metanoia

[meh-ta-noy-a] • Yunani

(n.) perjalanan mengubah pikiran, hati, diri, atau cara hidup


Aku pernah hancur karena terlalu percaya

Pernah juga patah karena memilih orang yang salah

Aku pernah terkubur dalam-dalam di hati seseorang.. yang kuselami dengan niat untuk bisa kumengerti

Aku pernah memutuskan berjuang untuk hati yang memperjuangkan orang lain

Aku pernah tercerai-berai ketika kasihku tak sampai

Aku pernah tertusuk pecahan hatiku sendiri ketika sedang berusaha menyusun, lalu kau datang lagi

Aku pernah terjatuh dua kali karena ceroboh memberikan kesempatan

Aku pernah ditinggalkan karena menunggu

Aku juga pernah dihakimi karena melindungi

Aku pernah ditinggal pergi karena tak cukup memberi

Aku pernah ditikam karena terlalu jujur pada hati sendiri

Aku pernah disalahkan karena berbicara yang sebenarnya

Aku pernah disuruh menunggu ketika ia tengah menunggu orang lain

Aku pernah seperti itu

Sehancur itu aku pernah berjuang, berkali-kali bangkit hanya untuk kembali dihancurkan

Aku hanya ingin kau tahu, bahwa aku pernah sehancur itu

Jika kau yang kupilih sekarang juga hendak menghancurkanku. Tak apa, aku rela, sudah sepenuh hati aku siap.

Hatiku memilihmu. Mau kau genggam kuat-kuat hingga tercerai-berai atau kau simpan sebagai kenang-kenangan. Aku tak peduli.

Namun selama kau masih bersamaku, maukah kau berada di sampingku lebih lama?

Seperti yang kau tahu. Sehancur-hancurnya hatiku, kehadiranmu selalu bisa menyembuhkanku

(c) Muskalisasi puisi oleh Rhia Lestarii dengan puisi karya Brian Khrisna — SEHANCUR ITU AKU PERNAH


.

"Kita putus."

Dua kata itu meluncur indah dari mulut Atsumu. Tidak pernah terbayangkan di benak (Name), gadis itu merasa bahwa hubungan mereka baik-baik saja.

"Kenapa? Apa aku melakukan kesalahan?"

Jelas bukan ini yang diinginkan (Name). Hatinya menuntut kebenaran.

'Lelaki brengsek sepertiku mana pantas dengan perempuan sebaik dirimu, (Name).'

Tanpa jawaban Atsumu meninggalkan sang gadis yang masih dalam keadaan mematung.

'Sungguh bodoh sekali kau Atsumu menyia-nyiakan gadis setegar (Name). Semoga kau menyesal nantinya,' batin Osamu yang sedari tadi menyaksikan interaksi kembarannya dengan sang gadis dari kejauhan.

Ingin sekali Osamu menghampiri (Name) dan menenangkannya. Namun, sayangnya ia hanyalah pengecut.

Bersambung …


Haikyuu! (c) Haruichi Furudate

Fanfict ini statusnya masih coming soon, ya.. Jadi belum tahu kapan chapter 1 nya. Jadi karena jemurannya (baca: fanfict-nya) masih basah alias baru, ya digantung dulu dong, ehehe #ga

Nanti kalo dah kering dobrak aja pintu rumahku, oke?

Sampai babai

Cuzhae

_

08 Februari 2022