Warning :
Mature content, bahasa vulgar, yaoi. Baekhyun being naughty and bad boy in this fic DLDR.
Dunia tahu bahwa hidupnya penuh kontroversi dan problematik. Wajahnya boleh manis dengan tubuh mungilnya, kata orang yang belum mengenalnya, tapi jangan tertipu dengan apa yang dilihat. Ia bisa saja memukul rahangmu sampai engkau terjungkang atau mengajakmu minum whiskey dan ia akan memenangkannya. Hidup melenggang bebas di jalanan gelap Amerika membuatnya berubah menjadi sangat liar. Byun Baekhyun itu mutlak, tidak bisa dibantah. Ia sangat keras, agresif―selalu melakukan apapun demi kesenangannya sendiri.
Ia pertama kali minum alkohol dan berhubungan seks di usia lima belas tahun. Menyetir mobil tanpa surat lisensi. Berkelahi dengan temannya hingga hampir di drop out dari sekolah. Kabur dari rumah, meninggalkan orang tuanya saat berusia tujuh belas tahun.
Kacau. Singkat kata, Byun Baekhyun itu sangat kacau. Ia lebih menikmati kehidupan bebasnya di Amerika dan melakukan apapun yang ia suka.
Baekhyun menyukai pria, tapi wanita juga. Apapun itu yang dianggapnya menyenangkan, kadang-kadang ia mencari wanita atau pria untuk ditiduri. Ia awalnya tak pernah serius menjalani hubungan, menganggapnya friend with benefit semata. Baekhyun tak butuh kekasih, serius. Ia bukan orang lemah dan menye-menye yang menangis karena cinta. Tetapi semua itu berubah ketika ia bertemu seorang pria tampan, dewasa, punya harta dan kekuasaan dan yang terpenting―pria itu sama kotornya dengan dirinya.
Pesonanya mampu menaklukkan seorang gembong mafia berbahaya yang beroperasi di wilayah ini. Tak perlu terkejut karena Baekhyun selalu bisa membuat semua wanita dan pria bertekuk lutut padanya.
Baekhyun menyebutnya Tuan Park, karena ia tak boleh menyebut namanya secara gamblang. Pria yang paling dicintainya setengah mati, seumur hidupnya. Ia boleh saja mengaku dirinya lelaki jantan, tapi ia hanya mampu mendesah tak berdaya di bawah kekangan sang dominan. Titel lelaki jantan yang selalu dibanggakannya lenyap begitu saja, karena ia sebenarnya hanya seorang submissive yang haus sentuhan.
Semua orang tahu bahwa Baekhyun bucin pada Tuan Park, dan juga sebaliknya.
Dunia sudah ditaklukkan, serasa milik berdua. Titel kekasih seorang gembong mafia melekat di dirinya dan ia bangga akan hal itu. Dasar si tukang flexing. Ia kerap berkelahi dengan anggota geng, dan semua geng di wilayah ini semakin takut padanya karena backingan nama sang kekasih. Mereka dikenal sebagai pasangan tukang cari sensasi, sampai bawahan kekasihnya hanya bisa tutup mata dan telinga kalau itu sudah terjadi. Berhubungan seks di mobil atau di hotel dengan jendela terbuka adalah suatu hal yang sangatlah biasa bagi keduanya. Bercumbu dimana pun mereka mau tanpa tahu malu adalah pemandangan gratis.
Baekhyun bak menemukan belahan jiwanya karena pria itu sama persis brengseknya dengannya. Awalnya Baekhyun hanya membantunya dalam menyelundupkan obat-obatan terlarang yang berakhir one night stand setelah transaksi gelap itu selesai. Entah bagaimana, mereka akhirnya mulai menjalin hubungan.
Simple saja. Mereka sama brengseknya, dan menjadi seksi adalah sebuah kejahatan.
