Naruto by Masashi Kishimoto

Genre : History, Slice of Life

Summary : Uchiha Sasuke, seorang remaja yang tiba-tiba mengalami lompatan waktu dan pergi ke masa lalu, ke masa Periode Sengoku. Tanpa memiliki kemampuan berpedang, bagaimana dia bisa bertahan di puncak era para samurai tersebut?

Chapter 3 : Tahun Kedelapan Era Eiroku, Mei Tahun 1565.


—OoOoO—

Sudah sekitar dua bulan, atau lebih tepatnya, sudah 63 hari sejak Sasuke terlempar ke masa lalu. Sampai sejauh ini, tidak ada satu pun petunjuk yang dapat membawanya kembali ke masa depan. Jangankan petunjuk, penjelasan ilmiah tentang fenomena yang Ia alami pun tidak dapat dia pikirkan sama sekali. Selama dua bulan ini, banyak hal yang telah terjadi pada Sasuke dan desanya. Tanaman-tanaman yang Ia tanam telah tumbuh dengan sangat baik. Bahkan, lebih baik dari ekspektasinya, mengingat Sasuke tidak terlalu berharap banyak karena tidak menggunakan kompos yang telah sepenuhnya jadi.

Perubahan lain yang terjadi adalah sikap warga desa kepadanya. Jika awalnya hanya ada 13 warga saja yang mengikutinya, sekarang, kesepuluh keluarga yang ada di desanya telah mengakui dirinya sebagai kepala desa. Hal ini terjadi sekitar satu bulan yang lalu, ketika beberapa bibit dan benih yang Sasuke tanam telah tumbuh subur dengan kuantitas yang bahkan tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Selama dua bulan ini, Sasuke juga mencatat semua hal-hal penting yang ada di ponselnya sebelum ponselnya benar-benar mati karena kehabisan daya. Beberapa hal yang dia catat—atau dalam hal ini—dia gambar adalah beberapa peralatan rumah tangga seperti panci, spatula, pemarut kelapa, wajan, dan lain-lain. Sebenarnya, itu semua adalah gambaran kasar yang dia buat dari menggambar peralatan-peralatan rumah tangga yang ada di galeri smartphone-nya. Tentu saja, itu bukan foto alat rumah tangga yang diambil satu-persatu, tetapi foto dapur yang beberapa kali pernah dia potret saat dipaksa menemani ibunya memasak sesuatu.

Sekarang, Sasuke belum terpikirkan untuk menyuruh orang membuat alat-alat rumah tangga tersebut. Namun, setelah dia bisa menstabilkan desa serta sawah-sawah yang Nobunaga percayakan padanya dan jika selama itu dia masih belum kembali ke masa depan lagi, saat itulah Sasuke akan melakukan apa pun untuk mengembangkan alat-alat rumah tangga yang ada di masa depan.

'Hidup di Era Sengoku benar-benar jauh dari kata nyaman. Jika tidak ada sesuatu yang bisa membuatku nyaman, aku akan membawa teknologi dari masa depan untuk kenyamananku.'

Begitulah kira-kira pemikiran yang cukup egois dari remaja berusia 15 tahun tersebut.

Untuk saat ini, Sasuke telah mencatat prioritas-prioritasnya selama satu tahun ke depan untuk bertahan di Era Sengoku. Selain merevolusi pertanian, hal pertama yang dia lakukan untuk dirinya sendiri adalah memperbaiki stamina dan fisiknya. Untuk ukuran manusia modern, kondisi fisik Sasuke sebenarnya sudah sangat prima. Ibunya adalah seorang profesor dalam bidang Gizi, bekerja sebagai ahli gizi di Rumah Sakit Chiba University, sekaligus dosen di Chiba University. Sebagai seorang ahli gizi, pola makan dan kandungan nutrisi pada makanannya sehari-hari begitu diperhatikan. hal itulah yang membuat Sasuke dapat tumbuh setinggi 170 centimeter meskipun usianya baru 15 tahun.

Namun, di Era Sengoku, makanan yang layak sangat-sangat sulit ditemukan. Dalam era ini, makanan hanya berfungsi sebagai pengisi perut saja. Bahkan, dalam dua bulan terakhir, sayuran yang dia makan hanyalah tumbuhan liar yang tidak diketahui namanya. Jumlah konsumsi nasi hariannya pun hanya setara dengan jumlah satu mangkuk nasi dalam satu hari yang biasa dia makan di era modern. Nasi yang dia makan pun merupakan beras yang diberikan Nobunaga sebagai bayaran atas pekerjaannya dan itu pun masih harus Sasuke bagi dengan warga desa lain. Karena jika tidak, keseimbangan gizi warga desanya akan buruk dan itu justru akan semakin memperberat pekerjaannya.

Karena itulah, untuk menutup gizinya yang tidak seimbang, Sasuke memutuskan berolahraga setiap hari, mulai dari lari, push up, pull up, dan lain-lain.

Hal kedua yang Sasuke prioritaskan adalah cara memburu rusa di gunung. Dengan memburu rusa, dia bisa menyelesaikan dua masalah dengan sekali dayung. Dia dan warga desanya bisa memakan daging sebagai upaya untuk memperoleh protein dan gizi-gizi hewani sekaligus dapat melindungi sawahnya dari serangan rusa.

