Name: The Chosen Pokemon Master

Author: FCI. The World Arcana

Rating: M

Genre: Adventure, Romance.

Disclaimer: Pokemon dan Digimon bukanlah milik saya.

Pair: Ash Ketchum x Serena x Cynthia x Lillie x Mallow x Lana, Gary Oak x Leaf, Paul x Dawn, Alain x Mairin, Goh x Chloe Cerise, Red x Delia.

.

.

Chapter 1: The Return

Ash Ketchum, pemuda yang berkeinginan untuk menjadi Pokemon Master saat ini sedang pergi bersama dengan teman sepetualangannya di Kalos Region yaitu Serena Yvonne, Clemont dan adiknya yang bernama Bonnie. Saat ini mereka sedang menuju ke rumah Ash di Pallet Town yang terletak di Kanto Region setelah kekalahannya melawan Alain di Kalos League meskipun dia telah menjadi runner up di sana.

"Bagaimana perasaanmu, Ash?"

Mendengar pertanyaan Serena, Ash pun membalas "Tentang kekalahanku melawan Alain maksudmu?"

Serena hanya menggangguk karena tidak mau sosok yang dia sukai itu tersinggung. Tapi Ash hanya tersenyum dan berkata "Rasa kecewa sih ada. Tapi hal ini membuktikan bahwa masih ada beberapa hal yang perlu aku pelajari lagi supaya aku bisa menjadi lebih baik kedepannya."

Serena, Clemont dan Bonnie tersenyum mendengar nada optimis dari Ash. Inilah yang mereka bertiga sukai dari Ash. Walaupun dia kalah, tapi dia masih tetap bisa tersenyum dan masih tetap peduli dengan Pokemon miliknya.

Setelah beberapa jam akhirnya Ash, Serena, Clemont dan Bonnie sampai di rumah Ash dan mereka bisa mendengar perdebatan yang cukup sengit walaupun suara mereka masih agak samar-samar.

"Aku pulang..."

"Kau sudah pulang sayang. Cepat masuklah dan sapa teman-temanmu."

Saat ibu dari Ash yang bernama Delia Ketchum mengatakan itu, Ash terlihat kebingungan kenapa teman-temannya bisa berada disini saat ini 'Huh, mereka semua ada disini? Untuk apa?'

Tapi Ash tidak memperdulikan hal itu karena kalau benar, dia akan bertemu dengan May kembali. Sosok yang dia cintai sejak lama dan membuatnya tidak merespon ciuman dari Serena. Ingin sekali dia menyatakan perasaannya pada Princess of Hoenn itu. Tapi Clemont merasakan firasat tidak enak saat perdebatan teman-teman Ash selain dia, Bonnie dan Serena semakin terdengar jelas.

"Ada apa Clemont? Kau terlihat gelisah?"

Mendengar pertanyaan Ash, Clemont hanya membalas "Aku tidak apa-apa Ash. Jangan khawatirkan aku."

Mereka semua pun masuk dan bisa dibilang mereka yang berdebat tadi langsung menghentikan perdebatan mereka. Ash bisa melihat ada sahabat masa kecilnya yang bernama Gary yang juga dikenal oleh Serena karena sama-sama menghadiri Summer Camp milik Professor Oak. Ada juga temannya dari Kanto yang lain seperti Tracey yang merupakan asisten Professor Oak, Misty yang merupakan Gym Leader dari Cerulean City dan juga Brock yang merupakan mantan Gym Leader dari Pewter City yang saat ini sudah beralih profesi menjadi Pokemon Doctor. Ash, Serena, Bonnie dan Clemont bisa melihat kalau Tracey, Gary dan Brock entah kenapa menatap Misty dengan tatapan tajam yang menusuk. Tidak hanya mereka... Ada sosok May, Max dan Drew yang membuat Ash menatapnya dengan tajam karena kedekatannya dengan May. Ada juga Dawn dan rivalnya Paul yang sepertinya sedang menahan amarahnya. Dan tidak disitu saja... Ada juga rival Ash dari Unova yang bernama Trip sekaligus teman Ash yang bernama Iris dan Cilan. Clemont juga bisa merasakan tatapan tajam nan menusuk dari Misty, May dan Iris pada Serena.

"Kalian semua ada disini, aku tidak menyangka." Ucap Ash dengan senang tapi kesenangannya harus berakhir saat dia ditatap tajam oleh Misty, May, dan juga Iris.

"Jangan basa-basi Ash. Kau pikir aku datang kesini untuk mengucapkan selamat padamu?" Tanya Misty yang kemudian melanjutkan "Untuk apa aku dan kami semua mengucapkan selamat padamu. Kau itu telah kalah pecundang."

Ash terkejut akan perkataan Misty. Serena yang mendengar itu menjadi emosi tapi dia ditahan oleh Clemont yang berkata dengan tenang "Lalu untuk apa kalian semua datang kesini?"

"Aku ingin si bodoh ini menyerah atas impiannya menjadi Pokemon Master karena dia itu payah. Liga di lima region tapi tidak ada satupun yang dia menangkan." Balas Misty yang tidak terlihat peduli dengan apa yang dirasakan Ash. Padahal dia, May dan Iris mempunyai tujuan lain supaya Ash menghentikan impiannya itu "Dia harusnya mencari impian yang baru dan mengejarnya, bukannya menjadi Pokemon Master yang tidak pernah dia raih selama beberapa tahun ini. Lihatlah Gary... Dia telah berhenti menjadi Pokemon Trainer dan saat ini sukses menjadi Pokemon Researcher."

