"Hhh... Hh... Ugh... Hya!" BoBoiBoy Gempa dengan tangan yang terbungkus oleh sarung tangan tanah berasal dari kekuatan elementalnya memukul daratan setelah menghindari beberapa serangan.

Drrk!

Brak!

Tanah yang bergetar akibat dari kekuatan milik BoBoiBoy Gempa kemudian mencuat memerangkap makhluk yang menyerangnya tanpa henti sejak dia mendarat ke planet penuh hutan ini.

"Halilintar, sekarang!"

BoBoiBoy Gempa memanggil pecahan dirinya yang lain, BoBoiBoy Halilintar, untuk melakukan serangan akhir. BoBoiBoy pemegang elemen petir itu keluar dari persembunyiannya.

Bzzt!

Kedua tangannya yang mengepal mengeluarkan petir merah dan ketika BoBoiBoy Halilintar menyatukan kedua kepalan tangannya itu, tombak mulai terbentuk.

"Makan ini!"

BoBoiBoy Halilintar melempar tombaknya itu pada makhluk yang terlihat seperti tumbuhan pemakan serangga tepat di tubuhnya. Cahaya petir merah kemudian mengalirkan listriknya ke seluruh tubuh makhluk itu hingga terpanggang.

Tak!

"Ugh!"

"Halilintar!"

BoBoiBoy Gempa terkejut ketika BoBoiBoy Halilintar kehilangan keseimbangan ketika ia mendarat. Dirinya ingin segera menghampiri BoBoiBoy Halilintar tapi tubuhnya tidak memiliki sisa tenaga karena pertarungan tadi.

"Whoops!"

Tubuh BoBoiBoy Halilintar yang hampir terjatuh tertahan oleh kedua tangan yang memegang bahunya. Dia melihat pecahan dirinya yang lain sedang menahan tubuhnya.

"Kenapa lama sekali kau datang?! Hampir saja kita dihabisi makhluk itu."

Melupakan tubuh yang terlalu lelah karena bertarung, BoBoiBoy Halilintar menggunakan sisa tenaga yang hampir tidak ada untuk mengomeli pecahan dirinya yang merupakan pengendali angin.

"Aku sudah berusaha secepatnya lho. Planet ini luasnya tidak seperti markas TAPOPS kau tahu?"

BoBoiBoy Halilintar mendecakkan lidahnya dan mengambil napas setelah bertarung dengan makhluk— monster tumbuhan pemakan serangga. Dia ingin membalas ucapan BoBoiBoy Taufan namun tubuhnya yang lelah tidak mengijinkannya.

"Halilintar kamu tidak apa-apa?"

BoBoiBoy Gempa yang akhirnya dapat menyusul ke tempat kedua pecahan dirinya berada melihat keadaan BoBoiBoy Halilintar.

"Tidak ada luka, hanya lelah," BoBoiBoy Halilintar menjawab pertanyaan BoBoiBoy Gempa. Mata merahnya kemudian melihat keadaan tubuh Si Pengendali Tanah.

"Sebaliknya, kau lebih parah dariku. Seharusnya aku yang jadi umpan tadi."

BoBoiBoy Gempa mengeluarkan senyumnya meskipun terlihat lelah, "Kalau kamu yang jadi umpan, kita sudah dihabisi sama monster itu dari tadi."

Dua BoBoiBoy itu kemudian terdiam karena lelah seusai bertarung tadi. BoBoiBoy yang tersisa mulai melaporkan hasil investigasinya sebelum ditanya.

"Ngomong-ngomong, tidak ada tanda keberadaan power sphera di sekitar sini. Hanya ada pepohonan dan sungai kecil."

"Monster juga."

BoBoiBoy Halilintar menambah laporan BoBoiBoy Taufan.

"Iya itu juga. Mungkin karena monsternya berupa tanaman, aku tidak bisa membedakannya di antara pepohonan."

Hening kemudian mendatangi mereka. Ketiga BoBoiBoy itu mengalami hambatan dalam misinya.

"Tapi yah... Komandan KoKoCi hanya menugaskan kita untuk menyelidiki gelombang aneh yang mengelilingi planet ini bukan?"

BoBoiBoy Taufan dengan senyum pasrahnya mengangkat bahu. Mata birunya memandang langit angkasa yang bertabur bintang.

