Kacamata dengan lensa tebal, rambut merah awut-awutan, pakaian yang lusuh seolah tak pernah di setrika, serta wajah kusut yang seolah tak tidur beberapa hari. Kushina Uzumaki, seorang wanita berstatus Janda tanpa anak karena ditinggal sang mantan suami dengan wanita lain.
Dia berdiam diri di kamarnya sembari memikirkan hal apakah yang akan dia tuang ke benda untuk menggambar. Drawing pad. Wanita itu sedang menekuni pekerjaan yang dia geluti beberapa tahun belakangan ini.
Ya, menjadi seorang artists Doujin, serta beberapa manga yang terkenal di kalangan otaku.
Dia bersembunyi dibalik nama pena, Tomato. Siapa juga yang mau terkenal akan Doujin serta manga ecchi dengan nama asli? Kushina tak mau.
Memang dulu Kushina berpikir jika menggunakan nama aslinya akan membuatnya terkenal, tapi setelah dia pikir lagi untuk kedua kalinya, itu terlalu berbahaya. Jadi dia menggunakan nama samaran untuk menyembunyikan identitas aslinya.
Kushina mempunyai seorang adik kandung, dia bernama Naruto Uzumaki, pemuda pirang yang bekerja paruh waktu di sebuah minimarket yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
Ngomong-ngomong, mereka tinggal bersama setelah Kushina mengusir suaminya, karena memang itu adalah apartemennya sendiri yang dibeli dengan uang hasil penjualan Doujin serta manga miliknya.
Kushina beruntung karena bakatnya bisa tersalurkan ke dunia menggambar.
"Haaah, Doujin ini membuatku pusing. Aku selalu dikritik karena tak bisa menggambar penis dengan benar."
Kushina bergumam kesal akan karya miliknya, dia agak frustasi karena ukuran penis yang dia gambar terkadang tak sesuai dengan yang di inginkan oleh pembacanya.
"Aku pulang!"
"Ah, mungkin Naruto bisa membantu."
...
..
Naruto by Masashi Kishimoto.
Warning: OOC, AU, TYPO, Incest, Lemon, Smut, PwP.
Pairing: Naruto x Kushina.
...
..
Penulis Doujin.
...
..
Enjoy it!
"Selamat datang Naruto!"
Naruto mengedipkan kedua matanya beberapa kali melihat kakak kandungnya itu keluar dari ruang kerja apartemen itu. Wanita itu terlihat bersemangat saat dirinya pulang, ada gerangan apa yang membuatnya seperti itu?
"Jadi Naruto, telanjang lah!"
Naruto terdiam, dia berdiri kaku tepat saat dia menampakkan kakinya di atas lantai apartemen tersebut. Dia tahu jika permintaan kakaknya ini terkadang membuatnya pusing tujuh keliling, terkadang dia akan meminta Naruto untuk berpose aneh-aneh, atau memasakkan sesuatu yang aneh.
Dan kali ini dia disuruh telanjang bulat, untuk apa?
"Tunggu, apa? Untuk apa aku disuruh telanjang?"
"Referensi."
Ah, Naruto mengerti, referensi untuk Doujin atau manga yang sedang dia kerjakan. Naruto tak mempermasalahkan hal tersebut, malah dia mendukung sang kakak untuk menjadi artists terkenal di belakang nama Tomato.
Malu telanjang di depan kakak sendiri? "Re-referensi? Ka-kau tak bercanda kak?"
"Tentu tidak, kakak memang pernah melihat tubuh telanjang seorang pria, bahkan mencobanya. Ah iya, aku kan janda."
"Bener nih?"
"Hooh, buka saja!"
"Ba-baik, tunggu di ruang kerjamu, aku akan menutup pintu apartemen ini "
Kelakuan kakaknya ini memang agak nyentrik setelah dia bercerai dengan suaminya dulu, helaan napas pasrah keluar dari mulut Naruto. Dia kemudian masuk ke dalam ruang kerja Kushina untuk mengikuti permintaan aneh dari wanita itu.
Naruto melihat Ksuhina yang duduk di kursi kebanggaan miliknya, dia memperhatikan Naruto dengan wajah sumringah. Naruto pun mulai mencopot pakaiannya, dimulai dari kaos yang dikenakannya, hingga celana yang dia kenakan saat ini.
Sekarang Naruto sudah telanjang bulat dengan penis yang masih tertidur. Kushina mencubit dagunya, dia beranjak dari kursi kerjanya untuk mendekati Naruto. Dia jongkok di depan Naruto, lebih tepatnya berada di depan penis Naruto yang masih tidur.
Kushina kembali mencubit dagunya seolah sedang memikirkan sesuatu, tak ada rasa malu sama sekali dalam diri Kushina saat Naruto menunjukkan penisnya. Wanita itu malah menyentuhnya dengan jari telunjuk, ia melihat bagaimana penis itu merespon sentuhannya.