Hal ketiga yang menjadi prioritasnya adalah menemukan sumber mata air panas sekaligus meningkatkan kesadaran warganya akan kebersihan. Di Era Sengoku, jangankan mandi air panas, budaya mandi saja tidak dilakukan dengan benar. Bukan hanya sabun yang belum ditemukan di sini. Metode "mandi" yang digunakan pun hanya menyeka badan menggunakan kain basah. Alasan Sasuke ingin menemukan sumber air panas, dia ingin membangun pemandian umum. Ide pemandian air panas di Jepang sendiri pertama kali dicetuskan pada pertengahan Era Edo. Awalnya, itu hanya bak berukuran besar yang diisi dengan air mendidih. Namun, ketika sumber air panas mulai dimanfaatkan, pemandian air panas pun tanpa perlu mendidihkan air terlebih dahulu mulai menjamur.

Meskipun Sasuke masih belum menemukan sumber air panas, tetapi dia yakin, bahwa Owari memiliki banyak sumber air panas yang bisa dimanfaatkan. Di masa modern, Owari adalah sebuah provinsi yang sekarang disebut dengan Kota Nagano, ibukota Prefektur Aichi. Kanji "愛 (baca: ai)" di Prefektur Aichi tidak diberikan secara sembarangan. Prefektur Aichi kerap kali dianggap sebagai tempat yang penuh romansa di Jepang dan mendapat julukan Paris-nya Jepang. Dengan pegunungan di sisi Utara Prefektur Aichi, membuat Prefektur Aichi otomatis memiliki banyak sumber air panas. Meskipun Sasuke tidak begitu yakin di mana persisnya dia sekarang, tetapi fakta bahwa ada gunung di Utara desanya dan tanah desanya yang sedikit miring, Sasuke cukup yakin bahwa dia berada di Utara Kota Nagano. Dengan begitu, masih ada kemungkinan besar dia akan menemukan sumber air panas.

Jika ketiga permasalahan di atas telah selesai, prioritas Sasuke selanjutnya adalah membudidayakan tanaman kapas. Di Jepang sendiri, tanaman kapas banyak tumbuh di Provinsi Mutsu—di era modern mencakup sebagian besar wilayah Tohoku. Dengan kata lain, izin dari Klan Date harus dimiliki untuk bisa mendapat tanaman yang sekarang masih dianggap semak-semak belukar itu. Namun, Sasuke tidak dapat pergi ke Klan Date. Bukan hanya karena dia adalah pengikut Nobunaga, tetapi Klan Date yang sekarang bukanlah klan kuat sebelum akhirnya mereka dipimpin Date Masamune pada 14 tahun mendatang. Jadi, Sasuke tidak ingin mengambil risiko meninggalkan Klan Oda dan pergi ke Klan Date yang sekarang masih klan lemah hanya untuk sekedar tanaman kapas belaka.

Alasan utama Sasuke begitu terobsesi akan hal ini sangatlah sederhananya, yaitu karena tidak adanya kasur dan futon di Era Sengoku! Baik kasur yang diisi kapuk atau futon yang diisi kapas, keduanya sama-sama pertama kali dibuat pada abad ke-18 atau Zaman Edo.

Selama ini, Sasuke hanya tidur di alas lantai yang keras dan hanya berselimut dengan yukata-nya. Yah, dia memang sempat mencoba memasukkan tumpukan jerami ke dalam kain dan menjahitnya, membuatnya menjadi kasur yang umum digunakan oleh orang-orang Arab dan Eropa di abad ke-15, tetapi Sasuke tidak dapat bertahan dari rasa gatal yang disebabkan oleh jerami. Jadi, menanam tanaman kapas adalah salah satu obsesinya untuk saat ini.

Dengan obsesi-obsesinya itu, Sasuke secara tidak langsung telah berniat akan mempercepat perkembangan peradaban secara besar-besaran dengan Provinsi Owari sebagai pusatnya.


—OoOoO—

"Kepala Desa, ini …—apa ini akan bekerja?"

Sasuke yang mendapati pertanyaan itu, hanya diam sambil memandangi pekerjaan orang-orangnya yang baru saja selesai.

"Tentu. Ini mungkin tidak akan mengusir rusa, tetapi metode ini bisa digunakan untuk memerangkap mereka."

"Y- yah, jika Kepala Desa bilang seperti itu sih, mungkin tidak masalah."

Setelah menyadari akan adanya ancaman dari rusa, Sasuke memikirkan berbagai macam cara untuk mengatasinya. Pilihan pertama yang muncul di kepalanya adalah memburu mereka. Namun, ide itu untuk sementara waktu Ia sisihkan karena dirinya tidak dapat menggunakan panah. Meskipun jika dia memutuskan untuk berlatih memanah, butuh waktu setidaknya sampai dua tahun hingga seseorang bisa dikatakan sebagai seorang pemanah andal.