"Aku heran kenapa Komandan KoKoCi hanya menugaskan kita sendiri padahal banyak monster kuat di sini?"

Solo Mission © LiTFa

BoBoiBoy/BoBoiBoy Galaxy © Monsta Studio

Language : Bahasa Indonesia

Rate : T

Genre : Friendship, Family

Warning(s) : Semi-Canon, Typo(s), for BoBoiBoy's spawn-day, #HappyBirthdayBoBoiBoy

"Eh? Maksud Anda saya sendiri yang pergi?"

BoBoiBoy yang tengah berada di ruang Komandan KoKoci terkejut. Dia tidak mengira akan diberi misi tunggal ketika dirinya selalu menyelesaikan misi bersama teman-temannya.

"Kalau dihitung dengan kekuatan berpecahmu, bisa dibilang kamu bertujuh."

Tetap saja itu masih merupakan dirinya sendiri.

BoBoiBoy menahan kalimat tersebut di pikirannya. Mengabaikan untuk sementara pertanyaan "mengapa" yang terus muncul secara para atasan hampir tidak pernah membiarkan anggota TAPOPS dengan pangkat rendah menjalankan misi seorang diri.

"Bagaimana dengan teman-teman yang lain? Saya dari tadi tidak melihat mereka."

"Ah... Mereka menjalankan misi yang berbeda."

Kembali terheran, BoBoiBoy mengajukan pertanyaan.

"Mereka berlima? Tidak, saya tidak heran kalau itu Fang. Tapi mereka bertiga juga? Yaya, Ying, dan Gopal? Bahkan Ochobot?"

Oh, itu pertanyaan beruntun.

"Y-ya, untuk berbagai alasan aku tidak bisa memberitahumu misi apa yang mereka lakukan. Ochobot ikut dengan Fang karena kekuatan teleportasinya dibutuhkan."

Suara Komandan KoKoCi terdengar gemetar untuk sesaat. Pandangan matanya menghindar tatapan mata BoBoiBoy namun tertutup oleh kacamata hitam sehingga bocah bertopi jingga tidak menyadarinya.

BoBoiBoy menghela napas, perasaan menjanggal menghampiri hatinya begitu kuat. Tapi lagi-lagi dia hanya bisa menahannya karena atasan bilang bahwa isi misi tersebut tidak dapat diberitahu.

"Tapi kenapa...?"

Mereka tidak bilang kepadaku?

Meskipun BoBoiBoy merasa sedikit terkhianati, pertanyaan itu tidak akan terjawab jika orang yang bersangkutan saja tidak ada.

"Tenang saja, tingkat kesulitan misi ini tidak begitu tinggi sehingga bisa dilaksanakan oleh satu orang. Jarak tempat misinya juga tidak begitu jauh, jadi kamu akan menaiki pesawat angkasa yang dikendalikan oleh salah satu staf TAPOPS."

Komandan KoKoCi yang salah paham dengan gumaman remaja tersebut sebagai kekhawatiran menjawab pertanyaan BoBoiBoy.

"Ah... Baik.. Boleh tahu misi apa yang akan saya lakukan?"

BoBoiBoy kembali fokus pada topik utama, menyingkirkan perasaan pribadinya untuk sementara. Dia bisa mengurusnya nanti setelah menyelesaikan misi tunggal ini.

"Ada gelombang aneh yang terdeteksi di sekitar planet K-452b. Kami menyimpulkan adanya indikasi power sphera di planet tersebut."

BoBoiBoy mengangguk, menandakan bahwa dia mengerti ucapan Komandan KoKoCi. Melihat itu, Komandan KoKoCi melanjutkan kembali penjelasan misi tersebut.

"Tugasmu menyelidiki apakah keberadaan power sphera itu nyata atau tidak selama 24 jam. Kalau kamu menemukan power sphera tersebut segera hubungi TAPOPS agar kami dapat mengirim anggota yang lain untuk membantumu."

"Kalau selama 24 jam itu saya tidak menemukan apapun, apa yang harus saya lakukan?"

Komandan KoKoCi terdiam sejenak, cukup untuk membuat BoBoiBoy merasa tegang.

