Penyampaian pesan dari Ordo Magdalena Untuk Anda

Sinopsis : Tahun 1930 Chrono & Rosette berada di markas besar Ordo Magdalena Cabang Kota San Fransisco. Mendapatkan Misi baru dari Direktur cabang San Fransisco Suster Maria.

Note : Ini adalah Crossover antara Anime Chrono Crusade dan Game Mafia Remake. Hanya hiburan belaka bukan sebagai plagiat.


I

Misi Baru

Pada tahun 1930, bulan September hari minggu di kota San Fransisco, Rosette dan Chrono sedang beristirahat di markas besar Ordo Magdalena cabang kota San Fransico, setelah setahun yang lalu mereka melakukan misi mereka sebelumnya menyelamatkan adiknya Joshua dari cengkraman organisasi Aion dan misi-misi menghancurkan organisasi kriminal.

Di pagi hari Rosette dan Chrono dari dalam kamarnya masing-masing mendapatkan telepon yang dikhususkan untuk panggilan misi dari operator Ordo.

"Rosette, Chrono segera pergi ke ruangan Suster Maria!. Ada tugas penting untuk kalian yang harus dilakukan!." Rosette merasa kesal karena istirahatnya diganggu dan begitupun juga dengan Chrono.

"Ya tuhan bisakah aku istirahat penuh dan suruh saja agen lain yang melakukannya!". Dia marah dan merengek dengan rambut yang berantakan dan lemas. Dia bangkit menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berpakaian seperti biasanya.

"Sepertinya misi yang baru. Ada saja tugas yang harus selalu aku dan Rosette kerjakan". Chrono bangkit dari kasurnya dan segera mandi lalu berganti pakaian menuju ke kantor untuk melihat misi baru.

Disaat yang bersamaan Chrono berjalan di koridor dan bertemu dengan Rosette. Mereka berjalan dengan firasat akan mendapatkan tugas yang lebih berat.

"Hey Rosette!, menurutmu tugas apa yang diberikan oleh kita ?". Rosette membalas dengan tatapan yang kurang bersemangat.

"Entahlah mungkin kita akan menghadapi mahluk-mahluk yang mengerikan lagi atau para kriminal". Mereka berdua akhrinya tiba di ruangan kantor milik pemimpin cabang di San Fransico yang bernama suster Maria.

Mereka berdua duduk dan menunggu kedatangan Suster Maria selama 10 menit dan akhribya ia datang dari dalam kamarnya yang memiliki pintu akses langsugn ke kantornya dan menunggu misi apa yang akan dijalankan.

"Selamat pagi Chrono dan Rosette!. Aku punya misi baru untuk kalian berdua, dan ini sangat harus dilakukan hari ini juga!'. Suster Maria menatap mereka berdua dengan tatapan tajam dan sangat serius.

"Misi apa yang harus kami jalankan?". Rosette bertanya dengan penasaran yang tinggi.

"Misi kalian adalah membunuh seorang mantan anggota Ordo, bernama William. Ia mengkhianati Ordo kita dan membeberkan informasi kepada Mafia, Kriminal Internasional dan anggota Aion. Selain itu William ini juga pernah membunuh beberapa anggota kita yang tahu setiap kejahatannya. Dia selalu memanipulasi aksinya agar tidak diketahui. Dia adalah agen aktif dari tahun 1900, hingga 1920. Setelah tahun 1920 dia tidak terdengar lagi kabarnya dan memiliki identitas palsu. Sekarang aku mendapatkan informasi keberadaannya dari intel kita dan ini lokasi alamat serta fotonya". Rosette dan Chrono melihat alamat dan foto target. Terkejut dengan misi baru yang akan mereka jalankan dengan keraguan ditambah jantung berdetak kencang.

Mereka berdua sangat ragu untuk melakukannya. Karena terdengar seperti pembunuh bayaran . Tapi perintah tetaplah perintah, apalagi yang dibunuh adalah orang yang berkhianat dan berbahaya.

"Sebenarnya aku dan Chrono sangat keberatan untuk melakukannya. Tapi karena orang itu berbahaya dan sudah menghkianati Ordo. Kami akan bersedia melakukannya". Rosette menyetujui untuk melakukan misi tersebut, walaupun ia ragu-ragu.


II

Eksekusi Dijalankan

"Baiklah kalian bersedia, tapi sekarang Rosette kamu sebaiknya mengganti bajumu dengan pakaian sipil gaun putih dan rok ungu panjang yang biasa kamu gunakan. agar tidak dicurigai oleh William. Karena jika kamu mendatanginya dengan baju biarawati Ordo, dia akan tahu dan akan langsung melarikan diri dan menghilang kembali".

"Bagaimana dengan penampilanku?. Apakah harus diganti juga?". Chrono memberikan saran apakah ia harus berpakaian lain untuk menyamar seperti Rosette atau tidak.

"Pakaian merah mu itu sudah seperti pakaian yang biasanya digunakan oleh orang eropa. William tidak akan curiga. Oke sudah jelas semuanya".

Suster Maria setelah selesai memberikan infromasi misi kepada keduanya berharap yakin mereka berdua bisa menjalakannya. Ia memberikan senjata shotgun jenis Remington Model a-10 yang di lengkapi dengan peredam suara. kepada Rosette dan harus Rosette yang menembak sementara Chrono akan menyampaikan pesan sebelum William ditembak.

"Jadi kalian akan membunuhnya di halaman depan rumahnya dan menurut intel William biasanya, suka sekali duduk di meja halaman depan rumahnya yang tidak memiliki pagar dan penjagaan yang ketat, akan lebih mudah untuk mengeksekusinya. Ini Chrono catatan pesan yang harus kamu sampaikan pada William dan harus seperti yang saya tulis".

Chrono mengambil note tersebut dan mengingat apa yang harus dia katakan.

"Ordo Magdalena mengirimkan salam untuk anda". Chrono membaca dan menyimpan note tersebut ke dalam saku celananya.

"Jadi Rosette kau yang akan menembak William, tapi pertama Chrono menyampaikan pesan kepadanya. Setelah itu baru kau tembak, setelah target tewas kalian Kembali lagi ke kesini". Suster Maria menyarankan agar keduanya, cepat Kembali setelah melakukan eksekusi agar tidak ada saksi mata yang melihat.

