•The First Nin-Sentai Shinobi Rangers
Sinopsis : Tiga Minggu setelah Perang Dunia Shinobi ke-4 Selesai, Dunia Elemental Nation Sangat damai. Hasil kerja keras Uzumaki Naruto selaku pejuang utama dalam perang tersebut tidak sia sia. Lima Desa besar bersatu diikuti dengan Desa-Desa kecil secara perlahan. Dan mimpi Uzumaki Naruto pun semakin dekat untuk digapai.
Tapi ternyata tidak semudah yang dikira, Sesosok Monster berwujud seperti Ular datang bersama pasukannya menghancurkan konoha, para ninja sudah berjuang sekeras tenaga tapi mereka hanya bisa mengalahkan pasukannya saja sedangkan monster berwujud seperti ular itu tidak terluka sedikitpun.
Bahkan Naruto pun tidak bisa mengalahkan nya walaupun sudah menggunakan Chakra kyuubi.
"Buahahahaha... Wahai para Ninja Tunduklah pada Goemon." Ucap monster siluman ular tersebut.
Apa yang akan terjadi? Bagaimana nasib Konoha? Apakah Naruto bisa mengalahkan siluman ular tersebut? Dan siapa itu goemon? Silahkan baca cerita ini sampai selesai!!
~Part 1 (Ancaman datang!!!)
•Sebelum terjadi penyerangan di Konoha.
Uzumaki Naruto atau Naruto yang sekarang terkenal dengan sebutan the last jinchuuriki sedang menikmati ramen seperti biasa. "Puahhh ramen sangat enak." Ucap Naruto setelah menghabiskan kuah ramen yang ke-5 nya.
"Paman!! Tambah lagi." Ucap Naruto.
Paman ramen atau bisa dibilang teuchi hanya menggelengkan kepalanya, dia sudah biasa dengan pemandangan seperti itu. "Naruto, kau tidak latihan?." Tanya Paman teuchi sambil menaruh mangkuk dengan ramen yang penuh di hadapan Naruto.
"Haah~ aku bosan dengan tumpukan buku yang tidak ada habisnya itu paman. Sekarang juga sudah jarang ada misi." Ucap Naruto sambil memakan ramen-nya kembali.
"Tapi apa kau tidak takut? Jika nanti ada ancaman kembali disini?." Ucap Paman teuchi.
Naruto diam sebentar mendengar ucapan paman teuchi, lalu dia pun mendongkak kearah paman teuchi. "Ancaman seperti apa?."
"Seperti Madara dulu mungkin, yang ingin mengambil alih Elemental Nation ini." Ucap Paman teuchi sambil mengangkat bahunya.
Naruto yang mendengar itu terkekeh geli, "tenang saja paman, aku adalah ninja terkuat di dunia ini, jadi tidak akan ada yang bisa mengalahkan ku." Ucap Naruto percaya diri.
"Hm.. iya juga ya." Ucap Paman teuchi yang membenarkan perkataan Naruto.
Mereka berdua pun melanjutkan kegiatan tanpa tau ancaman yang sebenarnya baru saja datang ke Elemental Nation.
"Jadi ini kah Elemental Nation?." Ucap seseorang yang duduk di kursi Kanan. Tidak dapat dilihat bagaimana ciri-cirinya karena ruangan yang sangat gelap.
"Hmm aku masih heran, mengapa Goemon-sama ingin kita mengambil alih planet yang kecil ini." Ucap seseorang yang duduk di kursi kiri. Terdengar dari suaranya nampaknya dia adalah perempuan.
"Kau tidak merasakannya kah? Banyak sekali energi yang terkumpul di dunia ini." Ucap seseorang yang duduk di kursi tengah.
"Hmm bestforth benar, banyak sekali energi yang ada disini. Bahkan energi di planet kita pun kalah banyaknya dengan yang ada disini." seseorang yang duduk di kursi Kanan membenarkan ucapan org yang duduk di kursi tengah atau bisa dibilang bestforth.
Wanita yang duduk di kursi kiri pun berdecih pelan, "baiklah kita akan mulai dari mana?." Ucap wanita tersebut.
