beberapa detik, "Tapi, aku merasa kita pantas merasakan perasaan yang menyesakkan ini."

Boboiboy menoleh, "apa maksudmu?"

Masahiro menoleh kearah Boboiboy dan tersenyum. Senyum yang tampak sendu.

"Dulu ... Saat sebelum berteman dengan Rei. Aku - tidak kami menganggap nya seorang penjahat yang sangat terobsesi pada bola kekuatan."

Masahiro mendengus saat mengingat masa lalunya di bumi, "benar-benar pemikiran yang kekanak-kanakan."

Boboiboy hanya diam saja mendengarkan cerita dari Masahiro. Ia tidak menyangka kalau Masahiro sama seperti dirinya yang dengan gampangnya menganggap Fang seorang penjahat saat itu hanya karena ia mendengar bahwa ochobot di kejar oleh fang di dalam mimpinya.

"Aku butuh waktu 2 tahun agar bisa berteman baik dengan Rei. Dan dalam waktu 2 tahun itulah, Aku mengetahui kalau sebenarnya Rei adalah orang yang baik yang ingin melindungi bola kekuatan. Tapi tetap saja aku menganggap nya jahat hanya karena sifatnya itu."

Boboiboy diam-diam bersyukur karena ia dan Fang Hanya butuh waktu beberapa bulan saja untuk bisa berteman. walau sebenarnya ia juga diam-diam mengingat hal saat dimana ia tidak menyukai Fang karena sifatnya.

"Kau tau? saat bergabung dengan Tapops. Kami harus melaksanakan ujian 2 kali sebelum bisa lanjut ke Ujian kental."

Boboiboy lagi-lagi bersyukur dalam hati karena saat itu bisa lulus walau sebenarnya mereka gagal.

"Saat ujian kental berlangsung. Aku tidak menyangka harus berhadapan dengan Rei."

Saat itu juga Boboiboy tidak menyangka kalau Fang adalah musuhnya.

"Tugas musuh adalah memprovokasi lawan. Tapi aku dengan bodohnya terpengaruh dengan provokasi dia hingga hampir membunuh tim Rei dengan mengatakan bahwa Rei adalah penghianat."

Kali ini Masahiro menunduk, "Saat itu aku tidak tau kalau aku menyakiti hatinya."

Kalau saat itu Boboiboy tidak di tenangkan oleh Laksamana. Mungkin, ia benar-benar sudah menghancurkan tim A.

"Aku benar-benar Tidak peka dengan perasaan dia."

Boboiboy mengakui kalau dia juga sebenarnya tidak terlalu peka terhadap perasaan Fang.

"Rei pernah bilang kepada ku kalau aku adalah orang bodoh dengan nilai yang memuaskan. Jadi aku tidak akan marah saat aku merasakan perasaan ini. Aku menganggap hal ini sebagai balasan dari dirinya kepada ku."

"... Cerita mu itu ... entah kenapa hampir sama dengan cerita ku dengan Fang."

Masahiro menoleh kearah Boboiboy yang kini menunduk dalam.

Mereka sama-sama terdiam untuk beberapa saat sebelum Boboiboy kembali membuka suara.

"Tapi aku yakin. Kita adalah sahabat terbaik mereka."

Mendengar perkataan yang penuh keyakinan itu. Entah kenapa membuat Masahiro sedikit lega.

"Ya, kau benar."

Kini sebuah senyum terbit di wajah mereka.

"Sebenarnya bukan kita saja loh yang cemburu."

Boboiboy menatap Masahiro bingung, "Noh, Mereka juga cemburu seperti kita." tunjuk Masahiro dengan senyuman geli.

Boboiboy mengikuti arah pandang yang di tunjuk Masahiro dan ikut tersenyum geli.

"Kau benar."

Dan karena melihat hal itu. Masahiro dan Boboiboy malah tertawa geli dan melupakan rasa sesak di dada mereka.

sementara itu

Fang dan Rei yang awalnya tengah asik berbincang tiba-tiba terdiam saat merasakan dua tatapan tajam di punggung mereka.

"sepertinya 2 orang sudah menyerah dan 2 orang lagi sangat kesal." ucap Rei tanpa ingin melihat siapa yang tengah menatap tajam mereka kini.

Ya, sedari tadi. Fang maupun Rui merasakan 4 tatapan yng tertuju kepada mereka dan mereka dengan hebatnya mengabaikan semua tatapan itu selama hampir satu jam ini.

"Hei Pang. menurutmu siapa dua orang yang terakhir?"

"Entah, ngomong-ngomong, apa kau sudah mendengar lagu ini ?"

Rei melihat sebuah judul lagu yang tertera di layar hologram, "Sudah, liriknya sangat bagus."

Fang mengangguk, "ini lagu duet. dan dari ini tampak seperti mereka tengah saling menguatkan satu sama lain dan di akhiri dengan mereka yang mampu memberikan semangat kepada orang lain."

"Ya, lagu yang sangat bagus. Aku ingin menonton konser mereka. Sayang tiketnya sudah habis."

"Ya, tapi setidaknya kita bisa menontonnya secara streaming. Ya, itupun jika kita tidak punya misi."

"Ah. bagaimana dengan lagu ini?"

kali ini Fang lah yang melihat judul lagu dan mengangguk saat ia tau lagu apa yang ditunjukan oleh Rei.

"Ya, dari liriknya seperti mengatakan bahwa seorang pecundang sekalipun mampu mengubah dunia."

"Ya, dari lagu ini kita belajar bahwa kita tidak boleh meremehkan seseorang bahkan jika ia mendapatkan julukan seorang pecundang sekalipun."

"Ya. karena kita tidak tau apa yang ada di baliknya."

Dan keduanya kembali membahas mengenai berbagai macam musik yang mereka tau dari planet bumi dan mengabaikan 2 tatapan tajam yang mengarah kearah mereka.


"apa kalian memperhatikan?" Tanya komandan Koko Ci kepada kedua orang di hadapannya.

"Ya." jawab keduanya tanpa mengalihkan pandangan mereka.

komandan Koko Ci hanya bisa menghela nafas saja saat sudah melihat tatapan kedua orang itu tertuju kemana.

"Lebih baik kalian samperin mereka." saran komandan yang hanya di jawab keheningan untuk beberapa saat...

"... Aku tidak ingin merusak kesenangan mereka."

komandan hanya menghela nafas, "jika kalian bersikap normal layaknya seorang kakak di depan mereka. Maka mereka akan dengan senang hati menyambut kalian." batin komandan yang lagi-lagi menghela nafas melihat sifat kedua kapten di depannya ini.

Selesai.


hai, kembali dengan saya di fandom ini.

kemarin kan story nya tentang Fang dan Rei/Rui (oc).

nah sekarang tentang Boboiboy dan Masahiro (oc)

dan entah kenapa setiap aku ingin membuat cerita di fandom ini. rasanya akan kurang bagaimana begitu jika tidak menyindir sikap Kaizo.

(karena aku sedikit kasian sama dia. aku buat dia kesindir bersama dengan Aoi (oc) kakaknya Rei/Rui (oc))

rasanya sangat senang setelah berhasil menyindir kedua kapten itu. apalagi kalau bisa buat mereka cemburu hahaha

Fang dan Rei: lu yang ngetik tapi gua yang kena dampaknya tau gak?

me: kagak :)

Fang: ... Harimau bayang!

Rei: ... Seribu kilatan peluru!

me: Napa kalian nyerang aku oi!! (berusaha kabur)

me: ok all, sampai jumpa lagi semuanya! aku nyelametin diri dulu bye bye~

Fang dan Rei: jangan lari!!!!!