Kushina pun menggenggam penis Naruto, dia juga menyentuh buah zakar dari penis tersebut. Ada reaksi dimana benda itu mulai bangun dari tidurnya, Kushina sedikit terkejut saat melihat pergerakan dari penis Naruto, dia pun melepas genggamannya dan menunggu benda panjang itu bangun dari tidur panjangnya.
Kushina melihat ukuran dari penis Naruto jika ereksi. "Besar ya." Kushina menyentuhnya sedikit, dia merasakan kerasnya penis itu.
Ada perasaan geli saat penis Naruto disentuh oleh Kushina, namun Naruto masih bisa menahan dirinya.
Jika Kushina membandingkan ini dengan milik mantan suaminya, maka dia akan menjawab milik Naruto lebih besar daripada milik mantan suaminya. 'Apa aku harus mencobanya?'
Kushina mengedipkan matanya beberapa kali, dia kemudian menggenggam penis Naruto dan mencoba untuk menggerakkan tangannya. Kushina merasakan kerasnya penis itu, dia mengerutkan dahinya lalu menatap Naruto yang napasnya mulai memburu. Wajah dari adiknya itu terlihat menikmati genggaman yang diberikan Kushina saat ini.
Wanita itu pun mencoba hal lain, dan ini adalah kali pertama dia mencobanya, sebelumnya saat bersama sang mantan suami, Kushina belum pernah mencoba ini. Dia membuka mulutnya lebar-lebar, lalu mengarahkan penis Naruto ke mulutnya serta memasukkan batang kemaluan sang adik itu ke dalam mulutnya. Lidah Kushina juga ikut memainkan batang penis itu, Kushina merasakan sesak saat penis itu masuk ke dalam mulutnya, dia sendiri menggerakkan kepalanya ke depan dan ke belakang secara pelan.
Naruto meringis saat penisnya masuk ke dalam mulut Kushina, dia menatap ke bawah melihat sang kakak yang tengah memberikan blowjob padanya. "Kak..."
Kushina seolah tak mendengarnya, dia terus melanjutkan kegiatannya memberikan blowjob pada Naruto.
"Ka-kaak! Aku keluar!"
Kushina masih tak mendengarkan hal itu, dia tanpa sadar menarik mulutnya lalu sperma Naruto keluar dari penisnya. Kushina terkejut saat cairan putih kental itu keluar dan menutupi wajah cantiknya.
"Sperma?" Kushina mendongak melihat Naruto yang mengambil napas beberapa kali. "Kakak akan membersihkan diri dulu, lalu kau bersihkan diri ya."
"U-uhh."
Kejadian itu pun berlalu dengan Kushina yang kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai seorang artists.
-o0o-
Di lain waktu, Kushina kembali dibuat frustasi dengan suatu hal. Dia dikritik oleh beberapa pembacanya karena gambar vagina masih terlalu jauh dari gambar vagina yang asli.
"Pembaca bodoh, betapa tak tahunya mereka bahwa aku pusing saat menggambar hal ini." Dia meletakkan alat menggambarnya di atas meja, kemudian beranjak dari tempat duduknya. Kushina segera keluar dari ruang kerjanya untuk mencari sesuatu. "Naruto! Kemarilah! Dan ambil juga kameranya!"
Naruto yang saat ini tengah duduk santai di depan televisi pun langsung menggerutu kesal akan kelakuan kakak kandungnya itu. "Seenaknya saja," gumam Naruto kesal, dia pun menuruti permintaan Kushina dan mengambil kamera, pemuda itu kemudian berjalan masuk ke dalam ruang kerja kakaknya. "Aku sudah... Apa yang kau lakukan kak?!"
Naruto saat ini terkejut melihat Kushina yang sudah telanjang bagian bawahnya saja, wajah Naruto merona hebat melihat kakaknya itu dengan sembarangan telanjang di depan dirinya.
"Apa yang kau lakukan?!"
"Oh, ada pembaca yang tak terima dengan gambaran vagina, jadi ya aku menyuruhmu untuk mengambil kamera." Kushina pun duduk di atas kursi sembari meletakkan kedua kakinya di kursi kebanggaannya, dia membuka kakinya itu hingga vaginanya terlihat. "Masih berwarna merah jambu, fufu..."
Naruto memijit pangkal hidungnya, kemudian berjalan mendekati wanita itu. "Jadi apa yang harus aku lakukan?"
"Foto vaginaku!"
"Aku ini laki-laki loh."
"Lalu kenapa?"
"Aku bisa saja memperkosamu."
"Tak masalah kan, tinggal nikmati aja."