"Oke Kami berdua mengerti!". Rosette dan Chrono keluar dari ruangan untuk menjalankan misi pembunuhan ini dan Rosette menuju ke kamarnya dan mengganti baju sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh suster Maria. Chrono menunggu di mobil di parkiran.

Rosette akhirnya selesai mengganti baju dan membawa shotgun yang diberikan oleh suster Maria dan segera menuju ke mobil. Sesampainya di mobil dan dalam perjalanan menuju ke rumah terget mereka berdua berbincang mengenai misi yang tidak biasa ini.

"Misi ini tidak seperti biasanya ya?. Baru pertama kali ini kita mendapatkan misi seperti pembunuh bayaran. Hanya membunuh satu orang, dan sepertinya lebih cepat selesai ketimbang melawan Aion & Mafia.". Chrono berpendapat kepada Rosette tentang misi pertama mereka membunuh seorang penghianat.

"Ini akan menjadi misi termudah yang belum pernah serumit yang kita jalani sebelumnya.". Balas Rosette tegas sambil mencengkram keras kemudi.

"Jadi ini hanya sederhana saja, aku tidak perlu berubah atau mennggunakan kekuatanku untuk membunuhnya, Hanya menyampaikan pesan dan bangg". Rosette tidak merespon pendapat Chrono dan fokus menyetir ke rumah taget.

Di perjalan menuju pinggiran kota melewati jembatan terbesar di San Fransisco. Mereka melihat Kembali catatan alamat tempat tinggalnya yang berada di wilayah Oakland arah timur Kota. Sebuah perumahan umum yang bernama Green Paradise, 5,8 kilometer dari pusat kota. 15 menit memakan waktu perjalanan, mereka mulai dekat dengan posisi rumah target. Rosette melihat Kembali foto William untuk memastikan bahwa memang target benar-benar William.

"Lihat Chrono ini dia gambar orangnya!. Sepertinya dia berusia awal 50-an. Kamu harus ingat apa yang harus kamu katakan kepada orang itu sebelum aku menembaknya?, sesuai dengan perintah suster Maria". Rosette ingin Chrono mengingat Kembali apa yang harus dilakukan semestinya.

"Oke Rosette aku ingat". Chrono menjawab dengan pikirannya yang terus konsentrasi.

Mereka akhirnya sampai di rumah William dan terlihat ia sedang duduk di meja teras dan menikmati sarapan paginya sendirian.

"Oke Chrono ini dia, 100 % terbukti bahwa dia memang William dan tidak salah lagi, ciri-cirinya sama persis seperti di foto". Rosette memarkirkan mobil tepat di sebelah rumah William & mereka berdua mulai turun dan Rosette mengisi peluru 2 butir lalu menyembunyikan senjatanya di balik punggungnya.

Mereka berdua berjalan santai menghampiri William yang sedang asik menikmati sarapannya. Mereka berdua berhenti dan menatap target dari jarak 4 centimeter. Keadaan sekitar rumah sangat sepi dan tidak ada pengawal pribadi dari William. Terget tidak sadar kehadiran kedua agen Ordo Magdalena yang akan mengakhiri hidupnya.

"Selamat pagi Tuan William!." Chrono menyapa William dengan nada yang lembut dengan tatapan tajam dan tersenyum. William pun merespon dengan bingung kehadiran Rosette dan Chrono dengan rasa curiga dicampur ketakutan.

"Maaf tapi siapa kalian berdua?!, dan bagaimana kalian kalian tahu namaku dan dimana aku tinggal?!". William kaget ditambah kulitnya pucat dan langsung berdiri menatap keduanya ingin segera berlari cepat. Meninggalkan sarapannya yang hampir habis. Dia merasa pasti mereka berdua adalah suruhan dari Ordo Magdalena. Dia seharusnya sudah aman dengan identitas barunya, tanpa diketahui oleh Ordo Magdalena tapi sudah terbongkar.

Rosette diam-diam kedua tangannya bersiap untuk mengeluarkan Shotgun dan mengkokang shotgunnya, bersiap membidik ke arah perut dan dada William.

"Tidak penting siapa kami berdua ini Tuan. Ordo Magdalena mengirimkan salam untuk anda!". Chrono membalas dengan tatapan yang lebih tajam, begitupun dengan Rosette seperti malaikat maut.

"Bang….!.". Rosette mengeluarkan Shotgun dari balik punggungnya dan menembak tepat di bagian perut dan dada yang langsung mengenai organ usus dan jantung. William yang sudah terpojok tidak bisa sempat melarikan diri atau melawan ia pasrah harus mati ditangan keduanya.

"Arghhh!". William yang tertembak terpental ke arah meja dan mendarat di atas meja yang berisi sarapannya noda darah merembes diatas meja sekaligus ke bagian makanan, piring, gelas. Langsung menewaskannya seketika. Peredam suara membuat suara tembakan seperti hembusan angin biasa.

"Oke dia sudah mati, sekarang ayo kita pergi dari sini ada yang melihat kita Chrono!". Rosette dan Chrono menatap mayat William dan memastikan ia sudah benar-benar mati. Segera mereka berdua menuju Kembali ke mobil dan Kembali ke markas besar.

Didalam mobil mereka berdua berbincang-bincang mengenai aksi mereka tadi.

"Jujur saja Ros, aku tidak kuat melihatnya tewas seperti itu!. Ini adalah misi pembunuhan yang membuat aku ngeri dari pada misi-misi sebelumnya". Chrono mengatakan secara jujur bahwa misi pembunuhan ini sepertinya membuat ia sangat ketakutan gemetar.

"Aku juga tapi ini adalah misi yang harus dijalankan dan William itu pantas mendapatkan ganjarannya". Rosette membalas dengan ekspresi panik dan terus terbayangkan William yang sudah tewas tertembak olehnya dan bersimpah darah di perut, mulut dan meja makannya.

Baru beberapa meter dari arah rumah William Chrono dan Rosette melihat Kembali kearah rumah target, dari balik kaca spion dan ternyata anggota keluarga William histeris berlarian ke luar melihat target yang sudah tewas tertembak oleh Rosette.

Rosette & Chrono merasa bersalah karena telah membunuh seorang ayah yang sedang memiliki waktu dengan keluarganya. Namun ia adalah penjahat dan penghianat yang pantas mendapatkan ganjaran dari perbuatannya di masa lalu.

