Sosuke tidak lagi mencintainya.

Ponyo berlari menuju ujung tebing di tepi laut. Rambutnya yang merah lembut terhembus, menutupi sebagian pandangannnya. Air laut itu sewarna malam, tampak dingin, dan mencekik. Tebing ini berpagar, maka dia berdiri di luar pagar. Gaun putihnya tak akan terlihat oleh siapapun.

Sosuke mengkhianati cintanya.

Bertahun-tahun mereka bersama. Mereka tumbuh bersama. Namun, di hari Ponyo melihat Sosuke mencium gadis lain, dengan cara yang sama saat mereka berciuman, dia menyadari sesuatu.

Ponyo mengingat semua kenangannya bersama Sosuke. Mereka diharapkan terus menyanyangi, dengan begitu dia akan terus hidup. Dia telah melepaskan kekuatan magisnya. Meninggalkan lautan, meninggalkan saudari-saudarinya, ayahnya, dan ibunya. Ponyo meninggalkan rumahnya demi rumah yang baru. Setiap bagian tubuhnya yang tersentuh air laut, berubah menjadi buih-buih laut. Buih-buih itu tidaklah mati. Buih-buih itu bukanlah jasadnya. Mereka adalah bagian dari tubuhnya, mereka adalah hembusan napasnya, mereka adalah detak jantungnya, mereka adalah jiwanya. Setelah buih terakhir muncul, sebuah sinar berpencar dari setiap buih. Laut memiliki kekuatan magisnya sendiri. Dan di sana kekuatannya tersimpan, maka saat dia kembali kapanpun, mereka akan datang menyambut.

Ia terlahir kembali.

Dia menatap permukaan laut, ada bulan menggantung. Baginya, laut tidak gelap, laut tidak dingin, laut tidak mencekik.

Sekarang dia bertanggungjawab atas ombak dan gelombang laut, serta kapal-kapal yang melintas. Jika dulu gelombang laut berlomba-lomba mengantarkannya menuju daratan, maka saat ini gelombang laut mengantarkan amarahnya. Dia mengadili manusia-manusia jahat, dan mengasihi manusia-manusia baik.

Ponyo tahu dimana dia seharusnya berada. Benar, laut adalah jiwanya. Di sana dia dilahirkan, dan di sana dia akan tinggal.

Bumi memang indah, karena ada Sosuke yang dicintainya. Dia tidak sepenuhnya melupakannya. Dia tidak membenci manusia. Setengah dari dirinya adalah entitas sakral berwujud Dewi, dan setengahnya yang lain juga adalah manusia. Karena itu, Ponyo mengiringi di bawah kapal Sosuke setiap pergi maupun pulang, sejauh yang dia bisa.

Dan kuatnya laut tidak bisa mengalahkannya, karena Ia adalah Putri Lautan.

Sentuhan tangannya adalah kehidupan baru. Hembusan napasnya adalah ombak laut yang merayapi pantai. Entah manusia-manusia berdo'a untuknya atau tidak, Ponyo akan terus menjaga mereka. Ponyo akan terus menjaga Sosuke.