Naruto menepuk dahinya mendengar sebuah jawaban yang sangat enteng di keluarkan oleh kakaknya. Jujur saja, tubuh kakaknya ini masih seksi, bahkan beberapa editor yang datang ke apartemen itu menaruh hati pada Kushina dan tak digubris oleh kakaknya itu. Kushina terlalu fokus akan karyanya.
"Aku adikmu, bodoh!"
"Lalu kenapa?! Kan tinggal nikmati saja Naruto!"
Naruto pun menghela napas, dia menyudahi perdebatannya dengan Kushina karena itu tak akan berguna sama sekali, Kushina terlalu keras kepala jika dia pikirkan. "Lalu aku harus bagaimana?"
"Foto beberapa bagian, dan aku akan memberikan pose-pose yang ada."
Naruto untuk yang kesekian kalinya harus menghela napas pasrah. "Baiklah."
Naruto pun mengambil beberapa gambar dengan Kushina yang beberapa kali membuka lipatan vaginanya, dia memberikan pose yang entah kenapa menggugah selera, membuat libido tiap lelaki yang melihatnya naik.
Naruto sadar jika penisnya terbangun dari tidurnya, dia ingin onani sebenarnya tapi tak bisa karena di depannya ada Kushina--sang kakak yang vulgar jika dilihat.
"Kenapa kau tak menjadi model gravure aja? Atau pemain JAV?
"Untuk apa? Kakak tak ingin tubuh ini di jamah oleh lelaki menjijikkan di sana."
"Denganku?"
"Boleh, kita bikin video porno dan menguploadnya di situs phonedub."
Naruto langsung menepuk jidatnya. "Tidak-tidak, kita tak akan melakukan hal nyeleneh seperti itu. Lebih baik kau jadi artists seperti ini aja."
Kushina hanya tertawa kecil mendengar komentar dari sang adik. "Kalau menjadi artis gravure, kakak akan pertimbangkan." Kushina kemudian menarik kaos lengan pendek yang dia kenakan, saat ini dia sudah telanjang bulat.
"Kak! Kau kenapa telanjang?!"
"Tak apa kan di depan adik sendiri?"
"Aku laki-laki dasar bodoh!"
Kushina tak memperdulikannya, dia hanya tertawa kemudian memberikan sebuah pose lagi, pose seksi yang menampilkan punggung putihnya serta dua buah bongkahan pantat yang lezat untuk di makan. Kushina mengambil sebuah masker merah yang kebetulan ada di mejanya.
"Untuk apa pose seperti itu?"
"Kebetulan ada karakter yang sama sepertiku, jadi ya sekalian, fufu."
"Hadeh."
Naruto hanya pasrah serta mengambil beberapa gambar Kushina.
Beberapa jam kemudian, kegiatan itu selesai. Kushina kembali mengerjakan kegiatannya menggambar manga atau Doujin, dia juga mengambil beberapa referensi dari foto yang di ambil Naruto barusan.
"Kak, kalau bekerja, pakai pakaian dulu dong."
"Aku malas pakai baju, begini aja sementara."
Naruto menatap laptop yang dia gunakan untuk meng-upload foto hasil jepretan kamera miliknya. Dia melihat beberapa pose yang sangat seksi, serta bisa di upload di internet. Yah, Naruto akan memilih beberapa foto yang bisa dia upload atau yang disimpan untuk pribadi.
"Kak, tolong cek dulu!"
Kushina pun membalikkan badannya, dia berdiri dan berjalan mendekati Naruto. Wanita itu kemudian duduk di atas paha Naruto sembari mengecek beberapa foto yang mungkin bisa di upload untuk di jadikan pundi-pundi uang baginya.
"Ya, duduk nggak masalah, tapi nggak di atas pahaku juga."
"Adikku masih pantas jadi bantal duduk."
"Tapi aku laki-laki, punya libido juga."
"Kalau mau memperkosaku, nggak masalah sih."
"Kaaak!"
Kushina hanya tertawa sembari memainkan mouse yang dia pegang saat ini, dia mengecek beberapa foto yang tak kelihatan puting susu serta alat kelaminnya sama sekali. "Okay, sudah bagus. Tinggal diberikan harga serta caption. Lalu, kau promosikan di page kakak."
"Baiklah..."
"Lemas sekali Naruto."
"Kau duduk disini, penisku juga di duduki."
"Ah, maafkan kakak ya."
Kushina segera meminta maaf, namun bukannya beranjak, dia malah menyandarkan punggungnya dan mencoba untuk mencari sesuatu yang ada di bawah.
"Ada yang mencolek di bawah sini."
"Kaaakkk!"
"Uwooh, kakak akan membebaskan burung ini dari sangkarnya!"
Kushina langsung menarik celana boxer yang dikenakan Naruto, dia kemudian menatap sebuah benda yang sudah berdiri tegak di bawah sana.
"Nah, berhasil bebas."
"Kak ini penis, bukan burung... Akh!"