Semua orang pun tahu bahwa Baekhyun dan kekasihnya sangat serasi. Mereka berdua amat berbahaya. Keberhasilan kelompok mafia milik sang kekasih tak luput dari bantuan Baekhyun. Dan Baekhyun pun tak bisa mendapat privelege itu kalau ia tak menjadi kekasihnya. Segala sesuatu berjalan mulus, semua orang tunduk padanya. Ia dapat melenggang bebas dari hukum dengan statusnya yang bisa dikatakan kriminal kota berkat sang kekasih.
Byun Baekhyun. Lelaki berandalan, playboy, kriminal, bajingan. Terserah saja mau menyebutnya apa, karena semuanya benar. Warna rambutnya membuat sakit mata, tindik dan tattoo dimana-mana. Bekas luka hasil berkelahi tak jarang menghiasi kulit putihnya. Tapi ia suka itu, membuktikan itu adalah sisi jantannya sebagai seorang lelaki. Penampilannya memang terlihat seperti bad boy, tetapi Baekhyun adalah lelaki yang exclusive.
Oh, dan baru-baru ini, ia juga menindik lidahnya. Ia merasa sangat seksi dan menggoda. Sudah berasa menjadi makhluk Tuhan paling seksi saja. Apalagi ketika Tuan Park menjamahi tubuhnya tanpa ampun, pria itu pasti sangat menyukainya. Sensasi geli dan nikmat yang diberikan lidah bertindik di organ kejantanannya membangkitkan gairahnya berkali-kali lipat dan mereka jadi lebih sering bercinta karena ini. Lebih brutal, lebih liar lagi dengan sex toys. Kalau Tuan Park sedang berbaik hati, pria itu akan mengizinkan bawahannya untuk bergabung.
Baekhyun dan kekasihnya berambisi ingin menaklukkan dunia—oh tunggu, mungkin itu terlalu berlebihan. Tetapi, kehidupan keduanya tak jauh dari seks dan seks.
Tentu saja. Bukan hanya partner in crime, tetapi juga partner seks. Itu hanya permainan biasa bagi keduanya, ada yang kalah dan menang. Terkadang mereka akan minum vodka sampai puas dulu sebelum bercinta. Baekhyun yang haus pujian ini harus memuaskan dominannya. Harus. Ia tak ingin pria itu mencari orang lain hanya karena ia kurang seksi dan tidak bisa memuaskannya. Tak jarang pula ia mengambil kontrol secara penuh.
Mereka suka bercinta di tempat-tempat tak terduga. Ada suatu waktu dimana wastafel di toilet pecah karena di dudukkin oleh Baekhyun saat bercinta. Muka keduanya pun sudah tebal setebal dosa masing-masing. Hanya tertawa tanpa tahu malu.
Dasar pasangan kekasih aneh, namun fenomenal. Jangan pernah mencari masalah dengan mereka berdua.
Yes, this story is about Baekhyun and his mafia boyfriend.
"Serius, kau putus dengannya? Hahaha!"
Luhan memukul meja bar dihadapannya sambil tertawa lepas. Lelaki ini sebelas dua belas dengan Baekhyun. Wajah boleh manis dan lembut, tapi jangan pernah bermain-main dengannya kalau tak mau berakhir babak belur.
Baekhyun mengerucutkan bibirnya. Ia menyesali tindakan bodohnya.
Ada sebuah berita besar yang belum diceritakan, mereka sudah putus!
Kau tanya kenapa?
"Tuan Park menyebut nama orang lain saat kami bercinta dan itu membuatku sangat marah. Kalau aku mau bisa saja aku memotong penis sialan itu!"
Bohong kalau Baekhyun mengaku ia serius memutuskannya, ia hanya bercanda tapi tak disangkanya pria kesayangan yang paling ia bucinin itu malah mengiyakan.
Mungkin pria itu bercanda, terserah saja!
Pria itu mampu membuat Baekhyun menangis berlinangan air mata untuk pertama kalinya selama dua puluh tujuh tahun hidup di dunia. Katanya, cinta tak akan mampu membuatnya mengeluarkan air mata setetes pun. Baekhyun sekarang menarik kata-katanya itu.