"Jangan bawa-bawa aku ke masalahmu, Misty." Balas Gary yang menatap Misty dengan tajam "Kau melakukan ini karena ego dirimu dan yang lain kan?"

"Apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Trip yang tidak suka dengan perkataan Gary.

"Kau takut kalau Ash akan menjadi lebih kuat, lalu mengalahkanmu sama seperti Paul." Balas Gary dan Paul yang mendengar itu tidak terdengar tersinggung karena perkataan Gary memanglah benar "Memang setiap mereka bertemu, Ash selalu kalah dengan Paul. Tapi siapa yang mengalahkan Paul di Lily Valley Conference? Ash. Dengan hanya Pokemon yang Paul buang karena dianggap tidak berguna pula. Itu membuktikan sesuatu padamu, Trip?"

"Sialan kau, Oak."

Melihat Trip marah pada Gary, Drew pun berkata "Tetap saja Oak. 5 kali dan dia tidak pernah memenangkan apapun. Itu membuktikan apa? Itu membuktikan dia tidak punya skill sebagai Trainer. Kau setuju kan, May?"

"Tentu saja Drew." Balas May yang menatap tajam Ash. Ash yang mendengar itu hancur karena walaupun dia bisa melihat banyak yang mendukungnya seperti Gary, Brock, Max, Dawn, Paul Serena, Bonnie dan Clemont. Tetap saja perkataan dari sosok gadis yang dia cintai membuat hatinya hancur "Bukan saja dia tidak berbakat sebagai seorang trainer. Tapi dia juga membuatku dan adikku terseret dalam bahaya yang dia buat berkali-kali."

"Apa-apaan kau ini May! Kita berdua memang sering terseret bahaya karena tim Rocket. Tapi Ash juga yang menyelamatkan nyawa kita berkali-kali. Tanpa dia juga kau tidak akan tertarik menjadi Pokemon Coordinator dan kau juga tidak akan sampai sejauh ini tampa bimbingan Ash."

Drew yang mendengar itu mendengus dan berkata "Tanpa dia juga, aku bisa melatih kakakmu menjadi Pokemon Coordinator yang terkenal Max. Apa kau lupa tentang kekalahannya padaku?"

Ash yang mendengar itu terlihat murka dan akan menonjok wajah Drew, tapi dia kembali dikejutkan oleh Drew yang mencium May dan May terlihat tidak keberatan. Hal itu membuat Ash murka tapi dia masih bisa menahannya.

"Jadi siapa yang setuju dengan Misty? Apa kau juga Iris, Cilan?"

Cilan terlihat tidak berani menatap wajah Ash karena merasa bersalah tapi berbeda ceritanya dengan Iris yang mempunyai tujuan yang sama dengan Misty. Kemudian Ash menatap sang ibu dan berkata "Apa kau juga setuju dengan mereka, ibu?"

Delia yang mendengar itu berkata "Kumohon mengertilah Ash. Aku tidak masalah kalau kau tetap kalah dalam Pokemon League. Tapi aku sudah muak melihatmu terlibat bahaya terus menerus. Apalagi aku melihat kau hampir mati karena kau hanya ingin menyelamatkan Pikachu."

"Jadi aku harus membiarkan dia mati begitu?"

"Bukan begitu maksudku, Ash."

"Lalu maksudmu apa?"

"..."

Melihat ibunya tidak merespon, Ash menghela nafas dan berkata "Kau tahu ibu, aku mengerti kalau May mengkhianatiku seperti ini. Tapi kau... Aku tidak tahu harus berkata apa. Ibuku, sosok yang aku hormati dan juga sosok yang telah membesarkanku mengkhianatiku seperti ini. Aku pikir kau akan percaya padaku, mensupportku dan memberikanku semangat untuk melanjutkan impianku."

Delia terkejut saat melihat air mata Ash menetes dan dia belum selesai bicara "Tapi kau tidak melakukannya. Kau lebih percaya pada para bajingan tidak tahu diri ini. Mulai saat ini, aku bukanlah anakmu lagi Delia Ketchum. Aku harap kita tidak pernah bertemu lagi."

"Ash, tunggu!" Teriak Delia yang melihat sang putra pergi dari rumahnya begitu saja tanpa melihat ke belakang. Gary yang melihat itu berlari mengejar Ash karena tidak mau sahabat semasa kecilnya itu berbuat tidak-tidak.

Serena pun menghampiri May dan itu membuat May berkata "Mau apa kau kemari? Cepat susul pacarmu yang pecundang itu."

.

.

Plaaakkk

.

.

Semua orang dikejutkan oleh Serena yang menampar wajah May dengan keras. May yang merasakan tamparan Serena langsung murka dan akan membalas perbuatan Serena, tapi dia dilindungi oleh Clemont.

"Jadi ini gadis yang membuat Ash tidak membalas ciumanku? Gadis yang dia cintai?" Ucap Serena yang kemudian melanjutkan "Kau benar gadis yang menjijikkan, May Maple."

"APA KAU BILANG!"

"Ash telah melatihmu sampai kau sukses sejauh ini, melindungimu setiap kalian melakukan konfrontasi dengan tim Rocket, tapi balasanmu malah seperti ini. Memangnya apa prestasimu, huh?" Tanya Serena yang mencengkram kerah baju May "Kau bahkan tidak begitu terkenal jika dibandingkan oleh guruku, Kalos Queen Aria."