"Terserah kakak." Kushina kemudian mengangkat pinggulnya ke atas, kemudian mengarahkan penis itu ke vaginanya. Dia menurunkan pinggulnya dengan pelan, penis itu mulai masuk ke dalam vaginanya, Kushina menggigit bibir bawahnya saat merasakan bagian bawahnya di masuki sesuatu.
"Kaaak! Woi! Kau! Aakkhh!"
Naruto hanya bisa pasrah saat penisnya menusuk vagina Kushina, dia hanya diam sambil melihat punggung putih Kushina turun ke bawah. Kushina sendiri kebetulan masih memakai masker miliknya, dia kemudian menghidupkan kamera yang ada di laptop tersebut dan mencari situs dimana dia bisa live dengan dibayar oleh penonton.
Kushina menghentikan gerakannya saat semua penis Naruto berada di dalam tubuhnya, dia mencari website yang dimaksud dan mengarahkan cursor mouse ke lambang live.
Kushina tersenyum dibalik maskernya sebelum dia membuka sesi live-nya.
"Sekarang, live dimulai."
"Eh, a-apa?! Kak!? Kok live?!"
"Sstt, diam!"
Kushina melihat pantulan dirinya yang telanjang bulat dengan Naruto yang ada di belakangnya. Wanita itu tersenyum dibalik maskernya, dia melihat beberapa komentar dari penontonnya yang mulai antusias untuk menonton tubuh telanjangnya.
Kushina sendiri juga sudah mengatur suara yang keluar saat streaming, karena dia memang tak mau identitasnya terbongkar. Penonton mulai banyak, dan Kushina bersiap untuk memulai live-nya.
"Bersiap adik."
"Eh, eh, bersiap untuk apa?!"
Kushina menyeringai di dalam maskernya, dia menggerakkan pinggulnya naik turun, kedua matanya tertutup menikmati penis Naruto yang menusuk vaginanya. Kedua tangan Kushina memainkan payudaranya sendiri, dia juga menarik kecil puting susunya yang masih berwarna merah jambu itu.
Kushina membuka kedua kakinya sehingga semua penontonnya bisa melihat bagaimana penis besar Naruto berada di dalam tubuhnya.
"Ohhh... Ini enak sekali..." Salah satu tangan Kushina turun ke bawah, dan menyentuh clitorisnya sendiri. Dia memainkan bagian sensitif itu dengan tubuhnya yang terkadang menegang saat penis Naruto masuk ke dalam tubuhnya.
"Ummmhhh!"
"Ka-kak!"
"Gerakkan pinggulmu adik! Gerakkan! Buat kakakmu ini enak! Ahhnnn!"
Naruto menurutinya, dia menggerakkan pinggulnya naik turun mengikuti gerakan pinggul Kushina. Dia menggerakkannya dengan tempo sedang, kedua tangannya bergerak ke depan dan meremas payudara sang kakak. Kushina yang merasakan itu pun melepas tangannya, dia membiarkan kedua tangan Naruto memainkan payudaranya.
Keringat mulai membanjiri tubuh Kushina, namun dia terus menggerakkan pinggulnya menikmati tiap inchi dari penis Naruto.
"Kak aku keluar!"
"Isi vagina kakak dengan spermamu! Keluarkan di dalam!"
"Keh!"
Naruto menusuk dalam-dalam penisnya, bersamaan dengan itu, Kushina juga klimaks untuk pertama kalinya, tubuhnya menegang melengkung ke atas.
-o0o-
Live streming sudah selesai, Kushina menutup laptop Naruto dan membuka maskernya. Dia tersenyum puas setelah melakukan hal tabu bersama Naruto.
Wanita itu melihat adiknya yang sudah lemas di sebelahnya. Penis Naruto sendiri masih di dalam vaginanya, dia tak ada rencana untuk melepasnya.
"Hey, bangun, Naruto."
"Uhh... Kak? Ah, sial, aku keluarkan di dalam tadi!"
"Tak apa, hamil juga tak masalah." Kushina menarik pinggulnya ke atas. "Fuaaahhh!" Dia melihat ke vaginanya yang meneteskan sperma yang masih ada di dalam vaginanya. "Wah, ternyata banyak juga ya."
"Kak, kau gila."
"Biarinlah, suka-suka kakak."
Kushina kemudian mengambil beberapa lembar tisu dan membersihkan vaginanya yang masih basah. Naruto mencoba untuk beranjak dari tempatnya duduk, dia benar-benar dibuat tak berdaya oleh kakaknya itu.
"Uhh, lengket sekali."
"Mandi sana kak!"
Kushina menoleh ke arah Naruto, dia kemudian menarik tangan pemuda itu untuk ikut dengannya.
"Aku mau dibawa kemana?"
"Mandi bareng."
"Ah sialan!"
...
..
.
End!