"Pesawat angkasa akan menjemputmu kembali tepat 24 jam setelah kamu menjalankan misi. Itu menandakan bahwa sistem kami masih perlu perbaikan lebih jauh karena salah menangkap gelombang."

BoBoiBoy menatap hologram yang menunjukkan gambar planet K-452b hampir menyerupai Bumi. Bedanya, bahwa planet tersebut lebih hijau dari pada Bumi yang sekarang seolah tidak ada penghuni satupun.

"Sejauh ini apa kamu mengerti misimu?"

BoBoiBoy langsung melakukan salam TAPOPS. "Baik, dimengerti!"

"Bagus, ingat BoBoiBoy untuk selalu berhati-hati. Terlebih lagi kali ini kamu melakukan misi sendirian."

BoBoiBoy menunjukan senyum lebarnya, "Baik!"


"Tapi tidak kusangka aku tidak menemukan makhluk hidup yang memiliki kecerdasan selain monster tumbuhan ini."

BoBoiBoy mengambil topi dinosaurusnya yang tergeletak di tanah. Dia baru sadar topinya terjatuh ketika dia mengeluarkan kekuatan elementalnya sambil menghindari serangan monster tadi. Tidak heran dia merasakan hembusan angin dingin dari rambutnya ketika dia berdiskusi dengan pecahan dirinya.

Mata cokelatnya kemudian menangkap kilatan cahaya di langit saat tangannya sibuk membersihkan kotoran yang menempel di topinya.

Sejenak BoBoiBoy terdiam, tubuhnya yang dilihat dari belakang menunjukan kesepian dengan jelas. Tidak seperti kumpulan kilatan cahaya yang melewati langit malam itu.

"Bahkan di sini juga muncul bintang jatuh."

BoBoiBoy kemudian teringat dengan perasaan yang dari tadi menggerogotinya. Pertanyaan seperti "kenapa" dan "bagaimana" terus memenuhi pikirannya semenjak dia menerima misi ini.

"Bagaimanapun kita selalu melakukannya bersama-sama. Terasa aneh kalau sendirian seperti ini. Berdiskusi dengan pecahan kekuatan elemental juga akhirnya mencapai pada kesimpulan yang sama."

Remaja itu kemudian menggelengkan kepalanya kuat-kuat tersadar dari gumamannya.

"Jangan berpikiran macam-macam. Komandan KoKoCi tidak bisa mengatakan misi mereka maka tidak heran kalau teman-teman tidak mengatakannya padaku."

BoBoiBoy kembali menatap langit penuh dengan jutaan kerlap-kerlip cahaya kecil. Dia mendesah pasrah, memakai kembali topinya dan fokus pada misi yang sedang ia jalankan.

"Setidaknya..."

Bilang dulu kalau mau pergi.


11 jam setelah keberangkatan BoBoiBoy...

"Bagaimana?"

Yaya yang menunjukan takaran dari suatu bahan bertanya pada teman perempuannya. Sedangkan yang ditanya matanya langsung membaca kembali resep dari buku yang ia pegang.

"Aku rasa itu terlalu banyak, menurut resep harusnya..."

Ying mengurangi bahan yang diambil oleh Yaya menyesuaikan takaran resep.

"Kenapa kita tidak memakai kekuatanku untuk membuat itu? Setidaknya tidak akan memakan waktu seperti ini."

Gopal, anggota Kokotaim yang paling tua menguap bosan melihat kedua teman perempuannya berkutat dengan bahan-bahan masakan.

"Kalau tidak mau membantu diamlah. Meskipun kekuatanmu itu dapat mengubah molekul benda apapun menjadi makanan aku tidak bisa menikmatinya karena bentuk asal dari makanan itu."

Ying dengan ketus berucap sambil mata yang masih fokus dengan resep dan bahan yang akan dimasukan oleh Yaya.

"Dan bukannya kamu itu pintar memasak, dari pada berdiam diri kenapa tidak gerakan kedua tanganmu itu untuk membantu kami?"

"Ah... Aku membantu untuk menghabiskan makanan saja."

Senyum kesal terlihat di bibir Ying, sudah hampir 2 jam dirinya dan Yaya berkutat dengan resep yang tidak asing namun sulit bagi mereka untuk melakukannya. Sedangkan temannya yang selalu peduli makanan namun juga bisa memasak malah berleha-leha tanpa ada niatan membantu.