Oleh sebab itu, langkah pertama yang dia lakukan adalah memagari sekeliling sawah-sawahnya menggunakan kayu. Namun, memagari saja tidak akan cukup karena tujuan utama Sasuke adalah ingin menangkap rusa untuk bahan makannya. Jadi, langkah selanjutnya yang Sasuke lakukan adalah membuat jebakan.

"Hei, sudahlah. Percaya saja dengan yang dikatakan Sasuke-sama," ujar salah seorang pria di sebelahnya, "Apa itu tadi namanya? Gu ... gu ... guriddo?"

"Yah …, anggap saja begitu."

Guriddo adalah penyebutan untuk "grid" oleh orang-orang lokal karena lidah mereka yang sulit mengucapkan kata-kata asing. Sebenarnya, yang Sasuke buat adalah texas gate. Namun, karena tidak ingin ribet, Sasuke hanya menyebutnya dengan kata "grid" saja.

Ini adalah jebakan yang dibuat Sasuke untuk solusi menjebak para rusa tersebut. Texas gate umumnya terbuat dari besi yang disusun dengan pola kotak-kota seperti jaring. Masing-masing ukuran kotaknya cukup besar hingga membuat kaki rusa bisa masuk ke dalamnya.

Di antara pagar-pagar yang dibangun, Sasuke menyisakan satu buah jalan di antara sawah. Di sepanjang jalan tersebut, Sasuke meletakkan grid texas tate tersebut di atasnya. Satu-satunya jalan yang sengaja dibuat itu bertujuan untuk memancing rusa untuk melewatinya. Ketika rusa terpancing melewati jalan tersebut, otomatis mereka akan berjalan di atas grid texas gate dan kakinya akan terjebak di antara kotak-kotak tersebut.

Rusa bukanlah hewan yang pintar. Ketika kakinya terjebak, mereka akan panik dan cenderung bergerak secara kasar untuk melepaskan diri. Ketika rusa itu bergerak dengan kasar, akan membunyikan wadah-wadah bambu yang diisi batu di ujung-ujung grid texas gate. Dengan begitu, orang yang mendengar akan langsung keluar dan membunuh rusa tersebut.

"Dengan begini, kita tidak perlu jaga malam lagi, 'kan?"

"Ya. Namun, pastikan untuk bangun jika mendengar wadah-wadah bambu ini berbunyi," balas Sasuke.

"Tenang saja, kami tidak akan lengah, Kepala Desa."

"Aaahh … akhirnya aku bisa mengucapkan selamat tinggal kepada malam yang melelahkan."

Sasuke tersenyum kecil melihat reaksi orang-orangnya. Hingga kemudian, ada satu pria lagi yang datang ke arahnya sambil membawa sesuatu. Sasuke yang menyadari keberadaan orang itu pun menyeringai ketika melihat benda yang dia bawa.

"Oh, Genma-san, apa itu sudah jadi?"

"Ya. Kali ini, aku cukup yakin benda ini dapat menembak dengan baik," balas Genma dengan wajah lelah.

Sasuke menerima benda itu dan kemudian memperhatikan setiap sisi benda itu untuk memastikan kualitasnya.

"Oh, benda aneh apa itu?" tanya salah seorang pria di sebelahnya.

Sambil mengecek benda tersebut, Sasuke pun membalas, "Crossbow. Senjata ini akan aku gunakan untuk memburu rusa-rusa sialan itu."

"Ku … roo … su … bou? Sasuke-sama, alat-alat yang kamu buat benar-benar memiliki nama yang aneh."

Sasuke mengabaikan perkataan pria itu dan mencoba-coba membidik sesuatu menggunakan crossbow-nya.

Sasuke memang tidak bisa menggunakan busur panah dan mempelajarinya pun akan membutuhkan waktu yang lama. Namun, crossbow merupakan alternatif bagi mereka yang ingin berburu menggunakan panah, tetapi tidak dapat menembakkan anak panah dengan baik melalui busur. Satu hal yang membuat crossbow lebih muda digunakan adalah kau dapat mengunci tali panah pada pengait sebelum kau menembakkannya. Hal ini dengan signifikan dapat mengurangi usaha dan gaya yang diperlukan manusia untuk mempertahankan tali busur agar dapat menembak dengan kecepatan dan kekuatan yang maksimal.

Dengan kata lain, kau bisa menembakkan anak panah dengan kekuatan yang cukup besar dengan menggunakan usaha yang kecil.

Sebenarnya, ini bukanlah crossbow pertama yang dibuat Genma. Sebelumnya, Genma sudah dua kali membuat crossbow ini atas permintaan Sasuke, tetapi keduanya berakhir gagal. Kegagalan pertama adalah ketidakmampuan pelatuk pada crossbow untuk melepaskan tali dengan kuat. Sedangkan kegagalan kedua adalah jangkauan tembaknya yang tidak sesuai dengan harapan Sasuke.

Berdasarkan kegagalan tersebut, akhirnya Genma mengevaluasi kembali dan datang dengan prototype ketiga yang dibawa Sasuke saat ini. Tentu saja, keandalannya masih belum diuji dan Sasuke akan memberikan feedback-nya setelah dia berangkat ke hutan nanti.

"Dengan begini, kau akan kunamakan Crossbow Mark III," ujar Sasuke dengan senyum tipisnya.