"Kita tidak diberi tahu bahwa William ini punya keluarga, aku pikir ia hidup sendiri atau hanya dengan pembantu". Chrono juga melihat dan ia merasa informasi yang diberi tahu oleh Ordo kurang lengkap.

"Ini terakhir kalinya kita melakukan tugas ini untuk kedepannya kita tidak akan melakukannya lagi!". Rosette membalas dengan emosi dan rasa bersalah yang tertambahkan, melihat kejadian di belakang dan menginjak gas dengan cepat menuju Kembali ke markas.

Selama perjalanan Kembali ke markas, mereka berdua masih shock dan trauma membayangkan apa yang baru saja mereka lakukan terhadap target.


III

Penyesalan

Sesampainya di markas Rosette dan Chrono memarkir mobil & langsung berlarian menuju ke ruangan suster Maria dengan penuh emosi.

"Jadi William sudah mati?. Jawab aku anak-anak!". Maria menatap dengan tatapan menunggu konfirmasi dari Rosette dan Chrono.

"Dia sudah kami bunuh tapi kamu sangat keterlaluan Maria!. Kenapa kamu tidak bilang bahwa ia punya keluarga yang tinggal Bersama dengan anak-anaknya yang masih remaja dan istrinya..!, Mereka pasti akan membalaskan dendam dan mengincar kami berdua". Rosette dan Chrono menjawab dengan bersamaan dan emosi karena tidak diberitahukan bahwa target memiliki keluarga.

"Maaf kalau aku tidak memberi tahu kalian yang sebenarnya. Karena aku ingin misi ini segera selesai karena jika tidak dilaksanakan target William ini akan segera pindah ke kota yang baru dengan identitas yang baru lagi". Maria memberikan alasannya dengan terburu-buru memberikan informasi yang kurang lengkap. Dia merasa harus segera melakukan apa yang harus ia lakukan.

"Kalian berdua tenang saja karena aku sudah menyuruh dan membayar polisi sebelumnya untuk tidak menginvestigasi atas Tindakan pembunuhan terhadap William dan jejak kalian dan Ordo ini tidak penah diketahui siapapun. Sehingga keluarga korban akan dimanipulasi oleh polisi dan kalian akan aman". Maria berusaha untuk menenangkan Rosette dan Chrono dan aksi mereka bertiga akan ditutupi dengan segala cara.

"Ini terakhir kali kamu menugaskan kami yang seperti ini..!. Misi berikutnya aku dan Chrono tidak akan melakukannya lagi. Kami berdua merasa bersalah besar karena membunuh orang yang memang pantas mati namun memiliki keluarga yang sedang berkembang".

Rosette menjawab dengan tegas dan tatapan benci terhadap Maria, begitupun dengan Chrono yang membuang muka dari pandangan Maria.

"Oke ini yang terakhir aku janji kedepannya kalian tidak akan aku libatkan lagi, kalian akan menghadapi misi-misi seperti biasanya. Aku berjanji akan mencari orang lain untuk misi pembunuhan bagi penghianat, kalian sekarang boleh istirahat dan ini uang muka kalian atas misi ini". Chrono dan Rosette mendapatkan uang muka berdua masing- masing 90 $ dollar.

"Terima kasih Maria ini cukup untuk aku dan Chrono, Jhosua, Azmaria makan di restoran Italia hari rabu besok". Biarpun kesal Rosette dan Chrono akhirnya mendapatkan uang muka yang lumayan banyak.

Mereka berdua pergi Kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat.

Joshua yang sedang berjalan keluar dari kamarnya tidak sengaja melihat Kakak perempuannya dan Chrono berjalan dan ia berusaha menyapa mereka berdua namun, tidak direspon oleh keduanya. Mereka berdua berjalan seperti tidak peduli terhadap siapapun di sekitar mereka.

"Kenapa mereka sombong sekali ya?. Biasanya kalau disapa selalu menyapa balik dan tersenyum". Joshua bingung dan tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi pada keduanya. Dia lalu pergi untuk ke perpustakaan


IV

Pembalasan

Sementara itu di kota Lost Heaven, provinsi Illinoist. 2 hari setelah kematian William yang menjadi kabar besar di seluruh Amerika termasuk Lost heaven. Baik dalam koran, televisi atau radio, seorang Mafia besar bernama Don Sallieri mendengar kabar buruk tersebut dan ia lalu berkumpul dengan anggotanya di ruangan rapat restorannya. Bersama dengan beberapa anggota seperti Sam, Paulie, juga anggota barunya bernama Tommy Angelo untuk membahas kasus ini.

"William dia adalah temanku yang setia padaku sekaligus informanku dan penggerak bisnis dari kerajaan keluarga kriminalku ini, sejak tahun 1900. Aku tidak sangka dia akan mati mengenaskan seperti itu dan kita akan buru lalu bunuh orang-orang yang telah membunuhnya..!". Don benar-benar marah hingga ia memukul meja hingga terdengar keras ole seluruh anggota dan penghuni restoran.

"Apa rencana kita untuk membalaskan kematian William Tuan Sallieri?". Tommy bertanya kepada bos barunya dengan semangat tinggi.

"Jadi aku akan mengutus kamu Angelo, Sam, Paulie dan 9 anggota lainnya untuk pergi ke kota San Fransisco besok siang untuk mencari jejak-jejak orang yang terlibat dengan pembunuhan William. Aku tetap disini dan akan mengontak orang dalam di kepolisian San Fransisco yang akan aku hubungi malam ini dan mereka akan menemui kalian di sana dengan lokasi yang akan mereka tentukan". Sallieri menyudahi rapat dan semua anggota membubarkan diri dan pulang ke kediaman masing-masing.

"Hei orang baru, maksudku Angelo!. Apa kamu siap pergi jauh besok ke San Fransisco untuk misi balas dendam ini?. Sam bertanya kepada Angelo sambil berjalan keluar restoran milik Sallieri bersamaan dengan Pauli dan anggota lain.

"Tentu saja Sam!. Aku baru bergabung 3 hari dan sekarang ini adalah waktunya kau untuk menunjukkan kesetiaanku kepada Tuan Sallieri". Angelo ditertawakan oleh Paulie dari arah belakang dengan sindiran meledek.

"Tidak perlu begitu yakin pemula!. Kamu masih terlihat ingusan dan aku dan Sam ini lebih berpengalaman dari pada kamu!. Jangan sampai kamu mati konyol di misi besarmu ini.. he.. he..". Angelo merasa kesal dalam hati karena ledekan dari Paulie. Sam hanya terdiam melihat pendapat Paulie kepada Angelo.