"Hahaha!"
Luhan tertawa semakin keras dan Baekhyun memutar bola matanya malas. Temannya tidak ada rasa simpatik sama sekali atas kesedihan yang menimpanya. Ia masih gagal move on. Baekhyun ingin saja merendahkan harga dirinya dan minta balikkan dengan sang kekasih.
Sungguh, ia tak bisa hidup tanpa pria itu.
Baekhyun ditakuti geng-geng di wilayahnya, tapi untuk pertama kalinya ia menangis dan harus memohon-mohon seperti tidak ada harga diri.
Dasar bucin!
"Kau mau memotong penisnya? Nanti siapa lagi yang memanjakan lubang gatalmu itu. Dasar jalang!"
Lelaki rusa itu tertawa lagi.
"Kau juga jalang!"
Tetapi benar. Sejak putus, Baekhyun tak bisa melewatkan hari tanpa bermasturbasi. Ia mengerang keras, memanggil nama sang dominan. Rasanya tetap berbeda antara penis asli dan palsu. Lagi pula bukan tangan besar itu yang menyentuh tubuhnya. Ia rindu membelai penis besar itu sebelum organ besar berurat itu memasukki liang hangatnya. Hanya membayangkannya saja membuat tubuhnya kembali bergairah dan panas.
Benar kata Luhan. Lubangnya gatal dan ia butuh sesuatu. Oleh karena itu, Baekhyun berada di tempat ini.
"Pergi sana! Cari pria lain!"
"Big no! Tidak ada yang bisa menyamakan penisnya. Besar.. hangat.. dan ugh.."
Baekhyun sedikit memelas. Ia merasakan sensasi mengejutkan nan nikmat yang menjalar dari kaki hingga selangkangannya. Lubang hangatnya berkedut-kedut minta dijamahi. Penisnya ini juga sering bangun tanpa diminta. Ia benar-benar butuh sentuhan.
Luhan terkekeh melihat gelagat temannya. Ia menepuk bahu temannya yang selalu haus libido ini. Baekhyun pernah mengirimkan videonya sendiri saat sedang bercinta. Tanpa tahu malu sama sekali, sepeti biasa. Sulit mencari pria yang sesama haus libido, jadi mereka berdua itu sangat serasi. Kalau dengan pria lain, Luhan tak yakin Baekhyun bisa seagresif itu dan mau menyerahkan tubuhnya dengan pasrah begitu saja, karena hanya Tuan Park yang mampu menjinakkan Baekhyun.
Ingat, harga diri Baekhyun itu setinggi langit dan ia angkuh. Tak mau melakukan sesuatu yang dianggapnya tak penting dan tak butuh.
Sangat disayangkan pasangan paling serasi sedunia ini harus putus. Luhan terkekeh lagi. Ia tak bisa melakukan apapun selain membantu temannya untuk menemukan pria lain, namun ia yakin nantinya mereka akan berbalikan lagi. Who knows. Lagi pula Luhan tahu mereka berdua sama-sama saling membutuhkan.
Ujung mata rusanya menangkap seorang pria berambut blonde yang duduk sendirian sambil merokok di sudut sana.
"Sana." usirnya, mengangkat dagunya ke arah sang pria blonde.
Baekhyun mengangkat sudut bibirnya. Ia menerobos kerumunan para manusia dan berjalan ke arah pria itu. Pria lain sesekali bersiul melihat kemolekan Baekhyun. Ripped jeans ketatnya mencetak jelas sepasang kaki jenjangnya, mengundang tatapan lapar pria lain untuk membuka kaki itu lebar-lebar. Baekhyun membalas tatapan lapar itu dengan tatapan yang tak kalah nakal.
"Hei! Siapa yang memegang pantatku?"
Baekhyun berteriak nyaring merasakan sebuah tangan meremas pantat kenyalnya. Pantatnya ini sangat berharga, omong-omong. Hanya orang tertentu yang boleh memegangnya.
