Disclaimer: Final Fantasy XIV © Square Enix. Tidak ada keuntungan material apa pun yang diambil dari karya ini.
sebuah kunjungan ilmiah
oleh revabhipraya
.
.
.
Telinga Y'shtola menangkap suara langkah kaki dari arah pintu masuk gua tempat tinggal Matoya, gurunya, yang juga jadi tempatnya sering singgah belakangan ini. Wanita itu mengangkat alisnya, heran. Siapa yang berkunjung? Matoya jelas tidak suka mengundang orang ke rumahnya, dan Y'shtola sendiri tidak menghubungi siapa-siapa belakangan ini. Hanya para anggota Scions yang tahu ia ada di sini. Apakah mungkin…?
Sedetik kemudian, si pemilik langkah kaki akhirnya muncul. Pria Elezen yang tinggi menjulang dengan kulit agak gelap dan rambut abu-abu itu tersenyum kecil. Tubuhnya dilapisi pakaian hitam dan Y'shtola dapat melihat star globe di balik punggung si pria. Spontan, Y'shtola juga membentuk senyum dan mengucap, "Urianger. Ini kejutan yang menyenangkan."
"Nona Y'shtola," sapa Urianger sambil membungkukkan badannya tanda hormat kepada si wanita. Pria itu kemudian beralih ke wanita tua di samping Y'shtola lalu melakukan hal yang sama. "Guru Matoya."
"Hmm … pemuda yang sopan." Matoya menganggukkan kepalanya, tanda bahwa ia cukup menyukai sosok yang baru ditemuinya ini. Wanita itu kemudian mengalihkan pandangannya ke Y'shtola dan bertanya, "Temanmu, Shtola?"
"Bisa dibilang begitu," jawab Y'shtola santai. Ia menatap langsung gurunya dan berkata, "Guru Matoya, bukankah kaupunya urusan yang lebih penting selain memerhatikan kami mengobrol?"
"Mengusirku dengan halus, hm?"
Y'shtola tertawa pelan. "Tentu saja tidak. Berhubung kau sedang sibuk, kami akan mengobrol di luar."
"Sesukamu saja."
Sang Miqo'te memberi kode berupa anggukan kepada Urianger untuk mengikutinya ke arah pintu masuk gua. Tidak butuh waktu lama sampai keduanya melihat sinar matahari lagi, lengkap dengan tanaman beragam warna dan makhluk-makhluk berkeliaran di sekeliling mereka.
"Jadi itu Guru Matoya." Urianger buka suara. "Beliau kelihatan hebat."
"Salah satu yang terhebat pada masanya," sahut Y'shtola, bangga menyebut gurunya sebagai orang hebat. "Omong-omong, ada apa, Urianger? Bukankah kau seharusnya bersama Thancred?"
"Itu … memang benar." Si pria Elezen tampak terkejut dan bingung. "Hanya saja ada yang mau kusampaikan padamu, terkait Meteion."
Y'shtola mengangkat kedua alisnya, tertarik. "Oke."
"Sebelum itu..." Uianger mengusap lehernya ragu-ragu, tetapi kemudian tangannya bergerak untuk membuka tas kecil yang ia bawa. Diambilnya beberapa tangkai bunga merah dan diberikannya kepada Y'shtola. "Tadi kupetik sambil jalan. Kelihatan indah, jadi … yah…."
Y'shtola tersenyum kecil sambil menerima bunga itu. Padahal ia tahu benar bunga yang diberikan Urianger ini hanya tumbuh di Thavnair, dan jelas tidak mungkin pria itu tidak sengaja lewat ke sana dalam perjalanannya dari Sharlayan ke Dravania. Setidaknya, ia menyempatkan diri dulu ke Thavnair untuk memetik bunga ini. "Terima kasih."
Urianger hanya mengangguk pelan.
"Jadi, apa yang mau kaubahas tadi?"
"Oh, ya." Urianger kembali mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Kali ini, benda itu adalah secarik perkamen yang kelihatan sudah tua. "Aku menemukan tulisan ini di terselip di antara buku-buku tua di perpustakaan Sharlayan."