"Eh, sampai diberi nama segala?"

"Tentu saja. Memberikan nama akan mempermudah untuk memetakan kegagalan dan evaluasi untuk ke depannya," balas Sasuke.

Pemuda berambut pantat bebek itu pun mengalihkan pandangannya ke arah Genma yang saat ini tengah menguap.

"Aku akan pergi memburu rusa. Apa kau ikut, Genma-san?"

"Tidak, terima kasih. Katakan saja kekurangannya saat Anda kembali nanti, Sasuke-sama."

Mendengar jawaban itu, Sasuke hanya mengangguk pelan tanpa memedulikannya. Di saat yang sama, pria yang berada di sebelah Sasuke yang mendengar Genma menolak ajakannya itu pun bereaksi.

"Kepala Desa, apa saya bisa ikut dengan Anda?"

Sasuke memicingkan matanya dan memandangi pria itu sebelum akhirnya membalas.

"Tentu saja."

Dengan begitu, tiga orang termasuk Sasuke akan memulai perburuan mereka. Sementara itu, Genma akan bersantai di bengkel workshop-nya menunggu keluhan yang akan datang—lagi—dari Sasuke.

Oh, benar juga. Ini merupakan fakta kecil yang banyak diabaikan oleh warga desa tempat Sasuke tinggal. Meskipun Sasuke adalah orang yang membawa ide grid texas gate dan crossbow, Genma adalah orang yang sebenarnya membuat alat-alat yang diinginkan Sasuke tersebut.


—OoOoO—

Berlokasi di Utara desa, di sebuah gunung tanpa nama yang ketinggiannya hanya berkisar 800 hingga 900 meter saja, Sasuke dan dua pria yang datang bersamanya tengah bersembunyi di balik semak-semak. Selagi mereka terus memperhatikan langkah kaki mereka agar tidak mengeluarkan bunyi yang dapat menakuti rusa, ketiga pasang mata tersebut dengan seksama memindai kondisi sekitar untuk memastikan tidak ada rusa yang lolos dari pandangan mereka.

Meskipun mereka datang bertiga, satu-satunya orang yang bertindak memburu rusa adalah Sasuke. Sementara dua pria lainnya hanya membantu jika diperlukan.

'Meskipun aku mengatakan akan memburu, aku tidak seberapa yakin dengan berapa ekor rusa yang seharusnya aku buru. Era ini masih belum memiliki sistem pendingin, memburu rusa terlalu banyak akan sangat sia-sia jika dagingnya tidak langsung habis di makan. Apa aku perlu membangun pendingin tradisional sebagai prioritasku tahun ini, ya?'

Membuat pendingin tradisional tidaklah sesulit yang dibayangkan orang. Caranya cukup sederhana selama kalian memiliki bahannya. Hanya saja, jika kalian ingin membuat es menggunakan pendingin tradisional, metode yang dilakukan cukup panjang dan membutuhkan kesabaran tinggi.

Rumah es atau pembuat es pertama kali ditemukan sekitar 2000 tahun yang lalu. Rumah es ini dibuat pertama kali di Persia dengan memanfaatkan radiasi panas atau perpindahan panas untuk menurunkan suhu hingga di bawah titik beku. Proses pembuatan es secara manual dan alami ini sering disebut dengan night sky cooling.

'Yah, aku akan memikirkan itu nanti. Untuk saat ini, aku akan fokus dengan masalah-masalah yang lebih mendesak dulu.'

Karena Sasuke memutuskan untuk menunda pembangunan pendingin tradisional, detail tentang cara kerjanya akan kembali dijelaskan lebih rinci di kemudian hari.

Sebuah tepukan pelan di pundaknya membuat Sasuke keluar dari dunianya sendiri.

"Sasuke-sama, ada seekor rusa di belakang kita," bisik salah seorang pria.

Mengikuti informasi yang dia dapat, Sasuke membalik badannya ke belakang dan benar saja, dia mendapati seekor rusa yang berjarak sekitar 140 meter dari tempatnya.

Dengan gerakan yang tenang, tetapi pasti, Sasuke mengarahkan crossbow yang sebelumnya telah dia persiapkan anak panahnya ke depan. Dengan bantuan penglihatan yang sangat bagus dari mata Sasuke, tidak ada kesulitan sama sekali dalam membidik targetnya.

Dengan sekali tarikan pada pelatuknya, anak panah pun melesat dengan kecepatan tinggi menuju rusa tersebut. Tanpa dapat rusa itu sadari, anak panah tersebut dengan tepat menembus kepalanya.

"W- wow! Sasuke-sama. Anda bahkan dapat memanah dengan jarak sejauh itu?" ungkap salah seorang pria di sebelahnya.

"Yah, secara teknis, kau tidak bisa menyebut ini sebagai memanah," balas Sasuke.

"Oh, ayolah, Kepala Desa. Tidak perlu untuk merendah seperti itu," ucap pria lain yang mengikuti Sasuke.

Sebenarnya, Sasuke tidak merendah sama sekali. Yang dia lakukan bukanlah memanah, karena semua yang perlu Ia kerjakan hanya membidik dan menarik pelatuk. Itulah kelebihan dari crossbow, kau tidak perlu mempertahankan tali busur menggunakan usahamu sendiri.