"Oke, kau habiskan biskuit Yaya yang sudah siap itu."

"Oh, itu harusnya kita makan sama-sama nanti," celetuk Yaya dengan polosnya.

"Tidak apa-apa Yaya, Gopal lebih suka biskuit buatanmu dari pada kue ini."

Gopal tersentak mendengar kalimat Ying. Itu memiliki artian lain untuk menyetorkan nyawanya pada Malaikat Maut.

"K-kalian terlihat kesulitan, ahahahaha... Aku akan membantu kalian agar cepat jadi kuenya. Kasian BoBoiBoy kalau menunggu terlalu lama."

Hilih, bilang saja kalau tidak mau makan biskuit buatan Yaya.

Gadis berhijab merah muda itu tersenyum cerah, "Baiklah, kita harus membuat kue ini menjadi enak melebihi kue yang lain."

Gopal dan Ying terdiam menahan kalimat yang akan terucap.

Itu kalau kamu tidak memasukan bahan yang aneh dan sesuai dengan resep.

Gerakan Yaya mengaduk adonan terhenti sejenak, teringat dengan teman mereka yang satunya lagi.

"Kira-kira Fang dan Ochobot sudah sampai mana ya?"


"Hmm..."

BoBoiBoy menatap antara lokasi yang ia lihat dan gambar yang tersedia di tab.

"Seharusnya di sekitar sini..."

Tab yang BoBoiBoy pegang memiliki sistem pendeteksi power sphera meskipun tidak sekuat dan sejelas dengan scanning milik Ochobot namun setidaknya, sistem tersebut dapat memberitahu keberadaan power sphera.

Masalahnya, sistem tersebut tidak menunjukan indikasi apapun terhadap gelombang yang tertangkap di sistem milik markas TAPOPS. Kembali BoBoiBoy mengalami hambatan dalam misi tunggalnya.

Sudah hampir 20 jam BoBoiBoy menjalankan misinya. Dia telah mengelilingi semua area yang diduga terdeteksi gelombang dengan elemental anginnya. Namun sistem pendeteksi yang terpasang di tab tidak menunjukkan apapun.

BoBoiBoy bahkan berkali-kali melawan monster tumbuhan yang menyatu dengan hutan selama ia menjalankan misi. Waktu istirahatnya kebanyakan ia habiskan dengan sikap siaga. Dia tidak bisa terus-menerus berpecah diri karena memakan banyak tenaga dan hampir tidak ada efeknya ketika menyuruh salah satu pecahan elementalnya beristirahat sedangkan yang lain berjaga. Yang ada tubuhnya lelah dua sampai tiga kali lipat tergantung berapa banyak dia memanggil pecahan elementalnya.

"Kata Duri monster di planet ini tidak terpengaruh oleh suatu kekuatan, mereka hanya terancam karena ada makhluk asing yang memasuki wilayah mereka."

BoBoiBoy menggumamkan diskusi yang selama ini ia bahas dengan pecahan elemental lain. Si Pakar Tumbuhan— BoBoiBoy Duri mengatakan para monster tumbuhan menyerang mereka karena merasa terancam.

Si Peneliti yang mengaku memiliki kapasitas otak yang besar— BoBoiBoy Solar mengatakan kalau gelombang yang dikatakan terdeteksi oleh Komandan KoKoCi merupakan kesalahan sistem atau bisa saja bukan merupakan gelombang kekuatan power sphera namun jenis gelombang yang lain.

Itu sedikit kemajuan dalam misi tunggal milik BoBoiBoy. Komandan KoKoCi tidak menunujukan lokasi yang tepat dimana gelombang misterius tersebut muncul dan hanya memberi beberapa lokasi secara kasar melalui tab.

BoBoiBoy Blaze tidak memberikan masukan apapun pada progress misi namun mengusulkan untuk membakar seluruh hutan karena rasa frustasi yang dialami oleh BoBoiBoy original. Tentu saja dengan cekatan BoBoiBoy Gempa menghilangkan rasa frustasi secara ajaib... Atau keberuntungan?

