Hari pernikahan
Flashback
Kamar Sakura
"A--Apaaaa!! Kau! Kau! Menikah dengan Hyuuga Neji jidat??? Oh kami-sama betapa beruntung nya dirimu," jawab ino antusias
"Tidak juga," jawab sakura malas
"Apa maksudmu jidat?," Tanya Ino bingung
"Dia lelaki yang menyebalkan, suka seenaknya dan irit bicara, bahkan dapat di hitung jari dia berbicara panjang dengan ku kau tau!," Ucap sakura gusar
"Benarkah?? Yang ku tau dia itu pendiam,dingin dan irit bicara, wah wah wah aku mencium aroma yang tidak beres," kata ino menggoda
"Tidak seperti yang kau pikirkan babi!!!,"
Flashback off
Hari ini hari pernikahan nya, hari yang ia nantikan tapi tidak juga ia nantikan. Maksudnya ia senang karena ia akan segera menikah, tapi di sisi lain ia bingung dengan calon suaminya, ia sama sekali tidak mengenal siapa itu Hyuuga Neji, apakah semua akan baik baik saja?? Entahlah
"Kau cantik sekali sakura-chan," kata Hinata
"Kau benar Hinata, tak ku sangka sakura menikah terlebih dahulu," ujar Ino
Sedangkan yang di puji hanya tersenyum.
Tok tok tok
Pintu terbuka, menampilkan sosok wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu sakura.
Mebuki mendekati anak semata wayangnya itu.
"Kau siap?," Tanya Mebuki
"Ka-kaachan, akuu-"
"Kami tunggu di luar ya Saku," ucap Ino
Ino dan Hinata pun pergi meninggalkan Sakura , biarlah anak dan ibu itu berdua.
"Saku, kaa-chan tak menyangka kau akan menikah, maafkan kaa-chan dan Tou-chan jika selama ini kami banyak melakukan kesalahan,hiks, maafkan kaa-chan saku, kaa-chan merasa bersalah menikahkanmu semuda ini, atau kalau kau mau kita bisa membatal-"
"Tidak kaa-chan, saku bahagia dengan pernikahan ini , baik kaa-chan ataupun tou-chan tidak perlu meminta maaf, justru harusnya aku yang meminta maaf jika selama ini aku selalu mengusahakan kalian hiks, aku hanya gugup dan takut bagaimana cara menjadi seorang istri di usia semuda ini, aku tak ingin berpisah dengan kalian hiks," jawab Sakura sambil menghapus air matanya.
Cklek
"Saku,ayo kita temui suamimu," suara ayah sakura
"Tou-chan, baiklah," jawab sakura sambil tersenyum lembut
Sakura mengambil posisi di sebelah ayahnya,dan menggandeng tangan ayahnya itu, rasanya baru kemarin ia di gendong seperti anak bayi, sekarang ia sudah mau menikah saja.
"Saku, tak terasa yah, anak Touchan sudah besar, hahaha rasanya baru kemarin Touchan mendengar tangisan pertama mu, anak gadis Touchan sudah besar rupanya hahaha," kata ayah Sakura
"Tou-chan," gumam sakura
"Tou-chan senang sekali bisa mengantarkan mu ke pada suamimu, Tou-chan takut jika tak sempat waktu untuk menjadi walimu saat menikah, nee anakku-," ucap ayah sakura terhenti seperti halnya langkah kaki mereka
"Berbahagialah dengan Neji, Tou-chan akan selalu mendukung mu," kata Ayah sakura sambil mengulurkan tangannya
"Arigatou Tou-chan," sakura menerima uluran tangan itu
Mereka pun berjalan menuju altar, tempat Neji berada.
Krieettt
Suara pintu terbuka menyapa indra pendengaran para tamu yang berasal dari keluarga dekat itu berada dan seketika ruangan menjadi sunyi.
Sakura muncul dengan gaun pengantin putih polos dengan aksen bunga sakura di bahu kanan dan bagian bawah gaun itu, rambutnya yang panjang di sanggul rendah, menyisakan beberapa anak poni yang membingkai wajah ayunya, tak lupa hiasan mahkota berada di atas rambutnya dan juga make up natural yang begitu pas di wajahnya.