"Kau murid Aria?" Tanya Dawn, teman Ash saat dia berpetualang di Sinnoh bersama dengan Brock.

"Iya. Meskipun aku belum sesukses beliau." Balas Serena yang sudah mulai tenang. Dia tidak marah pada Dawn karena Dawn dan rival dari Ash yang bernama Paul berada di pihak Ash. May kemudian dikejutkan oleh Serena yang menepuk kepalanya "Tapi terima kasih ya, Maple. Karena kau, aku jadi punya kesempatan untuk mendapatkan cinta Ash tidak seperti dua orang munafik ini."

"Apa kau bilang?" Tanya Iris dan Misty dengan murka.

Clemont sudah bersiap melindungi Serena, tapi Serena tidak memperdulikan amarah dua gadis itu dan berkata "Kalian berdua melakukan ini supaya Ash tidak berpetualangan lagi di region lain dan lalu memikat hati beberapa gadis seperti biasa kan? Aku sudah bisa menebaknya setelah mendengar perkataan Gary barusan."

"Kalian berdua melakukan ini hanya karena masalah itu?" Tanya Tracey yang kemudian mendengus kesal "Kalian benar-benar egois."

Misty dan Iris menatap Tracey dengan kesal. Serena yang melihat itu langsung berkata pada Clemont dan Bonnie "Ayo kita pergi, Clemont, Bonnie. Tidak ada gunanya kita berada disini."

.

.

-Line Break-

.

.

Gary yang memutuskan untuk mencari Ash akhirnya menemukannya di pertenakan Pokemon yang dimiliki kakeknya dan terletak di dalam laboratorium milik sang kakek. Ash terlihat sedang memberi makan para Pokemon-nya seperti Bayleef, Bulbasaur, Squirtle dan Pokemon-Pokemon yang dia tangkap dari Kanto sampai Kalos.

"Ash..."

"Mau apa kau kesini Gary?" Tanya Ash. Gary tersentak saat melihat air mata masih menetes karena peristiwa tadi "Apa kau juga sama dengan mereka dan memintaku untuk berhenti mencapai impianku?"

"Aku tidak akan melakukan itu." Balas Gary yang tersinggung karena sahabat masa kecilnya itu berpikir kalau dia berpihak pada sosok yang telah menyakitinya "Saat kau mengalahkanku dulu dan aku berhenti menjadi Pokemon Trainer. Aku tahu kaulah yang bisa melakukan itu dan mewujudkan impian kita sejak kecil, Ash."

"Tapi kenapa mereka berdua tidak percaya padaku, Gary?" Tanya Ash yang kemudian melanjutkan "Kenapa ibuku dan May tidak percaya padaku? Kenapa May melakukan itu padaku?"

Gary pun murka saat mendengar tentang itu apalagi saat tahu perasaan sang sahabat pada Princess of Hoenn. Terutama saat dia melihat May berciuman dengan Drew tanpa memikirkan perasaan Ash. Dia juga tidak menyangka kalau Delia akan berpihak pada Misty dan yang lain.

"Persetan dengan mereka semua yang tidak percaya padamu, Ash." Balas Gary yang kemudian melanjutkan "Tidak usah pikirkan mereka. Ingat... Kau punya beberapa rekan yang percaya padamu. Aku, Tracey, Brock, Max, Dawn, Paul, Serena dan kedua teman barumu itu. Jadi jangan menyerah Ash. Impianmu itu masih bisa diraih."

"Gary benar, Ash. Impianmu masih belum berakhir." Ucap Professor Samuel Oak yang datang dan tersenyum pada Ash "Aku melihat performa-mu di televisi. Dan walaupun kau kalah dari rivalmu yang bernama Alain itu, tapi proggresmu lebih baik dari liga-liga yang kau masuki dulu. Kau ingat kau masuk dalam peringkat berapa dalam Indigo League?"

"16."

"Dan saat ini kau berada di peringkat berapa dalam Kalos League?"

"Aku menjadi juara dua disana."

"Itu berarti kau mulai berkembang dan terus berkembang. Jadi jangan menyerah sampai disini, nak. Kau ingat kan impianmu sebagai Pokemon Master adalah membawa ayahmu kembali ke Pallet Town."

Mendengar itu, Ash lalu berkata "Lalu apa yang aku harus lakukan, professor? Semua liga di semua region yang aku masuki, selalu saja berakhir dengan kegagalan. Aku tidak tahu harus berbuat apa."

"Masih ada satu region yang belum kau kunjungi, Ash." Balas professor Oak pada Ash yang terlihat terkejut "Namanya Alola Region. Di sana memang belum ada Pokemon League seperti Kanto, Johto, Sinnoh, Unova dan Kalos. Tapi ada seorang professor disana yang berkeinginan untuk membuat Pokemon League meskipun banyak warga lokal yang mengganggap ide dia gila. Aku ingin kau kesana dan membantu dia, Ash. Wujudkan impiannya dan sekaligus wujudkan impianmu menjadi Champion pertama di Alola."

Mendengar itu Ash berkata "Kalau begitu sudah diputuskan. Tujuanku berikutnya adalah Alola."

