Hati.
By Frigg Nevia 07
Disclaimer : Bleach by Tite Kubo.
Genre : Hurt/Comfort and Drama.
Rating : T.
Warning : Ficlet, OCC, bahasa campur aduk, typo (s), Semi-canon.
Pairing : UlquiHime.
Happy Reading Guys….
•Nevia Mempersembahkan•
Malam itu di Hueco Mundo sangat sepi dan dingin, sama halnya dengan hati seorang gadis yang sekarang sedang melihat indahnya bulan.
Gadis itu merenungi nasibnya, meratapi kehidupannya, dan….
Pintu ruangan terbuka membuatnya berbalik menatap sosok mahluk dengan wajahnya yang datar tanpa suatu ekspresipun. Matanya hanya ada kekosongan belaka.
Sosok makhluk yang menurutnya tak memiliki hati ini kini mendekatinya.
"Mau apa kau?" tanya Orihime waspada.
"Teman-temanmu datang kemari untuk menyelamatkanmu."
Mata Orihime membulat mendengarnya.
"Itu tidak mungkin, mereka…."
"Kuchiki Rukia, sudah tumbang. Dia akan mati sebentar lagi," ucapnya kejam. Memang ucapan Quarto Espada ini tak pernah enak untuk didengar di telinga.
"Tidak," sangkal Orihime.
Ulquiorra terdiam mendengarnya, dia hanya menatap Orihime datar.
"Onna, semua temanmu akan mati di sini dan kau adalah penyebabnya," ucapan itu menusuk hati Orihime.
"Tidak." Sekali lagi Orihime mencoba meneguhkan hatinya dan mencoba mempercayai teman-temannya.
"Kenapa makhluk seperti kalian memiliki ikatan tak penting dan bodoh seperti ini?" tanya Ulquiorra, "Bahkan seharusnya mereka mengerti kalau seberapa keras mereka berusaha mereka tak akan bisa menyelamatkanmu dan akan mati."
"Karena mereka adalah temanku," jawab Orihime dengan menatap tajam Ulquiorra.
"Ikatan yang kalian sebut 'teman' tidak ada gunanya. Realitanya adalah mereka akan mati karna dirimu dan sekali lagi kau hanya akan tinggal di sini untuk melayani Aizen-sama."
Tap tap! Plakkk!
Suara tamparan itu menggema ke seluruh ruangan.
Orihime menampar Ulquiorra dengan nekatnya. Orihime merasa marah, sedih, dan takut. Matanya berlinang air mata saat menatap Ulquiorra.
Setelah menerima tamparan itu Ulquiorra meninggalkan ruangan Orihime.
x:x:x:x:x:x:x:x:x:x:x:x:x:x:x
Orihime tersadar dari lamunannya, dia dapat melihat sosok di depannya sedang menghilang secara perlahan.
Semua kejadian tadi hanyalah kilas balik dari ingatannya tentang sosok tanpa hati di depannya.
"Bahkan sampai akhir pun kau tak bisa berhenti membuatku terkejut, Manusia," ucapnya dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya dia menarik ujung bibirnya ke atas, walau hanya beberapa millimeter.
Orihime menatapnya sedih. Ulquiorra menolehkan pandangannya pada Orihime.
"Apa kau takut padaku?" tanya Ulquiorra dengan menatap Orihime. Orihime ingat sekali kalau pertanyaan ini pernah terlontarkan dari seorang Ulquiorra Cifer.
Orihime menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Aku sudah tidak takut padamu." Ucapan itu dilengkapi dengan senyumnya.
Ulquiorra merasakan yang dinamakan kelegaan, dia menatap langit Hueco Mundo.
'Sekarang aku mengerti apa yang dimaksud oleh hati atau perasaan,' batin Ulquiorra, 'Terima kasih untukmu yang mengajarkanku hal itu.'
"Aku mencintaimu, Onna," gumam Ulquiorra yang membuat mata coklat Orihime membulat sempurna.
Untuk pertama kalinya dan terakhir kali dalam hidupnya, Orihime dapat mendengar kata itu dari Ulquiorra yang selama ini dia anggap tak memiliki hati. Dan ini juga untuk pertama kalinya dia melihat senyum Ulquiorra yang bisa dikatakan itu adalah senyum terakhirnya untuk perpisahan mereka berdua.
Quarto Espada, Ulquiorra Cifer, telah menghilang dari dunia ini.
"Aku juga," gumam Orihime.
'Akankah kita bertemu lagi suatu hari nanti? Akankah kau dapat mendengar ucapan cinta dariku juga?' batin Orihime dengan senyum lirih, 'Sekarang aku hanya memiliki satu keyakinan hati yaitu, kita akan bertemu suatu hari nanti. Keyakinan hati itu akan kupegang selama hidupku.'
Fin~
A/n : Maaf jika terdapat banyak kesalahan karna Author belum sempat merevisi fic ini. Sekali lagi mohon review :3
