Kise Ryota Kasamatsu (Name)

" (Nama)-chi!" (Nama) menengok ke sumber suara dan menemukan seorang pria tinggi dengan surai blonde sedang berlari kearahnya.

"Nani ??" Tanya (Nama)

"Ke kantin ??" (Nama) hanya mengangguk menanggapi pertanyaan pria yang bernama Kise Ryota sekaligus teman sekelasnya itu.

"Sudah memutuskan untuk bergabung disalah satu klub sekolah ??" (Nama) mengerutkan keningnya dan menatap sinis Kise.

"Bagaimana dengan klub basket ? Kaijo sudah punya pelatih namun sepertinya kursi manajer Kaijo masih kosong, jadi..."

"Apa peduliku" potong (Nama). Mendengar jawaban ketus dari (Nama), tak membuat Kise putus asa, dia semakin gencar menawarkan posisi itu dengan berbagai macam cara.

Dan disini saat mengambil jatah makan siangnya, (Nama) merasa risih karena Kise terus-terusan membuntutinya sampai disebuah meja.

"Oh ayolah (Nama)-chi, sudah dua semester kau tak ikut satupun klub, apa kau tak bosan hanya berteman dengan buku-buku ?? Kau juga perlu bersosialisasi dengan banyak orang, sebagai teman aku dengan senang hati membantu"

"Ingatkan aku jika aku pernah mengatakan kalau kau adalah temanku!!" Dingin (Nama) sebelum menyuapkan santapan siangnya.

"(Nama)-chi, kau kejam sekali-shu" rengek kise

"Jangan kau pikir karena kerja kelompok kemarin membuatmu berpikiran kalau aku sudah menganggap mu sebagai seorang teman, itu kesalahan besar Kise-kun dan satu lagi jangan sebut nama asliku, kita bahkan tidak akrab!!" belum setengahnya dimakan, (Nama) bangkit dari kursi dengan kembali membawa nampan makan siangnya. Begitupun dengan Kise yang ikut-ikutan mengejar (Nama).

Bagai anjing mengikuti majikannya. Kise dengan santainya berjalan di samping (Nama) yang sangat-sangat jengkel karena ia menjadi bahan tontonan seluruh murid terutama perempuan di SMA Kaijo.

"Bisakah kau berhenti mengikuti ku huh ??" Pinta (Nama) dengan sebal.

"Kasamatsu-chi mau ke kelas kan? Kau lupa kalau kita sekelas ??" Tanya Kise.

"Ck, percaya diri sekali" dengan langkah yang sedikit cepat (Nama) pergi dengan niatan untuk menjauh dari Casanova Kaijo itu. Karena terlalu fokus berlari (Nama) tak melihat sekitaran sebuah bola basket tengah melaju kencang kearahnya.

"(Nama)-chi, awas!!!" Kise berteriak namun sepertinya malah membuat (Nama) berhenti tepat bola basket itu akan menabraknya. Ingin menghindar namun kecepatan bola basket tersebut melebihinya.

"That's all from me..." Dan dengan pasrah (Nama) hanya diam untuk bersiap menerima hantaman keras bola basket itu.

"(Nama)-chi, daijobu ??" Bukannya mendapat sebuah rasa sakit (Nama) malah merasakan usapan lembut sebelah tangan di pipi mulusnya. Perlahan kedua mata (Nama) terbuka dan menemukan raut khawatir dari wajah Kise didepannya.

"Sumimasen, aku tak sengaja" mendengar suara lain disana menyadarkan kesadaran (Nama) dan dengan segera melepas tangan Kise yang masih melekat di pipinya.

"Hey junior!! Kalian kenapa latihan basket di lapangan praktek?! Pergi sana latihan di gym!!" Tanpa berbicara lagi Kise dengan tepat melempar bola basket tersebut ke ring dari luar lapangan.

(Nama) yang melihatnya terkesima dengan melihat bola basket yang dilemparkan Kise yang terkesan indah namun brutal tersebut. Jangan salah sebenarnya (Nama) adalah penggemar bola basket juga, dan (Nama) akui juga ia sangat terpana dengan gaya permainan basket Kise saat bertanding di wintercup tahun kemarin, ya walaupun team sekolahnya tak berhasil mendapat juara pertama.

"Nande ?? Apa kau menyukainya ??" Berbeda halnya dengan Kise yang terlihat antusias dengan melihat (Nama) yang masih diam karena terkesiap melihat aksinya tadi. (Nama) mengangguk dan menatap binar Kise. Kise tersentak melihatnya, karena dengan tak terduga nya (Nama) memberikan reaksi yang membuat laju jantungnya berdetak kencang dengan tempo yang tak biasanya. Pipi Kise bersemu kemerahan menahan gemas untuk tidak mencubit pipi (Nama).