"Kalau bisa aku minta izin untuk pergi dengan Ash ke Alola, kakek." Ucap Gary dan itu membuat Ash terkejut "Aku dengar disana banyak Pokemon yang layak untuk diteliti. Apalagi aku dengar kalau beberapa Pokemon disana banyak yang sama dengan Pokemon di region lain tapi mereka mempunyai keunikan tersendiri. Lagipula, masih ada Tracey untuk membantumu kan?"

"Baiklah, Gary. Aku izinkan." Balas professor Oak yang kemudian melanjutkan "Kau dan Ash akan tinggal di rumah yang disiapkan sepupuku yang bernama Samson. Kalau begitu aku akan mengirimkan semua Pokemon-mu ke PC. Kau bisa mengambil mereka semua setelah kau berada di Alola, Ash."

Gary dan Ash kemudian keluar dari laboratorium professor Oak dan mereka disambut oleh Paul, Dawn, Brock, Max, Tracey, Serena, Bonnie dan Clemont.

Paul yang melihat semangat sang rival kembali pun berkata "Jadi kau sudah tahu kemana tujuanmu sekarang, Ketchum?"

"Ya Paul. Aku dan Gary memutuskan untuk pergi ke Alola."

Gary dan Ash pun menjelaskan tentang Alola yang mereka tahu seperti tidak ada Gym Battle tapi yang ada hanyalah Island Challenge, beberapa Pokemon unik yang ada disana dan itu membuat Serena tertarik dan juga tidak seperti region lain, Trainer tidaklah memilih Pokemon Starter mereka tapi Pokemon itulah yang akan memilihmu.

Max terlihat sedih saat Ash akan pergi dengan Gary, Brock dan Serena ke Alola "Jadi aku tidak akan menemuimu lagi, Ash?"

"Aku yakin kita berdua akan bertemu lagi, Max." Balas Ash yang kemudian melanjutkan "Dan saat itu terjadi, buatlah aku bangga dengan mengalahkan Steven dan lalu jadilah Champion baru di Hoenn."

"Aku akan melakukannya sebisa mungkin, Ash." Balas Ash yang langsung mengusap-ngusap rambut Max dengan lembut.

"Kau mau ikut denganku kesana, Clemont, Bonnie?"

"Maaf Ash. Tapi aku sudah lama meninggalkan Gym-ku di Lumiose City pada Clembot. Jadi aku dan Bonnie harus kembali."

"Aku mengerti. Tapi sebelum itu... Jangan lupa katakan perasaanmu pada Aria, Clemont."

"ASH!"

Tapi Ash hanya mengabaikan amarah Clemont yang terlihat malu atas perkataan-nya, dan kemudian dia melihat Dawn dan Paul.

"Bagaimana dengan kalian berdua, Dawn, Paul?"

"Aku tidak bisa Ash. Beberapa bulan lagi, Grand Sinnoh Festival akan dimulai lagi. Dan akan aku pastikan kalau aku akan mengalahkan mereka semua termasuk dia."

"Aku juga tidak bisa untuk sekarang. Aku rasa perjalananku belum selesai." Balas Paul yang kemudian melakukan tos dengan rivalnya itu "Tapi setelah perjalananku selesai, aku akan menyusulmu Ash."

"Tenang saja Paul. Aku yakin kita akan bertemu lagi." Balas Ash yang kemudian melanjutkan "Ini bukanlah perpisahan. Kita semua akan bertemu lagi semuanya."

.

.

-Time Skip-

.

.

Beberapa tahun berlalu setelah kepergian Ash ke Alola bersama dengan Gary dan Serena. Saat ini, di Alola... Bisa terlihat 5 orang sedang mendiskusikan sesuatu. Seorang pemuda yang memiliki rambut hitam berantakan dengan dua highlight merah, kulit cokelat, dan mata biru. Pakaiannya terdiri dari atasan lengan pendek merah dan abu-abu dengan desain Poke Ball, celana olahraga hitam, kaus kaki merah, dan sepasang sepatu abu-abu dan hitam yang bernama Goh yang merupakan salah satu anggota dari Alolan Elite Four. Lalu seorang pria berkulit gelap, dengan rambut hijau tua, yang diikat menjadi ekor kuda pendek dengan pita oranye. Sosok ini memakai kemeja hitam, celana panjang berwarna kuning dengan motif bunga oranye dan putih. Dia adalah Hau, salah satu dari anggota Alolan Elite Four. Pria berambut ungu pendek yang memakai kemeja putih dan celana jeans berwarna hitam dan juga pria tinggi kurus dengan rambut hitam acak-acakan, dan mata biru. Pria ini saat ini terlihat memakai celana jeans abu-abu, jaket kulit hitam, sepatu bot hitam, dan kemeja biru dengan kaus dalam juga memakai syal biru pucat. Dua orang ini adalah Paul Shinji dan Alain yang juga merupakan anggota dari Alolan Elite Four. Ada juga sosok pria memakai topeng dengan baju kemeja putih dan jaket berwarna biru dengan resleting yang tidak tertutup denga jeans berwarna hitam. Pria ini adalah Sun, Champion dari Alola.

"Jadi Champ, apa yang ingin kita diskusikan?"

Mendengar perkataan Hau, Sun pun berkata "Begini, aku berencana untuk membuat Gym tapi aku tidak bisa menghapus tradisi seperti Island Challenge begitu saja. Jadi kalian punya solusi untuk itu?"

Alain kemudian berdehem dan berkata "Aku punya solusi jika kalian semua tidak keberatan."

"Lanjutkan Alain."