BoBoiBoy Ice menyerahkan semua hal melelahkan pada pecahan elemental lain dan memilih untuk tidur karena semua rasa lelah menumpuk pada dirinya. Sebagai gantinya, BoBoiBoy Ice akan mencari informasi lewat aliran sungai maupun jenis cairan yang lain.

BoBoiBoy Taufan menyerahkan hal yang membutuhkan pikiran pada ahlinya dan meminta untuk urusan investigasi jalur udara diserahkan padanya. BoBoiBoy Halilintar dan BoBoiBoy Gempa akan mengambil kesimpulan dari informasi yang dikatakan oleh pecahan BoBoiBoy lain dan memutuskan apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam menjalankan misi.

Pada akhirnya, pikiran-pikiran itu berasal dari BoBoiBoy sendiri dan ketika pecahan elemental itu kembali bersatu kepalanya berdenyut sakit.

"Dari semua area yang telah diperiksa Taufan tadi, hanya bagian goa ini yang mencurigakan namun tidak ada reaksi dari pendeteksi gelombang. Sedangkan Ice mengatakan makhluk yang tinggal perairan tidak terkena efek dari gelombang dan semuanya terlihat aman."

BoBoiBoy termenung sejenak, "Halilintar dan Gempa mempunyai firasat kalau goa ini mungkin sumber dari gelombang yang terdeteksi di markas. Sayang sekali Solar tidak bisa meningkatkan kinerja tab ini karena tidak ada alat yang memadai."

BoBoiBoy kemudian bangkit dari duduknya. Dia mengamati keadaan sekitar sebelum memasuki goa. Mengambil napas sejenak dan mengeluarkan secara perlahan untuk mengurangi ketegangan yang terus bertambah setiap jamnya.

Remaja pengendali elemen itu melihat powerband yang menunjukan telah 22 jam dia menjalankan misi tunggalnya. Itu berarti...

"Ayo selesaikan solo mission ini dan segera beristirahat."


"Jadi itu hanya bohongan? Bukan karena sistem belum bekerja secara maksimal?"

Fang yang sibuk mengemudi kapal angkasa mengangguk pada pertanyaan teman power spheranya.

"Tidak sulit untuk memalsukan gelombang palsu kalau kau tahu caranya. Lagian hanya itu satu-satunya cara agar kita bisa mengalihkan perhatian BoBoiBoy pada rencana kita."

"Tapi bagaimana kalau gelombang yang terdeteksi itu asli?"

Fang tersenyum yakin, "Yaah... Dia pasti bisa mengatasinya entah bagaimana."

"Itu perilaku tidak bertanggung jawab kamu tahu?"

"Tenang saja, aku dan Komandan KoKoCi sudah memeriksa planet itu terlebih dahulu. Tidak ada power sphera yang bersarang di sana dan 100% aman jika makhluk yang tinggal di sana tidak merasa terancam."

"Aku harap BoBoiBoy baik-baik saja. Meskipun itu hanya misi pengalihan tetap saja BoBoiBoy sendirian. 24 jam itu tidak sebentar."

"BoBoiBoy itu kuat kok, apalagi dia bisa memecah diri sampai tujuh belum lagi sama kekuatan fusion-nya. Ah, kita sudah sampai. Sekarang simpan rasa khawatirmu itu Ochobot, kita masih harus teleportasi dua kali."

"Baik!"


Bzzt!

Bruk!

"Huff... Huff..."

BoBoiBoy menghilangkan Keris Petir-nya ketika berhasil melumpuhkan monster berupa kelelawar hitam raksasa yang mengeluarkan suara berfrekuensi tinggi. Tidak terdengar namun dampak dari suara sonic seperti angin yang terus mendorongnya sangat terasa. BoBoiBoy yakin kalau monster tersebut hanya merasa terancam karena ada makhluk asing yang memasuki sarangnya.

"Aku beruntung dia hanya sendirian. Sepertinya dia penyebab munculnya gelombang tidak dikenal, tapi kenapa pendeteksi gelombang yang ada di tab tidak bisa mendeteksinya?"

BoBoiBoy berkutat dengan pikirannya lumayan lama. Dia kemudian menyerah karena jawaban tidak kunjung datang ke otaknya. Kelelahan mungkin menjadi faktor menumpulkan kinerja berpikirnya. Bahkan selama dia diserang oleh monster kelelawar tadi tidak bisa berpecah diri dan hanya menggunakan kekuatan elemental tingkat satu. Untungnya BoBoiBoy berhasil melumpuhkan monster kelelawar dengan elemen petirnya.

