.
Hanagasaku Story by Lycorisss_
Naruto Kishimoto Masashi
Warning: Typo,Aneh,OOC, dll
.
.
"A--apa!!! Menikah ? Oh ayolah Kaa-chan Tou-chan, saku masih sekolah," pekik gadis itu
"Tak apa saku, justru itu bagus, kau akan belajar mandiri, belajar mengurus dirimu sendiri dan suamimu. Dan lagi suamimu juga masih sekolah kok," kata Mebuki ibu sakura
"Benar nak, karena kami akan ke luar negeri untuk mengurus bisnis di sana,kita tidak punya siapapun di sini saku," ujar Kizashi Ayah sakura
"Tapi kan aku bisa ikut kalian," jawab sakura sendu
"Lalu kau akan meninggalkan sekolahmu yang beberapa bulan lagi akan lulus itu?. Saku Kaa-chan dan Tou-chan tidak pernah meminta apapun padamu ne? , kami selalu membebaskan mu untuk melakukan apapun yang kau suka, bahkan kami tidak melarangmu saat kau ingin menjadi dokter dan tidak melanjutkan bisnis keluarga, ayah mohon saku," Balas ayah sakura dengan suara yang lembut
'Benar orangtuanya memang tidak pernah melarang dirinya untuk melakukan apapun yang ia mau, tidak pernah menuntut sakura untuk menjadi pebisnis. Orangtuanya selalu berusaha untuk memenuhi semua yang ia inginkan bukan berarti ia manja, dan seenaknya minta ini dan itu, ia hanya meminta untuk tidak melanjutkan bisnis keluarga nya. Dan Tou-chan nya menyetujui itu. Tapi apakah sekarang waktunya untuk membalas semua kebaikan orangtuanya?'
Pikir sakura
"Atau kau sudah memiliki kekasih saku?," Tanya ibu sakura membuyar kan lamunan sakura
"E-eh? Tentu saja tidak kaachan,sakura masih jomblo kok," jawab sakura
"Jadi bagaimana nak?," Tanya ayah sakura
"Baiklah kalau memang itu yang kalian mau, saku menyetujui nya," jawab sakura sambil tersenyum manis
'tidak ada salahnya kan memulai kembali, sudah cukup selama ini aku menderita karena lelaki itu' gumam sakura dalam hati
"Baiklah ayo kita lanjutkan makan malamnya," suara ibu sakura
Malam itu Sakura kembali memikirkan apakah keputusan yang ia ambil benar,ia memang tidak berbohong saat mengatakan ia tidak memiliki kekasih, bahkan pacaran saja tidak pernah. Ia hanya menyukai temannya Uchiha Sasuke tapi dia sudah memiliki kekasih, dan sepertinya mereka sudah sangat dekat, jadi untuk apa masih menyimpan perasaan heh? Itu hanya akan membuatnya sakit hati
'ehh kaachan bilang lelaki itu masih sekolah, jadi siapa dia? Seperti apa rupanya? Aarggh sudahlah' pikir sakura
Ia pun memutuskan untuk segera tidur.
Keesokan harinya
Tok tok tok
"Saku ayo sarapan," kata wanita paruh baya itu
"Hai',"
Sakura pun segera turun dari kamarnya untuk pergi sarapan.
"Ohayou Kaa-chan Tou-chan," sapa sakura
"Ohayou mo Saku-chan," balas Ibunya
"Ohayou saku," balas ayahnya
Sakura pun segera duduk di kursi dan segera menikmati sarapannya, menghabiskan sarapan dalam diam, sampai-
"Saku, pernikahan mu akan di adakan 2 minggu lagi, undanganlah orang-orang yang menurutmu penting, karena pernikahan ini tertutup mengingat kau dan dia masih sama sama sekolah, dan nanti malam calonmu dan keluarganya akan datang untuk membicarakan tentang ini, Tou-chan harap kau bersiap-siap ne," kata ayah sakura
"E-ehh benarkah?? Kenapa mendadak sekali Tou-chan," kata sakura dengan nada terkejut
Sontak saja membuat wajah ayu sakura memerah, memikirkan bagaimana calon suaminya itu. 'akh sial kenapa aku seperti gadis yang sedang jatuh cinta' kata sakura dalam hati
"Nee, kenapa wajahmu memerah saki, hihihi," goda ibu sakura
"Jangan menggodaku kaachan," jawab sakura memalingkan wajahnya .
Konoha High school
Sakura sampai di sekolah nya, ia terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan seseorang. Ia terlalu sibuk memikirkan pernikahan yang 2 minggu lagi di laksanakan,
Bagaimana tidak, ia bahkan masih 18 tahun untuk menikah! Oh ayolahh bagaimana masa mudanya, dan yang lebih parah ia sama sekali tidak tau siapa calon suaminya, seperti apa bentuknya dan masih banyak lagi pertanyaan di otaknya.
"jidaaaaatttttt, kau mendengarkan ku atau tidak sih," teriak gadis berambut blonde
Sakura terkejut dengan teriakan yang memekik di telinganya, memutar mata bosan segera ia menjawab panggilan itu.