"Begini... Bagaimana jika kita membuat Gym tapi untuk mendapatkan Badge, para Challenger harus berhasil menyelesaikan Island Challenge yang dibuat oleh Gym Leader sebelum mereka dibolehkan melawan Gym Leader kita." Ucap Alain yang lalu melanjutkan "Bagaimana menurut kalian?"

Sun yang mendengar itu berkata "Aku setuju dengan ide Alain. Bagaimana dengan kalian?"

"Aku sih terserah kau saja Champ." Jawab Hau

"Aku juga setuju. Dengan ini Gym di Alola terlihat lebih unik dibandingkan dengan Gym di region lain." Jawab Paul.

"Bagaimana denganmu Goh?"

"Ide dari Alain adalah ide yang bagus. Aku juga setuju dengan ide dari Alain."

"Kalau begitu aku akan memberitahukan ini pada Hala, Olivia, Nanu dan Hapu."

Setelah itu, ponsel dari Sun berbunyi dan dia meminta izin untuk mengangkatnya. Saat melihat pemimpinnya menutup ponselnya dan menghela nafas, Alain pun berkata "Jangan bilang kalau putrimu membuat ulah lagi?"

"Iya." Balas Sun singkat dan kemudian dia melanjutkan "Dan kali ini Selena mengajak Ashlyn dan Aether pergi bersamanya."

"Kau mau aku temani?"

"Kalau kau tidak keberatan."

Mendengar itu, Alain hanya tertawa pelan dan berkata "Tentu saja, aku tidak keberatan bodoh. Kau itu sahabatku dan juga atasanku, Ash."

Sosok bernama Sun itu membuka topengnya dan bisa dilihat kalau sosok Sun ternyata adalah sosok Ash Ketchum, bedanya wajah dia terlihat lebih dewasa dibandingkan sebelumnya "Ayo kita pergi, Alain. Dengan ini, rapat aku nyatakan selesai."

Mereka pun pergi ke Verdant Cave dan menemukan dua gadis berambut pirang madu pendek dan gadis berambut hijau panjang dengan pemuda berambut pirang keemasan. Ash dan Alain bisa melihat kalau mereka terlihat sedang dikejar-kejar oleh Pokemon liar. Ash yang melihat itu langsung memerintahkan Pikachu untuk menyerang Pokemon itu untuk menyelamatkan ketiga anaknya.

"Jadi jelaskan kenapa kau bisa berada disini, Selena Ketchum? Dengan kedua adikmu pula." Ucap Ash yang terlihat menahan kekesalan pada putrinya dengan Serena yang bernama Selena, juga dengan putranya bersama Lillie yang bernama Aether dan juga putrinya dengan Mallow yang bernama Ashlyn.

Gadis bernama Selena itu langsung menundukkan kepalanya dan berkata "Er, aku ingin mencari Pokemon sebagai ulang tahun untuk Red, ayah."

"Kau tidak usah pikirkan tentang itu sayang." Ucap Ash yang mengelus-ngelus rambut honey blonde milik sang putri "Aku sudah mengirimkan Litten, Rowlet dan Popplio ke Sinnoh barusan. Sekarang pulanglah. Ibu kalian sedang khawatir pada kalian bertiga."

"Baik ayah."

Melihat kepergian ketiga buah hatinya, Ash pun berkata "Mereka bisa membuatku serangan jantung tidak lama lagi, Alain."

"Setidaknya mereka tidak apa-apa kan?" Ucap Alain yang tersenyum mendengar keluhan sang sahabat "Tapi aku tidak menyangka Ash. Kau bisa menikahi Serena, Mallow, Lillie dan Lana. Bahkan kau juga telah diam-diam menikahi Cynthia dan mempunyai anak yang membuat semua orang penasaran siapakah ayah dari anak Champion Sinnoh itu."

"Aku juga tidak menyangka, Alain. Aku bahkan bertekad untuk tidak mencintai lagi setelah apa yang dilakukan May kepadaku dan pengkhianatan teman-temanku yang lain." Balas Ash yang kemudian melanjutkan "Tapi Serena dan mereka semua berhasil menarikku jauh dari keterpurukan dan membuatku jadi seperti ini. Dan mereka semua juga telah memberikan buah hati yang tampan dan cantik. Aku sungguh-sungguh berterima kasih pada mereka semua."

"Lalu bagaimana dengan ibumu, Ash? Apa kau akan memaafkannya? Tanya Alain dan Alain langsung merasa bersalah karena telah membuka luka lama sahabatnya itu "Maaf, Ash. Aku tidak bermaksud."

"Tidak usah minta maaf Alain. Kau tidak salah disini." Balas Ash yang kemudian melanjutkan "Sejujurnya, aku masih emosi pada beliau. Tapi aku sadar kalau dia itu ibu yang telah melahirkanku dan dia juga membesarkanku dengan susah payah tanpa bantuan ayahku yang entah sedang berada dimana saat ini. Serena dan yang lain membuatku sadar kalau ibuku hanyalah korban. Dia mempercayai mereka karena dia takut kehilanganku. Apalagi saat hari pertama di Kalos, aku hampir saja mati saat menyelamatkan Pikachu. Untungnya aku diselamatkan oleh Mega Blaziken saat itu."

"Jadi kau akan memaafkan ibumu, Ash?"

"Iya." Balas Ash yang kemudian melanjutkan "Aku akan ke Kanto besok untuk membawanya kemari."