"Mari pikirkan nanti, sekarang laporkan hasil misinya. Sebentar lagi pesawat angkasa akan datang."


30 menit sebelum kedatangan BoBoiBoy...

Ketiga teman BoBoiBoy mengalami kekacauan. Mereka terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mendekorasi kue hingga ruangan yang harusnya akan digunakan telah tertata rapi dan indah terlupakan.

Yaya, Ying dan Gopal dibantu oleh kumpulan power sphera membantu mendekorasi ruangan secepat mungkin dengan hasil yang memuaskan. Ruangan yang tidak terlalu besar meringankan mereka dari kejaran waktu yang semakin dekat.

Alasan kenapa mereka terburu-buru mendekorasi ruangan yang mereka tempati—

"Kalian belum selesai?"

"Arrkh!"

"Uaakh!!"

"Kyaa!!"

"Gyaa!"

Dalam kepanikan yang begitu intens, Gopal berteriak terkejut yang membuat Ying ikut berteriak disusul oleh Yaya dan kembali pada orang yang bertanya— Fang yang telah kembali dari tugasnya bersama Ochobot. Tentu saja Ochobot tidak tertular dengan rantaian keterkejutan kawanannya dan heran kenapa dalam waktu yang begitu panjang ruangan yang harusnya sudah selesai dengan berbagai dekorasi belum terselesaikan.

"Kenapa kalian teriak?!"

Fang bertanya kesal setelah menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.

"Salahmu yang tiba-tiba muncul! Kenapa tidak mengetuk pintu dulu?" Gopal melontarkan pembelaan diri.

"Untuk apa mengetuk pintu ketika ini adalah kantin dimana orang biasa masuk-keluar!"

"Hentikan kalian berdua! Misi tunggal BoBoiBoy selesai lebih cepat dari perkiraan, kita harus cepat membereskan sisa pembuatan kue dan melanjutkan dekorasi ruangan."

Yaya berseru untuk melerai pertengkaran tidak berarti antara Penguasa Bayangan dan Maniak Makanan.

"Apa? Kenapa tidak menghubungi kami?"

Kali ini yang terkejut Ochobot, dia bergegas membantu mendekorasi ruangan diikuti oleh Fang.

"Mana ada waktu, kami terlalu lama berdebat saat menghias kue berkat seseorang."

Ying mengucapkan kalimat sarkas dan Gopal yang menjadi sasaran kalimat tersebut hanya menunjukkan cengirannya.

"Setidaknya hasil kue ulang tahun menjadi bagus."

"Dan waktunya banyak terbuang karena kamu terus mencoba mengambil kesempatan untuk mencicipi kuenya."

"Jangan salahkan aku, tapi salahkan perut dan tanganku yang tidak bisa diajak kompromi."

"Oh? Mau kupotong mereka?"

Gopal bergedik ngeri karena ucapan Ying.

"Sudahlah kalian berdua, kita cepat bereskan ini aku rasa tadi melihat pesawat angkasa BoBoiBoy di perjalanan pulang tadi."

Ketiga teman BoBoiBoy kembali terkejut dengan ucapan Fang sedangkan Ochobot mengangguk mengiyakan.

"Kenapa tidak bilang dari tadi?!"

"Err..."

Empat teman BoBoiBoy itu menoleh ke asal suara. Melihat dua orang yang masih terpaku dengan keributan yang sedang berlangsung.

"Apa perlu kami bantu?"

15 menit lagi BoBoiBoy akan sampai ke markas TAPOPS.


"Terima kasih, kalau begitu saya undur diri."

BoBoiBoy melakukan salam TAPOPS sebelum keluar dari ruangan Komandan KoKoCi. Tubuhnya begitu kotor dan lelah masih bersarang di seluruh badan setelah selesai menyelesaikan misi tunggal.

"Kenapa Komandan seperti menahanku di sana? Seperti ada yang disembunyikan."

Gumaman BoBoiBoy pada perilaku aneh komandannya sejenak melupakan rasa lelah yang meronta-ronta. Hingga perutnya yang belum diisi selama hampir lima jam itu berbunyi.