Sasuke mendengus pelan dan membalas, "Terserahlah."

Tanpa memedulikan pujian-pujian dari dua orang yang mengikutinya, Sasuke berjalan sedikit cepat menuju rusa buruannya. Jika ada sesuatu yang patut dipuji, Sasuke yakin bahwa mereka seharusnya memuji cara kerja crossbow-nya yang sudah memenuhi ekspektasinya.

Saat mereka bertiga telah dekat dengan rusa tanpa nyawa itu, Sasuke mulai mengeluarkan sebilah pisau yang dia selipkan di obi-nya.

"Apa yang akan kita lakukan dengan ini, Kepala Desa?"

"Memakannya, tentu saja," balas Sasuke acuh tak acuh.

"Me- memakannya?"

Kedua orang itu memasang raut terkejut dengan rona wajah yang pucat. Sasuke dapat memaklumi hal itu. Pada periode ini, pengaruh dari agama Buddha masihlah sangat kuat. Sejak zaman dahulu, ajaran untuk tidak memakan daging dan alkohol sudah mengakar kuat bagi pemeluk Buddha, khususnya ajaran Buddha ortodoks. Meskipun ada beberapa aliran yang membolehkannya memakan daging, itu pun hanya berlaku untuk daging yang disembelih oleh orang yang bukan pemeluk Buddha.

"Aku bukan pemeluk Buddha. Jadi, tidak ada masalah jika kalian memakan daging yang aku sembelih," balas Sasuke dengan datar.

Sebelum ada pertanyaan yang merepotkan, Sasuke kembali menambahkan, "Aku penganut Shinto. Memakan apa yang disediakan oleh alam adalah bentuk puji syukur kepada Dewa."

Pemuda itu pun berjongkok di depan rusa yang tidak bernyawa itu. Pertama-tama, Ia mencabut anak panah yang menancap di kepala rusa itu terlebih dahulu. Kemudian, barulah Ia bisa menyembelih atau memutus pembuluh darah pada leher hewan tersebut untuk mengeluarkan seluruh darahnya. Itulah rencana awalnya. Namun, ada sedikit keraguan di dalam diri Sasuke ketika Ia hendak menyembelih rusa tersebut.

'Ini menjijikkan … dan terlihat terlalu sadis. Bagaimana bisa Itachi sialan itu melakukannya dengan senyum tanpa beban?' batinnya.

Pada dasarnya, pengetahuan Sasuke tentang berburu ini datang dari kakaknya, Uchiha Itachi. Berbeda dengan Sasuke yang cenderung lebih suka mengurung diri di kamarnya untuk membaca buku atau nongkrong dengan Naruto di warnet. Itachi memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan Sasuke dalam beberapa aspek.

Itachi tidak memiliki pengetahuan yang sangat luas tentang sejarah, sains, atau teknologi. Namun, di lain sisi, Itachi adalah seorang pria yang memiliki hobi berkemah dan berburu. Itachi merupakan orang yang sering disebut memiliki jiwa penjelajah yang tinggi. Berbeda dengan Sasuke yang tidak memiliki ketrampilan apa pun dalam survival, Itachi cukup ahli melakukan banyak hal yang berkaitan dengan bertahan hidup di alam liar.

Pada beberapa kesempatan, Itachi sering mengajak—memaksa—Sasuke dan kadang-kadang Naruto untuk berkemah dengannya. Dalam beberapa kesempatan itu pula, Sasuke dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Itachi memburu rusa dengan senapan rifle model 300 Blackout – AR 15 kesayangannya. Dalam kegiatan itu juga, Sasuke melihat bagaimana cara menyembelih, menguliti, dan memotong daging hewan buruan.

Namun, baru kali ini Sasuke dapat mempraktikkannya dengan tangannya sendiri.

'Aku tidak akan bisa makan daging jika begini saja aku ragu-ragu.'

Dengan resolusi tersebut, Sasuke mengikatkan sebuah tali ke kedua kaki belakang rusa. Ia meminta bantuan kepada kedua orang yang sedari tadi mengikutinya untuk menggantungkan rusa tersebut ke pohon dengan posisi kepala rusa berada di bawah.

Setelah itu, barulah Sasuke mulai menggorok leher rusa, ke tempat yang Sasuke yakini menjadi tempat pembuluh kapiler berada.

Butuh beberapa menit sampai darah benar-benar berhenti keluar. Namun, itu bukan berarti darah di dalam tubuh rusa sudah sepenuhnya habis.

"Apa kalian tahu sungai di dekat sini?" tanya Sasuke.

"Tidak. Sejujurnya, bahkan ini adalah pertama kalinya bagi saya untuk pergi sejauh ini ke dalam gunung," balas pria satu.

"Ah, saya rasa akan ada sungai jika kita berjalan ke Barat."

Mendengar itu, Sasuke mengangguk paham dan mulai melepaskan gantungan rusa di dahan pohon setelah Ia rasa tidak ada lagi darah yang keluar. Dengan begitu, Sasuke yang dibantu oleh dua orang lainnya memanggul mayat rusa yang digantung terbalik pada tongkat panjang dan menuju ke arah sungai berada.