Alain tidak berkata apa-apa dan pergi ke rumahnya. Rumah dimana sang istri yang bernama Mairin menunggunya. Setelah kepergian Alain, dia pun segera menelpon Cynthia.

"Hey, Cynthia..."

"Tumben kau menelpon-ku malam-malam, Ash? Ada masalah apa?"

"Bagaimana dengan hadiah dariku? Apa dia menyukainya?"

"Dia sangat menyukainya. Dia bahkan sedang melatih Pokemon yang kau berikan padanya saat ini."

Ash pun tertawa kecil saat mendengar kalau sang putra dengan Cynthia mempunyai kesamaan sifat dengannya "Bilang padanya jangan tidur sampai larut. Nanti dia bisa sakit."

"Tenang saja, akan kuberitahukan padanya." Balas Cynthia yang kemudian melanjutkan "Apa kau tidak kenal dengan sosok yang kuat dan bisa merebut title Champion dariku, Ash? Sungguh... Aku iri pada Serena, Mallow, Lillie dan Lana karena bisa menghabiskan waktu bersamamu sedangkan aku harus stuck di Sinnoh tanpamu."

"Memangnya Tobias belum bisa mengalahkanmu?"

"Pffttt, dia memang mempunyai dua legendaris bahkan lebih." Balas Cynthia dengan dengusan "Tapi tetap saja dia bahkan masih belum bisa mengalahkan Elite Four milikku. Rivalmu yang pengkhianat itu juga mengikuti Lily Valley Conference tapi dia hanya bisa sampai 4 besar saja."

"Kenapa kau tidak memakai cara Alder saja?"

"Maksudmu sengaja kalah dari Iris karena dia ingin pensiun begitu?" Tanya Cynthia yang kemudian melanjutkan dengan nada marah "Aku memang ingin bersama denganmu, Ash. Tapi aku tidak akan menggunakan cara memalukan seperti itu."

"Maaf kalau perkataanku telah membuatmu kesal Cynthia."

"Tidak masalah, Ash." Balas Cynthia yang sudah mulai tenang dan kemudian dia melanjutkan "Jadi bagaimana dengan Serena? Aku dengar dia sudah berhenti untuk ikut Pokemon Contest dan memilih untuk tinggal di rumah dan merawat Selena?"

"Dia baik-baik saja tapi dia sedang melatih seseorang untuk menggantikannya."

"Siapa dia?"

"Dia adalah Chloe Cerise. Anak dari Professor Cerise dan juga pacar dari salah satu anggota Elite Four-ku, Goh."

Cynthia terdiam selama beberapa detik dan lalu dia berkata "Oh ya, Ash. Aku ada sebuah kabar untukmu."

"Kabar apa itu?"

"Lance telah dikalahkan dan saat ini dia kembali ke tugasnya menjadi Champion dari Johto lagi. Bukan Kanto dan Johto."

Ash terdengar terkejut saat mendengar kabar itu karena Lance adalah salah satu Champion terkuat dan yang bisa mengalahkan dia hanyalah Leon, Champion dari Galar "Siapa yang berhasil mengalahkan Lance, Cynth?"

"Kau tahu orangnya." Balas Cynthia yang kemudian melanjutkan "Dia adalah Red Satoshi, ayahmu."

'Jadi dia telah kembali, huh...' Batin Ash dan kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu kau juga jangan tidur larut Cynthia. Nanti kau sakit."

Cynthia hanya tersenyum dan membalas "Terima kasih telah mengkhawatirkanku sayang. Kalau begitu, aku akan tutup dulu teleponnya. Aku mencintaimu, Ash."

"Aku juga mencintaimu, Cynthia."

Ash pun kembali ke rumahnya dan disambut oleh Serena, Lillie, Mallow dan Lana. Dia juga menceritakan keinginannya untuk pergi ke Pallet Town untuk menemui sang ibu, membuat para istrinya senang karena Ash telah memutuskan untuk memaafkan sang ibu.

"Jadi apa kami harus menemanimu, Ash?"

"Tidak perlu. Aku hanya akan pergi dengan Gary dan Leaf karena Gary kelihatan sudah rindu pada ayah, kakek dan kakaknya." Balas Ash yang terlihat menyelesaikan makanannya.

Setelah itu, dia pun mengecek keadaan anak kembarnya dengan Lana yang bernama Esther dan Albert. Lalu dia segera pergi ke kamarnya dan tidur supaya dirinya tidak terlambat penerbangan menuju ke Kanto.

.

.

-Time Skip-

.

.

Ash, Gary dan istrinya yang bernama Leaf akhirnya sampai di Pallet Town dan mereka teringat semua momen yang mereka lalui saat mereka masih tinggal di Pallet Town. Pertemuan Ash dan Serena pertama kali, petualangan Ash dengan kedua temannya itu yang membuat mereka bertiga dimarahi oleh sang ibu dan Professor Oak, momen dimana Ash terlambat datang untuk mendapatkan Pokemon Starter mereka sedangkan Leaf dan Gary mendapatkan Pokemon yang mereka inginkan. Gary mendapatkan Squirtle dan Leaf mendapatkan Bulbasaur.

Saat Gary melihat sign yang dia dulu buat untuk mengejek Ash, dia pun berkata "Maaf tentang itu, Ash. Aku terlalu kekanak-kanakan dulu."

"Tidak apa-apa Gary. Itu sudah lama sekali lagipula."

"Gary, Ash, apa itu kalian?" Tanya seseorang yang datang dan ternyata itu adalah Tracey.