"Ups, hehe.."
Ia mendengus kecil.
Suara hiruk pikuk orang menari mengikuti musik di ujung sana membuatnya mengernyit. Di ujungnya lagi, dua orang tak tahu malu sedang bercumbu dengan keadaan setengah telanjang. Baekhyun memperagakan aksi muntah yang begitu meyakinkan ketika melihatnya. Tempat ini adalah tempat tongkrongannya sehari-hari dan sebenarnya ia sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu.
Tapi yang menjadi masalah, ia butuh seseorang untuk menjadi partnernya malam ini. Ia sudah bosan bermasturbasi.
"Hei, lihat! Si Byun Baekhyun itu kemari lagi setelah putus dengan pacarnya!"
"Bodoh. Dia memang selalu kesini bahkan sebelum ia mulai berpacaran dengan orang itu!"
"Hahaha!"
"Mungkin pantatnya itu kurang memuaskan sampai pacarnya memutuskannya!"
Cih.
Baekhyun menengok tak peduli, lalu kembali berjalan ke arah seorang pria berambut blonde yang kini tampak menikmati setiap tegukan wine yang masuk ke kerongkongannya. Ia kemudian mengambil tempat duduk di sebelah pria itu tanpa izin. Baekhyun bersender, menyilangkan kakinya dan menunjukkan keanggunannya sebagai seorang lelaki exclusive. Ia tahu nilai jualnya, dan bagaimana caranya menawarkan pada pria misterius ini. Siapapun, dari pria gay sampai straight tak akan bisa menolak.
Sang blonde melirik dengan sudut matanya, begitu tajam. Misterius, namun mempesona.
"Mau melakukannya denganku?" Baekhyun bertanya to the point. Pria blonde dengan topi hitam yang menutup separuh wajahnya itu mengangkat sebelah alisnya.
"Sesuatu?" ia terkekeh pelan dibalik maskernya, membuat Baekhyun semakin penasaran dengan rupa wajahnya.
Baekhyun tak dapat melihat jelas wajah pria ini, tapi ia tak peduli. Secara penampilan, pria ini sudah memenuhi tipenya.
"Kau tak akan menyesalinya."
Baekhyun secara sepihak membuka masker yang menutupi setengah wajah sang blonde, mencuri ciuman di bibirnya. Sedikit mengingatkannya pada bibir tebal sang mantan kekasih. Pria itu tidak menolak, membuka aksesnya lebar, membalas lidah nakal yang mengajaknya bermain. Baekhyun mengabsen deretan gigi rapi lawannya, dan merasakan masih ada aroma tembakau yang tersisa. Ia suka itu, dasarnya sangat pandai bermain lidah. Apalagi jika itu bersama orang asing, Baekhyun harus membuat lawannya terkesan.
Baekhyun meletakkan sebelah kakinya diatas paha sang pria blonde, sengaja menggodanya. Ia mempersempit jarak tubuhnya. Sang pria blonde menarik rambut brunette dengan biru ombre milik Baekhyun dan mendorong kepalanya untuk lebih dekat, lebih masuk lagi dalam rongga mulutnya. Pria ini boleh juga. Baekhyun tak pernah merasa sepuas ini bercumbu dengan orang asing.
Pria blonde itu melepas tautan bibirnya, lalu menyeringai dibalik masker hitamnya. Baekhyun menjilat saliva yang menetes dari bibirnya, sudah kepalang makin nafsu dan jatuh hati padanya karena ciuman panas ini.
Sang blonde terkekeh. "Mau lanjut?"
That's it!
"Ughh, fuck! Cepat masukkan penismu itu!"
"Kau akan menyesal."
"Jangan menginterupsiku—cepat lakukan saja bodoh!"
