Submission for #AOTFluffWeek2022 by @aotficfess (on Twitter)
Porco Galliard — Sasha Braus
Day 2 : Late Night Drive - Date
Coffee and Night
"Yah, hujan?"
Tepat ketika Sasha dan Porco duduk di tempat yang mereka pilih, di salah satu meja di sudut samping kaca, hujan turun dengan sangat deras. Sasha dan Porco sempat terpaku sejenak ketika melihat hujan yang turun. Mereka merasa sedikit lega dikarenakan sudah sampai di dalam cafe yang cukup hangat.
"Permisi."
Tersadar dari lamunan masing-masing, Sasha dan Porco langsung menoleh ke arah pelayan wanita yang datang menghampiri mereka dengan membawa buku menu di tangannya. Sasha dan Porco pun segera memesan makanan dan setelahnya sabg pelayan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Gila kamu. Lagi dingin kaya gini malah pesen es."
Porco hanya terkekeh mendengar ucapan yang keluar dari mulut Sasha. Memang ketika Porco memesan minum tadi, ia sempat debat kecil dengan Sasha lantaran ia ingin minum Ice Coffee Latte.
Sasha dan Porco kembali menatap ke arah kaca jendela di samping mereka duduk, keduanya menatap air hujan yang turun dengan amat sangat deras. Sasha mendekatkan badannya ke arah jendela dan mendongak ke atas untuk melihat keadaan langit malam yang sangat gelap.
"Hujannya deres banget. Kayanya la deh bakal berhenti?"
Porco mengangguk, "Ya gapapa seengganya kita di dalam ruangan. Ga kena hujan kan?"
"Ga bisa balik dong?"
"Baru juga keluar, Sha," Porco melihat ke arah parkiran, motornya basah terkena air hujan, "Paling pagi baru reda."
"Berarti balik pagi dong? Aaaahh."
Sasha pun langsung menyandarkan punggungnya di kursi sedangkan Porco hanya tertawa kecil melihatnya. Porco juga tidak menduga kalau mereka akan terjebal hujan di cafe, tapi setidaknya mereka merasa bersyukur bisa sampai lebih dulu sebelum hujan turun.
"Yaa maaf aku mah masih mahasiswa, motor aja masih dibeliin orang tua."
"Heh!" Sasha langsung bangun dan memukul telapak tangan Porco yang berada di atas meja, "Ga gitu maksudnya!"
Porco kembali tertawa kecil melihat tingkah sang pacar. Tak lama, pesanan yang sudah mereka pesan pun akhirnya datang. Sasha langsung bergidik ngeri ketika melihat Porco meminum es pesanannya yang terlihat amat sangat dingin. Sedangkan Porco meminumnya seolah tanpa beban.
"Jadi skripsi kamu udah sampe mana?"
Pertanyaan Porco barusan membuat Sasha kembali bersandar di kursinya, "Udah masuk pemilihan alat."
"Aman kan?"
Sasha mengangguk cepat, "Aman kok. Pak Shadis ternyata ga seburuk yang aku kira. Skripsiku malah kaya tugas kelompok tapi isi kelompoknya antara aku sama Pak Shadis. Beliau bantuin banget jadi ga terasa sih susahnya. Paling masih susah ditemuin aja."
"Masih susah bapaknya ditemuin?"
"Ya lumayan, bapaknya kan Dekan. Walau tiap hari ke kampus yaa susah juga nemuin beliau. Tapi sekalinya bimbingan bisa sampe sore dibahas abis sama beliau."
"Bagus dong kalo gitu."
"Iya," Sasha mengambil kentang di piring dan memakannya, "Skripsi kamu gimana? Reiner ga nyusahin kan jadi partner?"
Porco menggeleng, "Gatau anak itu habis balik liburan kemarin mendadak jadi rajin kalo diajak bimbingan. Kayanya pas balik kemarin dia disuruh cepet tamat kuliah dah makanya mendadak jadj rajin."
"Yaa bagus dong, jadi kamunya juga ga ada yang menghambat kan?"
Porco kembali mengangguk, "Semuanya lancar sih syukurnya."
Keduanya terdiam masing-masing. Sasha dan Porco tahu ke mana arah pembicaraan mereka akan berakhir ketika membahas masalah skripsi.
"Setelah aku pikir, kayanya nanti aku bakal cari kerja di Paradis aja."
Sasha tersenyum mendengarkan ucapan Porco, ia tidak mau merusak momen kencan mereka malam ini. Terlebih mereka sudah lama sekali tidak keluar dan menghabiskan waktu bersama.
"Di Paradis lapangan kerjaan masih banyak untuk lulusan pertambangan kaya aku, kalo di Marley udah maju. Tapi jurusan kamu kan Teknik Mesin, pasti di mana aja dibutuhin jadi pasti kamu bisa langsung dapet kerja kok."
Keduanya kembali fokus ke arah luar, hujan masih deras seperti sebelumnya. Dan sepertinya Porco dan Sasha memang akan menghabiskan malam mereka bersama di cafe itu sampai pagi. Setidaknya mereka punya waktu bersama untuk saling berbagi cerita tentang mereka.
fin.
Terima kasih sudah mampir dan membaca cerita ini hehe. Shipnya emang sangat tidak jelas tapi keduanya kesukaanku haha.
ar.