—OoOoO—

Perjalanannya menuju sungai tidak sejauh yang Ia kira. Setidaknya, butuh sekitar 15 menit berjalan kaki sampai mereka bertiga tiba di pinggiran sungai. Meski begitu, Sasuke tidak langsung begitu saja menaruh rusa itu ke dalam sungai.

Pertama-tama, dia memotong atau merobek perut rusa itu untuk mengeluarkan seluruh jeroan, organ-organ dalam, dan kotorannya. Barulah setelah Ia hanya menyisakan bangkai kosongnya saja, Sasuke menceburkan rusa ke sungai dan membiarkan aliran airnya membersihkan darah yang tersisa. Tentu saja, sebelum dia menceburkan rusanya, Sasuke terlebih dahulu mengikat kaki rusa tersebut ke dahan pohon di dekat sungai agar rusanya tidak terbawa arus air.

Sementara itu, organ-organ dan seluruh jeroan yang Sasuke keluarkan, Ia bungkus menggunakan kain yang sudah dia bawa sejak awal. Jeroan memiliki banyak lemak jenuh dan kolesterol. Jadi, memakan terlalu banyak jeroan bukanlah pilihan yang baik. Di lain sisi, jeroan hati memiliki vitamin yang lengkap dan kandungan protein yang tinggi yang penting untuk pertumbuhan dan peremajaan sel-sel tubuh. Jadi, tidak dianjurkan memakan jeroan selain hati. Bahkan, memakan hati terlalu banyak pun sangat tidak dianjurkan.

'Ini akan bagus untuk ditambahkan ke kompos,' batin Sasuke yang puas dengan jeroan-jeroan yang Ia masukkan.

Setidaknya, membutuhkan waktu mulai dari dua sampai tiga jam untuk menyuci bangkai rusa di sungai. Sambil menunggu itu, Sasuke memutuskan untuk mencuci memotong kecil-kecil hati rusa menjadi seukuran kue dango.

Setelah itu, Ia meletakkan hati rusa yang telah dipotong-potong itu ke dalam baskom kecil yang terbuat dari kayu dan mencucinya menggunakan air sungai.

"Kalian sudah membawa bubuk sabun, 'kan?" tanya Sasuke yang dibalas anggukkan oleh dua orang lainnya. "Kalau begitu, bersihkan kayu-kayu yang ujungnya sudah kuruncingkan ini dengan sabun di sungai. Setelah itu, keringkan kayunya dan tusuk potongan hati ini menggunakan itu."

Tanpa menunggu lebih lama, kedua orang itu pun mengikuti titah Sasuke.

Meskipun produksi sabun pertama kali dibuat oleh orang Babilonia pada 2000 tahun Sebelum Masehi, tetapi sabun pada masa itu masihlah sabun yang diproduksi dari lemak hewan dan abu dari tulang. Metode pembuatan sabun menggunakan lemak hewan dan abu masih akan bertahan sampai menjelang akhir tahun 1800-an. Yang menjadi pembeda hanyalah mengganti abu dari hewan dan menggunakan natrium karbonat atau abu soda untuk produksi masal dan berbahan murah. Penggunaan lemak hewan sebagai bahan utama sabun cukup populer semenjak ditemukannya gliserin melalui ekstrak lemak hewan yang memiliki kandungan bagus untuk kulit.

Namun, semenjak Perang Dunia 1, peminat sabun menjadi sangat banyak dan produksi lemak hewan pun tidak cukup untuk mengikuti kebutuhan pasar. Baru setelah itu, bahan alternatif lain seperti lemak nabati mulai dilirik sebagai pengganti lemak hewan.

Menurut sejarah, bubuk sabun belumlah ditemukan pada masa ini. Namun, pohon washnut atau soapberry atau orang Jepang sering menyebutnya mukuroji telah tumbuh di banyak tempat di gunung sehingga cukup mudah didapat. Sasuke pun tidak butuh waktu lama untuk menemukan pohon ini dan dia segera memetik buah-buahnya. Sebagian Ia keringkan dan ditumbuk menjadi bubuk, sebagian lagi Ia keringkan bijinya untuk dibudidayakan sendiri supaya Sasuke tidak perlu repot-repot pergi ke gunung jika dia kehabisan sabun.

Satu hal yang paling menguntungkan dari membudidayakan soapberry ini, kau tidak memerlukan pestisida apa pun sebagai nutrisi atau untuk melindunginya dari hama. Dalam biji soapberry, mengandung zat kimia yang bernama saponin, sebuah zat yang bersifat basa dan dapat menghasilkan banyak busa. Zat ini beracun dan tidak baik jika dikonsumsi oleh makhluk hidup. Oleh sebab itulah, tidak ada burung atau hama pengerat lainnya yang akan memakan buah soapberry ini. Jadi, kau bisa membiarkannya tumbuh secara alami dan hanya perlu menyiraminya dengan air sehari sekali untuk kebutuhan nutrisi harian saja.