Baekhyun mendesah nikmat ketika tangan itu menjamahi tubuh rampingnya. Semua titik sensitif, seinchi demi seinchi. Pria ini tahu bagaimana cara memanjakan submissive dan membuatnya bergelinjing penuh gairah sampai merengek. Sang blonde membelai paha putih Baekhyun yang membuat sang empunya bergetar penuh nikmat. Baekhyun yang tak sabaran itu sudah memohon berkali-kali sejak tadi, tapi pria ini tak kunjung melakukan penetrasi.
"Kau sangat ingin?" bisik pria itu. Suaranya rendah, begitu berat.
Seksi. Seksi sekali.
Baekhyun bergetar kecil, kemudian mengangguk saja dengan pasrah. Ia memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan nikmat yang membuatnya kehilangan kewarasan. Hanya sentuhan saja sudah cukup membuatnya orgasme, tapi ia belum cukup puas. Ia ingin penis itu membuat tubuhnya lemas malam ini.
"Y-ya—hhh—cepat lakukan! Aku akan membayarmu berapapun kau mau—"
Pria itu terkekeh menyebalkan.
Sosok pria asing ini, suara beratnya, sentuhannya, mirip dengan mantan kekasihnya. Entah bagaimana Baekhyun selalu teringat sosok pria gagah itu bahkan ketika ia bersenggama dengan orang asing.
Nah, ia susah move on karena selalu teringat padanya. Ia masih sangat mencintai pria itu.
"Hmm―kau serius? Membayarku untuk lubangmu ini?"
"Y-ya, kumohon oke.. aku sangat menginginkannya—hhh!"
"Dasar jalang." komentarnya.
Bodoh sekali memohon-mohon pada pria asing untuk menggagahinya, persetan. Masa bodo. Baekhyun bosan bermasturbasi, ia ingin penis sungguhan. Kedua telapak tangannya bertumpu kuat pada wastafel. Ia dapat melihat pantulan dirinya dan sang dominan asing melalui cermin. Wajahnya yang sayu dan haus sentuhan itu membuatnya malu bukan kepalang, tetapi merasa sangat seksi. Iris matanya memandangi bibir tebal sang blonde yang begitu membuatnya terpikat dengan setiap sentuhan basah yang mendarat di tubuhnya.
Pria asing itu menyeringai kecil, menyadari sepasang mata nakal memandangnya dengan sangat memohon. Submissive yang satu ini benar-benar nakal.
"Cepat! Apa lagi yang kau tunggu?"
Baekhyun kembali berteriak tidak sabaran.
"Tidak sekarang, sayang."
"Huh?" Baekhyun sedikit menoleh ke belakang.
Kecewa. Ia sudah menungging dengan seksi dan bersiap dihantam penuh kenikmatan tapi pria asing ini menolaknya? Itu adalah sebuah penghinaan untuknya.
Kau tahu... tidak ada satu orang pun yang akan menolak tidur dengannya.
Baekhyun mendecih kesal. Bagaimanapun, ia harus mendapatkannya malam ini juga.
"Kau tampaknya tidak bisa hidup tanpaku sampai mencari pria lain untuk memuaskan nafsumu itu."
Sialan. Baekhyun membulatkan matanya. Ia mengenali suara berat nan mengintimidasi yang baru saja berbicara itu. Itu adalah suara sang mantan kekasih. Ia dengan segera menegakkan tubuhnya dan berbalik arah menghadapnya. Pria asing itu akhirnya membuka topi dan maskernya.
"T-tidak sayangku—eh! K-kenapa kau berada disini?" Baekhyun gelagapan. Nafsunya yang bergejolak sudah tak dipedulikannya lagi, melupakannya sejenak.
Nyali Baekhyun seketika menciut. Ia boleh dan berani saja mengatai pria ini di belakang, tapi ia tetap akan tunduk bagai budak kepada tuannya. Instingnya dari awal tak pernah salah, dan ia menyesal karena mengabaikannya. Sosok tubuh tinggi dan tegap, tangan besar, sentuhan dan suara berat itu—semuanya adalah Tuan Park. Pria yang ditangisinya seminggu terakhir ini. Pria yang ia putuskan seminggu lalu karena alasan konyolnya.