"Kalau diingat-ingat terkahir aku makan chocobar yang masih tersisa. Haruskah aku makan dulu? Atau mandi?"

Kini Si Penguasa Elemental dilanda dilema. Kalau dia makan terlebih dahulu rasanya tidak sopan menunjukan diri badan yang kotor, mereka yang makan di kantin akan merasa terganggu pada penampilan lusuhnya, belum lagi dengan bau tanah hasil dari berpelukan dengan daratan selama diserang oleh monster ketika menjalankan misi.

Tapi, kalau dia mandi terlebih dahulu rasa lelahnya akan lebih terasa dan dia akan terjatuh tidur selepas mandi dan melupakan jam makannya yang mulai tidak teratur. Kalau dia jatuh sakit, omelan Tok Aba sambil merawatnya sudah terbayang di otaknya.

"Sekali-kali lah, perutku terlalu lapar, dan sepertinya kantin jam segini bakalan sepi."

23 jam 45 menit.

Kalau di waktu Bumi maka itu merupakan jam tidur. Waktu yang ada di markas TAPOPS dan Bumi memang berbeda namun jam segini merupakan jam istirahat setelah melakukan berbagai pekerjaan bagi staf TAPOPS.

"Aman kurasa? Dari tadi juga tidak terlihat orang yang pergi ke arah kantin."

BoBoiBoy akhirnya memutuskan untuk pergi ke arah kantin, mengisi perut terlebih dahulu kemudian mandi. Tidurnya mungkin akan terasa nyaman dan dia akan bermimpi indah.

Ketika BoBoiBoy sampai di depan kantin dan tangannya membuka pintu, tiba-tiba saja tubuhnya sudah dihiasi oleh konfeti.

"Happy Birthday!!"

Itu suara teman-temannya yang bercampur dengan suara para power sphera. Otak BoBoiBoy mengalami buffering.

"Oh astaga, aku tidak tahu kalau dia akan menghampiri kantin langsung setelah menyelesaikan misi. Kita bisa lihat kerja kerasnya dari tubuhnya," Fang berkata tanpa ada maksud menyindir.

"Selamat ulang tahun BoBoiBoy, apa misimu berjalan dengan lancar?" Ying bertanya dengan nada jahil.

"BoBoiBoy semoga panjang umur. Maaf kami tiba-tiba pergi tanpa mengatakan apapun, ini supaya kami bisa menyiapkan perayaan ulang tahunmu dengan matang," Yaya meminta maaf dan memberi alasan kenapa dia dan teman-teman pergi tanpa kabar.

"BoBoiBoy! Kawan baikku! Selamat ulang tahun! Bisakah kamu menyisakan kuemu untukku?" Gopal dengan tidak tahu malu meminta kue bagiannya.

"BoBoiBoy selamat ulang tahun! Kami menyiapkan hadiah untuk—"

Kalimat Ochobot terhenti ketika melihat tangisan BoBoiBoy meluncur tanpa aba-aba. Seketika orang yang berkumpul di kantin panik.

"Tunggu, tunggu, aku tidak menyangka kalau kejutan kita akan membuatnya menangis."

"Err... Aku rasa bukan itu Fang..."

Gopal yang biasanya tidak peka menyadari sesuatu yang salah dengan temannya yang tengah berulang tahun.

"Kalian... Ku-kukira aku... Aku punya salah."

Tangisan BoBoiBoy membuat setiap kata-katanya terputus.

"Salah? Mana ada. Kenapa kau berpikir seperti itu?" Ying bertanya dengan panik.

"Kalian pergi... Tanp-pa pamit... Tiba-tiba dika... Sih misi sendi.. Dirian. Terus ke pla... Planet yang tidak... Ada penghu... Ni hanya.. Ukh.."

BoBoiBoy tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tercekat oleh isakan tangis.

"B-bagaimana kalau kamu tenang dulu baru cerita? Maaf kalau kami pergi tanpa berpamitan tapi kamu tidak melakukan kesalahan apapun pada kami," Yaya mencoba menenangkan BoBoiBoy.

"Oh ya ampun... Atok tidak tahu kalau cucu Atok secengeng ini."