"Eum, apa kau bisa melakukannya lagi ?!" Kise tak bisa menahannya lagi dengan santainya ia menguyel pipi (Nama) dengan sedikit mencubitnya.

"Baka janaino ?!! Aku menyuruhmu melakukannya lagi bukan malah mencuri kesempatan menyentuh pipiku!!" Tanpa ba-bi-bu lagi (Nama) memberikan sebuah bogeman mentah untuk Kise.

Bugh!!

"(Nama)-chi, ittai-shuu..." Ringis Kise.

"Apa peduliku" marah (Name) sebelum kembali berjalan pergi.

"(Name)-chi ingin melihatnya lagi 'kan ?? Bagaimana kalau (Name)-chi ikut dengan ku?!" Langkah (Name) terhenti menimbang permintaan Kise.

_

"Konichiwa minna!!" Semua penghuni gym menoleh kearah pekikan Kise yang melengking.

"Ah kasamatsu senpai, kau ada disini ??" Kise bertanya pada seorang pria yang tak asing sedang duduk di tribun melihat junior-juniornya berlatih.

"Nande ?? Kau keberatan jika aku datang kesini ??" Yang bertanya malah Menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Eum...bukannya seorang mahasiswa baru tak seharusnya ada disini ..."

"Chotto matte! (Name), ada perlu apa kau kesini ??" mengenal seseorang yang di samping kise, Kasamatsu Yukio alias kakak dari Kasamatsu (Name) segera turun dan berjalan kearah (name).

"Eeetto...aku hanya hm, ma-mpir...hehe" (Name) hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Uso!! Mulai hari ini Kasamatsu (Name) akan menjadi manajer team basket Kaijo!!" Teriak Kise dengan antusias. Semua anggota basket terdiam sebelum melihat kearah Kise.

PLETAKK!!!

Bukan karena teriakannya, mereka menatap ngeri setelah melihat kise yang tengah mengaduh sakit karena jitak kan keras yang dilayangkan (Name) padanya.

"Jangan asal memutuskan, belum tentu pelatih akan menyetujuinya" sangkal (Name) dengan sebal.

"Ittai-shuu, (Name)-chi kau kejam-shuu~" adu Kise dramatis.

"Iie, pelatih pasti akan langsung setuju jika itu kau, (Name)-chi!" Tambah Kise

"Itukan menurut mu" tegas (Name).

"Kau salah, (Name)! Untuk kali ini aku setuju dengan model songong ini!" Potong Yukio tiba-tiba.

"Eeh?! Tapi..." melihat kakaknya yang menatapnya penuh keyakinan, (Name) jadi sedikit meragu.

"Lihat! Bahkan kakakmu setuju (Name)-chi, ayolah" pinta Kise dengan sangat.

"Dari sekian banyak murid disini, kenapa harus aku ??" Tanya (Name)

"Dan dari semua murid disini tidak ada yang berbakat merancang pola strategi permainan handal sepertimu! Kami percaya (Name)-chi bisa membuat tim ini menjadi lebih baik lagi" Pernyataan Kise membuat (Name) menatap Yukio.

"Sudah saatnya semua orang tahu, tak ada lagi yang bisa Kasamatsu senpai lakukan untuk tim basket ini setelah dia lulus sekolah, senpai sudah pergi! Maka dari itu kini terserah padamu, (Name)-chi" Tambah kise, yang mana pernyataan nya yang sekarang membuat kedua alis Kasamatsu Yukio menukik sebal, sebelah kakinya sudah ia bawa ancang-ancang untuk menendang mantan junior menyebalkan itu, namun ia urungkan saat (Name) hendak berbicara.

"Yosh, aku setuju untuk bergabung jika itu bisa merubah tim ini menjadi lebih baik lagi namun..."gantung (Name)

"...aku tidak setuju pernyataan terakhirmu terhadap kakakku, Kise!! Dia pergi melanjutkan studinya bukan pulang kepangkuan-NYA, Bakayarou!!"

BUGH!!!

Sebuah bogeman mentah Kise rasakan kembali mendarat di kepalanya. Seperti Dejavu semua anggota tim basket Kaijo menatap horor perempuan yang akan menjadi manajer barunya itu, terkecuali Kasamatsu Yukio yang tersenyum kecil karena ia percaya bahwa adik perempuannya bisa membuat tim basket sekolahnya menjadi lebih baik lagi dan bisa mengendalikan salah satu anggota Kiseki No Sedai itu.

END

Sorry ya kalo ceritanya gaje_.!

(Note: Anggep aja kalian kagak pernah baca ini)