"Kenapa kita tidak mulai dari Konoha? , Sumber Daya Alam mereka sangat banyak dibanding yang lain. Dan lagi disana terdapat energi yang sangat besar." Ucap seorang yang duduk di kursi Kanan.
"Seagorath benar, impundulu suruh monster mu untuk menyerang Konoha." Ucap bestforth.
"Sebenernya aku tidak suka disuruh oleh mu, tapi karena aku pun penasaran dengan energi tersebut aku mengalah." Ucap impundulu, wanita yang duduk di kursi Kanan sambil menyipitkan matanya yang bersinar terang berwarna hijau kearah bestforth.
"Medusa!!." Teriak impundulu menggelegar.
Psssssssttt
Terdapat lubang hitam yang besar di hadapan mereka bertiga setelah impundulu berteriak seperti itu, dan keluarlah wanita berbadan ular berwarna merah berlutut dihadapan mereka bertiga.
"Medusa di sini impundulu-sama pssst." Ucap Medusa, monster yang dipanggil oleh impundulu.
"Medusa, bawa Spartoi dan pergi hancurkan Konoha. Buat mereka putus asa." Ucap impundulu dengan mata yang bersinar hijau.
"Baik impundulu-sama , sesuai perintah anda pssst." Ucap Medusa. Setelah itu Medusa pun menghilang dari pandangan mereka.
"Buahahaha, dengan ini kemenangan milik kita." Ucap impundulu sambil menyeringai sadis.
"Jangan bersenang dulu impundulu, kita tidak tau apa energi besar tersebut." Ucap bestforth.
"Tch." Decih impundulu.
"Hokage-sama!!." Ucap seorang wanita membawa sebuah tab berlari kearah kantor Hokage.
Brakkk
Kantor hokage pun terbuka, dan terlihatlah seorang wanita dengan payudaranya yang besar sedang duduk sambil meminum sake dan seorang pria yang memakai masker sedang mencoret-coret kertas.
"Grrr... Bisakah kau tidak mendobrak pintu itu shizune?!." Ucap Tsunade
"Ma-maafkan saya Tsunade-sama tapi ini ada berita yang sangat penting." Ucap shizune.
"Berita penting apa itu?." Ucap Kakashi sambil tetap melanjutkan coret-coret kearah kertas yang menumpuk di meja.
"Lebih baik anda lihat sendiri Rokudaime-sama." Ucap shizune sambil memberikan tab yang di pegang-nya ke Kakashi.
Kakashi pun memberhentikan kegiatannya lalu mengambil tab yang di beri oleh shizune. Setelah di ambil dia pun membelalakkan matanya karena terkejut.
"I-ini." Ucap gemetar Kakashi.
"Ada apa Kakashi?." Ucap Tsunade sambil berjalan kearah mereka dengan membawa botol sakenya lalu dia pun merebut tab yang dipegang oleh Kakashi. Setelah dia mengambil tab tersebut dia pun mengeceknya.
Terlihat di sebuah tab tersebut terdapat lingkaran kecil berwarna coklat dengan gambar juubi kecil berjumlah tiga.
"Juubi." Ucap kompak Tsunade dan Kakashi.
Prangggg
Sake yang di pegang Tsunade pun jatuh kelantai dan pecah. Suasana di kantor hokage pun mendadak mencekam.
"Kakashi, beri perintah terhadap semua ninja untuk siaga. Shizune beri laporan ini terhadap desa lain supaya mereka berwaspada." Ucap Tsunade.
"Ha'i, aku akan menyuruh Sasuke dan Naruto untuk menyelidiki di sana." Ucap Kakashi
"Tidak." Tolak Tsunade.
"Hah?." Kaget shizune dan Kakashi.
"Kenapa Tsunade-sama? Bukankah hanya mereka saja yang cocok untuk ini. Mereka adalah yang terkuat sekarang." Ucap Kakashi.
"Itu benar Tsunade-sama." Ucap shizune menyetujui Kakashi.
"Karena itulah alasannya." Ucap Tsunade sambil berjalan kearah jendela untuk melihat desa Konoha yang damai.