Esok paginya Anggota Mafia Sallieri pergi meuju ke San Fransisco dengan pesawat pribadi dari bandara Lost Heaven mereka dan beberapa persenjataan telah mereka siapkan untuk mengejar Chrono, Rosette, Suster Maria dan beberapa yang terlibat dalam pembunuhan William.

Pada hari rabu tepat pada saat anggota Sallieri di tengah perjalanan. Chrono, Rosette, Azhmaria, dan Joshua sedang makan di restoran Italia di pusat Kota San Fransisco.

"Jadi Kak Rosette misi apa yang kamu kerjakan pada hari minggu yang lalu?. Rosette menjawab dengan bersedih menjawab pertanyaan adiknya, sementara Azmaria seperti bingung dengan ekspresi wajah Chrono dan Rosette yang merasa bersalah.

"Aku dan Chrono disuruh oleh Suster Maria untuk membunuh penghianat mantan agen dari Ordo Madgalena bernama William. Ia orang yang bekerja sama dengan Aion dan organisasi kriminal di seluruh dunia dan setelah aku dan Chrono membunuhnya anggota keluarga lainnya keluar dari rumahnya dan menangis sedih karena ayahnya telah tewas mengenaskan oleh kami". Rosette menjelaskan dengan pelan agar tidak didengar orang lain dengan raut wajah berekspresi sedih dan bersalah besar.

"Biarpun kamu bersalah tapi orang yang kamu binuh itu pantas mati!. Karena ia berbahaya jika dibiarkan hidup". Joshua berusaha membenarkan Tindakan yang dilakukan oleh Rosette adalah benar.

Azhmaria dan Chrono tidak mengucapkan satupun kalimat dari mulut mereka dan fokus dengan makanan mereka. Sementara di luar restoran polisi korup yang sudah di kontak oleh Don Sallieri telah memotret mereka diam-diam dari mobil patroli mereka. Mereka berempat tidak sadar bahwa sedang diintai oleh kaki tangan Don Sallieri.

"Yang sedang makan di sana, gadis muda itu sepertinya adalah dua orang yang dikatakan dari divisi yang menangani kasus penembakan William adalah pelakunya. Dan satu lagi orang yang menggunakan pakaian seperti pakaian bangsawan eropa dari abad-18, dengan rambut ungu dan ikat kepala merah. Namun ia sepertinya memiliki bentuk telinga yang aneh dna tidak seperti orang normal miliki?". Saat sedang mengidetinfikasi Rosette dan Chrono bahwa memang mereka pelakunya. Tiba-tiba salah satu dari rekan polisi korup tersebut mendapatkan kabar dari telepon khusus dari anggota korup lainnya, bahwa anggota geng Sallieri sudah tiba di bandara.

"Oke kami akan segera ke sana dan suruh mereka semua untuk menunggu di bandara sampai kami tiba!". Kedua polisi korup itu akhirnya pergi menuju ke bandara dan mereka saling berbincang mengenai pengamatan mereka.

"Kita dapat juga akhirnya orang yang sudah 100% pelaku dari pembunuhan William. Namun kita belum mendapatkan informasi lengkap mengenai identitas dan latar belakang dari kedua orang tersebut". Kamera mengeluarkan hasil foto Rosette dan Chrono dan akan di sampaikan kepada anggota Sallieri di tempat pertemuan.

"Hey bung aku akan mengontak bagian investigasi yang memilki catatan identitas setiap orang di kota ini". Salah satu anggota polisi mengatakan akan segera menemukan identitas Chrono & Rosette yang sebenarnya.

Polisi yang mengintai tersebut sudah sampai di bandara beserta kapten mereka yang juga korup. Mereka menyambut anggota Sallieri termasuk Sam, Angelo, Paulie sekaligus.

"Selamat datang di kota San Fransisco para Mafioso Sallieri!. Jadi kalian akan kami antarkan ke hotel termewah di pusat kota dan kita akan membahas rencana kalian". Salah seorang kapten polisi yang tidak ia sebutkan namanya membawa rombongan mafia menuju ke hotel. Dalam perjalanan menuju hotel menggunakan bus sewaan dari polisi trio mafia saling berbicara.

"Ini dia San Fransisco Angelo, Paulie!". Sam berbicara dengan nada yang keras dan mengarah kea rah pandangan wajah Angelo dan Paulie.

"Aku tidak sabar menghadapi orang-orang yang membunuh rekan Don Sallieri". Angelo membalas dengan mengatakan akan memburu pelakunya. Sam hanya terdiam dan menikmati pemandangan dari dalam bus.

Mereka semua sampai di hotel dan mulai menurunkan barang-barang bawaan mereka seperti koper, senjata api, peralatan lainnya. Setelah mereka istirahat di kamar masing-masing selama 10 menit. Mereka semua keluar kamar dan berkumpul di ruang pertemuan hotel dengan kepala polisi San Fransisco yang korup.

"Selamat datang kalian semua anggota Don Sallieri yang terhormat dan saya kepala polisi yang bernama John Smith. Jadi anak buah saya sudah mendapatkan informasi berupa foto orang yang memang terlibat dalam pembunuhan Tuan Wiilliam". Kepala polisi itu menunjukkan foto Rosette dan Chrono yang sedang makan di restoran kepada anggota Sallieri. Sam, Angelo, Paulie bersamaan dengan anggota lainnya kaget karena melihat pelakunya ternyata masih muda berusia sekitar 19 tahun.

"Mustahil pelakunya berusia 19 tahun?, dan ia adalah perempuan muda?. Baru pertama kali ini kita melihat pembunuh Wanita remaja?". Sam dan Paulie berbicara bersamaan kaget melihat foto sasaran mereka. Angelo hanya terdiam duduk dan berpikir yang sama seperti Sam dan Paulie.