"Haha... Kukira dia sudah menjadi anak yang berdikari ternyata masih tertinggal sisi cengengnya."

BoBoiBoy kemudian menyadari kehadiran dua orang penting yang jarang dia temui semenjak menerima berbagai misi dari TAPOPS. Dia hanya bisa menghubungi kedua orang tersebut melalui video-call tiap bulannya. Tangisannya mengalir tambah deras meilhat ayahnya— Amato dan Tok Aba berada di markas TAPOPS yang jaraknya jauh dari Bumi maupun tempat ayahnya bekerja.

"Tunggu, kenapa menangisnya tambah kencang?"

"Ini bukan gara-gara aku meminta kuenya kan?"

"Diam Gopal!"

Untuk beberapa saat kantin begitu ramai karena tangisan BoBoiBoy yang susah berhenti. Butuh waktu lama hingga teman-temannya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Tentang misi yang sebagai pengalih dan ternyata gelombang yang muncul di radar itu palsu. Mereka memanfaatkan suara sonic milik kelelawar hitam raksasa yang dihadapi BoBoiBoy. Tidak heran kalau tab yang memang dirancang untuk mendeteksi kekuatan power sphera tidak bereaksi.

Tentang misi Fang dan Ochobot yang ternyata menjemput Amato dan Tok Aba.

Tentang misi Yaya, Ying dan Gopal yang ternyata mereka bersembunyi di dapur kantin untuk membuat kue ulang tahun BoBoiBoy.

Tiga hal itu membuat BoBoiBoy kepikiran seharian sampai dia tidak bisa menemukan jawaban secepatnya karena harus menyelesaikan misi sendirian tanpa teman-temannya yang ternyata hanya untuk mengalihkan perhatiannya.

BoBoiBoy menangis karena rasa lelah dan lega menjadi satu. Lelah karena dia harus melakukan misi tunggal tanpa bantuan siapapun seperti biasanya. Lega karena pikiran bahwa dia telah melakukan sesuatu yang salah tanpa ia sadari ternyata tidak sungguhan.

Dengan tubuh yang kotor sehabis pulang misi BoBoiBoy menceritakan semua pikiran yang terus berkecamuk di kepalanya tanpa satupun yang tertinggal sambil meminum Special Hot Chocolate buatan Tok Aba. Teman-temannya yang mendengar keluh kesah BoBoiBoy merasa bersalah dan beberapa ada yang menjahilinya betapa cengengnya dia, Fang misalnya.

Amato dan Tok Aba yang mendengar apa saja yang terjadi di antara kelompok remaja dan power sphera itu hanya menggelengkan kepalanya. Komandan KoKoCi datang tepat saat BoBoiBoy meniup lilin kue ulang tahun.

"Ngomong-ngomong, Nak."

"Hm?"

"Bagaimana rasanya menyelesaikan misi sendirian?"

BoBoiBoy masih dengan mata sembab habis menangis berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan ayahnya.

"Yang pasti itu terasa berat. Aku sendirian di planet yang tidak kuketahui, diserang monster tanpa henti dan banyak hambatan ketika menemukan jalan buntu saat misi berlangsung karena aku tidak dapat mendiskusikan pada siapapun kecuali berpikir sendiri. Meskipun aku bisa berpecah menjadi tujuh, fusion di antara elemental, aku masihlah sendiri. Kekuatan itu juga bukannya tidak terbatas dan memakan energi begitu banyak. Rasa lelah pun berkali-kali lipat dari pada menyelesaikan misi bersama teman-teman."

Dengan jawaban panjang lebar yang dilontarkan anaknya, Amato kembali bertanya, "Kamu menikmatinya?"

BoBoBoiBoy menatap ayahnya sebentar sebelum mengeluarkan senyum tipis, "Tidak, tapi kalau itu liburan dan bukan misi mungkin aku sedikit menikmatinya."

BoBoiBoy tidak akan melupakan indahnya kumpulan bintang jatuh yang terjadi di planet tersebut.

[Solo Mission - The End]


Yahaa~ Niatnya pingin nge-clutch tapi malah gak kesampaian. Ya ngerjainnya keburu-buru mana sempat kan? x_x

Untuk kalian yang masih menunggu ThTr mohon bersabar, ini ujian/plak!

LiTFa

2022.03.14