"Begitu." Y'shtola mengambil perkamen tersebut dan membaca isinya dengan cepat. Beberapa kalimat pada perkamen itu sukses membuat sang wanita membelalakkan matanya. Begitu selesai, ia kembali menatap Urianger. "Forum … pernah meneliti soal Dynamis…."
"Ya, dan kurasa itu tidak begitu mengejutkan." Urianger mengarahkan tangannya ke kepala seolah menunjukkan bahwa ia sedang berpikir. "Hanya saja, ada yang aneh. Perkamen ini hanya ada satu lembar, dan di ujungnya ada bekas terbakar. Sepertinya perkamen yang lain sengaja dibakar agar hilang selamanya. Mungkin penelitian ini memang dihentikan, tetapi kenapa?"
Y'shtola tidak langsung menjawab. Dibacanya kembali tulisan di atas perkamen itu, tetapi sialnya, tidak ada nama yang tercantum. "Mungkin penelitian ini dianggap berbahaya, seperti biasa? Meski menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama, tetap saja ada banyak risiko yang Forum tidak berani ambil."
"Menurutmu, apa bahayanya?"
Tentu saja Y'shtola tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Ada banyak kemungkinan mengapa penelitian terkait Dynamis ― energi yang diciptakan dari emosi ― ini dihentikan. Pertama, tentunya karena Dynamis adalah energi yang tidak stabil, dan jelas sekali manusia hingga saat ini pun belum punya cara untuk mengakalinya. Kedua, Dynamis adalah energi yang tidak selalu bisa diprediksi. Bentuknya tidak "nyata" seperti Aether. Ketiga, risikonya terlalu tinggi karena Dynamis juga pasti akan terpengaruh oleh emosi si peneliti, dan bisa gawat kalau peneliti sedang dalam kondisi yang tidak baik saat eksperimen berlangsung.
Melihat Y'shtola hanya diam, Urianger angkat bicara. "Kurasa, aku punya dugaan, dan aku ingin tahu pendapatmu."
Y'shtola mengangguk pelan.
"Seperti yang kaubaca di sana, tidak hanya soal Dynamis, perkamen itu juga menyebut soal Entelechies. Saat itulah aku sadar kalau ada yang aneh." Urianger berhenti sejenak. "Istilah-istilah ini, Dynamis dan Entelechies, kita dapatkan setelah perjalanan ke masa lalu. Dari sana juga kita mendapatkan informasi mengenai Elpis dan cerita lengkap soal emosi negatif Meteion. Seharusnya, tidak ada yang tahu soal Dynamis dan Entelechies kecuali para anggota Scions, dan…."
"Ascians." Y'shtola membelalakkan matanya lagi. "Para anggota Forum bekerja sama dengan para Ascians."
"Ya." Urianger mengangguk ragu. "Mungkin ada anggota Forum yang bekerja diam-diam dengan para Ascians, lalu saat mereka ketahuan, seluruh hasil penelitian itu dibakar, kecuali satu perkamen ini yang mungkin berhasil para peneliti selamatkan."
Semuanya terdengar masuk akal. Y'shtola dan Urianger yang besar di lingkungan terpelajar Sharlayan tahu benar bahwa para anggota Forum paling tidak suka adanya campur tangan pihak luar. Semua kegiatan Forum sifatnya internal sampai diumumkan ke publik, bahkan ke rakyat Sharlayan sendiri. Wajar saja mereka tidak terima jika ada anggotanya yang bekerja sama dengan para Ascians.
Namun, hal itu terjadi sebelum Pejuang Cahaya melakukan perjalanan masa lalu ke Elpis. Kini, penelitian itu seharusnya memang bisa dilakukan.
"Urianger," panggil Y'shtola dengan seulas senyum licik di wajahnya, "apa kau masih berminat melakukan penelitian sebagai seorang Archon?"
Tentu saja, Urianger heran dengan pertanyaan yang tiba-tiba keluar dari topik itu. Namun, jawabannya jelas, "Tentu saja."
"Kalau begitu, mari kita lanjutkan penelitian ini," ujar Y'shtola sambil menyodorkan perkamen yang sejak tadi ia pegang. "Tanpa melibatkan para Ascians secara langsung."
Urianger tersenyum. Tampaknya, mulai hari itu, mereka akan sibuk.
.
.
.
FIN