"Jika mereka berada diluar, tidak akan ada yang bisa menjaga Konoha sepenuhnya. Walaupun kita hokage kekuatan kita tidak akan cukup. Terlebih lagi kita tidak tau apa itu sebenarnya. Kita tidak bisa mengambil resiko mengirim mereka berdua." Jelas Tsunade.
"Lalu siapa?." Tanya Kakashi.
"Serahkan itu padaku, lebih baik kalian berdua bergerak cepat memberi tau yang lain. Hari ini aku akan mengambil alih kembali sebagai godaime-hokage. Dan kau akan menjadi pengawal pribadi ku Rokudaime." Ucap Tsunade.
"Ha'i." Ucap Kakashi dan shizune kompak. Setelah itu mereka berdua pun pergi untuk melaksanakan perintah dari Tsunade.
"Eagle." Ucap Tsunade.
Wushhh
Terdapat bayangan hitam dengan topeng elang muncul di belakang Tsunade.
"Ha'i hokage-sama."
"Pergi dan selidiki mereka." Perintah Tsunade
Eagle yang sudah tau maksudnya pun langsung mengerti "ha'i."
"Dan satu lagi, jangan ada pertempuran." Perintah mutlak Tsunade.
"Ha'i hokage-sama." Ucap eagle.
Setelah itu pun eagle pergi dari sana. Sedangkan Tsunade memandang sayu desa Konoha. "Apakah perdamaian itu benar-benar ada?." Gumam lirih Tsunade.
Dhuarrrrr
Kyaaa~~~~
Ulaaarr!!
Tiba tiba terdapat suara ricuh dari arah gerbang Konoha. Para ninja Yang berada dekat situ sudah bersiap untuk menyerang.
"Katon : gokakyu no Jutsu."
Bola api melesat cepat kearah Spartoi dan beberapa dari mereka pun hancur seketika. Spartoi yang masih hidup mengarahkan pandangannya kearah awal api itu, dan terlihatlah Sasuke dengan satu tangannya yang memegang pedang dengan erat.
"Uchiha-sama."
"Sasuke-sama."
"Kyaa sasuke-kun."
Ucap para warga biasa ketika melihat Sasuke datang.
"Lebih baik kalian pergi ketempat yang aman." Ucap Sasuke, setelah itu dia pun melesat kearah Spartoi tanpa melihat warga warga lagi.
"Shannaaroo!!."
Dhuaarrrr
Satu Spartoi mental kebelakang dan menyeret teman-temannya karena pukulan dari sakura.
"Fyuuuh rasakan itu." Ucap sakura sambil meniup tangannya yang berasap.
Sakura pun berbalik dan kaget melihat satu Spartoi sedang melompat ingin menusuknya menggunakan tombak. Karena dia ga bisa apa apa akhirnya sakura pasrah dan menutup matanya.
"Kagemane no Jutsu sukses." Ucap seseorang yang sangat dikenali oleh sakura.
Dia pun membuka matanya dan terlihat Spartoi yang tidak bisa bergerak karena terikat bayangan oleh Shikamaru.
"Sakura jangan menutup mata ketika dalam pertarungan." Ucap seseorang tiba tiba di samping sakura.
Dia pun menoleh dan terlihatlah Naruto yang sedang menyiapkan rasengan.
"Rasengan." Ucap Naruto
Spartoi yang di iket bayangan pun tumbang oleh rasengan Naruto, setelah itu Shikamaru berdiri disamping Naruto.
"Shikamaru apakah kau tau siapa yang menyerang kita ini." Tanya Naruto sambil melihat kearah ninja-ninja yang sedang berjuang mengalahkan Spartoi yang banyak.
"Tidak, aku baru saja melihat jenis mereka selama aku hidup." Jawab Shikamaru
Waaaa~~~
"Tolong aku!!!." Teriak seorang anak Genin usia 13 Tahun.
Naruto, Shikamaru, dan sakura yang mendengar tersebut melihat kearah teriakan. Dan mereka alangkah kagetnya ketika melihat konohamaru di tenteng diatas tebing dengan seorang wanita berbadan ular.
"Buahahahaha ternyata Goemon-sama benar. Mereka sangat menarik, lihat bahkan anak kecil seperti ini saja mempunyai energi walaupun kecil psssst." Ucap Medusa sambil menjilat pipi konohamaru
"Nauto-niichan tolong." Teriak konohamaru meminta tolong kearah Naruto.