"Tak disangka orang asing yang kau ajak bercinta itu ternyata aku, kekasihmu. Benar 'kan, Byun Baekhyun?" suara berat itu bertanya tajam dengan menekankan nama lengkap sang kekasih.
Baekhyun mundur teratur sambil menutupi selangkangannya dengan takut-takut. Ia merasakan aura berbahaya ketika melihat mantan kekasihnya yang hanya berdiri menatapnya tajam dengan sepasang oniks sepekat malam. Celananya sudah dinaikkan, dan pria itu menatap datar pada sosok lelaki mungilnya. Kekasih hatinya.
Ya, ia memang tak pernah serius untuk putus dengan si mungil ini.
"Berhenti menatapku seperti itu!"
Ia hanya ingin membuat Baekhyun memohon-mohon padanya.
"Kau tak suka?" pria bermarga Park itu berdesis. Berbahaya. Meskipun ia pernah menjadi kekasihnya, Baekhyun tahu pria ini sangatlah berbahaya. Ia bisa saja meregang nyawa sekarang juga dengan pistol yang selalu siap siaga di saku celananya.
"K-kau tak suka kalau aku melakukannya bersama orang lain?" Baekhyun bertanya dengan berani.
"Apa yang kau lakukan di tempat ini― hm?" pria itu mendekat dan berbisik di cuping telinga Baekhyun yang membuat sang empunya merasa geli. Ia sedikit menjauhkan kepalanya dari pria berbahaya itu, dan meremas penisnya yang tanpa di duga menegang kembali hanya karena suara baritone itu.
"T-tidak—"
"Mencoba selingkuh dariku?"
"Chanyeol! Kita sudah putus bukan?"
Pria itu terkekeh. "Eh? Memangnya kau sanggup jauh dariku? Baru seminggu pun kau sudah mencari pria lain untuk kau tiduri."
"Ehehehe," Baekhyun cengengesan. Senang, malu, takut. Perasaan itu bercampur menjadi satu.
Pria itu mendengus. Bagaimanapun juga, ini adalah kekasihnya yang selalu minta disetubuhi setiap hari.
"Apa yang kau lakukan seminggu ini? Bermasturbasi dengan fotoku?" tanyanya.
Baekhyun memutar bola matanya jengah. "Tuan―kau tidak sibuk, atau semacamnya?" tanyanya mengalihkan dengan wajah bodoh. Tak mungkin ia akan terang-terangan mengakuinya.
"Aku ingin mengawasi apa yang dilakukan kekasih binalku ini. Salahkah? Hmm—kau sungguh agresif tadi, kau pasti sangat rindu dengan sentuhanku." ia bergumam rendah.
Baekhyun bisa mabuk dan hilang kewarasan lagi hanya karena suara itu. Ia mendorong dada bidang sang blonde, bermaksud agar orang itu menjauh. Pria itu meraih pinggang ramping Baekhyun, sebelah tangannya mencuri sentuhan dari bongkahan pantat sintal kekasihnya. Baekhyun mendesah kecil, dan menarik nafasnya dalam-dalam. Jujur saja, ia sangat lemah dengan sentuhan tangan itu.
"Uhhh—tidak." Baekhyun menjawab dengan bersusah payah. Ia tanpa sadar mengeluarkan desahannya, lalu menutup mulutnya.
"Jangan mencoba untuk membohongiku, Byun."
Buah simalakama. Tak sanggup menolak, tapi juga gengsi mengiyakan.
Baekhyun menggigit bibirnya lalu tersenyum kikuk. Tak ada yang perlu ditutupi lagi. Ia memang rindu dengan sentuhan pria ini.
Itu artinya mereka tidak jadi putus, bukan?
"Byun Baekhyun yang nakal ini sudah kelewatan. Kau harus dihukum."
Baekhyun seketika tersenyum lebar.
"Dengan senang hati, tuanku."
Semuanya baru akan dimulai.
.
.
.
