BAB 00 :PROLOG

Gelap

Itu adalah semua hal yang dilihat Uchiha Obito saat ini. Tubuhnya mati rasa, dia tidak bisa merasakan hal apapun sekarang.

Jika tempat gelap tanpa batas ini adalah akhirat, tempat yang akan ditempati seseorang penjahat seperti Obito, dia tahu bahwa, mungkin dia pantas mendapatkannya.

Namun, dihati terdalamnya, Obito ingin sekali ditempati bersama Rin di akhirat sana, hanya untuk meminta maaf, biarpun Rin mungkin tidak akan ingin melihat dia lagi, karena semua hal yang telah dia perbuat.

Obito mulai bisa merasakan tubuhnya sekarang, itu mulai dari kaki, lalu menjalar keatas badan sampai ke kepalanya.

Dia merasakan tarikan, tarikan seperti kamui, namun lebih menyakitkan sehingga, dia bahkan mungkin akan berteriak sangat keras, jika dia punya mulut saat ini.

Tiba-tiba dia bisa melihat, di sana ada langit biru yang membentang sejauh mata memandang. Angin yang sejuk membasuhi indranya, serta suara sepoi-sepoi juga burung yang berkicau dengan penuh semangat.

Obito sadar sekarang, bahwa dia sedang berbaring, tubuhnya sudah kembali, dan anehnya tidak merasakan rasa sakit sedikitpun saat ini.

Dia tidak tahu dimana dia berada, biarpun tubuhnya sudah kembali normal sekarang, dia masih berbaring, tidak panik.

Obito menghirup udara segar melalui hidungnya, tidak menyadari air matanya sendiri yang sudah mengalir setetes demi setetes.

Dia bangun perlahan, melihat tubuhnya saat ini mengenakan baju yang dia kenakan pada saat Perang Dunia Shinobi, namun anehnya itu tidak kotor, juga tidak robek dan rusak. Sebaliknya, itu utuh seperti baru, dan Obito tidak mengerti mengapa.

Lantai yang diinjak Obito saat ini adalah tembok, tembok berwarna putih, dia mengalihkan pandangannya kesekitar, dan dia segera menyadari bahwa dia di tengah-tengah atas atap gedung, atau apapun.

Obito berjalan kepinggir untuk memastikan situasinya saat ini, dan dia merasakan matanya melebar semakin dia mencapai pinggiran itu. Dia melihat banyak bangunan, bangunan pencakar langit, dengan kaca yang sangat banyak.

Obito bisa melihat benda-benda logam aneh dengan empat roda yang berjalan dimana-mana dijalanan, orang-orang yang berada dipinggir jalan, juga yang anehnya diantara orang-orang itu, ada yang terlihat seperti kucing, kodok, dan burung, tapi masih memiliki tubuh manusia.

Menggelengkan kepalanya karena dia tidak tahu kekonyolan apa yang sedang terjadi saat ini. Obito turun dengan memakai sedikit ilusi agar orang-orang tidak melihatnya, dari atap gedung setinggi 40 meter itu.

Menyelinap diantara kerumunan, dengan gedung yang menampilkan layar lebar aneh dengan suara yang sangat berisik. Obito menggertakan giginya.

'Aku tidak tahu aku berada dimana, jelas disini mereka memiliki teknilogi yang lebih maju daripada semua Negara Elemental.

'Ini tidak masuk akal, mengapa ditempat pertama aku bahkan bisa berada disini?'

Obito berjalan lebih cepat, berbelok kekiri dan kekanan tanpa tujuan yang jelas. Setelah setengah jam Obito kesal, jadi dia sekarang menuju sebuah gang sepi dan sempit, dia sekarang tahu negara ini tidak berperang atau apapun, yang jelas bahayanya sangat sedikit.

Jadi Obito mulai memunculkan lima Bunshin-nya sendiri, kemudian membiarkan mereka menyebar untuk mencari informasi apapun, yang bisa mereka dapat tentang tempat ini.

Setelah menyaksikan mereka pergi, perut Obito menggerutu dan dia menyadari bahwa dia tidak pernah makan sedikitpun selama beberapa hari ini.

Menghela napas, sekarang Obito sepertinya akan membiarkan masalah ini kebelakang kepalanya dulu.

Cari makan dahulu, lalu mulai lagi.


Obito sudah belajar sejak mendengarkan ocehan Naruto, bahwa, memperhatikan kesehatannya sendiri sangat penting.

Sangat mudah untuk mendapatkan uang, yah Obito rasa itu uang, karena dia bisa mencium bau uang, tidak peduli itu dia sedang berada di daerah mana, bau uang akan tetap sama. Dan pak tua itu juga menerimanya, ketika Obito menyerahkan uang itu.

Itu sangat klise, tapi dia sudah mengetahui bahwa para penjahat yang suka mencuri, selalu memiliki markas di gang atau tempat-tempat sepi, itu juga tidak lama untuk menemukan mereka, lalu mengambil uangnya.

Dia mengantongi sekitar 40.000 dan beberapa recehan saat ini, yang Obito rasa sangat banyak, karena Ramen itu sendiri seharga 650 yen, dengan tambahan beberapa toping.

Obito sedang duduk, dengan beberapa orang asing disebelah kirinya, kursinya sendiri berjejer. Dan ada manusia yang memiliki tanduk aneh disana, Obito mengabaikannya, dia sudah menerima bahwa, manusia dengan penampilan aneh itu umum disini.

Rasa ramen itu sendiri sangat lezat, dan Obito memikirkannya, sudah berapa lama dia tidak menikmati makanan. Mungkin sejak kepergian Rin, Obito berpikir.

"Paman, bisakah tolong aku minta satu mangkuk lagi?"

Obito bertanya sambil menyerahkan mangkuk kepada pria tua itu, sambil mengusap rambutnya yang seputih salju.

Pria tua itu menerima mangkuk, menatap Obito sejenak, kemudian menyeringai.

"Nak, kau benar-benar menikmatinya bukan? Yah! Satu ramen lagi akan segera datang!"

Memperhatikan pria tua itu mulai menyiapkan ramen lagi, Obito yang sedang asik dipikirannya, tidak menyadari bahwa kursi disebelah kanannya sudah terisi oleh seseorang.

"Apa yang terjadi dengan wajahmu?"

Obito menolehkan kepalanya kesamping kanan, dia hanya melihat seorang gadis, dengan rambut kuning dikuncir dua seperti bola sedang memperhatikannya dari jarak kurang lebih 5 senti. Gadis itu tersenyum menyeramkan, memperlihatkan gigi putihnya yang bertaring... kepada semua orang.


AN: Yah itu dia prolognya, ide ini selalu terbesit beberapa kali dalam benak ini, dan kurasa lebih baik menulisnya untuk meringankan kepala.

Aku udah lama gak nonton BNHA atau Naruto, jadi mudah-mudahan mereka semua gak bakal OOC atau dunianya gak terlalu kacau balau, wkwkwk.

Fic ini mungkin akan diupdate dengan 2rb-5rb kata per-bab.

Juga, judul fanfic ini diambil dari Volume 3 Lord of the Mysteries : Traveler.