Metode pembuatan sabun menggunakan soapberry ini mulai ditemukan pada tahun 1900-an, di saat banyak orang mulai berlomba-lomba mencari alternatif pembuatan sabun. Namun, baru pada awal tahun 2000-an metode ini mulai populer karena banyak orang-orang vegetarian yang mengampanyekannya.

Dibandingkan dengan sabun modern yang memiliki banyak bahan kimia sintetis, sabun alternatif dari soapberry ini memiliki banyak keuntungan. Selain mengandung banyak sopanin dan alkaloid yang menjadikannya sebagai bahan alami pembuat sabun, buah soapberry juga mengandung antrakuinon yang merupakan zat alami untuk anti-bakteri dan anti-jamur, dan mengandung flavanoid yang merupakan senyawa yang membuatnya banyak mengandung antioksidan dan vitamin C.

Namun, kekurangan dari soapberry ini, sabun cair yang dihasilkan hanya dapat bertahan sekitar satu minggu saja. Jika lebih dari itu, tingkat pH-nya akan berada di atas tujuh dan membuatnya menjadi zat yang bersifat asam. Untuk menjaga pH-nya agar tetap netral, cairan soapberry akan dilarutkan dengan senyawa NaOH.

Tentu saja, Sasuke tahu akan kekurangan tersebut. Oleh karena itu, dia membuatnya menjadi bubuk sabun sehingga kandungannya tidak akan cepat larut dan pH-nya tidak akan lebih stabil dalam waktu yang lebih lama.

Sambil menunggu kedua orang yang mengikutinya itu selesai mencuci kayu dan menusuk potongan-potongan hati rusa, Sasuke mulai menyusun api unggun.

Setelah api mulai menyala, Sasuke menengok ke belakang dan mendapati kedua orang tersebut telah selesai melakukan pekerjaannya. Kemudian, Ia mengambil potongan hati yang sudah ditusuk itu dan sedikit menaburkan di atasnya. Selepas itu, dia memasukkannya ke dalam api unggun dan membiarkannya matang dengan sendirinya.

"Kalian tunggu api unggun ini, aku akan mencuci tangan dulu," ucap Sasuke yang sudah merasa risi dengan tangannya yang lengket karena noda darah, "Omong-omong, kalian juga sudah mencuci tangan, kan?"

"Tentu saja, Kepala Desa. Setelah Anda mewajibkan kami untuk membersihkan tangan dengan bubuk sabun setelah beraktivitas, rasanya menjadi aneh jika kami tidak melakukan itu."

"Benar, itu terasa seperti kulitku lebih nyaman dan bau tanahnya menjadi hilang."

"Bagus. Jika kalian ingin bekerja dengan optimal, pastikan tubuh kalian sehat dan menjaga kebersihan adalah salah satu agar tubuh kalian sehat," balas Sasuke.

'Karena jika kalian tidak sehat, aku juga yang akan repot, sialan.'

Yah, seperti itulah Sasuke. Lain di mulut, lain juga di hati. Keinginannya untuk mengubah gaya hidup warga desanya bukan berasal dari rasa kemanusiaan atau simpati, tetapi karena dia tidak ingin kerepotan jika sampai pekerjanya menjadi penyakitan dan menularkan penyakit-penyakit lain yang justru akan menambah beban kerjanya.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya hati yang dibakar itu telah matang. Sasuke adalah orang pertama yang mengambil tusukan hati. Sementara dua orang lainnya, mereka terlihat ragu-ragu.

Tanpa memedulikan dua orang yang hanya terbengong itu, Sasuke memasukkan tusukan hati tersebut ke mulutnya. Ia mengunyah dengan penuh perasaan gembira setelah sekian lama akhirnya kembali memakan makanan dari bahan hewan lagi.

'Rasanya sedikit hambar. Yah, itu wajar karena aku hanya memberikan garam. Jika aku memiliki kecap shoyu dan MSG, mungkin rasanya akan jauh lebih baik.'

Menyaksikan dua orang yang masih tidak berani mengambil hati rusa yang susah payah dia tangkap dan dia bakar itu membuat Sasuke sedikit kesal.

"Cobalah. Hati bagus untuk nutrisi kalian."

Mengikuti perintah Sasuke, mereka mulai menggerakkan tangannya dengan ragu-ragu untuk mengambil hati yang dibakar itu. Dengan gerakan yang pelan, mereka mulai memasukkan setusuk potongan hati tersebut ke mulut mereka. Mata mereka terpejam saat mereka mulai mengunyah hati tersebut. Itu adalah reaksi yang biasa untuk mereka yang pertama kali memakan makanan asing.

Namun, reaksi mereka berubah setelah beberapa kali mulut mereka mengunyah makanannya.

"Oh, Kepala Desa, ini enak! Rasanya gurih!"

"Ya, ini tidak seburuk yang aku duga. Malah, ini mungkin lebih enak dari makanan yang kumakan selama ini."

"O- oh, benarkah? Aku lega jika kalian suka," balas Sasuke.

'Rasa seperti ini enak? Entah aku harus bersyukur atau sedih akan lidah mereka yang miskin rasa.'