"Jadi berdasarkan dari informasi dari hasil penyelidikan identitas kedua target kalian ini. Perempuan bernama Rosette Christopher. Dia berusia 19 tahun dan profesinya adalah pengusir setan dan pembasmi kriminal dari Ordo Magdalena yang cabangnya ada di seluruh dunia. Dia memiliki skill menembak, bela diri, pengintaian, penyamaran, Sementara yang satunya lagi bernama Chrono, dia ini tidak memiliki identitas yang lengkap dan nama asli. Dia selalu dipanggil Chrono dan rumor mengatakan bahwa ia bukan manusia biasa. Namun Iblis yang menjadi rekan dengan Rosette dan memiliki kekuatan yang susah untuk dinalar. Setiap melakukan kegiatan misi mereka berdua selalu bersama." Kepala Polisi korup itu menyampaikan informasi mengenai Rosette dan Chrono dengan detail dan hal ini membuat kaget anggota Sallieri.

"Siapa yang memerintahkan pembunuhan terhadap Tuan William oleh Chrono dan Rosette ini belum diketahui identitasnya. Saya hanya mendapatkan kedua identitas dari kantor pusat". Untungnya Suster maria tidak disebutkan sebagai dalang pembunuhan.

"Hah Iblis dan pembasmi Setan?. Ini sangat konyol dan tidak masuk akal?. Apa penyebab kedua orang aneh itu dengan mereka membunuh William?. Angelo kaget dan kebingungan, dia merasa ini adalah sesuatu yang tidak pernah ia alami sebelumnya. Dia tidak pernah tahu tentang yang Namanya Ordo Magdalena maupun Iblis.

"Wah.. wah.. wah. Ini akan seperti dalam film fantasy Dracula. Jadi kita akan menghadapi Iblis sungguhan!". Paulie juga kaget dan tidak bingung seperti Tommy, tetapi ia bersikeras untuk tetap menjalanlan misi.

"Aku tidak peduli siapa kedua orang ini!. Biarpun mereka masih terlihat remaja dan satunya Iblis. Namun mereka harus menerima apa yang mereka lakukan pada Tuan William." Sam tidak takut sama sekali, wajah dan perasaannya yang emosi tidak sabar ingin memburu keduanya.

"Menurut informasi dari tempat tinggal mereka, adalah sebuah markas besar dari Ordo Magdalena yang tidak jauh dari hotel ini. Saya sarankan kalian menyamar sebagai petugas kebersihan yang berpura – pura untuk membersihkan Gedung. Lalu sembunyikan senjata kalian di dalam tas yang pura-pura berisi seolah-olah peralatan untuk membersihkan. Lalu kalian beraksi pada saat mereka lengah dan cari kedua orang ini, lalu bunuh. Setelah misi kalian selesai kalian akan pulang dengan kereta api pribadi langsung menuju ke loast Heaven, jejak kalian akan saya tutupi sebisa mungkin. Kami tidak tahu apakah Chrono itu Iblis sungguhan atau hanya julukan saja, baik sampai disini saya dan anggota lainnya harus Kembali ke kantor karena ada urusan lain". Kepala polisi itu menyudahi rapat dan semua anggota polisi korup mulai keluar hotel untuk menjalankan tugas kotor mereka dan anggota Mafia Kembali ke kamarnya masing-masing untuk mempersiapkan serangan di esok hari.

"Kalau Chrono itu Iblis sungguhan dan tidak bisa mati lebih baik kita habisi Rosette saja. Karena Rosette lah yang menembak William dan sebagai pesan bagi Iblis itu untuk merasakan rasanya kehilangan. Angelo memberikan pendapat kepada anggota lain termasuk Sam dan Paulie. Namun sam bersikeras tetap ingin membunuh Chrono sekaligus.

"Tidak bisa Tommy, Iblis ini juga harus menyusul pacar wanitanya itu ke neraka juga!. Kita lihat saja nanti apakah benar atau tidak di aitu Iblis sungguhan atau hanya julukan saja". Sam memberikan pendapat untuk menyemangati semuanya agar tidak mengacaukan misi.

"Benar juga kamu Sam!". Salah satu anggota lain memberikan pendapat yang sama.

"Terserah kamu, tapi aku punya firasat buruk mengenai misi besok sam". Angelo pasrah terhadap Tindakan Sam untuk bersikeras melawan Iblis Chrono. Paulie hanya terdiam dan wajahnya menjadi seperti orang ketakutan.

"Baru pertama kali ini kita semua menghadapi yang namanya Iblis Chrono & Ordo Magdalena yang aneh ini?. Ini akan lebih rumit daripada menghadapi Morello". Salah satu anggota merasa bahwa Ordo Magdalena lebih rumit ketimbang dengan musuh mereka Morello.

"Ini sangat aneh dan diluar nalar kita semua geng. Tapi tetap kita akan jalankan Bersama!". Beberapa anggota lainnya mengatakan kalimat semangat biarpun ketakutan di belakang Tommy, Sam, dan Paulie.

Mereka lalu sampai kamar masing-masing dan beristirahat.


V

Don Sallieri Mengirimkan Salam

Pada Kamis pagi semua anggota mendapatkan seragam petugas kebersihan untuk menyamar masuk ke Gedung Ordo Magdalena tanpa dicurigai. Dengan Identitas palsu yang sudah dibuat oleh Polisi Korup.

Mereka pergi ke halaman parkiran hotel disana mereka mengganti bajunya, termasuk Sam, Paulie, Angelo. Mereka akhirnya berangkat menggunakan kendaraan kursus pembersihan Gedung.

Rombongan Sallieri yang menyamar akhirnya sampai di markas besar Ordo Magadalena cabang San Fransisco. Saat turun di lobby utama mereka langsung masuk melalui pintu utama dan mengambil barang bawaan mereka yang sebenarnya senjata. Mereka semua mulai berpencar untuk mencari Chrono dan Rosette.

"Tempat ini lumayan besar juga ya?. Ada gereja dan asrama, Ini mengingatkanku akan rumah besar milik bawahan Morello. Mereka sepertinya lebih mirip organisasi pembunuh bayaran". Sam mengatakan kepada Paulie, dan Angelo secara pelan dan berbisik. Paulie dan Angelo merespon balik bersamaan.

"Ingat prioritas kita disini adalah mencari kedua target, kita bunuh dan pulang kembali ke Lost Heaven". Sam tidak berkata-kata lagi setelah mendengarkan balasan dari keduanya.

Sementara itu di Asrama Ordo Magdalena. Chrono yang sedang berada di meja kamarnya sedang membaca buku, tiba – tiba saja merasa gelisah dan tidak nyaman. Ia punya firasat bahwa akan datang pembalasan dari, orang-orang yang memiliki hubungan dengan William.

