Ceklek

Suara pintu terbuka menyapa indra pendengarannya ,membuat sakura menoleh melihat siapa yang datang.

"N-Neji-kun," sapa sakura sambil membalikkan badannya, karena sedari tadi ia menatap langit dari jendela kamar itu.

"Aa." Gumam Neji

Hanagasaku~

Canggung itulah kata yang bisa menggambarkan suasana di kamar itu.mereka sama sama terdiam menikmati pemandangan dari jendela kamar.

"Saku," panggil Neji

"Y-ya Neji-kun?," Jawab sakura

'gawat apakah Neji sudah mau melakukannya?, 'Aku harus apa' teriak inner sakura

"Mari bekerjasama untuk hubungan ini," kata Neji sambil tersenyum, senyum yang baru pertama kali sakura lihat membuat sakura terpaku. 'tampan' pikir sakura

"Soal cincin pernikahan kita, aku memiliki ide , bagaimana jika kita pakai sebagai liontin kalung? Kurasa tidak akan ada yang melihat," kata Neji

"Baiklah" jawab sakura sambil terkekeh. Suasana yang tadinya Cangung perlahan memudar.

"Sebaiknya kita tidur," usul sakura

"E-ehh maksudku kita tidur betulan,iya tidur benar benar tidur, menutup mata dan tertidur" jelas sakura gelagapan

Kekehan terdengar dari bibir Neji , membuat sakura lagi lagi terpesona. Membuat semburat merah tipis menghiasi wajahnya

"Tidak akan terjadi apa-apa malam ini, aku tidak akan menyentuhmu," kata Neji mengelus pucuk kepala Sakura

"Hey hey lihatlah berapa banyak kalimat yang kau keluarkan malam ini Neji-kun, aku kira kau hanya akan mengucapkan "Hn" dan "Aa" saja," ucap sakura menirukan gumaman khas yang biasanya Neji ucapan

"Aa. Kau menyebalkan rupanya" Jawab Neji

Sakura pun hanya menampilkan cengiran khasnya.

Setelah Pesta pernikahan,mereka memutuskan untuk tinggal di apartemen yang telah di siapkan oleh Neji, tentunya setelah perdebatan panjang dengan orangtua sakura yang menginginkan mereka untuk bermalam, dan perdebatan itu tentu saja dimenangkan oleh Sakura,karena sakura tau Neji adalah tipe manusia yang tidak suka keramaian dan membenci keributan.

Neji berjalan melewati Sakura dan mengambil bantal serta selimut. Membuat Sakura bingung

"Aku tidur di Sofa," jelas Neji seakan dapat membaca pikiran sakura

"Apa tidak sebaiknya kita tidur di tempat tidur saja? Aku tidak apa-apa Neji, bagaimana pun ini adalah rumahmu juga," kata sakura sambil tersenyum,ia tidak boleh egois toh mereka sudah menjadi suami istri sah

"Hn," Neji lalu memposisikan dirinya di ranjang dan tidur membelakangi Sakura

"Hufft," helaan nafas terdengar dari sakura,ia pun segera berbaring di sebelah Neji dengan posisi saling memunggungi. Detak jantungnya mendadak tidak normal biar bagaimanapun juga ini pertama kalinya ia sedekat ini dengan lelaki, apalagi satu tempat tidur.

'oh ayolah jantungku, kendalikan dirimu' kata sakura dalam hati. Ia mencoba untuk menutup matanya dan berusaha tidur.

Saat Sakura berusaha tertidur tiba-tiba

Greeebb

'Astagaaa'

Neji memeluknya dari belakang lalu menenggelamkan wajahnya di punggung Sakura. Sakura berhenti bernafas lebih tepatnya lupa caranya bernafas.

"Bernafaslah jika kau tidak ingin mati," ucap Neji

Sakura pun menghembuskan nafasnya, dan berusaha bersikap senormal mungkin.

"A-aa yyah b-baikklah," suara Sakura gugup

"Aku tidak bisa tidur tanpa memeluk guling," jelas Neji

"Aa. Begitu," Gumam Sakura

'siall jantungkuu bisakah kau diam?,aku tidak ingin terkena serangan jantung dadakan' jerit sakura dalam hati

Suara dengkuran halus menandakan jika Neji telah terlelap, berbeda dengan Sakura,gadis itu masih membuka kedua matanya,dan mungkin malam ini ia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. Bagaimana caranya tertidur jika jantungmu tidak bsa berhenti berlari-lari dari tempatnya.

'Bernapas Sakura bernapas' ucapnya dalam hati

Hiii, terimakasih untuk semua yang telah membaca ceritakuu, mohon maaf kalo alurnya bertantakan,gaje dll, author masih amatiran

Arigatou minna