Naruto yang mendengar itu pun langsung saja melesat kearah Medusa dan berniat untuk menyerang nya tapi sebelum sampai ke medusa dia sudah dikibas oleh ekor ular.
"Buahahahaha, so ka ternyata kau yang mempunyai energi terbesar disini pssst." Ucap Medusa sambil menjilat bibirnya seksi.
"Energi?." Bingung Shikamaru yang ternyata sudah ada disamping Naruto.
"Naruto kau tak apa kah?." Tanya sakura sambil memeriksa Naruto dengan kemampuan medisnya.
"Bajingann... Lepaskan konohamaru sialan." Ucap Naruto kearah Medusa.
"Khukhukhu... Sesuai permintaan." Ucap Medusa, setelah itu dia pun melepaskan konohamaru dari atas.
"Waaaaa tolonggg." Teriak konohamaru.
Sakura, Shikamaru, dan Naruto yang melihat itu membelalakkan matanya. Mereka pun dengan cepat melesat kearah konohamaru untuk menyelamatkan nya.
Medusa yang melihat itu menyeringai, "tidak akan ku biarkan ne." Ucap Medusa
Dia pun mengibaskan ekor ularnya yang panjang kearah mereka. Shikamaru, Naruto dan sakura yang melihat itu pun membelalakkan matanya dan mereka pun langsung terkena kibasan ekor itu.
"Naruto-niichan." Teriak konohamaru di sela jatuhnya ketika melihat Naruto terkena kibasan ekor medusa
Dhuarrr
"Uhuk.. uhukk.." batuk Shikamaru dan Sakura keluar darah.
"Ninpo : Chouju giga." Ucap seseorang yang terdengar familiar bagi telinga mereka.
Konohamaru pun menutup matanya seakan pasrah dengan keadaan. tetapi...
"Kau tidak apa konohamaru?." Suara yg familiar terdengar di telinga konohamaru. Dia pun membuka matanya untuk memastikan.
"Sai!." Kaget konohamaru.
Sai pun tersenyum kearah konohamaru, lalu mengarahkan burung buatannya itu terbang kearah Naruto, Shikamaru, dan Sakura.
Setelah sampai mereka pun turun dari burung tersebut.
Konohamaru langsung saja berlari kearah Naruto. "Naruto-niichan kau tak apa kah?."
"Konohamaru, kau selamat." Ucap Naruto lega sambil membawa konohamaru kepelukannya.
"Sai." Ucap sakura ketika melihat sai berjalan kearah mereka.
"Kalian tidak apa-apa?." Tanya Sai dengan senyum khasnya.
"Hmm, kami tidak apa-apa." Ucap sakura sambil berdiri.
Mereka ber4 pun berdiri dan menghadap kearah Medusa, "konohamaru lebih baik kau pergi dari sini." Ucap Naruto.
"Tapi aku mau membantu." Ucap konohamaru.
"Lebih baik kau pergi daripada mati." Ucap pedas sai.
"Sai!." Tegur sakura.
"Jika kau ingin membantu, maka bantulah warga untuk evakuasi." Ucap Shikamaru.
"Shikamaru benar konohamaru." Ucap Naruto membenarkan perkataan konohamaru.
"Baiklah, berhati-hati lah kalian." Ucap konohamaru lalu dia pun pergi.
"Sudah selesai-kah mengobrolnya?." Ucap Medusa dari atas sana.
"Grrr hey kau cewek ular!! Kenapa kau menyerang Konoha temeee!!!." Teriak Naruto.
"Khukhukhu... Sebenernya ne.. aku juga tidak mau menyerang desa yang kecil dan lemah ini. Tapi apa boleh buat, tuan ku menyuruh ku pssst." Ucap Medusa.
"Tuan?." Gumam Shikamaru.
"Tapi aku cukup terkejut kalian bisa melawan kami selama ini. Mungkin aku terlalu meremehkan energi yang ada didalam tubuh kalian itu." Ucap Medusa.
"Energi?? apa yang kau bicarakan!! Kami tidak punya energi kami punya nya chakra." Teriak Naruto.