"Uhh..! kenapa perasaanku tidak nyaman begini ya?. Indera iblisku merasakan bahwa mereka akan datang kesini. Aku harus segera memperingatkan Rosette untuk bersiap – siap menghadapi serangan balasan ini". Chrono langsung berlari menuju kamar Rosette. Begitu ia sampai ke kamarnya, ia mengetik pintu kamarnya dengan kencang.

"Tok.. Tok.. !, hey Rosette biarkan aku masuk!. Ada hal penting yang harus aku sampaikan!". Chrono mengetuk dan memanggil Rosette dari luar, Rosette yang mendengar dengan posisi sedang lemas tertidur mendatanginya dan membuka pintu dengan emosi.

"Apa-apan sih kamu ini?!. Mengganggu orang sedang istirahat saja:, Rosette membuka pintu dengan penampilan yang acak-acakan dan masih mengantuk. Chrono masuk kedalam dan mulai menceritakan firasat yang ia dapatkan.

"Aku memiliki firasat dari inderaku bahwa akan datang orang-orang yang membalaskan dendam terhadap target yang kita bunuh dan mereka akan membunuh kita berdua, kemungkinan juga semua anggota yang terlibat termasuk juga Suster maria!". Chrono menyampaikan dengan berkeringat dan perasaan takut yang besar.

"Sudah kubilang William pasti punya koneksi dengan Kriminal dan mereka memiliki orang dalam di kepolisian untuk melacak kita!. Seharusnya kita tidak melakukan misi tersebut dan semua ini tidak bakalan menjadi bumerang". Rosette juga ikut panik mendengar apa yang Chrono sampaikan padanya dan entah harus bagaimana lagi.

"Kita harus melawan mereka Ros!. Jika memang harus terjadi seperti itu, daripada kita yang dihabisi dan kamu mati muda!. Kalau aku karena aku ini Iblis. Aku mungkin bisa bertahan lama dan memiliki kekuatan super". Chrono akhirnya menyarankan kepada Rosette untuk melawan balik dan Rosette yang diambang ketakutan harus setuju.

"Baiklah itu ide yang bagus. Ayo kita pergi ke ruangan persenjataan untuk mengabil senapan Thomson, Shotgun, Pistol!". Rosette pun akhirnya pegi dengan Chrono ke bagian ruangan penyimpanan senjata api.

Namun sial ketika mereka berdua sedang berjalan melewati koridor yang melewati pintu masuk utama. Anggota Sallieri yang menyamar sudah masuk dan mereka berpapasan dari jarak 4 meter. Sam, Angelo, Paulie meneriaki Chrono dan Rosette dan semua anggota mengeluarkan senjata Thompson, Pistol, Shotgun yang disembunyikan dibalik tas, dan mengejar mereka berdua dan membuat kepanikan.

"Itu dia mereka kejar..!". Sorak Sam mengagetkan Chrono dan Rosette dan memaksa mereka berdua berlari menuju lokasi yang aman dari kejaran anggota Don Sallieri.

"Ringgg…..!. Perhatian ada serangan segera penjaga dan agen ambil senjata dan bunuh penyerang". Alarm berbunyi dan suara tanda peringatan dikeluarkan dari ruangan operator.

"Dor..!, Dor..!,. Terjadi baku tembak antara penjaga keamanan beserta agen-agen dari Ordo dengan anggota Sallieri. Anggota lainnya mengurusi penjaga kemanan dan agen, sementara Sam, Angelo, dan Paulie mengejar Chrono dan Rosette yang sudah hampir jauh dari pandangan mereka. Mereka bertiga menmbaki mereka berdua yang berlarian namun meleset. 2 Anggota Sallieri dan berapa agen serta penjaga keamaan Ordo tewas saling tembak.

" Ayo Rosette kita menuju arah lain yang terhubung dengan Gudang persenjataan. Aku akan melindungimu!". Chrono dan Rosette berlarian menuju rute lain untuk menuju keruangan penyimpanan senjata.

Dari arah belakang Sam, Angelo, Paulie terus mengejar mereka dan meneriaki keduannya dengan kalimat mengejek.

"Larilah terus kuda liar…!, ajal kalian sudah tiba. Ini balasan untuk orang yang berususan dengan Don Sallieri Nak". Sam dan Paulie mengejek Chrono dan Rosette supaya mereka semain takut dan akhirnya menyerah, sementara Angelo terus menatap tajam kearah Chrono.

"Akhirnya Chrono dan Rosette berhasil sampai ke Gudang senjata namun terkunci. Chrono akhirnya menggunakan kekuatanya untuk menghancurkan pintu dan mereka berdua segera mengabil beberapa persenjataan untuk melawan balik. Saat mereka didalam sedang mengambil persenjataan sialnya Angelo, Sam, Paulie sudah memergoki mereka dengan senjata ketiganya yang diarahkan ke arah kepala Chrono & Rosette.

"Akhirnya kita bertemu juga gadis manis!". Paulie meledek kearah Rosette dan menendang perutnya hingga membuatnya terdorong kea rah belakang dan menabrak tembok. Sehingga membuatnya tersungkur. Chrono yang melihat ingin mengeluarkan kekuatannya namun ditahan oleh Sam.

"Siapa kalian bertiga ini?". Dalam keadaan terkapar Rosette bertanya siapa orang-orang yang menyerang markas Ordo.

"Kami adalah anggota Mafia Don Sallieri, kami dari Kota Loast Heaven!. Kami kesini untuk membunuh kamu dan pacar anehmu ini, Kalian membunuh rekan bisnis dari Bos kami yang sangat dihormati William". Paulie menjelaskan dengan ekspresi berdarah dingin dan menatap tajam kearah Rosette sambil menodongkan senjata shotgunnya.

"Brengsek kalian..!, Rasaka-. Aarghh..!". Chrono tertembak di bagian perut dan kaki oleh Sam menggunakan senjata Thompson. Membuatnya tersungkur seketika, sebelum mengeluarkan kekuatannya. Rosette yang terbaring kesakitan akibat tendangan Paulie, marah melihat Sam membunuh Chrono.

'Tidak…!, Chrono! Kalian akan aku bunuh!". Rosette marah besar dan wajahnya dipenuhi ekspresi dendam terhadap Sam & Paulie.