Gary dan Ash pun segera memeluk pemuda malang itu dan mereka pun berkata "Lama sekali tidak bertemu denganmu Tracey."

"Lama juga tidak bertemu kalian berdua, Ash, Gary." Balas Tracey dan mereka berdua pun melepaskan pelukan mereka pada Tracey "Jadi bagaimana perasaanmu setelah menjadi Champion di Alola, Sun Elio atau yang biasa kusebut Ash Ketchum?"

"Baik-baik meskipun aku agak bosan karena tidak ada seseorang yang cukup kuat untuk menantangku." Balas Ash yang kemudian dia melanjutkan "Seorang yang membuatku sangat tertantang hanyalah Paul dan Alain. Itu juga sebelum aku mengangkat mereka menjadi anggota Elite Four milikku."

"Bagaimana kabarmu dan Serena? Aku dengar kau telah menikahinya dan mempunyai satu putri saat ini?"

"Hubunganku dan Serena baik-baik saja Tracey." Balas Ash yang sengaja tidak memberitahukan fakta dia tidaklah menikahi Serena juga. Tapi juga Mallow, Lillie, Lana dan Cynthia.

"Jadi siapa dia? Aku tidak pernah melihatnya disini?"

"Dia teman masa kecil aku dan Gary yang bernama Leaf. Saat dia mendengar apa yang terjadi padaku dan Gary, dia memutuskan untuk terbang dari Unova ke Alola." Balas Ash yang kemudian melanjutkan "Dan omong-omong dia juga istri dari Gary."

"Kau juga sudah menikah, Gary? Kenapa aku bisa tidak tahu?"

Melihat tatapan tajam Tracey, Gary pun membalas "Aku sudah memberitahu kakek. Memangnya dia tidak memberitahumu?"

"Tidak. Dia tidak memberitahuku."

"Kalau begitu aku akan pergi ke rumahku dan menemui kakek, ayah dan kakakku." Ucap Gary yang kemudian melanjutkan "Ayo kita pergi Leaf."

Leaf kemudian pergi bersama sang suami dan pergi ke rumah iparnya. Tracy kemudian berjalan dengan Ash dan berbicara banyak tentang masa lalu saat mereka masih bertualang bersama. Ash kemudian sampai di rumah lamanya dan melihat kalau pintunya terkunci rapat.

"Tracey, apa ibuku sedang keluar rumah?"

Tapi Tracey tidak menjawab dan bisa dilihat kalau wajahnya terlihat pucat "Tracey, apa kau mendengarku?"

"Ash! Kita harus dobrak pintunya sekarang!"

"Ada apa?"

Tapi Tracey tidak merespon pertanyaan Tracey dan Tracey pun berteriak "Cepat! Kita tidak punya banyak waktu lagi."

Ash yang tidak mengerti, langsung mendobrak pintu rumah lamanya itu bersama dengan Tracey. Dan dia pun shock saat melihat sang ibu terlihat tergeletak di tanah dengan luka sayatan di tangannya yang telah mengeluarkan banyak darah

"I—Ibuuu!"

Mata Delia sejenak terbuka saat mendengarkan teriakan sang anak. Dan saat melihat sang anak berada di dekatnya "A—Ash... A—apa i—ini k—kau?"

"Iya ibu. Ini aku." Balas Ash yang kemudian menggenggam tangannya dengan erat "Bertahanlah. Jangan tutup matamu, ibu."

"Maafkan ibu karena telah mengkhianatimu, putraku."

Ash yang melihat ibunya memejamkan mata pun berteriak dengan histeris sambil menggoyang-goyangkan tubuh sang ibu "Ibu—IBUUUUU!"

Ash dan Tracey pun langsung membawa Delia ke rumah sakit dan untungnya Delia masih bisa diselamatkan setelah Ash mentransfutasikan darahnya untuk sang ibu. Melihat ibunya dirawat, Ash pun berkata pada Tracey "Sebenarnya apa yang terjadi Tracey? Sepertinya kau tahu kalau ibuku akan melakukan ini."

"Sebenarnya ini bukan pertama kalinya dia melakukan ini, Ash." Balas Tracey dan hal itu membuat Ash terkejut "Setelah kepergianmu beberapa tahun lalu, ibumu merasa bersalah karena telah mempercayai mereka dibandingkan putranya sendiri. Jadi dia berusaha untuk membunuh dirinya berkali-kali tapi hal itu digagalkan berkali-kali oleh aku, Professor Oak, dan ayah dari Gary yang bernama Blue."

"Lalu dimana ayahku?"

"Huh?"

"Dimana Champion dari Kanto itu?" Tanya Ash yang merasakan kebencian pada ayah yang telah meninggalkan dia dan sang ibu sejak lama telah kembali "Dia sudah kembali dan merebut gelar Champion dari Lance dan menendangnya kembali ke Johto, tapi bisa-bisanya dia tidak mengetahui nasib istrinya sendiri."

"Tenangkan dirimu, Ash."

Melihat Professor Oak datang bersama Gary, Leaf, Daisy dan juga Blue... Ash pun berkata "Bagaimana aku bisa tenang Professor? Aku dengar dia sudah kembali tapi hal seperti ini masih bisa terjadi pada ibu. Bagaimana bisa mantan anggota Elite Four-nya bisa menghentikan tindakan ibuku tapi dia tidak? Apa dia benar-benar peduli pada ibu?"