"Baka." Ucap sakura sambil menjitak Naruto.
"Iitaaii apa yang kau lakukan sakura? Aku benar kan." Ucap Naruto yang merasa dia tak salah sedikitpun.
"Nampaknya dia tidak tau apa itu chakra." Ucap Shikamaru.
"Eeehh??? Lalu mereka menyerang menggunakan apa?." Tanya Naruto.
"Entahlah." Ucap Shikamaru
"Sudah berhenti mengobrolnya, dan mari bertarung. Aku ingin merasakan apa rasanya bertarung dengan seorang pengguna chakra." Ucap Medusa.
Dia pun melompat dari arah tebing tersebut, lalu melesat kearah mereka.
"Kagebunshin no jutsu."
Poff poff poff
Kagebunshin Naruto pun melesat kearah Medusa tapi hanya sebentar karena sudah dilibas oleh ekor ular tersebut.
Hiyaaaa
Sakura, sai, dan Naruto pun maju untuk menyerang tetapi mereka tidak bisa mendekati Medusa karena ekornya yang bergerak lincah untuk menyerang mereka.
"Kita tida bisa menyerang jika seperti ini terus." Ucap sakura di sela-sela lompatannya ketika menghindari serangan kibasan ular.
"Naruto lakukan rasenshuriken." Saran Shikamaru sambil membuat segel tangan.
"Wakarimasta." Ucap Naruto.
Sringgg
Naruto pun masuk kedalam jubah kyuubinya. Medusa yang melihat itu terpesona karena dia merasakan energi yang sangat hangat bagi Monster sepertinya.
"Energi ini... Hangat." Gumam Medusa sambil tetap melihat Naruto.
Sakura dan sai yang menyadari Medusa teralihkan langsung mengambil kesempatan untuk mendekat.
"Shannaaroo." Ucap sakura sambil memukul ulu hati Medusa
Dhuaarrrr
Medusa pun terpental kearah bangunan, Naruto yang melihat itu membatalkan niatnya untuk membikin rasenshuriken, tapi dia tetap memakai mode jinchuuriki nya.
"Kerja bagus sakura." Ucap Tsunade yang tiba tiba ada disana berjalan kearah mereka ber-4 diikuti oleh Sasuke dan Kakashi.
"Tsunade-shisou, sasuke-kun, Kakashi sensei." Ucap sakura ketika melihat mereka bertiga berjalan kearah sakura dkk.
"Bagaimana kabar disana Sasuke?." Tanya Naruto.
"Mereka sudah hancur habis, tapi chakraku juga sudah habis." Ucap Sasuke.
"Itu benar, bahkan chakra kami berdua pun sudah terkuras untuk melawan mereka yang tidak ada habisnya itu." Ucap Kakashi.
Shikamaru mengangkat alisnya, "bukankah yang disana itu lemah?." Tanya Shikamaru.
"Yah mereka lemah, tapi mereka hanya bisa hancur oleh chakra yang terlatih yang rata rata dimiliki oleh jounin." Ucap Kakashi.
"Dan mereka berjumlah banyak." Sambung Tsunade.
"Sebenernya siapa mereka ini?." Gumam lirih Tsunade.
"Buahahahaha... Kau lumayan juga bocah pink." Ucap Medusa sambil mengangkat bangunan bangunan hancur yang menindihnya
"Tapi itu saja tidak cukup untuk menggoresku." Lanjut Medusa sambil menyeringai sadis
"A-apa?." Kaget sakura.
"Sakura seberapa tenaga yang sudah kau gunakan untuk memukul siluman ular itu." Tanya Tsunade sambil memasang posisi siaga
"A-aku sudah memakai seluruh tenagaku Tsunade shisou."
Tsunade membelalakkan matanya, bukan hanya Tsunade tapi mereka yang ada disana pun membelalakkan matanya karena kaget. Seluruh tenaga sakura bisa menghancurkan satu gunung dengan satu pukulan, tapi monster itu tidak tergores sedikit pun.
"Fuuton : Rasenshuriken."
"Amaterasu."
Ucap Naruto dan Sasuke mengeluarkan Jutsu andalan mereka kearah Medusa.