"Kenapa kamu Bunuh rekan bos kami, William?. Cepat jawab sebelum aku merusak wajahmu yang cantik ini dengan timah panas..!". Angelo langsung mengiterogasi Rosette dan menjawab dengan ketakutan.

"Aku dan Chrono hanya diperintahkan oleh atasan kami. Karena Tuan William ini adalah mantan dari agen Ordo kami sendiri yang membangkang dan menghianati kami!. Kami ini bukan Organisasi Kriminal. Kami hanya melayani Tuhan dan Masyarakat dari segala bentuk kejahatan". Rosette menjelaskan kepada Trio Mafia, bahwa itu adalah tugas yang sudah semestinya ia lakukan. Namun tetap saja Sam, Paulie, Angelo tidak peduli. Namun Angelo tiba-tiba berubah pikiran.

"Hey Sam, Paulie kalian dengar penjesalan gadis ini?. Dia bukan tipe orang kriminal dan aku tidak tega untuk membunuhnya. Dia hanya menjalankan tugasnya karena ternyatatanpa sepengathuan kita William ternyata adalah mantan dari Organisasi Ordo Magdalena ini". Angelo merasa tidak tega harus membunuh Rosette selain karena alasannya benar, namun karena ia masih sangat muda dan tidak tega membunuhnya.

"Ahhh…!, kamu memang masih pemula. Minggir biar aku yang bunuh kalau begitu". Sam akhirnya yang mengajukan diri untuk membunuh Rosette.

"Maaf nona muda yang cantik. Tapi dalam dunia kami, jika seseorang merusak dan menghancurkan orang-orang yang bekerja sama dengan bosku maka ia harus mati. Disamping itu sepertinya pacarmu Chrono sepertinya tidak memilki kekuatan apapun, kecuali telinganya yang aneh seperti Elf". Sam menganggap remeh Chrono yang ia kira sudah tewas ia tembak.

"Rosette Christopher pesan dari bosku Don Sallieri kepadamu!". Pada saat Sam membidikkan senjatanya ke arah kepala Rosette, dan hampir menarik pelatuk. Chrono yang terkapar bersuara menakutkan dan berubah bentuk menjadi sosoknya yang sesungguhnya. Membuat panik Trio Mafia.

"Mustahil ia sudah mati..!, Bagaimana bisa dia bertahan dari tembakan sebanyak itu?!. Sam kaget begitupun dengan Pauli dan Angelo. Rosette membalas mereka dengan ledekan senyuman.

"Sudah kubilang dia itu memang iblis dan sekarang kalian akan dimangsanya, He.. he.. he..!". Rosette membalas dengan meledek ketiganya. Berhasil mengabil pistol Colt favoritnya yang disimpan di lemari dibelakang punggungnya, dan menembaki Paulie dan Sam di kaki.

"Dor..!, Dor..!, Tembakan Rosette menyerempet kedua kaki Sam dan Paulie dan membuat mereka berdua terjatuh kesakitan. Mereka menyuruh Tommy untuk menghabisi Rosette. Rosette sengaja menembak kaki mereka berdua agar tidak bisa lari dan dihabisi oleh Chrono yang sudah berubah menjadi sosok yang mengerikan.

"Arggh..!. Dasar brengsek kamu Rosette!. Tommy bunuh dia cepat!". Sam yang terluka dan susah untuk menembak karena sakit di kakinya, memerintahkan Angelo untuk membunuh Rosette. Sementara Paulie tidak dapat berbicara karena menahan sakit akibat tembakan Rosette.

Chrono yang bangkit dari luka tembakan, matanya menjadi merah menyala dan mulai mengeluarkan taring serta cakarannya. Bersiap untuk menyerang Trio Mafia.

"Tommy jangan diam saja tembak mereka berdua..!". Paulie yang sudah ketakutan dan terluka menyuruh Tommy menembak mereka berdua segera.

"Rasakan ini..!". Chrono akhirnya membunuh Sam dan Paulie yang terluka dengan menyayat leher mereka berdua dnegan kedua kukunya yang tajam dan mereka tewas seketika kehabisan darah. Sementara Tommy histeris melihat dua kawannya dibunuh dengan sadis dan mencoba menembak keduanya.


IV

Ini Baru Permulaan

"Tidak Paulie, Sam..!". Ia histeris melihat kedua sahabatnya harus tewas dan merasa kehilangan dua mentor terbaiknya.

"Kalian akan membayar untuk ini..!. Matilah…!. Tommy yang emosinya meledak dan langsung menembakkan senapan Thomsonnya ka arah Rosette dan Chrono. Namun Chrono mengeluarkan kekautan shield yang dapat menahan peluru dari tembakan Tommy.

"Kekuatan pelindung..!". Chrono mengeluarkan jurus pelindungnya dan langsung bergerak cepat kearah Rosette. Peluru tersebut tertangkis oleh kekuatan pelindung dari Chrono

"Dasar mahluk aneh bajingan..!". Oke aku mengaku kalah dan akan lari dari sini tapi ingat!, aku akan Kembali dan kalian akan mendapatkan serangan berikut yang lebih besar dari pada sekarang ini..!". Tommy merelakan kedua temannya tewas dan melepaskan Rosette dan Chrono untuk hidup sementara waktu.

Tommy berlari keluar dari ruangan penyimpanan senjata dan Rosette mengejarnya dan mulai menembakinya dan meneriakinya.

"Jangan lari kamu…!, terima ini Mafioso..!. Dor..!". Saat Rosette baru saja menembakinya sekali, Chrono menyarakankan Rosette untuk berhenti dan membiarkan Tommy pergi, karena balas dendam hanyalah memperbuurk keadaan.

"Sudah cukup Rosette, biarkan dia pergi..!". Aku sudah membunuh kedua temannya dan jangan ada korban lagi..!. Ini akan membuat kita termakan oleh nafsu dendam yang terkutuk". Rosette yang ingin membunuh Tommy karena kesal sudah menyerang markas Ordo, akhirnya mendengarkan saran dari Chrono.

"Oke Chrono sepertinya, ini sudah cukup dan biarkan ia pergi dan sisa pasukan dari Mafia ini anggota lain yang akan urusi. Sekarang kita ke kantor Suster Maria". Rosette dan Chrono tidak mengejar Tommy dan menghabisi sisa dari anggota Sallieri. Mereka berdua pergi ke ruangan Maria untuk memastikan apakah dia baik-baik saja.