"Jangan bicara omong kosong Ash. Ayahmu itu sangat mencintai ibumu. Tidak mungkin dia tinggal diam jika dia tahu ibumu akan melakukan ini." Balas Blue Oak, ayah dari Gary. Tapi Ash tidak terlihat mendengarkan dan langsung masuk ke kamar ibunya saat tahu kondisi sang ibu telah stabil.

"Sigh, sepertinya kebencian Ash pada Red telah kembali."

Mendengar perkataan putranya, Professor Oak pun berkata "Mau bagaimana lagi. Salah Red juga yang bukannya kembali ke Pallet Town untuk mengecek keadaan istrinya sendiri tapi dia malah melawan Lance untuk merebut gelar lamanya."

"Tapi aku rasa Ash tidak benar-benar membenci paman Red." Ucap Gary yang kemudian melanjutkan "Maksudku, dia menamakan anaknya sendiri dengan nama Red."

"Aku harap juga begitu, putraku." Balas Blue yang kemudian melanjutkan "Aku harap juga begitu."

.

.

-Line Break-

.

.

Ash terlihat menunggu ibunya siuman sampai-sampai dirinya tertidur. Setelah itu dia terbangun saat merasakan gerakan dari tubuh ibunya dan benar saja sang ibu sudah sadar dan terlihat mengelus-ngelus rambutnya.

"Ibu!"

Ash pun memeluk sang ibu dengan erat dan dia pun berkata "Maafkan aku ibu. Karena sifatku yang terlihat kekanak-kanakan, kau sampai harus seperti ini."

"Ini bukan salahmu Ash. Aku yang harusnya meminta maaf padamu karena lebih mempercayai mereka dibandingkan dengan putraku sendiri. Hanya saja aku—"

"Aku tahu ibu. Aku tahu. Kau hanya tidak ingin melihatku terlibat dalam bahaya karena hanya aku yang kumiliki dalam hidupmu kan? Setelah orang brengsek itu meninggalkan kita."

Sebenarnya Delia ingin memarahi anaknya sendiri karena telah berkata sekasar itu pada Red, suaminya sekaligus ayah dari Ash sendiri. Tapi dia diam saja karena dia juga kesal pada Red yang meninggalkan mereka agar mereka berdua tidak dalam bahaya karena Team Rocket, tapi sang anak tetap saja terlibat dalam bahaya karena perbuatan Team Rocket.

"Jadi bagaimana kabarmu Ash? Apa kau sudah menjadi Champion sekarang?"

"Ya. Aku sudah menjadi Champion dari Alola."

Mendengar itu, Delia terlihat bingung "Aku pikir Champion di Alola bernama Sun Elio?"

"Itu nama samaranku yang aku pakai selama aku tinggal disana. Tapi semua warga sana termasuk Gary dan Leaf tahu nama asliku." Balas Ash yang kemudian melanjutkan "Oh ya, ibu. Selamat... Kau sudah menjadi seorang nenek sekarang."

Delia terkejut dan senang saat mendengar kabar itu "Kau sudah menikah, Ash? Dengan siapa? Apa dengan Serena?"

"Dengan dia dan 3 gadis dari Alola." Ucap Ash yang menyembunyikan fakta kalau dia telah menikahi Cynthia juga. Bukan karena dia tidak mengakui Cynthia sebagai istrinya, tapi karena dia ingin melihat keterkejutan orang-orang saat tahu dia menikahi Champion cantik dari Sinnoh itu dan memiliki putra dengannya.

Delia kemudian memeluk Ash dan berkata "Aku tahu kau merupakan ladies man seperti dia dan kau masih peka dengan perasaan wanita tidak seperti yang dikatakan Misty dan Iris, Ash."

Ash terlihat menahan kesal karena mendengar dua nama pengkhianat itu disebutkan oleh ibunya dan bersumpah akan membalas mereka di World Champion Tournament yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi oleh Pokemon League Association yang diketuai Charles Goodshow dan juga Aether Foundation yang diketuai oleh kakak ipar dan mertuanya dari Lillie, Gladion dan juga Lusamine.

"Omong-omong, aku ingin mengatakan sesuatu padamu ibu."

"Apa yang kau ingin katakan padaku, Ash?"

"Aku ingin kau ikut denganku dan tinggal di Alola, bersama dengan istri dan anak-anakku. Kau mau kan?"

Delia yang mendengar itu pun menggangguk "Tentu saja Ash. Aku akan ikut tinggal denganmu di Alola. Disini juga ayahmu tidak akan menemuiku meskipun dia sudah kembali menjadi Champion dari Kanto lagi."

Tanpa disadari oleh dua pasangan ibu dan anak itu, terlihatlah sosok pria memakai baju, jaket dan topi berwarna merah yang terlihat menggertakkan giginya setelah mendengarkan ucapan Delia 'Apa kau benar-benar berpikiran seperti itu Delia? Dan juga Ash... Sebenci itukah kau padaku? Charizard... Bawa aku ke Mt. Silver segera. Kita akan berlatih untuk mengikuti World Champion Tournament. Aku tidak sabar untuk mengetes kemampuanmu putraku. Ash Ketchum, Champion dari Alola."

Sosok itu pun menaiki Charizard dan pergi ke tempat pengasingannya tanpa menyadari kalau sosok Blue melihat kepergiannya dengan tatapan sedih 'Red... Aku harap kau bisa memperbaiki hubunganmu dengan Ash dan Delia.'

-To Be Continued-