Medusa yang melihat itu bukannya menghindar malah membuka mulutnya selebar mungkin.
Dan mereka harus dikagetkan kembali ketika serangan terkuat Sasuke dan Naruto tidak mempan terhadap Medusa yang malah memakannya.
"Yummy.. slurrrpp.. energi kalian berdua sangat lezat." Ucap Medusa sambil menjilat bibirnya dengan seksi.
"Sekarang giliran ku untuk menyerang." Ucap Medusa sambil menyeringai senang.
"Skin change : Upgrade."
Sringggg
Tubuh Medusa dikelilingi oleh cahaya, dan ketika cahaya itu lenyap yang tersisa hanyalah kulit ularnya saja.
"Dia berganti kulit." Ucap Tsunade ketika melihat hal tersebut.
"Di belakang." Ucap Kakashi. Mereka pun berbalik dan alangkah kagetnya ketika melihat lima anak panah yang mengarah ke mereka.
"Susanoo."
"Kurama."
Siungg
Siungg
Siungg
Dhuarr
Dhuarr
Setelah ledakan tersebut banyak sekali asap terkumpuk ditempat Naruto dkk
Wushhhh
Setelah asap menghilang Terlihatlah tubuh mereka yang terluka parah walaupun sudah di dalam perlindungan susanoo dan kurama.
"Khukhukhu... Walaupun pertahanan kalian kuat, tetapi serangan ku dapat menembus apapun." Ucap Medusa
Kini Medusa terlihat berbeda, dia berubah menjadi berwarna hijau dan dia membawa panah dan terlihat besar dibanding sebelumnya.
"Amenotejikara." Sasuke pun berganti tempat dengan batu yang berada di belakang Medusa.
"Chidori." Lalu dia pun berniat menusuk jantung Medusa dengan chidorinya.
"Cepat." Gumam pelan Medusa.
Hiyaaaa
Hup
Tangan Sasuke pun tertangkap oleh ular yang berada di rambut Medusa. Sasuke melebarkan matanya ketika melihat serangannya dibatalkan.
"Khukhukhu..." Ucap Medusa sambil berbalik badan untuk melihat Sasuke.
"Snake poison." Ular yang menangkap tangan Sasuke pun mengigit tangan Sasuke.
"Aaaaaghhhhhh." Teriak Sasuke kesakitan
"Sasuke/sasuke-kun!!!." Teriak Naruto dkk.
Naruto yang marah pun dengan cepat mengumpulkan chakra kyuubi di tangannya lalu melesat kearah Medusa berniat menonjok nya.
Hiyaaaa
Grepp
Mata Naruto melebar ketika melihat tonjokkannya yang berisi chakra kyuubi ditangkap oleh Medusa dengan tangan kosong. "Lemah ne, sayang sekali energi sebesar ini jatuh ketangan orang yang naif." Ucap Medusa. Dia pun lalu melempar Naruto ke atas.
"Hebi no ya."
Setelah Medusa melempar Naruto, dia pun melancarkan serangan panahnya ke Naruto.
Dhuaarrrr
Panah tersebut meledak tepat setelah mengenai Naruto.
"Narutoooo." Teriak Shikamaru dkk.
"Buahahahaha wahai para ninja!! Tunduklah pada Goemon!!." Teriak menggelegar Medusa
"Akai panchi."
Dhuakk
"Aarrrgghh." Teriak Medusa ketika terpental karena tonjokan seseorang.
Wushh
Tap
"Hokage-sama, kau tidak apa-apa?." Ucap seseorang sambil menaruh Sasuke dan Naruto yang pingsan di sampingnya.
"Eagle." Ucap kaget Tsunade.
"Sasuke-kun , Naruto." Ucap sakura sambil berjalan kearah mereka berdua yang pingsan untuk mengobatinya.
"Grrrr kau!!! Akared!!." Ucap Medusa sambil memegang pipinya yang memar karena tonjokan akared.
"Goemon-medusa, sudah cukup disini saja kau berbuat kekacauan!." Ucap akared.
"Hmph, seperti kau bisa mengalahkan ku saja ne akared."
"Hebi no ya."
Medusa pun menciptakan ratusan anak panah kearah akared, sedangkan akared yang melihat itu bersiaga.
