Disclaimer: Bungou Stray Dogs adalah ciptaan Asagiri Kafka dan Harukawa Sango, Author tidak mengambil keuntungan.

Warning: oneshot drabble, Dazai x Kunikida.

.

.

Modusnya Dazai

by Fei Mei

.


.

"Kunikida-kun~"

Yang dipanggil langsung merinding dan memasang wajah jijik pada yang memanggilnya. "Manggilnya biasa aja, Dazai, geli banget tau!"

Bukan tobat, Dazai malah menoel-noel pipi rekannya. "Kalau lagi ngambek gitu, makin imut deh~"

Bruh. Kunikida ingin sekali menepuk dahinya sendiri, tapi tangan itu terlanjur reflek untuk mendorong kasar wajah Dazai. "JIJIK, WOI! Normal dikit bisa, kan?!"

Dazai tidak lagi menyentuh rekannya, ia malah meringis sambil memegang wajahnya sendiri yang sakit karena didorong Kunikida. Masih belum tobat juga, pria yang hobi mencari cara untuk bunuh diri itu tetap duduk di samping Si Kacamata.

"Eh, Kunikida-kun," sahut Dazai, kali ini dengan normal sehingga mau tak mau yang disebut namanya menengok juga. "Kok sampai sekarang kita belum jadian, ya?"

Bruh part 2. "H-HAH?!" Jelas saja wajah Kunikida merona merah karena kaget. "GIMANA KAMU BISA MIKIR KESITU, HAH?!"

Walau dibentak, Dazai masih memasang wajah serius yang sama dengan sebelumnya. "Ituuu, kalau di sinetron-sinetron, biasanya kalau orang sering berantem, ujungnya bakal jadi pacar. Kita hobinya berantem, kok masih belum jadian, ya?"

"Ap—enggak gitu, Dazai!"

"Oh iya, ya! Kita bukannya berantem!" sahut Dazai kemudian. "Walau Kunikida-kun hobi bentak aku, tapi akunya gak bentak balik, jadi kita gak berantem! Hmmm, apa mulai sekarang aku perlu marah-marah balik ke Kunikida-kun biar kita bisa segera jadi pacar?"

Tampang Kunikida benar-benar seperti kepiting rebus sekarang. "KAMU KEBANYAKAN NONTON SINETRON, DAZAI!"

.


.

Nyatanya, perbincangan antara Dazai dan Kunikida tersebut terjadi di kantor detektif, dan mereka tidaklah berdua saja. Terang saja Si Kacamata makin malu dan memutuskan untuk keluar ruangan. Dazai yang melihatnya pergi hanya terkekeh. Para penghuni ruangan yang menjadi saksi modusnya Dazai sweatdrop, dan hanya Dokter Yosano yang berinisiatif menghampirinya pria yang senang sekali membalut tisu sebagai perban pada tubuhnya walau tak ada luka.

"Dazai, hobimu sudah ganti atau bagaimana?" tanya Yosano. "Dari cari cara bunuh diri, sekarang malah hobi deketin Kunikida?"

"Enggak, kok, aku deketin Kunikida biar dia bersedia bunuh diri sama aku," jawab Dazai sambil mengedipkan sebelah matanya.

BRAK!

Pintu kantor terbuka kasar, menampilkan Kunikida yang wajahnya masih merah. Ia berjalan cepat ke mejanya, mengambil bukunya yang tertinggal, lalu mengacungkan telunjuknya ke hidung Dazai.

"BUNUH DIRI GAK USAH NGAJAK-NGAJAK!"

Lalu Kunikida pergi.

Masih, bukannya tobat, Dazai malah berlari memanggil mesra rekannya.

"Kunikida-kuuunn~!"

"JAUH-JAUH SANA!"

.


.

Selesai

.


.

A/N: Halo, kayaknya ini pertama kalinya Fei ngetik di fandom ini ya. Bukan ngeship Dazai dengan Kunikida sih sebenernya, tapi entah kenapa untuk cerita ini langsung mikirnya pakai dua karakter ini. Dan ini lebih panjang dari rencana, karena sebenernya bagian Yosano itu gak ada di rencana awal, terus judulnya jadi bingung banget mau apa.

Jangan lupa cek shopee/tokopedia: angelafeimei, Fei ada jual mystery box anime (harga mulai dari 10K) dan beragam stiker waterproof (terutama HQ) mulai dari 5K.

Review?