Saat ketiga orang itu tengah menikmati hati bakar mereka masing-masing dengan tenang, tiba-tiba salah seorang pria yang mengikuti Sasuke bertanya.

"Omong-omong, Sasuke-sama, kenapa kita tidak membakar organ rusa yang lain?"

Sasuke menjawab setelah menelan makanan di mulutnya, "Mengonsumsi jeroan terlalu banyak itu tidak baik. Jeroan banyak mengandung senyawa purin yang tinggi, memiliki lemak jenuh yang tinggi, dan banyak mengandung kolesterol juga. Dari segala jeroan, hati adalah yang paling banyak mengandung vitamin yang lengkap dan juga protein. Jadi, mengonsumsi hati saja sudah cukup. Bahkan, makan hati pun tidak boleh terlalu sering. Jika terlalu sering, nanti kalian bisa terkena asam urat dan kolesterol tinggi juga."

"Aku tidak terlalu mengerti, tetapi jika Sasuke-sama mengatakan itu, aku yakin itu pasti benar."

Sasuke mendengus lelah ketika mendapati respons acuh tak acuh seperti itu. Rasanya, dia sedang berbicara dengan Naruto saja.

Sasuke menatap langit siang yang berwarna biru cerah. Udara yang sangat segar seperti ini tidak akan pernah dia temui bahkan di pelosok desa sekali pun. Mungkin, ini adalah hal yang paling Sasuke sukai sejak Ia terlempar ke masa ini.

Pemuda berambut pantat bebek itu mengambil satu tusuk lagi dan memasukkan potongan hati itu perlahan ke mulutnya. Dia mengunyah dengan tenang tanpa keluhan apa pun meski rasanya tidak seenak yang dia harapkan. Meskipun dia tidak memiliki keluhan serius terhadap rasanya, tetapi dia masih merasa ada yang kurang ketika memakan camilan seperti ini.

"Sudah kuduga, makan camilan memang paling mantap jika sambil berendam di air panas," celetuk Sasuke.

"Air panas?" tanya salah satu pria setelah dia menelan potongan hati terakhir yang dia miliki.

"Ya. beritahu aku jika kalian menemukan sesuatu yang mengeluarkan air panas."

"Saya rasa saya pernah melihatnya," balas salah seorang pria lainnya, "Itu memiliki bau yang sedikit aneh. Jadi, aku mengabaikannya."

Mata Sasuke terbelalak ketika mendengar ucapan salah satu orang yang mengikutinya. Kondisi tubuhnya yang semula sudah masuk ke mode santai, kini berubah menjadi mode kerja dengan semangat yang berapi-berapi.

"Benarkah? Di mana kau menemukannya? Bisakah kau mengantarku ke sana?" tanyanya dengan antusias.

Sementara itu, pria yang memberikan informasi—harapan—kepada Sasuke itu sedikit terkejut dengan perubahan drastis dari Sasuke. Pemuda yang dikenalnya selama ini terkenal memiliki kesan yang tidak terlalu banyak bicara, orang yang tenang, berkepala dingin, dan memiliki mata yang tajam dan menakutkan. Namun, pemuda yang menjabat sebagai Kepala Desa itu kini tengah menunjukkan sisinya seperti seorang anak seusianya ketika dia melihat mainan yang sudah lama dia cari.

"Te- tentu saja. Sa- saya akan mengantarkan Anda kapan pun Anda siap."

Dengan begitulah, salah satu impian dan hasrat besar seorang Uchiha Sasuke yang terlihat remeh, mulai terpenuhi satu-persatu.

Bersambung—


Author Note : Halo, akhirnya selesai juga ini chapter wkwk. Yah, bagaimana pedapat kalian tentang chapter ini?

Omong-omong, ada time skip yang cukup jauh antara chapter kemarin dengan chapter ini. Jika di chapter kemari nada di bulan Maret, chapter ini ada di bulan Mei. Time Skip seperti ini nantinya akan terus aku pakai. Kenapa? Karena akan terlalu lama jika gak aku buat model lompat-lompat waktu seperti ini.

Hanya sekedar informasi, orang-orang desa memanggil Sasuke dengan "Anda" dan mereka yang menyebut diri mereka sendiri dengan "saya" itu murni memang sengaja aku buat begitu. Aku ingin menunjukkan bahwa mereka menghormati Sasuke. Sementara Sasuke, dia menyebut mereka dengan "kau" dan "aku" yang artinya Sasuke tidak meninggikan mereka, tetapi juga tidak menghina mereka. jika di Jepang, warga desa ini pakai ganti orang "Anata" dan "Watashi" yang umum digunakan dalam keadaan formal atau kepada orang yang lebih tua atau dihormati. sedangkan Sasuke memakai kata ganti "Kimi" dan "Boku" yang bisa dikatakan netral, gak kasar dan gak halus.

Yah, karena gak ada istilah-istilah sulit yang aku gunakan di sini. Jadi, gak akan banyak juga yang aku bahas. Jadi, itu saja dariku. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan tanya ke kolom review.

Terima kasih buat kalian yang sudah membaca. Tolong tinggalkan jejak berupa review karena review kalian adalah penyemngat bagiku. Sekali lagi, terima kasih dan sampai jumpa kembali.