"Diamlah ino-pig aku sedang sibuk," jawab sakura sambil terus berjalan menelusuri koridor sekolah
"Sibuk katamu!! Sibuk dari segi mana nona Haruno, yang ku lihat kau hanya berjalan lurus tanpa memperhatikan sekitarmu," jawab gadis yang di panggil ino tadi
"Pig, bagaimana menurutmu jika kau di jodohkan oleh orangtuamu,tapi kau bahkan tidak tau siapa calon suamimu itu dan bagaimana bentuknya," tanya sakura
Bukannya menjawab ia malah kembali bertanya kepada ino.
"Eeh! Ehmm bagaimana yah? Kalau aku akan menolak, bagaimana aku bisa menikah sementara aku tidak tau siapa calon suami ku, tapi jika aku sudah bertemu dan dia tampan kyaaa pasti aku mau saku," jawab ino
"Heh kau ini selalu saja begitu, meskipun dia tampan tapi kalau brengsek bagaimana?,"
Tanya sakura lagi
"Aah benar juga yah, entahlah aku pun bingung, dan lagi orangtua mana menjodohkan jodohkan anaknya seperti itu," jawab ini sambil memegang dagu nya
"Untuk apa kau bertanya seperti itu? Tidak biasa seorang Haruno Sakura bertanya hal-hal mengenai sebuah hubungan, atau kau yang-," ucapan ino terputus
"Ya benar pig, aku di jodohkan," kata sakura sambil membuka pintu kelasnya. Tanpa sadar mereka sampai di kelas
"A--Apaaaa!!!!," Teriak ino pas di depan pintu ,membuat orang-orang di dalam kelas seketika memandang mereka
"Diamlah babi, atau aku akan menyumpal mulut mu dengan penghapus papan tulis," kata sakura
"Baiklah tapi kenapa bisa? Kok bisa? Bagaimana bisa, ceritakan padaku jidatt," tanya ino bertubi tubi
"Istirahat nanti aku ceritakan pig," jawab sakura
Pelajaran pun di mulai , sakura kembali berkonsentrasi pada pelajaran Iruka sensei guru matematika nya. Pelajaran kali ini sakura tidak terlalu memperhatikan, pikiran di penuhi oleh pertanyaan pertanyaan tentang pernikahan nya, ia pun memutuskan untuk menatap jendela ingin menjernihkan pikiran, melihat aktivitas di lapangan 'semangat sekali ya guy sensei itu' pikir sakura sambil tersenyum membayangkan betapa kualahan dirinya jika sedang olahraga. Ia kembali memperhatikan di luar jendela , sampai suara gurunya mengganggunya
"Baiklah, sensei akan memilih acak siapa yang akan mengerjakan soal di papan tulis," kata Iruka sensei
Sontak saja anak-anak heboh dan tegang , wkwkw matematika memang mengerikan bagi beberapa orang.
"Hyuuga Neji maju,kerjakan soal nomor 1 sampai 3," kata Iruka sensei dan seketika terdengar suara helaan nafas para siswa
"Hn" gumam neji
Yang di panggil pun segera bangkit dari kursinya,berjalan menuju papan tulis, melawati meja sakura yang berada para barisan ke 3 ujung dekat jendela, sementara tempat duduk lelaki itu berada pada barisan ke 4 di sebelah sakura.
Sakura Pov
'Neji yaa? Ehm bagaimana jika neji adalah calon suamiku? Tampan, cerdas,jago beladiri,pebisnis muda, baik namun sayang dingin dan muka tembok' pikir sakura
' aah tidak mungkin dia calon suamimu sakuraa , Neji seorang bangsawan sama seperti hinata sahabatmu , mana mungkin mereka mau menikahkannya dengan gadis seperti mu, lagi pula ia kan dikabarkan dekat dengan anak konglomerat dari china hahaha' kata inner sakura
'diam lah kau menganggu khayalan ku saja, sialan' kata sakura
Berbicara pada diri sendiri eeh saku
End Sakura Pov
Jam istirahat / 10 : 00
"Jidat Kau berhutang cerita kepada ku!!," Kata ino
"Yayaya aku akan bercerita tapi kau janji tidak akan menceritakan apapun kepada siapapun dan jangan berteriak," kata sakura sambil menyuapkan ramen kedalam mulutnya
"Hai' Haruno-sama," jawab ino sambil terkekeh
Sakura pun menceritakan bagaimana perkataan orangtuanya tempo hari,dan tentang pernikahan nya 2 minggu lagi.
"A--Apaaaa!! 2 minggu lagi kau akan menika-uhuk uhukk," ucapan ino terhenti karena sakura menyumpal mulut ino dengan takoyaki milik ino
"Sialan kau jidat,kalau aku kenapa kenapa bagaimana," ucap ino kesal
"Aku sudah mengingatkan kau jangan berteriak dan membuat keributan Babi," jawab sakura
"Baiklah gomen gomen, jadi?,"
"Aku akan menikah 2 minggu lagi, dan malam ini calon suamiku akan datang,dan aku akan mengundang mu Hanya dirimu" jawab sakura sambil menerawang kedalam mangkok ramennya.
"Wohohoho jangan lupa menceritakan malam pertamamu ya nona," kata ino sambil menyeringai
"Urusaii pig," kesal sakura
Oh sial bagaimana ia lupa dengan yang satu itu.
Author : Cerita ini sdh dipublikasikan di Wattpad saya @Lycorisss_
