Disclaimer: Haikyuu adalah milik Furudate Haruichi, author tidak mengambil keuntungan materiil.
Warning: oneshot ficlet, no pairing.
.
.
Setelah Vaksin
by Fei Mei
.
.
Osamu, bersama dengan para murid SMA Inarizaki lainnya duduk pada kursi yang telah ditentukan di aula sekolah. Saat ini, mereka yang ada di aula, adalah anak-anak yang baru saja menerima vaksin dosis ketiga untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus Covid-19. Ya, dari sejak dosis pertama dan kedua, sekolah memfasilitasi agar para murid tidak perlu repot-repot mendaftar secara mandiri untuk divaksin di pos-pos yang ada. Lagipula, jika dilaksanakan langsung oleh pihak sekolah, akan lebih mudah untuk pendataan.
Mereka yang sudah selesai menerima vaksin diminta untuk duduk di aula selama setidaknya sepuluh sampai lima belas menit. Hal ini dimaksudkan agar jika ada efen samping yang langsung dirasakan oleh penerima vaksin, petugas kesehatan disana bisa langsung mengatasi. Tetapi, dari sejak vaksin pertama, kedua, dan sekarang yang ketiga, saat masa observasi ini, Osamu tidak pernah melihat ada orang yang mengeluh tentang efek samping itu. Malah, saat sekitar dua hari setelah vaksin pertama, barulah Atsumu merengek karena lengan di sekitar bekas suntikannya tampak bengkak.
Adik kembar Atsumu itu melihat anak-anak yang duduk di sebelah kirinya sudah mulai dipanggil. Biasanya kalau sedang diobservasi lalu dipanggil, itu berarti masa observasinya sudah selesai dan akan ditanyakan kalau penerima vaksin merasakan sesuatu yang aneh sebagai reaksi obat yang diberikan. Sebentar lagi gilirannya untuk ditanyai begitu, Osamu jadi kepikiran:
"Daritadi banyak yang ngeluh lengannya mulai sakit atau pegal. Kok, aku enggak, ya? Hmm… kalau ditanya ngerasain apa, mau jawab apa, ya? Tapi memang gak ngerasain apa-apa, sih, dari sejak vaksin satu dan dua…"
Kemudian nama 'Miya Osamu' dipanggil. Pemilik nama itu langsung bangkit dari kursi dan menghampiri petugas. Sambil berjalan itulah, akhirnya Osamu merasakan reaksi yang tidak pernah ia dapatkan saat observasi vaksin pertama dan kedua. Jadi dengan mantap, ia berniat mengatakan dengan jujur tentang apa yang ia rasakan.
"Nak Miya, selama sepuluh menit setelah vaksin ini, apakah ada keluhan atau apa?" tanya petugas yang tadi memanggilnya sambil menyiapkan kartu vaksin Osamu.
"Anu, saya tidak tahu apakah ini efek samping dari vaksinnya atau bukan, tapi memang saya merasakan sesuatu," aku Osamu jujur.
Petugas itu mengenakan masker, tapi Osamu bisa melihat kerutan dahi yang menyiratkan bahwa lawan bicaranya menanyakan 'apa' dalam hatinya.
"Ya? Apa yang kamu rasakan?" tanya petugas itu kemudian.
"Erm … saya merasa lapar."
Kruyuuukk~
Si Petugas mengerjap. Osamu memasang tampang tak bersalah di balik maskernya. Ginjima yang tidak sengajak mendengar itu langsung mengakak. Atsumu datang untuk menjitak kepala saudara kembarnya. Aran langsung memasang wajah yang menyirat 'gua gak kenal mereka'. Kita menahan diri untuk tidak menghampiri Si Kembar yang sudah pasang kuda-kuda untuk bertengkar.
… dan Suna menyiapkan kamera pada ponsel pintarnya.
.
.
Selesai
.
.
A/N: Mungkin 2x lebih panjang dari rencana, karena tadinya cuman mau ceritain pengalaman Fei yang memang merasa lapar saat masa observasi setelah vaksin tadi (berniat mau jujur kayak Osamu tapi gak enak hati, akhirnya ditulis di fanfict aja wkwkwk). Tapi kayaknya bakal aneh kalau tiba-tiba langsung tentang Osamu yang ngaku laper gitu, jadinya malah kepanjangan di penjelasan awal.
Jangan lupa cek shopee/tokopedia: angelafeimei, Fei ada jual mystery box anime (harga mulai dari 10K) dan beragam stiker waterproof (terutama HQ) mulai dari 5K.
Review?