"Akai shotto."
Akared mengeluarkan pistol lalu menembak kearah Medusa. Peluru dan anak panah pun saling bertabrakan.
Akared dan Medusa saling fokus dan saling cepat untuk memenangkan pertandingan ini, tapi Medusa yang melihat celah pun langsung memanfaatkan nya.
"Snake poison."
Ular yang berada di rambut Medusa pun memanjang dan langsung menggigit akared. Bukan satu ular melainkan lima ular sekaligus.
Tapi walaupun begitu Medusa harus merelakan badannya yang terkena peluru Akai shotto akared.
"Aaaaaghhhhhh." Teriak Medusa dan akared
" Uhuk..uhuk.. Cuih." Ludah Medusa sambil berdiri kembali.
"Untuk hari ini cukup sampai disini ninja, pikirkanlah keselamatan kalian dan bergabung lah dengan Goemon psssst." Ucap Medusa.
Sehabis itu Medusa pun menghilang dari sana.
"Aku tidak merasakan jejak kepergiannya." Ucap seseorang perempuan di kepala Shikamaru dkk.
"Baiklah, ino perintahkan kepada ninja yang lain untuk segera evakuasi korban. Dan Beritahu bahwa Konoha berada di keamanan level 3." Ucap Tsunade ke suara yang ada di kepalanya yaitu Yamanaka Ino.
"Ha'i Godaime-sama." Ucap Ino.
"Eagle Bawa dia dan jelaskan semua yang kau dapat di kantor." Ucap Tsunade sambil menunjuk akared yang sedang mencoba untuk duduk.
"Ha'i."
"Shikamaru kau ikut aku kekantor, sakura dan sai bawa Naruto dan Sasuke kerumah sakit."
"Ha'i hokage-sama."
Wushhhh
"Jadi energi mereka disebut Chakra kah?." Ucap bestforth sambil melihat kearah layar yang menampilkan hancurnya Konoha.
"Dan orang bernama Naruto tersebutlah yang mempunyai chakra terbanyak didunia ini." Ucap Seagorath ketika layar tersebut menunjukkan Naruto yang sedang pingsan.
"Hmmm... Geminoid!!!." Teriak Impundulu.
Keluarlah seorang wanita berambut hitam dan berpakaian putih dari lubang hitam. "Saya disini impundulu-sama." Ucap geminoid.
"Pergilah kekonoha dan cari tau semua tentang chakra dan dunia ini, termasuk pria bernama Naruto itu." Perintah impundulu ke geminoid.
"Baik impundulu-sama." Ucap geminoid sambil pergi dari sana.
"Apa yang kau lakukan impundulu?." Tanya bestforth
"Tentu saja mencari informasi dari mereka." Ucap impundulu sambil menyeringai licik.
Seagorath yang melihat itu menyipitkan matanya, 'impundulu, seorang goeomon-bird yang menakutkan, dia dapat menciptakan petir dan kilat sangat kuat. Bukan hanya itu tapi otaknya yang licik lah yang membuatnya dia diangkat menjadi panglima dan berhasil menumbangkan 27 planet dengan pasukannya.' batin seagorath
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?." Tanya seagorath.
"Tentu saja menghancurkan 4 desa lainnya." Jawab impundulu.
"Apa itu tidak terlalu terburu-buru?." Tanya seagorath yang merasa jawaban impundulu itu terburu-buru
"Tidak, di Konoha terdapat akared yang selalu membuat masalah untuk kita. Kurasa pilihan impundulu benar." Jawab bestforth.
"Baiklah, kalau begitu" Ucap Seagorath.
"Saatnya berburu." Lanjut seagorath sambil berdiri dengan matanya yang bersinar berwarna merah.
Impundulu yang melihat seagorath keluar pun menyeringai sadis dengan mata yang bersinar berwarna hijau. 'ini pasti cepat.' batin impundulu
.
.
.
.
.
.
#TBC
Tambahan :
Geminoid adalah sebuah robot yang memang dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan manusia. Ia menggunakan kulit yang bisa berubah seiring dengan bertambahnya usia, rambut yang terurai, dan bola mata yang bisa melirik.