Mereka pergi melalui jalur pintas lainnya agar lebih cepat dan akhirnya mereka sampai dan menemukan Suster Maria bersembunyi di bawah meja kerjanya.

"Hey Suster Maria!, kamu baik-baik saja?". Keduanya bertanya bersamaan dan Maria menjawab dengan menggigil ketakutan,

"Ya tadi aku mendengar ada baku tembak dan alarm peringatan serangan jadi aku memutuskan untuk bersembunyi di bawah mejaku. Aku mendapatkan laporan dari kantor polisi bahwa Sebagian polisi yang aku suruh untuk menutupi jejak kita ternyata Sebagian besar korup dan merupakan kaki tangan dari Mafia Don Sallieri, yang berasal dari kota Lost Heaven, Provinsi Illinoist". Suster Maria menjelaskan bahwa informasi dan jejak mengenai misi pembunuhan terhadap William bocor oleh Sebagian anggota yang korup.

"Jadi anggota polisi korup itu yang membeberkan rahasia dan identitas kita, sehingga mereka tahu dimana kita tinggal dan menyerang kita?". Chrono bertanya balik dengan emosi karena polisi yang sudah dipercayai oleh Ordo ternyata korup dan berkhianat.

"Iya aku baru diberitahu tadi melalui telepon dan pada saat mereka mengatakan ada yang korup dan memberikan bocoran terhadap kalian berdua, untung namaku tidak tersebutkan. Aku langsung mendengar suara temabakan yang ternyata ini adalah bentuk pembalasan dari Rekan William si Sallieri". Rosette dan Chrono merencanakan untuk kabur keluar San Fransico pada saat Maria mulai selesai menjelaskan semua yang terjadi.

"Kita harus kabur keluar kota untuk sementara waktu dan memiliki rumah aman, dengan pengawalan yang ketat. Apakah kamu punya orang untuk bisa melakukan itu Suster?". Rosette bertanya meyakinkan karena dia khawatir dirinya, Maria, Chrono sudah terancam.

"Aku punya tentu saja. Sebaiknya kita bawa juga Jhosua dan Azhmaria". Namun Maria baru ingat bahwa Adik Rosette dan Azhmaria sedang berada di lokasi wisata danau yang jaraknya lumayan jauh dari kota.

"Aku baru ingat adikmu dan Azhmaria sedang berjalan berdua ke danau wisata di luar kota dan jaraknya lumayan jauh dari sini. Aku akan mengirimkan orang untuk menjempur mereka dan membawa mereka ke rumah aman Bersama kita". Ia lalu menelepon orang-orangnya untuk pergi menemui Adik Rosette dan Azhmaria agar dilindungi dan dibawa ke tempat aman nantinya.

"Oke sudah dilakukan sekarang kita berkemas dan pergi dari sini menggunakan mobilku yang besar". Mereka bertiga berkemas membawa, senjata api, makanan dan minuman, pakaian, al-kitab, dll.

Tommy akhrinya berlari menuju ke tempat baku tembak dimulai di aula dan menyuruh Sebagian anggota lainnya untuk pergi dan Kembali ke kota Lost Heaven.

"Hey semua kita pergi dari sini!. Sam dan Paulie sudah mati dibunuh oleh Chrono!, dan ternyata target kedua adalah sosok iblis sungguhan dan lebih baik kita mundur daripada kita dibantai oleh sosok mengerikan tersebut…!". Perkataan Tommy membuat takut semua anggotanya dan mereka semua termasuk Tommy berlari cepat menuju bus dan sesampainya di bus mereka langsung mengebut menuju stasiun kereta api untuk Kembali ke Lost Heaven.

Sesampainya di kereta api dan tiba di Lost Heaven, beberapa anggota dan Tommy Kembali ke restoran milik Sallieri dan bertemu dengan bosnya di ruangan biasa.

"Apakah mereka sudah mati kedua pelakunya?. Kenapa kalian semua pucat begitu dan dimana Sam dan Paulie?'. Don Sallieri merasa bingung kenapa tidak ada yang mau menjawab dan Tommy khususnya terlihat sulit menjelaskan semuanya kepada bosnya.

"Sam dan Paulie mereka sudah tewas!, target kita tidak berhasil kita bunuh. Salah satu dari target ternyata adalah iblis sungguhan dan dia sudah membunuh Paulie dan Sam, pada saat aku sedang mencoba untuk membunuh kedua target". Angelo menjelaskan dengan raut wajah dan ekspresi kecewa dan bingung. Don Sallieri menjadi kesal dan merasa tidak masuk akal penjelasan dari Tommy.

"Kalian semua ini memang tidak becus..!, mana ada yang Namanya iblis?!. Itu hanya dongeng saja, tapi karena kalian sudah berusaha dan memang menurutku juga aneh maka kalian aku maafkan. Sekarang istirahatlah dan kita akan melakukan rencana kita yang lain terhadap kedua target ini.!". Don menjadi kesal dan kecewa karena anggotanya tidak dapat membunuh target dan gagal unuk membalaskan dendamnya. Namun karena penjelasan dari Tommy yang aneh dan mereka semua sudah berusaha. Ia memakluminya dan memberikan kesempatan sekali lagi.

"Ini memang aneh bos, karena kami semua ini tidak menyangkan bahwa yang ikut membunuh Tuan William adalah Iblis nyata, apa rencana kita selanjutnya?". Pada saat anggota lain sedang membrikan usulan. Muncul sesosok orang yang tidak dikenal Bersama kedua anak buahnya yang berpakaian serba putih dan berkacamata mendatangi Restoran Sallieri dan masuk ke ruangan rapatnya.

"Selamat Malam Tuan Sallieri!. Aku pikir kamu butuh bantuaku". Orang asing itu menyapa Tuan Sallieri dan itu membuatnya bingung karena dia tidak mengenal orang asing tersebut.

"Siapa kamu?, dan bagaimana kamu tahu namaku?. Apa alasan aku harus meminta bantuan dari mu?". Sallieri dan semua anggotanya termasuk Tommy juga bingung dan merasa ada hawa yang aneh dari orang asing yang seperti Mafia.

"Perkenalkan nama saya Aion dan saya sudah tahu siapa anda dan bisa membantu anda untuk mengejar orang-orang yang telah membunuh rekan bisnis anda dan mmebunuh mereka sekaligus". Aion memperkenalkan diri dengan tersenyum manis dan agak seram.

Bersambung