"Kau siap nak?," Tanya ayah sakura
"Aku siap Tou-chan," Jawab sakura tidak yakin
Kizashi pun mengantarkan sakura menuju tempat Neji berdiri. Menggenggam erat tangan putri nya dan melepaskannya untuk diberikan kepada menantunya.
Neji memandang sakura yang sedang berjalan ke arahnya,menatap lekat lekat perempuan yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.
Rasanya ia bahagia dan sedih bersamaan.
Senang karena ia akan memiliki seorang istri, dan sedih karena ia takut tidak bisa menjadi suami yang baik, apalagi mereka bahkan tidak memiliki perasaan apapun.
"Mempelai pria silahkan terima tangan mempelai wanita," ucap pendeta membuat neji terbangun dari lamunannya. Neji pun segera menghampiri Ayah mertuanya itu.
"Nak Neji, Tou-san percayakan Sakura padamu," ucap ayah sakura sambil memindahkan tangan sakura kepada Neji .
"Aa. Arigatou Tou-san," jawab Neji
"Baiklah acara bisa kita mulai," kata pendeta
"Hyuuga Neji bersediakah engkau menerima Haruno Sakura untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan."
"Ya,"
"Haruno Sakura bersediakah engkau menerima Hyuuga Neji untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan?,"
"Ya, saya bersedia,"
"Sekarang kalian resmi menjadi suami istri, silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita," ucap pendeta membuat Sakura dan Neji terkejut .
Neji maju mendekatkan dirinya untuk membuka kain tipis yang menutupi wajah istrinya, sakura menatap suaminya, Emerald bertemu Pearl, Saling terpesona dengan keindahan mata masing masing. Neji meraih pipi sakura dan bibir mereka bertemu, hanya kecupan singkat namun berhasil membuat sakura memerah karena malu, Neji pun menampakkan semburat merah tipis di pipinya.
Suara tepuk tangan menjadi alunan melodi di telinga pengantin baru itu.
"Selamat jidaatt kau sudah menjadi seorang istri," kata Ino sambil memeluk sakura
"Selamat Sakura-neechan senang mempunyai kakak ipar yang ku kenal," suara halus Hinata
"Heyy Neji-san jaga sakura baik baik,awas saja jika sampai dia terluka,ku pastikan kau berurusan denganku, selamat untuk pernikahan kalian," kata ino kepada Neji
"Aa.," jawab Neji
Hyuuga Mansion
Setelah acara pernikahan nya selesai mereka berkumpul untuk berbincang-bincang.
"Kalian berdua malam ini akan tidur disini, untuk sekolah kalian, aku sudah mengizinkannya selama 3 hari kedepan kepada Kepala sekolah," ucap Kizashi kepada suami istri muda itu
"Aa. Wakatta," kata Neji
"Hai', Tou-chan," jawab sakura
"Mengenai pernikahan kalian ada yang ingin aku bicarakan," ucap Hiashi
"Kalian boleh melakukan itu tapi jangan sampai sakura hamil, mengingat kalian masih bersekolah, setelah kalian lulus terserah kalian bebas menentukan ingin memiliki anak berapa," lanjut Hiashi
Blushh
Baik sakura maupun Neji memerah malu, mereka lupa bahwa setelah ini berarti mereka akan melakukan malam pertama.
"H-hai' Oji-sama," ucap Sakura dan Neji bersamaan
"Wah wah mereka begitu kompak," kata Mebuki
Hyuuga Mansion / 21.30
Sekarang sakura sudah berada di kamar pengantin, ia benar benar gugup, malam ini malam pertamanya menjadi seorang istri.
Sakura telah berganti pakaian dan membersihkan diri, ia menggunakan baju tidur lengan panjang gambar beruang.
Suara pintu terbuka menyapa indra pendengarannya ,membuat sakura menoleh melihat siapa yang datang.
"N-Neji-kun," sapa sakura sambil membalikkan badannya, karena sedari tadi ia menatap langit dari jendela kamar itu.
"Aa." Gumam Neji
Terimakasih untuk yang sudah membaca cerita saya yg masih amatir
